Anda di halaman 1dari 7

IX.

ANALISA DATA

NO Data Subjectif & Objectif Etiologi Masalah


1. Ds : Aku kada kawa bahinak Serangan asma Gangguan
Do : menetap pertukaran gas
- Klien sesak napas
- Batuk bash
- Menggunakan cuping hidung
- Terdengar bunyi mengi
- TTV : TD 120/80, Pols 100 x/mnt
RR 38 x/mnt, T 37,0 C
- Menggunakan otot bantu
pernapasan.

2. Ds : Aku kada tapi mau guring. Sesak nafas Gangguan tidur dan
Do : sekunder asma Istirahat
- Mata sembab bronkiale
- Wajah gelisah dan kusam
X. DAFTAR MASALAH

No. Diagnosa Keperawatan Tgl Muncul Tgl Teratasi


Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan 9 Agustus 2006 -
serangan asma menetap ditandai dengan ;
Ds : Aku kada kawa bahinak
Do :
- Klien sesak napas
- Batuk bash
- Menggunakan cuping hidung
- Terdengar bunyi mengi
- TTV : TD 120/80, Pols 100 x/mnt
RR 38 x/mnt, T 37,0 C
- Menggunakan otot bantu pernapasan.

Gangguan Istirahat tidur berhubungan dengan 9 Agustus 2006 -


sesak nafas sekunder asma bronkiale ditandai
dengan ;
Ds : Aku kada tapi mau guring.
Do :
- Mata sembab
- Wajah gelisah dan kusam

XI. INTERVENSI KEPERAWATAN


Hari/Tgl Dx
No Keperawatan Tujuan Intervensi Keperawatan Rasional
Jam
1. 9 Agustus Dalam perawatan 1. Kaji karakteristik 1. Tindakan awal dalam
2006 I maksimal 3x24 jam. pernapasan klien. perawatan lebih
Gangguan lanjut.
pertukaran gas dapat 2. Kaji warna, 2. Karakteristik
diatasi dengan kekentalan, dan sputum, dapat
kriteria evaluasi ; sputum. menunjukkan berat
- Klien tidak ringannya obstruksi
menggunaka 3. Pantau status 3. Untuk
n alat bantu pernapasan setiap 4 mengidentifikasi
pernapasan jam dan TTV klien. inkasi kearah
(cuping kemajuan/penyimpan
hidung). gan dari hasil
- TTV dalam perawatan.
batas normal. 4. tempatkan pasien 4. Posisi tegak
- Tidak ada pada posisi fowlers. memungkinkan
suara exspansi paru-paru
tambahan lebih baik.
nafas 5. Auskultasi paru 5. Untuk menentukan
- Tidak ada sebelum dan sesudah ada tidaknya suara
sputum. tindakan. tambahan
pernapasan.
6. Lakukan fisioterafi 6. Fisioterafi
dada. merupakan strategi
untuk mengeluarkan
sekret.
7. Kolaborasi dalam 7. Pemberian O2
pemberian O2 , mengurangi beban
bronkodilator, kerja otot-otot
kortikosteroid. pernapasan,
bronkodilator dapat
mendilatasi sistem
pernapasan,
kortikosteroid
sebagai
meningkatkan sistem
imunologi.

2. 9 Agustus II Dalam perawatan 1. Kaji karakteritik 1. Sebagai tindakan


2006 2x24 jam masalah tidur klien awal dalam
gangguan tidur klien perencanaan
teratasi dengan keperawatan lebih
kriteria evaluasi ; lanjut.
- klien tampak 2. Atur lingkungan 2. Meningkatkan
segar yang nyaman tidur
- wajah dan 3. Berikan rutinitas
mata tidak relaksasi untuk 3. Meningkatkan
sembab lagi. persiapan tidur tidur
4. Batasi masukan
minuman yang
mengandung cafein 4. Cafein dapat
setelah sore hari. mencegah seseorang
5. Kolaborasi dalam untuk tidur.
pemberian obat sedatif.
5. Sedatif dapat
membantu klien
untuk tidur.
XII. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Dx
No Hari/Tgl/jam IMPLEMENTASI EVALUASI
Keperawatan
1. Rabu, 1. Kaji karakteristik S : Aku kada kawa bahinak
9 / 8 / 06 I pernapasan klien.
O:
jam 10.00 2. Kaji warna,
wita kekentalan, dan - Klien sesak napas
sputum.
- Batuk bash
3. Pantau status
pernapasan setiap 4 jam - Menggunakan cuping
dan TTV klien.
hidung
4. tempatkan pasien
pada posisi fowlers. - Terdengar bunyi mengi
5. Auskultasi paru
- TTV : TD 120/80, Pols
sebelum dan sesudah
tindakan. 100 x/mnt
6. Lakukan fisioterafi
RR 38 x/mnt, T 37,0 C
dada.
7. Kolaborasi dalam - Menggunakan otot bantu
pemberian O2 ,
pernapasan.
bronkodilator,
kortikosteroid. A = Masalah belum teratasi
P = lanjutkan Intervensi 1 - 5

II
2. Rabu, S : Aku kada tapi mau guring.
9 / 8 / 06 1. Kaji karakteritik
O:
jam 10.00 tidur klien.
wita 2. Atur lingkungan - Mata sembab
yang nyaman
- Wajah gelisah dan kusam
3. Berikan rutinitas
relaksasi untuk A = Masalah belum teratasi
persiapan tidur P = lanjutkan Intervensi 1 - 3
4. Batasi masukan
minuman yang
mengandung cafein
setelah sore hari.
5. Kolaborasi dalam
pemberian obat sedatif.
XIII. CATATAN PERKEMBANGAN

Dx
No Hari/Tgl/jam CATATAN PERKEMBANGAN
Keperawatan
1. Kamis, S : Aku masih kada kawa bahinak
10 Agustus I O:
2006
- Menggunakan cuping hidung
- Sputum masih ada
- Terdengar bunyi mengi
- TTV : TD 120/80, Pols 90 x/mnt
RR 38 x/mnt, T 37,40 C
A = Masalah belum teratasi
P = lanjutkan Intervensi 1 - 5
2. Kamis,
10 Agustus II S : Aku kada tapi mau guring.
2006 O :
- Mata sembab
- Wajah gelisah dan kusam
A = Masalah belum teratasi
P = lanjutkan Intervensi 1 3
Dx
No Hari/Tgl/jam CATATAN PERKEMBANGAN
Keperawatan
1. Jumat , S : Aku bamula kawa bahinak tunggal dikitan
11Agustus I O:
2006
- Menggunakan cuping hidung
- Terdengar bunyi mengi
- TTV : TD 120/90, Pols 90 x/mnt
RR 32 x/mnt, T 37,20 C
- Menggunakan otot bantu pernapasan.
A = Masalah belum teratasi
P = lanjutkan Intervensi 1, 2, 3, & 5. 4pertahankan

2. Jumat , S : Aku bamula kawa mau guring.


11 Agustus II O :
2006
- Mata agak sembab
- Wajah agak sedikitkusam
A = Masalah belum teratasi
P = Intervensi Dipertahankan. 2, 3 dilanjutkan