Anda di halaman 1dari 13

PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS

Pengertian : Suatu pemeriksaan yang diperlukan pada pemeriksaan anternal,


pemeriksaan panggul, palpasi, dan auskultasi.
Tujuan : - Pemeriksaan antenatal : untuk memfokuskan pada hal-hal yang
penting yang harus segera dikenali dan bagaimana kondisi-kondisi
tertentu berubah sesuai dengan berlanjutnya usia kehamilan
- Pemeriksaan panggul : Untuk mengetahui luas pintu panggul
dan penggolongan jenis panggul seorang ibu
- Pemeriksaan palpasi : untuk mengetahui usia kehamilan, letak
presentasi, jumlah bayi, kondisi bayi dan kesesuaian muatan
dengan jalan lahir

Kebijakan : Pemeriksaan obstetri diperlukan mutlak bagi wanita hamil dan bersalin
Prosedur : INDIKASI
- Asuhan antenatal.
- Deteksi dini suatu kondisi patologik dalam kehamilan.
- Merencanakan persalinan.
- Kemajuan perkembangan kehamilan.
- Mengetahui letak, posisi presentasi dan kondisi bayi.
- Penatalaksanaan masalah yang ditemukan dalam kehamilan.

PEMERIKSAAN ANTENATAL
A. KELUHAN UTAMA
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri anda.
2. Ciptakan suasana membantu dan menyenangkan.
3. Dengan sopan, tanyakan identitas ibu.
4. Tanyakan tentang tujuan ibu mendatangi fasilitas kesehatan
ini.

B. ANAMNESIS
1. Tanyakan tantang :
- Riwayat perkawinan.
- Riwayat haid, hari pertama haid terakhir.
- Riwayat penyakit ibu dan keluarga yang berkaitan dengan
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


masalah kehamilan.
- Riwayat persalinan.
2. Tentukan usia kehamilan menurut anamnesis haid dan buat
taksiran persalinan.
C. PEMERIKSAAN
1. UMUM
- Keadaan umum.
- Tinggi badan ( astenikus, atletikus, piknikus ).
- Tinggi badan dan berat badan.
- Warna konjungtiva, ikterus, edema, kloasma, gravidaruin.
- Mulut, tenggorokan, karies dentis, tonsil, dan faring
- Tanda vital ( tekanan darah, nadi, penapasan, suhu tubuh )
- Kondisi jantung dan paru.
- Palpasi limpa dan hati.
2. KHUSUS
( bila kehamilan di atas 20 minggu, langsung ke langkah 5 )
Inspeksi
- Tinggi fundus (Penonjolan supra simfisis),
- Hiperpigmentasi (areola mammae, linea nigra) dan striae.
Palpasi
- Tinggi fundus uteri,
- Keadaan dinding perut,
- Massa, cairan bebas / nyeri tekan abdomen.
3. Pada kehamilan 16-20 minggu, mulai di lakukan pemeriksaan
auskultasi. Karena pada usia kehamilan tersebut, sulit untuk
menentukan punggung bayi maka ujung stetoskop laenec
diletakkan pada daerah subumbilikus.
Dengan alat fetoskop Doppler denyut jantung sudah dapat di
dengar pada kehamilan 12 minggu atau lebih.
Dengan bunyi dan hitung frekuensi bunyi jantung bayi.
Untuk membandingkan dengar, bising aorta. Pegang nadi ibu
saat memeriksa bunyi jantung bayi.
4. STATUS LOKALIS
Inspeksi :
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


- Labium dan perineum,
- Muara urethra,
- Fluor albus atau skret abnormal
Inspekulo :
- Dinding vagina dan fomiks,
- Warna dan besar porsio,
- Fluor albus atau secret dalam lumen vagina

Pemeriksaan dalam :
- Vagina.
- Besar dan konsistensi porsio,
- Besar dan arah korpus uteri, tanda hegar dan aneksa

5. KHUSUS OBSTETRI
Inspeksi :
- Tinggi fundus uteri, di ukur dalam cm setelah kehamilan 20
minggu,
- Hipermigmentasi dan striae,
- Parut bekas operasi,
Palpasi :
- Leopold 1,
- Janin tunggal atau ganda,
- Leopold 2,
- Leopold 3,
- Besar janin normal, PJT atau makrosomia,
- Leopold 4
Auskultasi :
- Pemeriksaan bunyi dan frekuensi jantung janin (Bila
kehamilan memasuki usia 38 minggu, pada primigravida
dan multigravida yang kepala bayi belum masuk pintu atas
panggul, lakukan pemeriksaan panggul).

D. PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Lakukan pemeriksaan tambahan bila di perlukan :
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


- Laboratorium rutin atau khusus,
- Pelvimetri (kehamilan > 36 minggu),
- USG.

E. KESIMPULAN
IMBANGAN JANIN PANGGUL (untuk pemeriksaan kehamilan
< 20 minggu. Langsung ke nomor F1)
- Buat kesimpulan hasil pemeriksaan panggul.
- Buat kesimpulan imbangan feto pelvik.

F. KESIMPULAN HASIL PEMERIKSAAN / DIAGNOSIS


1. Buat pemeriksaan hasil pemeriksaan.
2. Cantumkan kondisi kehamilan / ibu dan bayi dalam
kesimpulan.

G. PROGNOSIS DAN RENCANA PENATALAKSANAAN


1. Tuliskan prognosis kehamilan berkaitan dengan hasil
pemeriksaan yang baru dilakukan.
2. Jelaskan tentang kondisi kehamilan dan rencana asuhan
antenatal yang akan di jalankan.
3. Diskusikan tentang jadwal pemeriksaan dan hasil yang
diharapkan dan penatalaksanaan asuhan antenatal.
4. Jelaskan apabila diperlukan pemeriksaan khusus atau
konsultasi ke bidang keilmuan lain.
Bila diperlukan, ibu dapat dirujuk ke tenaga ahli dan fasilitas
kesehatan yang lebih lengkap.
5. Berita tentang beberapa hal atau gejala klinis penting dalam
kehamilan yang menyebabkan ibu harus melakukan
kunjungan ulang.
6. Beritahukan tentang fasilitas kesehatan dan system yang ada
untuk melakukan rujukan.
7. Pastikan ibu mengerti tentang informasi dan hasil pemeriksaan
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


/ diagnosis serta penatalaksanaan asuhan antenatal.
8. Berikan kartu / buku pemeriksaan ibu hamil, antarkan ibu
keluar dan ucapkan salam.

PEMERIKSAAN PANGGUL
A. PERSETUJUAN PEMERIKSAAN
1. Jelaskan tentang prosedur pemeriksaan.
2. Jelaskan tentang tujuan pemeriksaan.
3. Jelaskan bahwa proses pemeriksaan mungkin akan
menimbulkan perasaan khawatir atau kurang
menyenangkan tetapi tidak akan menimbulkan gangguan
pada kandungan.
4. Pastikan bahwa ibu telah mengerti prosedur dan tujuan
pemeriksaan.
5. Mintakan persetujuan lisan untuk melakukan pemeriksaan

B. PERSIAPAN
a. IBU
- Ranjang periksa
- Kapas dan larutan antiseptic
b. PEMERIKSA
- Sarung Tangan
- Sabun dan air
- Apron

C. MEMASANG SARUNG TANGAN


Setelah cuci tangan, keringkan tangan dengan handuk bersih
dan kering.
1. Lepaskan lipatan sarung tangan dan letakkan di atas meja,
ambil sarung tangan kanan dengan ibu jari tangan kiri
(pada tepi atas lipatan).
2. Masukkan tangan kanan ke dalam sarung tangan dan
sesuaikan jari-jari tangan dengan alur-alur jari yang
tersedia.
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


3. Kencangkan sarung tangan dengan jalan menarik ujung,
lipatan kemudian tarik lingkaran sarung tangan ke atas.
4. Ambil sarung tangan kiri dengan menyelipkan jari-jari
tangan kanan diantara lipatan sarung tangan (tahan sarung
tangan dengan ibu jari).
5. Kencangkan sarung tangan dengan jalan menarik ujung
lipatan kemudian tarik lingkaran sarung tangan ke atas.
6. Ambil sarung tangan kiri dengan menyelipkan jari-jari
tangan kanan diantara lipatan sarung tangan (tahan sarung
tangan dengan ibu jari).
7. Masukkan jari-jari tangan kiri ke dalam alur jari yang
tersedia, kencangkan dengan jalan mendorong lipatan
sarung tangan ke atas kemudian tarik lingkaran sarung
tangan dengan ibu jari dan telunjuk tangan kanan, untuk
menghilangkan lipatannya.

