Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

ENERGI ANGIN

Oleh:
Farhan Pratama S
A1C015007

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Energi merupakan suatu hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia.

Energi dibutuhkan dan dimanfaatkan oleh manusia untuk melakukan berbagai

aktivitasnya, seperti bergerak. Keberadaan energi di dunia sangat berlimpah, namun

belum semuanya dapat dimanfaatkan dengan optimal. Energi yang sering dijumpai

dalam kehidupan sehari-hari seperti matahari, angin, air, dan lainnya. Semakin

berkembangnya teknologi, energi-energi tersebut semakin banyak dimanfaatkan

untuk berbagai keperluan. Selain itu juga energi-energi tersebut memang memiliki

kelebihan yaitu lebih terbarukan dan ramah lingkunagn dibandingkan energi fosil

yang saat ini masih banyak digunakan.

Energi angin merupakan energi alternatif yang mempunyai prospek bagus,

karena merupakan sumber energi yang bersih dan terbarukan. Pada dasarnya angin

terjadi karena ada perbedaan suhu antara udara panas dan udara dingin. Selama

matahari masih bersinar maka angin tidak akan pernah berhenti karena angin

dikendalikan oleh energi dari matahari. Daerah katulistiwa seperti Indonesia

memiliki potensi angin yang cukup besar untuk dapat dimanfaatkan dengan baik.

Energi angin merupakan energi stokastik. Kadang angin berhembus, kadang

tidak. Kita tidak yakin berapa banyak energi yang ada pada waktu -waktu tertentu

tetapi hal itu dapat diramalkan dengan suatu kemungkinan tertentu. Jelas

terlihat bahwa tidak ada satu hubungan secara langsung antara si pemakai dan apa
yang angin dapat tawarkan. Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk

membangkitkan tenaga listrik. Turbin angin ini pada awalnya dibuat untuk

mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi,

keperluan irigasi dan lain-lain. Kini turbin angin lebih banyak digunakan untuk

mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat, dengan menggunakan prinsip

konversi energi. Walaupun sampai saat ini pembangunan turbin angin masih belum

dapat menyaingi pembangkit listrik konvensional (seperti PLTD, PLTU dan

lain - lain).

B. Tujuan

1. Mengetahui cara penggunaan anemometer

2. Mengetahui manfaat energi angin dalam kehidupan sehari-hari

3. Mengetahui tingkat potensi energi angin pada suatu daerah


II. TINJAUAN PUSTAKA

Angin merupakan sumber energi yang dapat diperbarui dan sangat potensial.

Pemanfaatan angin sebagai sumber energi sudah lama dilakukan oleh manusia

(Hofman dan Harun, 1987). Angin dianggap sebagai salah satu sumber energi

paling praktis dan sempurna karena bebas emisi dan gratis. Sisi terbaiknya adalah

angin dapat mengurangi beban listrik 50% hingga 80%. Pemanfaatan energi angin

masih belum maksimal dikarenakan sumber energi minyak masih melimpah. Saat

ini bahan bakar minyak harganya melambung tinggi sehingga sumber energi

alternatif termasuk angin menjadi populer (Supriyo dan Suwarti, 2013).

Pergerakan udara ini disebabkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya

perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Jika udara dipanaskan akan memuai yang

akhirnya naik karena menjadi lebih ringan. Jika udara yang dipanaskan naik,

tekanan udara menjadi turun karena udara berkurang kerapatannya sehingga udara

dingin di sekitarnya akan mengalir ke tempat yang bertekanan rendah

tersebut.Udara lalu menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah

udara menjadi panas lagi dan kembali naik. Faktor terjadinya angin ada 4 tahap,

yaitu Gradien barometris, lokasi, tinggi lokasi dan waktu. Karakteristik angin

meliputi profil geseran angin, massa jenis angin, arah angin dan kekuatan angin.

Ada dua jenis profil geseran angin yang biasa digunakan untuk menghitung energi,

yaitu profil geseran angin eksponensial dan profil geseran angin kekasaran

permukaan. Sedangkan untuk kerapatan angin umumnya memiliki nilai 1.225


kg/m3, arah angin bergerak dari daerah maksimum ke daerah minimum dan

kekuatan angin adalah sebanding dengan kecepatannya. (Resmi, 2011)

Tekanan udara adalah berat udara pada permukaan bumi sampai batas

atmosfer, pada daerah seluas 1 cm2 , temperatur 00 C, pada ketinggian 0 m di atas

permukaan laut ( mdpl ) dan pada garis lintang 450 C. Tekanan udara tersebut

besarnya 75 cm Hg tar. Tekanan 76 cm Hg ini disebut atmosfer (Wisnubroto, 1986).

Faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran tekanan udara antara lain garis

lintang bumi, lautan dan daratan, untuk menggambarkan tekanan udara disuatu

daerah, ditarik garis-garis isobar. Garis ini menggambarkan sebaran tekanan udara

pada suatu periode tertentu.Tekanan udara selalu turun dengan naiknya ketinggian

tempat (Tjasyono, 2004).

Hubungan antara tekanan udara dan ketinggian tempat ini dimanfaatkan

dalam merancang alat pengukuran ketinggian tempat yang disebut Altimeter.

Tekanan udara umumnya menurun sebesar 11 mb untuk setiap bertambahnnya

ketinggian tempat sebesar 100 meter. Tekanan udara dipengaruhi oleh suhu, suhu

udara didaerah tropis menunjukkan fluktasi musiman yang sangat kecil. Oleh sebab

itu dapat dipahami jika tekanan udara dikawasan tropis relatif konstan (Takeda,

2005).

Teori pergerakan angin yang dipengaruhi olehtekanan dan temperatur di sebut

dengan thermal circulation. Proses inimenjelasakan bahwa dalam keadaan netral

posisi isobar secara vertikal tersusun sejajar dan datar pada bidang horizontal.

Ketika terjadi pemanasan di permukaan maka isobar ini akan terdorong keatas dan

terjadi kekosongan udara pda lapisan bawahnya, sebaliknya pada wilayah lainnya
akan mengalami penyusutan ataupenurunan garis isobark dan pemampatan massa

udara. Kekosongan udara pada seltekanan rendah ini akan mendorong massa udara

dari sel tekanan tinggi (mampat)bergerak menuju sel tekanan rendah yang kosong.

Proses ini terus berlangsungmembentuk pola sirkulasi (looping) secara terus

menurus selama sel tekananrendah dan tinggi masih terbentuk. Sirkulasi yang

disebabkan oleh suhu danmerubah struktur tekanan udara ini disebut dengan nama

thermal circulation.Di Atmosfer tedapat gaya- gaya yang menimbulkan pergerakan

massa udaraatau angin yaitu gaya primer dan gaya skunder (Ahrens, 2007).

Secara keseluruhan potensi energi angin di Indonesia rata-rata tidak besar.

Berdasarkan survei dan pengukuran data angin yang telah dilakukan sejak 1979,

banyak daerah yang prospektif karena memiliki kecepatan angin rata-rata sebesar

3.4 sampai 7 m/detik. Potensi ini sudah dapat dimanfaatkan untuk pembangkit

energi listrik skala kecil sampai 10 kW (LAPAN, 2005).

Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan seperti energi angin sebagai bahan

baku produksi energi listrik memiliki kelebihan antara lain:

1. relatif mudah didapat;

2. dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya operasional sangat rendah;

3. tidak mengenal problem limbah;

4. proses produksinya tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi dan tidak

terpengaruh kenaikkan harga bahan bakar (Jarass, 1980).


III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Alat tulis

2. Anemometer

3. Kalkulator

B. Prosedur Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan.

2. Menentukan arah angin, kemudian menghadap kearah yang berlawanan

dengan arah angin.

3. Menyalakan anemometer dengan cara menekan tombol power , layar tampilan

menghadap kearah pemegang anemometer dan angin akan datang dari arah

belakang layar tampilan.

4. Perhatikan angka kecepatan angin pada layar tampil.

5. Apabila angka kecepatan angin telah konstan, tekan tombol hold, kemudian

catat hasilya.

