Anda di halaman 1dari 19

\

Home Kesehatan Pengertian Dan Penyebab Penyakit Prolanis

Pengertian Dan Penyebab Penyakit


Prolanis
Rita Elfianis No Comments on Pengertian Dan Penyebab Penyakit Prolanis

PROLANIS merupakan kepanjangan dari Program Pengelolaan Penyakit Kritis adalah salah
satu pelayan kesehatan untuk para penderita kronis yang terdaftar menjadi anggota BPJS dari
BPJS.

Program ini meilibatkan anggota BPJS, BPJS itu sendiri dan fasilitas kesehatan demi
mencapai hidup optimal dengan biaya yang efektif dan efisien. Program ini diharapkan 75 %
para penderita yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki hasil
baik.

\\\

Sasaran dari program prolanis ini adalah para penderia Diabetes melitus tipe 2 serta para
penderita hipertensi yang telah mendaftarkan diri menjadi anggota PROLANIS dan telah
melalui pemeriksaan pada fasilitas kesehatan pertama bagi penderita Diabetes Melitus tipe
dua dan pemeriksaan lanjutan bagi para penderita fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

Proses pencatatan program PROLANIS, pelaporannya menggunakan aplikasi pelayanan


primer (P-Care) dengan melakukan input data dan memberikannya flag terdaftar pada
peserta.

Penyebab penyakit prolanis:

1. Diabetes melitus tipe 2

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan gula darahnya sangat tinggi.
Diabetes dibagi menjadi dua, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe dua. Tetapi kali ini akan saya
bahas tentang diabetes tipe dua.

Diabetes tipe dua adalah penyakit diabetes yang disebabkan oleh badan kegemukan dan
adanya riwayat keluarga menderita diabetes. Kadar gula dalam darah naik tidak terkendali
karena resistensi tubuh pada efek hormon insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas.

Insulin sendiri memiliki fungsi mendistribusikan glukosa keseluruh tubuh untuk


menghasilkan energi. Jika glukosa yang dihasilkan lebih maka akan disimpan dihati dan
dilepaskan ketika diperlukan, misal ketika lapar.

2. Hipertensi
Hipertensi darah tinggi merupakan sebuah penyakit kronis dimana tekanan darah pada
pembuluh arteri meningkat. Pada umumnya penyakit ini belum dapat di pastikan
penyebabnya pada 90 persen kasus.

Baca Artikel Lainnya :

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Ebola


Menggelikan !! Kisah Ditemukannya Lintah Hidup Pada Hidung Seorang Anak
Manfaat Kesehatan dan Kecantikan Dibalik Lezatnya Durian

Tetapi pada umumnya hipertensi disebabkan oleh konsumsi banyak garam yang berlebih,
kelebihan berat badan, kurang makan buah dan sayur mayur, kurang berolahraga dan
memiliki keluarga yang beriwayat sakit hipertensi.

Demikian pengertian PROLANIS dan penyebab penyakit PROLANIS, semoga bermanfaat.

Hidup Sehat dengan PROLANIS

Definisi

Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan
pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas
Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan
yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya
pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Tujuan

Mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator
75% peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memiliki hasil baik pada
pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait
sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit.

Sasaran
Seluruh Peserta BPJS Kesehatan penyandang penyakit kronis (Diabetes Melitus Tipe 2 dan
Hipertensi)

Pelaksanaan di Puskesmas Tamanan

Tanggal 7 Mei 2015, untuk pertama kalinya Puskesmas Tamanan mengadakan kegiatan PROLANIS.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan, yaitu pengukuran tinggi badan, berat badan, tensi
tekanan darah dan pengambilan sampel darah.

Memasuki acara inti, plt Kepala Puskesmas Tamanan dr. Purwoko memberikan sambutan, kemudian
dilanjutkan dengan sambutan oleh kepala kantor cabang BPJS Bondowoso, Ibu Purnomo Dewi.
Dalam sambutannya, Ibu Purnomo Dewi memberikan yel-yel untuk menambah semangat para
undangan. Yel-yel singkat yaitu PROLANIS, SEMANGAT! Berhasil membangkitkan suasana yang
mulanya sedikit tegang.

Dalam kesempatan itu, Ibu Purnomo Dewi juga memberikan sedikit penjelasan tentang keguanaan
pertemuan, yaitu peserta akan mendapatkan ilmu pengetahuan tentang penyakit kronis dari dokter-
dokter yang hadir. Tidak hanya itu, peserta juga dapat melakukan konsultasi kesehatan secara
langsung serta melakukan senam lansia bersama.

Setelah acara sambutan, dr. Purwoko memberikan penyuluhan kesehatan tentang beberapa
penyakit kronis, diantaranya Diabetes dan Hipertensi. Penjelasan dokter menggunakan video itu
berhasil membuat peserta antusias untuk bertanya. Berikut beberapa pertanyaan yang di ajukan
peserta beserta jawabannya.

