Anda di halaman 1dari 7

EKSTRAK KURKUMINOID DARI CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.

YANG DIISI SOLID LIPID NANOPARTIKEL

BAGIAN I
Pendahuluan
Curcuma xanthorrhiza Roxb. adalah tanaman obat yang banyak digunakan
dalam pengobatan herbal tradisional Indonesia (Jamu). Rimpang tanaman ini
mengandung kurkuminoid (1-2%). Senyawa kurkuminoid merupakan serbuk
kristal berwarna kuning praktis tidak larut dalam air dan memiliki aktivitas
farmakologi seperti antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, antikarsinogenik,
antirematik, dan hipoglikemik. Uji klinis menunjukkan bahwa kurkuminoid
ditoleransi dengan baik sebanyak 12 g/hari, tetapi memiliki biovailabilitas yang
rendah, karena kurkuminoid praktis tidak larut dalam air, sehingga sulit untuk
diabsorbsi. Hal ini dapat diatasi dengan modern drug delivery system Solid Lipid
Nanopartikel (SLN). SLN merupakan sistem pembawa koloid dengan pelepasan
terkontrol yang terdiri dari lipid, terdispersi dalam air dan surfaktan. Salah satu
metode preparasi yang digunakan yaitu metode homogenisasi dan ultrasonication.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat ekstrak kurkuminoid dalam
sistem drug delivery SLN.

BAGIAN II
Bahan
Serbuk kering rimpang C. xanthorrhiza diperoleh dari BALITTRO Bogor-
Jawa Barat, Indonesia. Senyawa kimia kurkuminoid standar, asam palmitat untuk
sintesis, poloxamer 188, air deionisasi, etanol 96%, dan n-heksana diperoleh dari
Merck.

Preparasi dan Analisis Ekstrak Kurkuminoid


Serbuk kering rimpang C. xanthorrhiza dimaserasi dengan etanol selama
48 jam. Residu dari maserasi diekstraksi dengan soxhlet menggunakan etanol
96%. Ekstrak etanol yang dihasilkan dari maserasi dan soxhlet diekstraksi cair-
cair dengan n-heksana (1 : 1) yang menghasilkan fraksi etanol. Ekstraksi
dilakukan beberapa kali bertujuan untuk menghilangkan minyak atsiri. Kemudian
fraksi etanol diuapkan dengan rotary evaporator, selanjutnya di keringkan dengan
freeze-dryed.
Ekstrak kurkuminoid dianalisis menggunakan HPLC. Elusi dilakukan
dengan gradien dan laju alir 1 mL/menit. Fase gerak yang digunakan terdiri dari
metanol (A), Asam asetat 2% (B), dan asetonitril (C). Tingkat kuantitatif dari
kurkuminoid yang ditentukan dengan menggunakan pelarut di atas diperoleh
secara linear 45-65% asetonitril di B untuk 0-15 menit. Gradien selanjutnya yaitu
65-45% asetonitril di B selama 15-20 menit, dengan konstan 5% A. Analisis
HPLC kurkuminoid standar (kurkumin, demethoxycurcumin, dan
bisdemethoxycurcumin) yang terisolasi dari Curcuma longa menunjukkan puncak
masing-masing pada retensi 7,853 menit, 8.460 menit, dan 9,090 menit.
Sedangkan kromatogram (Gambar 1) dari ekstrak kurkumin Curcuma
xanthorrhiza Roxb. menunjukkan dua puncak utama pada retensi 8,423 menit dan
9,050 menit, juga satu puncak lebih rendah pada retensi 7,817 min. Hasilnya
menunjukkan bahwa besar komponen ekstrak kurkumin Curcuma
xanthorrhiza Roxb. adalah demethoxycurcumin (27,51%) dan curcumin
(65,42%), juga komponen yang sangat rendah bisdemethoxycurcumin (3,36%).
Hasil berbeda yang kurkuminoid dari rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb.
hanya terdiri dari kurkumin dan bisdemethoxycurcumin. Dari puncak daerah di
chomatogram senyawa curcumin adalah senyawa tertinggi dalam ekstrak etanol
Curcuma xanthorrhiza Roxb.
Ekstrak kurkuminoid di analisis dengan spektroskopi FTIR dan
dibandingkan dengan kurkuminoid standar. Analisa FTIR dilakukan bertujuan
untuk mengkarakterisasi gugus fungsional senyawa. Spektra FTIR dari
kurkuminoid standar dan kurkuminoid ekstrak temulawak (Gambar 2)
menunjukkan frekuensi gugus fungsional pada gelombang 3600-3100 cm-1 (OH
stretching), 3000 cm-1 (CH aromatik), 2980 - 2840 cm-1 (CH metil), 2000-1667
cm -1 (aromatik), 1650 cm-1 (C = C-C = C terkonjugasi diena), 1640-1580 cm-1 (C
= O keto tautomerik dan enol), 1500-1420 cm-1 (C = C aromatik), 1 (C-O-C
asimetris), 1010 cm alkohol), 980 cm-1 (C-H olefin 805-745 cm-1 (C-H aromatik
out-of-plane) cm-1 (C = C aromatik out-of-plane) data spektra dari ekstrak etanol
kurkuminoid sama dengan kurkuminoid standar, tetapi ekstrak kurkuminoid
memiliki gugus CO (alkohol primer) dan intensitas yang lebih tinggi wilayah OH.

