Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

PLANET SATURNUS

DISUSUN OLEH :

SEFRONI
DAHLINA
FERI WAHYUDI

DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KOTAAGUNG BARAT

KABUPATEN TANGGAMUS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tata surya kita sendiri dan matahari sebagai pusatnya dan dikelilingi sembilan planet dan
benda-benda angkasa lainnya. Kesembilan planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi,
Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Salah satu dari beberapa planet tersebut
adalah Saturnus. Planet saturnus merupakan planet yang paling indah diantara planet lainnya,
planet ini memiliki kelebihan di bandingkan dengan planet lain karena planet ini memiliki
cincin yang berada disekelilingnya, di dalam makalah ini kita akan membahas planet saturnus
dan ciri-ciri planet saturnus.

Saturnus tidak hanya meliputi planet dan cincin-cincinnya yang mungkin terdiri dari beribu-
ribu cincin dengan ukuran yang berbeda-beda, tetapi termasuk juga satelitnya atau bulan yang
bergoyang banyak, yaitu 21 satelit.

Orang-orang zaman dahulu, Saturnus dianggap paling tidak berarti diantara planet lainnya yang
diduga mengelilingi Bumi (Yaitu Matahari, Bulan, Merkirius, Venus, Mars, dan Jupiter), yang
berbeda dengan bintang-bintang tetap. Cincin-Cincin indah yang mengelilingi planet itu tidak
dapat dilihat sebelum penemuan teleskop pada permulaan pada abad XVII.

Saturnus berada sangat jauh dari pusat tata surya sehingga jika dilihat dari orbitnya, Matahari
akan terlihat seperti ujung peniti yang kemilau daripada terlihat seperti sebuah cakram. Jarak
saturnus ke Matahari, hampir dua kali jarak Jupiter ke Matahari.

Jarak rata-rata Saturnus dari Matahari 1.428.000.000 km atau sekitar 9,5 jarak Bumi dari
Matahari. Saturnus menyelesaikan orbitnya sekali setiap 29,5 tahun. Planet kita sendiri, Bumi,
mengejarnya dan berada dalam satu garis antara Saturnus dan Matahari sekali setiap 378 hari.

Jarak Saturnus dari Bumi bervariasi tergantung posisi kedua planet dalam orbitnya, yaitu dari
1.197.000.000 km sampai 1.654.000.000 km. Saturnus dikelilingi oleh sekelompok partikel
kecil yang mengelilinginya dalam bentuk empat buah cincin datar sepusat. Cincin-cincin ini
cukup lama dianggap unik dalam tata surya.

Namun, pada awal tahun 1977 planet Saturnus juga diketahui dikelilingi oleh system cincin.
Dari kedua kasus tersebut cincin-cincin itu dianggap sebagai kumpulan partikel yang tidak
terbilang jumlahnya. Namun, setelah waktu yang lama, orang dapat memahami sifat dari
cincin-cincin Saturnus.
BAB II
PEMBAHASAN
Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin, dan
merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Jarak Saturnus sangat jauh
dari Matahari, karena itulah Saturnus tampak tidak terlalu jelas dari Bumi. Saturnus berevolusi
dalam waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada dalam
satu garis lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat,
yaitu 10 jam 40 menit 24 detik.

Dibalik Keindahannya ternyata Planet Saturnus memiliki Keunikan lainnya. Berikut ini
beberapa fakta unik tentang Planet Saturnus.

1. Saturnus Ternyata Menyimpan Air Laut

Seperti halnya Bumi yang memiliki satelit alami bernama Bulan, Saturnus pun demikian. Yang
menarik, para ilmuwan menemukan bahwa satelit alamiah Saturnus bernama Enceladus
memiliki kandungan air laut yang terjaga oleh ammonia.

Tim peneliti yang diketuai William Lewis dari Southwest Research Institute di San Antonio,
Texas mengatakan, bahwa zat ammonia dapat menjaga lautan yang berada di bawah tanah
sehingga tidak membeku pada suhu ekstrim. pesawat ulang alik Cassini menemukan semburan
gas yang keluar dari retakan permukaan Enceladus pada saat misi penjelajahan saturnus pada
2005 silam.

Kini, tim Lewis menemukan bahwa semburan gas tersebut mengandung ammonia dan
kumpulan gas lainnya yang berfungsi sebagai zat antibeku. Kumpulan gas itu rupanya yang
menjaga cairan es dibawah kerak es. Gas tersebut memancar keluar dari gravitasi satelit
alamiah Saturnus dan menjadi salah satu bagian cincin yang mengitari Saturnus.
2. Saturnus Memiliki Cincin Transparan yang Sangat Besar

Ilmuwan NASA berhasil menemukan sebuah lingkaran besar transparan yang mengitari planet
Saturnus. Saking besarnya, dibutuhkan sekira 1 miliar bumi untuk memenuhi lingkaran
tersebut.

