Anda di halaman 1dari 15

Penyuluhan adalah turunan dari kata exstension yang dipakai secara luas dan umum dalam

bahasa Indonesia penyuluhan berasal dari kata dasar suluh yang berarti pemberi terang
ditengah kegelapan.[1] Dalam bahasa Belanda penyuluhan disebut Voorlichting yang berarti
memberi penerangan untuk menolong seseorang menemukan jalannya, dalam bahasa Inggris
dan jerman mengistilahkan penyuluhan sebagai pemberian saran atau Beratung yang berarti
seseorang dapat memberikan petunjuk bagi seseorang tetapi seseorang tersebut yang berhak
untuk menentukan pilihannya. [2]

Penyuluhan pertanian secara umum adalah proses pendidikan nonformal yang diberikan
kepada keluarga tani dengan tujuan agar petani dapat memecahkan masalahnya sendiri
kususnya dalama bidang pertanian dan meningkatkan pendapatan nya. Pengertian penyuluhan
pertanian menurut Mardikantoro,1993 adalah proses penyebaran informasi yang berkaitan
dengan upaya perbaikan cara-cara berusahatani demi tercapainya pendapatan dan perbaikan
kesejahteraan keluarganya. [1].pengertian penyuluhan pertanian menurut salmon 1972
penyuluhan pertanian adalah sistem pendidikan luar sekolah untuk petani dan keluarganya.
[1]
.menurut Van Den Ban 1999 penyuluhan adalah keterlibatan seseorang untuk melakukan
komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanaya memberikan
pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar [3]

Undang-Undang yang mengatur tentang penyuluhan tercantum dalam uu no 16 tahun 2006


tentang sistem penyuluhan pertanian,perikanan,kehutanan (SP3KP).[1]. Tujuan dari
penyuluhan adalah

https://id.wikipedia.org/wiki/Penyuluhan

Penyuluhan kesehatan merupakan kegiatan penambahan pengetahuan yang diperutukkan


bagi masyarakat melalui penyebaran pesan.[1] Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan yaitu
untuk mencapai tujuan hidup sehat dengan cara mempengaruhi prilaku masyarakat baik itu
secara individu atau pun kelompok dengan menyampaian pesan.[1] Penyuluhan kesehatan
merupakan gabungan dari berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-
prinsip belajar sehingga harapannya dengan adanya penyuluhan kesehatan dapat membuat
masyarakat lebih sadar akan pentingnya pola kehidupan yang sehat.[2] Sasaran penyuluhan
kesehatan yaitu mencakup individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.[2] Penyuluhan
kesehatan pada individu biasanya dilakukan di rumah sakit, klinik, puskesmas, posyandu,
keluarga binaan dan masyarakat binaan.[2] Materi atau pesan yang disampaikan dalam
penyuluhan kesehatan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.[2] Sehingga materi atau pesan dapat dirasakan langsung
manfaatnya.[2] Untuk menyampaikan pesan atau materi penyuluhan kesehatan biasanya
bahasa yang digunakan ialah bahasa yang mudah dimengerti sehingga tidak terlalu sulit untuk
dimengerti oleh sasaran atau objek penyuluhan kesehatan.[2] Media merupakan salah satu
sarana yang penting dalam penyuluhan kesehatan.[2] Media yang biasanya digunakan dalam
penyuluhan kesehatan seperti media cetak, media elektronik, dan media luar ruang.[2]

https://id.wikipedia.org/wiki/Penyuluhan_Kesehatan

DEFINISI-DEFINISI PENYULUHAN

Definisi Penyuluhan Secara Umum


Pengertian penyuluhan dalam arti umum adalah ilmu social yang mempelajari system dan
proses perubahan pada individu serta masyarakat agar dapat terwujud perubahan yang lebih
baik sesuai dengan yang diharapkan (Setiana. L. 2005). Penyuluhan dapat dipandang sebagai
suatu bentuk pendidikan untuk orang dewasa. Dalam bukunya A.W. van den Ban dkk. (1999)
dituliskan bahwa penyuluhan merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan
komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanya memberikan
pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar.

