Anda di halaman 1dari 11

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MATA KULIAH: ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN,PERSALINAN,DAN NIFAS


DENGAN PENYAKIT SISTEMIK DAN PENYAKIT ENDEMIK

Oleh:

LISBET ANRIANTA HUTAGALUNG P07524115056


LOY NIKE OMPU SUNGGU P07524115060

DOSEN PEMBIMBING: JUJUREN BR SITEPU SST,M.KES

POLTEKKES KEMENKES MEDAN


PRODI DIII KEBIDANAN MEDAN
TAHUN 2016/2017
RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan,Persalinan,dan Nifas


dengan Penyakit Sistemik dan Penyakit Endemik
Semester : IV
Kode : Bd.5.312
SKS : 2 SKS (T1, P1)
Jurusan : D III Kebidanan
Pengajar : Jujuren Br Sitepu SST, M.Kes
Waktu Pertemuan : 2 x 50 menit
Pertemuan ke- :

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memberikan asuhan pada ibu
hamil,bersalin,nifas dengan Penyakit Sistemik dan Penyakit Endemik setelah lahir yang
didasari oleh konsep, sikap, dan keterampilan. Topik-topik yang akan dibahas meliputi:
Definisi, factor penyebab, tanda dan gejala, penanganan, manajemen kebidanan, dan asuhan
kebidan.
2. Tujuan Instruksional Khusus
a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dari penyakit endemik
b. Mahasiswa mampu mengenali tanda dan gejala penyakit endemik
c. Mahasiswa mampu mengetahui penanganan penyakit endemik
d. Mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan sesuai dengan langkah varney pada kasus
penyakit endemik
e. Mahasiswa mampu mendokumentasikan hasil asuhan sesuai dengan metode varney dengan
penyakit endemik

B. Indikator Pembelajaran
1. Mahasiswa mampu menganalisa dan membuat asuhan kebidanan ,dan tentang
varicella/herpes zooster
2. Mahasiswa mampu menganalisa dan membuat asuhan kebidanan ,dan tentang hepatitis
3. Mahasiswa mampu menganalisa dan membuat asuhan kebidanan ,dan tentang infeksi
menular seksual

C. Pokok bahasan
Asuhan Kehamilan, Persalinan, Nifas dengan Penyakit Endemik

D. Sub Pokok Bahasan


1. Defenisi Traktus Digestivus
2. Etiologi Traktus Digestivus
3. Macam-macam Gangguan Traktus Digestivus Pada Ibu Hamil
E. Kegiatan Belajar Mengajar

Tahap/ Alokasi Kegiatan


Kegiatan Pengajar Media dan alat Metode
Waktu Mahasiswa
Pendahuluan Memberikan salam Menjawab salam - Ceramah
(10menit)
Menginformasikan materi yang akan Memperhatikan Spidol, White Ceramah
Disampaikan Board

Menjelaskan tujuan yang akan Memperhatikan - Ceramah


dicapai pada pembelajaran ini

Melakukan apersepsi Memperhatikan - Ceramah


mengenai Asuhan pada ibu hamil,
bersalin, nifas dengan penyakit
sistemik dan endemic

Menjelas Inti Menjelaskan definisi traktus digestivus Memperhatikan Laptop, Ceramah


Penyajian LCD,Spidol,Whi
(60menit) teBoard
Menjelaskan tanda dan gejala Memperhatikan Laptop Ceramah
traktus Digestivus LCD,Spidol,Whi
teBoard

Menjelaskan factor penyebab Memperhatikan, Laptop Ceramah


Traktus digestivus menulis LCD,Spidol,Whi
teBoard
Menjelaskan penatalaksanaan pada Memperhatikan, Laptop, LCD, Ceramah
traktus digestivus menulis spidol,
Whiteboard
Menanyakan pada mahasiswa apa Mengajukan Spidol,WhiteBoa Tanya Jawab
ada yang ingin ditanyakan pertayaan rd

