Anda di halaman 1dari 59

Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja

Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam kegiatan sehari-hari manusia pasti membutuhkan energi. Energi


tersebut bisa didapat dari asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Selain makanan dan minuman, manusia juga memerlukan oksigen. Karena
pada saat beraktivitas inilah manusia juga mengkonsumsi oksigen. Oksigen
tentunya didapat manusia dengan cara bernafas. Hal ini akan berkaitan erat
dengan ilmu ergonomi. Seperti yang telah diketahui bahwa ilmu ergonomi
adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan pekerjaannya.
Salah satu bahasan dalam ilmu ergonomi adalah pengukuran kinerja fisiologi
atau fisiologi kerja. Menurut Tayyaridan Smith (1997) fisiologi kerja sebagai
ilmu yang mempelajari tentang fungsi-fungsi organ tubuh manusia yang
dipengaruhi oleh adanya ketegangan pada otot selama aktivitas kerja. Selain
itu Tayyaridan Smith juga mengatakan bahwa seorang ahli fisiologi
merupakan seseorang yang dapat membuat individu dapat menyelesaikan
pekerjaan mereka tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan, sehingga saat
selesai bekerja mereka tidak hanya dapat pulih dari kelelahan akibat kerja
agar di hari berikutnya mereka dapat bekerja, tetapi mereka juga dapat
menikmati waktu luang dari pekerjaan mereka. Secara garis besar terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi hasil kerja manusia, dan dapat dibagi
menjadi dua kelompok yaitu factor individu dan factor situational. Sementara
itu secara garis besar kerja manusia bersifat 2 jenis yaitu mental dan fisik,
dimana masing-masing mempunyai pengaruh yang berbeda-beda. Pemisahan
kedua hal tersebut tidak dapat dilakukan secara sempurna, karena terdapat
hubungan yang erat antar satu dengan lainnya.
Dalam bekerja, seseorang pasti memiliki beban kerja yang akan
menimbulkan efek-efek seperti stress dan kelelahan. Dengan menggunakan
metode fisiologi ini, dapat diketahui konsumsi energi dan oksigen yang
dibutuhkan untuk setiap pekerjaan. Oleh karena itu akan dilakukan

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 1
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

pengukuran konsumsi oksigen dan energi secara tidak langsung pada


pekerjaan statis, yaitu berlari dengan menggunakan running belt/ treadmill.
Permasalahan yang muncul pada praktikum modul ini adalah untuk
mengetahui kinerja fisiologi dari operator yang sedang berlari di running belt/
treadmill. Operator disini bertindak sebagai OP (orang percobaan).

Dalam praktikum ini dilakukan pengamatan pengukuran dan


pengambilan data. Pada praktikum ini ada dua orang OP yaitu pria dan wanita
yang akan berlari di atas running belt/ treadmill. Praktikum ini dilakukan oleh
dua orang berjenis kelamin berbeda karena jenis kelamin dapat
mempengaruhi tingkat kelelahan seseorang dalam melakukan aktivitas.
Pengambilan data yang pertama adalah mencatat suhu tubuh dan denyut nadi
OP sebelum melakukan praktikum. Setelah pencatatan suhu tubuh (T0) dan
denyut jantung (D0) awal, OP akan berlari di atas treadmill dengan
menggunakan pulse meter pada jari telunjuk(pada wanita) atau dada(pada
pria). Operator berlari di atas treadmill dengan variasi kecepatan yang
berbeda-beda yaitu 2 km/jam, 4 km/jam dan 6 km/jam dengan masing-masing
waktu pada setiap kecepatan adalah 2 menit, 4 menit dan 6 menit. Pada saat
OP berlari, pengamat mencatat kecepatan denyut jantung OP setiap 30 detik
(Dn, dimana n = 30 detik ke 1, 2, 3 dst) pada setiap kecepatan 2 km/jam, 4
km/jam dan 6 km/jam. Setelah aktivitas berakhir diukur kembali suhu tubuh
(T1) dan denyut jantung setiap 30 detik sampai Dn D0. Setelah Dn D0
berarti OP sudah recovery. Lalu ulangi lagi percobaan ini sesuai data menit
dan kecepatan yang telah ditentukan.

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Permasalahan yang muncul dari latar belakang dapat dirumuskan pada


perumusan masalah. Perumusan masalah pada modul Pengukuran Kinerja
Fisiologi ini adalah bagaimana cara mengukur konsumsi energi dan oksigen.
Bagaimana perubahan temperatur yang terjadi saat melakukan aktivitas.
Bagaimana perbandingan antara waktu recovery teoritis dan waktu recovery
percobaan. Bagaimana cara memahami bahwa perbedaan beban kerja/ cara

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 2
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

kerja dapat berpengaruh terhadap aspek fisiologi manusia. Terakhir adalah


berapa kecepatan rata-rata denyut jantung dari orang yang berlari di atas
treadmill.

1.3 TUJUAN PRAKTIKUM

Terdapatbeberapatujuan yang ingindicapaidalampraktikumini,antara lain


adalah:
1. Memahami perbedaan beban kerja/ cara kerja dapat berpengaruh
terhadap aspek fisiologis manusia.
2. Mampu melakukan pengukuran kerja dengan menggunakan metode
fisiologi.
3. Mampu menghitung besarnya energy expenditure pada suatu pekerjaan
tertentu berdasarkan intensitas Heart Rate.
4. Mampu menghitung lama waktu istirahat total (total rest time)
5. Mampu menentukan besar beban kerja untuk pekerjaan tertentu
berdasarkan kriteria fisiologi.
6. Merancang sistem kerja dengan memanfaatkan hasil pengukuran kerja
dengan metode fisiologi.

1.4 MANFAAT PRAKTIKUM


Manfaat yang diperolehdarihasilpraktikumfisiologisadalah,
dapatmengetahuibeberapafaktor yang mempengaruhihasilkerjamanusia,

1.5 BATASAN dan ASUMSI

1.5.1 BATASAN
Pengukuranaktivitaskerjadenganmenggunakan Running
Belt/Treadmill.
Operator terdiriberjumlah 2 orang, laki-lakidanperempuan.
Melakukanaktivitaspengukuranfisiologisberdasarkan literature
yang ada.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 3
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

1.5.2 ASUMSI
Melakukanpraktikummenggunakanalat yang kondisinyamasihbaik.
Pengambilan data harussesuaidenganlembarpengamatan yang telah
disediakan, danmemenuhisyarat-isyarat yang telahditentukan.
Operator dalamkeadaansehatdanmampumelakukanpraktikum.
Mahasiswa dapat memahami tujuan dari praktikum ini.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 4
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

2 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KERJA FISIK DAN KERJA MENTAL

2.1.1 KERJA FISIK

Kerja fisik atau physical work adalah kerja yang memerlukan


energi fisik otot manusia sebagai sumber tenaga atau power. Kerja fisik
sering disebut sebagai Manual Operation di mana performansi kerja
sepenuhnya akan tergantung pada manusia, baik yang berfungsi sebagai
sumber tenaga (power) ataupun pengendali kerja (control). Dalam hal
kerja fisik ini, konsumsi energi (energy consumption) merupakan faktor
utama dan tolak ukur sebagai penentu berat atau ringannya kerja fisik
tersebut. Kerja fisik akan mengakibatkan beberapa perubahan fungsi
pada alat-alat tubuh, oleh karena itu beban kerja fisik dapat diukur
melalui perubahan fungsi pada alat-alat tubuh melalui:
1. Konsumsi oksigen
2. Denyut jantung
3. Peredaran udara dalam paru-paru
4. Temperatur tubuh
5. Konsentrasi asam laktat dalam darah
6. Komposisi kimia dalam darah dan air seni
7. Tingkat penguapan
8. Dan factor lainnya
Kecepatan denyut jantung memiliki hubungan yang sangat erat
dengan aktivitas tubuh. Kerja fisik dibedakan menjadi dua macam,
yaitu.
1. Kerja Statis
a. tidak menghasilkan gerak
b. kontraksi otot bersifat isometric ( tegang otot bertambah
sementara tegangan otot tetap)

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 5
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

c. kelelahan lebih cepat terjadi

2. Kerja Dinamis
a. Menghasilkan gerak
b. Kontraksi otot bersifat isotonos (panjang otot berubah
sementara tegangan otot tetap)
c. Kontraksi otot bersifat ritmis (kontraksi dan relaksasi secara
bergantian)
d. Kelelahan relative lebih lama terjadi.

