Anda di halaman 1dari 8

TINJAUAN STANDAR/SISTIM KONTRAK KONSTRUKSI

INTERNASIONAL (FIDIC, JCT, AIA, SIA).

Oleh : Ir. H. Nazarkhan Yasin

1. PENDAHULUAN

Dalam dunia Internasional dikenal beberapa bentuk-bentuk Standar/Sistim Kontrak Konstruksi


diantaranya adalah FIDIC (Federation Internationale des Ingenieurs Counsels), JCT (Joint Contract
Tribunals). AIA (American Institute of Architects) dan SIA (Singapore Institute of Architects). Selain
itu masih ada lagi beberapa sistim/standar kontrak, dari Hongkong, Australia, Canada dan lain-lain. Di
Indonesia umumnya sering menjumpai kontrak-kontrak yang menggunakan standar/sistim FIDIC dan
JCT terutama untuk proyek-proyek Pemerintah yang menggunakan dana pinjaman (loan) dari luar
negeri. Sistim AIA kebanyakan dipakai oleh perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di
Indonesia (kontrak-kontrak pertambangan). Oleh karena itu, peninjauan Standar/Sistim Kontrak
Konstruksi Internasional dalam pelatihan ini dibatasi hanya mengenai sistim FIDIC dan JCT serta
sedikit uraian standar/sistim AIA dan SIA.

2. STANDAR KONTRAK AMERIKA SERIKAT (AIA)


2.1 American Institute of Architects (AIA) adalah sebuah institusi profesi di Amerika Serikat yang
menerbitkan dokumen kontrak/syarat-syarat kontrak konstruksi yang biasa dikenal dengan istilah
AIA Standard dan dipergunakan secara luas di Amerika Serikat.
2.2 Robert D. Gilbreath dalam bukunya MANAGING CONSTRUCTION CONTRACTS halaman
107-111 memberikan contoh Perjanjian/Agreement yang biasa digunakan di Amerika Serikat,
dari uraian dibuku tersebut terlihat bahwa isi perjanjian/kontrak konstruksi hanya berisi hal-hal
yang pokok/penting (hanya terdiri dari 9 Pasal). Diantaranya yang penting adalah :
i. Persetujuan Pengguna Jasa untuk membayar Penyedia Jasa sebesar nilai kontrak (Pasal 4).
ii. Kewajiban Penyedia Jasa untuk menutup asuransi sampai pekerjaan selesai (Pasal 6).
iii. Kewajiban Penyedia Jasa untuk membayar pajak-pajak terkait pekerjaan (Pasal 7).
iv. Kewajiban Penyedia Jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan (Pasal 9).

Disini terlihat bahwa syarat-syarat/ketentuan kontrak lainnya dicantumkan dalam Syarat-Syarat


Umum Kontrak, Syarat-Syarat Khusus Konstruksi, Spesifikasi Teknis, Gambar-Gambar yang
merupakan satu kesatuan dengan Perjanjian (Pasal 5).

3. STANDAR/SISTIM KONTRAK FIDIC 1987


3.1 FIDIC didirikan pada tahun 1913 oleh 3 (tiga) asosiasi nasional dari Konsultan Teknik
independen di Eropa.
3.2 FIDIC mengatur seminar-seminar, konferensi-konferensi dan pertemuan-pertemuan lain,
tukar menukar pandangan dan informasi, diskusi masalah-masalah kepentingan bersama,
dan mengembangkan profesi teknik di negara-negara berkembang.
3.3 Publikasi FIDIC termasuk laporan-laporan dari berbagai konferensi-konferensi dan
seminar-seminar, informasi untuk para Konsultan Teknik, Pengguna Jasa Proyek dan agen-
agen pengembangan internasional, bentuk-bentuk standar prakualifikasi, dokumen-
dokumen kontrak dan perjanjian Klien/Konsultan, semuanya tersedia di Sekretariat FIDIC
di Swiss.
3.4 Perlu diketahui bahwa banyak asosiasi profesi di tanah air diantaranya Asosiasi Kontraktor
Indonesia (AKI) adalah anggota IFAWPCA, sedangkan IFAWPCA adalah anggota FIDIC.
Jadi seharusnya kita di Indonesia cukup mengenal FIDIC dan sepantasnya menggunakan
standar FIDIC dalam membuat kontrak sebagai acuan/rujukan.

