Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

Proses Pelapisan Nikel pada Logam (Elektroplating)

Dosen : Sandra Santosa, B.Tech.,M.Pd

Di Susun Oleh :

1. Annisa Rokhmatul Munifa


2. Dony Ryan Ainur Rozy
3. Mochammad Robi Andriansyah
4. Rochmatul Khasanah
5. Rohmatul Laila
6. Tabita Dya Agustina

Teknik Kimia / D3-Teknik Kimia

Politeknik Negeri Malang


2016

I. Pelaksanaan Praktikum
Hari : Rabu
Tanggal : 09 November 2016

II. Tujuan Praktikum

Untuk dapat menunjukkan dan menyimpulkan hasil pelapisan nikel pada besi secara
lapis listrik (elektroplating) yang diperoleh.

III. Dasar Teori

Elektroplating didefinisikan sebagai perpindahan ion logam dengan bantuan arus


listrik melalui elektrolit sehingga ion logam mengendap pada benda padat konduktif
membentuk lapisan logam. Ion logam diperoleh dari elektrolit maupun berasal dari
pelarutan anoda logam ke dalam elektrolit. Pengendapan terjadi pada benda kerja yang
berlaku sebagai katoda. Lapisan logam yang mengendap disebut juga sebagai deposit.
Dalam pembahasan selanjutnya digunakan istilah plating atau lapis listrik atau pelapisan
logam yang maksudnya adalah elektroplating. Ion merupakan atom atau molekul
bermuatan listrik positif atau negatif. Atol atau molekul bermuatan positif bila mempunyai
proton lebih besar daripada elektron. Suatu ion logam atau molekul bermuatan positif bila
melepas elektron disebut kation. Muatan negatif diperoleh bila suatu atom atau molekul
menerima elektron disebut anion. Atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur, terdiri
dari inti berupa proton dan neutron yang dikelilingi oleh elektron. Bila jumlah proton sama
dengan elektron naka suatu atom akan bermuatan netral. Elektron adalah bagian dari suatu
atom yang mempunyai massa sangat kecil dan bermuatan negatif. Proton merupakan
partikel atom yang menentukan massa atom dan bermuatan positif. Sedangkan neutron
merupakan partikel bermassa tetapi tidak bermuatan.

Arus listrik pada dasarnya adalah aliran elektron, yang dapat mengalir dari suatu atom
ke atom lainnya. Bila arah arus selalu sama setiap saat disebut sebagai arus searah (DC:
Direct Current) dan bila terjadi arah balik terhadap arah dasarnya disebut sebagai arus
bolak-balik (AC: Alternating Current). Arus yang dipakai pada elektroplating adalah arus
searah. Sumber arus DC dapat diperoleh dari accumulator, batu baterai atau dengan
mengubah arus AC menjadi DC dengan menggunakan adaptor atau rectifier. Apabila dua
buah benda padat disambung-kan dengan arus listrik dan dicelupkan ke dalam elektrolit
bagian yang tersanbung dengan kutub positif disebut dengan anoda dan yang tersambung
dengan kutub negatif disebut dengan katoda. Anoda terdiri dari dua macam yaituanoda
aktif yang akan larut ke dalam larutan seperti anoda tembaga (Cu), Nikel (Ni) dan anoda
inaktif yang tidak akan terionisasi seperti karbon (C). Pada prinsipnya pelapisan logam
dengan cara lapis listrik adalah merupakan rangkaian dari : arus listrik, elektroda (anoda
dan katoda), larutan elektrolit dan benda kerja ditempatkan sebagai katoda

Keempat gugusan ini disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu rangkaian
sistem lapis listrik listrik dengan rangkaian sebagai berikut:

Anoda dihubungkan pada kutub positif dari sumber listrik


Katoda dihubungkan pada kutub negatif pada sumber listrik
Anoda dan katoda direndamkan dalam larutan ektrolit

Gambar rangkaian proses plating


http://www.infometrik.com/2009/08/pelapisan-logam-bagian-1/
Bila arus listrik (potensial) searah dialirkan antara kedua elektroda anoda dan katoda dalam
laruan elektrolit, maka muatan ion positif ditarik oleh elektroda katoda. Sementara ion
bermuatan negatif berpindah ke arah elektroda bermuatan positif. Ion-ion tersebut
dinetralisir oleh kedua elektroda dan larutan elektrolit yang hasilnya diendapkan pada
elektroda katoda. Hasil yang terbentuk meruapakan lapisan logam dan gas hidrogen.