2.1.2 KERJA MENTAL

Kerja mental merupakan kerja yang melibatkan proses berpikir


dari otak kita. Pekerjaan ini mengakibatkan kelelahan mental bila
intensitas kerja ini relative tinggi. Beban kerja mental merupakan
perbedaan antara tuntutan kerja mental dengan kemampuan mental
yang dimiliki oleh pekerja yang bersangkutan. Beban kerja yang timbul
dari aktivitas mental di lingkungan kerja antara lain disebabkan oleh
hal-hal sebagai berikut:
a. Keharusan untuk tetap dalam kondisi kewaspadaan tinggi dalam
waktu lama
b. Kebutuhan untuk mengambil keputusan yang melibatkan tanggung
jawab besar
c. Menurunnya konsentrasi akibat aktivitas yang monoton
d. Kurangnya kontak dengan orang lain, terutama untuk tempat kerja
yang terisolasi dengan orang lain

Beban kerja mental dapat diukur dengan pendekatan fisiologis,


karena terkuantifikasi dengan kriteria objektif, oleh karena itu disebut
metode objektif. Kelelahan mental pada seorang pekerja terjadi akibat
adanya reaksi fungsional dari tubuh dan pusat kesadaran. Pendekatan
yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut.

a. Pengukuran variabilitas denyut jantung

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 6
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

b. Pengukuran selang waktu kedipan mata (eye blink rate)


c. Flicker test
d. Pengukuran kadar asam saliva

Hasil kerja manusia dipengaruhi oleh berbagai factor, antara lain.

a. Faktor-faktor dari individu, meliputi sikap, fisik, motivasi, jenis


kelamin, pendidikan, keterampilan,pengalaman dan sebagainya.
b. Faktor-faktor situasional, meliputi lingkungan fisik, mesin,
peralatan, metode kerja dan sebagainya.

Kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh


pekerjaan terhadap manusia dalam suatu system kerja, adalah sebagai
berikut:

a) Kriteria Faal
Meliputi kecepatan denyut jantung, konsumsi oksigen, tekanan
darah, tingkat penguapan, temperature tubuh, komposisi kimia
dalam air seni, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengetahui
perubahan fungsi alat-alat tubuh selama bekerja.
b) Kriteria Kejiwaan
Meliputi kejenuhan atau kejemuan, emosi, motivasi, sikap, dan
lain-lain. Tujuannya adalah mengetahui perubahan kejiwaan yang
timbul selama bekerja.
c) Kriteria Hasil Kerja
Meliputi pengukuran hasil kerja yang diperoleh dari pekerja selama
bekerja. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi
kerja dengan melalui hasil kerja yang diperoleh dari pekerja.

2.2 PENGUKURAN KONSUMSI ENERGI


Konsumsi energy pada waktu kerja biasanya ditentukan dengan cara
tidak langsung, yaitu dengan pengukuran tekanan darah, aliran darah,
komposisi kimia dalam darah, temperature tubuh, tingkat penguapan dan

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 7
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

jumlah udara yang dikeluarkan oleh paru-paru. Hubungan antara energy


expenditure dengan kecepatan heart rate (denyut jantung), persamaan sebagai
berikut :

Y = 1,80411 0,0229038X + 4,71733.10 4 X 2

Dimana:
Y:Energi (kilokalori per menit)
X: Rata-rata kecepatan denyut jantung (denyut per menit)

Konsumsi energy untuk kegiatan kerja tertentu bisa dituliskan dalam bentuk.
Matematis sebagai berikut :

KE = Et Ei

Dimana :
KE: Konsumsi energy untuk suatu kegiatan kerja tertentu (kilokalori/menit)
Et: Pengeluaran energy pada saat waktu kerja tertentu (kilokalori/menit)
Ei: Pengeluaran energy pada saat istirahat (kilokalori/menit)

2.3 KONSUMSI ENERGI BERDASARKAN DENYUT JANTUNG


Jika denyut nadi dipantau selama istirahat, kerja dan pemulihan, maka
recovery(waktu pemulihan) untuk beristirahat meningkat sejalan dengan
beban kerja. Dalam keadaan yang ekstrim, pekerja tidak mempunyai waktu
istirahat yang cukup sehingga mengalami kelelahan yang kronis. Murrel
membuat metode untuk menentukan waktu istirahat sebagai kompensasi dari
pekerjaan fisik :

Dimana :

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 8
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

R: Istirahat yang dibutuhkan dalam menit (Recovery)


T: Total waktu kerja dalam menit
K: Konsumsi energi rata-rata untuk bekerja dalam kkal/menit
S: Konstanta ( Pengeluaran energi rata-rata yang direkomendasikan dalam
kkal/menit)

Penentuan nilai S dengan menggunakan rumus interpolasi, yaitu sebagai


berikut:

Dimana:
y = rata-rata denyut jantung bekerja per aktivitas.
x = batas bawah rata-rata denyut jantung bekerja yang sesuai pada table
klasifikasi beban kerja dan reaksi fisiologis.
z = batas atas rata-rata denyut jantung bekerja yang sesuai pada table
klasifikasi beban kerja dan reaksi fisiologis
a = batas bawah energy expenditure kkal/menit sesuai rata-rata denyut
jantung pada table klasifikasi beban kerja dan reaksi fisiologis
b = batas atas energy expenditure kkal/menit sesuai rata-rata denyut jantung
pada table klasifikasi beban kerja dan reaksi fisiologis.

2.4 MENENTUKAN WAKTU STANDART DENGAN METODE FISIOLOGIS

Pengukuran fisiologi dapat dipergunakan untuk membandingkan cost


energy pada suatu pekerjaan yang memenuhi waktu standar, dengan
pekerjaan serupa yang tidak standard, tetapi perbandingan harus dibuat untuk
orang yang sama. Hasilnya mungkin beberapa orang yang memiliki
performansi 150% hingga 160% menggunakan energi expenditure sama
dengan orang yang performansinya hanya 110% sampai 115%. Waktu
standar ditentukan untuk tugas, pekerjaan yang spesifik dan jelas definisinya.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 9
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Dr. Lucien Brouha telah membuat table klasifikasi beban kerja dalam reaksi
fisiologi, untuk menentukan berat ringannya suatu pekerjaan.

2.5 FATIGUE

Fatigue adalah kelelahan yang terjadi pada syaraf dan otot-otot manusia
sehingga tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Makin berat beban yang
dikerjakan dan semakin tidak teraturnya pergerakan, maka timbulnya fatigue
akan semakin cepat. Jika seseorang bekerja pada tingkat energy diatas 5,2
kcal per menit, maka pada saat itu timbul rasa lelah (Grandjean, 1986).
Barnes (1980) menggolongkan kelelahan kedalam 3 golongan
tergantung dari mana hal ini dilihat yaitu:
1) Merasa lelah
2) Kelelahan karena perubahan fisiologi dalam tubuh
3) Menurunkan kemampuan kerja.
Kelelahan dipandang dari sudut industri adalah pengaruh dari kerja
pada pikiran dan tubuh manusia yang cenderung untuk mengurangi kecepatan
kerja mereka atau menurunkan kualitas produksi, atau kedua-duanya dari
performansi optimum seorang operator. Cakupan dari kelelahan, yaitu:

1. Penurunan dalam performansi kerja


Pengurangan dalam kecepatan dan kualitas output yang terjadi bila
melewati suatu periodde tertentu, disebut industry fatique.
2. Pengurangan dalam kapasitas kerja
Perusakan otot atau ketidakseimbangan susunan syaraf untuk
memberikan stimulus, disebut psikologis fatique.
3. Laporan-laporan subyektif dari pekerja
Berhubungan dengan perasaan gelisah dan bosan, disebut fungsional
fatique.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi fatique adalah sebagai


berikut:

1. Penentuan dan lamanya waktu kerja


2. Penentuan dan lamanya waktu istirahat

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 10
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

3. Sikap mental pekerja


4. Besar beban kerja
5. Kemonotonan pekerjaan dalam lingkungan kerja yang tetap
6. Kondisi tubuh operator pada waktu melaksanakan pekerjaan
7. Lingkungan fisik kerja
8. Kecepatan kerja
9. Jenis dan kebiasaan olahraga
10. Jenis kelamin
11. Usia
12. Sikap kerja

Fatique dapat diukur dengan :

1. Mengukur kecepatan denyut jantung dan pernapasan


2. Mengukur tekanan darah, peredaran udara dalam paru-paru, jumlah
oksigen yang dipakai, jumlah CO2 yang dihasilkan, temperature badan,
komposisi kimia dalam urin dan darah.
3. Menggunakan alat uji kelelahan Riken Fatique

Kelelahan otot adalah kelelahan yang terjadi karena kerja otot dengan
adanya aktivitas kontraksi dan relaksasi. Tipe aktivitas otot oleh Ryan dan
Work Effort adalah.