Memberi kesempatan pada Berdiskusi - Tanya Jawab


mahasiswa lainnya untuk menjawab
pertanyaan

Penutup Memberi kesempatan kepada Mengajukanpertan - Tanya jawab


(30menit) mahasiswa untuk bertanya kembali yaan
tentang materi yang telah disampaikan.
Memberi kesempatan pada Menjawab - Ceramah
mahasiswa lainnya untuk menjawab pertanyaan Tanya Jawab
pertanyaan
Menjawab dan menjelaskan tentang Memperhatikan - Ceramah
pertanyaan mahasiswa
Mengajukan beberapa pertanyaan Memperhatikan - Tanya jawab
mengenai materi yang telah
disampaikan untuk mengevaluasi
peserta didik
Memberi kesempatan peserta didik Menjawab - Tanya jawab
untuk menjawab pertanyaan pertanyaan Ceramah
Memperhatikan
Menyimpulkan materi yang Memperhatikan - Ceramah
disampaikan

Memberikan gambaran materi yang Memperhatikan - Ceramah


akan datang

Memberi tugas membaca tentang - - -


neonatus dengan jejas persalinan
Mengucap salam penutup Menjawab salam - -
penutup

F. Evaluasi

Teknik : Tes tertulis


Bentuk instrumen : Pertanyaan tertulis

Soal :
1. Jelaskan secara singkat pengertian traktus digestivus?
2. Jelaskan etiologi traktus digestivus !
3. Sebutkan macam-macam gangguan traktus digestivus !

Jawaban:

Penilaian
Soal no. 1
Jika mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Traktus Digestivus dengan menyebutkan 3 kata kunci
yaitu (kegagalan, fungsi, system pencernaan) dengan benar mendapat nilai 100, menyebutkan 2 kata
kunci mendapat nilai 80 dan menyebutkan 1 kata kunci mendapat nilai 60.

Soal no. 2
Jika mahasiswa mampu menjelaskan etiologi traktus digestivus dengan menyebutkan 3 kata kunci
yaitu (hormone, gaya hidup dan janin yang semakin membesar) dengan benar mendapat nilai 100,
menyebutkan 2 kata kunci mendapat nilai 80 dan menyebutkan 1 kata kunci mendapat nilai 60.

Soal no. 3
Jika mahasiswa mampu menyebutkan semua macam-macam traktus digestivus dengan benar
mendapat nilai 100, menyebutkan 3 mendapat nilai 80 dan menyebutkan 1 mendapat nilai 30.
G. Referensi

Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Rukiyah, ai yeyeh. 2010. Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan). Jakarta: Trans Info Media
Varney, Hellen. 1997. Varney Midwifery Third Edition. James and Bartlet Publisher.hoston
M. Mudzakir, Masruroh. 2009. Panduan Lengkap Kebidanan & Keperawatan. Merkid Press.
Yogyakarta
Sylvia A. Price, Lorraine M. Wilson. 2005. Patofisiologi. EGC. Jakarta
Cunningham,F.Gary.2001.Obstetri William.Jakarta:EGC
Glasier,Anna.2005.Keluarga Berencana & Kesehatan Reproduksi.Jakarta:EGC
Hacker,Neville F.2001.Esensial Obstetri dan Ginekologi.Jakarta:EGC
Jduanda,Adhi.2007.Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.Jakarta:EGC
Manuaba,Ida Ayu Chandranita.1999.Ilmu Kebidanan dan Penyait Kandungan.Jakarta:EGC
Stanhope,Marcia.1997.Keperawatan Komunitas dan Kesehatan Rumah.Jakarta:EGC
Adhi Djuanda (1993). Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin, Edisi Kedua, FK Universitas Indonesia,
Jakarta, 1993.
Doengoes, Marilynn. E,.(1999). Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan Pasien. EGC : Jakarta.
Tarwoto dan Wartonah. (2000). Kebutuhan Dsar Mnusia dan Proses Keperawatan. Salemba Medika :
Jakarta
Nugraheny,Esti.2010.Asuhan Kebidanan Pathologi.Yogyakarta: Pustaka Rihama

Mengetahui Medan, Maret 2017


Kaprodi D-III Dosen Pengampu

Suryani,SST,M.Kes Jujuren Br Sitepu,SST,M.Kes


ASUHAN PADA KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFASDENGAN PENYAKIT
TRAKTUS URINARIUS (SISTEM PENKEMIHAN)