1
3.5 FIDIC telah menyusun 2 (dua) versi standar/sistim Kontrak yang berbeda maksud dan
tujuannya yang pertama ditujukan untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi Teknik Sipil dan
yang kedua khusus untuk pekerjaan Rancang Bangun yaitu :

Untuk memudahkan rujukan kita sebut saja :

a. SYARAT-SYARAT UMUM FIDIC 1987


b. SYARAT-SYARAT KHUSUS FIDIC 1987
c. SYARAT-SYARAT UMUM FIDIC 1995
d. SYARAT-SYARAT KHUSUS FIDIC 1995

4. STANDAR/SISTIM KONTRAK FIDIC 1995


4.1 Syarat-syarat kontrak ini disiapkan dan direkomendasikan untuk penggunaan umum dengan
tujuan pekerjaan-pekerjaan Rancang Bangun di mana peserta tender diundang atas dasar
internasional; dengan sedikit modifikasi, syarat-syarat ini juga cocok untuk kontrak-kontrak
dalam negeri.
4.2 Dalam pengaturan kontrak Rancang Bangun yang umum, Penyedia Jasa bertanggung jawab
atas perencanaan dan syarat-syarat/ketentuan-ketentuan, sesuai keinginan Pengguna Jasa
dari pekerjaan yang mencakup setiap kombinasi dari disiplin teknik (termasuk sipil,
mekanikal, elektrikal, dan untuk pekerjaan gedung dan pembayaran dilakukan secara
Termyn sejalan dengan kemajuan pekerjaan. Dalam Bagian I Pasal 13 diatur cara
pembayaran.
4.3 Syarat-syarat ini juga dimaksudkan untuk kontrak-kontrak Turnkey dimana permintaan-
permintaan Pengguna Jasa biasanya termasuk ketentuan-ketentuan mengenai fasilitas yang
sepenuhnya lengkap, siap beroperasi (pada saat kunci diputar) kontrak-kontrak tersebut
dibiayai lebih dahulu oleh Penyedia Jasa.
4.4 Kontrak-kontrak Turnkey secara khas termasuk perencanaan, konstruksi, pemasangan
peralatan perkakas yang lengkapnya ditetapkan dalam dokumen kontrak tersendiri. Sebagai
tambahan, kontrak mungkin menetapkan permintaan pada Penyedia Jasa untuk
mengoperasikan pekerjaan, apakah beberapa bulan masa uji coba atau beberapa tahun pada
kontrak BOT.
4.5 SYARAT-SYARAT UUMUM FIDIC 1995.
Syarat-Syarat Umum FIDIC 1995 terdiri dari 20 (dua puluh) Pasal yaitu :
4.5.1 Pasal 1 - The Contract (14 ayat)
4.5.2 Pasal 2 - The Employer ( 4 ayat)
4.5.3 Pasal 3 - The Eemployers - Representative ( 5 ayat)
4.5.4 Pasal 4 - The Contractor (24 ayat)
4.5.5 Pasal 5 Design ( 9 ayat)
4.5.6 Pasal 6 - Staff and Labour (10 ayat)
4.5.7 Pasal 7 - Plant, Materials and Workmanship ( 6 ayat)
4.5.8 Pasal 8 - Commencement, Delay & Suspension (11 ayat)
4.5.9 Pasal 9 Test on Completion ( 4 ayat) 38 Copyright NY-SS/HK-SKKI/V/07
4.5.10 Pasal 10 Employers Taking Over ( 3 ayat)
4.5.11 Pasal 11 - Test after Completion ( 4 ayat)
4.5.12 Pasal 12 - Defect Liability (10 ayat)
4.5.13 Pasal 13 - Contract Price and payment (16 ayat)
4.5.14 Pasal 14 - Variation ( 5 ayat)
4.5.15 Pasal 15 - Default of Contractor ( 5 ayat)
4.5.16 Pasal 16 - Default of Employer ( 4 ayat)
4.5.17 Pasal 17 - Risk and Responsibility ( 6 ayat)
4.5.18 Pasal 18 Insurance ( 5 ayat)
4.5.19 Pasal 19 - Force Mayeur ( 7 ayat)
4.5.20 Pasal 20 - Claims, Dispute and Arbitration ( 8 ayat)
4.6 SYARAT-SYARAT KHUSUS FIDIC 1995.
Syarat-Syarat Khusus ini terdiri dari 20 Pasal. Dalam Syarat-Syarat ini di atur secara khusus
beberapa pasal/ayat/sub ayat sehubungan sifat/kondisi khusus suatu Pekerjaan. Beberapa
diantaranya dibahas sebagai bahan pertimbangan untuk kontrak kita dimasa mendatang.

