Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kemajuan teknologi saat ini sangat berkembang pesat dan membantu manusia untuk

berinteraksi satu sama lain, tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Kemudahan yang diberikan oleh

teknologi tersebut mencakup banyak hal serta menambah berbagai aspek kehidupan, mulai dari

bisnis hingga pendidikan. Pada prinsipprinsip teknologi ini berkembang untuk memenuhi

kebutuhan dan keinginan manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi

ataupun melakukan sesuatu. Namun dari segala efek positif yang diterima oleh manusia terdapat

pula berbagai efek negatif, baik secara fisik dan mental. (Anonim, 2009)

Teknologi memang tak bisa terlepas dari dampaknya terhadap kesehatan. Ada yang baik

dan ada yang buruk, dan masih banyak juga faktor lain yang mempengaruhinya. Penggunaan

komputer sendiri di masa sekarang kian menjamur, baik di kantor-kantor hingga menambah

dunia pendidikan bahkan rumah-rumah pribadi. Berbicara mengenai radiasi agaknya masih

terlampau jauh karena beberapa penelitian yang sudah dilakukan para ahli belum memberikan

bukti-bukti jelas untuk terlalu takut akan hal ini, dan sejauh ini sebagian besar riset membuktikan

bahwa radiasi dari monitor komputer masih berada dalam batas yang aman-aman saja bila

penggunaannya tidak terlalu berlebihan. Namun yang paling sering terdeteksi adalah adanya

gangguan yang berhubungan dengan mata seperti mata lelah, pegal, mata kering, kesulitan

menangkap objek hingga kepala yang bisa disebabkan akibat gangguan tersebut. (Kismawadi,

2009)

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang amat vital bagi manusia untuk penglihatan

yang mendeteksi cahaya. Eye floaters atau gangguan mata adalah endapan atau kondensasi

(pengembunan) di dalam selai mata yang seperti kaca mata merupakan organ tubuh yang paling
mudah mengalami penyakit akibat kerja, karena terlalu sering memfokuskan bola mata ke layar

monitor. Tampilan layar monitor yang terlalu terang dengan warna yang panas seperti warna

merah kuning, ungu, orange, akan lebih mempercepat kelelahan pada mata. Selain dari itu,

pantulan cahaya pada sebagainya, akan menambah beban mata. Pemakaian layar monitor

komputer yang tidak ergonomis dapat menyebabkan keluhan pada mata. (Kompas, 2004)

Pengaruh monitor terhadap kesehatan mata, masih menjadi perdebatan. Pemakaian video

display unit (VDU) pada umumnya mengeluhkan tekanan pada mata, nyeri otot, leher, sakit

pundak dan pinggang. Berdasarkan hasil penelitian, 77% para pemakai layar komputer akan

mengalami keluhan pada mata, mulai dari rasa pegal dan nyeri pada mata, mata merah, mata

berair, sampai pada iritasi mata bahkan kemungkinan katarak mata, tapi berdasarkan penelitian di

Inggris, tidak ada kerusakan permanen diterima dari sumber lain. (Kompas, 2004)

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Pemerintah Daerah diperoleh hasil bahwa,

jumlah Staf sebanyak 1037 orang, jumlah komputer 56 unit, jumlah operator komputer 56

orang. Dan berdasarkan wawancara langsung yang dilakukan pada saat pengambilan data awal

mayoritas dari pengguna komputer mengatakan bahwa ketika berada di depan komputer dengan

waktu yang cukup lama mereka mengalami kelelahan mata, mata berair, perih dan tegang pada

otot-otot mata.

Berdasarkan fenomena dan permasalahan yang diperoleh dan dikemukakan sebelumnya

tentang pengaruh layar monitor komputer, maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul

penelitian Pengaruh Layar Monitor Komputer Terhadap Gangguan Mata Pada Pengguna

Komputer di Kantor Daerah Bagian Keuangan Kabupaten Kolaka Tahun 2010.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah

dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pengaruh Layar Monitor Komputer Terhadap Gangguan

Kesehatan Mata Pada Pengguna Komputer di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka

Tahun 2010

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengidentifikasi tentang pengaruh layar komputer terhadap gangguan kesehatan

mata pada pengguna komputer di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka tahun 2010.

