Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)

BIMBINGAN KONSELING

A. Materi Layanan : Menanamkan Disiplin Belajar Pada


Peserta Didik
B. Jenis Layanan : Layanan Bimbingan Klasikal
C. Fungsi Layanan : Pemahaman
D. Bidang Bimbingan : Bimbingan Belajar
E. Tugas Perkembangan : Menjadikan peserta didik agar dapat
disiplin dalam belajar
F. Tujuan : Peserta didik dapat menerapkan disiplin
dalam belajar
G. Materi : Terlampir
H. Metode : Ceramah, Diskusi (Tanya Jawab),
Menyimak/ Memperhatikan
I. Kegiatan Layanan :

TAHAP URAIAN KEGIATAN WAKTU


- Mengucapkan salam
- Berdo'a menurut keyakinan
- Memperkenalkan diri dan
PEMBUKAAN Menyinggung sedikit materi 10 Menit
yang akan di bahas
- Sedikit "Ice Breaking" untuk
membuat peserta didik
konsentrasi
- Menjelaskan uraian materi
tentang disiplin diri, efek ketika
KEGIATAN
tidak disiplin, dan beberapa 30 Menit
INTI
motivasi
- Diskusi (Tanya Jawab)
- Simpulan isi materi yang telah
disampaikan
- Evaluasi : Refleksi hasil
- Menyampaikan saran yang
PENUTUP 5 Menit
tepat untuk peserta didik
- Membaca Doa/ Mengucap
Hamdalah
- Mengucapkan salam penutup
J. Tempat Pelaksanaan : Ruang Kelas
K. Penyelenggara Layanan : Praktikan dan Guru BK
L. Pihak Yang Terlibat : Praktikan, Guru BK, dan Peserta Didik
M. Alat dan Perlengkapan : Buku, Bolpoin, Papan Tulis, Penghapus
N. Penilaian :

- Laiseg
Penilaian Proses :
Kesiapan peserta didik untuk mendapatkan materi yang akan di sampaikan
oleh
Penilaian Hasil :
Understanding
Pemahaman peserta didik tentang disiplin dalam belajar
Comportable
Perasaan yang dirasakan peserta didik ketika mengetahui disiplin dalam
belajar
Action
Tindakan/ langkah lanjutan yang akan dipilih peserta didik untuk disiplin
dalam belajar
- Laijapen
Pengamatan proses belajar peserta didik ketika di sekolah dan memberikan
pengarahan melalui bimbingan kelompok bagi peserta didik yang
mengalami kesulitan saat membagi waktu untuk belajar
- Laijapan
Mengamati perkembangan proses kedisiplinan belajar peserta didik

O. Catatan Khusus : ..

Tegal, 22 Mei 2017

Mengetahui,
Kepala Sekolah Praktikan

_________________ DIAH RETNO UTAMI


NIP. NPM. 1115500020

LAMPIRAN

1. URAIAN MATERI

Pengertian Disiplin Belajar


A. Pengertian Kedisiplinan Belajar.

Arti disiplin bila dilihat dari segi bahasanya adalah latihan ingatan dan watak untuk
menciptakan pengawasan (kontrol diri), atau kebiasaan mematuhi ketentuan dan
perintah. Jadi arti disiplin secara lengkap adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu
pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku
dengan penuh tanggung jawab tampa paksaan dari siapa pun (Asy Masudi,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan(Yogyakarta: PT Tiga Serangkai, 2000),
h. 88.)

Disiplin adalah kepatuhan terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan atau
pengendalian. Kedua disiplin yang bertujuan mengembangkan watak agar dapat
mengendalikan diri, agar berprilaku tertib dan efisien(Kadir, Penuntun Belajar
PPKN(Bandung: Pen Ganeca Exact,1994), h. 80). Sedangkan disiplin menurut
Djamarah adalah Suatu tata tertib yang dapat mengatur tatanan kehidupan pridadi
dan kelompok(Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru(Surabaya: Usaha
Nasional, 2002), h. 12). Kedisiplinan mempunyai peranan penting dalam mencapai
tujuan pendidikan. Berkualitas atau tidaknya belajar siswa sangat dipengaruhi oleh
paktor yang paling pokok yaitu kedispilan, disamping paktor lingkungan, baik
keluarga, sekolah, kedisiplinan setra bakat siswa itu sendiri.
Adapun ahli lain berpendapat tentang pengertian disiplin adalah sebagai berikut :

a. Disiplin yaitu :

1. Kreasi dan persiapan kondisi pokok untuk bekerja

2. Kontrol diri sendiri

3. Melatih dan belajar tingkah laku yang dapat diterima

4. Sejumlah pengontrolan guru terhadap murid

b. Disiplin guru yaitu : penuturan terhadap sesuatu peraturan dengan kesadaran


sendiri untuk tercapainya tujuan peraturan itu (Subari, Supervisi Pendidikan (Dalam
Rangka Perbaikan Situasi Belajar)(Jakarta: Bina Aksara,1994), h. 163.).

Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa disiplin mengandung arti
adanya kesediaan untuk mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku. Kepatuhan
disini bukan hanya karena adanya tekanan-tekanan dari luar, melainkan kepatuhan
yang didasari oleh adanya kesadaran tentang nilai dan pentingnya peraturan-
peraturan.

Kondisi yang dinamis, tertib dan aman adalah merupakan pencerminan dari
kedisiplinan atau kehadiran dan kepatuhan, biak itu disiplin kepala sekolah, guru
maupun siswa yang didasari oleh kesadaran dalam menjalankan dan melaksanakan
peraturan.
Adapun macam disiplin berdasarkan ruang ligkup berlakunya ketentuan atau
peraturan yang harus dipatuhi, dapat dibedakan sebagai berikut :

1) Disiplin diri

Disiplin diri (disiplin pribadi atau swadisiplin), yaitu apabila peraturan-peraturan


atau ketentuan-ketentuan itu hanya berlaku bagi diri seseorang. Misalnya, disiplin
belajar, disiplin bekerja, dan disiplin beribadah.

2) Disiplin sosial

Disiplin sosial adalah apabila ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan itu harus


dipatuhi oleh orang banyak atau masarakat. Misalnya, disiplin lalu lintas, dan
disiplin menghadiri rapat.

3) Disiplin nasional

Disiplin nasional adalah apabila peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan itu


merupakan tata laku bangsa atau norma kehidupan berbangsa dan bernegara yang
harus dipatuhi oleh seluruh rakyat. Misalnya, disiplin membayar pajak dan disiplin
mengikuti upacara bendera (Asy Masudi, Pendidikan Pancasila Dan
Kewarganegaraan(Yogyakarta: PT Tiga Serangkai, 2000), h. 88-89.).

Pada dasarnya ada dua dorongan yang mempengaruhi disiplin :

1. Dorongan yang datang dari dalam diri manusia yaitu dikarenakan adanya
pengetahuan, kesadaran, keamanan untuk berbuat disiplin

2. Dorongan yang datangnya dari luar yaitu dikarenakan adanya perintah,


larangan, pengawasan, pujian, ancaman, hukuman dan sebagainya.

Meningkatkan disiplin untuk siswa, memang penting untuk dilakukan. Karena


sekolah merupakan tempat bagi generasi calon pemimpin bangsa menimba ilmu
pengetahuan dan berinteraksi dalam dunia keilmuan. Disadari atau tidak oleh siswa,
sekolah menjadi salah satu tempat pendadaran bagi mereka untuk belajar tentang
banyak hal agar kelak menjadi orang yang eksis dan sukses. Disiplin menjadi salah
satu faktor yang dapat membantu seseorang meraih sukses, tidak terkecuali disiplin
pada siswa.

Menurut Johar Permana, Nursisto (1986:14), Disiplin adalah suatu kondisi yang
tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan
nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Sedangkan,
menurut Wikipedia (1993:119) tujuan disiplin sekolah adalah untuk menciptakan
keamanan dan lingkungan belajar yang nyaman terutama di kelas. Di dalam kelas,
jika seorang guru tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik maka siswa
mungkin menjadi kurang termotivasi dan memperoleh penekanan tertentu, dan
suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai prestasi belajar siswa.
Sebutan orang yang memiliki disiplin biasanya tertuju kepada orang yang selalu
hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang
berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin biasanya
ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat menaati peraturan dan
ketentuan berlaku, baik yang bersumber dari masyarakat, pemerintah atau peraturan
yang ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu, misalnya sekolah. Maman Rachman
(1999:83) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah :

(1) Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang,

(2) Mendorong siswa melakukan yang baik dan benar,

(3) Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan


lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan
(4) Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat
baginya serta lingkungannya.

Kiat-kiat meningkatkan efektifitas belajar

1. Belajar Kelompok

Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan


karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai.
Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi
atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada
baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi
ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran
yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah
dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran

Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku
kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita
berada dan kapan pun. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek
karena dapat merugikan kita sendiri
3. Membuat Perencanaan Yang Baik

Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena
itu, ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk
mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu
ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki.
Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di
kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah serta
buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar

Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik.
Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan
konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka
jangan ditunda-tunda lagi. Kemudian melanjutkan belajar setelah melakukan
kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Selain itu bermain dengan teman
atau game saat waktu belajar dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan
bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak
melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game
sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang
tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya

Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua.
Jika kita bertanya biasanya kita akan mengingat jawabannya. Jika bertanya,
bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Selain
itu, tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia
pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan
apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya
bersama-sama dengan teman.

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun

Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang
penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat
ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi
dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu
pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa
jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan

Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap.
Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan
belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika
akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa
dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian

Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek
dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga
tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan
kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan
nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila
kita melakukan kecurangan.