1. Pengeluaran sejumlah energi secara cepat


2. Pekerjaan yang dilakukan secara terus-menerus
3. Pekerjaan setempat atau lokal yang terus-menerus berulang dengan
pengeluaran energi setempat yang besar
4. Sikap yang dibatasi (kerja statis)

Kelelahan secara umum juga sering dirasakan pada setiap aktivitas yang
dilakukan. Kelelahan umun ditandai dengan berbagai kondisi antara lain.

1. Kelelahan visual (indera penglihatan) disebabkan oleh illuminasi,


luminasi, seringnya akomodasi mata
2. Kelelahan seluruh tubuh
3. Kelelahan mental

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 11
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

4. Kelelahan urat syaraf


5. Stress (pikiran tegang)
6. Rasa malas bekerja

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 12
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

3 BAB III
METODOLOGI

3.1 PERALATAN PRAKTIKUM


Dalam praktikum pengukuran kerja fisiologis alat-alat dan bahan yang
digunakan adalah:

Running Belt
Pulse Meter
Stopwatch
Thermometer tubuh
Fingertips Oxymeter
LembarPengamatan

3.2 FLOWCHART DAN PENJELASAN PRAKTIKUM

mulai

Mempelajari
literatur

Tes pemahaman
materi

Pengambilan data

Mengisi kelembar
pengamatan

Mengolah data

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 13
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Menghitung waktu

Membuat grafik

Analisa hasil

Kesimpulan dan
saran

selesai

3.2.1 PENJELASAN FLOWCHART

Metode pengambilan data Running Belt dilakukan oleh satu orang


operator dimana operator melakukan aktivitas berjalan di atas Running
Belt tersebut. Langkah awal yaitu data diambil ketika operator berjalan
dengan kecepatan 2 km/jam dengan waktu 2 menit, 4 menit dan 6
menit. Kemudian dilanjutkan berjalan dengan kecepatan 4 km/jam
dengan waktu 2 menit, 4 menit dan 6 menit dan yang terakhir dengan
kecepatan 6 km/jam dengan waktu 2 menit, 4 menit dan 6 menit.
Sebelum melakukan pengambilan data dimulai, praktikan harus
memilih seorang operator untuk melakukan kegiatan praktikum untuk
modul fisiologi ini. Setelah operator dipilih maka sebelum operator
tersebut melakukan percobaan dihitung terlebih dahulu suhu tubuhnya
(Dn). Suhu tubuh diukur untuk menentukan keadaan operator sebelum
melakukan percobaan. Pengukuran suhu tubuh sangat penting, karena

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 14
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

suhu tubuh ini menentukan tingkat kenaikan suhu tubuh yang dialami
oleh operator setelah menjalankan percobaan.
Pengambilan data berupa denyut jantung awal (D0)dan temperatur
tubuh awal (T0). Nilai D0 adalah nilai yang menentukan kecepatan
denyut jantung awal seorang operator. Nilai D0 juga sebagai nilai
perbandingan setelah operator melakukan recovery , maka nilai
recovery seorang operator harus dibawah nilai D0 nya. Kemudian
operator melakukan kegiatan berjalan diatas Running Belt dengan
melakukan perhitungan denyut jantung setiap 30 detik kegiatan kerja
dan setiap 30 detik kegiatan recovery (Dn). Nilai recovery (Dn) adalah
kecepatan denyut jantung seorang operator pada saat istirahat. Pada saat
30 detik terakhir kegiatan kerja dihitung temperatur tubuh akhir (T1).
Kegiatan pengukuran tersebut dilakukan terus dengan cara yang sama
setiap perubahan waktu dan kecepatan.

3.2.2 PENJELASAN PRAKTIKUM


Langkah pertama yang dilakukan sebelum melakukan percobaan
adalah menyiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam pengambilan
data seperti running belt, thermometer, stopwatch, pulsemeter, dan
lembar data pengamatan beserta alat tulis untuk mencatat hasil
pengamatan. Kemudian memilih operator yang akan melakukan
pekerjaan berjalan di atas running belt. Selanjutnya mengukur denyut
jantung awal dan suhu tubuh awal. Bila operator dalam keadaan normal
dilanjutkan dengan melakukan aktivitas yaitu berjalan di atas running
belt dengan kecepatan 2 km/jam, 4 km/jam, dan 6 km/jam dengan
waktu 2 menit, 4 menit, dan 6 menit, namun bila operator dalam kondisi
tidak normal, maka kembali lagi untuk memilih operator operator.
Pada saat melakukan aktivitas, operator diukur denyut jantungnya
setiap 30 detik. Setelah operator melakukan aktivitas sesuai dengan
kecepatan dan waktu yang telah ditentukan, operator melakukan
istirahat. Langkah selanjutnya adalah mengukur denyut jantung istirahat
(recovery). Pengukuran dilakukan setiap 30 detik sampai nilai denyut

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 15
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

jantung istirahat lebih kecil dari denyut jantung awal. Langkah terakhir
adalah pengolahan data dengan rumus-rumus yang telah ditentukan
yaitu rumus menghitung waktu recovery secara teoritis dan percobaan,
konsumsi oksigen berdasarkan teori yang digunakan.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 16
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

4 BAB IV
PENGOLAHAN DATA

4.1 PENGUMPULAN DATA


Data Pengamatan Pengukuran kerja fisiologis
Nama Operator / Jenis Kelamin : Hanisa Setyautama / Perempuan

Tinggi / Berat Badan / Usia : 151 cm / 38 kg / 18 tahun

Kecepatan 2 Km/Jam
Dn Selama
Waktu T0 D0 T1 Dn Setelah Aktivitas
Aktivitas
D1 = 134 D1 = 130
D2 = 135 D2 = 123
2 Menit 36,9 123 36,8
D3 = 133
D4 = 138
D1 = 122 D1 = 126
D2 = 120 D2 = 119
D3 = 117
D4 = 121
4 Menit 36,9 123 37,2
D5 = 123
D6 = 123
D7 = 120
D8 = 125
D1 = 127 D1 = 130
D2 = 120 D2 = 125
D3 = 121
D4 = 123
D5 = 117
D6 = 125
6 Menit 36,9 123 37,2
D7 = 122
D8 = 120
D9 = 124
D10 = 125
D11 = 123
D12 = 129

Kecepatan 4 Km/Jam
Dn Selama
Waktu T0 D0 T1 Dn Setelah Aktivitas
Aktivitas
D1 = 133 D1 = 128
2 Menit 36,9 123 36,6
D2 = 130 D2 = 119

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 17
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

D3 = 128
D4 = 129
D1 = 125 D1 = 131
D2 = 121 D2 = 127
D3 = 124 D3 = 129
D4 = 126 D4 = 123
4 Menit 36,9 123 37,1
D5 = 129
D6 = 133
D7 = 134
D8 = 131
D1 = 123 D1 = 137
D2 = 127 D2 = 117
D3 = 128
D4 = 125
D5 = 130
D6 = 131
6 Menit 36,9 123 36,8
D7 = 134
D8 = 132
D9 = 135
D10 = 135
D11 = 134
D12 = 133

Kecepatan 6 Km/Jam
Dn Selama
Waktu T0 D0 T1 Dn Setelah Aktivitas
Aktivitas
D1 = 128 D1 = 140
D2 = 132 D2 = 130
2 Menit 36,9 123 36,6
D3 = 132 D3 = 128
D4 = 132 D4 = 123
D1 = 133 D1 = 154
D2 = 137 D2 = 137
D3 = 138 D3 = 132
D4 = 142 D4 = 130
4 Menit 36,9 123 37,2
D5 = 150 D5 = 130
D6 = 155 D6 = 124
D7 = 154 D7 = 122
D8 = 154
D1 =137 D1 = 150
D2 = 139 D2 = 137
D3 = 143 D3 = 136
6 Menit 36,9 123 D4 = 143 36,8 D4 = 136
D5 = 143 D5 = 134
D6 = 146 D6 = 127
D7 = 151 D7 = 123

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 18
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