6. Setelah didapat kecepatan angin, hitung daya dan energinya menggunakan

rumus.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

a d

e
b

Gambar 1. Anemometer

1. Bagian-bagian dan fungsi

a. Baling-baling : menangkap aliran angin

b. Handle : pegangan

c. Display : menampilkan nilai kecepatan angin secara digital

d. Kabel : meneruskan kecepatan angin menjadi arus

e. Tombol power : menghidupkan atau mematikan anemometer

f. Tombol satuan : mengatur satuan yang akan digunakan, terdiri dari

satuan SI (m/s atau km/hour) dan British (ft/minute atau knots)


2. Data hasil praktikum

Tabel 1. Data hasil praktikum


Kecepatan Massa udara Energi
No Waktu (s) Daya (Watt)
(m/s) (kg/s) kinetik (J)

1 900 14.6 4.38 466.8204 0.010659

2 900 19.3 5.79 1078.359 0.024623

3 900 17.8 5.34 845.9628 0.019316

4 900 9.7 2.91 136.901 0.003126

5 900 10.8 3.24 188.9568 0.004315

6 600 4.1 1.23 10.33815 0.000236

7 600 12.4 3.72 285.9936 0.00653

8 600 10.1 3.03 154.5452 0.003529

9 600 15.6 4.68 569.4624 0.013003

3. Perhitungan

a. Massa udara

= 1,2 kg/m3

A = 0,25 m2

m =A.v.

= 0,25 m2 . 14,6 m/s . 1,2 kg/m3

= 4,38 kg/s

b. Energi kinetik

Ek = () m . v2

= () . 4,38 kg/s . (14,6 m/s)2

= 2,19 . 213,16

= 466,82 J
c. Daya

k = 1,37 . 10-5

P = k . A . v3

= 1,37 . 10-5 . 0,25 m2 . (14,6 m/s)3

= 0,3425 . 10-5 . 213,16

= 73,0073 . 10-5

= 0,000730073 Watt

B. Pembahasan

Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah

atau dari suhu udara yang rendah ke suhu udara yang lebih tinggi. Angin merupakan

sumber daya alam yang mempunyai banyak manfaat, contohnya untuk

menghasilkan energi, untuk keperluan navigasi pesawat pada saat lepas landas

dan mendarat, serta untuk keperluan olahraga kedirgantaraan seperti paralayang,

parasailing dan aeromodeling (Tim Asisten, 2017).

Angin merupakan udara yang bergerak yang terjadi karena adanya perbedaan

suhu antara udara panas dan udara dingin. Adanya perbedaan suhu udara ini karena

adanya perbedaan tekanan udara di permukaan bumi. Udara bergerak dari daerah

yang memiliki tekanan udara yang tinggi ke daerah yang memiliki tekanan udara

yang rendah. Pada dasarnya angin yang bertiup di permukaan bumi terjadi karena

adanya penerimaan radiasi surya yang tidak merata di permukaan bumi, sehingga

mengakibatkan perbedaan suhu udara (Habibie dkk, 2011).


Pada dasarnya angin terjadi karena ada perbedaan temperatur antara udara

panas dan udara dingin. Daerah sekitar khatulistiwa, yaitu pada busur 0, adalah

daerah yang mengalami pemanasan lebih banyak dari Matahari dibanding daerah

lainnya di Bumi.Daerah panas ditunjukkan dengan warna merah, oranye, dan

kuning pada gambar inframerah dari temperatur permukaan laut yang diambil dari

satelit NOAA-7 pada Juli 1984. Udara panas lebih ringan daripada udara dingin dan

akan naik ke atas sampai mencapai ketinggian sekitar 10 kilometer dan akan

tersebar ke arah utara dan selatan. Jika bumi tidak berotasi pada sumbunya, maka

udara akan tiba di kutub utara dan kutub selatan, turun ke permukaan lalu kembali

ke khatulistiwa. Udara yang bergerak inilah yang merupakan energi yang dapat

diperbaharui, yang dapat digunakan untuk memutar turbin dan akhirnya dapat

menghasilkan listrik (Sucipto, 2009).

Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga

karena adanya perbedaan tekanan udara disekitarnya. Angin bergerak dari tempat

bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah. (Badan Penelitian dan

Pengembangan, 2010)

Faktor-faktor yang menyebabkan angin terhadi antara lain adalah:

1. Gradien Barometris, yaitu bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan

udara dari dua isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien

barometrisnya, makin cepat tiupan anginnya.

2. Lokai, kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat daripada angin yang

jauh dari garis khatulistiwa.