D. PEMERIKSAAN
1. Setelah mengosongkan kandung kemih, persilahkan ibu
untuk berbaring di atas ranjang periksa.
2. Persiapkan ibu pada posisi litotomi.
3. Dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri, sisihkan labium
mayus ke lateral untuk membuka vulva.
4. Masukkan telunjuk dan jari tengah tangan kanan ke dalam
lumen vagina melalui introitus yang terbuka.
5. Pindahkan tangan kanan ke fundus uteri.
6. Arahkan bagian ventral / palmar jari-jari tangan dalam ke
simfisis os pubis, tentukan besar sudut yang di bentuk
antara os pubis kiri dan kanan.
7. Dengan ujung bagian ventral jari-jari dalam, telusuri linea
inominata kiri sejauh mungkin, kemudian lakukan pula
pada bagian kanan dengan cara yang sama.
8. Letakkan jari dalam pada sekitar pertengahan linea
inominata kiri kemudian geser ke bawah (sejajar sumbu
badan ibu) menelusuri dinding samping panggul untuk
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


menilai arah dan sudutnya (rata menyudut kedalam atau
keluar).
9. Menjelang akhir dinding samping panggul (sekitar 5
sentimeter dari pintu atas panggul) akan teraba tonjolan
tulang, kearah dalam jalan lahir dan berbentuk segitiga,
yang disebut dengan spina iskiadika. Nilai derajat
penonjolan spina ke jalan lahir.
10. Lakukan hal yang sama pada dinding samping panggul
bagian kanan (gunakan bagian atau sisi medial jari tengah)
kemudian nilai distansia interspinarum. Raba tuberositas
iskiadikum dengan meneruskan rabaan dinding samping
panggul hingga bagian paling ujung. Lakukan untuk
dinding kiri dan kanan, kemudian nilai distansia
intertuberosum (jarak antara kedua tuberositas).
11. Raba tuberositas iskiadikum dengan meneruskan rabaan
dinding samping panggul hingga bagian paling ujung.
Lakukan untuk dinding kiri dan kanan, kemudian nilai
distansia intertuberosum (jarak antara kedua tuberositas).
12. Geser tangan dalam kearah belakang sehingga teraba
bagian tulang yang rata dan mempunyai lekukan ke
belakang, bagian ini disebut dengan sacrum. Nilai
konkafitas tulang tersebut dengan menelusurinya kea rah
atas dan bawah.
13. Teruskan perabaan bagian tengah sacrum hingga mencapai
ruas dan bagian ujung tulang koksigis. Nilai inklinasi
tulang tersebut, kedepan (mengarah ke jalan lahir) atau ke
belakang.
14. Pindahkan jari tangan dalam ke linea inominata kanan
kemudian telusuri sejauh mungkin ke belakang hingga
posisi jari mengarah ketengah (sumbu badan ibu). Bila di
tengah teraba tonjolan tulang kebagian dalam jalan lahir
(Promontorium) maka pindahkan (jari) tangan kanan ke
tangan kiri untuk menentukan batas atau jarak dari titik
tersebut ke ujung jari tangan.
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


15. Keluarkan telunjuk dan jari tengah tangan kanan
sementara jari telunjuk tangan kiri yang menentukan batas
tadi tetap pada posisinya.
16. Ambil alat ukur / penggaris dengan tangan kiri, dekatkan
dengan jari tengah tangan kanan dan batas yang telah di
buat tadi untuk menentukan konyugata diagonalis.
17. Beritahukan kepada ibu bahwa pemeriksaan sudah selesai
dan persilahkan ibu untuk mengambil tempat yang sudah
disediakan.

E. PENCEGAHAN INFEKSI
1. Kumpulkan semua alat yang telah digunakan dan
mabukkan ke dalam wadah yang berisi larutan klorin
0,5%.
2. Seka dengan larutan klorin 0,5% pada bagian atau benda
yang dikenai secret atau cairan tubuh pasien.
3. Masukkan dan bersihkan sarung tangan ke dalam wadah
yang berisi larutan klorin 0,5% kemudian lepaskan dan
rendam di dalam wadah tersebut selama 10 menit.
4. Cuci tangan dengan sabun dan bilas di bawah air mengalir.
5. Keringkan tangan dengan handuk keringkan dan bersih.

