Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Depresi Pada Lansia

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Blok 3.3 Family
Nursing and Gerontology

Disusun oleh:

Cici Sandika

S1 keperawatan A

PROGRAM STUDI STRATA-1 ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

DHARMA HUSADA BANDUNG

2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
Depresi Pada Lansia

Masalah : Depresi
Pokok Bahasan : Keperawatan Keluarga dan Lansia
Sasaran : Klien Lansia yang mengalami depresi
Waktu : 08.30-09.00 WIB (30 menit)
Pertemuan Ke : 2 (dua)
Tanggal : 18 Januari 2017
Tempat : Jln. Anatapani Lama Rt.03 Rw.05 Kec.Anatapani Kab.
Bandung

A. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran Lansia di wilayah Jln. Anatapani Lama
Rt.03 Rw.05 Kec.Anatapani Kab. Bandung mampu memahami tentang Depresi
dan penatalaksanaannya

B. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Menjelaskan Pengertian Depresi
2. Menjelaskan Tanda dan Gejala Depresi
3. Menjelaskan Penyebab Depresi
4. Menjelaskan Tigkatan Depresi
5. Menjelaskan Cara Penatalaksanaan Depresi
C. Pokok Materi (terlampir)
1. Pengertian Depresi
2. Tanda dan Gejala Depresi
3. Penyebab Depresi
4. Tingkatan Depresi
5. Penatalaksanaan Depresi

D. Kegiatan Belajar Mengajar


1. Metode : Curah pendapat, Ceramah, dan Tanya jawab.
2. Langkah langkah kegiatan :

Tahap Kegiatan Pendidik Kegiatan Peserta Metode Alokasi


Didik Waktu

Pra 1. Menyiapkan perlengkapan Mempersiapkan Ceramah 5 menit


2. Set ruangan diri
3. Menyiapkan sasaran
Kegiatan 1. Melakukan perkenalan Memperhatikan Ceramah
Pembuka 2. Menjelaskan tujuan pembelajaran
3. Apersepsi 5 menit

4. Menjelaskan cakupan materi yang akan


dibahas
Uraian 1. Pengertian Depresi Mengutarakan Ceramah
Materi 2. Tanda dan Gejala Depresi ide/pendapat
3. Penyebab Depresi 15 menit
Memperhatikan
4. Tingkatan Depresi Curah
5. Penatalaksanaan Depresi Pendapat

Penutup 1. Memberi pertanyaan pada klien tentang Menjawab Ceramah 5 menit


materi yang telah dibahas Pertanyaan
2. Menarik kesimpulan
3. Salam penutup
Memperhatikan
Tanya
Jawab

E. Media dan Sumber


1. Media : Leaflet
2. Sumber :

F. Evaluasi
1. Prosedur : Tanya Jawab
2. Jenis Test : Lisan
3. Butir soal : 5 soal
a). Pengertian Depresi
b). Tanda dan Gejala Depresi
c). Penyebab Depresi
d). Cara Pencegahan Depresi
e). Penatalaksanaan Depresi

G.Daftar Pustaka

Amir N. 2005. Depresi, Aspek Neurobiologi Diagnosis dan Tatalaksana,


Jakarta : Balai Penerbit FKUI.

Dadang Hawari D. 2002. Manajemen Stress, Cemas dan Depresi, Jakarta


: Gaya Baru

Depkes dan Kesejahteraan Sosial RI. 2001. Pedoman Pembinaan


Kesehatan Jiwa Usia Lanjut Bagi Petugas Kesehatan, Jakarta.

Isaac. 2003. Buku Pedoman Kesehatan Jiwa, Jakarta : tp.

Watson R. 2003. Perawatan Pada Lansia, Jakarta : EGC

Bandung, 25 November 2016

Mengetahui
Dosen Pembimbing, Penyuluh,
(Ns.Asri Handayani,M.KEP) (Cici Sandika)