3. Tinggi Lokasi, semakin tinggi lokasinya semakin kencang pula angin yang

bertiup. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menhambat laju

udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata

lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempa,

gaya gesekan ini semakin kecil.

4. Waktu, Angin bergerak lebih cepat pada siang hari, dan sebaliknya terjadi pada

malam hari.

5. Sebenarnya yang kita lihat saa angin berhembus adalah partikel-partikel ringan

seperti debu yang terbawa bersama angin. Angin bisa kita rasakan

hembusannya karena kita mempunyai indra perasa, yaitu kulit, sehingga kita

bisa merasakannya.

Macam-macam alat ukur :

1. Anemometer, adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan

angin. Satuan meteorologi dari kecepatan angin adalah Knots (Skala Beaufort).

Sedangkan satuan meteorologi dari arah angin adalah 0o 360o dan arah mata

angin. Anemometer harus ditempatkan di daerah terbuka. Pada saat tertiup

angin, baling-baling yang terdapat pada anemometer akan bergerak sesuai arah

angin. Di dalam anemometer terdapat alat pencacah yang akan menghitung

kecepatan angin.
Gambar 7. Anemometer

2. Wind Vane, adalah alat untuk mengetahui arah angin. Angin akan memutarkan

baling-baling dan akan menentukan arah mata angin. Pergerakan udara atau

angin umumnya diukur dengan alat cup counter anemometer, yang didalamnya

terdapat dua sensor, yaitu: cup - propeller sensor untuk kecepatan angin

dan vane/ weather cock sensor untuk arah angin.

Gambar 7. Wind vane.

3. Windsock, adalah alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar

kecepatan angin, yang biasanya banyak ditemukan di bandara-bandara.

Kantung udara akan menunjukan dari mana angin berhembus, angin akan

menggerakkan kantung udaranya.


Gambar 8. Windsock.

Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau sering juga disebut dengan

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) adalah salah satu pembangkit listrik

energi terbarukan yang ramah lingkungan dan memiliki efisiensi kerja yang baik

jika dibandingkan dengan pembangkit listrik energi terbarukan lainnya. Prinsip

kerja PLTB adalah dengan memanfaatkan energi kinetik angin yang masuk ke

dalam area efektif turbin untuk memutar baling-baling/kincir angin, kemudian

energi putar ini diteruskan ke generator untuk membangkitkan energi listrik.

Cara kerja PLTB yaitu, energi angin memutar turbin angin. Turbin angin

bekerja berkebalikan dengan kipas angin (bukan menggunakan listrik untuk

menghasilkan listrik, namun menggunakan angin untuk menghasilkan listrik).

Kemudian angin akan memutar sudut turbin, lalu diteruskan untuk memutar rotor

pada generator di bagian belakang turbin angin. Generator mengubah energi gerak

menjadi energi listrik dengan teori medan elektromagnetik, yaitu poros pada

generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu di

sekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan

kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan
terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini

akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang

dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan

oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini

berupa AC (alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih

sinusoidal. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum

dapat dimanfaatkan.

Berikut Kelebihan PLTB :

1. Energi angin adalah sumber energi terbarukan dan bisa dikatakan sumber

energi yang tak pernah habis.

2. Energi dibangkitkan tanpa mencemari lingkungan.

3. Energi angin memiliki potensi yang sangat besar untuk dibuat dalam skala

yang besar

4. Seperti juga energi matahari dan energi air, energi angin memanfaatkan sumber

energi yang alami.

5. Listrik dihasilkan oleh energi angin tanpa menimbulkan emisi yang bisa

menyebabkan hujan asam atau gas rumah kaca.

6. Pada daerah remote, energi angin dapat digunakan sebagai sumber energi yang

besar.

7. Dengan kombinasi bersama energi matahari, maka energi angin dapat

menyediakan suplai listrik yang steady dan handal.

8. Turbin angin menggunakan space yang lebih kecil dibanding pembangkit pada

umumnya. Umumnya turbin angin hanya menggunakan beberapa meter


persegi untk pondasinya, hal ini menyebabkan tanah disekitar turbin masih

dapat digunakan untuk keperluan lainnya, misalnya untuk pertanian.

Berikut Kekurangan PLTB :

1. Energi angin memerlukan storage selama peak time untuk menampung energi,

jika akan digunakan untuk keperluan di luar peak time.