Rahayu, Setyo w. 2009. Dasar teori electroplating. http://www.chem-is-try.org/dasar-teori-


elektroplating/

IV. Alat dan Bahan

Nama Alat & Bahan Spesifikasi Jumlah


Daya Dc 1 buah
Gelas kimia 1 buah
3-20 ampere
Spatula 1 buah
600 mL
Elektroda nikel 1 buah
Sedang
Neraca analitik 1 buah
-
Pemanas 1 buah
Max 500 g
Termometer 1 buah
-
Amplas 3 buah
-
Stopwatch 1 buah
-
Plat besi 1 buah
-
Plat tembaga 1 buah
Plat kuningan 1 buah
Nikel sulfat 1 buah

V. Skema Kerja

(dibersihkan/amplas)
Timbang benda
Benda Kerja
Kerja (B0)

Larutan elektrolit
nikel

(dengan daya DC dimana


kutub (+) elektroda nikel
dan(-) benda kerja)

Angkat benda Kerja

Timbang benda
Kerja (B1)

VI. Data Pengamatan


No Nama Suhu 50C
V Pengamatan
. Logam B0 (g) Bi (g) B
Permukaan licin, halus,
1. Tembaga 7 16,63 16,69 0,06 merata, dan sisi lain
agak kasar
Permukaan licin, halus,
2. Kuningan 5 22,14 22,27 0,13 dan merata
Permukaan kasar, kesat,
3. Besi 5 5,61 5,68 0,07 dan tidak merata

VII. Pembahasan
1. Annisa Rokhmatul Munifa
Logam yang akan dilapisi dengan nikel pada percobaan kali ini yaitu, tembaga,
kuningan dan besi. Tegangan yang digunakan pada masing-masing logam berbeda, untuk
logam tembaga diberikan tegangan sebesar 7 volt sedangkan untuk besi dan kuningan
diberikan tegangan sebesar 5 volt. Hasil pelapisan pada tembaga sudah cukup baik dengan
permukaan yang licin dan halus namun pada sisi lain permukaan lempeng tembaga kasar.
Hasil pelapisan pada lempeng kuningan sudah baik dengan permukaan yang licin, halus
serta merata pada kedua sisi. Sedangkan hasil pelapisan pada logam besi hasilnya kurang
baik karena permukaan besi setelah dilapisi menjadi kasar, dan lapisan nikel ada yang
mengelupas serta tidak merata. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kondisi logam sebelum
dilakukan pelapisan kurang bersih dan masih ada kotoran sehingga hasil pelapisan tidak
merata. Besar tegangan yang digunakan pada saat pelapisan juga sangat berpengaruh,
tegangan yang tinggi dapat mempercepat proses pelapisan namun hasil pelapisan logam
tidak merata. Besar tegangan optimum pada masing-masing logam untuk proses pelapisan
berbeda, hal tersebut dapat dilihat dari hasil pelapisan lempeng kuningan dan besi.
Tegangan yang diberikan sama yaitu sebesar 5 volt namun hasil pada pelapisan kuningan
lebih baik dari hasil pelapisan besi. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil pelapisan
adalah luas permukaan logam, konsentrasi larutan elektrolit, pH larutan serta suhu larutan
elektrolit. Semakin tinggi konsentrasi larutan yang digunakan maka semakin kuat nikel
menempel pada logam yang dilapisi.

