Anda di halaman 1dari 3

Bismilahirrohmanirrohim

Assalamualaikum wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil alamin. Wassholatu wassalamu ala asrofil anbiyai wal mursalim wa ala alihi
washabihi ajmain. Ama badu

Alhamdulillah. Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Alloh SWT sebab atas karunia-Nya kita
masih diberikan nikmat sehat sehingga kita masih diberikan nikmat kesehatan dan nikmat
kesempatan untuk berkumpul di tempat ini.

Tak lupa shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW yang kita
nanti-nantikan syafaatnya di yaumul kiyamah nanti. Allohuma.. Amin

Pada kesempatan ini saya akan mencoba menyampaikan Kultum dengan judul MENSYUKURI NIKMAT
ALLAH

Ayah dan teman-teman yang insha Allah dirahmati Allah SWT, Berbicara tentang Nikmat, alangkah
Maha Pemurahnya Allah SWT melimpahkan Nikmat-Nya kepada kita. Sedemikian banyaknya nikmat
yang diperuntukkan untuk kita sehingga tidaklah mungkin jika kita mencoba untuk menghitungnya

Akan tetapi, sangatlah patut untuk disayangkan, tanpa disadari kita sering tidak mensyukuri nikmat
yang Allah limpahkan untuk kita. Hati dan pikiran ini sering menyuruh kepada lisan untuk mengeluh.
Lisan kita bahkan sering disibukkan untuk menghitung-hitung nikmat Allah yang diberikan kepada
orang lain. Padahal jika kita mau berpikir lebih mendalam lagi, bisa jadi apa yang kita punyai, tidak
dimiliki pula oleh orang lain.

Ayah dan teman-teman yang insha Allah senantiasa dalam petunjuk Allah, Jika kebiasaan mengeluh
yang kita tumbuh suburkan di dalam hati, hal tersebut akan merugikan diri sendiri. Karena hal ini
memberi peluang kepada syaitan untuk membisikkan sesuatu yang buruk kepada kita. Hingga pada
akhirnya kita akan menjadi orang yang selalu menginginkan nikmat orang lain jatuh kepada kita.
Sebaliknya, dengan segera kita pun akan merasa tidak senang jika nikmat yang kita miliki dipunyai
pula oleh orang lain. Jika sudah demikian keadaannya, bukankah hal itu berarti kita sudah kufur
terhadap nikmat Allah? Padahal Al-Quran dengan tegas mengatakan:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami
akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku ; kata Allah), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS Ibrahim [14] : 7)

Ayah dan teman-teman yang insha Allah dirahmati Allah, Berbicara tentang mensyukuri nikmat
Allah, saya teringat dengan sepenggal kisah tentang Nabi Musa AS dengan umatnya. Nabi Musa alaihi
salam adalah seorang nabi dan rasul yang masuk ke dalam ulul azmi. Beliau memiliki umat yang
sangat banyak dan umur mereka rata-rata panjang. Mereka ada yang kaya ada juga yang miskin.

Suatu hari datang seorang yang miskin menghadap Nabi Musa. Ia tampak begitu miskin. Pakaiannya
compang-camping, kotor, dan sangat lusuh berdebu. Si miskin berkata kepada Nabi Musa, Wahai
Nabiyullah, tolong sampaikan kepada Allah, atas permohonanku agar sekiranya Allah menjadikan aku
orang yang kaya
Nabi Musa tersenyum mendengar perkataan itu, dan beliau berkata, Saudaraku, banyak-banyaklah
kamu bersyukur kepada Allah.

Mendengar perkataan Nabi Musa si miskin itu terkejut dan kesal, Wahai Nabi, bagaimana aku mau
banyak bersyukur, bila aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku punyai hanya selembar ini saja!

Akhirnya si Miskin pulang tanpa mendapatkan yang dia inginkan.

Beberapa waktu kemudian datang seorang yang kaya menghadap Nabi Musa. Orang tersebut tampil
menawan. Badannya bersih, pakaian yang dikenakannya pun rapi. Si Kaya berkata itu berkata kepada
Nabi Musa, Wahai Nabiyullah, tolong sampaikan kepada Allah, atas permohonanku ini, agar
sekiranya Allah berkenan menjadikan aku ini seorang yang miskin, karena terkadang aku merasa
terganggu dengan banyaknya harta yang aku miliki.

Nabi Musa tersenyum mendengar perkataan itu, lalu beliau berkata, Wahai saudaraku, janganlah
kamu bersyukur kepada Allah.

Mendengar ucapan Nabi Musa, Si kaya lalu berkata Wahai Nabiyullah, bagaimana aku tidak
bersyukur kepada Allah, bila Allah telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga
yang dengannya aku dapat mendengar. Allah pula telah memberiku tangan yang dengannya aku
dapat bekerja, serta kaki yang dengannya aku dapat berjalan. Atas melimpahnya nikmat-nikmat itu,
bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya?

Akhirnya, si Kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kejadian selanjutnya adalah si Kaya semakin Allah
tambahkan kekayaannya, karena ia selalu bersyukur. Sementara si miskin menjadi bertambah miskin.
Allah telah mengambil semua kenikmatan-Nya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada
Allah

Cukup sekian saja kultum yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan Allah senantiasa bersama kita
dan memasukkan kita ke dalam golongan orang yang bersyukur serta bersabar.

Wabilahitaufik wal hidayah. Wassalamualaikum wr.wb


TUGAS ILMU DAKWAH

KULTUM
MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

NAMA : RESKY PUTRI AG


STAMBUK : 023 2014 0095
KELAS : B10 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2017