Definisi Penyuluhan Berdasarkan Undang-undang No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem


Penyuluhan Pertanian , Perikanan dan Kehutanan ( SP3K)

Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mau dan
mampu menolong dan mengorganisasikan dalam mengakses informasi informasi pasar,
teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan
produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan
kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Definisi Penyuluhan menurut Ibrahim, et.al, 2003:1-2

Penyuluhan berasal dari kata suluh yang berarti obor atau pelita atau yang memberi
terang. Dengan penyuluhan diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan
sikap. Pengetahuan dikatakan meningkat bila terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu
dan yang sudah tahu menjadi lebih tahu. Keterampilan dikatakan meningkat bila terjadi
perubahan dari yang tidak mampu menjadi mampu melakukan suatu pekerjaan yang
bermanfaat. Sikap dikatakan meningkat, bila terjadi perubahandari yang tidak mau menjadi
mau memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang diciptakan. (Source: Ibrahim, et.al, 2003:1-
2).

Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Perilaku

Penyuluhan adalah proses perubahan perilaku di kalangan masyarakat agar mereka tahu, mau
dan mampu melakukan perubahan demi tercapainya peningkatan produksi,
pendapatan/keuntungan dan perbaikan kesejahteraanya. Dalam perkembangannya, pengertian
tentang penyuluhan tidak sekadar diartikan sebagai kegiatan penerangan, yang bersifat searah
(one way) dan pasif. Tetapi, penyuluhan adalah proses aktif yang memerlukan interaksi
antara penyuluh dan yang disuluh agar terbangun proses perubahan perilaku (behaviour)
yang merupakan perwujudan dari: pengetahuan, sikap, dan ketrampilan seseorang yang dapat
diamati oleh orang/pihak lain, baik secara langsung (berupa: ucapan, tindakan, bahasa-tubuh,
dll) maupun tidak langsung (melalui kinerja dan atau hasil kerjanya).

Dengan kata lain, kegiatan penyuluhan tidak berhenti pada penyebar-luasan


informasi/inovasi, dan memberikan penerangan, tetapi merupakan proses yang dilakukan
secara terus-menerus, sekuat-tenaga dan pikiran, memakan waktu dan melelahkan, sampai
terjadinya perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh penerima manfaat penyuluhan
(beneficiaries) yang menjadi klien penyuluhan.

Penyuluhan Sebagai Proses Belajar/Proses Belajar

Penyuluhan sebagai proses pendidikan atau proses belajar diartikan bahwa, kegiatan
penyebar-luasan informasi dan penjelasan yang diberikan dapat merangsang terjadinya proses
perubahan perilaku yang dilakukan melalui proses pendidikan atau kegiatan belajar. Artinya,
perubahan perilaku yang terjadi/dilakukan oleh sasaran tersebut berlangsung melalui proses
belajar. Hal ini penting untuk dipahami, karena perubahan perilaku dapat dilakukan melalui
beragam cara, seperti: pembujukan, pemberian insentif/hadiah, atau bahkan melalui kegiatan-
kegiatan pemaksaan (baik melalui penciptaan kondisi ling-kungan fisik maupun social-
ekonomi, maupun pemaksaan melalui aturan dan ancaman-ancaman).

Berbeda dengan perubahan perilaku yang dilakukan bukan melalui pendidikan, perubahan
perilaku melalui proses belajar biasanya berlangsung lebih lambat, tetapi perubah-annya
relatif lebih kekal. Perubahan seperti itu, baru akan meluntur kembali, manakala ada
pengganti atau sesuatu yang dapat menggantikannya, yang memiliki keunggulan-keung-gulan
baru yang diyakininya memiliki manfaat lebih, baik secara ekonomi maupun non-ekonomi.
Lain halnya dengan perubahan perilaku yang terjadi karena bujukan/hadiah atau pemaksaan,
perubahan tersebut biasanya dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat, tetapi lebih cepat
pula meluntur, yaitu jika bujukan/hadiah/pemaksaan tersebut dihentikan, berhenti atau tidak
mampu lagi melanggengkan kegiatannya

Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Sosial

SDC (1995) menyatakan bahwa, penyuluhan tidak sekadar merupa-kan proses perubahan
perilaku pada diri seseorang, tetapi merupakan proses perubahan sosial, yang mencakup
banyak aspek, termasuk politik dan ekonomi yang dalam jangka panjang secara bertahap
mampu diandalkan menciptakan pilihan-pilihan baru untuk memper-baiki kehidupan
masyarakatnya.