2. Dony Ryan Ainur Rozy

Pada percobaan kali ini dengan judul elektroplating kami menggunakan benda kerja antara
lain plat Besi,Tembaga dan Kuningan yang dimana akan dilapisi dengan nikel dengan cara
elektroplating. Langkah yang pertama kami lakukan adalah membersihkan permukaan benda kerja
dengan menggunakan amplas hal ini dimaksudkan agar dalam proses elektroplating dapat terlapisi
dengan sempurna.setelah di bersihkan kemudian ditimbang terlebih dahulu dan dicatat sebagai
Bo dan kemudian di masukkan kedalam larutan elektrolit nikel dimana larutan tersebut
merupakan campuran dari nikel sulfat, nikel klorid dan asam borak. Benda kerja tadi dimasukkan
kedalam elektrolit nikel dengan menggunakan catu daya DC,dimana kutub (+) pada elektroda nikel
dan kutub (-) pada benda kerja. Suhu yang kami gunakan adalah 50 0C dan waktu plating yang
berbeda beda dan V. Pada logam tembaga kami menggunakan arus 7V dan setelah dilakkan
elektroplating hasilnya permukaan licin,halus,merata,dan sisi lain agak kasar. Setelah ditimbang
selisih dari berat awal adalah 0,06 g. Pada plat kuningan kami menggunakan arus 5V hasil yang
diperoleh permukaan licin, halus dan merata dan selisih dari berat mula mula adalah 0,13 g. Pada
percobaan dengan menggunakan besi dengan arus 5V hasil yang didapatkan antara lain
permukaan kasar,kesat, dan tidak merata dan selisihnya dair berat awal sebesar 0,07 g. Hal itu
dimungkinkan disebabkan oleh lamanya waktu dalam pencelupan pada elektrolit nikel sehingga
menyebabkan permukaan pada besi menjadi kasar dan tidak merata. Anoda pelapisan nikel pada
umumnya adalah garam logam nikel murni, hal ini berguna untuk kebersihan larutan elektrolit
pada saat proses pelapisan. Pelapisan katodik adalah pelapisan pada katoda, reaksi yang terjadi
sebagai berikut M+n + ne M. Hal hal yang memengaruhi dalam elektroplating adalah besarnya
arus, waktu pencelupan, kemurnian anoda pelapis nikel, dan kebersihan permukaan benda kerja.

3. Mochammad Robi Andriansyah

Dari data pengamatan yang kami lakukan dalam percobaan, dengan tegangan 7 Volt
didapatkan pelapisan tembaga oleh nikel yang cukup baik. Namun pada sisih lain masih
terdapat lapisan yang agak kasar. Sedangakan kuningan dengan tegangan 5 Volt didapatkan
hasil yang baik, namun pada logam besi dengan tegangan 5 Volt di dapatkan hasil yang
kurang baik, dimana nikel yang melapisi besi memiliki permukaan kasar. Ini bisa
dikarenakan pada saat percobaan kita menggunakan kertas gosok untuk membersihkan
karat pada logam-logam tersebut. Dimungkinkan akibat dari penggosokkan tersebut
membuat permukaan logam-logam yang kami gunakan tidak rata. Dari permukaan logam
bahan yang kan dilapisi ini tidak rata, nikel yang melapisi juga tidak bisa secara maksimal.
Selain itu tegangan yang digunakan juga berpengaruh pada proses ini, dengan tegangan
yang terlalu tinggi, akan mempercepat proses pelapisan namun akan menghasilkan lapisan
yang kasar. Pada besi kita menggunakan 5Volt dan didapatkan lapisan yang kasar, ini di
mungkinkan bahwa pada tegangan tersebut terlalu besar untuk besi. Sedangkan pada
tegangan yang sama untuk kuningan dan tegangan yang lebih besar untuk lempeng
tembaga di dapatkan hasil yang lebih baik daripada besi. Dari percobaan yang dilakukan
dapat dikatakan bahwa setiap logam memiliki perbedaan tegangan untuk mengalami
pelapisan dengan logam lain. Selain tegangan dan luas permukaan adapun factor lain yang
memungkinkan mempengaurhi kualitas pelapisan, antaralain konsentrasi larutan dan pH
larutan. Apabila konsentrasi tinggi didapatkan pelapisan yang merekat kuat dan jka
konsentrasi terlalu tinggi dapat mengakibatkan permukaan kasar,dari ketiga logam yang
diujikan didapatkan lapisan yang merekat kuat, ini memungkinkan larutan eletrolit yang
digunakan sudah memiliki konsentrasi yang pas. pH larutan yang mendekati netral
mengakibatkan lapisan yang terbentuk akan tercampur dengan garam karena pH mendekati
netral mudah menjadi larutan yang bersifat basah. Sedangkan pH yang terlalu rendah
memudahkan terjadinya reaksi pembentukan gas hydrogen dan melarutnya kembali lapisan
yang terjadi. Dalam percobaan ini didapatkan saat pelapisan logam dengan nikel timbul
sedikit gelembung pada logam, ini memungkinkan bahwa pH larutan yang dipakai sedikit
asam.