5. STANDAR/SISTIM KONTRAK JCT 1980

2
5.1 JCT adalah singkatan dari Joint Contract Tribunals, suatu institusi di Inggris yang menyusun
standar kontrak konstruksi untuk Pemerintah setempat (Local Authority) dan Sektor Swasta
(Private). Unsur-unsur pokok JCT terdiri dari badan-badan sebagai berikut :
a. Royal Institutions of British Architect (RIBA)
b. National Federation of Building Trades Employers (NFBTE)
c. Royal Institution of Chartered Surveyor (RICS)
d. Association of Country Councils (ACC)
e. Associations of Metropolitan Authority (AMA)
f. Associations of District Councils (ADC)
g. Committee of Associations of Specialist Engineering Contractor (ASEC)
h. Greater London Council (GLC)
i. Federation of Associations of Specialist and Subcontractors Association of Consulting
Engineers (FASSACE)
j. Scotish Building Contract Committee (SBCC)
5.2 Selengkapnya berjudul : STANDARD FORM OF BUILDING CONTRACT, 1980 Edition
PRIVATE WITH QUANTITIES. JCT Joint Contracts Tribunal form of Building Contract
yang terdiri dari :
a. ARTICLES OF AGREEMENT
b. CONDITIONS : PART 1 : GENERAL
c. CONDITIONS : PART 2 : NOMINATED SUBCONTRACTORS AND NOMINATED
SUPPLIERS
d. CONDITIONS : PART 3 : FLUCTUTIONS
e. APPENDIX.
5.3 Dari uraian di atas, dapatlah dipahami bahwa standar JCT dibuat oleh beberapa institusi di
Inggris dan tidak melibatkan institusi dari negara lain seperti keanggotaan FIDIC dan dibuat
khusus untuk kontrak-kontrak bangunan (Building Contract).
5.4 Standar JCT dipakai oleh negara Inggris sendiri dan kebanyakan negaranegara
Persemakmuran (Commonwealth) seperti Malaysia, Singapura.
5.5 Di sini yang akan diuraikan adalah standar JCT yang dipublikasikan tahun 1980 untuk standar
formal swasta (Private) yang terdiri atas dokumendokumen berikut :
5.6 PERJANJIAN/KONTRAK (ARTICLE OF AGREEMENT)
Standar JCT 1980 menyebut Perjanjian/Kontrak dengan istilah Article of Agreement and
Conditions of Building Contract. Berbeda dengan standar FIDIC 1987, yang hanya menyebut
Agreement. Hampir sama dengan FIDIC, perjanjian menurut standar JCT hanya berisi 5
butir/pasal yaitu :
a. keharusan Penyedia Jasa untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
apa yang disebut dengan Contract Bills (Rincian Biaya) dan Contract Drawings (Gambar-
gambar Kontrak).
b. Pengguna Jasa (Employer) harus membayar Penyedia Jasa berdasarkan Nilai Kontrak
(Contract Sum) pada waktu dan dengan cara-cara sesuai tercantum dalam syarat-syarat
kontrak (Conditions of Contract).
c. Memuat penjelasan mengenai Wakil Pengguna Jasa yang ditunjuk (Architect/Engineer).
d. Memuat penjelasan mengenai Konsultan Volume/Biaya (Quantity Surveyor) yang
ditunjuk.
e. Memuat penjelasan tentang penyelesaian perselisihan melalui Arbitrase.
5.7 SYARAT-SYARAT KONTRAK (CONDITIONS : PART I : GENERAL)
Berisi 34 (tiga puluh empat) Pasal/Article sebagai berikut :
a. Interpretations, definitions, etc
b. Contractors obligations
c. Contract Sum-additions or deductions adjustment interim certificate
d. Architects/Engineers istructions
e. Contract Documents other documents issue of certificates.
f. Statutory obligations, notices, fees dan changes
g. Levels and setting out of the Works
h. Materials, Goods and Workmanship to conform to description, testing and inspections
i. Royalties and patent rights
j. Person in charge
k. Access for Architect to the Works
l. Clerk of Works
m. Variations and povisional sum
n. Contract sum
o. Value Added Tax supplemental provisions