Lingkaran yang hampir berbentuk seperti cincin ini berada 27 derajat dari cincin utama
Saturnus. Ketebalan cincin ini berjarak 6 juta kilometer dengan jarak sekira 12 juta kilometer
dari Saturnus.

"Diameter cincin raksasa tersebut hampir sama dengan jajaran 300 planet Saturnus dan seluruh
volume cincin diperkirakan dapat diisi dengan 1 juta bumi. Ini merupakan cincin super," ujar
ilmuwan NASA Anne Verbiscer.

Cincin berukuran super itu diperkirakan terdiri atas partikel es dan debu. Akibatnya, cahaya
matahari tidak tembus sampai ke Saturnus dan cincin itu pun tidak merefleksikan banyak
cahaya.
3. Di Saturnus Terdapat Sistem Badai Yang sangat Besar

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini menangkap foto sistem badai
Saturnus. Satelit NASA Cassini menangkap pemandangan planet Saturnus dari jarak 441.028
mil (709.766 kilometer).

Badai riak Saturnus menampilkan foto hitam dan putih yang diabadikan oleh orbit satelit
NASA Cassini. Satelit menangkap foto tersebut pada 24 Desember 2012.

Jarak 709.766 kilometer, merupakan jarak hampir dua kali lipat antara Bumi dan Bulan. Foto
hitam-putih ini ditangkap dengan kamera wide-angle filter merah CB2.

Foto yang diambil kamera satelit Cassini dengan mode close-up ini juga menampilkan badai
"ganas" dengan sistem pusaran dan panjang gelombang 751 nm. Selain itu, foto tersebut juga
menampilkan variasi tampilan objek di awan bagian atas atau atmosfer Saturnus.
4. Terdapat Oksigen pada Bulan Saturnus yang Bernama Dione

Ilmuwan temukan 'jejak' oksigen (O2) di bulan Dione, yaitu salah satu bulan milik planet
Saturnus. Penemuan itu dicapai melalui pesawat ruang angkasa yang dinamakan Cassini yang
mendeteksi keberadaan gumpalan oksigen.

Diperkirakan, energi dari medan radiasi yang intens di planet Saturnus atau partikel bermuatan
dari matahari mampu merangsang atom oksigen di dalam es, sehingga gas O2 ini terlepas.

Namun, seperti bulan milik planet Saturnus lainnya, keadaan permukaan Dione tandus dan
dingin. Ilmuwan menduga tingkat deteksi perihal kehidupan untuk bertahan hidup di bulan
tersebut masih rendah, apalagi untuk tempat tinggal manusia.
5. Terdapat Laut Bawah Pada Bulan Saturnus, Titan

Bulan terbesar milik planet Saturnus mungkin memiliki laut di bawah permukaan yang
tertutupi es. Demikian menurut sebuah penelitian terbaru.

Penelitian yang dilakukan Dr Rose-Marie Baland dan koleganya dari Royal Observatory of
Belgium menggambarkan kondisi di Titan, yang diduga memiliki atmosfir yang serupa dengan
Bumi di masa awal.

Di studi yang diterbitkan di jurnal Astronomi and Astrophysics, Baland dan koleganya
mendapat kesimpulan setelah meneliti data tujuh tahun dari satelit Cassini, yang memonitor
orbit dan rotasi Titan.

Mereka menemukan tingkat kelembaban di Titan lebih tinggi 50 persen dari yang seharusnya
permukaan inti sebuah bulan/planet.

Hal ini dapat dijelaskan jika ketebalan Titan lebih condong ke permukaan dari pada intinya.
"Ini bukanlah sesuatu hal yang mustahil, berdasarkan pada pemahaman kita bagaimana planet
dan bulan terbentuk," ujar Baland.
Kemungkinan lain yang dikatakan oleh Baland dan koleganya adalah, inti Titan tidak
sepenuhnya padat. "Bisa saja ada laut di bawah permukaan esnya," katanya.

Meskipun begitu, para ilmuwan mengatakan kalau temuan mereka ini bukanlah sesuatu final,
karena masih dilakukan penelitian lagi.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Saturnus adalah planet keenam dari Matahari, Saturnus merupakan sebuah planet di tata
surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin, dan merupakan planet terbesar kedua di tata
surya setelah Jupiter. Jarak Saturnus sangat jauh dari Matahari, karena itulah Saturnus tampak
tidak terlalu jelas dari Bumi.

Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan
Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam
waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 40 menit 24 detik.

B. Saran
Sebaiknya kita semua mempelajari Planet Saturnus beserta planet planet lainnya yang
ada di Tata Surya agar dapat mengetahui dari mana sebenarnya planet Saturnus berasal dan
bagaimana sejarahnya. Sehingga kita bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai
planet planet yang ada di Tata Surya dan salah satunya adalah Planet Saturnus.
Mengetahui Planet yang ada di Jagat Raya Dan Tata Surya juga sangat penting agar kita dapat
mengetahui kebesaran Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita dapat meningkatkan keimanan dan
ketakwaan.