4. Rochmatul Khasanah

Pada tahap pelapisan, lempeng besi yang ditempatkan pada posisi katoda dan tembaga
pada posisi anoda menyebabkan terbentuknya lapisan pada bagian katoda (bahan kerja).
Pada praktikum ini kita menggunakan larutan NiCl. Pada saat arus mengalir, akan terjadi
reaksi kimia dalam system, yang mana ion postif dalam larutan akan bergerak mendekati
kutub negative (katoda) dan ion negative akan bergerak mendekati kutub positif (anoda).
Rekasi reduksi terjadi dikatoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Dalam hal ini, nikel
sebagai anoda akan mengalami oksidasi sehingga melepaskan elektronnya.
Pada percobaan 1 (pertama) menggunakan lempeng tembaga, dimana lempeng
tembaga mengalami reduksi sehingga menerima electron. Hasil pelapisan yang kita
lakukan memiliki permukaan licin, halus merata,sisi lain agak kasar. Pada percobaan
lempeng tembaga ini menggunakan arus 7 V. Pada percobaan 2 (ke dua) menggunakan
lempeng kuningan, dimana lempeng kuningan mengalami reduksi sehingga menerima
electron. Hasil pelapisan yang kita lakukan memiliki permukaan licin, halus merata,sisi
lain agak kasar. Pada percobaan lempeng tembaga ini menggunakan arus 6 V. Pada
percobaan 3 (ke tiga) menggunakan besi akan mengalami reduksi sehingga menerima
electron. Hasil pelapisan yang kita lakukan memiliki permukaan kasar, kesat, tidak merata,
warna abu-abu kehitaman. Hasil yang diperoleh bergantung pada beberapa faktor yaitu
arus yang mengalir, serta logam dasar itu sendiri. Pada percobaan besi ini menggunakan
arus 5 V, sehingga hasil dari pelapisan besi tidak begitu sempurna. bisa jadi arus yang
mengalir kurang kecil ataupun terlalu tinggi. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi
hasil elektroplating yaitu benda hasil pelapisan sangat dipengaruhi oleh kehalusan dan
kebersihan benda kerja sebelum dilapisi. Oleh karena itu, benda kerja harus dibersihkan
sampai benar-benar bersih dan halus permukaannya agar lapisan tidak mudah terkelupas
dan lebih mengkilap. Suhu larutan elektrolit juga harus dipastikan sesuai dengan ketentuan.
5. Rohmatul Laila
Elektroplating dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk
memperbaiki penampilan. Pada proses ini, logam yang akan dilapisi dijadikan katoda (-).
Sedangkan logam yang melapisi benda kerja dijadikan sebagai anoda (+). Kedua elektroda
berada dalam larutan elektrolit nikel dan dihubungkan dengan satu daya arus searah yaitu
DC. Pada proses pelapisan, di katoda akan terjadi pengendapan logam dan anodanya akan
larut terus menerus. Dalam hal ini pada percobaan pertama yang bertindak sebagai anoda
adalah nikel sedangkan katodanya yaitu tembaga. Dengan diberikan beda potensial 7 volt.
Sebelum pelapisan diperoleh berat awal yaitu sebesar 16,63 gram dan setelah pelapisan
diperoleh berat akhir sebesar 16,69 gram. Nikel bertindak sebagai anoda positif yang akan
melepaskan ion-ion positif nikel ke dalam larutan. Ion-ion positif nikel bergerak kearah
katoda negative yakni tembaga. Ion-ion positif nikel mencapai permukaan katoda dan
menerima electron dari katoda. Electron-elektron ini mengkonversi ion-ion nikel yang
berada dalam larutan sehingga timbul endapan ( mengendap) pada permukaan katoda. Dari
hasil. pelapisan diperoleh hasil pelapisan pada tembaga yaitu permukaan licin, halus,
merata, dan sisi lain agak kasar.
Pada percobaan kedua yang bertindak sebagai anoda adalah nikel sedangkan
katodanya adalah kuningan. Dengan diberikan beda potensial 5 volt. Sebelum pelapisan
diperoleh berat awal sebesar 22,14 gram dan setelah pelapisan diperoleh berat akhir
sebesar 22,27 gram. Pada saat arus mengalir, maka akan terjadi reaksi kimia dalam system,
yang mana ion positif dalam larutan akan bergerak mendekati kutub positif (anoda). Reaksi
reduksi terjadi di katoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Nikel yang bertindak sebagai
anoda akan melepaskan electron sementara lempeng kuningan akan mengalami reduksi
sehingga akan menerima electron. Diperoleh hasil pelapisan kuningan yaitu permukaan
licin, halus dan merata.
Pada percobaan ketiga yang bertindak sebagai anoda adalah nikel dan katodanya
yaitu besi. Dengan diberikan beda potensial 5 volt. Sebelum pelapisan berat awal sebesar
5,61 gram dan setelah pelapisan diperoleh berat akhir sebesar 5,68 gram. Dalam hal ini
nikel yang digunakan sebagai anoda akan mengalami oksidasi sehingga melepas
elektronnya. Sementara besi akan mengalami reduksi sehingga akan menerima electron.
Diperoleh hasil pelapisan besi yaitu permukaan kasar, kesat, dan tidak merata.
6. Tabita Dya Agustina