Lampiran Materi

Depresi pada Lansia

A. Pengertian Depresi
Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai
komponen psikologik : rasa susah, murung, sedih, putus asa -dan tidak bahagia,
serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin),
tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun.
Depresi merupakan suatu gangguan mood. Mood adalah suasana perasaan
yang
meresap dan menetap yang dialami secara internal dan yang mempengaruhi
perilaku
seseorang dan persepsinya terhadap dunia (Sadock & Sadock, 2007)
B.Tanda dan Gejala Depresi
1. Secara umum tidak pernah merasa senang dalam hidup ini. Tantangan yang
ada, proyek, hobi, atau rekreasi tidak memberikan kesenangan.
2. Distorsi dalam perilaku makan. Orang yang mengalami depresi tingkat
sedang cenderung untuk makan secara berlebihan, namun berbeda jika
kondisinya telah parah seseorang cenderung akan kehilangan gairah makan.
3. Gangguan tidur. Tergantung pada tiap orang dan berbagai macam faktor
penentu, sebagian orang mengalami depresi sulit tidur. Tetapi dilain pihak
banyak orang mengalami depresi justru terlalu banyak tidur.
4. Gangguan dalam aktivitas normal seseorang. Seseorang yang mengalami
depresi mungkin akan mencoba melakukan lebih dari kemampuannya dalam
setiap usaha untuk mengkomunikasikan idenya. Ya,kan? saya tidak
mengalami depresi?.dilain pihak, seseorang lainnya yang mengalami depresi
mungkin akan gampang letih dan lemah.
5. Kurang energi. Orang yang mengalami depresi cenderung untuk
mengatakan atau merasa,saya selalu merasah lelah atau saya capai. Ada
anggapan bahwa gejala itu disebabkan oleh faktor-faktor emosional, bukan
faktor biologis.
6. Keyakinan bahwa seseorang mempunyai hidup yang tidak berguna, tidak
efektif. orang itu tidak mempunyai rasa percaya diri. Pemikiran seperti, saya
menyia-nyiakan hidup saya, atau saya tidak bisa mencapai banyak
kemajuan, seringkali terjadi.
7. Kapasitas menurun untuk bisa berpikir dengan jernih dan untuk
memecahkan masalah secara efektif. Orang yang mengalami depresi merasa
kesulitan untuk menfokuskan perhatiannya pada sebuah masalah untuk
jangka waktu tertentu. Keluhan umum yang sering terjadi adalah, saya tidak
bisa berkonsentrasi..
8. Perilaku merusak diri tidak langsung. contohnya: penyalahgunaan
alkohol/narkoba, nikotin, dan obat-obat lainnya. makan berlebihan, terutama
kalau seseorang mempunyai masalah kesehatan seperti misalnya menjadi
gemuk, diabetes, hypoglycemia, atau diabetes, bisa juga diidentifikasi
sebagai salah satu jenis perilaku merusak diri sendiri secara tidak langsung.
9. Mempunyai pemikiran ingin bunuh diri. (tentu saja, bunuh diri yang
sebenarnya, merupakan perilaku merusak diri sendiri secara langsung. Frank
menambahkan bahwa tidak ada aturan yang pasti untuk setiap orang. tetapi
merupakan konvensi untuk menyatakan bahwa kalau lima atau lebih dari
tanda-tanda atau gejala itu ada dan selalu terjadi, maka sangat mungkin
seseorang mengalami depresi. Lain halnya jika seseorang mnegalami gejala
pada nomor 9, yakni punya keinginan untuk bunuh diri, maka Frank
menganjurkan seseorang untuk segera mencari bantuan profesional secepat
mungkin.

C.Penyebab Depresi
Faktor predisposisi dan faktor pencetus
1. Faktor Predisposisi:
Faktor genetik dianggap mempengaruhi tranmisi gangguan afektif
melalui riwayat keluarga atau keturunan.
a. Teori agresi menyerang kedalam,menunjukan bahwa depresi terjadi
karena perasaan marah yang dtujukan kpd diri sendiri.
b. Teori kehilangan obyek merujuk kepada perpisahan traumatik individu
dengan benda atau yang sangat berarti.
c. Teori organisasi keprbdian menguraikan bagaimana konsep dri yang
negatif dan harga diri rnudah mempengaruhi sistem keyakinan dan
penilaian seseorang terhadap stressor.
d. Model kognitif menyatakan bahwa deprsi merupakan masalah kognitif
yang di dominasi oleh evaluasi negatif seseorang terhadap dari
seseorang, dunia seseorang dan masa depn seseorang.
e. Model ktidakberdayaan yang dipelajari menunjukan bahwa bukan
semata-mata trauma menyebabkan depresi tapi keyakinan bahwa
seseorang tidak mempnyai kendali terhadap hasil yang penting dalam
kehidupannya oleh karena itu ia mengulngi respon yang adaptif.
f. Model perilaku berkembang dari kerangka teori belajar sosial yang
mengasumsi penyebab depresi terletak pada kurangnya keinginan positif
dalam berinteraksi dengan lingkngan.
g. Model biologi menguraikan perubahan kimia dalam tubuh terjadi selma
masa depresi. Termasuk defisiensi ketokolamin, disfungsi endokrin,dan
hiperskresi kortisol
2. Stresor Pencetus
a. Kehilangan keterikatan, yang nyata atau yang di bayangkan, termasuk
kehilangan cinta, seseorang, fungsi fisik, kedudukan,atau harga diri.
karena elemen aktual dan simbolik melibatkan konsep kehilangan maka
persepsi pasien merupakan hal yg sangat penting
b. Peristiwa besar dalam kehidupan sering dilaporkan sebagai pendahulu
episode depresi dan mempunyai dampak terhadap masalah-masalah yang
dihadapi sekarang dan kemampuan menyelesaikan masalah.
c. Peran dan ketegangan peran telah dilaporkan mempengaruhi
perkembangan depresi, trutama pada wanita.
d. Perubahan fisiologik diakibatkan oleh obat-obatan atau penyakit fisik dan
gangguan keseimbangan metabolik, dapat mencetuskan gangguan alam
perasaan. Diantra obat-obatan termasuk tersebut terdapat obat
antihipertensi dan penyalahgunaan zat yang menyebabkan kecanduan.
Kebanyakan penyakit kronik yg melemahkan tubuh juga sering disrtai
dengan depresi. Depresi yg terdapat pada usia lanjut biasnya bresfat
kompleks karena untuk menegakan diagnosis sering melibtkan evaluasi
dari kerusakan otak orgnik dan depresi klinik.