D8 = 152
D9 = 154
D10 = 152
D11 = 152
D12 = 151

Kecepatan 8 Km/Jam
Dn Selama
Waktu T0 D0 T1 Dn Setelah Aktivitas
Aktivitas
D1 = 138 D1 = 155 D5 = 136 D9 = 128
D2 = 153 D2 = 145 D6 = 131 D10 = 125
2 Menit 36,9 123 36,6
D3 = 157 D3 = 140 D7 = 131 D11 = 123
D4 = 157 D4 = 137 D8 = 128
D1 = 132 D1 = 154 D9 = 130
D2 = 140 D2 = 148 D10 = 125
D3 = 147 D3 = 145 D11 = 130
D4 = 163 D4 = 138 D12 = 123
4 Menit 36,9 123 36,6
D5 = 163 D5 = 134
D6 = 165 D6 = 127
D7 = 166 D7 = 128
D8 = 165 D8 = 129
D1 = 131 D1 = 164 D13 = 123
D2 = 131 D2 = 160
D3 = 136 D3 = 146
D4 = 154 D4 = 145
D5 = 154 D5 = 141
D6 = 166 D6 = 130
6 Menit 36,9 123 36,9
D7 = 169 D7 = 133
D8 = 168 D8 = 126
D9 = 168 D9 = 124
D10 = 160 D10 = 131
D11 = 160 D11 = 128
D12 = 147 D12 = 131

Nama Operator / Jenis Kelamin : Restu Nur Ramadhan / Laki-laki

Tinggi / Berat Badan / Usia : 172 cm / 57,5 kg / 19 tahun

Kecepatan 2 Km/Jam
Dn Selama
Waktu T0 D0 T1 Dn Setelah Aktivitas
Aktivitas
D1 = 102 D1 = 74
2 Menit 36,2 80 D2 = 82 36,5
D3 = 89

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 19
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

D4 = 84
D1 = 90 D1 = 79
D2 = 88
D3 = 88
D4 = 98
4 Menit 36,2 80 36,3
D5 = 92
D6 = 91
D7 = 87
D8 = 86
D1 =82 D1 = 73
D2 = 81
D3 = 89
D4 = 85
D5 = 94
D6 = 83
6 Menit 36,2 80 35,8
D7 = 89
D8 = 87
D9 = 86
D10 = 88
D11 = 84
D12 = 90

Kecepatan 4 Km/Jam
Dn Selama
Waktu T0 D0 T1 Dn Setelah Aktivitas
Aktivitas
D1 = 93 D1 = 77
D2 = 94
2 Menit 36,2 80 36,3
D3 = 96
D4 = 91
D1 = 98 D1 = 71
D2 = 98
D3 = 98
D4 = 94
4 Menit 36,2 80 36
D5 = 92
D6 = 97
D7 = 94
D8 = 94
D1 =102 D1 = 86
D2 = 109 D2 = 69
D3 = 94
D4 = 107
6 Menit 36,2 80 35,6
D5 = 93
D6 = 100
D7 = 93
D8 = 96

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 20
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

D9 = 90
D10 = 93
D11 = 101
D12 = 103

Kecepatan 6 Km/Jam
Dn Selama
Waktu T0 D0 T1 Dn Setelah Aktivitas
Aktivitas
D1 = 116 D1 = 84
D2 = 107 D2 = 70
2 Menit 36,2 80 36,1
D3 = 111
D4 = 116
D1 = 112 D1 = 80
D2 = 114
D3 = 106
D4 = 115
4 Menit 36,2 80 35,2
D5 = 113
D6 = 111
D7 = 109
D8 = 116
D1 =113 D1 = 84
D2 = 116 D2 = 86
D3 = 108 D3 = 71
D4 = 113
D5 = 115
D6 = 116
6 Menit 36,2 80 34,9
D7 = 129
D8 = 120
D9 = 131
D10 = 132
D11 = 129
D12 = 130

Kecepatan 8 Km/Jam
Dn Selama
Waktu T0 D0 T1 Dn Setelah Aktivitas
Aktivitas
D1 = 115 D1 = 102
D2 = 139 D2 = 84
2 Menit 36,2 80 36,3
D3 = 127 D3 = 74
D4 = 146
D1 = 118 D1 = 109
D2 = 132 D2 = 96
4 Menit 36,2 80 36,3
D3 = 136 D3 = 84
D4 = 141 D4 = 80

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 21
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

D5 = 148
D6 = 138
D7 = 151
D8 = 173
D1 =132 D1 = 125 D13 = 90
D2 = 139 D2 = 106 D14 = 94
D3 = 145 D3 = 104 D15 = 90
D4 = 148 D4 = 105 D16 = 86
D5 = 148 D5 = 107 D17 = 89
D6 = 160 D6 = 104 D18 = 91
6 Menit 36,2 80 36,3
D7 = 154 D7 = 96 D19 = 85
D8 = 165 D8 = 99 D20 = 89
D9 = 159 D9 = 100 D21 = 84
D10 = 149 D10 = 97 D22 = 85
D11 = 176 D11 = 94 D23 = 79
D12 = 150 D12 = 85

4.2 PERHITUNGAN SEBELUM AKTIVITAS, ENERGI AKTIFITAS,


RECOVERY DAN KONSUMSI ENERGI

Nama : Hanisa Setyautama


NIM : D1061141025
Tinggi badan : 151 cm
Berat badan : 38 kg
Umur : 18 tahun
Jenis kelamin : Perempuan

Tabel 4.1 Perhitungan energi sebelum aktivitas perempuan

kecepatan 2 km/jam
Waktu rata-rata Perhitungan
2 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal
4 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal
6 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 22
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Kecepatan 4 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal
4 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal
6 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal

kecepatan 6 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal
4 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal
6 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal

kecepatan 8 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 90 dpm Y=1,80411-0,0229038*90+4,71733*10^-4*90^2
= 6,123791157 kkal
4 menit 90 dpm Y=1,80411-0,0229038*90+4,71733*10^-4*90^2
= 6,123791157 kkal
6 menit 90 dpm Y=1,80411-0,0229038*90+4,71733*10^-4*90^2
= 6,123791157 kkal

Tabel 4.2 Perhitungan energi aktivitas perempuan

kecepatan 2 km/jam
waktu rata-rata Perhitungan
2 menit 135 dpm Y=1,80411-0,0229038*135+4,71733*10^-4*135^2
= 7,309430925 kkal
4 menit 122 dpm Y=1,80411-0,0229038*122+4,71733*10^-4*122^2
= 6,031120372 kkal
6 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 7,206418392 kkal

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 23
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

kecepatan 4 km/jam
waktu rata-rata Perhitungan
2 menit 130 dpm Y=1,80411-0,0229038*130+4,71733*10^-4*130^2
= 6,7989037 kkal
4 menit 128 dpm Y=1,80411-0,0229038*128+4,71733*10^-4*128^2
= 6,601297072 kkal
6 menit 131 dpm Y=1,80411-0,0229038*131+4,71733*10^-4*131^2
= 6,899122213 kkal

kecepatan 6 km/jam
waktu rata-rata Perhitungan
2 menit 131 dpm Y=1,80411-0,0229038*131+4,71733*10^-4*131^2
= 6,899122213 kkal
4 menit 146 dpm Y=1,80411-0,0229038*146+4,71733*10^-4*146^2
= 8,515615828 kkal
6 menit 147 dpm Y=1,80411-0,0229038*147+4,71733*10^-4*147^2
= 8,640868194 kkal

kecepatan 8 km/jam
waktu rata-rata Perhitungan
2 menit 152 dpm Y=1,80411-0,0229038*152+4,71733*10^-4*152^2
= 9.221651632 kkal
4 menit 156 dpm Y=1,80411-0,0229038*156+4,71733*10^-4*156^2
= 9,696609888 kkal
6 menit 154 dpm Y=1,80411-0,0229038*154+4,71733*10^-4*154^2
= 9.46455628 kkal

Tabel 4.3 Recovery perempuan

kecepatan 2 km/jam
waktu rata-rata Perhitungan
2 menit 127 dpm Y=1,80411-0,0229038*127+4,71733*10^-4*127^2
= 6,503908957 kkal
4 menit 123 dpm Y=1,80411-0,0229038*123+4,71733*10^-4*123^2
= 6,123791157 kkal
6 menit 128 dpm Y=1,80411-0,0229038*128+4,71733*10^-4*128^2
= 6,601297072 kkal

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 24
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

kecepatan 4 km/jam
waktu rata-rata Perhitungan
2 menit 124 dpm Y=1,80411-0,0229038*124+4,71733*10^-4*124^2
= 6,217405408 kkal
4 menit 126 dpm Y=1,80411-0,0229038*126+4,71733*10^-4*126^2
= 6,407464308 kkal
6 menit 127 dpm Y=1,80411-0,0229038*127+4,71733*10^-4*127^2
= 6.503908957 kkal

kecepatan 6 km/jam
waktu rata-rata Perhitungan
2 menit 131 dpm Y=1,80411-0,0229038*131+4,71733*10^-4*131^2
= 6,899122213 kkal
4 menit 133 dpm Y=1,80411-0,0229038*133+4,71733*10^-4*133^2
= 7,102389637 kkal
6 menit 135 dpm Y=1,80411-0,0229038*135+4,71733*10^-4*135^2
=7,309430925 kkal

kecepatan 8 km/jam
waktu rata-rata Perhitungan
2 menit 135 dpm Y=1,80411-0,0229038*135+4,71733*10^-4*135^2
=7,309430925 kkal
4 menit 135 dpm Y=1,80411-0,0229038*135+4,71733*10^-4*135^2
= 7,309430925 kkal
6 menit 135 dpm Y=1,80411-0,0229038*135+4,71733*10^-4*135^2
=7,309430925 kkal