Pertanyaan 1:

Saya memiliki penyakit kencing manis dan darah tinggi hingga penglihatan saya terasa kabur, apa
obat untuk menyembuhkannya dan makanan apa saja yang tidak boleh saya makan?

Jawaban :

Untuk mata kabur bisa diperiksakan terlebih dahulu di poli mata Bu, nanti akan dilihat apakah
pembuluh darah masih bagus atau tidak. Kalau masih bagus, kemungkinan ibu menderita penyakit
lain pada mata yaitu katarak. Untuk pemeriksaannya bisa dilakukan di desa atau di puskesmas
Tamanan. Puskesmas Tamanan mempunyai dokter spesialis mata yang bisa menjadi tempat
konsultasi. Ibu bisa memanfaatkan kartu BPJS untuk itu. Ibu perlu kontrol yang rutin, karena bila
dikontrol dengan baik nanti harapannya penyakit kronis lainnya bisa dicegah (Jantung, Stroke, dll).
Untuk makanan yang dilarang, pendapat ini bisa berbeda antara dokter satu dengan yang lainnya.
Bagi saya, ibu boleh makan makanan sehat seperti biasa asal tetap rajin kontrol dan minum obat.
Untuk hipertensi, jangan makan garam-garam, kopi, santan dan jangan merokok. Puskesmas
Tamanan memiliki klinik Jantung Paru Sehat yang bisa membantu perokok berhenti merokok. (dr.
Purwoko)

Pertanyaan 2:

Apa betul kencing manis itu penyakit keturunan? Kalau kita minum obat terus menerus apakah tidak
ada efek buruk bagi tubuh?

Jawaban:

Bila ada keturunan kencing manis, harus dicegah sejak dini dengan mengurangi konsumsi gula dan
rajin olahraga. Gula itu tidak hanya gula pasir, namun juga gula yang ada di dalam karbohidrat
seperti nasi dan tepung-tepungan. Kencing manis ada yang diturunkan, tapi ada pula yang
didapatkan karena pola hidup yang tidak sehat. Diabetes tipe 2 harus diwaspadai oleh orang yang
beresiko, seperti orang gemuk. (dr.Purwoko)

Orang dengan penyakit diabetes harus minum obat seumur hidup, dengan minum obat dan olahraga
yang teratur, Insya Allah akan tetap sehat. (dr. Purwoko)

Obat memang berefek samping pada tubuh, tapi kalau tidak minum obat penyakit akan bertambah
parah dan akan berakibat fatal. Untuk itu perlu minum obat dan menjaga pola hidup sehat.
Olahraga memiliki hitungan, cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
250-(umur) = (hasil) x 0,65 Misalkan:
250- 50 (th) = 200 x 0,65 = 130
130 merupakan denyut jantung minimal. Bila kita berolahraga, maka denyut jantung harus lebih dari
130 per menit, bila kurang dari itu maka olahraganya akan percuma. (dr.Grandika)

Pertanyaan 3:

Saya memiliki saudara yang mempunyai penyakit darah tinggi. Dokter menyarankan untuk
mengkonsumsi garam diet, apakah itu selalu dianjurkan dan apakah itu berpengaruh terhadap
penyakit darah tinggi?

Jawaban:

Garam diet bisa dibeli di apotik, tapi kalau tidak mampu membeli garam diet cukup dengan diet
sehat saja dengan tidak mengkonsumsi makanan yang dilarang untuk orang dengan darah tinggi.
(dr. Purwoko)

Setelah sesi tanya jawab berakhir, acara dilanjutkan dengan pembentukan klub PROLANIS. Ibu Eva
selaku ketua pelaksana kegiatan mengajak para peserta undangan bermusyawarah tentang jadwal
tetap dan tempat untuk kegiatan PROLANIS selanjutnya.
Dari musyawarah tersebut dihasilkan kesepakatan bahwa PROLANIS akan diadakan setiap bulan,
tepatnya pada hari kamis minggu ke dua. Untuk sementara dijadikan satu klub yang bertempat di
Aula Puskesmas Tamanan, dengan pertimbangan keterbatasan instruktur senam dan dana.
Selanjutnya, bila kegiatan berjalan lancar, dan para kader sudah hafal gerakan senam, maka akan
dibentuk klub-klub kecil di setiap polindes.

Sambil mempersiapkan instrumen senam, Ibu Purnomo Dewi memberikan sedikit informasi tentang
BPJS. Untuk peserta BPJS mandiri diingatkan agar tidak telat membayar premi, yaitu sebelum tanggal
10. Karena bila terlambat akan dikenakan denda meski hanya sebesar 2%. Selain itu, untuk semua
peserta BPJS, bila ada keluarga yang meninggal harap segera dilaporkan agar tagihan tidak berjalan
terus. Minta surat keterangan meninggal dunia pada rumah sakit atau puskesmas tempat meninggal,
atau bila meninggal di rumah minta surat keterangan meninggal pada kecamatan. Sehingga nanti
data akan terkumpul dan bisa digantikan oleh keluarga miskin lainnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam lansia yang dipandu oleh beberapa isntruktur. Dengan
berakhirnya senam lansia, berakhir pula kegiatan PROLANIS. Puskesmas Tamanan mengharap
komitment peserta untuk terus hadir setiap bulannya sehingga membantu mengurangi resiko

terkena penyakit kronis.