D. Manfaat Penelitian

1. Sebagai sumber bacaan dan informasi tentang pengaruh layar monitor

komputer terhadap gangguan mata

2. Sebagai bahan pembanding bagi peneliti selanjutnya yang tentunya berkaitan dengan pengaruh

layar monitor komputer.

3. Menambah pengetahuan bagi para pengguna komputer terhadap bahaya layar komputer pada

pengguna komputer.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Tentang Komputer

1. Sejarah Komputer

Sejarah komputer berawal pada tahun 1940, yaitu diciptakannya komputer elektronik

pertama di dunia yang dikenal dengan nama ABC (Atanasoff and Berry Computer) yang

di ambil dari nama penciptanya. Pada dekade yang sama, Dr.John W. Mauchly bekerja sama

dengan J. Presper Eckert,Jr. Menciptakan komputer yang dikenal dengan nama ENIAC
(Elektronic Numerical Integrator Analyzer computer). Alat ini diciptakan untuk menghitung

tabel-tabel lintasan peluru untuk tentara amerika serikat. (Dwi maryono, 2006)

Komputer yang diciptakan pada masa ini disebut sebagian komputer generasi pertama.

Pada masa ini, komputer menggunakan tabung- tabung hampa udara sebagai penguat sinyal.

Tabung-tabung hampa udara terbuat dari bahan kaca sehingga mempunyai kelemahan mudah

pecah dan mudah menghantarkan panas. Panas ini dinetralisir dengan menggunakan komponen

lain sebagai pendingin. Itulah sebabnya ENIAC (Elektronic Numerical Integrator Analyzer

computer) mempunyai ukuran yang begitu besar. ( Dwi maryono, 2006 )

Ketidakpraktisan ENIAC (Elektronic Numerical Integrator Analyzer computer) terus

mendorong ilmuan untuk mengembangkan komputer elekronis. Sampai sekarang, ditemukanlah

transistor dari komputer generasi ke dua (1959-1964) dengan diperkenalkannya Microprocessor

yang merupakan penggabungan ribuan IC ke dalam sebuah chip. Bentuk dari chip ini makin

kecil dengan kemampuan yang makin meningkat dan harga juga makin murah. Microprocessor

merupakan awal kelahiran komputer personal (personal komputer/PC). Microprocessor yang

pertama kali dikembangkan adalah microprocessor serie 4004 oleh Intel Corp. (Dwi maryono,

2006)

2.Pengertian Komputer

Secara bahasa, kata komputer berasal dari kata Compute yang berarti menghitung.

Dengan demikian, fungsi dari komputer yaitu sebagai mesin hitung. Akan tetapi, definisi

komputer yang dibuat para ahli berbeda-beda karena mereka membuat definisi sesuai dengan

kebutuhannya. (Jogianto, 2004)

Menurut buku Computer Today (Donald H. Sanders) komputer didefinisikan sebagai

suatu sistem elektronik untuk memanipulasi data secara cepat dan tepat serta diorganisasikan
supaya secara otomatis dapat menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan

menghasilkan output berdasarkan langkah-langkah instruksi / perintah program yang tersimpan

di memori. (Jogianto, 2004)

Menurut buku Computer Organization (V.C. Hamacher.Z.G Vranesic.S.G. zaky).

komputer adalah mesin penghitung alat elektronik yang cepat dapat menerima informasi input

digital memprosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorinya (stored

program) dan menghasilkan output informasi. (Jogianto, 2004)

Menurut buku Introduction To The Computer, The Tool Of Business (William M. Fuori).

Komputer adalah suatu pemroses data (data processor) yang dapat melakukan penghitungan

yang besar dan cepat. Termasuk penghitungan arithmatika yang besar atau operasi

logika. (Jogianto, 2004)

Menurut buku Introduction To Computers (Gordon B. Davis) komputer adalah tipe

khusus alat penghitung yang mempunyai sifat tertentu yang pasti. (Jogianto, 2004)

Dari beberapa definisi yang tersebut, dapat di simpulkan bahwa komputer adalah:

a. Alat komputer.
b. Dapat menerima input data.
c. Dapat mengola data.
d. Dapat memberikan informasi.
e. Menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer ( stored

program ).

f. Dapat menyimpan program dan hasil pengolahan.


g. Bekerja secara otomatis.