DEFINISI
Infeksi saluran kemih adalah ditemukannya bakteri pada urine di kandung kemih yang
umumnya steril. (Arif mansjoer, 2001)
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi sepanjang saluran kemih,
terutama masuk ginjal itu sendiri akibat proliferasi suatu organisme (Corwin, 2001 : 480)
Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection (UTI) adalah suatu
keadaan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. (Agus Tessy, 2001)
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu tanda umum yang ditunjukkan pada
manifestasi bakteri pada saluran kemih (Engram, 1998 : 121).
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah berkembangnya mikroorganisme di dalam
saluran kemih yang dalam keadaan normal tidak mengandung bakteri, virus /
mikroorganisme lain.
Infeksi Traktus Urinarius adalah bila ada pemeriksaan urine ditemukan bakteri yang
jumlahnya lebih dari 10.000 per ml. urine yang diperiksa harus bersih, segar dan di ambil dari
aliran tengah (midstream) atau diambil dengan pungsi suprasimpisis. Ditemukan bakteri yang
jumlahnya lebih dari 10.000 per ml ini disebut dengan istilah bakteriuria. Bakteriuria ini
mungkin tidak disertai gejala, disebut bakteriuria asimptomatik dan mungkin disertai dengan
gejala-gejala yang disebut bakteriuria simptomatik (Sarwono, 2005).
Infeksi saluran kencing merupakan komplikasi medik utama pada wanita hamil.
Sekitar 15% wanita, mengalami satu kali serangan akut infeksi saluran kencing selama
hidupnya. Infeksi saluran kencing dapat mempengaruhi keadaan ibu dan janin, dampak yang
ditimbulkan antara lain anemia, hipertensi, kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah
(BBLR).

ETIOLOGI
Infeksi traktus urinarius merupakan jenis infeksi nosokomial yang paling sering

terjadi disekitar 40% dari seluruh infeksi pada Rumah Sakit setiap tahunnya. Organisme yang
menyerang bagian tertentu sistem urine menyebabkan infeksi saluran kencing yaitu ginjal

(Pielonefritis), kandung kemih (Sistitis), atau urine (Bakteriuria).

Salah satu penyebaranya organismenya dapat melalui :

1. penggunaan kateter dalam jangka pendek

2. penggunaan kateter yang lebih lama

3. Terlalu lama menahan kencing

4. Kurang minum

5. Penggunaan toilet yang tidak bersih

6. Kebiasaan cebok yang salah

PATOFISIOLOGIS
Masuknya mikroorganisme ke dalam saluran kemih dapat melalui:
1. Penyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat terdekat saluran kemih yang
terinfeksi.
2. Hematogen yaitu penyebaran mikroorganisme patogen yang masuk melalui darah yang
terdapat kuman penyebab infeksi saluran kemih yang masuk melalui darah dari suplay
jantung ke ginjal.
3. Limfogen yaitu kuman masuk melalui kelenjar getah bening yang disalurkan melalui
helium ginjal.
4. Eksogen sebagai akibat pemakaian alat berupa kateter atau sistoskopi.
Dua jalur utama terjadi infeksi saluran kemih ialah hematogen dan ascending. Tetapi dari
kedua cara ini, ascending-lah yang paling sering terjadi.
Infeksi hematogen kebanyakan terjadi pada pasien dengan daya tahan tubuh yang rendah
karena menderita suatu penyakit kronik atau pada pasien yang sementara mendapat
pengobatan imun supresif. Penyebaran hematogen bisa juga timbul akibat adanya infeksi di
salah satu tempat misalnya infeksi S.Aureus pada ginjal bisa terjadi akibat penyebaran
hematogen dari fokus infeksi dari tulang, kulit, endotel atau di tempat lain.
Infeksi ascending yaitu masuknya mikroorganisme dari uretra ke kandung kemih dan
menyebabkan infeksi pada saluran kemih bawah. Infeksi ascending juga bisa terjadi oleh
adanya refluks vesico ureter yang mana mikroorganisme yang melalui ureter naik ke ginjal
untuk menyebabkan infeksi.
Infeksi tractus urinarius terutama berasal dari mikroorganisme pada faeces yang naik
dari perineum ke uretra dan kandung kemih serta menempel pada permukaan mukosa. Agar
infeksi dapat terjadi, bakteri harus mencapai kandung kemih, melekat pada dan
mengkolonisasi epitelium traktus urinarius untuk menghindari pembilasan melalui berkemih,
mekanisme pertahan penjamu dan cetusan inflamasi.