Panduan Praktis PROLANIS

1. 1. PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) panduan praktis Kantor Pusat


Jl. Letjen Suprapto Cempaka Putih, PO. Box 1391 / JKT, Jakarta 10510 Indonesia
Telp. +62 21 421 2938 (hunting), 424 6063, Fax. +62 21 421 2940 Website :
www.bpjs-kesehatan.go.id 06
2. 2. panduan praktis PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) 06
3. 3. panduan praktis | PROLANIS02 03panduan praktis | PROLANIS Kata
Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem
Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ditetapkan bahwa operasional BPJS
Kesehatan dimulai sejak tanggal 1 Januari 2014. BPJS Kesehatan sebagai Badan
Pelaksana merupakan badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan
program jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan diberlakukannya
program Jaminan Kesehatan Nasional ini adalah untuk memenuhi kebutuhan
kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah
membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Masyarakat sebagai peserta
Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dan
stakeholder terkait tentu perlu mengetahui prosedur dan kebijakan pelayanan dalam
memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan haknya. Untuk itu diperlukan Buku
Panduan Praktis yang diharapkan dapat membantu pemahaman tentang hak dan
kewajiban stakeholder terkait baik Dokter/Dokter Gigi yang bekerjasama dengan
BPJS Kesehatan, Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,
Peserta BPJS Kesehatan maupun pihak-pihak yang memerlukan informasi tentang
program Jaminan Kesehatan Nasional. Dengan terbitnya buku ini diharapkan
masyarakat akan mengetahui dan memahami tentang Jaminan Kesehatan Nasional,
sehingga pada saat pelaksanaannya masyarakat dapat memahami hak dan
kewajibannya serta memanfaatkan jaminan kesehatan dengan baik dan benar. Tentu
saja, pada waktunya buku panduan praktis ini dapat saja direvisi dan diterapkan
berdasarkan dinamika pelayanan yang dapat berkembang menurut situasi dan kondisi
di lapangan serta perubahan regulasi terbaru. Direktur Utama BPJS Kesehatan Dr. dr.
Fachmi Idris, M.Kes.
4. 4. panduan praktis | PROLANIS04 05panduan praktis | PROLANIS I Definisi
PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang
dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan
BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan
yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan
biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. II Tujuan Mendorong peserta
penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator 75%
peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memiliki hasil baik
pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi sesuai
Panduan Klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit.
Daftar Isi 05I Definisi 05II Tujuan 06III Sasaran 06IV Bentuk Pelaksanaan
06V Penanggungjawab 06VI Langkah Pelaksanaan VII Hal-Hal Yang Perlu
Mendapat Perhatian 18
5. 5. panduan praktis | PROLANIS06 07panduan praktis | PROLANIS III Sasaran
Seluruh Peserta BPJS Kesehatan penyandang penyakit kronis (Diabetes Melitus Tipe
2 dan Hipertensi) IV Bentuk Pelaksanaan Aktifitas dalam Prolanis meliputi aktifitas
konsultasi medis/edukasi, Home Visit, Reminder, aktifitas klub dan pemantauan
status kesehatan. V Penanggungjawab Penanggungjawab adalah Kantor Cabang BPJS
Kesehatan bagian Manajemen Pelayanan Primer. VI Langkah Pelaksanaan Persiapan
pelaksanaan PROLANIS 1. Melakukan identifikasi data peserta sasaran berdasarkan:
a. Hasil Skrining Riwayat Kesehatan dan atau b. Hasil Diagnosa DM dan HT (pada
Faskes Tingkat Pertama maupun RS) 2. Menentukan target sasaran 3. Melakukan
pemetaan Faskes Dokter Keluarga/ Puskesmas berdasarkan distribusi target sasaran
