Anda di halaman 1dari 8

Nama Kelompok :

- Annisa Rahma Sari (P3.73.26.1.15.054)


- Elsie Margaret (P3.73.26.1.15.058)
- Firgiawan Hapidin (P3.73.26.1.15.061)
- Menthari Oktavilya (P3.73.26.1.15.071)
- Nurhasanah (P3.73.26.1.15.076)
- Rika Rachmahani (P3.73.26.1.15.079)
- Tara Lufita Sari (P3.73.26.1.15.087)

PENGUKURAN SKOLIOSIS DAN KIFOSIS

Sumber :

http://www.allyainnaz.net/2012/08/mengukur-sudut-kemiringan-scoliosis.html

Eur J Gen Med.Measurements of spinal curvature. 2011;8(3):189-193

Objek yang diukur : Tulang Belakang (Vertebrae)


Alat yang digunakan : Foto Rontgen Tulang Belakang, Busur Derajat.
Tata Cara Pelaksanaan :
1. Cari dan tentukan belakang yang paling miring di bagian atas kurva.
2. Tarik garis sejajar dengan superior vertebrae.
3. Tentukan tulang belakang yang paling miring di bagian bawah kurva.
4. Tarik garis sejajar dengan inferior vertebrae.
5. Tarik memotong garis tegak lurus dari dua baris sejajar.
6. Sudut yang terbentuk dari dua garis sejajar adalah sudut cobb.
Scoliosis ringan : kurva kurang dari 20
Scoliosis sedang : kurva 20 40 /50 .
Scoliosis berat : lebih dari 40 /50 . Pada sudut lebih dari 60 - 70
terjadi gangguan fungsi kardiopulmonal bahkan menurunnya
harapan hidup
Pemeriksaan Skoliosis dengan Menggunakan Plumbline

Alat yang dibutuhkan

1. Plumbline

Prosedur Pelaksanaan

1. Pasien berdiri tegak dan kaki terbuka sejajar dengan bahu


2. Terapis berada di belakang pasien, letakakkan ujung benang plumbline setinggi prosesus
spinosus C7 sedekat mungkin namun tidak menyentuh tubuh pasien agar plumbline
menggantung bebas.
3. Amati pasien dalam posisi tersebut.

Hasil

1. Tulang belakang yang normal akan terlihat lurus dan rata di depan benang dari plumbline.
Pada orang yang skoliosis akan terlihat tidak sejajar dengan benang plumbline.
2. Kontur pada bagian punggung mengindikasikan adanya kelainan pada tonus otot
Pemeriksaan Skoliosis Dengan Menggunakan Midline

Skoliosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang
melengkung ke samping baik kiri atau kanan yang membuat penderita bungkuk ke
samping.Skoliosis adalah suatu kondisi perubahan kurvatur spinal kearah lateral yang
disebabkan oleh anomaly dari perkembangan tulang belakang. Kelainan ini banyak sekali yang
mengalaminya dikalangan anak-anak, khususnya pada anak-anak usia sekolah.Cara duduk yang
salah pada saat belajar merupakan penyebab terbesar terjadinya skoliosis ini.

Alat yang digunakan : Midline

Objek yang diukur :

1. Body Arm Distance (jarak antar lengan dengan badan)


2. Mengukur perbedaan panjang tungkai bawah

Cara Pengukuran

A. Body Arm Distance (jarak antar lengan dengan badan)


1. Minta pasien berdiri tegak dengan kaki sejajar bahu.
2. Letakkan jari tangan kanan dan kiri terapis di antara olecranon dan badan pasien.
Kemudian ukur berapa jari yg masuk dalam sela tersebut menggunakan midline.

B. Mengukur perbedaan panjang tungkai bawah


1. Ukur dengan midline panjang tungkai kanan dan kiri, panjang nya sama atau tidak.
2. Minta pasien dalam posisi terlentang. Lalu ukur dengan midline dimulai dari SIAS ke
malleolus medial dan Trochanter major ke malleolus lateral. Kemudian lihat perbedaan
ukurannya.
3. Jika ada perbedaan panjang atau jarak antara sisi kiri dan kanan dari objek yang diukur,
kemungkinan pasien ada resiko skoliosis.

Contoh Midline
PENGUKURAN kifosis
1. Membungkuk, untuk melihat adanya :
a. Rotasi (perputaran dari tulang punggung)
b. Derajat pembungkukan (kifosis)
c. Mengukur perbedaan panjang tungkai bawah (leg length discrepancy)