Yang dimaksud dengan perubahan sosial di sini adalah, tidak saja perubahan (perilaku) yang
berlangsung pada diri seseorang, tetapi juga perubahan-perubahan hubungan antar individu
dalam masyara-kat, termasuk struktur, nilai-nilai, dan pranata sosialnya, seperti:
demokratisasi, transparansi, supremasi hukum, dll.

Penyuluhan Sebagai Proses Rekayasa Sosial (Social Engineering)

Sejalan dengan pemahaman tentang penyuluhan sebagai proses perubahan sosial yang
dikemukakan di atas, penyuluhan juga sering disebut sebagai proses rekayasa sosial (social
engineering) atau segala upaya yang dilakukan untuk menyiapkan sumberdaya manusia agar
mereka tahu, mau dan mampu melaksanakan peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya
dalam sistem sosialnya masing-masing.

Karena kegiatan rekayasa-sosial dilakukan oleh pihak luar, maka relayasa sosial bertujuan
untuk terwujudnya proses perubahan sosial demi terciptanya kondisi sosial yang diinginkan
oleh pihak-luar (perekayasa). Pemahaman seperti itu tidak salah, tetapi tidak dapat
sepenuhnya dapat diterima. Sebab, rekayasa-sosial yang pada dasar-nya dimak-sudkan untuk
memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan kelompok-sasarannya, seringkali dapat berakibat
negatip, manakala hanya mengacu kepada kepentingan perekayasa, sementara masyara-kat
dijadikan korban pemenuhan kehendak perekayasa.

Penyuluhan Sebagai Proses Pemasaran Sosial (Social Marketing)

Yang dimaksud dengan pemasaran sosial adalah penerapan konsep dan atau teori-teori
pemasaran dalam proses perubahan sosial. Berbeda dengan rekayasa-sosial yang lebih
berkonotasi untuk membentuk (to do to) atau menjadikan masyarakat menjadi sesuatu yang
baru sesuai yang dikehendaki oleh perekayasa, proses pemasaran sosial dimaksudkan untuk
menawarkan (to do for) sesuatu kepada masyarakat. Jika dalam rekayasa-sosial proses
pengambilan keputusan sepenuhnya berada di tangan perekayasa, pengambilan
keputusandalam pemasaran-sosial sepenuhnya berada di tangan masyarakat itu sendiri.

Penyuluhan Sebagai Proses Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment)

Margono Slamet (2000) menegaskan bahwa inti dari kegiatan penyu-luhan adalah untuk
memberdayakan masyarakat. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak
berdaya dan atau mengem-bangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih ber-
manfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. Dalam konsep pember-dayaan tersebut,
terkandung pema-haman bahwa pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat
madani (yang beradab) dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan (yang
terbaik) bagi kesejahteraannya sendiri.

Penyuluhan Sebagai Proses Penguatan Kapasitas (Capacity Strenghtening)

Yang dimaksud dengan penguatan kapasitas di sini, adalah penguatan kemampuan yang
dimiliki oleh setiap individu (dalam masyarakat), kelembagaan, maupun hubungan atau
jejaring antar individu, kelom-pok organisasi sosial, serta pihak lain di luar sistem
masyarakatnya sampai di aras global. Kemampuan atau kapasitas masyarakat, diarti-kan
sebagai daya atau kekuatan yang dimiliki oleh setiap indiividu dan masyarakatnya untuk
memobilisasi dan memanfaatkan sumber-daya yang dimiliki secara lebih berhasil-guna
(efektif) dan berdaya-guna (efisien) secara berkelanjutan.

Dalam hubungan ini, kekuatan atau daya yang dimiliki setiap individu dan masyarakat bukan
dalam arti pasif tetapi bersifat aktif yaitu terus menerus dikembangkan/dikuatkan untuk
memproduksi atau meng-hasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Penyuluhan Sebagai Proses Komunikasi Pembangunan

Sebagai proses komunikasi pembangunan, penyuluh-an tidak sekadar upaya untuk


menyampaikan pesan-pesan pembangunan, tetapi yang lebih penting dari itu adalah, untuk
menumbuh-kembangkan partisi-pasi masyarakat dalam pembangunan (Mardikanto, 1987).

https://netisulistiani.wordpress.com/penyuluhan/
Materi penyuluhan

Pengertian Materi Penyuluhan

Dalam kamus besar bahasa indonesia disebutkan bahwa arti dari kata materi adalah sesuatu

yg menjadi bahan untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, disampaikan.