peserta 4. Menyelenggarakan sosialisasi Prolanis kepada Faskes Pengelola 5.
Melakukan pemetaan jejaring Faskes Pengelola (Apotek, Laboratorium) 6.
Permintaan pernyataan kesediaan jejaring Faskes untuk melayani peserta PROLANIS
7. Melakukan sosialisasi PROLANIS kepada peserta (instansi, pertemuan kelompok
pasien kronis di RS, dan lain-lain) 8. Penawaran kesediaan terhadap peserta
penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi untuk bergabung dalam
PROLANIS 9. Melakukan verifikasi terhadap kesesuaian data diagnosa dengan form
kesediaan yang diberikan oleh calon peserta Prolanis 10. Mendistribusikan buku
pemantauan status kesehatan kepada peserta terdaftar PROLANIS
6. 6. panduan praktis | PROLANIS08 09panduan praktis | PROLANIS 11.
Melakukan rekapitulasi data peserta terdaftar 12. Melakukan entri data peserta dan
pemberian flag peserta PROLANIS 13. Melakukan distribusi data peserta Prolanis
sesuai Faskes Pengelola 14. Bersama dengan Faskes melakukan rekapitulasi data
pemeriksaan status kesehatan peserta, meliputi pemeriksaan GDP, GDPP, Tekanan
Darah, IMT, HbA1C. Bagi peserta yang belum pernah dilakukan pemeriksaan, harus
segera dilakukan pemeriksaan 15. Melakukan rekapitulasi data hasil pencatatan status
kesehatan awal peserta per Faskes Pengelola (data merupakan luaran Aplikasi P-Care)
16. Melakukan Monitoring aktifitas PROLANIS pada masing-masing Faskes
Pengelola: a. Menerima laporan aktifitas PROLANIS dari Faskes Pengelola b.
Menganalisa data 17. Menyusun umpan balik kinerja Faskes PROLANIS 18.
Membuat laporan kepada Kantor Divisi Regional/ Kantor Pusat. 3
SKEMAPENGELOLAANPENYAKITKRONISBAGIPESERTABPJSKESEHATAN
PesertaBPJSKesehatanDokterKeluargaApotekLab/RumahSakit
PesertaBPJSKesehatan (KlubRISTI,Instansi, Domisili,dll) MappingPeserta -
DataKlaim/Med-Rec -HasilMCU -SuratRujukBalik -HasilSkrining Seleksi Peserta
Registrasi PesertadiDokter Keluarga PelayananRJTP -Konsultasi(Promotif) -
Preventif/Kuratif/ Rehabilitatif -ResepObatKronis EntriDataPeserta -
RJTL/RITL(RujukBalik) -PenunjangDiagnostik Preventif HASILPEMERIKSAAN
Ambil Obat Kronis/ Rujuk Balik Analisa HASILPEMERIKSAAN
StatusKesehatanPeserta (RecordDokkel) Panduan Klinis Pelayanan -KIE -
PertemuanKlub -SeminarKesehatan -ReminderAgendaKonsultasi
Dokter,AmbilObat,Kegiatan2 dalamProgram SIM -IdentitasPeserta -StatusKesehatan
StatusKesehatanPeserta (RecordBPJSKesehatan) StatusKesehatanPeserta(Catat
BukuPemantauan) Keterangan: ProsesProgram KonektivitasJaringanKomputerisasi
KebutuhanPanduanKlinissesuaijenisPenyakitKronis TitikKritispelayanan Sosialisasi
PemeriksaanPenunjang PesertaRISTIberdasarkan SkriningRiwayatKesehatan
DiagnosaDM Tipe2danatau Hipertensi Ya PesertaDaftar(Form Kesediaan)
BukuPemantauan G G G -G- G G G
7. 7. panduan praktis | PROLANIS10 11panduan praktis | PROLANIS Aktifitas
PROLANIS 1. Konsultasi Medis Peserta Prolanis : jadwal konsultasi disepakati
bersama antara peserta dengan Faskes Pengelola 2. Edukasi Kelompok Peserta
Prolanis Definisi : Edukasi Klub Risti (Klub Prolanis) adalah kegiatan untuk
meningkatkan pengetahuan kesehatan dalam upaya memulihkan penyakit dan
mencegah timbulnya kembali penyakit serta meningkatkan status kesehatan bagi
peserta PROLANIS Sasaran : Terbentuknya kelompok peserta (Klub) PROLANIS
minimal 1 Faskes Pengelola 1 Klub. Pengelompokan diutamakan berdasarkan kondisi
kesehatan Peserta dan kebutuhan edukasi. Langkah - langkah: a. Mendorong Faskes
Pengelola melakukan identifikasi peserta terdaftar sesuai tingkat severitas penyakit
DM Tipe 2 dan Hipertensi yang disandang
8. 8. panduan praktis | PROLANIS12 13panduan praktis | PROLANIS b.
Memfasilitasi koordinasi antara Faskes Pengelola dengan Organisasi Profesi/Dokter
Spesialis diwilayahnya c. Memfasilitasi penyusunan kepengurusan dalam Klub d.