D.Tingkatan Depresi pada Lansia


Menurut Depkes RI tahun 2001 tingkatan depresi yaitu:
1. Depresi ringan
Suasana perasaan yang depresif, Kehilangan minat, kesenangan dan
mudah lelah, konsentrasi dan perhatian kurang, harga diri dan kepercayaan
diri kurang, perasaan salah dan tidak berguna, pandangan masa depan yang
suram, gagasan dan perbuatan yang membahayakan diri, tidak terganggu
dan nafsu makan kurang.
2. Depresi Sedang
Kesulitan nyata mengikuti kegiatan sosial, pekerjaan dan urusan rumah
tangga
3. Depresi berat tanpa gejala manik
Biasanya Gelisah, kehilangan harga diri dan perasaan tidak berguna,
keinginan bunuh diri Gangguan depresi dibedakan dalam depresi ringan,
sedang dan berat sesuai dengan banyak dan beratnya gejala serta
dampaknya terhadap fungsi kehidupan seseorang. Menurut ICD 10, pada
gangguan depresi ada 3 gejala utama yaitu:
a) Mood terdepresi (suasana perasaan hati murung/sedih),
b) Hilang minat atau gairah,
c) Hilang tenaga dan mudah lelah, yang disertai dengan gejala lain seperti:
1) Konsentrasi menurun,
2) Harga diri menurun,
3) Perasaan bersalah,
4) Pesimis memandang masa depan,
5) Ide bunuh diri atau menyakiti diri sendiri
6) Pola tidur berubah,
7) Nafsu makan menurun

E.Penatalaksanaan Depreai
Penatalaksanaan yang adekuat menggunakan kombinasi terapi psikologis
dan farmakologis disertai pendekatan multidisiplin yang menyeluruh. Terapi
diberikan dengan memperhatikan aspek individual harapan-harapan pasien,
martabat (dignity) dan otonomi/kemandirian pasien. Problem fisik yang ada
bersama-sama dengan penyakit mental harus diobati.
1. Terapi fisik
a) Berolahraga
Keadaan mood yang negative seperti depresi, kecemasan dan
kebingungan disebabkan oleh pikiran dan perasaan yang negative. Salah
satu cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan pikiran dan perasaan
positive yang dapat menghalangi munculnya mood negative adalah
dengan olahraga.
2. Diet (Mengatur Pola Makan)
Simtom depresi dapat di perparah oleh ketidakseimbangan nutrisi di
dalam tubuh. Ketidakseimbangan nutrisi yang dapat menyebabkan deprsi
semakin parah yaitu:
a) Konsumsi kafein secara berkala
b) Konsumsi sukrosa (gula)
3. Terapi Humor
Sudah lama professional medis mengaku bahwa pasien yang
mempertahankan sikap mental yang positive dan berbagai tawa merespon
lebih baik terhadap pengobatan
4. Berdoa
Banyak yang mempunyai kecenderungan alami untuk berpaling pada
agama dalam memperoleh kekuatan dan hiburan.Bagi yang percaya,
keyakinan yang kuat dan menjadi anggota aliran agama tertentu serta tujuan
yang sama dapat menanggulangi penderitaan dan depresib. Terapi Kognitif :
bertujuan mengubah pola pikir pasien yang selalu negatif (persepsi diri,
masa depan, dunia, diri tak berguna, tak mapu, dsb) ke arah pola pikir yang
netral atau yang positif.
5. Terapi Keluarga
Problem keluarga dapat berperan dalam perkembangan penyakit depresi,
sehingga dukungan/support terhadap pasien sangat penting. Proses penuaan
mengubah dinamika keluarga, ada perubahan posisi dari dominasi menjadi
dependen pada orang usia lanjut. Tujuan dari terapi terhadap keluarga pasien
yang depresi adalah untuk meredakan perasaan frustrasi dan putus asa,
mengubah dan memperbaiki sikap/struktur dalam keluarga yang
menghambat proses penyembuhan pasien.