3
p. Material and good unfixed or off-site
q. Practical Completion and Defects Liability
r. Partial possession by the Employer
s. Assignment and Subcontracts
t. Injury to person and property and Employers indemnity
u. Insurance against injury to person and property
v. Insurance of the works against perils
w. Date of Possession, completion and postponement
x. Damages for non completion
y. Extension of Time
z. Loss and expenses caused by matters, materially affecting the regular progress of the work
aa. Determination by the Employer
bb. Determination by the
cc. Works by Employer or person engaged by Employer
dd. Certificate and
ee. The Income
ff. Outbreak of hostilities
gg. War Damages hh. Antiquities
5.8 SYARAT-SYARAT KONTRAK (CONDITIONS: PART 2: NOMINATED
SUBCONTRACTORS AND NOMINATED SUPPLIER).
5.8.1 Pasal 35 Nominated SubContractors & Nominated Suppliers. Dalam pasal ini
antara lain diuraikan mengenai definisi, prosedur menetapkan SubPenyedia Jasa
Tertunjuk, Cara Pembayaran, Perpanjangan Waktu, Kesalahan-kesalahan,
Pembayaran Akhir dan sebagainya.
5.8.2 Pasal 36 Nominated Supplier. Pasal ini menguraikan definisi, instruksi Direksi
Pekerjaan, SyaratSyarat Pemilihan, hal-hal yang dilarang.
5.9 SYARAT-SYARAT KONTRAK (CONDITIONS : PARTS 3 : FLUCTUATION).
Pada bagian 3 (Part 3) ini dibuka peluang mengenai fluktuasi harga sehingga dalam kontrak
tersebut terdapat kemungkinan penyesuaian harga. Bagian ini terdiri dari 4 Pasal.
5.9.1 Pasal 37 - Choice of Fluction provision entry in Appendix. Pasal ini membuka
pilihan/alternatif mengenai cara perhitungan fluktuasi, apakah memilih sesuai Pasal
38, 39 atau 40.
5.9.2 Pasal 38 - Contribution, Levy and Tax Fluctuation.
5.9.3 Pasal 39 - Labour and Materials Cost and Tax Fluctuations.
5.9.4 Pasal 40 - Use of Price Adjustment Formula. Mungkin pasal ini yang cocok untuk
kita.
5.10 APPENDICES (LAMPIRAN).
Appendix ini merupakan Lampiran dari kontrak yang berisi besaran-besaran mengenai
nilai-nilai asuransi, ganti rugi dan hal-hal lain untuk memudahkan mencari rujukan pada
pasal-pasal yang bersengketa antara lain :
a. Penyelesaian Sengketa/Arbitrase (Pasal 5.1)
b. Masa Tanggung Jawab Atas Cacat (Pasal 17.2)
c. Tanggal Penyelesaian (Pasal 1.3)
d. Asuransi (Pasal 21.1.1)
e. Tanggal Penyerahan Lahan (Pasal 23.1)
f. Ganti Rugi Kelambatan Rp. per ..
g. Masa Kelambatan (Pasal 28.1.2)
h. Masa Penerbitan Sertifikat Pembayaran (Pasal 30.1.3)
i. Besar Nilai Retensi Pasal (30.4.1)
j. Masa Perhitungan Akhir Pasal (30.6.1.2)
5.11 KESIMPULAN
Dari Uraian diatas dapat disimpulkan hal-hal berikut :
a. Perjanjian yang disebut Article of Agreement hanya terdiri dari 5 (lima) pasal seperti
terurai dalam butir 5.6 di atas, yang berisi ketentuan-ketentuan pokok mengenai hak dan
kewajiban para pihak (FIDIC 1987 hanya 4 Pasal)
b. Sama seperti standar FIDIC, satu-satunya dokumen kontrak yang ditandatangani para
pihak adalah Perjanjian (Article of Agreement).
c. Berbeda dengan standar FIDIC, dalam Perjanjian tidak dinyatakan bentuk dokumen
kontrak lainnnya merupakan satu kesatuan dan bagian yang tak terpisahkan dari
Perjanjian.
d. Dalam salah satu butir/pasal Perjanjian disebut mengenai penyelesaian perselisihan,
sedangkan dalam standar FIDIC, hal ini diuraikan dalam Syarat-Syarat Kontrak.