Sedangkan kata dasar suluh yang dalam bentuk kata kerja menjadi penyuluhan diartikan

sebagai proses, cara, perbuatan menyuluh. Berdasarkan kedua kata tersebut maka materi

penyuluhan secara sederhana dapat diartikan sebagai bahan yang dibicarakan dalam

menyuluh.

Dalam UU Nomor 16 Tahun 2006, disebutkan bahwa materi penyuluhan adalah bahan

penyuluhan yang akan disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku

usaha dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi, teknologi, rekayasa sosial,

manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarian lingkungan.

Sedang menurut Kementan (2013), dalam modul Pendidikan dan Pelatihan Fungsional

Penyuluh Pertanian bahwa materi penyuluhan diartikan sebagai pesan yang akan disampaikan

oleh penyuluh kepada sasaran penyuluhan.

B. Faktor Pembatas Dalam Pemilihan Materi

Dalam Kementan (2013) dikatakan bahwa, apapun materi penyuluhan yang disampaikan oleh

seorang penyuluh, pertama-tama harus diingat bahwa materi tersebut harus senantiasa

mengacu kepada kebutuhan yang telah dirasakan oleh masyarakat sasarannya. Tapi tentunya

dalam prakteknya dilapangan tidaklah mudah untuk menentukan materi penyuluhan benar-
benar mengacu pada kebutuhan sasaran, karena adanya faktor-faktor pembatas dalam

memilih materi.

1. Faktor Keragaman Kebutuhan Materi

Walaupun tergabung dalam sebuah kelompok tani tidak berarti bahwa kebutuhan sasaran

terhadap materi penyuluhan kemudian menjadi seragam. Tingkat pengetahuan, ketrampilan,

sikap sasaran dan keadaan usaha tani yang beragam membutuhkan materi yang beragam

pula.

2. Faktor Kemampuan Sasaran Melaksanakan Materi

Materi penyuluhan bahkan yang dianggap sebagai materi pokok yang penting sekalipun jika

pada pelaksanaannya dilapangan sulit untuk dilaksanakan, karena keterbatasan kemampuan

sasaran baik itu dari segi biaya, ketrampilan maupun sarana-prasananya, maka materi tersebut

akan menjadi materi yang kurang bermanfaat.

C. Pertimbangan Dalam Memilih Materi

1. Pertimbangan Materi Penyuluhan Berdasarkan Tingkat Keragaman Kebutuhan

Sasaran

Dengan keragaman kebutuhan sasaran maka dalam memilih materi penyuluhan, hendaknya

melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu dengan cara memilah-milah materi yang

seyogyanya mampu memberikan solusi bagi pemecahan masalah yang dihadapi oleh sasaran

utama dan dapat mengakomodir keragaman kebutuhan sasaran. Sebagaimana acuan yang

diberikan Arboleda (1981) dalam Mardikanto (1993) agar setiap penyuluh mampu membeda-
bedakan ragam materi penyuluhan yang ingin disampaikan pada setiap kegiatannya ke

dalam :

a. Materi Pokok (Vital)

Materi pokok merupakan materi yang benar-benar dibutuhkan dan harus diketahui oleh

sasaran utamanya. Materi pokok sedikitnya mencakup 50 persen dari seluruh materi yang

disampaikan

b. Materi Penting (Important)

Materi penting berisi dasar pemahaman tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan

kebutuhan yang dirasakan oleh sasarannya. Materi ini diberikan sekitar 30 persen dari seluruh

materi yang disampaikan.

c. Materi Penunjang (Helpful)

Materi penunjang masih berkaitan dengan kebutuhan yang dirasakan yang sebaiknya

diketahui oleh sasaran untuk memperluas cakrawala pemahamannya tentang kebutuhan yang

dirasakannya itu. Materi ini maksimal 20 persen dari seluruh materi yang disampaikan.