2. Sumber energi angin kurang dapat diandalkan untuk ada terus menerus dan

tidak mudah diprediksi.

3. Terdapat efek estetika dan permasalahan visual pada wilayah pembangunan

turbin angin.

4. Dibutuhkan area yang luas untuk membangun pusat pembangkit listrik tenaga

angin.

5. Adanya polusi suara yang dihasilkan oleh energi angin.

6. Energi angin hanya dapat di gunakan pada daerah yang anginnya cukup kuat

dan cuaca yang berangin pada sebagian besar waktu.

7. Biasanya,pembangkit listrik tenaga angin dibangun di tempat yang jauh dari

sumber beban sehingga memerlukan transmisi yang dengan biaya yang tinggi.

8. Efisiensi rata-rata daro turbin angin sangat kecil jika dibandingkan dengan

pembangkit fosil. Dibutuhkan turbin angin yang banyak untuk menghasilkan

listrik dengan impact yang sama dengan pembangkit fosil.

9. Turbin angin dapat menjadi ancaman bagi kehidupan liar. Burung dapat

terbunuh atau terluka jika terbang ke arah turbin.

10. Cost maintenance dari turbin angin cukup tinggi karena memiliki part yang

dapat rusak oleh waktu.


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan pembangkit listrik

tenaga angin adalah :

1. lokasi penempatan kontruksi bangunan pembangkit listrik, mengingat

kontruksi yang sangat besar, maka sebaiknya dibangun di tempat yang luas dan

lapang. Mengingat ini akan mengganggu juga dalam sistem perkomunikasian.

Karena bangunan yang terlalu tinggi dapat menghambat sinyal mikro dan air

port.

2. Biaya, karena biaya dalam pembangunannya sangat besar sehingga tidak boleh

sembarangan membangun sebelum menganalisis segala sesuatunya.

3. Dalam perencanaan pembangunan pembangkit istrik tenaga angin juga

memperhatikan agar tidak semakin mengurangi lahan pertanian. Jadi

gunakanlah lahan yang sekiranya kurang produktif dan lapang.

Tenaga angin relatif terbatas penggunaannya karena susah untuk dikendalikan

dan seringkali tidak tersedia di saat yang dibutuhkan. Penggunaan tenaga angin di

bidang pertanian lebih banyak digunakan untuk memompa air untuk pengairan

lahan atau pengolahan hasil pertanian. Karena sifat tenaga angin yang tidak selalu

tersedia, umumnya air yang dipompa dengan menggunakan tenaga angin disimpan

di sebuah tangki untuk digunakan kemudian.

Di Eropa Barat Laut, kincir angin telah digunakan untuk menggiling gandum

menjadi tepung sejak tahun 1180an dan untuk mengeringkan tanah yang terendam

air.Di Amerika Serikat, kincir angin digunakan untuk memompa air sehingga usaha

pertanian dapat berjalan bahkan di lahan yang kering dan jauh dari sumber air

permukaan.
Praktikum yang dilakukan adalah melakukan pengukuran besarnya kecepatan

angin yang ada pada suatu lokasi (daerah) dengan anemometer yang sudah

ditentukan oleh asisten yang kemudian dari hasil tersebut dilakukan perhitungan

untuk mengetahui potensi dari energi angin tersebut. Dari hasil pengukuran

beberapa kelompok, dihasilkan besarnya potensi angin yaitu:

Tabel 2. Data hasil praktikum


Kecepatan Massa Energi Daya
No Waktu (s)
(m/s) udara (kg/s) kinetik (J) (Watt)
1 900 14.6 4.38 466.8204 0.010659
2 900 19.3 5.79 1078.359 0.024623
3 900 17.8 5.34 845.9628 0.019316
4 900 9.7 2.91 136.901 0.003126
5 900 10.8 3.24 188.9568 0.004315
6 600 4.1 1.23 10.33815 0.000236
7 600 12.4 3.72 285.9936 0.00653
8 600 10.1 3.03 154.5452 0.003529
9 600 15.6 4.68 569.4624 0.013003

Pada praktikum energi angin dibagi menjadi beberapa shift sehingga, kita

memperoleh banyak data. Untuk praktik pada pukul 08. 00 WIB, kecepatan angin

yang didapatkan cukup rendah karena waktu yang masih pagi. Untuk praktikum

pada pukul 11. 00 WIB sudah ada angin walaupun kecepatan tidak teratur kadang

tinggi dan kadang rendah sehingga, kita sulit untuk menangkap kecepatan angin

yang besar dengan menggunakan alat anemometer dan pada praktikum semua

kelompok didapatkan kecepatan angin yang paling tinggi yaitu 19.3 m/s. Dengan

perhitungan kelompok 1 sebagai berikut :


d. Massa udara

= 1,2 kg/m3

A = 0,25 m2

m =A.v.