4
e. Syarat-syarat kontrak standar JCT 1980 memiliki 40 (empat puluh) Pasal yang berarti
jauh lebih lengkap dari model kontrak konstruksi di Indonesia dan terdiri dari :
- Conditions Part 1 : General (34 Pasal)
- Conditions Part 2 : Nominated SubContractors and Nominated Suppliers (2 Pasal).
- Conditions Part 3 : Fluctuation.
f. Diantara ketentuan-ketentuan yang jarang terdapat dalam kontrak kita adalah :
- Penafsiran, Batasan, dan sebagainya (Interpretatios, Definitions). Kita di Indonesia
sering lupa mencantumkan klausula ini, padahal sangat penting untuk menghindari
sengketa selama kontrak berlaku.
- Pajak Pertambahan Nilai (Value Added Tax). Jarang sekali kontrak-kontrak kita
mencantumkan hal ini secara tegas termasuk cara-cara pelaksanaannya.
- Sama seperti standar FIDIC, disini juga dikenal yang namanya penyelesaian praktis,
sebaiknya hal ini dimasukkan ke dalam syarat-syarat kontrak karena untuk proyek-
proyek besar dan menggunakan teknologi canggih akan sulit mencapai tingkat
pekerjaan 100% mutlak selesai. Oleh karena itu dinegara barat diizinkan
penyerahan pekerjaan apabila telah mencapai tingkat penyelesaian praktis.
- Dalam Pasal 24 di atur mengenai kerusakan-kerusakan Pekerjaan yang tidak selesai
(Damages for Non Completions).
- Selain itu di atur pula mengenai Pajak Pendapatan (Income Tax).