B. Tinjauan Umum Tentang Mata


Pengertian Mata
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang

paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau
gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual. (Anonim,

2009)

Bagian- bagian pada organ mata bekerjasama menghantarkan cahaya dari sumbernya

menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian-bagian tersebut adalah;

1. Kornea
Kornea merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber

cahaya. (Anonim, 2009)

2. Pupil dan iris


Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang

masuk kebagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang

gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di

sekelilingnya. Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna

pada mata. (Anonim, 2009)

3. Lensa mata
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskan pada retina. Fungsi lensa mata

adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk

melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk

melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal. (Anonim, 2009)

4. Retina

Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina

yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik. (Anonim, 2009)

5. Saraf Optik

Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak. (Anonim,

2009)

C. Tinjauan Tentang Gangguan Kesehatan Mata


Definisi Gangguan Mata
Gangguan mata atau eye floaters adalah endapan atau kondensasi

(pengembunan) didalam sela mata yang seperti kaca. (Vitreous jelly of the eye). Orang orang

menggunakan istilah pengembangan mata (eye floaters) untuk melukiskan noda-noda yang

mengambang didalam penglihatannya ketika mereka melihat kesekelilingnya. Eye floaters dapat

hadir hanya pada satu mata atau kedua-dua mata. (Kompas, 2004)

Menurut dokter RSUD Raden Mattaner jambi itu, gangguan mata karena penggunaan

elektronik setiap hari sudah sering ditemukan. Biasanya gangguan karena faktor kebiasaan yang

buruk pada waktu bekerja didepan komputer. (Kompas, 2004)

Timbulnya gejala itu, katanya, akibat bekerja secara konstan, terus menerus pada jarak

dekat. Sebenarnya, monitor komputer tak memancarkan sinar atau radiasi yang berbahaya bagi

mata, baik monitor berwarna maupun monitor hitam putih. Sebaliknya usahakan berkedip saat

menggunakan komputer, sehingga mata bisa beristirahat sejenak, ujarnya. (Wisnu, 2009)

Hal inilah yang mengakibatan kelelahan konvergensi. Di mana, terjadi saat melihat

suatu objek dekat dengan kedua mata, maka mata kita akan bergerak satu sama lainnya

(konvergensi) untuk memeriksa objek yang dilihat tersebut. Melihat monitor komputer yang

lama dalam jarak yang dekat menyebabkan kelelahan konvergensi dari otot-otot mata. Hal ini

dapat menimbulkan rasa tegang di daerah sekitar mata, nyeri bahkan sakit kepala. (Wisnu,

2009)

Walaupun sudah banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pemakaian komputer,

namun belum banyak yang menyadari bahwa pemakian komputer juga dapat menimbulkan

masalah sendiri. Masalah yang dimasudkan adalah penyakit-penyakit akibat kerja yang

disebabkan oleh pemakaian komputer, terutama bila bekerja denga komputer dengan waktu

yang lama secara terus menerus. Tulisan ini dimaksudkan sebagai bahan masukan yang perlu
diperhatikan oleh para operator komputer maupun para menejer, agar produktivitas kerja pada

operator komputer tetap tinggi, tanpa adanya kehilangan jam kerja karena sakit yang

ditimbulkan oleh penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh pemakaian komputer. Dengan kata

lain, pemakaian komputer hendaknya dapat menciptakan beban kerja menjadi ringan dan suasana

kerja menjadi nyaman, sehinggah semua orang betah bekerja dengan komputer. (Wisnu, 2009)

1. Gangguan Kesehatan Mata Akibat Radiasi Monitor Komputer

Penggunaan komputer dalam sehari-hari dalam pekerjaan sehari-hari merupakan hal yang

lumrah saat ini. Hampir setiap orang disebuah kantor menggunakan komputer untuk

m,enyelesaikan tugas-tugas pekerjaan. Namun, monitor sebagai salah satu piranti dari komputer

memiliki bahaya radiasii bagi mata, jika digunakan dalam waktu yang lama. (Zidni, 2008)