Tabel 4.4 Konsumsi energi

Kecepatan 2 km/jam
Energi
Waktu Energi Sebelum Aktivitas Konsumsi Energi
Aktivitas
2 menit 7 6 1
4 menit 6 6 -0.092670785
6 menit 7 6 1.082627235

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 25
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Kecepatan 4 km/jam
Energi Energi Sebelum
Waktu Konsumsi Energi
Aktivitas Aktivitas
2 menit 7 6 0.675112543
4 menit 7 6 0.477505915
6 menit 7 6 0.775331056

Kecepatan 6 km/jam
Energi Energi Sebelum
Waktu Konsumsi Energi
Aktivitas Aktivitas
2 menit 7 6 0.775331056
4 menit 9 6 2.391824671
6 menit 9 6 2.517077037

Kecepatan 8 km/jam
Energi
Waktu Energi Aktivitas Sebelum Konsumsi Energi
Aktivitas
2 menit 9.221651632 6 3.097860475
4 menit 10 6 3.572818731
6 menit 9.46455628 6 3.340765123

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 26
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Nama : Restu Nur Ramadhan

NIM : D1061141014

Tinggi badan : 172 cm

Berat badan : 57,5 kg

Jenis kelamin : Laki-laki

Tabel 4.5 Perhitungan energi sebelum aktivitas laki-laki

Kecepatan 2 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal
4 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal
6 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal

Kecepatan 4 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal
4 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal
6 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal

Kecepatan 6 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal
4 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal
6 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 27
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Kecepatan 8 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal
4 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal
6 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal

Tabel 4.6 Perhitungan energi aktivitas laki-laki

Kecepatan 2 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 90 Y=1,80411-0,0229038*90+4,71733*10^-4*90^2
= 3,5638053 kkal
4 menit 90 Y=1,80411-0,0229038*90+4,71733*10^-4*90^2
= 3,5638053 kkal
6 menit 87 Y=1,80411-0,0229038*87+4,71733*10^-4*87^2
= 3,382026477 kkal

Kecepatan 4 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 94 Y=1,80411-0,0229038*94+4,71733*10^-4*94^2
= 3,819385588 kkal
4 menit 96 Y=1,80411-0,0229038*96+4,71733*10^-4*96^2
= 3,952836528 kkal
6 menit 99 Y=1,80411-0,0229038*99+4,71733*10^-4*99^2
= 4,160088933 kkal

Kecepatan 6 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 113 Y=1,80411-0,0229038*113+4,71733*10^-4*113^2
= 4,781463277 kkal
4 menit 112 Y=1,80411-0,0229038*112+4,71733*10^-4*112^2
= 5,156303152 kkal
6 menit 121 Y=1,80411-0,0229038*121+4,71733*10^-4*121^2
= 5,939393053 kkal

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 28
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Kecepatan 8 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 132 Y=1,80411-0,0229038*132+4,71733*10^-4*132^2
= 7,000284192 kkal
4 menit 143 Y=1,80411-0,0229038*143+4,71733*10^-4*143^2
= 8,175334717 kkal
6 menit 153 Y=1,80411-0,0229038*153+4,71733*10^-4*153^2
= 9,342626397 kkal

Table 4.7 Recovery laki-laki

Kecepatan 2 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 74 Y=1,80411-0,0229038*74+4,71733*10^-4*74^2
= 2,692438708 kkal
4 menit 79 Y=1,80411-0,0229038*79+4,71733*10^-4*79^2
= 2,938795453 kkal
6 menit 73 Y=1,80411-0,0229038*73+4,71733*10^-4*73^2
= 2,645997757 kkal

Kecepatan 4 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 77 Y=1,80411-0,0229038*77+4,71733*10^-4*77^2
= 2,837422357 kkal
4 menit 71 Y=1,80411-0,0229038*71+4,71733*10^-4*71^2
= 2,555946253 kkal
6 menit 78 Y=1,80411-0,0229038*78+4,71733*10^-4*78^2
= 2,887637172 kkal

Kecepatan 6 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 77 Y=1,80411-0,0229038*77+4,71733*10^-4*77^2
= 2,837422357 kkal
4 menit 80 Y=1,80411-0,0229038*80+4,71733*10^-4*80^2
= 2,9908972 kkal
6 menit 81 Y=1,80411-0,0229038*81+4,71733*10^-4*81^2
= 3,043942413 kkal

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 29
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Kecepatan 8 km/jam
Waktu Rata-rata Perhitungan
2 menit 87 Y=1,80411-0,0229038*87+4,71733*10^-4*87^2
= 3,382026477 kkal
4 menit 93 Y=1,80411-0,0229038*93+4,71733*10^-4*93^2
= 3,754075317 kkal
6 menit 95 Y=1,80411-0,0229038*95+4,71733*10^-4*95^2
= 3,885639325 kkal

Tabel 4.8 Konsumsi energy laki-laki

Kecepatan 2 km/jam
Waktu Energi Aktivitas Energi Sebelum Aktivitas Konsumsi Energi
2
4 2.9908972 0.5729081
menit
4
4 2.9908972 0.5729081
menit
6
3 2.9908972 0.391129277
menit

Kecepatan 4 km/jam
Waktu Energi Aktivitas Energi Sebelum Aktivitas Konsumsi Energi
2
4 2.9908972 0.828488388
menit
4
4 2.9908972 0.961939328
menit
6
4 2.9908972 1.169191733
menit

Kecepatan 6 km/jam
Waktu Energi Aktivitas Energi Sebelum Aktivitas Konsumsi Energi
2
5 2.9908972 1.790566077
menit
4
5 2.9908972 2.165405952
menit
6
6 2.9908972 2.948495853
menit

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 30
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Kecepatan 8 km/jam
Waktu Energi Aktivitas Energi Sebelum Aktivitas Konsumsi Energi
2
7 2.9908972 4.009386992
menit
4
8 2.9908972 5.184437517
menit
6
9 2.9908972 6.351729197
menit

4.3 REKAPITULASI PERHITUNGAN ENERGY SEBELUM AKTIVITAS,


ENERGI AKTIVITAS, RECOVERY DAN KONSUMSI ENERGY

Nama : Hanisa Setyautama


NIM : D1061141025
Tinggi badan : 151 cm
Berat badan : 38 kg
Umur : 18 tahun
Jenis kelamin : Perempuan

Tabel 4.9 Rekapitulasi perhitungan energy sebelum aktivitas perempuan

Jumlah Energi yang Dikeluarkan


Kecepatan
Waktu
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
2 menit 6.12 6.12 6.12 6.12
4 menit 6.12 6.12 6.12 6.12
6 menit 6.12 6.12 6.12 6.12

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 31
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.1 Rekapitulasi perhitungan energy sebelum aktivitas perempuan

Energi Sebelum Aktivitas Hanisa


7
6
5
Energi

4
3 2 menit
2
4 menit
1
0 6 menit
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
kecepatan

Tabel 4.10 Rekapitulasi perhitungan energy aktivitas perempuan

Jumlah Energi yang Dikeluarkan


Kecepatan
waktu
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
2 menit 7.3 6.79 6.89 9.22
4 menit 6.03 6.6 8.51 9.69
6 menit 7.2 6.89 8.64 9.46

Grafik 4.2 Rekapitulasi perhitungan energy aktivitas perempuan

Energi Aktivitas Hanisa


12
10
8
Energi

6 2 menit
4 4 menit
2 6 menit
0
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
kecepatan

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 32
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Tabel 4.11 Rekapitulasi perhitungan recovery perempuan

Jumlah Energi yang Dikeluarkan


Kecepatan
waktu
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
2 menit 6.5 6.21 6.89 7.3
4 menit 6.12 6.4 7.1 7.3
6 menit 6.6 6.5 7.3 7.3

Grafik 4.3 Rekapitulasi perhitungan recovery perempuan

Recovery Hanisa
7.4
7.2
7
6.8
6.6
Energi

6.4 2 menit
6.2 4 menit
6
5.8 6 menit
5.6
5.4
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
kecepatan