6. STANDAR/SISTIM KONTRAK SIA.


6.1 Institusi para Arsitek Singapura yang bernama Singapore Institute of Architects (SIA)
menyusun standar/sistim kontrak yang di kenal dengan nama SIA 80 CONTRACT. Standar
ini selengkapnya bernama ARTICLES AND CONDITIONS OF BUILDING CONTRACT
yang terdiri dari dokumen-dokumen berikut :
a. Perjanjian/Kontrak yang di sebut ARTICLE OF CONTRACT
b. Syarat-Syarat Kontrak yang di sebut CONDITIONS OF CONTRACT
c. Lampiran (APPENDIX)
d. Tambahan yang di sebut ADDENDUM ON AMENDMENTS TO SIA 80 CONTRACT.
6.2 Pertama-tama yang perlu di ketahui bahwa standar kontrak ini di tujukan atau di peruntukkan
bagi kontrak konstruksi Bangunan Gedung (Building Contract).
6.3 PERJANJIAN/KONTRAK (ARTICLE CONTRACT).
a. Perjanjian/Kontrak.
Perjanjian/kontrak standar SIA di sebut Articles of Contract standar kontrak SIA juga
sederhana dan terdiri 8 Pasal (Article) sebagai berikut :
- Kewajiban-kewajiban Penyedia Jasa (Contractors Obligation).
- Jenis Kontrak (Type of Contract).
- Arsitek/Direksi Pekerjaan (Architect).
- Konsultan Biaya (Quantity Surveyor).
- Harga-Harga/Nilai Kontrak Inklusif (Prices To Be Inclusive).
- Dokumen Kontrak (Contract Documents). Dalam pasal ini di sebutkan dokumen-
dokumen yang di sebut Dokumen Kontrak yaitu :
1. Perjanjian ini
2. Syarat-Syarat Kontrak dan Lampiran
3. Gambar-gambar Kontrak (di tanda tangani atau di paraf)
4. Rencana Anggaran Biaya (Bill of Quantities) (di tanda tangani atau di paraf)
5. Surat-surat atau dokumen lain termasuk Dokumen Tender, Surat Penunjukan
(yang juga di tanda tangani atau di paraf).
- Penafsiran dan catatan pedoman (Interpretation and Guidance Notes).
- Penyerahan Kontrak (Assign).
b. Syarat-Syarat Kontrak (Conditions of Contract).
Standar kontrak SIA mempunyai Syarat-Syarat Kontrak (Conditions of Contract) yang
terdiri dari 39 Pasal yang berisi 150 ayat sebagai berikut :
1. Architects directions and instructions (8 ayat)
2. Methods of working and temporary Works (3 ayat)
3. Design and completion responsibilities (4 ayat)
4. Programme (3 ayat)
5. Make-up of Contractors prices (3 ayat)
6. Administration (9 ayat)
7. Statutory Obligation (2 ayat)
8. Setting Out
9. Acces for Architect
10. Possession of Site and Commencement of Work (2 ayat)

5
11. Quality of Materials and Workmanship (5 ayat)
12. Variation and Valuation of Additional Payments (6 ayat)
13. Measurement and Bill of Quantities (3 ayat)
14. Discrepancy or Divergence
15. Assignment and Subcontracting (3 ayat)
16. Plant and Materials (5 ayat)
17. Artists, Tradesman and other Contractors
18. Indemnities to Employer (3 ayat)
19. Insurance against injury to Person, Property and Workman (3 ayat)
20. Insurance of Works (2 ayat)
21. Due Diligence by Contractor
22. Time for Completion (2 ayat)
23. Extension of time (3 ayat)
24. Delay in Completion and Liquidated Damages (5 ayat)
25. Phased or Staged Completion (3 ayat)
26. Partial Re-Occupation (3 ayat)
27. Maintenance following Completion (5 ayat)
28. Designated and Nominated Subcontractors and Suppliers (7 ayat
29. Nomination and Rights of Objection (4 ayat) dd. Payment of Nominated
Subcontractors dan Suppliers (5 ayat)
30. Payment of Contractor and Interim Certificate (12 ayat)
31. Termination by Employer (11 ayat)
32. Termination by Contractor (5 ayat)
33. Outbreak of War (3 ayat)
34. War Damage (4 ayat)
35. Antiquaties (2 ayat)
36. Arbitration (11 ayat)
37. Additional Optional Clause for Fluctuations (4 ayat)
38. Additional Optional Clause Permitting Insurance Excesses
39. Appendix oo. Addendum on amendments to SIA 80 Contract.
c. Lampiran (Appendix).
Standar kontrak SIA di lengkapi Lampiran yang berisi besaran (nilai), ketentuan mengenai
jenis kontrak, tanggal mulai pekerjaan, masa kontrak, tanggal penyelesaian, nilai
pertanggungan, ganti rugi kelambatan, masa pemeliharaan dan sebagainya. Tujuannya
agar mudah mencari ketentuan-ketentuan tersebut.