Bahaya radiasi monitror komputer bagi mata dapat mengakibatkan gangguan sampai pada

kerusakan pada mata. Penggunaan komputer sampai dengan 12 jam sehari dengan monitor yang

tidak dilapisi oleh filter anti radiasi akan mengakibatkan mata merah. Monitor komputer sendiri

menghasilkan radiasi sinar X, ultraviolet, gelombang mikro dan radiasi elektromagnetik

berfrekuensi rendah. Semakin terang monitor anda, maka semakin banyak radiasi yang akan

ditimbulkan. (Zidni, 2008)

Dampak berikutnya dari radiasi monitor komputer adalah mata yang bergetar dan berkedip,

lalu dapat berlanjut memicu rabun jauh atau mata minus, katarak, keguguran dan epilepsi.

Sementara dampaknya akan dirasakan mulai 15 sampai 20 tahun kemudian. (Zidni, 2008)

Sebagai informasi, tingkat pencahayaan atau (brightnees) yang terlalu terang atau terlalu

buram tidak baik bagi kesehatan mata. Pencahayaan yang terlalu terang akan membuat mata

menjadi silau, sedangkan pencahayaan yang terlalu buram hanya dan membuat mata bekerja

lebih keras untuk melihat. Hal ini akan membuat mata menjadi cepat lelah. (Anonim, 2009)
Untuk pencahayaannya, anda harus menyesuaikan brightnees dan contrast monitor hingga

mata anda bisa melihat dengan nyaman. Anda juga harus menyesuaikan resolusi dengan karakter

dimonitor agar dokumen-dokumen mudah dibaca dan mata akan menjadi lebih

nyaman. (Anonim, 2009)

Menurut penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, pancaran radiasi gelombang beta

yang ditimbulkan oleh monitor komputer. Perlu di ketahui, monitor komputer produksi mulai

tahun 2004 telah menyertakan sebuah komponen silikon radioaktif lemah (grup metalloids) yang

mampu membuat warna XVGA lebih cerah dengan biaya yang lebih

murah. (Anonim, 2009)

Pancaran radioaktif ini akan terus aktif hingga meluruh habis selama 20 tahun. Kerusakan

pada mata tidak bersifat langsung, tetapi bersifat gradual. Untuk pencahayaanya, setiap 3 jam

anda melakukan kegiatan didepan komputer, bisakah anda untuk mengistirahatkan mata anda

dengan cara menutup mata selama 5 menit. (Anonim, 2009)

Akhir-akhir ini banyak dijual kaca filter untuk layar monitor byang dipromosikan sebagai

filter radiasi yang keluar dari komputer. Menurut hasil penelitian, untuk operator komputer yang

bekerja 8 jam per hari terus menerun, ternyata radiasi yang dikeluarkan dari komputer

(khususnya sinar-X) yang berasal dari sinar kosmis dan dari radiasi bumi (terresterial radiation)

yang berkisar 145 m Rem per tahun. Sedangkan laju dosis radiasi yang diizinkan untuk

masyarakat umum adalah 500 m Rem pertahun. Terkena bahaya radiasi yang munkin timbul dari

tabung layar monitor. Sehingga kaca filter yang dijual di pasaran lebih sesuai sebagai filter

kesilauan (galare) dari cahaya layar komputer, bukan sebagai filter radiasi. (Wisnu, 2004)
Monitor flat yang saat ini makin banyak di gunakan, tak perlu banyak membantu dalam

mengurangi radiasi atau cahaya yang dilihat langsung. Tapi lebih pada tempat yang praktis.

(Rahmi, 2008)

Monitor yang bagus memiliki kualitas yang mencukupi. gambar yang bagus pada layar akan

membuat mata bekerja lebih efisien dan nyaman, pixel yang banyak dan resolusi yang baik juga

membantu kerja mata. (Rahmi, 2008)

Monitor layar lebar juga membantu, apalagi untuk pekerjaan yang menuntut kemampuan

visual tinggi. Monitor lebih kecil (kurang dari 0,28 mm). ( Rahmi, 2008 )

2. Sumber Penyakit akibat Kerja pada Komputer

Komputer sebagai alat bantu yang banyak digunakan manusia, ternyata dapat

menimbulkan penyakit akibat kerja seperti halnya pemakaian mesin pada kegiatan industri.