= 0,25 m2 . 14,6 m/s . 1,2 kg/m3

= 4,38 kg/s

e. Energi kinetik

Ek = () m . v2

= () . 4,38 kg/s . (14,6 m/s)2

= 2,19 . 213,16

= 466,82 J

f. Daya

k = 1,37 . 10-5

P = k . A . v3

= 1,37 . 10-5 . 0,25 m2 . (14,6 m/s)3

= 0,3425 . 10-5 . 213,16

= 73,0073 . 10-5

= 0,00730073 Watt

Kendala yang dihadapi pada praktikum adalah praktikan harus mencari angin

sampai display pada anemometer terbaca. Proses terjadinya angin adalah

penyinaran atau radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi akan berbeda

antara satu tempat dengan tempat lainnya. Perbedaan tersebut akan berakibat pada

perbedaan suhu udara.


V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum kali ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Anemometer digunakan dengan cara diangkat dan berlawanan dengan arah

angin, nyalakan tombol on serta atur tombol satuan sesuai yang diinginkan.

Baling-baling akan berputar dan kecepatan angin akan terukur dan terbaca pada

display.

2. Manfaat energi angin dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

a. Sebagai energi alternatif pengganti energi konvensional

b. Sebagai Pembangkit listrik tenaga Angin

c. Sebagai Akomodasi di bidang Pertanian.

3. Dapat mengetahui potensi energi angin suatu daerah dikarenakan ketinggian

suatu tempat serta kecepatan angin berpengaruh terhadap akumulasi energi

angin yang terdapat di suatu daerah tersebut.

B. Saran

Praktikum kali ini sudah berjalan dengan baik, namun sebaiknya alat

diperbanyak sehingga perkelompok dapat melihat secara jelas, lebih efisien dan

kondusif.
DAFTAR PUSTAKA

Ahrens, D. 2007. Meteorology Today An Introduction To Weather, Climate and


The Environment. USA: Thompson Higher Education.

Habibie Najib., Sasmito Achmad, Kurniawan. 2011. Kajian Potensi energy Angin
di Wilayah Sulawesi dan Maluku. Jurnal Meteorologi dan Geofisika. Volume
12 Nomor 2, September 2011 : 181-187.

Hofman, H. dan Harun. 1987. Energi Angin.Jakarta.Binacipta.

Jarass. 1980. Strom aus Wind-Integration einer regenerativen Energie Quelle,


Springer-Verlag, Berlin. Pinske,J.D., 1993, Electrische Energieer zeugung,
2.vollst. ueberarb. Aufl., BG.Teubner, Stuttgart.

LAPAN. 2005. Data Kecepatan Angin di Pulau Jawa. Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional.

Resmi, Citra, Sarwono, dan Ridho Hantoro. 2011. Studi Eksperimental Sistem
Pembangkit Listrik Pada Vertical Axis Wind Turbine (Vawt) Skala Kecil.
Surabaya: Jurusan Teknik Fisika ITS.

Supriyo dan Suwarti, 2013. Model Turbin Angin Penggerak Pompa Air. Jurnal
Teknik Energi Vol 9 No. 2 Mei 2013 ; 61- 68 61.

Takeda, Kensaku. 2005. Hidrologi Pertanian. PT. Pratya Utama, Bogor.

Tim Penyusun. 2017. Pedoman Praktikum Energi Dan Elektrifikasi Pertanian.


Fakultas Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman.

Tjasyono, Bayong HK. 2007. Sistem Angin. Bandung: Fakultas Ilmu dan Teknologi
Kebumian ITB.

Wisnubroto, S., Aminah S., Mulyono N. 1986. Asas-Asas Meteorologi Pertanian.


Gahila Indonesia. Jakarta.