d. Adendum Kontrak.
Berbeda dengan standar kontrak internasional lainnya, standar SIA mengatur hal-hal
khusus di dalam apa yang di sebut : Tambahan pada Amandemen Kontrak SIA 80
(Addendum on Amendments to SIA 80 Contract). Perubahan yang di lakukan adalah :
- Kontrak/Perjanjian Pasal 2, 5 dan 6
- Syarat-Syarat Kontrak Pasal 13 (1), Pasal 28 (6), Pasal 31 (2) dan Pasal 31 (3).
6.4 KESIMPULAN
Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan hal-hal berikut :
1. Perjanjian di buat singkat (hanya 8 Pasal) yang berisi ketentuanketentuan yang penting
seperti kewajiban Penyedia Jasa, jenis kontrak, Pengawas Pekerjaan, Konsultan Biaya,
Nilai Kontrak, Dokumen Kontrak, Penafsiran, Pelimpahan Pekerjaan.
2. Syarat-syarat kontrak berisi ketentuan-ketentuan yang di atur secara terperinci.
3. Ketentuan-ketentuan khusus di atur dalam Adendum Kontrak.

7. RINGKASAN TINJAUAN STANDAR/SISTIM KONTRAK KONSTRUKSI INTERNASIONAL


(FIDIC, JCT, AIA, SIA).
Dari uraian tersebut di atas mengenai Standar/Sistim Kontrak Konstruksi Internasional (FIDIC,
JCT, AIA, SIA) dapat di ringkaskan beberapa hal sebagai berikut.
7.1 Semua standar/sistim kontrak tersebut mempunyai bentuk (format) yang kurang lebih sebagai
berikut :
- Perjanjian/Kontrak/Agreement/Article of Agreement/Article of Contract.
- Syarat-syarat Kontrak (Conditions of Contract) - Umum (General) - Khusus
(Particulair/Special)
- Lampiran-Lampiran (Appendixes)
- Spesifikasi Teknis (Technical Specification)
- Gambar-gambar Kontrak (Contract Drawings)

6
7.2 Pada umumnya Perjanjian/Kontrak itu sendiri sangat sederhana dan singkat karena hanya
berisi beberapa hal pokok mengenai perikatan para pihak antara lain :
- Kontrak Amerika Serikat (9 butir/pasal)
- Kontrak FIDIC 1987 (4 butir/pasal)
- Kontrak FIDIC 1995 (4 butir)
- Kontrak JCT 1980 (5 butir)
- Kontrak SIA 80 (8 butir)

Hal-hal lain mengenai perikatan tercantum dalam Syarat-syarat Kontrak (Umum/Khusus).


Perjanjian/Kontrak adalah satu-satunya Dokumen Kontrak yang di tandatangani Para Pihak.
Dokumen-dokumen lain seperti Syarat Kontrak, Spesifikasi Teknis, Gambar-gambar
dinyatakan dalam Perjanjian merupakan satu kesatuan dan bagian tak terpisahkan dari
Perjanjian.