2. Pertimbangan Materi Penyuluhan Berdasarkan Kemampuan Penerapan Materi

Oleh Sasaran

Agar materi yang dipilih benar-benar bermanfaat dan dapat diterapkan oleh sasaran, maka

hendaknya sebuah materi perlu dipertimbangkan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut :

a. Apakah jika materi ini diterapakan dapat memberikan keuntungan yang nyata kepada

sasaran?

b. Apakah jika materi ini disampaikan dapat mengisi kegiatan-kegiatan komplementer

daripada kegiatan yang ada sekarang?

c. Apakah materi ini tidak bertentangan dengan adat istiadat dan kebudayaan masyarakat ?
d. Apakah materi ini sederhana dan mudah untuk dilaksanakan, tidak memerlukan

ketrampilan yang terlalu tinggi dari sasaran?

e. Apakah sasaran memiliki cukup pengetahuan, biaya dan sarana yang diperlukan, dalam

menerapkan materi ini?

f. Seberapa lama dapat dimanfaatkan dan apakah segera dapat memberikan hasil yang nyata?

g. Apakah materi ini bila diterapkan oleh sasaran tidak memerlukan ongkos tambahan yang

terlalu mahal?

h. Apakah materi ini memiliki resiko yang besar dalam penerapannya?

i. Apakah manfaat dari penerapannya menarik dan menonjol ?

j. Dapatkah penerapan materi ini dilakukan dalam berbagai keadaan dan mudah diperluas

dalam kondisi yang berbeda-beda ?

Dari beberapa pertanyaan tersebut, penyuluh dapat menilai apakah suatu materi tepat atau

tidak untuk disampaikan pada sasaran .

3. Pertimbangan Materi Penyuluhan Berdasarkan Localy Specific

Kebutuhan materi penyuluhan antara wilayah satu dengan wilayah lain tentunya tidak sama.

Berdasarkan hal ini tentu perlu juga memiliki pertimbangan mengangkat materi tentang

inovasi teknologi spesifik lokalita dengan memperhatikan potensi yang terdapat di daerah

setempat. Sebagai contoh, di wilayah Papua akan lebih efektif jika dilakukan penyuluhan

mengenai pengembangan produktivitas sagu dan ubi mengingat komoditas tersebut adalah

bahan pangan utama di daerah itu. Contoh lain misalnya di daerah Garut, pemberdayaan

pupuk buatan dari kotoran kambing bisa dijadikan materi unggulan dalam program

penyuluhan karena di daerah tersebut hampir sebagian besar penduduknya memelihara

kambing (http://www.ut.ac.id/).
http://media-penyuluhan-pertanian.blogspot.co.id/2013/04/memilih-materi-penyuluhan.html

Metode penyuluhan kesehatan merupakan salah satu


faktor yang mempengaruhi tercapainya suatu hasil
penyuluhan kesehatan secara optimal. Metode
penyuluhan kesehatan menurut Notoadmojo (2007) yang
dikemukakan antara lain : Metode Penyuluhan Kesehatan
Untuk Perorangan (Individual)
Dalam penyuluhan kesehatan metode ini digunakan untuk membina perilaku baru atau
seseorang yang telah mulai tertarik pada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Dasar
digunakan pendekatan individual ini karena setiap orang mempunyai masalah atau alasan
yang berbeda-beda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. Bentuk dari
pendekatan ini antara lain :

a. Bimbingan dan penyuluhan


Dengan cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif. Setiap masalah
yang dihadapi oleh klien dapat dikoreksi dan dibantu penyelesaiannya. Akhirnya klien
akan dengan sukarela, berdasarkan kesadaran dan penuh pengertian akan menerima
perilaku tersebut.

b. Wawancara
Cara ini sebenarnya merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan. Wawancara
antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia tidak
atau belum menerima perubahan, ia tertarik atau belum menerima perubahan, untuk
mempengaruhi apakah perilaku yang sudah atau akan diadopsi itu mempunyai dasar
pengertian dan kesadaran yang kuat, apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih
mendalam lagi.

Metode Penyuluhan Kesehatan Untuk Kelompok


Dalam memilih metode penyuluhan kelompok harus mengingat besarnya kelompok sasaran
serta tingkat pendidikan formal pada sasaran. Untuk kelompok yang besar, metodenya akan
berbeda dengan kelompok kecil.
Efektifitas suatu metode akan tergantung pula pada besarnya sasaran penyuluhan. Metode ini
mencakup:

A. Metode penyuluhan kesehatan untuk kelompok besar

Kelompok besar yaitu apabila peserta penyuluhan lebih dari 15 orang. Metode yang baik
untuk kelompok ini adalah ceramah dan seminar.