Tabel 4.12 Rekapitulasi perhitungan konsumsi energy perempuan

Jumlah Energi yang Dikeluarkan


kecepatan
waktu
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
2 menit 1.185639768 0.675112543 0.775331056 3.097860475
4 menit -0.092670785 0.477505915 2.391824671 3.572818731
6 menit 1.082627235 0.775331056 2.517077037 3.340765123

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 33
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.4 Rekapitulasi perhitungan konsumsi energy perempuan

Konsumsi Energi Hanisa


4
3.5
3
2.5
Axis Title

2 2 menit
1.5 4 menit
1 6 menit
0.5
0
-0.5 2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
kecepatan

Nama : Restu Nur Ramadhan

NIM : D1061141014

Tinggi badan : 172 cm

Berat badan : 57,5 kg

Jenis kelamin : Laki-laki

Tabel 4.13 Rekapitulasi perhitungan energi sebelum aktivitas laki-laki

Jumlah Energi yang Dikeluarkan


kecepatan
waktu
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
2 menit 2.99 2.99 2.99 2.99
4 menit 2.99 2.99 2.99 2.99
6 menit 2.99 2.99 2.99 2.99

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 34
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.5 Rekapitulasi perhitungan energy sebelum aktivitas laki-laki

Energi Sebelum Aktivitas Restu


4
3

Axis Title
2 2 menit
1 4 menit
0 6 menit
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
kecepatan

Tabel 4.14 Rekapitulasi perhitungan energy aktivitas laki-laki

Jumlah Energi yang Dikeluarkan


Kecepatan
waktu
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
2 menit 3,5 3,8 4,78 7,00
4 menit 3,5 3,95 5,15 8,17
6 menit 3,3 4,16 5,93 9,34

Grafik 4.6 Rekapitulasi perhitungan energy aktivitas laki-laki

Energi Aktivitas Restu


10
9
8
7
6
Energi

5 2 menit
4 4 menit
3
6 menit
2
1
0
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
Kecepatan

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 35
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Tabel 4.15 Rekapitulasi perhitungan recovery laki-laki

Jumlah Energi yang Dikeluarkan


Kecepatan
Waktu
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
2 menit 2,6 2,8 2,8 3,3
4 menit 2,9 2,5 2,9 3,7
6 menit 2,6 2,8 3,0 3,8

Grafik 4.7 Rekapitulasi perhitungan recovery laki-laki

Energi Recovery Restu


4
3.5
3
2.5
Energi

2 2 menit
1.5 4 menit
1 6 menit
0.5
0
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
Kecepatan

Tabel 4.16 Rekapitulasi perhitungan konsumsi energy laki-laki

Jumlah Energi yang Dikeluarkan


kecepatan
waktu
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
2 menit 0.5729081 0.828488388 1.790566077 4.009386992
4 menit 0.5729081 0.961939328 2.165405952 5.184437517
6 menit 0.391129277 1.169191733 2.948495853 6.351729197

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 36
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.8 Rekapitulasi perhitungan konsumsi energy laki-laki

Konsumsi Energi Restu


7
6
5
Axis Title

4
2 menit
3
4 menit
2
6 menit
1
0
2 km/jam 4 km/jam 6 km/jam 8 km/jam
kecepatan

4.4 GRAFIK KONSUMSI ENERGI LAKI-LAKI vs PEREMPUAN

Tabel 4.17 Konsumsi energi laki-laki vs perempuan kecepatan 2 km/jam

kecepatan 2 km/jam
waktu Restu Hanisa
2
menit 0.5729081 1.1856398
4 -
menit 0.5729081 0.0926708
6
menit 0.3911293 1.0826272

Grafik 4.9 Konsumsi energy laki-laki vs perempuan kecepatan 2 km/jam

Grafik Konsumsi energi laki-laki vs


perempuan 2 km/jam
1.4
1.2
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
-0.2 2 menit 4 menit 6 menit

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 37
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Tabel 4.18 Konsumsi energy laki-laki vs perempuan kecepatan 4 km/jam

kecepatan 4 km/jam
waktu Restu Hanisa
2
menit 0.8284884 0.6751125
4
menit 0.9619393 0.4775059
6
menit 1.1691917 0.7753311

Grafik 4.10 Konsumsi energy laki-laki vs perempuan kecepatan 4 km/jam

Grafik Konsumsi energi laki-laki vs


perempuan 4 km/jam
1.4
1.2
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
2 menit 4 menit 6 menit

Tabel 4.19 Konsumsi energy laki-laki vs perempuan kecepatan 6 km/jam

kecepatan 6 km/jam
waktu Restu Hanisa
2
menit 1.7905661 0.7753311
4
menit 2.165406 2.3918247
6
menit 2.9484959 2.517077

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 38
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.11 Konsumsi energy laki-laki vs perempuan dengan kecepatan 6


km/jam

Grafik konsumsi energi laki-laki vs


perempuan 6 km/jam
4

0
2 menit 4 menit 6 menit

Tabel 4.20 Konsumsi energy laki-laki vs perempuan dengan kecepatan 8


km/jam

kecepatan 8 km/jam
waktu Restu Hanisa
2
menit 4.009387 3.0978605
4
menit 5.1844375 3.5728187
6
menit 6.3517292 3.3407651

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 39
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.12 Konsumsi energy laki-laki vs perempuan dengan kecepatan 8


km/jam

Grafik konsumsi energi laki-laki vs


perempuan 8 km/jam
7
6
5
4
3
2
1
0
2 menit 4 menit 6 menit

4.5 GRAFIK ENERGY AKTIVITAS DITAMBAH RECOVERY


Grafik energy aktivitas ditambah recorvery ( data laki-laki)
Grafik 4.13 Energi aktivitas ditambah recovery laki-laki, 2 km/jam dalam
waktu 2 menit

Energi Restu
5
4.5
4
3.5
3
2.5
Energi
2
1.5
1
0.5
0
1 2 3 4 5 6

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 40
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.14 Energi aktivitas ditambah recorvery laki-laki, 2 km/jam


dalam waktu 4 menit

Energi Restu
4.5
4
3.5
3
2.5
2 Energi
1.5
1
0.5
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Grafik 4.15 Energi aktivitas ditambah recorvery laki-laki, 2 km/jam dalam


waktu 6 menit

Energi Restu
4.5
4
3.5
3
2.5
2 Energi
1.5
1
0.5
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 41
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.16 Energi aktivitas ditambah recorvery laki-laki, 4 km/jam dalam


waktu 2 menit

Energi Restu
4.5
4
3.5
3
2.5
2 Energi
1.5
1
0.5
0
1 2 3 4 5 6

Grafik 4.17 Energi aktivitas ditambah recorvery laki-laki, 4 km/jam dalam


waktu 4 menit

Energi Restu
4.5
4
3.5
3
2.5
2 Energi
1.5
1
0.5
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 42
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.18 Energi aktivitas ditambah recorvery laki-laki, 4 km/jam dalam


waktu 6 menit

Energi Restu
6

3
Energi
2

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Grafik 4.19 Energi aktivitas ditambah recorvery laki-laki, 6 km/jam dalam


waktu 2 menit

Energi Restu
6

3
Energi
2

0
1 2 3 4 5 6 7

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 43
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.20 Energi aktivitas ditambah recorvery laki-laki, 6 km/jam dalam


waktu 4 menit

Energi Restu
6

3
Energi
2

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Grafik 4.21 Energi aktivitas ditambah recorvery laki-laki, 6 km/jam dalam


waktu 6 menit

Energi Restu
8
7
6
5
4
Energi
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 44
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.22 Energi aktivitas ditambah recovery laki-laki, 8 km/jam dalam


waktu 2 menit

Energi Restu
9
8
7
6
5
4 Energi
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8

Grafik 4.23 Energi aktivitas ditambah recovery laki-laki, 8 km/jam dalam


waktu 4 menit

Energi Restu
14

12

10

6 Energi

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 45
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.24 Energi aktivitas ditambah recovery laki-laki, 8 km/jam dalam


waktu 6 menit

Energi Restu
14

12

10

6 Energi

0
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35

Grafik energy aktivitas ditambah recorvery ( data perempuan)

Grafik 4.25 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 2 km/jam dalam


waktu 2 menit

Energi Hanisa
9
8
7
6
5
4 Energi
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 46
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.26 Energi aktivitas ditambah recorvery perempuan, 2 km/jam


dalam waktu 4 menit

Energi Hanisa
6.6
6.4
6.2
6
5.8
Energi
5.6
5.4
5.2
5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Grafik 4.27 Energi aktivitas ditambah recorvery perempuan, 2 km/jam


dalam waktu 6 menit

Energi Hanisa
8
7
6
5
4
Energi
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 47
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.28 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 4 km/jam dalam


waktu 2 menit

Energi Hanisa
8
7
6
5
4
Energi
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7