F. PENJELASAN HASIL PEMERIKSAAN


1. Beritahukan hasil pemeriksaan tadi kepada ibu.
Jelaskan tentang sx yang dibuat berdasar pada hasil
pemeriksaan tersebut.
2. Bila diperlukan lakukan konseling spesifik tentang
diagnose dan penatalaksanaan lanjutan.

G. PENATALAKSANAAN
1. Catat hasil pemeriksaan dan diagnose / kesimpulan
pemeriksaan pada buku / kartu pasien.
2. Buat penatalaksanaan atau penjadwalaan kunjungan ulang
id dalam buku control dan catatan medic.
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


3. Pastikan ibu mengerti tentang penatalaksanaan atau jadwal
asuhan antenatal yang telah dibuat.
4. Berikan buku control kepada ibu dan ucapkan salam
(apabila pemeriksaan dilakukan di kamar bersalin,
masukkan hasil pemeriksaan ke dalam status pasien)

PALPASI (Menurut Leopold Dan Auskultasi Monoaural


Laenec)
A. PERSETUJUAN PEMERIKSAAN
1. Jelaskan prosedur pemeriksaan ini kepada ibu.
2. Jelaskan tujuan atau hasil yang diharapkan dari
pemeriksaan ini.
3. Jelaskan bahwa pemeriksaan ini kadang-kadang
menimbulkan perasaan khawatir atau tidak enak tetapi
tidak akan membahayakan bayi yang ada didalam
kandungan.
4. Bila ibu mengerti apa yang tetapi di sampaikan, mintakan
persetujuan lisan tentang pemeriksaan yang akan
dilakukan.

B. PERSIAPAN
a. IBU
- Ranjang obstetric / periksa
- Selimut atau kain penutup
- Stetoskop monoaural (laenec)
b. PEMERIKSA
- Air hangat dan wadahnya
- Tempat bilas dan gayung
- Handuk bersih dan kering

C. PEMERIKSAAN
1. Persilahkan ibu untuk berbaring
2. Sisihkan pakaian ibu hingga seluruh bagian perut ibu
tampak jelas kemudian minta ibu untuk meletakkan kedua
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


telapak kaki pada ranjang sehingga terjadi sedikit fleksi
pada sendi paha (coxae) dan lutut (genu), untuk dinding
perut.
3. Tutup paha dan kaki ibu dengan kain yang telah
disediakan. Cuci tangan pemeriksa dengan sabun, bilas
dengan air hangat kemudian keringkan kedua tangan
tersebut dengan handuk.
4. Pemeriksa berada disisi kanan ibu, menghadap bagian
lateral kanan.
5. Beritahukan kepada ibu bahwa pemeriksa akan memulai
proses pemeriksaan.
6. Leopold 1 :
- Letakkan sisi lateral telunjuk kiri pada puncak
fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus.
Perhatikan agar jari tersebut tidak mendorong
uterus ke bawah (jika diperlukan, fiksasi uterus
bawah dengan meletakkan ibu jari dan telunjuk
tangan kanan di bagian lateral depan kanan dan
kiri, setinggi tepi atas simpisis).
- Angkat jari telunjuk kiri (dan jari-jari yang
memfiksasi uterus bawah) kemudian atur posisi
pemeriksa sehingga menghadap ke bagian kepala
ibu.
- Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada
fundus uteri dan rasakan bagian bayi yang ada
pada bagian tersebut dengan jalan menekan secara
lembut dan menggeser telapak tangan kiri dan
kanan secara bergantian.
7. Leopold 2 :
- Letakkan telapak tangan kiri pada dinding perut
lateral kanan dan telapak tangan kanan pada
dinding perut lateral kiri ibu secara sejajar dan
pada ketinggian yang sama.
- Mulai dari bagian atas, tekan secara bergantian
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS


atau bersamaan (simultan) telapak tangan kiri dan
kanan, kemudian geser ke arah bawah dan rasakan
adanya bagian yang rata dan memanjang
(punggung) atau bagian-bagian kecil (ekstremitas).
8. Leopold 3 :
- Atur posisi pemeriksaan pada sisi kanan dan
menghadap ke bagian kaki ibu.
- Letakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding
lateral kiri bawah. Telapak tangan kanan pada
dinding lateral kanan bawah perut.
- Tekan secara lembut dan bersamaan / bergantian
untuk menentukan bagian terbawah bayi ( bagian
keras, bulat, dan hampir homogeny adalah kepala
sedangkan tonjolan yang lunak dan kurang
simetris adalah bokong ).
9. Leopold 4 :
- Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada
lateral kiri dan kanan uterus bawah, ujung-ujung
jari tangan kiri dan kanan berada pada tepi atas
simpisis.
- Temukan kedua jari kiri dan kanan, kemudian
rapatkan semua jari tangan yang meraba dinding
bawah uterus.
- Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari-jari kiri
dan kanan ( konvergen atau divegen ). Setelah itu,
pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada
bagian terbawah bayi ( bila presentasi kepala,
upayakan memegang bagian kepala di dekat leher
dan bila presentasi bokong, upayakan untuk
memegang pinggang bayi ).
- Fiksasikan bagian tersebut kearah pintu atas
panggul kiri dan simfisis untuk menilai seberapa
jauh bagian terbawah telah memasuki pintu atas
panggul.
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS

Pemeriksaan Auskultasi
1. Angkat kedua tangan dari dinding perut ibu
kemudian ambil stetoskop monoaural dengan
tangan kiri, kemudian tempelkan ujungnya pada
dinding perut ibu yang sesuai dengan posisi
punggung bayi (bagian yang memanjang dan rata).
2. Tempelkan telinga kiri pemeriksa dan dengarkan
bunyi jantung bayi (pindahkan titik dengar apabila
pada titik pertama, bunyi jantung tersebut kurang
jelas, upayakan untuk mendapatkan punetum
maksimum).
Apabila dinding perut cukup tebal sehingga
suiii mendengarkan bunyi jantung bayi,
pindahkan ujung stetoskop pada dinding
perut yang relatif tipis yaitu sekitar 3 cm
dibawah pusat (sub umbilikus).
3. Dengarkan dan hitung bunyi jantung bayi setiap 5
detik sebanyak 3 kali pemeriksaan dengan interval
5 detik diantara tiap-tiap hitungan.
4. Jumlahkan hasil penghitungan 1, 2, dan 3
kemudian dikalikan dengan angka 4 untuk
mendapatkan frekuensi denyut jantung bayi per
menit ( perhatikan perbedaan jumlah masing-
masing penghitungan untuk menilai irama dan
keteraturan bunyi jantung ).
5. Letakkan semua peralatan yang telah digunakan
pada tempat semula.
6. Beritahukan bahwa prosedur pemeriksaan telah
selesai, angkat kain penutup dan rapikan kembali
pakaian ibu.
7. Persilahkan ibu untuk duduk kembali dan catat
hasil pemeriksaan pada lembar yang telah tersedia
di dalam status pasien.
PEMERIKSAAN OBSTETRIK

No. Dokumen : No Revisi : B Hal : 1/12


01.02.008

Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh : Direktur


Standar Prosedur
Operasional 1 Maret 2017

dr. Herminiati HB, MARS

D. PENJELASAN HASIL PEMERIKSAAN


Jelaskan hasil pemeriksaan palpasi dan auskultasi yang
meliputi:
- Usia kehamilan
- Letak janin
- Posisi janin
- Presentasi
- Kondisi janin (sesuai dengan hasil pemeriksaan
auskultasi)
E. RENCANA ASUHAN ANTENATAL
1. Jelaskan hasil temuan atau penilaian klinis ibu.
2. Jelaskan tentang rencana asuhan antenatal berkaitan
dengan hasil temuan tersebut.
3. Catat pada buku control ibu hamil dan jelaskan tentang
langkah atau asuhan lanjutkan serta jadwal pemeriksaan
ulangan.
4. Jelaskan untuk melakukan kunjungan ulang (walaupun
diluar jadwal yang telah ditentukan) apabila ibu
merasakan beberapa kelainan / gangguan kehamilan.
5. Serahkan kembali buku control ibu hamil dan ucapkan
salam.

Unit Terkait : Kamar Bersalin


Poli Obgyn