Anda di halaman 1dari 5

PROSES PENGOLAHAN BATU ANDESIT MENJADI SIRTU DI PT

CALVARY ABADI

1.1. Profil Perusahaan

Berdiri sebagai perusahaan pemecah batu pada tahun 1990 berupa badan Usaha
Perseroan Terbatas bernama PT. Calvary Abadi berdasarkan Akta Pendirian dari Kantor
Notaris Ny. Iswi Artati SH. Dengan No. Akte C-1116, perubahan terakhir kalinya dengan akte
tahun 2001 akte 4.

Adapun Profil dari perusahaan ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1. Profil PT. Calvary Abadi


Profil PT. Calvary Abadi
1 Nama Perusahaan PT. Calvary Abadi
2 Lokasi site Desa Somopuro, Kecamatan
Jogonalan, Kabupaten Klaten,
Jawa Tengah.
3 Tahun Berdiri 1990
4 Bentuk Badan Usaha Perseroan Terbatas (PT)
5 Bahan yang diolah Batu Andesit

1.2. Geologi dan Karakteristik Andesit

Andesit termasuk jenis batuan beku kategori menengah sebagai hasil bentukan lelehan
magma diorit. Nama andesit sendiri diambil berdasarkan tempat ditemukan, yaitu di daerah
Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Peranan bahan galian ini penting sekali di sektor
konstruksi, terutama dalam pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya, gedung, jembatan,
saluran air/irigasi dan lainnya. Dalam pemanfaatannya dapat berbentuk batu belah, split dan
abu batu. Sebagai negara yang sedang membangun, Indonesia membutuhkan bahan galian ini
yang terus setiap tahun.

1.3. Ganesa Batuan Andesit


Andesite berasal dari Magma yang biasanya meletus dari stratovolcanoes pada lahar
tebal yang mengalir, beberapa diantaranya penyebarannya dapat mencapai beberapa
kilometer. Magma Andesite dapat juga menghasilkan letusan seperti bahan peledak yang kuat
yang kemudian membentuk arus pyroclastic dan surges dan suatu kolom letusan yang sangat
besar. Lava yang naik ke ke permukaan akan mengalami proses pendinginan dengan cepat
atau menghablur yang terbentuk pada temperatur antara 900 dan 1,100 derajat Celsius, hal
inilah yang menyebabkan tekstur andesit menjadi lebih halus. Butir mineral dalam andesit
biasanya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan alat pembesar. Di
dalam andesite terdapat sekitar 52 dan 63 persen kandungan silika (Sio2). Mineral-mineral
penyusun Andesite yang utama terdiri dari plagioclase feldspar dan juga terdapat mineral
pyroxene ( clinopyroxene dan orthopyroxene) dan hornblende dalam jumlah yang kecil.

1.4. Eksplorasi

Kegiatan eksplorasi andesit dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu :

1. Penelitian geologi
Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui batas penyebaran
secara lateral, termasuk mengumpulkan segala informasi geologi dan pemetaan
topografi. Peta topografi pada tahap ini berskala 1 : 500.
2. Penelitian geofisika
Penelitian yang umum dilakukan berupa pendugaan geolistrik, yaitu
penelitian berdasarkan sifat tahanan jenis batuan. Kegiatan ini diselaraskan
dengan data geologi permukaan ataupun bawah permukaan. Hasil interpretasi
disajikan dalam bentuk penampang geologi yang didasarkan kepada hasil
pengolahan data pengukuran geolistrik dengan menghubungkan setiap titik duga
satu dengan yang lainya. Keadaan geologi ini akan memperlihatkan penyebaran,
baik secara vertikal maupun lateral pada suatu penampang. Pendugaan geolistrik
secara umum akan menyajikan data lapisan tanah pucuk dan lapisan andesit
3. Pemboran
Kegiatan ini dilakukan untuk pengecekan secara rinci data endapan bagi
keperluan perhitungan cadangan
4. Pengambilan contoh
Kegiatan ini dimaksudkan untuk keperluan analisis laboratorium dan mekanika
batuan

1.5. Penambangan
Metode penambangan yang biasa diterapkan terhadap andesit adalah tambang terbuka
(quarry). Bentuk topografi bahan galian umumnya berbentuk bukit, dan penambangan
dimulai dari puncak bukit (top hill type) ke arah bawah (top down) secara bertahap
membentuk jenjang (bench).

