Anda di halaman 1dari 9

1.

Bahan Baku Pembuatan Paracetamol dan Penangannya


1.1 Bahan baku pembuatan paracetamol dalam satuan ton diperlukan :

No Nama bahan baku Jumlah


. (ton)
1 p-nitroklorobenzena 1,25
(PNCB)
2 Anhidrida asetat 0,76
3 Asam asetat 0,34
4 Soda api (NaOH) 0,75
5 Serbuk besi 0,30
6 Hydrose 0,01
7 Karbon aktif 0,01
8 Asam sulfat 0,25

1.2 Penanganan bahan baku paracetamol


1.2.1 p-nitroklorobenzena (PNCB)
p-nitroklorobenzena atau PNCB berbentuk padatan berwarna kuning cerah dan kristal
murni yang memiliki berat molekul 157,56 SMA. Mempunyai titik leleh 80 C dan titik
leleh 240 C beserta memiliki sifat beracun. Tempat penyimpanan untuk PNCB ditempat
kering, dingin dan simpan ditangki tertutup atau ditempat tertutup.
1.2.2 Anhidrida asetat
Anhidrida asetat memiliki nama IUPAC etanoil etanoat dan disingkat sebagai Ac 2O
adalah salah satu anhidrida asam paling sederhana. Rumus kimianya adalah (CH 3CO)2O.
Senyawa ini merupakan reagen penting dalam sintesis organic. Senyawa ini tidak
berwarna dan berbau cuka karean reaksinya dengan kelembapan di udara membentuk
asam asetat. Pembentukan anhidrida asetat ini dihasilkan dari reaksi kondensasi asam
asetat. Penyimpanan anhidirida asetat yaitu tidak boleh disimpan dengan bahan-bahan
yang tidak sesuai, jangan disimpan dibawah sinar matahari langsung diatas lantai yang
tidak meresap. Hindari kontak dengan kulit, mata dan jangan dihirup karena bersifat
karsinogenik.

1.2.3 Asam asetat


Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organic yang
dikenal pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus
empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH. Asam asetat
pekat adalah cairan higroskopis tak berwarna dan memiliki titik beku 16,7 C. Cuka
mengandung 3-9% volume asam asetat, menjadikan asam asetat adalah komponen utama
cuka selain air. Asam asetat berasa asam dan berbau menyengat. Selain di produksi untuk
konsumsi cuka rumah tangga, asam asetat juga digunakan untuk precursor polivinil asetat
dan dalam bidang farmasi. Meskipun digolongkan sebagai asam lemah, asam asetat pekat
bersifat korosif dan dapat menyerang kulit, maka dengan itu asam asetat harus digunakan
dengan cara hati-hati, karena dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan mata permanen
serta iritasi pada membrane mukosa. Penyimpanan asam asetat harus pada kondisi yang
tidak panas, sumber pengapian dan logam. Cara distribusi asam asetat juga harus
diperhatikan dan harus sesuai DOT.
1.2.4 Soda api (NaOH)
Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai kaustik, soda api, atau sodium
hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium hidroksida terbentuk dari oksida
basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium Hidroksida membentuk larutan
alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang
industry, kebanyakan digunakan dalam bidang tekstil dan deterjen. Natrium Hidroksida
merupakan basa yang paling umum digunakan didalam laboratorium kimia.
Natrium Hidroksida murni membentuk padatan putih padat dan tersedia dalam bentuk
pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50% yang bias disebut larutan Sorensen.
Natrium hidroksida bersifat lembap cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida
dari udara bebas. Natrium hidroksida juga sangat larut dalam air dan akan melepaskan
panas ketika dilarutkan, karena pada proses pelarutannya dalam air bereaksi secara
eksitermis. Penyimpanan NaOH harus ditempat yang sejuk, kering, berventilasi baik,
tempat yang jauh dari bahan-bahan yang tidak kompatibel dan tetap tertutup rapat.