1. Metode ceramah

Metode ini baik untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam menggunakan metode ceramah adalah :

a. Persiapan ceramah untuk penyuluhan kesehatan


Ceramah yang berhasil apabila penceramah itu sendiri menguasai materi apa yang
akan diceramahkan, untuk itu penceramah harus mempersiapkan diri. Mempelajari
materi dengan sistematika yang baik. Lebih baik lagi kalau disusun dalam diagram
atau skema dan mempersiapkan alat-alat bantu pengajaran.

b. Pelaksanaan ceramah dalam penyuluhan kesehatan


Kunci keberhasilan pelaksanaan ceramah adalah apabila penceramah dapat menguasai
sasaran Untuk dapat menguasai sasaran penceramah dapat menunjukkan sikap dan
penampilan yang meyakinkan. Tidak boleh bersikap ragu-ragu dan gelisah. Suara
hendaknya cukup keras dan jelas.

Pandangan harus tertuju ke seluruh peserta. Berdiri di depan / dipertengahan, seyogianya


tidak duduk dan menggunakan alat bantu lihat semaksimal mungkin.

2. Metode seminar

Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar deng pendidikan menengah ke atas.
Seminar adalah suatu penyajian dari seseorang ahli atau beberapa orang ahli tentang suatu
topik yang dianggap penting dan dianggap hangat di masyarakat.

B. Metode penyuluhan kesehatan untuk kelompok kecil


Kelompok kecil yaitu apabila peserta penyuluhan kurang dari 15 orang. Metode yang cocok
untuk kelompok ini adalah diskusi kelompok, curah pendapat, bola salju, memainkan
peranan, permainan simulasi.

Metode Penyuluhan Massa

Dalam metode ini penyampaian informasi ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya massa
atau public. Oleh karena sasaran bersifat umum dalam arti tidak membedakan golongan
umur, jenis kelamin, pekerjaan, status ekonomi, tingkat pendidikan dan sebagainya, maka
pesan kesehatan yang akan disampaikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat
ditangkap oleh massa tersebut. Pada umumnya bentuk pendekatan masa ini tidak langsung,
biasanya menggunakan media massa. Beberapa contoh dari metode ini adalah ceramah
umum, pidato melalui media massa, simulasi, dialog antara pasien dan petugas kesehatan,
sinetron, tulisan dimajalah atau koran, bill board yang dipasang di pinggir jalan, spanduk,
poster dan sebagainya sebagai metode penyuluhan kesehatan kepada masyarakat umum.

http://pustakamateri.web.id/metode-penyuluhan-kesehatan/
Pengertian Media Penyuluhan

Alat peraga (audio visual aid) adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim pesan (penyuluh) ke penerima pesan (sasaran),
sehingga dapat menerangkan pikiran, perasaan, perhatian, dan minat sasaran
sedemikian rupa segingga terjadi pemahaman, pengertian dan penghayatan dari apa
yang diterangkan. Media atau alat peraga dalam promosi kesehatan dapat diartikan
sebagai alat bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa
atau dicium, untuk memperlancar komunikasi dan penyebar-luasan informasi. Media
promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan
informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator sehingga sasaran dapat meningkat
pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya ke arah positif
terhadap kesehatan.

Tujuan Media Promosi Kesehatan

Penyuluhan kesehatan tak dapat lepas dari media karena melalui media, pesan yang
disampaikan dapat lebih menarik dan dipahami, sehingga sasaran dapat mempelajari
pesan tersebut sehingga sampai memutuskan untuk mengadopsinya ke perilaku yang
positif.