Memfasilitasi penyusunan kriteria Duta PROLANIS yang berasal dari peserta. Duta
PROLANIS bertindak sebagai motivator dalam kelompok Prolanis (membantu Faskes
Pengelola melakukan proses edukasi bagi anggota Klub) e. Memfasilitasi penyusunan
jadwal dan rencana aktifitas Klub minimal 3 bulan pertama f. Melakukan Monitoring
aktifitas edukasi pada masing-masing Faskes Pengelola: 1) Menerima laporan
aktifitas edukasi dari Faskes Pengelola 2) Menganalisis data g. Menyusun umpan
balik kinerja Faskes PROLANIS h. Membuat laporan kepada Kantor Divisi
Regional/Kantor Pusat dengan tembusan kepada Organisasi Profesi terkait
diwilayahnya 3. Reminder melalui SMS Gateway Definisi : Reminder adalah kegiatan
untuk memotivasi peserta untuk melakukan kunjungan rutin kepada Faskes Pengelola
melalui pengingatan jadwal konsultasi ke Faskes Pengelola tersebut Sasaran :
Tersampaikannya reminder jadwal konsultasi peserta ke masing-masing Faskes
Pengelola Langkah langkah: a. Melakukan rekapitulasi nomor Handphone peserta
PROLANIS/Keluarga peserta per masing-masing Faskes Pengelola b. Entri data
nomor handphone kedalam aplikasi SMS Gateway c. Melakukan rekapitulasi data
kunjungan per peserta per Faskes Pengelola d. Entri data jadwal kunjungan per
peserta per Faskes Pengelola e. Melakukan monitoring aktifitas reminder (melakukan
rekapitulasi jumlah peserta yang telah mendapat reminder)
9. 9. panduan praktis | PROLANIS14 15panduan praktis | PROLANIS f. Melakukan
analisa data berdasarkan jumlah peserta yang mendapat reminder dengan jumlah
kunjungan g. Membuat laporan kepada Kantor Divisi Regional/Kantor Pusat 4. Home
Visit Definisi : Home Visit adalah kegiatan pelayanan kunjungan ke rumah Peserta
PROLANIS untuk pemberian informasi/edukasi kesehatan diri dan lingkungan bagi
peserta PROLANIS dan keluarga Sasaran: Peserta PROLANIS dengan kriteria : a.
Peserta baru terdaftar b. Peserta tidak hadir terapi di Dokter Praktek
Perorangan/Klinik/Puskesmas 3 bulan berturut- turut c. Peserta dengan GDP/GDPP di
bawah standar 3 bulan berturut-turut (PPDM) d. Peserta dengan Tekanan Darah tidak
terkontrol 3 bulan berturut-turut (PPHT) e. Peserta pasca opname
10. 10. panduan praktis | PROLANIS16 17panduan praktis | PROLANIS Langkah
langkah: a. Melakukan identifikasi sasaran peserta yang perlu dilakukan Home Visit
b. Memfasilitasi Faskes Pengelola untuk menetapkan waktu kunjungan c. Bila
diperlukan, dilakukan pendampingan pelaksanaan Home Visit d. Melakukan
administrasi Home Visit kepada Faskes Pengelola dengan berkas sebagai berikut: 1)
Formulir Home Visit yang mendapat tanda tangan Peserta/Keluarga peserta yang
dikunjungi 2) Lembar tindak lanjut dari Home Visit/lembar anjuran Faskes Pengelola
e. Melakukan monitoring aktifitas Home Visit (melakukan rekapitulasi jumlah peserta
yang telah mendapat Home Visit) f. Melakukan analisa data berdasarkan jumlah
peserta yang mendapat Home Visit dengan jumlah peningkatan angka kunjungan dan
status kesehatan peserta g. Membuat laporan kepada Kantor Divisi Regional/Kantor
Pusat
11. 11. panduan praktis | PROLANIS18 VII Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian 1.
Pengisian formulir kesediaan bergabung dalam PROLANIS oleh calon peserta
PROLANIS. Peserta PROLANIS harus sudah mendapat penjelasan tentang program
dan telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung. 2. Validasi kesesuaian diagnosa
medis calon peserta. Peserta PROLANIS adalah peserta BPJS yang dinyatakan telah
terdiagnosa DM Tipe 2 dan atau Hipertensi oleh Dokter Spesialis di Faskes Tingkat
Lanjutan. 3. Peserta yang telah terdaftar dalam PROLANIS harus dilakukan proses
entri data dan pemberian flag peserta didalam aplikasi Kepesertaan. Demikian pula
dengan Peserta yang keluar dari program. 4. Pencatatan dan pelaporan menggunakan
aplikasi Pelayanan Primer (P-Care).
1 of 12