MACAM MACAM GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN PADA IBU HAMIL


1. Hipermesis
Hipermesis atau mual dan muntah wajar dialami wanita di 12 minggu pertama
kehamilannya karena perubahan hormon. Selama trisemester pertama anda dianjurkan
untuk mengurangi porsi dan menambah frekuensi makan serta menghindari minuman
berkarbonasi. Umumnya mual, atau muntah akan berakhir setelah melewati minggu ke-12
kehamilan.Namun jika mual atau muntah berlangsung lebih lama dan parah sampai anda
menderita dehidrasi (hiperemesis gravidarum), anda harus mewaspadainya sebab bayi
didalam kandungan bisa ikut kekurangan cairan.
Beberapa indikasi Hiperemesis lain mencakup :
a. Rendahnya kadar sodium, klorida, dan potasium dalam darah
b. Dalam beberapa kasus, detak jantung bisa lebih dari 100x/ menit dan tekanan
darah menurun.
c. Berat badan turun 5% dari berat badan sebelum hamil
d. Ketidakseimbangan gizi dan metabolisme.
e. Tidak bisa beraktivitas normal.

Penanganannya :
Solusinya bagi anda penderita hiperemesis parah, anda perlu mendapatkan
penanganan langsung di rumah sakit, karena anda perlu diopname untuk mendapatkan
cairan dan juga makanan melalui infus sebagai pengganti cairan tubuh atau nutrisi yang
hilang. Dokter juga akan memberi anda obat anti mual dan muntah, serta obat-obatan lain
yang akan disesuaikan dengan tingkat keparahan hiperemesis anda. Berikut beberapa hal
yang bisa anda lakukan untuk mengurangi masalah ini :
a. Istirahat lebih panjang. Bila dokter menyarankan bed rest, lakukanlah meski anda
tetap harus sedikit bergerak mengingat otot perlu peregangan.
b. Minumlah teh herbal, jahe, atau pepermint. Banyaklah minum untuk menggantikan
air yang hilang.
c. Terapi hipnosis. Kendalikan keinginan muntah dengan hipnosis dan andapun bisa
meneruskan terapi ini sampai persalinan tiba.
d. Jangan segera turun tempat tidur sewaktu bangun pagi tetapi makanlah biskuit dengan
teh hangat. Makanan atau minuman hangat bisa meredakan badai di perut anda.
e. Hindari makanan berminyak dan berlemak seperti goreng-gorengan dan santan sebab
dapat menimbulkan rasa mual dan ingin muntah.

2. Konstipasi
Konstipasi adalah kondisi pencernaan dimana anda bisa buang air besar kurang
dari tiga kali seminggu. Konstipasi adalah masalah umum yang dialami wanita hamil dan
pasca melahirkan. Hormon kehamilan yang tinggi membuat pergerakan otot pada usus
besar melambat. Selain itu, janin yang makin besar akan menekan usus besar sehingga
mengganggu aktivitas normalnya. Pasca melahirkan, konstipasi diakibatkan oleh
episiotomi (pengguntingan dan penjahitan kembali bibir vagina), atau pada persalinan
caesar, yang mana usus besar lumpuh sementara karena pembiusan. Konstipasi memiliki
berbagai gejala seperti sulit buang air besar, kembung, atau bentuk kotoran keras dan
kecil-kecil. Sebaiknya begitu anda merasakan ingin buang air besar, segeralah ke kamar
mandi sebab menahan buang air besar akan membuat konstipasi semakin parah.