Komputer dapat menimbulkan penyakit akibat kerja, disebabkan karena komputer sebagai

bagain dari teknologi informatika mengalami percepatan yang sangat cepat sejak komputer

ditemukan pertama kali. Percepatan teknologi informatika berlangsung hanya puluhan tahun

sejak pertama kali ditemukan pertama kali, sehingga bagian tubuh manusia ada yang tidak

sempat menyesuaikan dengan percepatan tersebut. Lain halnya dengan teknologi pertanian yang

percepatannya berlangsung selama ribuan tahun sejak manusia mengenal bercocok tanam,

sehingga bagian tubuh manusia sempat beradaptasi dengan pemakaian alat-alat pertanian.

Sedangkan zaman industrialisasi percepatannya berlangsung selama ratusan tahun sejak manusia

mulai memakai mesin-mesin, sehingga manusia mempunyai waktu yang cukup untuk

memikirkan dan membuat peraturan untuk melindungi tubuh manusia dari kemungkinan

mengalami cidera atau penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh percepatan teknologi
komputer yang begitu hebat oleh Alvin Tofler disebut sebagai dampak kemajuan ilmu

pengetahuan. (Wisnu, 2009)

Para pengguna komputer kerap mengabaikan gangguan kesehatan akibat berlama-lama

menggunakan alat moderen itu. Computer Vision Syndrom (CVS) adalah salah satu gangguan

yang dialami. Wujud keluhannya antara lain mata lelah dan kering, sakit kepala, mual-mual,

hingga muntah. (Mangoenprasodjo, 2005)

Aswin adalah salah seorang copy writer disebuah perusahaan periklanan terkemuka di

jakarta. Ia sering mengeluhkan matanya yang terasa lelah, juga kering. Padahal layar

komputernya sudah dilapisi antiflicker. Setelah diperiksa dokter specialis mata, terdeteksi kalau

ia mengalami Computer Vision Syndrom (CVS). (Mangoenprasodjo, 2005)

CVS adalah gangguan pada mata akibat pangguna komputer dalam dalam waktu terlalu

lama secara terus menerus. Kelelahan mata yang dirasakan Aswin merupakan salah satu tanda

(Computer Vision Syndrom) CVS. Gejala lainnya adalah mata kering,iritasi mata,pandangan

buram atau ganda,sakit kepala, dan sensitif terhadap cahaya. (Mangoenprasodjo, 2005)

Menurut Dr. Bambang Triwiyono,Sp.M., dokter specialis mata RS Pertamina Pusat,

Jakarta, kumpulan gejala atau sindroma pada mata ini di akibatkan oleh pengguana komputer

secara terus-menerus, lebih dari empat jam sehari. Kecendrungan (Computer Vision Syndrom)

CVS mekin meningkat, di amerika, sekitar 70-90% pengguna komputer menderita (Computer

Vision Syndrom) CVS. Apalagi mereka yang menggunakannya lebih dari empat jam sehari.

(Mangoenprasodjo, 2005)

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan munculnya CVS, yaitu jenis atau karakteristik

monitor komputer, lamanya pengguna komputer, serta adanya kelainan refraksi (pembiasan)
pada pengguna. Karakteristik monitor dengan resolusi rendah termasuk yang menyebabkan

gangguan ini. (Mangoenprasodjo, 2005)

Pemakaian kacamata yang tidak pas atau melepas kacamata pada pengguna komputer

dengan kelainan refraksi, baik minus, plus, maupun slindris, akan memperburuk (Computer

Vision Syndrom) CVS yang terjadi. Ini lantaran mata terpaksa melakukan akomodasi atau

penyesuaian terhadap jarak obyek secara kuat. Mata yang dipaksa berakomodasi terus menerus

akan mengalami kelelahan. Kondisi seperti ini bila berlangsung lama dan kontinyu, cenderung

akan menambah minusnya. (Mangoenprasodjo, 2005)

Sindroma penglihatan akibat komputer ini memang belum lama berkembang. Asosiasi

Optimetri Amerika baru mensinyalir gangguan ini sekitar tahun 1990-an. Di tahun ini pengguna

komputer mulai marak dan keluhan seputar kelelahan mata tambah banyak. Diperkirakan sekitar

60 juta orang Amerika menderita (Computer Vision Syndrom) CVS (Mangoenprasodjo, 2005)

Data pasti penderita (Computer Vision Syndrom) CVS di Indonesia belum pasti diketahui.