Tips Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar Untuk Dapat Nilai Bagus/Tinggi


Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi belajar para
pelajar atau mahasiswa :

1. Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas

Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak menjadi
pikiran terus-menerus pada saat kegiatan belajar berlangsung. Lakukan identifikasi
hal-hal yang harus dilakukan dan melaksanakannya agar tidak ada beban seperti cuci
baju, bayar rekening listrik, mengembalikan dvd pinjaman ke teman, dan lain
sebagainya.

2. Pikirkan Manfaat Belajar di Masa Depan

Untuk menyemangati kegiatan belajar, kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau
kita sudah besar nanti akan sukses jadi orang pandai, penghasilan besar, mempunyai
pekerjaan yang menetap, dan lain-lain. Dengan demikian maka kita akan menjadi
lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan. Selain itu, bayangkan
orang lain juga yang sayang kepada kita seperti ayah, ibu, adik, kakak, pacar,
saudara, dan lain-lain akan ikut senang apabila suatu saat kita menjadi orang sukses.
Sebaliknya kalau menjadi orang bodoh maka kemungkinan untuk menjadi orang
susah semakin besar. Berpikirlah bahwa sekarang mencari kerja sebagai office boy
saja sulit, apalagi ingin bekerja kantoran atau menjadi eksekutif muda.

3. Jangan Terlalu Capek

Usahakan tidak membuat jadwal belajar dengan aktivitas fisik berlebih seperti
olahraga, main seharian, jalan-jalan ke mall, dan lain sebagainya. Apabila sudah
terlanjur capek maka belajar sebentar pun sudah bisa membuat kita mengantuk.
Apabila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore kemudian setelah
bangun tidur langsung belajar yang serius.
4. Posisi Belajar Yang Pas

Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran, sambil jalan-
jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil jongkok, dan lain sebagainya.
Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar (jika ada) atau di meja dan kursi yang
membuat kita senyaman di meja kursi sekolah atau kampus. Jangan belajar sambil
menghibur diri yang mengganggu seperti sambil main video game, main komputer,
nonton televisi, sambil baca komik, dan sebagainya.

5. Makanan dan Minuman Pendamping

Siapakan makanan dan minuman ringan yang biasa-biasa saja sekedar untuk mengisi
perut dan menghilangkan haus saja. Hal ini dilakukan untuk lebih membuat kita
belajar dengan semangat dan tidak mudah bosan. Contohnya seperti singkong rebus
sama teh tawar. Ketika lapar dan haus mendera kita akan dengan mudah untuk
menghilangkannya dari diri kita.

6. Tempat Yang Tenang Tanpa Pengganggu Konsentrasi Beajar

Menghindari lokasi belajar yang berisik dan mudah menghilangkan konsentrasi


belajar kita. apabila perlu, maka menyendiri di kamar tanpa suara apapun bisa
menjadi jalan keluarnya. Kita sebaiknya memberitahukan kepada orang-orang di
rumah bahwa kamu sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu
demi masa depan yang cemerlang. Selain itu, kamu perlu menutup jendela dan pintu
juga agar bila ada sesuatu yang lewat atau bergerak kita tidak terpancing untuk
melihatnya.

7. Cari Tahu Metode Belajar Yang Tepat

Terkadang ada orang yang materi pelajarannya bisa masuk ke otak jika sambil
mendengarkan musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, sambil corat-coret
kertas, dan lain-lain. Maka cobalah menentukan aktivitas tertentu yang menurut
kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak.

8. Strategi Menghapal Materi Pelajaran

Jika kamu punya kesulitan menghafal dan memahami pelajaran, maka sebaiknya
kamu membuat rangkuman pelajaran yang menurut kamu mudah dimengerti dan
dapat dilihat serta dibaca-baca kembali jika ada yang terlupakan. Selain itu, kamu
juga dapat membuat hubungan gambar-gambar yang mewakili point-poin pelajaran.
Kemudian adapula dengan merekam suara kita saat membaca materi pelajaran untuk
didengar kembali atau membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi
yang telah dipelajari, dan lain-lain.

9. Istirahat / Break Jika Lelah

Jangan memaksakan tubuh kita yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada
gunanya. Percuma apabila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit seperti pusing,
vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-lain. Pelajaran yang sudah
dihapal pun mungkin saja bisa terlupakan. Maka dari itu, istirahatlah apabila
memang sudah merasa kelelahan dan apabila rasa lelah tersebut berkurang, maka
lanjutkan aktifitas belajarmu.

10. Lupakan Sejenak Masalah Cinta dan Pacar

Apabila ingin lebih konsentrasi dalam belajar lebih baik jangan memikirkan pacar
atau kekasih terlebih dahulu, kecuali memiliki seorang kekasih yang bisa saling
mendukung dalam kegiatan belajar atau apabila kita memikirkan pacar kita maka
kita akan lebih termotivasi dalam belajar.