Anda di halaman 1dari 3

Latar Belakang

Penyakit-Kawasaki adalah vaskulitis terbatas akut pada anak-anak yang ditandai dengan
demam, bilateral konjungtivitis nonexudative, eritema pada bibir dan mukosa mulut, perubahan
pada ekstremitas, ruam, dan serviks limfadenopati. Aneurisma arteri koroner atau ectasia
berkembang pada 15% sampai 25% anak-anak yang tidak diobati dan dapat
menyebabkanpenyakit jantung iskemik atau kematian mendadak.
Metode dan Hasil-Sebuah komite multidisiplin ahli American Heart Association,
merekomendasikan untuk diagnosis, pengobatan, dan manajemen jangka panjang dari penyakit
Kawasaki. Dalam menentukan anak-anak dengan demam selama 5 hari dan 4 kriteria klasik
harus menjalani echocardiography, menerima pengobatan globulin intravena gamma (IVIG),
atau keduanya untuk penyakit Kawasaki.Itu kelompok menulis review data yang tersedia
mengenai pengobatan awal untuk anak-anak dengan penyakit Kawasaki akut, serta bagi mereka
yang memiliki demam persisten atau yg timbul meskipun terapi awal dengan IVIG, termasuk
IVIG penafsiran dan pengobatan dengan kortikosteroid, tumor necrosis factor-antagonis, dan
abciximab.
Manajemen jangka panjang dari pasien dengan penyakit Kawasaki disesuaikan dengan
tingkat keterlibatan koroner, rekomendasi mengenai antiplatelet dan terapi antikoagulan,
aktivitas fisik, penilaian tindak lanjut, dan prosedur diagnosis yang tepat untuk mengevaluasi
Penyakit jantung diklasifikasikan menurut strata risiko. Kesimpulan-Rekomendasi untuk
evaluasi awal, pengobatan pada fase akut, dan manajemen jangka panjang pasien dengan
penyakit Kawasaki dimaksudkan untuk membantu dokter dalam memahami berbagai pendekatan
diterima untuk merawat pasien dengan penyakit Kawasaki.Keputusan akhir untuk manajemen
kasus harus dilakukan oleh dokter dalam kondisi khusus yang disajikan oleh setiap pasien.
Penyakit Kawasaki awalnya ditemukan pertama pada tahun 1972 oleh seorang dokter
Jepang yaitu Tomisaku Kawasaki saat beliau belajar di New York. Ketika beliau pulang ke
negaranya, ternyata penyakit ini jauh lebih banyak dijumpai pada anak-anak Jepang
dibandingkan anak-anak bule. Di Indonesia sendiri penyakit Kawasaki pertama kali ditemukan
pada tahun 1982. Secara umum angka kejadian setiap tahunnya adalah 70 dari 100.000 balita,
dimana kejadian tertinggi adalah balita Jepang yaitu 112 per 100.000, sedangkan balita USA
hanya 19 per 100.000. Jadi Kawasaki bukanlah penyakit yang lazim dijumpai seperti demam
berdarah.
Kasus Kawasaki di Indonesia tidaklah sedikit, tiap tahun akan ada 3300-6600 kasus
Kawasaki Disease. Namun kenyataannya kasus yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah
angka ini. Terdeteksi sekitar 20%-40% nya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner
jantung. Sebagian akan sembuh namun sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung
yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian kecil akan meninggal akibat
kerusakan jantung.
Berdasarkan latar belakang diatas kami tertarik untuk mengangkat materi tentang trend
issue mengenai Kawasaki disease untuk membahas materi ini lebih dalam agar bila didapatkan
pasien dengan Kawasaki disease dapat ditangani dengan tepat dan cepat.
GEJALA DHF MALARIA KAWASAKI
DISEASE
Menggigil - -
Lama demam 2-7 hari 2-3 hari 5 hari
Ptekie -
Mata merah
Selaput lendir
merah di mulut
Bibir pecah-pecah
merah "strawberry
lidah"