Penanganannya :
1. Jalan cepat selama 30 menit perhari dapat membuat usus besar anda menegang
sehingga anda tidak merasa kembung.
2. Minum setidaknya 10 gelas air putih perhari, karena selama kehamilan, jumlah air
yang terserap dari pencernaan ke dalam darah meningkat
3. Mintalah resep suplemenkalsium, setidaknya 200 mg per tablet dengan dosis 5-6
kali per hari dan multivitamin yang mengandung ekstra zat besi,folat, dan vitamin
B kepada doter kandungan anda. Jika memungkinkan , konsumsilah folat sejak 3-
6 bulan sebelum anda hamil.
4. Memperbanyak konsumsi serat. Pilih roti gandum utuh daripada ropi putih biasa.
Tambahkan buah dan sayur dengan kulitnya pada menu anda. Buatlah jadwal
makan anda menjadi 5-6 kali makan porsi kecil kaya serat.
5. Dalam beberapa kasus, pencahar diperlukan untuk kasus konstipasi yang
berkelanjutan. dokter kandungan anda akan memberikan resep pencahar yang
aman untuk menurunkan ketegangan di dinding usus serta melembutkan kotoran
agar dapat keluar dengan mulus.

3. Heartburn
Heartburn atau reflux adalah rasa panas di bagian ulu hati hingga ke
kerongkongan karena asam lambung yang meningkat. Hal ini disebabkan oleh tingginya
hormon progesteron pada kehamilan trisemester pertama. Bagi penderita sakit lambung
(maag), perlu lebih waspada terhadap heartburn.

Penanganannya :
1. Hindari makanan berlemak, gurih dan gorengan, serta hindari juga kafein, rokok
dan alkohol.
2. Kurangi konsumsi sayuran seperti kol, selada dan brokoli yang tinggi gula. Meski
sehat, sayur-sayuran itu akan meningkatkan jumlah asam di perut.
3. Tunggu satu jam setelah makan sebelum anda berbaring.
4. Jika anda sedang mengalami heartburn, konsumsi yoghurt atau segelas susu. Anda
bisa tambahkan sesendok madu ke dalam susu yang hangat.
5. Sebelum mengonsumsi obat atau menjalani perawatan untuk masalah fisik
ataupun mental, anda perlu menimbang antara manfaat dan resiko. Obat-obatan
memiliki manfaat menyembuhkan tetapi bisa jadi ada efek samping terhadap
janin.Jadi, selalu konsultasikan kesehatan anda ke dokter kandungan sebelum
mengonsumsi obat bebas sekalipun.

4. Gastritis
Keluhan hamil muda sering disangka gastritis karena memang gejalanya hampir
sama yaitu nyeri ulu hati, mual, muntah, anoreksia, dan menjadi kurus.

5. Kanker usus
Kanker usus merupakan penyakit ketiga yang menjadi penyebab kematian di
seluruh dunia. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan binatang sebagai percobaan,
kanker. Studi pada manusia juga menunjukan keseluruhan jumlah kalsium yang
dikonsumsi sangat positif dalam mengurangi tingkat dari resiko kanker susu ini. Setiap
kenaikan 1.000 miligram kalsium sehari atau lebih akan mempu mengurangi 15% resiko
dari kanker usus pada wanita dan 10% pada pria. Konsumsi susu dan kalsium bisa
mengurangi resiko terkena kanker usus. Keju dan yoghurt juga merupakan hasil olahan
dari susu.

Pencegahannya :
Cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi risiko kanker usus adalah dengan
mengkonsumsi makanan yang seimbang antara buah, sayuran, dan kalori. Untuk
mengurai proses penimbunan lemak.

6. Ileus
Ileus bisa dijumpai dalam kehamilan, persalinan, dan nifas, terutama pada partus
lama dan terlantar. Setelah bedah kebidanan dan sebagainya. Ileus paralitikus lebih sering
dijumpai dibandingkan ileus obstruktif.
Gejala :
1. Muntah, perut kembung (meteorismus), obstipasi, dan bising usus diam (paralitis)
dan bising usus bunyi logam (obstruktif).
2. Diagnosis lebih jelas dilakukan dengan rontgen. Konsultasi dengan ahli bedah
sangat dianjurkan.
Penanganannya :
1. Ileus obstruktif : segera tindakan operatif
2. Ileus paralitis : terapi konserfatif dengan pemberian cairan dan elektrolit yang
cukup. Pasang pipa hidung lambung dan pipa rectum. Diberikan pula obat-obat
dekompresi untuk perut yang gembung.