Tujuan/alasan mengapa media sangat diperlukan dalam pelaksanaan penyuluhan


kesehatan antara lain adalah:

1. Media dapat mempermudah penyampaian informasi.

2. Media dapat menghindari kesalahan persepsi.

3. Media dapat memperjelas informasi.

4. Media dapat mempermudah pengertian.

5. Media dapat mengurangi komunikasi verbalistik.

6. Media dapat menampilkan objek yang tidak dapat ditangkap dengan mata.
7. Media dapat memperlancar komunikasi.

Kegunaan Alat Peraga/Media Promosi kesehatan

1. Dapat menumbuhkan minat terhadap kelompok sasaran

2. Membantu kelompok sasaran untuk mengerti lebih baik

3. Membantu kelompok sasaran untuk mengingat lebih baik

4. Membantu kelompok sasaran untuk menambah atau membina sikap baru

5. Membantu kelompok sasaran untuk melaksanakan apa yang telah dipelajari

6. Dapat membantu hambatan bahasa

7. Dapat mencapai sasaran lebih baik

8. Membantu kelompok sasaran untuk lebih banyak dan lebih cepat

9. Membantu kelompok sasaran untuk dapat meneruskan yang sudah diperoleh


kepada orang lain.

Biasanya alat peraga digunakan secara kombinasi, misalnya menggunakan papan tulis
dengan foto dan sebagainya. Tetapi dalam menggunakan alat peraga, baik secara
kombinasi maupun tunggal, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Alat peraga harus mudah dimengerti oleh masyarakat sasaran.

2. Ide/gagasan yang terkandung di dalamnya harus dapat diterima oleh sasaran.

Alat peraga yang digunakan secara baik memberikan keuntungan-keuntungan:

1. Dapat menghindari salah pengertian/pemahaman atau salah tafsir. Dengan


contoh yang telah disebutkan pada bagian atas dapat dilihat bahwa salah tafsir
atau salah pengertian tentang bentuk plengsengan dapat dihindari.

2. Dapat memperjelas apa yang diterangkan dan dapat lebih mudah ditangkap.

3. Apa yang diterangkan akan lebih lama dan mudah diingat, terutama tentang hal-
hal yang mengesankan.
4. Dapat menarik serta memusatkan perhatian.

5. Dapat memberi dorongan yang kuat untuk melakukan apa yang dianjurkan.

Manfaat Bagi Penyuluh Kesehatan

1. Memiliki bahan nyata yang ingin disampaikan.

2. Menambah kepercayaan diri dalam memberikan penyuluhan kesehatan.

3. Menghindari kejenuhan dalam memberikan penyuluhan kesehatan.

4. Mengurangi kejenuhan bagi pihak-pihak yang disuluh sehingga secara leluasa


penyuluh bisa menentukan variasi cara penyampaian.

5. Sebagai alat yang dapat menuntun dalam penyampaian materi penyuluhan.

Manfaat Bagi Sasaran

1. Dapat melihat nyata inti materi yang disampaikan sehingga lebih mudah untuk
dicerna.

2. Menghindari kejenuhan dan kebosanan.

3. Mudah mengingat pesan yang disampaikan penyuluh.

4. Mempermudah pengertian sasaran dalam menangkap makna materi yang


disampaikan.

Ciri-Ciri Alat Peraga

1. Merupakan suatu alat yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan dapat diamati
melalui pancaindera.

2. Tekanan utamanya terletak pada benda atau hal-hal yang dapat dilihat dan di
dengar.

3. Digunakan dalam rangka hubungan komunikasi dalam penceramah.

4. Merupakan media pendidikan yang dapat digunakan dalam penyuluhan


kesehatan masyarakat.

5. Sebagai alat teknis yang erat kaitannya dengan metode penyuluhan


yang diberikan.
Ciri-Ciri Alat Peraga Sederhana

1. Pembuatannya mudah

2. Dibuat dari bahan setempat

3. Mencerminkan kehidupan, kepercayaan dan kebiasaan setempat

4. Masyarakat melihatnya sebagai penggambaran dari keadaan di lingkungannya


sendiri

5. Ditulis dan digambar secara sederhana menggunakan bahasa dan gambar yang
mudah dimengerti oleh masyarakat setempat

6. Memenuhi kebutuhan petugas kesehatan dan masyarakat setempat

7. Masyarakat melihatnya sebagai sesuatu milik mereka, timbul dari mereka dan
dimanfaatkan oleh mereka sendiri.

http://www.trendilmu.com/2015/05/pengertian-tujuan-media-penyuluhan.html

Jurnal : http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/28145/Chapter
%20II.pdf;jsessionid=6A23B6DA6D4DC4A2D00F4EBF27F3C7C7?sequence=4