Anda di halaman 1dari 4

KOLIK ABDOMEN

PENGERTIAN
Tanda dan gejala yang disebabkan oleh proses yang terjadi intra abdomen denga
keluhan utama yang menonojol adalah nyeri perut hebat dan mendadak , dapat
cepat memburuk dan mengancam nyawa serta biasanya membutuhkan terapi
pembedahan.
ANAMNESIS

o Bagaimana sifat nyeri


o Lokasi nyeri: menyebar / tidak ? Bagaimana menyebarnya?
o Apakah disertai mutah? Disertai demam?
o Apakah disertai sesak nafas?
o Apakah disertai debar-debar?
o Adakah tanda-tanda kehamilan (untuk KET)
o Adakah riwayat gastritis/dispepsia?
o Bagaimana BAK, dan bagaimana BAB? Apakah bisa kentut?

PEMERIKSAAN FISIK

o Tensi, nadi, pernafasan, suhu


o Inspeksi : darm steifung,darm countour, cullen sign, turner sign,

o Auskultasi abdomen : peristaltik usus


o Palpasi abdomen : lokasi nyeri, adakah nyeri tekan / nyeri lepas ? Adakah
pembesaran hati, apakah teraba massa?
o Perkusi : shifting dullness, nyeri ketok
o Pemeriksaan rektal : lokasi nyeri pada jam berapa, adakah faeces, adakah
darah?

PROSEDUR DIAGNOSTIK
1. X-Ray
2. USG
3. CT Scan
4. Abdominal Paracentesis
5. Endoskopi, rectosigmoidoskopi
DIAGNOSIS BANDING

1. Kanan Atas:
o Kolesistitis akut
o Pankreasitis akut
o Perforasi tukak peptik
o Hepatitis akut
o Abses hati
o Kongestif hepatomegali akut
o Pneumonia dengan reaksi pleura
2. Kiri Atas:
o Perforasi lambung
o Pankreasitis akut
o Perforasi kolon
o Pneumonia dengan reaksi pleura
o Infark Miokard
o Pielonefritis akut
3. Peri Umbilikal:
o Obstruksi
o Apendiksitis
o Pankreasitis akut
o Hernia strangulasi
o Divertikulitis
4. Kanan Bawah:
o Apendiksitis
o Adneksitis
o Endometriosis
o KET (kehamilan ektopik terganggu
o Divertikulitis
o Perforasi caecum
o Batu ureter
o Hernia
o Abses psoas
5. Kiri Bawah:
o Divertikulitis
o Adneksitis / Endometriosis
o Perforasi kolon / sigmoid
o Batu ureter
o Hernia
o Abses psoas

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Sinar x abdomen menunjukkan gas atau cairan di dalam usus
2. Barium enema menunjukkan kolon yang terdistensi, berisi udara atau lipatan
sigmoid yang tertutup.
3. Penurunan kadar serum natrium, kalium dan klorida akibat muntah; peningkatan
hitung SDP dengan nekrosis, strangulasi atau peritonitis dan peningkatan kadar
serum amilase karena iritasi pankreas oleh lipatan usus.
4. Arteri gas darah dapat mengindikasikan asidosis atau alkalosis metabolik.

TERAPI

o Infus RL ; jika anuria -> infus RL:D5 = 1:1


o Puasa
o Dekompresi lambung dengan cara pemasangan NGT
o Pemasangan kateter
o Beri analgetik ringan (xylomidon),Spasmolitik: Baralgin, Sulfas Aliopin (inj) ;
jika kesakitan sekali -> beri petidin 1 amp im, jangan beri Antibiotik kalau
penyebab tidak jelas
o Bila gelisah penderita gelisah, beri Diazepam 10 mg iv, bisa diulang tiap 30
menit
o Bila panas, beri: antipiretik (Parasetamol)
o Bila keadaan umum jelek, beri supportif Vitamin / Alinamin F (inj), Cortison inj
3 cc atau Deksametason 2 amp
o Bila dengan upaya di atas keadaan tidak membaik, rujuk

EDUKASI
PROGNOSIS
DAFTAR PUSTAKA
1. Arief Mansjoer, A., Suprohaita, Wardhani, W.I., dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid
2 Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
2. CordellWH, KeeneKK, GilesBK, etal: TheHighPrevalenceofPain in Emergency
Medicalcare. Am J Emerg Med 20:165-169, 2002.
3. Fauci, Antoni, dkk. 2008. Harrisons Principles of Internal Medicine. Edisi 17. New York.
Mcgrawhill companies.
4. Graff LG, Robinson D: Abdominal Pain and Emergency Department Evaluation. Emerg
MedClin North Am 19:123-136, 2001.
5. Pierce A. Grace & Neil R. Borley, 2007. At a Glance Ilmu Bedah. Edisi 3. Jakarta: EMS
6. R,Sjamsuhidajat, Wim de jong.2010.Buku Ajar Ilmu Bedah.Jakarta: EGC.
7. Sudoyo, Aru W, dkk. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V.Jakarta : Balai
Penerbit FKUI.