Elektroplating adalah proses pelapisan yang menggunakan prinsip pengendapan logam


dengan cara elektrokimia yang tujuannya untuk mencegah korosi ataupun menambah
keindahan. Tembaga, kuningan, dan besi yang akan dilapisi dijadikan katoda (+),
sedangkan Ni dijadikan sebagai anoda (-). Kedua elektroda berada dalam larutan elektrolit
dan dihubungkan dengan arus DC. Logam nikel memiliki sifat fisik bagian luar yang
tertutup selaput oksid yang rapat dan tahan pengaruh udara sehingga bagian dalam yang
terlapisi oleh nikel akan sukar teroksidasi dengan oksigen sehingga logam yang dilindungi
akan sulit untuk terkorosi
Logam nikel yang merupakan anoda mengalami oksidasi sehingga aliran terbentuk
ion-ion positif, sedangkan pada larutan elektrolit terjadi elektrolisis garam-garam logam.
Logam nikel yang telah mengalami oksidasi akan melepaskan elektron-elektron dan larut
dalam larutan elektrolit, logam nikel yang teroksidasi akan menggantikan ion logam dalam
larutan elektrolit yang ditarik oleh elektroda negative. Dengan adanya hal tersebut akan
terbentuk endapan pada keadaan yang berupa berat lapisan. Hal ini ditunjukkan dengan
bertambahnya berat pada bahan yang digunakan. Berdasarkan data pengamatan kami, besi
dengan berat awal 5,61 gram dan menghasilkan berat akhir 5,68 gram, tembaga dengan
berat awal 16,63 gram menghasilkan berat akhir 16,69 gram dan kuningan dengan berat
awal 22,14 gram menghasilkan berat akhir 22,27 gram.
Voltase yang digunakan pada tembaga sebesar 7 volt, kuningan sebesar 7 volt, dan besi
sebesar 5 volt. Voltase ini berpengaruh terhadap proses pelapisan yang mengkilap. Faktor-
faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil elektroplating yaitu benda hasil pelapisan
sangat dipengaruhi oleh kehalusan dan kebersihan benda kerja sebelum dilapisi. Oleh
karena itu, benda kerja harus dibersihkan sampai benar-benar bersih dan halus
permukaannya agar lapisan tidak mudah terkelupas dan lebih mengkilap. Suhu larutan
elektrolit juga harus dipastikan sesuai dengan ketentuan.
VIII. Kesimpulan
Elektroplating disebut juga penyepuhan, dimaksudkan untuk melindungi logam
terhadap korosi atau memperbaiki penampilan. Pada proses elektroplating logam yang
akan dilapisi dijadikan katoda dan logam pelapisnya sebagai anoda. Pada proses pelapisan,
di katoda akan terjadi pengendapan logam dan anodanya akan larut terus menerus. Logam
yang bertindak sebagai anoda akan mengalami oksidasi sehingga melepas elektronnya.
Sementara logam yang bertindak sebagai katoda akan mengalami reduksi sehingga akan
menerima elektron.

IX. Daftar Pustaka

Anonim.2013. Teknologi Industri Elektroplating. http://id.scribd.com. (Diakses 11


november 2016)
Arifin, B. 2012. Proses Elektroplating. http://browharinto.blogspot.com. (Diakses 11
november 2016)
Rahayu, W. 2009. Elektroplating. http://amaldoft.wordpress.com. (Diakses 11 november
2016)
Rahayu, Setyo w. 2009. Dasar teori electroplating. http://www.chem-is-try.org/dasar-teori-
elektroplating/ (Diakses 11 november 2016)
Modul Prosedur Praktikum Korosi
X. Lampiran

Besi sebelum dilapisi nikel Besi Setelah dilapisi nikel


Kuningan sebelum dilakukan pelapisan Kuningan setelah dilakukan pelapisan

Tembaga sebelum mengalami pelapisan Tembaga setelah mengalami pelapisan


Malang, 16 November 2016

Mengetahui,

Sandra Santoso, B.Tech., M.Pd.


NIP. 196605241991031001