Namun, berdasarkan pengamatan pada pasien yang datang ke dokter mata, gejala-gejala yang

mengarah ke (Computer Vision Syndrom) CVS ini banyak ndi keluhkan. Secara umum keluhan

yang di alami rata-rata berkisar pada kelelahan mata serta mata kering. (Mangoenprasodjo, 2005)

Sekitar 20-30 persen pasien mengaku mengalami kelelahan mata. Penggunaan

antiradiasi,antiflicker (anti kerlipan) atau filter pada layar monitor, bisa mengurangi radiasi yang

dipancarkan layar monitor sampai 70-90 persen, tapi tetap saja tidak dapat meniadakan

(Computer Vision Syndrom) CVS sama sekali. (Mangoenprasodjo, 2005)

a) Syndrom Mata Kering

Beragamnya kegiatan yang memanfaatkan tegnologi komputer membuat semakin

banyak orang yang berlama-lama duduk di depan komputer. Padahal, menetap terus-menerus
layar komputer tak baik untuk kesehatan mata. Salah satunya bisa terkena sindrom mata kering.

Apabila kondisi itu dibiarkan berlarut-larut, tidak saja mengganggu penglihatan, tapi juga

menumbulkan infeksi di kornea mata akibat kekurangan cairan. Sindrom mata kering juga bisa

di sebabkan udara yang sangat kering, angin, debu, polusi, dan asap rokok.

(Sutinah, 2009)

Sindrom mata kering akan menyebabkan produksi air mata berkurang. Dalam kasus

sindrom mata kering akan mekin parah seiring dengan bertambahnya usia, sindrom mata kering

juga dapat diderita oleh semua usia, baik pria maupun wanita. (Sutinah, 2009)

Mata mengalami penguapan berlebihan sehingga kering jika digunakan terus-menerus

untuk menatap monitor computer, televisi atau membaca dengan frekuensi mengedip rendah. Air

Condition (AC), udara panas dan kering serta asap rokok memperberat mata

kering (Mangoenprasodjo, 2005)

Meskipun berkedip merupakan reflek, kita cenderung untuk berkedip lebih sedikit saat

bekerja menggunakan komputer. Hal ini menyebabkan mata kita jadi kering dan tidak nyaman

(mungkin juga penglihatan menjadi kabur) penglihatan kabur (jauh atau dekat) dilingkungan

seperti kantor, penglihatan yang kabur juga sebagai hasil dari layar monitor yang kotor sudut

pandang yang minim, pantulan cahaya, atau juga sebagai hasil dari layar monitor yang jelek atau

rusak tetapi juga sebagai hasil dari kondisi yang jauh lebih serius seperti gangguan lensa mata

(hyperopi, myopi, astigmatism), resep kacamata yang tidak cocok presbiopi atau gangguan

fokus. (Mangoenprasodjo, 2005)

Hafis mengatakan sindrom mata kering terjadi karena ditemukannya lapisan air mata

yang tidak normal pada mata. Pada mata normal, tear film akan membasahi permukaan bola

mata sepanjang waktu dalam kadar yang normal (tidak terlalu basah dan tidak kering). Gangguan
mata dalam kasus sindrom mata kering bisa juga disebabkan oleh kondisi penyakit tertentu,

misalnya kelainan kongenital, rematik, leukimia, hormonal (monopause), diabetes melitus

trauma kelenjar mata, defisiensi Vitamin A dan C, trauma bahan kimia atau panas. Untuk

mencegah mata terjadinya sindrom mata kering, pasien atau mereka yang belum terkena bisa

menghindari debu atau udara yang kering, polusi dari asap kendaraan juga bisa membuat terjadi

sindrom mata kering tersebut. Jadi, usahakan kemana-mana kalau keluar memakai kacamata

pelindung. (Sutinah, 2009)

b) Kedipan Mata dan menghindari Mata Kering

Mengistirahatkan mata yang dianjurkan oleh Dr. Bambang adalah 10-15 menit setiap

satu jam penggunaan komputer. Hal ini dimaksudkan supaya mata tidak terlalu lelah dan

memiliki kesempatan untuk berkedip. (Mangoenprasodjo, 2005)