Grafik 4.29 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 4 km/jam dalam


waktu 4 menit

Energi Hanisa
8
7
6
5
4
Energi
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 48
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.30 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 4 km/jam dalam


waktu 6 menit

Energi Hanisa
8
7
6
5
4
Energi
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Grafik 4.31 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 6 km/jam dalam


waktu 2 menit

Energi Hanisa
9
8
7
6
5
4 Energi
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 49
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.32 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 6 km/jam dalam


waktu 4 menit

Energi Hanisa
12

10

6
Energi
4

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Grafik 4.33 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 6 km/jam dalam


waktu 6 menit

Energi Hanisa
10
9
8
7
6
5
Energi
4
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 50
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.34 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 8 km/jam dalam


waktu 2 menit

Energi Hanisa
12

10

6
Energi
4

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Grafik 4.35 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 8 km/jam dalam


waktu 4 menit

Energi Hanisa
12

10

6
Energi
4

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 51
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

Grafik 4.36 Energi aktivitas ditambah recovery perempuan, 8 km/jam dalam


waktu 6 menit

Energi Hanisa
12

10

6
Energi

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

4.6 ANALISA DAN INTERPRETASI DATA


Analisa rekapitulasi energi aktivitas, energy recovery dan konsumsi
energi.

4.6.1 ANALISA REKAPITULASI ENERGI AKTIVITAS, ENERGI


RECOVERY DAN KONSUMSI ENERGI LAKI-LAKI
Pada grafik 4.6 rekapitulasi perhitungan energi aktivitas,
mengalami peningkatan pada energi yang dikeluarkan. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin lama waktu bekerja seseorang dan
semakin berat beban kerjanya maka energi yang dikeluarkanpun
semakin besar pula. Seperti pada tabel 4.14 dapat dilihat pula energi
yang dikeluarkan pada kecepatan 2 km/jam, 4 km/jam, 6 km/jam dan 8
km/jam dengan selang waktu 2 menit, 4 menit dan 6 menit memiliki
perbedaan waktu yang tidak terlalu jauh tetapi semakin besar nilainya.
Pada kecepatan 2 km/jam dengan waktu 2 menit, 4 menit dan 6 menit
energy yang dikeluarkan adalah 3,5 kkal, 3,5 kkal dan 3,8 kkal. Pada
kecepatan 4 km/jam mulai mengalami peningkatan energi pada selang

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 52
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

waktu 2 menit, 4 menit dan 6 menit berturut-turut yaitu 3,8 kkl, 3,95
kkal dan 4,16 kkal. Sedangkan pada kecepatan 6 km/jam energy yang
dikeuarkan juga semakin besar, yaitu masing-masing pada selang waktu
2 km/jam, 4 km/jam dan 6 km/jam adalah 4,78 kkal, 5,15 kkal dan 5,93
kkal. Demikian pula pada keceptan 8 km/jam, operator semakin banyak
mengeluarkan energi pada settiap menitnya, yaitu 7 kkal pada menit ke
2, 8,17 pada menit ke 4 dan 9,34 pada menit ke 6. Peningkatan energi
yang dikeluarkan oleh operator ini dipengaruhi oleh denyut jantung
operator saat melakukan aktivitas. Rata-rata denyut jantung operator
saat melakukan aktivitas pada kecepatan 2 km/jam dengan waktu 2
menit, 4 menit dan 6 menit berturut-turut adalah 90 dpm, 90 dpm dan
87 dpm. Pada kecepatan 4 km/jam dengan selang waktu 2 menit, 4
menit dan 6 menit rata-rata denyut jantung operator adalah 94 dpm, 96
dpm dan 99 dpm. Demikian juga pada kecepatan 6 km/jam, rata-rata
denyut jantung operator adalah 112,5 dpm, 112 dpm dan 121 dpm. Pada
kecepatan 8 km/jam rata-rat denyut jantungnya secara berurutan
adalah 132 dpm, 143 dpm, dan 153 dpm. Dari data tersebut dapat
dilihat bahwa rata-rat denyut jantung operator saat melakukan aktivitas
mengalami peningkatan. Hal inilah yang mempengaruhi jumlah energi
yang dikeluarkan oleh operator saat melakukan aktivitas.

Dari grafik 4.7 rekapitulasi perhitungan recovery pada laki-laki,


diketahui bahwa waktu pemulihan operator mengalami kenaikan dan
penurunan yang tidak terlalu signifikan. Hal ini dilihat berdasarkan rata-
rata denyut jantung operator pada waktu istirahat serta energi yang
dikeluarkan pada saat itu. Berdasarkan tabel 4.15, dapat dilihat energy
yang dikeluarkan pada kecepatan 2 km/jam dengan selang waktu 2
menit, 4 menit dan 6 menit adalah 2,6 kkal, 2,9 kkal dan 2,6 kkal.
Jumlah energy yang dikeluarkan pada kecepatan 2 km/jam ini
dipengaruhi oleh rata-rata denyut jantung operator pada waktu istirahat.
Adapun rata-rata denyut jantung operator pada waktu istirahat adalah
74 dpm, 79 dpm dan 73 dpm pada selang waktu konstan 2 menit, 4
menit dan 6 menit. Energy yang dikeluarkan pada kecepatan 4 km/jam

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 53
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

saat pemulihan adalah 2,8 kkal, 2,5 kkal dan 2,8 kkal. Hal ini
dipengaruhi oleh denyut jantung rata-rata operator pada waktu istirhat,
yaitu 77 dpm, 71 dpm dan 78 dpm. Pada kecepatan 6 km/jam energy
yang dikeluarkan untuk waktu recovery operator adalah 2,8 kkal, 2,9
kkal dan 3 kkal. Hal ini didasarkan dengan denyut jantung rata-rata
operator yang semakin naik pada saat istirahat, yaitu 77 dpm, 80 dpm
dan 81 dpm. Yang terakhir adalah energy yang dikeluarkan untuk
waktu recovery pada kecepatan 8 km/jam, secara berturut-turut adalah
3,3 kkl, 3,7 kkal dan 3,8 kkal. Kenaikan jumlah energy ini tentunya
didasarkan pada denyut jantung operator saat istirahat. Adapun denyut
jantung rata-rata operator pada saat istirahat adalah 87 dpm, 93 dpm dan
95 dpm.

Untuk konsumsi energy operator dapat dilihat pada grafik 4.8


rekapitulasi perhitungan konsumsi energi. Pada grafik diketahui bahwa
konsumsi energy oleh operator mengalami kenaikan pada setiap menit
dan kecepatannya. Seperti pada tabel 4.16 dapat dilihat jumlah energy
yang dikeluarkan untuk konsumsi energi operator. jumlah energy yang
dikeluarkan untuk masing-masing kecepatan pada setiap menitnya
mengalami kenaikan energy. Hal ini menunjukkan bahwa semakin
besar beban aktivitas yang dikerjakan, dan semakin besar energy yang
dikeluarkan untuk mencapai recovery maka semakin besar pula
konsumsi energy yang dibutuhkan oleh operator.

4.6.2 ANALISA REKAPITULASI ENERGI AKTIVITAS, ENERGI


RECOVERY DAN KONSUMSI ENERGY PEREMPUAN
Pada grafik 4.2 rekapitulasi perhitungan energy aktivitas pada
perempuan, diketahui bahwaenergy yang dikeluarkan saat aktivitas
mengalami kenaikan. Energy yang dikeluarkan pada setiap menit dan
kecepatannya cenderung mengalami kenaikan. Ini artinya bahwa denyut
jantung rata-rata operator saat melakukan aktivitas juga cenderung
semakin meningkat. Begitu pula dengan perhitungan waktu untuk
mencapai recovery si operator. Dapat dilihat pada grafik 4.3

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 54
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

rekapitulasi perhitungan recovery. Pada grafik dapat dilihat bahwa


waktu yang dikeluarkan operator untuk mencapai recoverynya juga
cenderung semakin besar. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh denyut
jantung rata-rata operator pada saat istirahat. Dri data yang ada,
diketahu bahwa waktu pemulihan yang dibutuhkan oleh operator
cenderung cepat pada saat melakukan aktivitas di kecepatan 2 km/jam,
4 km/jam dan 6 km/jam. Pada kecepatan 8 km/jam operator
membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai recoverynya.
Pada saat beraktivitas dan istirahat, konsumsi energy yang dibutuhkan
oleh operator cenderung mengalami penurunan. Dapat dilihat pada
grafik 4.4 rekapitulasi perhitungan konsumsi energy, bahwa energi yang
dikeluarkan oleh operator naik turun. Hal ini dikarenakan denyut
jantung operator yang semakin mengalami kenaikan karena beban kerja
si operator semakin berat dan waktu pemulihannya pun semakin lama.

