Anda di halaman 1dari 9

MODUL PRAKTIKUM SISTEM PROTEKSI

PROTEKSI TEGANGAN KURANG DAN LEBIH DIGITAL SATU PHASA

Penyusun : 1. Citra Wulan S


2. Devi Alpiani
3. Fadzrizaldin Putra M
4. Findya Asha A
5. Fithri Hifzhah M
6. Iqbal Muhammad F
7. Iqbal Muwahid

JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2017
Proteksi Tegangan Kurang dan Lebih digital satu phasa

1. Tujuan
a. Menentukan kerja relay proteksi tegangan kurang dan lebih satu phasa digital
b. Mempelajari persoalan gangguan phasa pada sistem satu phasa
2. Dasar Teori
Peralatan listrik didesain pada kondisi batas tegangan tertentu. Bila tegangan

rendah dapat mengakibatkan naiknya arus seperti yang dialami oleh mesin listrik. Bila

tegangan generator rendah dari teganga sistem maka arus induktif akan mengalir ke

generator dan bila tegangan terlalu rendah dari batas bawahnya maka arus induktif

akan membesar sehingga dapat memunculkan panas dan dapat merusak mesin. Hal

sebaliknya bila tegangan terlalu tinggi maka generator akan mengalirkan daya reaktif

yang besar. Tegangan kurang dan tegangan lebih merupakan gangguan pada peralatan

listrik. Untuk itu diperlukan proteksi atas gangguan ini guna mengisolasi peralatan

yang diproteksinya.
Gangguan phasa dapat diproteksi melalui relai proteksi. Berikut ini adalah

relai proteksi gangguan phasa dengan Model A2662 yang berupa relai proteksi

tegangan kurang-lebih (under-over voltage) digital dengan pemograman relai.


Setiap phasa memiliki tampilan digitalnya masing-masing, dua alarm LED

yang masing-masing terhubung dengan satu kontak penukar (saklar on/off) dan empat

tombol tekan untuk memprogram parameter yang bekerja pada relai. Kontak bisa

bebas terhubung dengan batas minimum atau batas maksimum. Bentuk standar dari

parameter adalah yang sudah terpasang di peralatan dan yang terekam di program

flow chart.
Dibagian depan panel terdapat konektor pengaman untuk penyalaan instrumen

sebuah saklar, tegangan input/output dan dua kontak penukar untuk setiap fasa, satu

untuk minimum dan satu untuk maksimum, semuanya beroperasi ketika masing-

masing batas terlampaui.


Jika digunakan bersama dengan relai proteksi model A2661 (relai proteksi

arus) dan A2663 (relai proteksi gangguan tanah), membentuk sistem perlindungan

terpadu dan menyeluruh.


3. Spesifikasi Alat Relai Proteksi
Berikut adalah deksripsi mengenai relai proteksi model A2662 :
Sumber tegangan : 230 VAC, 50 Hz, 5 VA
Kapasitas maksimum tegangan : 600 Volt
Kapasitas Kontak Relay : 10A 250 VAC
Pengaturan Alarm : Min/Maks/OFF
Waktu tunda relay : 0,1 9,9 detik (*)
Hyterisis : 0 100%

Alarm1 LED alarm 1


Alarm2 LED alarm 2
1234 Layar digital

Tombol masuk (pilih). Tombol ini mempunyai 3 tujuan, yaitu memilih


parameter, memindahkan ke parameter selanjutnya yang berada di
sebelah kanan dalam chart pemograman atau menyetel ulang latched
relay (ketika pilihan relai latch sudah terprogram). Ketika memilih
parameter diperlukan waktu 2-3 detik untuk melaksanakan perintah.

Kembali ke parameter sebelumnya atau digit yang ada disebelah kiri

Pindah ke chart yang berada di atas atau menaikkan digit

Pindah ke chart yang berada di bawah atau menurunkan digit


A : Konektor tegangan input phasa (1,2, dan 3)

B : Kontak relai tegangan kurang (under voltage) phasa 1, 2, dan 3

C : Tegangan sumber relai AC 230 Volt phasa 1, 2, dan 3

D : Saklar on/off

E : Kontak relai tegangan lebih (over voltage) phasa 1, 2, dan 3

4. Alat dan Bahan


a. Amperemeter
b. Trafo
c. Stopwatch
d. Kabel konektor
e. Lampu Indikator

5. Rangkaian Percobaan
6. Langkah Kerja
1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar rangkaian percobaan dengan deskripsi

rangkaian panel sebagai berikut:

a. Hubungkan tegangan sumber ke konektor C. Peralatan pemantau ke konektor

B dan E. Sambungkan saluran yang harus diproteksi ke konektor A dan On-

kan peralatan dengan saklar D.


b. Setel nilai parameter kerja yang diinginkan seperti nilai batas dan waktu tunda

(delay), jika berbeda dari nilai default dapat dengan mengoperasikan

pemograman instrument. Berikut langkah-langkahnya :


Langkah men-setting relai proteksi model A2662
c.

Alat pembacaan (display) setiap phasa akan menunjukkan tegangan yang


sebenarnya dan apabila melebihi ambang batas pengaturan yang ditentukan
kontak relai yang sesuai akan beroperasi
d. Kontak ini dapat digunakan untuk mengatur beberapa pengaman atau
peralatan peringatan. Lihat dari nilai yang diperbolehkan oleh beban.
2. Tentukan nilai gangguan under voltage dan over voltage yang diinginkan dengan
memutar autotrafo secepat mungkin.
3. Pada saat yang bersamaan dengan langkah ketiga, stopwatch diaktifkan.
4. Pada saat lampu indikator bekerja stopwatch dihentikan dan catat waktunya
sebagai t on relai.
5. Ketika pada nilai under atau over voltage putar kemali autotrafo ke keadaan
normal.
6. Catat waktunya sebagai t off relai.
7. Lakukan langkah 2 s/d 6 dengan 3 kali pengulangan.
8. Lakukan langkah ke 2 s/6 dengan nilai under dan over voltage yang berbeda.

7. Tabel Pengamatan
a. Tabel pengamatan under voltage

Setting batas bawah tegangan: ....... V

Setting t on delay: ....... sekon

Setting t off delay: ...... sekon

No Under Voltage (V) t on (s) t off (s)


1
2
3
4
5
6

b. Tabel Pengamatan over voltage


Setting batas atas tegangan: ..... V
Setting t on delay: ..... sekon
Setting t off delay: ..... sekon

Over Voltage
No (V) t on (s) t off (s)
1
2
3
4
5
6
8. Tugas dan Pertanyaan
a. Buat grafik hubungan waktu t on dengan nilai gangguan under voltage !
b. Buat grafik hubungan waktu t off dengan nilai gangguan under voltage !
c. Buat grafik hubungan waktu t on dengan nilai gangguan over voltage !
d. Buat grafik hubungan waktu t off dengan nilai gangguan over voltage !
e. Apa respon relai pada percobaan jika nilai gangguan under/over voltage jauh dari
kondisi normal ?