Apakah saat melototi layar komputer mata tidak sempat berkedip? Bukan tidak

berkedip, tapi frekuensi mengedipkannya secara signifikan sangat kurang, karena saat melihat

layar komputer mereka berkonsentrasi. Padahal mengedip itu sangat penting untuk membasahi

permukaan mata. Mengedip sebetulnya merupakan gerakan reflek mata. Setidaknya dalam satu

menit, mata akan berkedip sebanyak 15 kali dengan lama kedipan sekitar 0,4 detik.

(Mangoenprasodjo, 2005)

Tanpa disadari, sebuah penelitian di AS pernah memberikan bukti bahwa pengguna

komputer ternyata lebih jarang mengedipkan mata dibanding kedipan normal mata yang terjadi

sekitar 12 kali permenit. Rata-rata yang didapat adalah hanya 5 kali berkedip permenit saat

menggunakan komputer, padahal mengedipkan mata ini sangat penting untuk mengurangi resiko

mengalami mata kering karena semakin lama mata terbuka terus menerus akan semakin tinggi
kemungkinkinan kornea mata untuk mengalami dihidrasi dan bisa merasa panas atau sakit, terasa

seperti ada pasir sehingga kelopak mata yang terasa berat. (Sutinah, 2009)

Para ahli menganjurkan untuk menggunakan tetes mata bila hal ini sudah terjadi, dan

menghindari penggunaan lensa kontak atau kacamata saat bekerja di depan komputer karena

dapat mengurangi aliran udara disekitar bola mata dan udara terjebak di dalam kacamata akan

mudah menjadi lembab, serta meningkatkankelembaban ruangan bila memungkinkan. Pada

ruangan ber-AC, kelembaban udara umumnya menurun sehingga kondisi lingkungan yang

kering akan meningkatkan penguapan air mata serta membuat pengguna lensa kontak akan lebih

mudah mengalami iritasi. Solusi bagi pengguna kacamata sendiri adalah dengan kacamata

khusus yang dipakai untuk bekerja di depan komputer, terutama bagi pengguna lensa presbiopia.

Lensa khusus ini sebaliknya disesuaikan dengan jarak pandang dan sudut aman mata terhadap

layar monitor. (Sutinah, 2009)

c) Kelelahan Mata

Mata lelah, tegang atau pegal adalah gangguan yang dialami mata karena karena otot-

ototnya yang dipaksa bekerja keras terutama saat harus melihat objek dekat dalam jangka waktu

yang lama. Otot mata sendiri terdiri tiga sel-sel otot eksternal yang mengatur gerakan bola mata,

otot ciliary yang berdungsi mengfokuskan lensa mata dan otot iris yang mengatur sinar yang

masuk kedalam mata. Semua aktifitas yang berhubungan dengan pemaksaan otot-otot tersebut

untuk bekerja keras, sebagaimana oto-otot yang lain akan bisa membuat mata mengalami

gangguan ini. Gejala mata terasa pegal biasanya akan muncul setelah beberapa jam kerja. Pada

saat otot mata menjadi letih, mata akan menjadi tidak nyaman atau sakit. (Kismawadi, 2009)

Ini akan dapat mempengaruhi pandangan yang bisa menjadi samar karena terganggunya

kemampuan untuk memfokuskan, hingga sakit kepala ringan sampai cukup serius. Seperti
dijelaskan tadi, bahwa melihat suatu objek pada jarak yang sama terus-menerus akan dapat

menyebabkan otot-otot mata menjadi lelah, terutama pada orang yang bekerja dengan jarak

sangat dekat dengan monitor komputer. Beberapa faktor penyebab lain yang bisa menyebabkan

hal ini terutama adalah melihat objek yang terlalu dekat selama terus-menerus, kemudian juga

kesalahan menggunakan kacamata yang tidak sesuai.(Kismawadi, 2009)