Produksi SLN dengan Ekstrak Kurkuminoid


Fasa minyak terdiri dari lipid (asam palmitat) dan kurkuminoid dipanaskan
pada suhu 75 oC, kurkuminoid dicampur dengan fase minyak karena kurkumin
praktis tidak larut dalam air. Sedangkan fase air disiapkan dengan melarutkan
poloxamer 188 dalam 100 mL air deionisasi dan dipanaskan dengan suhu yang
sama. Kemudian fase minyak panas ditambahkan ke fasa air dan diaduk selama 5
menit. Selanjutnya dilakukan homogenisasi menggunakan Ultra-Turrax
homogenizer di 13.500 rpm selama 1 menit. Minyak dalam air yang diperoleh
kemudian diultrasonicasi menggunakan Probe sonikator, kemudian segera
didinginkan pada suhu kamar. Penggunaan metode homogenisasi dan
ultrasonicasi adalah untuk memasukkan kurkuminoid kedalam SLN dengan asam
palmitat yang dipilih sebagai solid lipid. Sediaan SLN dibuat dalam 3 formula
yang masing-masing mengandung asam palmitat (1g), ekstrak kurkumin (0.10g),
dan air deionisasi (100 mL) dengan kadar surfaktan (Poloxomer 188) yang
berbeda-beda yaitu (0.5; 1; 1.5;). Sistem penghantaran obat memiliki kapasitas
tinggi pada fase lipid. Konsentrasi kurkumin di ukur dengan metode spektrometri
dan diperoleh panjang gelombang sebesar 424,8 nm. Formula dengan surfaktan
1.5g dengan partikel yang kecil terdistribusi dan terjebak paling tinggi, hal ini
menunjukkan bahwa formula dengan surfaktan 1.5g meningkatkan kestabilan
SLN.

Karakteristik SLN Ekstrak Kurkuminoid


Ukuran pengukuran partikel.
Ukuran distribusi ekstrak kurkuminoid dalam SLN ditentukan dengan
hamburan cahaya dinamis atau Dynamic Light Scattering (DLS) menggunakan
Sizer partikel laser (Delsa Nano C, Beckman Coulter). Ukuran partikel dievaluasi
menggunakan distribusi nomor. Hasil yang diperoleh yaitu 285.5 76.7 nm yang
menunjukkan bahwa ekstrak kurkumin dalam SLN merupakan partikel yang sub-
mikron dan ukuran yang sama.
Analisis FTIR.
Karakteristik gugus fungsi ekstrak kurkumin dalam SLN dianalisis dengan
FTIR spektroskopi (Tensor 37, Bruker) untuk memastikan bahwa selama produksi
nanopartikel tidak mengalami kerusakan. Hasil spektra ekstrak kurkumin dalam
SLN dibandingkan spektra standar. Hasil yang dieroleh yaitu Spektra ekstrak
kurkumin SLN yaitu pada frekuensi panjang gelombang 3550-3200 cm-1
menunjukkan ikatan hidrogen antar molekul dari kurkumin dan poloxamer 188.
Pada panjang gelombang 33002500 cm-1, 3000 cm-1, 1700 cm-1 dihasilkan dari
asam palmitat, kurkuminoid, dan gugus karboksil dari asam palmitat. Berdasarkan
hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi interaksi hanya pada bahan baku

(kurkumin dan poloxamer 188).

Sinar-X difraksi
Kristalinitas ekstrak kurkuminoid SLN dianalisis menggunakan sinar-x
difraksi (PW1710, Philips) untuk memastikan bahwa nanopartikel produk
memiliki soliditas yang baik. Hasil yang diperoleh yaitu puncak karakteristik dari
ekstrak kurkuminoid SLN memiliki pola yang sama dengan asam palmitat, tetapi
memiliki intensitas yang lemah karena partikel kurkuminoid dalam solid lipid.
Efisiensi jebakan.
Ekstrak kurkumin dalam SLN disentrifugasi 14.000 rpm (18.626 x G)
pada 4C selama 40 menit dan supernatan didekantasi. Residu yang diperoleh
dimaserasi dengan metanol untuk mengekstrak dari kurkuminoid dari SLN dan
kemudian recentrifuged. Penyerapan supernatan metanol adalah diukur dengan
spektrofotometer UV-Vis (UV-1700, Pharmaspec) pada panjang gelombang 425
nm. Efisiensi penjerapan dihitung dengan persamaan:

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada formula SLN kurkuminoid


dengan kadar surfaktan 1.5g menunjukkan efisiensi paling tinggi yaitu 72.98%.

BAGIAN III
Kesimpulan
Ekstrak kurkuminoid Curcuma xanthorrhiza Roxb. terdiri dari kurkumin
dan demethoxy curcumin, juga terdapat beberapa bisdemethoxy
curcumin. Karakteristik Ekstrak kurkuminoid Curcuma xanthorrhiza Roxb.
serupa dengan kurkuminoid standar. Formula terbaik untuk produksi SLN adalah
dengan komposisi surfaktan 1,5 g memiliki efisiensi jerpan tinggi sebesar
72,98%. Distribusi ukuran partikel SLN kurkuminoid memiliki rata-rata diameter
285,5 76,7 nm. Spektrum FTIR karakteristik kurkuminoid ekstrak-SLN
menunjukkan bahwa terjadi interaksi fisik antara bahan baku. Sinar-X
difraktogram dari kurkuminoid ekstrak-SLN menunjukkan bahwa rekristalisasi
dari solid lipid yang baik.