7.3 Tujuan penggunaan masing-masing Kontrak Internasional adalah sebagai berikut :


- Standar Kontrak Agreement/AIA ditujukan untuk Kontrak Pekerjaan Sipil
- Standar Kontrak FIDIC 1987 ditujukan untuk Kontrak Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil
(Works of Civil Engineering Construction)
- Standar Kontrak FIDIC 1995 ditujukan untuk Kontrak Pekerjaan Rancang Bangun dan
Turn Key (Design Build & Turn Key).
- Standar Kontrak JCT 1980/SIA 80 di tujukan untuk Kontrak Pekerjaan Bangunan.
7.4 Penamaan para pihak (Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa) beserta orang/badan yang diberi
kuasa berbeda diantara Standar-standar tersebut :
- Standar Kontrak Amerika/AIA: Pengguna Jasa disebut : Owner Pengawas Pekerjaan
disebut : Architect/Engineer Penyedia Jasa disebut : Contractor
- Standar Kontrak FIDIC 1987: Pengguna Jasa disebut : Employer Pengawas Pekerjaan
disebut : Engineer Penyedia Jasa disebut : Contractor
- Standar Kontrak FIDIC 1995: Pengguna Jasa disebut : Employer Wakil Pengguna Jasa
disebut : Employers Representative Penyedia Jasa disebut : Contractor
- Standar Kontrak JCT 1980 : Pengguna Jasa disebut : Employer Pengawas Pekerjaan
disebut : Architect Penyedia Jasa di sebut : Contractor
- Standar Kontrak SIA 80 : Pengguna Jasa disebut : Employer Perencana/Pengawas
Pekerjaan : Architect Penyedia Jasa : Contractor
7.5 Syarat-syarat Kontrak pada umumnya berisi ketentuan-ketentuan yang mengatur hak dan
kewajiban para pihak (Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa) secara lengkap, terperinci serta
mencerminkan keadilan dan kesetaraan kedudukan para pihak.
7.6 Hal-hal khusus sehubungan dengan sifat pekerjaan/proyek yang memerlukan pengaturan,
dijabarkan dalam Syarat-Syarat Khusus.
7.7 Besaran-besaran yang menyangkut besarnya jaminan ganti rugi, waktu pelaksanaan, waktu
penyerahan lahan, masa jaminan atas cacat, besarnya retensi, semuanya dicantumkan dalam
suatu daftar yang disebut Lampiran (Appendix) sehingga memudahkan mencarinya.
7.8 Bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris yang mudah dimengerti dan hampir-hampir tak
mungkin diartikan lain. Kata-kata/istilah yang dipakai diberikan definisi yang jelas.
7.9 Mengenai penyelesaian perselisihan/sengketa, Standar Kontrak Konstruksi Internasional tak
ada satupun yang memilih Pengadilan (Court). Semuanya memilih Badan Arbitrase. Pemilihan
badan ini bervariasi. Demikian pula tatacara dan prosedur penggunaan dan pemilihan Arbiter
diatur secara rinci.
7.10 Istilah Masa Pemeliharaan yang biasa kita kenal di ganti dengan Masa Tanggung Jawab Atas
Cacat (Defect Liability Period) yang memang rasanya lebih tepat kecuali Standar SIA 80
yang masih menggunakan istilah Maintenance Period
7.11 Istilah denda sebagaimana yang lazim kita ketahui tidak lagi di gunakan, di ganti dengan
Ganti Rugi Kelambatan (Liquidity Damages for Delay) atau Liquidity and Ascertain
Damages.
7.12 Semua standar kontrak konstruksi internasional mengizinkan hal-hal berikut :
a. penyelesaian pekerjaan secara bertahap
b. penempatan bagian pekerjaan yang telah diserahkan
c. penyelesaian pekerjaan secara praktis/substansial (tidak mutlak 100% selesai).
8. SARAN-SARAN

7
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, sangat dianjurkan agar kontrak-kontrak kita dimasa-masa
mendatang dapat menggunakan beberapa ketentuan yang terdapat dalam Standar Kontrak
Internasional ini, yang kiranya memang lebih tepat tanpa harus melanggar ketentuan peraturan
perundang-undangan kita, antara lain seperti berikut:
8.1 Penyelesaian Sengketa Konstruksi sebaiknya dipilih melalui Arbitrase dibandingkan dengan
melalui Pengadilan sebagaimana lazimnya yang terjadi dalam kebanyakan kontrak.
8.2 Istilah denda diganti dengan Ganti Rugi atas Keterlambatan. Hal ini dirasakan lebih tepat
karena Ganti Rugi hanya dikenakan apabila terbukti menimbulkan kerugian.
8.3 Istilah Masa Pemeliharaan diganti dengan Masa Jaminan Atas Cacat, karena yang dijamin
adalah cacat bukan pemeliharaannya.
8.4 Mengizinkan pekerjaan diserahkan sebagian-sebagian yang menguntungkan kedua belah
pihak (Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa)
8.5 Mengizinkan pekerjaan diserahkan secara praktis/substansial, karena apabila pekerjaan sangat
kompleks akan sulit mencapai penyelesaian mutlak 100%.
8.6 Pekerjaan Tambah tidak melebihi 10% dari nilai kontrak, karena apabila lebih dari 10% belum
tentu dapat dilaksanakan dengan kondisi dan cara yang sama sehingga dapat mengakibatkan
kerugian. Oleh karena itu bila lebih diizinkan dengan kondisi tertentu.