4.6.3 ANALISA REKAPITULASI KONSUMSI ENERGI PEREMPUAN vs


LAKI-LAKI PADA KECEPATAN 2 KM/JAM
Pada grafik 4.9 diketahui bahwa konsumsi energi pada laki-laki
dan perempuan sangat jauh berbeda. Pada menit ke 2, konsumsi energi
pada laki-laki lebih rendah dibanding perempuan. Pada menit ke 4,
konsumsi energy pada perempuan mengalami penurunan, sehingga
konsumsi energy laki-laki lebih besar dari pada laki-laki. Hal ini
dikarenakan denyut jantung laki-laki sudah mulai bisa menyesuaikan
dengan beban kerja yang dilakukan. Selain itu waktu pemulihan yang
dibutuhkan oleh laki-laki juga cenderung lebih cepat dibanding
perempuan. Pada menit ke 6, konsumsi energy laki-laki dan perempuan
mulai meningkat. Hal ini dikarenakan operator sudah mulai
membiasakan diri dengan beban kerja yang dilakukannya.

4.6.4 ANALISA REKAPITULASI KONSUMSI ENERGI PEREMPUAN


VS LAKI-LAKI PADA KECEPATAN 4 KM/JAM
Pada 4.10 dapat dilihat bahwa konsumsi energy perempuan
mengalami kenaikan yang cukup drastis dibanding laki-laki. Hal ini

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 55
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

dikarenakan pada menit-menit berikutnya di kecepatan 4 km/jam,


operator perempuan mulai terbiasa dengan beban kerja yang
diterimanya. Sedangkan bagi operator laki-laki, sudah terbiasa dengan
beban kerja yang diterimanya dari kecepatan sebelumnya. Sehingga
denyut jantung operator laki-laki ini pun tidak terlalu mengalami
peningkatan serta waktu recoverynya pun cukup cepat.

4.6.5 ANALISA REKAPITULASI KONSUMSI ENERGI PEREMPUAN


VS LAKI-LAKI PADA KECEPATAN 6 KM/JAM
Pada grafik 4.11 terlihat jelas bahwa konsumsi energy pada
operator perempuan mengalami penurunan yang pesat. Sedangkan pada
laki-laki, konsumsi energinya meningkat. Hal ini dikarenakan kelelahan
yang dialami perempuan mengakibatkan denyut jantung lama untuk
mencapai recoverynya.

4.6.6 ANALISA REKAPITULASI KONSUMSI ENERGI PEREMPUAN


VS LAKI-LAKI PADA KECEPATAN 8 KM/JAM
Pada grafik 4.12, dapat dilihat bahwa konsumsi energy pada laki-
laki semakin meningkat dari kecepatan sebelumnya. Hal ini
dikarenakan denyut jantung yang dapat mencapai recoverynya dengan
cepat. Sedangkan pada perempuan, grafik mengalami kenaikan, ini
artinya pada perempuan, denyut jantung berusaha untuk stabil setelah
membutuhkan waktu lama untuk mencapai recoverynya, tetapi karena
beban kerja yang semakin berat, operatorpun kembali mudah
mengalami kelelahan yang mengakibatkan denyut jantung cukup lama
untuk mencapai masa pemulihan.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 56
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Menurut Tayyari dan Smith (1997) fisiologi kerja sebagai ilmu yang
mempelajari tentang fungsi-fungsi organ tubuh manusia yang dipengaruhi
oleh adanya ketegangan pada otot selama aktivitas kerja. Kerja manusia
dibedakan dalam 2 jenis yaitu mental dan fisik, dimana masing-masing
mempunyai pengaruh yang berbeda-beda. Kerja fisik merupakan kerja yang
memerlukan energi fisik otot manusia sebagai sumber tenaganya (power).
Pekerjaan fisik merupakan sesuatu yang dapat dilakukan apabila memiliki
energi, karena berguna untuk mendukung kontraksi otot. Berdasarkan
penjelasan yang ada beban kerja fisik dapat dikelompokkan ke beberapa
tingkatan berdasarkan energi yang dikeluarkan (energy expenditure). Kerja
fisik akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada beberapa fungsi tubuh.
Pengukuran denyut nadi selama bekerja merupakan suatu metode untuk
menilai cardiovascular strain. Ketika seseorang bekerja, tentunya diperlukan
pemberian waktu istirahat yang bertujuan untuk menghindari terjadinya
kelelahan yang berlebihan karena penggunaan energi yang terlalu besar dan
tidak terkendali. Fatigue adalah kelelahan yang terjadi pada syaraf dan otot-
otot manusia sehingga tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Kekuatan
dan daya tahan tubuh ini tidak hanya dipengaruhi otot, tetapi juga dipengaruhi
oleh beberapa hal. Pengukuran denyut jantung adalah merupakan salah satu
alat untuk menegetahui beban kerja. Konsumsi energi dapat diukur secara
tidak langsung dengan mengukur konsumsi oksigen. Jika denyut nadi
dipantau selama istirahat, kerja dan pemulihan, maka recovery (waktu
pemulihan) untuk beristirahat meningkat sejalan dengan beban kerja.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 57
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

5.2 SARAN

Saran dalam praktikum fisiologi dan pengukuran kerja adalah, dalam


praktikum yang harus diperhatikan adalah pada saat seseorang melakukan
pekerjaan fisik pasti memerlukan konsumsi oksigen setelah melakukan suatu
aktivitas kerja. Berdasarkan penjelasan yang ada beban kerja fisik dapat
dikelompokkan ke beberapa tingkatan berdasarkan energi yang dikeluarkan
(energy expenditure). Beberapa penelitian fisiologi kerja menunjukkan bahwa
energi yang dikeluarkanuntuk bekerja berbanding lurus dengan jumlah
konsumsi oksigen dan denyut jantung. Maka dari itu setelah melakukan suatu
pekerjaan fisik kita memerlukan istirahat yang cukup, tujuan untuk
menghindari terjadinya kelelahan yang berlebihan karena penggunaan energi
yang terlalu besar dan tidak terkendali, istirahat yang cukup dapat
mempengaruhi konsumsi oksigen, konsumsi oksigen yang cukup akan
mempengaruhi kerja jantung. Kerja jantung normal, denyut nadi pun jadi
kembali normal, agar pekerja tersebut kembali segar untuk melakukan
pekerjaan fisik.Untuk mengurangi kelelahan otot, adapun saran-saran yang
dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Mengatur beban kerja dengan perancangan beban kerja
2. Mengatur periode istirahat yang cukup berdasarkan atas pertimbangan
fisiologis
3. Mengatur regu-regu kerja dengan baik dan menyeimbangkan tekanan
fisiologis diantara anggota pekerja
4. Menyediakan air dan garam yang cukup bagi pekerja yang bekerja dalam
lingkungan kerja yang panas
Menyeleksi pekerja yang didasarkan atas kemampuan fisik mereka dan
tingkat pelatihan (training) untuk aktivitas tertentu yang membutuhkan
energy yang cukup besar.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 58
Praktikum Fisiologi dan Pengukuran Kerja
Modul 3 Fisiologis
Kelompok 5

DAFTAR PUSTAKA

Bakri, S., Sudiajeng, L. 2004. Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Produktivitas. Surakarta: UNIBA Press. 102.
Barnes, R.M., 1980. Motion and time study. Seventh Edition. Wiley. Grandjean,
E., 1986. Fitting The Task to The Man: A Textbook of Occupational Ergonomics,
Taylor & Francis/ Hemisphare.
Hancock, P. A. &Meshkati, N. (1988) Human Mental Workload. Elsevier.
Heller, R., 2001. Motivating People. Dorling Kindersley.
Kilbon, A. 1992. Measurement and Assessment of Dynamic Work. Dalam:
Tarwaka,
Manuaba, A &Vanwonterghem, K., 1996. Improvement of Quality of
Life.Determination of Exposure Limits for Physical Strenuous Jobs under
Tropical Conditions. Final Report- CT-90019. Commission of the European
Union.
Murrel, K.F.H., 1965. Human Performance in Industry. Dalam: Tayyari, F. &
Smith, J.L., 1997.Occupational Ergonomics: Principles and applications.
London: Chapman & Hall.
Tarwaka, Bakri, S., Sudiajeng, L. 2004. Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan
Kerja dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA Press.
Tayyari, F. & Smith, J.L., 1997. Occupational Ergonomics: Principles and
applications. London: Chapman & Hall.
Wickens, C.D. et al., 1998. Introduction to human factors engineering.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura 59