1.2.5 Serbuk besi


Biji besi atau sebuk besi adalah cebakan yang digunakan untuk membuat besi gubal.
Bijih besi biasanya terdiri dari oksigen dan atom besi yang berikatan dalam molekul. Besi
sendiri biasanya didapatkan dalam bentuk magnetit, hematit, geothit, limonit, atau
sinderit. Bijih besi biasanya kaya akan besi oksida dan beragam dalam hal warna, dari
kelabu tua, kuning muda hingga merah. Besi metalik hampir tidak dikenal di permukaan
bumi kecuali sebagai besi-nickel paduan dari metorit dan bentuk yang sangat jarang
xenoliths mantel yang mendalam. Meskipun zat besi adalah unsur yang paling berlimpah
keempat dalam kerak bumi, yang terdiri dari sekitar 5%, sebagian besar terikat dalam
mineral silikat atau karbonat lebih jarang. Semua sumber besi digunakan oleh manusia
dalam bidang industry.
1.2.6 Hydrose
1.2.7 Karbon aktif
Karbon aktif, atau sering juga disebut sebagai arang aktif adalah suatu jenis karbon
yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Hal ini dicapai dengan mengaktifkan
karbon atau arang tersebut. Hanya dengan satu gram dari karbon aktif akan didapatkan
suatu material yang memiliki luas permukaan kira-kira sebesar 500 m 2. Biasanya
penagktifan hanya bertujuan untuk memperbesar luas permukaan, namun beberapa usaha
juga berkaitan dengan meningkatkan kemampuan adsorpsi karbon aktif itu sendiri.
Karbon aktif adalah karbon yang memiliki luas permukaan yang cukup luas sekitar
Antara 100-2000 m2/g. Bahkan ada peneliti yang mengklaim luas permukaan karbon
aktif yang memiliki luas permukaan melebihi 3000m2/g.
Karbon aktif terutama pada saat basah dapat menghilangkan oksigen dari udara di
dalam ruang tertutup dan bias mengakibatkan level oksigen yang rendah dan
membahayakan. Pekerja harus mengambil tindakan pencegahan yang tepat saat bekerja
dengan karbon aktif yang mungkin menunjukan sifat-sifat berbahaya. Penyimpanan
karbon aktif harus ditempat yang kering, dan sejuk dengan ventilasi yang baik. Jauhkan
dari panas dan sumber penyalaan. Jangan disimpan bersama-sama dengan zat-zat
pengoksidasi kuat. Jangan simpan bersama zat kimia yang mudah menguap karena bahan
tersebut bias terjerat ke produk. Simpan dalam container engan label yang tepat.

1.2.8 Asam Sulfat


Asam sulfat merupakan asam mineral yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua
perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu
produk utama industry kimia. Kegunaan utama adalah pemrosesan bijih mineral, sintesis
kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. Asam sulfat merupakan asam
kuat yang berupa cairan tak berwarna dan bersifat higroskopis, berminyak dan berbau
menyengat. Penyimpanan asam sulfat harus ditempat yang dingin, kering, dan
mempunyai ventilasi yang baik. Letakkan jauh dari material yang tidak cocok. Jangan
lupa mencuci tangan setelah memegang asam sulfat.
1.3 Penggunaan dan Penanganan Produk Paracetamol
Paracetamol adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan
hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan nyeri yang
dirasakan selama flu. Paracetamol digunakan untuk meredakan demam.
Dosis penggunaan paracetemol dengan cara diminum sesuai anjuran dokter atau pada
kemasan. Untuk mengatasi nyeri, sakit dan demam. Tablet paracetamol 500 mg biasanya
diminum setiap 4-6 jam sekali. Paracetamol dikonsumsi setelah makan dan hentikan
pemakaian setelah nyeri hilang.
Paracetamol paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan
tempat yang lembap. Jangan disimpan dikamar mandi dan jangan dibekukan. Merek lain dari
obat ini mungkin memiliki cara penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi
penyimpanan pada kemasan produk paracetamol atau tanyakan pada apoteker atau dokter.
Jauhkan juga obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau kesaluran pembuangan kecuali bila
diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak
diperlakukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah local
mengenai bagai mana cara aman membuang produk paracetamol.