Buku Panduan Praktis BPJS Kesehatan -


Edukasi Kesehatan
Buku Panduan Praktis BPJS Kesehatan - Edukasi Kesehatan

1. 1. panduan praktis Edukasi Kesehatan 01


2. 2. panduan praktis | Edukasi Kesehatan02 03panduan praktis | Edukasi Kesehatan
Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem
Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ditetapkan bahwa operasional BPJS
Kesehatan dimulai sejak tanggal 1 Januari 2014. BPJS Kesehatan sebagai Badan
Pelaksana merupakan badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan
program jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan diberlakukannya
program Jaminan Kesehatan Nasional ini adalah untuk memenuhi kebutuhan
kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah
membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Masyarakat sebagai peserta
Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dan
stakeholder terkait tentu perlu mengetahui prosedur dan kebijakan pelayanan dalam
memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan haknya. Untuk itu diperlukan Buku
Panduan Praktis yang diharapkan dapat membantu pemahaman tentang hak dan
kewajiban stakeholder terkait baik Dokter/Dokter Gigi yang bekerjasama dengan
BPJS Kesehatan, Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,
Peserta BPJS Kesehatan maupun pihak-pihak yang memerlukan informasi tentang
program Jaminan Kesehatan Nasional. Dengan terbitnya buku ini diharapkan
masyarakat akan mengetahui dan memahami tentang Jaminan Kesehatan Nasional,
sehingga pada saat pelaksanaannya masyarakat dapat memahami hak dan
kewajibannya serta memanfaatkan jaminan kesehatan dengan baik dan benar. Tentu
saja, pada waktunya buku panduan praktis ini dapat saja direvisi dan diterapkan
berdasarkan dinamika pelayanan yang dapat berkembang menurut situasi dan kondisi
di lapangan serta perubahan regulasi terbaru. Direktur Utama BPJS Kesehatan Dr. dr.
Fachmi Idris, M.Kes.
3. 3. panduan praktis | Edukasi Kesehatan04 05panduan praktis | Edukasi Kesehatan
I Definisi Edukasi Kesehatan adalah kegiatan upaya meningkatkan pengetahuan
kesehatan perorangan paling sedikit mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan
perilaku hidup bersih dan sehat dalam upaya meningkatkan status kesehatan peserta,
mencegah timbulnya kembali penyakit dan memulihkan penyakit. II Tujuan Bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, kesadaran dan pemahaman peserta
terhadap pemeliharaan kesehatan serta meningkatkan aktivitas fisik melalui kegiatan
olahraga sehat. III Bentuk Edukasi Langsung : Olah Raga Sehat Promosi
Kesehatan Keliling Daftar Isi 05I Definisi 05II Tujuan 05III Bentuk 06IV
Sasaran Program 06V Penanggung Jawab (PIC) 06VI Ruang Lingkup 07VII
Langkah Pelaksanaan 09VIII Implementasi Program 21IX Hal-Hal Kritis
4. 4. panduan praktis | Edukasi Kesehatan06 07panduan praktis | Edukasi Kesehatan
Edukasi melalui Media: Media cetak Media elektronik IV Sasaran Program Peserta
BPJS. V Penanggung Jawab (PIC) Kepala Bagian Manajemen Pelayanan Primer VI
Ruang Lingkup Peserta sebagai peserta terdaftar Instansi / Badan Usaha /
Paguyuban Masyarakat / Klub Sehat Peserta BPJS Fasilitas Kesehatan pengelola
program, mencakup Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Fasilitas Kesehatan
Tingkat Lanjutan/Spesialistik VII Langkah Pelaksanaan Indikator Pelaksanaan Proses
: Frekuensi kegiatan edukasi langsung minimal sekali tiap bulan Jumlah Peserta
yang berpartisipasi dalam kegiatan Penyediaan materi promosi sesuai kebutuhan
5. 5. panduan praktis | Edukasi Kesehatan08 09panduan praktis | Edukasi Kesehatan
Penyebarluasan / distribusi materi promosi kesehatan sesuai kebutuhan Efisiensi
penggunaan anggaran Output : Tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan edukasi
Tingkat pemahaman peserta terhadap materi edukasi Indeks pemanfaatan media
edukasi kesehatan Kesesuaian materi yang disampaikan dengan kebutuhan peserta
VIII Implementasi Program 1. Kegiatan Edukasi Langsung 1.1. Olah Raga Sehat a.
Perencanaan Langkah-langkah persiapan yang dilakukan antara lain: 1) Menyusun
Proposal : Membentuk tim / panitia kegiatan olah raga sehat. 2) Mendapatkan
persetujuan kegiatan 3) Membuat alternatif format pelaksanaan
kegiatanmisalnyakerjasamadenganinstitusi / dinas, kerjasama dengan penyelenggara
acara atau kerjasama dengan organisasi masyarakat kesehatan. 4) Membuat kerjasama
dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemberian konsultasi dan pemeriksaan
