Anda di halaman 1dari 5

A.

Pengereman Secara Regeneratif


Pada pengereman regeneratif ini, energi yang tersimpan pada putaran dikembalikan
kepada sistem jala jala. Dengan bertambahnya kecepatan motor yang melebihi kecepatan
nominalnya maka besar Ea akan lebih besar dari Vt (Ea > Vt). Sehingga akan mengakibatkan
daya dikembalikan kepada sistem jala jala untuk keperluan lain. Pada saat daya dikembalikan
ke jala jala kecepatan menurun sehingga Ia menjadi negatif (bekerjanya sebagai generator
yang bekerja paralel terhadap jala jala) dan proses pengereman berlangsung seperti
pengereman dinamik.
= +
=

=

Namun pada motor dc penguatan seri, pengereman regeneratif lebih rumit untuk dilakukan.
Karena dengan kecepatan dari motor maka fluksi yang dihasilkan akan menurun, sehingga
gaya gerak listrik induksi induksi yang dihasilkan akan mendekati harga tegangan terminal
(Vt) namun tidak melebihi tegangan terminal tersebut. Pengereman regeneratif pada motor dc
penguatan seri dapat dilakukan dengan mengubah medan serinya menjadi medan shunt.
Gambar rangkaian di bawah ini menjelaskan mengenai rangkaian pemutus yang bekerja
sebagai pengereman regeneratif. Vo adalah gaya gerak listrik yang dibangkitkan oleh mesin
arus searah, sedangkan Vt adalah tegangan sumber bagi motor sekaligus merupakan batere
yang diisi. Ra dan La masing-masing adalah hambatan dan induktansi jangkar.

Gambar Rangkaian Pengereman Regeneratif

Prinsip kerja rangkaian pengereman regeneratif diatas adalah sebagai berikut :


Ketika saklar pemutus dihidupkan, maka arus mengalir dari jangkar, melewati skalar dan
kembali ke jangkar. Ketika sakalar pemutus dimatikan, maka energi yang tersimpan pada
induktor jangkar akan mengalir melewati dioda, baterai dengan tegangan Vt dan kembali ke
jangkar.
B. Pengereman Secara Dinamis
Pengereman dinamis merupakan suatu metode pengereman motor listrik yang sangat
praktis dan memberikan gaya pengereman yang sangat baik.
Pengereman ini dilakukan dengan memutuskan suplai tegangan ke sebuah motor yang
sedang berjalan, lalu dihubungkan pada sebuah tahanan pada terminal jangkarnya. Sehingga
motor akan berlaku sebagai generator yang mengalirkan arus menuju tahanan. Keadaan ini
menyebabkan energi yang dihasilkan oleh jangkar akibat dari putaran akan dilepas melalui
tahanan dalam bentuk panas. Berikut ini adalah gambar pengereman dinamis dari motor arus
searah penguatan seri.

Rangkaian tersebut dapat dikendalikan dengan menggunakan kontaktor magnetik.


Dengan mengenergize sebuah coil pada rangkaian kontrol yang mengendalikan semua
kontaktor magnetik pada rangkaian pengereman dinamis motor DC penguatan seri, maka
motor tesebut akan secara otomatis melakukan pengereman tanpa harus melakukan
penekanan saklar secara manual. Keadaan ini mempermudah pengereman karena semua
berjalan secara otomatis. Rangakain kontrol pengereman dinamis pada motor arus searah
penguatan seri ditunjukkan pada gambar berikut :

Sedangkan gambar dibawah ini menunjukkan gambar rangkaian dinamis motor DC


penguatan seri.
Pada gambar rangkaian dinamis motor DC penguatan seri diatas, mula mula
tegangan terminal (Vt) sama dengan nol sehingga motor masih dalam keadaan diam.
Secara perlahan tegangan terminal Vt dinaikkan sampai motor mencapai kecepatan
nominal. Pada kondisi ini arus mengalir pada kumparan medan dari arah E ke F serta
melalui kumparan jangkar dari arah GA ke HB. Kemudian saat tombol start pada
rangkaian kontrol pengereman dinamis ditekan, maka Rele C, sehingga akan menutup
Normally Open C dan juga akan membuka Normally Close C. Pada kondisi ini suply
tegangan terminal Vt akan terlepas dari kumparan jangkar dan medan. Seketika itu juga
sebuah tahanan Rb akan terhubung dengan rangkaian dan tahan ini akan berfungsi
sebagai tahanan pengereman. Dalam hal ini, arus yang mengalir pada kumparan medan
akan tetap arahnya dari E ke F sehingga motor akan tetap berputar dengan motor
berlaku sebagai generator dan arus pengereman akan mengalir melalui tahanan
pengereman Rb. Energi yang dimiliki oleh jangkar yang diakibatkan oleh perputaran
akan dilepas melalui tahanan dalam bentuk panas yang menyebabkan kecepatan motor
berkurang dan akhirnya berhenti.
Ketika pengereman dilakukan, besarnya arus yang mengalir pada waktu
pengereman plugging motor DC penguatan seri dirumuskan sebagai berikut:

Dimana Ra adalah tahanan jangkar, Rs adalah tahanan medan yang dihubungkan seri
dengan kumparan jangkar, dan Rb adalah tahanan pengereman.
Sehingga besar torsi pengeremannya adalah :

Dimana :
C. Pengereman Secara Plugging
Pengereman secara plugging adalah pengereman suatu motor dalam waktu yang
sangat singkat dan tiba tiba. Prinsip pengereman ini adalah dengan membalik polaritas
sebuah motor arus searah.
Cara melakukan pengereman ini adalah dengan membalik putaran motor yang
sedang berputar. Membalik putaran motor dapat dilakukan dengan cara membalik arah
arus medan (If) atau membalik arah arus jangkar (Ia). Pada saat motor berputar pada
kecepatan nominal, jika salah satu arus jangkar atau arus medan dibalik arahnya, maka
timbul torsi baru yang berlawanan dengan torsi mula mula. Torsi ini dipengaruhi oleh
besar arus yang mengalir pada tahanan jangkar. Untuk membatasi arus yang mengalir
pada jangkar dipasang tahanan yang diserikan dengan tahanan jangkar. Besarnya
tahanan inilah yang mempengaruhi waktu mulai saat pengereman dilakukan sampai
motor berhenti.
Pada jenis pengereman plugging ini, saat kecepatan putaran motor menjadi nol,
maka sumber tegangan harus dilepas dari kumparan jangkar. Jika pada kumparan
jangkar masih tetap mengalir arus, maka motor akan kembali berputar dengan arah yang
berlawanan.
Pengereman plugging pada motor DC penguatan shunt dan motor DC
penguatan seri dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Dengan membalik arah arus medan ( If )
2. Dengan membalik arah arus jangkar ( Ia )

1. Pengereman plugging motor DC seri dengan cara membalik arah arus medan ( If )

Pada gambar rangkaian Pengereman plugging motor DC seri dengan cara


membalik arah arus medan ( If ) diatas, mula mula tegangan terminal (Vt) sama
dengan nol sehingga motor masih dalam keadaan diam. Secara perlahan tegangan
terminal Vt dinaikkan sampai motor mencapai kecepatan nominal. Pada kondisi ini arus
mengalir pada kumparan medan dari arah E ke F serta melalui kumparan jangkar dari
arah GA ke HB. Kemudian saat tombol start pada rangkaian kontrol pengereman
plugging ditekan, maka Rele C energize yang menyebabkan Normally Close C
membuka dan Normally Open C menutup. Pada kondisi ini arus yang mengalir pada
kumparan medan akan berbalik arah yaitu dari F ke E sedangkan arus yang mengalir
pada kumparan jangkar arahnya tetap. Hal ini menyebabkan timbulnya torsi yang baru
yang berlawanan arah dengan torsi mula mula, sehingga mengurangi kecepatan motor
sampai akhirnya berhenti. Setelah kecepatan motor mencapai nol maka sumber
tegangan Vt dilepas untuk menghindari motor berputar pada arah berlawanan. Pada saat
pengereman dilakukan, rangkaian terhubung dengan tahanan pengereman Rb yang
berfungsi untuk menjaga agar arus yang mengalir pada kumparan jangkar tidak terlalu
besar.

2. Pengereman plugging motor DC seri dengan cara membalik arah arus jangkar ( Ia )

Pada gambar rangkaian Pengereman plugging motor DC seri dengan cara


membalik arah arus jangkar ( Ia ) diatas, mula mula tegangan terminal (Vt) sama
dengan nol sehingga motor masih dalam keadaan diam. Secara perlahan tegangan
terminal Vt dinaikkan sampai motor mencapai kecepatan nominal. Pada kondisi ini arus
mengalir pada kumparan medan dari arah E ke F serta melalui kumparan jangkar dari
arah GA ke HB. Kemudian saat tombol start pada rangkaian kontrol pengereman
plugging ditekan, maka Rele C energize yang menyebabkan Normally Close C
membuka dan Normally Open C menutup. Pada kondisi ini arus yang mengalir pada
kumparan jangkar akan berbalik arah yaitu dari HB ke GA sedangkan arus yang
mengalir pada kumparan medan arahnya tetap. Hal ini menyebabkan timbulnya torsi
yang baru yang berlawanan arah dengan torsi mula mula, sehingga mengurangi
kecepatan motor sampai akhirnya berhenti. Setelah kecepatan motor mencapai nol
maka sumber tegangan Vt dilepas untuk menghindari motor berputar pada arah
berlawanan. Pada saat pengereman dilakukan, rangkaian terhubung dengan tahanan
pengereman Rb yang berfungsi untuk menjaga agar arus yang mengalir pada kumparan
jangkar tidak terlalu besar.