2. Proses pembuatan parasetamol

Terdapat banyak jalur untuk membuat parasetamol, karena sintesis parasetamol merupakan
reaksi organik. Tetapi, hanya ada 2 proses yang pada umumnya digunakan di berbagai negara
untuk memproduksi obat parasetamol, yaitu dari fenol dan dari p-nitroklorobenzena.

Pembuatan paracetamol merupakan reaksi sintesis organik dan memiliki rute sintesis sebagai
berikut :
Rute sintesis via nitrobenzene lebih pendek dibandingkan via fenol atau p-nitrokhlorobenzen
PNCB. Rute sintesis via nitrobenzene lebih banyak digunkan dinegara maju dibandingkan via
PNCB, rute via nitrobenzene ini digunakan produsen terbesar paracetamol terbesar didunia
Malinckrodt Inc. yang berada di Amerika Serikat (USA). Dari setiap rute sintesis juga
memiliki produk samping,kesulitan recovery, penanganan dan pemasaran tiap prodeuk
samping perlu dijadikan pertimbangan pada setiap pemilihan rute sintesis atau pembentukan
produk paracetamol.
Proses pembuatan paracetamol dalam industri farmasi juga sama melakukan sintesis
seperti yang diterangkan diatas, namun perbedaannya pada proses pembuatan paracetamol
dalam insdustri ini dalam jumlah yang lebih besar. Seperti yang dijelaskan diatas rute sintesis
paracetamol memiliki
2.1 Proses Pembuatan Paracetamol dari Fenol
Pembuatan parasetamol melibatkan preparasi p-aminofenol sebagai langkah awalnya,
dan asetilasi p-aminofenol untuk memproduksi parasetamol sebagai langkah berikutnya.
P-aminofenol dapat disiapkan dari fenol dengan terlebih dahulu mengubah fenol
menjadi p-nitrofenol dengan natrium nitrit dan asam sulfat dan kemudian mengubah
nitrosofenol menjadi p-aminofenol melalui reaksi reduksi dengan natrium sulfida dan
amonium karbonat.
Kegunaan P-aminofenol (PAP) selain dikonversi menjadi paracetamol sendiri atau digabung dgn
hidrokuinon, juga digunakan sebagai zat kimia fotografi, inhibitor korosi untuk cat dan mesin 2-
tak dan sebagai pewarna kayu dan bulu ungas.

2.2 Pembuatan Paracetamol dari p-nitroklorobenzena

Proses p-nitroklorobenzena (PCNB) banyak digunakan di India hampir 80% industry


paracetamol di India banyak menggunakan jalur ini.
Pertama PNCB direaksikan dengan soda api (NaOH) pada tekanan 5 kg/cm 3 dan pada
suhu 150 C selama 8 jam dalam autoclave. Produk reaksi ini adalah p-nitrofenol (PNP), yang
akan dipisahkan dengan proses kristalisasi dan penyaringan. PNP tersebut akan direaksikan
dengan asam asetat pada pH 3 untuk dikonversi menjadi p-aminofenol (PAP). PAP ini akan
mengalami asetilasi untuk mengahasilan parasetamol mentah. Produk mentah tersebut
kemudian diputihkan dengan karbon aktif untuk memproduksi parasetamol yang berwarna
putih salju. Kemudian parasetamol dikeringkan di dalam tray dryer dan ditumbuk dengan
ukuran 40 mikron. Proses paracetamol ini harus dikontrol dengan hati-hati dan dilakukan
dengan optimal untuk mendapatkan efisiensi proses yang memuaskan dan mendapatkan
kualitas yang baik. mesin penetralisasi, mesin pengkristal, mesin sentrifugasi, nampan
pengering (tray dryer), pulveriser, ketel uap, tanaman pendingin, pompa vakum, filter
Neutsche, dan kompresor udara
2.3 Alat-alat yang digunakan dalam indutri pembuatan paracetamol

Reactor Pulveriser
Mesin penetralisasi Katel uap
Mesin pengkristal Pompa vakum
Mesin setrifugasi Filter Neutshce
Nampan pengering (tray dryer) Kompresor udara