kesehatan sederhana pada saat kegiatan berlangsung. 5) Melakukan Koordinasi dan
mengundang dengan instansi terkait/kelompok peserta 6) Menyiapkan Sarana dan
Prasarana
6. 6. panduan praktis | Edukasi Kesehatan10 11panduan praktis | Edukasi Kesehatan
7) Membuat publikasi untuk menyebarluaskan informasi jadwal kegiatan. 8)
Melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan. b. Pengorganisasian 1)
Penanggung jawab kegiatan pada level provinsi dimana terdapat kantor Divisi
Regional adalah Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan sedang jika tidak ada maka
Kantor Cabang setempat. 2) Faskes tingkat Pertama berperan sebagai pemberi
pelayanan konsultasi atau pemeriksaan kesehatan sederhana di lokasi kegiatan. 3)
Kerjasama dengan organisasi kemasyarakat- an yang bersifat kesehatan dapat
dilaksana- kan untuk mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan. 4) Jika kegiatan
dilakukan oleh penyelenggara acara maka Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan /
Bagian Manajemen Pelayanan
7. 7. panduan praktis | Edukasi Kesehatan12 13panduan praktis | Edukasi Kesehatan
Primer berperan sebagai pengawas untuk memastikan kesesuaian format kegiatan
selama kegiatan berlangsung. c. Pelaksanaan 1) Kegiatan dilaksanakan pada tiap
Ibukota Provinsi dan Kota/Kabupaten dengan frekuensi yang disesuaikan dengan
ketersediaan anggaran. 2) Jenis kegiatan yang dapat diselenggarakan
antaralain:senamsehat,senamosteoporosis, senam lansia, senam pernafasan, senam
diabetisi, dan sebagainya. 3) Tema penyelenggaraan yang ditetapkan oleh Kantor
Pusat (generik) adalah senam lansia, senam pada hari Diabetes Melitus, senam dalam
rangka ulang tahun BPJS Kesehatan / Pemerintah Provinsi dan Hari Kesehatan
Nasional. Untuk senam program tertentu yang spesifik daerah (muatan lokal) dapat
ditentukan masing-masing. 4) Tempat penyelenggaraan di dalam atau luar ruang yang
tersedia pada instansi, badan usaha, kantor dinas/pemerintah, lapangan terbuka
ataupun pada gelanggang olahraga di wilayah setempat. 5) Konsultasi dan
pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan setelah kegiatan. 6) Publikasi dapat dilakukan
untuk mendukung penyebarluasan informasi kegiatan. d. Monitoring Dan Evaluasi
Penanggung jawab kegiatan memonitor pelaksanaan kegiatan dengan pengentrian
data pada aplikasi pelaporan kegiatan dan membuat dokumentasi kegiatan sesuai
kebutuhan yang telah ditentukan. Evaluasi kegiatan dilakukan mereview : 1)
Frekuensi dan jenis kegiatan 2) Jumlah peserta yang berpartisipasi 3) Materi edukasi
langsung yang disampaikan
8. 8. panduan praktis | Edukasi Kesehatan14 15panduan praktis | Edukasi Kesehatan
1.2. Promosi Kesehatan Keliling a. Perencanaan Langkah-langkah persiapan yang
dilakukan antara lain: 1) Mengidentifikasi sasaran kelompok Peserta dan kebutuhan
edukasi 2) Menyusun jadwal, tempat dan nara sumber kegiatan yang kemungkinan
dapat didukung oleh operasional mobil promosi kesehatan. 3) Membuat proposal
kebutuhan biaya operasional 4) Koordinasi dengan penanggung jawab wilayah 5)
Menyiapkan Sarana dan Prasarana 6) Melaksanakan, mengevaluasi, dan melapor- kan
kegiatan. b. Pengorganisasian 1) Penanggung jawab kegiatan adalah Bidang
Manajemen Pelayanan Kesehatan Divisi Regional selaku koordinator penetapan target
dan sasaran promosi keliling. 2) Bagian Manajemen Pelayanan Kesehatan Kantor
Cabang Primer berperan sebagai pemberi usulan kegiatan promosi keliling. c.
Pelaksanaan Aktivitas yang dapat dilakukan menggunakan mobil promosi kesehatan,
antara lain: 1) Kegiatan penyuluhan yang mendukung kampanye aksi pencegahan
diabetes dan hipertensi dan upaya hidup sehat lainnya. 2) Penyebarluasan media
promosi kesehatan kepada khalayak umum, khususnya peserta BPJS Kesehatan. 3)
Pemutaran media elektronik ( video dan filler) edukasi kesehatan 4) Pelayanan
konsultasi dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tenaga kesehatan dalam
kegiatan program pengelolaan penyakit diabetes dan hipertensi. 5) Kegiatan lainnya
pada saat pelaksanaan senam sehat, penyuluhan pemasaran sosial, pameran dan
seminar kesehatan, serta saat pertemuan kelompok risiko tinggi.
9. 9. panduan praktis | Edukasi Kesehatan16 17panduan praktis | Edukasi Kesehatan
Alur Promkesling Divisi Regional Manajemen Pelkes Menetapkan target Institusi
Pemerintah/ Organisasi Masyarakat Kantor Cabang Kabag Manajemen Pelayanan
Primer Mengindetifkasi sasaran Menyusun jadwal tempat & Narasumber Laporan
Promosi Kesehatan Keliling d. Monitoring Dan Evaluasi Penanggung jawab kegiatan