Faktor lainnya meliputi pencahayaan yang kurang mendukung, masalah-masalah alergi

atau mata kering dan tidak keseimbangan susunam otot mata yang akan mengakibatkan mata

harus bekerja lebih keras untuk dapat menangkap objek sebuah survei di AS pernah menemukan

sekitar 90% pengguna komputer secara kontinyu 3 jam sehari rata-rata pernah mengalami mata

lelah (Kismawadi, 2009)

Kata Marrill Allen,OD,PhD, guru besar optemetri Indiana Unerversity di Bloomington.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap sekelompok orang yang bekerja dengan mata

memandangi layar komputer setidaknya selama satu setengah jam terus-menerus diketahui

berkedip lebih sering dibandingkan orang lain yang tidak bekerja dengan komputer. (Kompas,

2004)

Sebelum mulai bekerja, orang-orang tersebut berkedip rata-rata 8-9 kali permenit.

Namun, diakhir eksperimen, mereka berkedip 12-13 kali per menit. mengerdip satu dua kali

tidak apa-apa, dan jelas merupakan reaksi alami terhadap cahaya terang. Tetapi anda tidak boleh

melakukannya berjam-jam, Sering berkedip menyebabkan mata anda akan lelah,kering,tegang

dan berakibat pada rasa nyeri di kepala. Inilah yang terjadi jika anda termasuk salah satu dari

sekian banyak orang yang bekerja didepan komputer dari pukul 08.00- pukl 17-00 setiap hari.

(Kompas, 2004)
Para ahli mengatakan bahwa kelelahan mata yang disebabkan oleh komputer mungkin

menyebabkan penglihatan anda semakin kurang tajam setelah bertahun-tahun terpapar.

(Kompas, 2004)

Ternyata tak selamanya kemajuan teknologi informasi, perangkat lunak dan elektronik

berdampak positif bagi menusia. Terutama pengguna peralatan berbasis layar Visual display

terminalis (VDT) seperti senggang cenderung mengalami keluhan kelelahan mata yang tinggi.

(Anonim, 2008)

Ansyori menjelaskan bahwa Sampai saat ini tidak ada bukti-bukti yang jelas bahwa

komputer dapat membahayakan mata. personal computer (PC) tidak memancarkan sinar X atau

ultraviolet, ungkapan seraya mengatakan bahwa meski demikian rasa tidak nyaman dan lelah

akibat pengguna personal computer (PC) yang lama juga menimbulkan rasa panas akomodasi

bola mata. (Anonim, 2008)


PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian Pengaruh Layar Monitor Komputer Terhadap Gangguan Kesehatan

Mata Pada Pengguna Komputer di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka yang

dilaksanakan pada tanggal 20 Januari-20 Februari 2010, maka kami mengambil kesimpulan

bahwa :

Pengaruh Layar Monitor Komputer Terhadap Gangguan Kesehatan Mata Responden

yaitu mencapai 29 orang (80,5 %).

B. SARAN-SARAN

Kepada pelajar SMA Negeri 1 Kedamean khususnya kelas XI IPA 2 agar selalu

memperhatikan kenyamanan dan keamanan saat beraktifitas dengan menggunakan komputer,

seperti :

a. pencahayaan ruangan yang mendukung sehingga layar monitor komputer tidak terlihat silau saat

digunakan agar tidak menambah beban mata dan menimbulkan mata menjadi lelah.

b. Gunakanlah komputer yang menggunakan filter radiasi agar menghindari mata merah. Serta atur

jarak pandang mata dengan layar monitor komputer sebanyak 50cm untuk menghindari berbagai

gangguan kesehatan mata.

c. Kedipkanlah mata setiap 5 menit untuk menghindari mata kering dan kekakuan pada otot mata

dan Hindari merokok pada saat beraktifitas dengan komputer karena dapat menimbulkan mata

kering.
d. Dan yang paling penting adalah perhatian dari orang tua atau lingkungan keluarga dalam

mengawasi perkembangan putra-putrinya