1.6. Pengolahan

Proses pengolahan batu andesit pada dasarnya hanya terdiri dari reduksi ukuran.
Proses reduksi ukuran andesit menggunakan crusher. Crusher yang digunakan oleh PT.
Calvary Abadi adalah crusher jenis Jaw Crusher yang digunakan sebagai primary crusher dan
secondary crusher.
Pada tahap primary crushing digunakan alat jenis Jaw Crusher yang mereduksi feed
dari ukuran alami menjadi ukuran 20-30 cm. Jaw crusher mempunyai keunggulan struktur
sederhana, kinerja stabil, perawatan mudah, menghasilkan partikel akhir dan rasio
penghancuran tinggi. Jadi jaw crusher merupakan salah satu mesin penghancuran paling
penting dalam lini produksi penghancuran
Cara kerja jaw crusher secara umum; bahan galian di masukkan melalui rahang
kemudian bahan galian tersebut akan di tekan oleh dinding-dinding Fixed Jaw Plate dan
Kinetic jaw plate. Kemudian kinetic jaw plate akan bergerak yang digerakkan oleh fly wheel.
Kemudian dinding-dinding tersebut bergerak maju mundur dengan di atur oleh Toggle Plate
sehingga bahan galian akan tertumbuk oleh dinding-dinding tersebut sehinnga bahan galian
akan pecah dan berubah ukuran menjadi lebih kecil dari sebelumnya.
Apabila ada material yang tersangkut pada mulut jaw crusher, maka material tersebut
harus didorong secara manual.

Gambar 3.4.1 Material Yang Masuk Ke Jaw Crusher


Setelah keluar dari Jaw Crusher, material langsung jatuh di Belt Conveyor dan langsung
dibawa menuju Secondary Crushing. Secondary Crushing yang digunakan oleh PT.Calvary
Abady juga menggunakan Jaw Crusher. Namun Jaw Crusher pada Secondary Crusher
memiliki ukuran produk yang lebih kecil.(Gambar 3.4.2.)

Gambar 3.4.2 Jaw Crusher Pada Secondary Crushing

Produk yang keluar dari Secondary Crushing kemudian diangkut dengan Belt Conveyor
menuju Triple Deck Screening. Triple Deck Screening berfungsi untuk memisahkan material
berdasarkan ukuran butirnya. Apabila ada material yang Oversize maka akan dikembalikan ke
Secondary Crushing dengan menggunakan Belt Conveyor.

Gambar 3.4.3. Triple Deck Screening dan Screen Yang Digunakan

1.7. Produk dan Pemasaran

Setelah selesai dari proses Screening material produk langsung diangkut dengan belt
conveyor dan dimuat di truck dan ada juga material produk yang dimuat dengan menggukan
wheel loader ke dalam truck lalu dipasarkan. Material sirtu PT.Calvary Abadi biasa
digunakan sebagai bahan baku beton dan bahan campuran aspal.

Gambar 3.5.1. Pemuatan Material Produk

3.8. Reklamasi Bekas Penambangan Andesit

Secara umum yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam reklamasi lahan bekas
tambang yaitu dampak perubahan dari kegiatan pertambangan, rekonstruksi tanah, revegetasi,
pengaturan drainase, dan tataguna lahan pasca tambang. Pada kegiatan ini, lahan yang masih
belum rata harus terlebih dahulu ditata dengan penimbunan kembali (back filling) dengan
memperhatikan jenis dan asal bahan urugan, ketebalan, dan ada tidaknya sistem aliran air
(drainase) yang kemungkinan terganggu. Pengembalian bahan galian ke asalnya diupayakan
mendekati keadaan aslinya. Ketebalan penutupan tanah (sub-soil) berkisar 70-120 cm yang
dilanjutkan dengan re-distribusi tanah pucuk.