memonitor pelaksanaan kegiatan dengan pengentrian data pada aplikasi pelaporan
kegiatan dan membuat dokumentasi kegiatan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan.
Evaluasi kegiatan dilakukan mereview: 1) Frekuensi dan jenis kegiatan 2) Materi
edukasi yang disampaikan 3) Tingkat partisipasi peserta/pengunjung 1.3 .Edukasi
Tidak Langsung Melalui Media a. Perencanaan Langkah-langkah yang dilakukan
antara lain: Menyusun Desain Media Promosi Mengidentifikasi kebutuhan
Edukasi Membuat rancangan desain kampanye materi edukasi kesehatan yang
berkaitan dengan pencegahan risiko penyakit tidak menular misalnya peningkatan
aktivitas fisik, pengaturan pola makan untuk pencegahan obesitas dan kegemukan,
dan program pengelolaan penyakit diabetes dan hipertensi Menetapkan strategi
Edukasi 1. Membuat kerjasama dengan fasilitas pelayanan primer, instansi / kantor
dinas, badan usaha dalam penempatan media promosi 2. Membuat kerjasama dengan
media periklanan dalam penempatan materi pada iklan layanan masyarakat misalnya
airport tv, media informasi
10. 10. panduan praktis | Edukasi Kesehatan18 19panduan praktis | Edukasi
Kesehatan gedung atau lift, dan tempat publik lainnya. Mengumpulkan Bahan
(Konten Edukasi) Merancang media edukasi 1. Setiap materi promosi kesehatan
menggunakan Tag Line Sadari Dini, Deteksi Dini dan Cegah Sejak Dini dengan
penggunaan warna, bentuk, model tulisan yang sama. 2. Membuat model dan desain
media promosi kesehatan misalnya leaflet / brosur, banner, poster dan stiker, flipchart,
filler dalam bentuk CD/ DVD, materi iklan radio dan televisi yang memikat dan
seragam serta pembuatan buku saku / booklet tentang perawatan dan pencegahan
penyakit secara umum. 3. Membuat tim panel materi untuk mengkaji rancangan
desain kampanye tersebut dan bekerja sama konsultan ahli dari perhimpunan /
organisasi profesi kesehatan Persetujuan Desain Media Pengadaan Media Edukasi
Pengadaan merujuk pada Pedoman yang berlaku Distribusi Media Edukasi
Identifikasi sasaran distribusi Menentukan jumlah media edukasi persasaran
Mendistribusikan media edukasi Membuat Laporan b. Pengorganisasian 1)
Penanggung jawab materi kampanye kesehatan dan rancangan desain oleh Kantor
Pusat. 2) Terjemahan materi Kantor Pusat menjadi spesifik daerah sesuai sosial
budaya setempat serta pembuatan materi muatan lokal oleh Bidang Manajemen
Pelayanan Kesehatan 3) Konsultan ahli dari perhimpunan / organisasi profesi sebagai
narasumber
11. 11. panduan praktis | Edukasi Kesehatan20 21panduan praktis | Edukasi
Kesehatan materi kesehatan. 4) Media periklanan sebagai pelaksana produksi dan
penempatan materi edukasi kesehatan di tempat publik 5) Pendistribusian materi
promosi kesehatan untuk instansi / kantor dinas, badan usaha, dan fasilitas kesehatan
oleh jajaran BPJS Kesehatan c. Pelaksanaan 1) Tahap awal dengan kampanye
kesadaran kepada masyarakat, serta pengenalan model dan desain media kampanye
promosi kesehatan. 2) Selanjutnya dilakukan penguatan materi pencegahan risiko
penyakit diabetes melitus dan hipertensi misalnya kegemukan dan obesitas, makanan
rendah garam. 3) Penetapan bulan kampanye misalnya pada saat peringatan hari
diabetes dunia. 4) Mendukung pelaksanaan kegiatan edukasi langsung terutama pada
saat kegiatan olahraga sehat. d. Monitoring Dan Evaluasi Penanggung jawab kegiatan
memonitor distribusi media dan membuat dokumentasi kegiatan sesuai kebutuhan
yang telah ditentukan. Pelaporan dan pencatatan kegiatan meliputi : 1) Jumlah dan
jenis media. 2) Penempatan media. 3) Hasil evaluasi kuesioner pemanfaatan media.
IX Hal-Hal Kritis 1. Promkesling a. Informasi awal peserta sasaran edukasi (bisa
sesuai segmentasi peserta) sehingga tenaga penyuluh mampu membuat strategi dan
materi penyuluhan yang sesuai b. Penentuan jenis olahraga sehat yang sesuai
kebutuhan peserta c. Peningkatan kegiatan Kemitraan dan koordinasi lintas sektor
dalam mensukseskan kegiatan
12. 12. panduan praktis | Edukasi Kesehatan22 d. Pemantauan jumlah partisipasi
peserta yang berkurang dalam kegiatan (inventarisasi penyebab dan mengetahui
pengaruhnya terhadap keberhasilan program) 2. Media 1. Memastikan kontinuitas
materi media, pemilihan jenis dan penetapan jumlah pencetakan serta penempatan
sarana promosi kesehatan melalui media yang tepat sesuai kebutuhan peserta. 2.
Penyusunan konten materi edukasi sesuai segmentasi dan kebutuhan peserta 3. Proses
pengadaan media harus sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa yang berlaku