Anda di halaman 1dari 5

Skenario 6

PEMBESARAN GINGIVA SELAMA PERAWATAN ORTODONTIK

Seorang perempan berusia 18 tahun telah datang ke klinik gigi bagian ortodonsia,
dengan keluha utama terdapat jarak antar gigi. Dia telah diperiksa dan direncanakan
perawatan ortodontik. Setelah satu tahun perawatan orotondik didapatkan pembesaran
gingiva disemua regio dimana piranti ortodontik ditempatkan, dengan tingkat
keparahan pembesaran yang berbeda di berbagai region. Pemeriksaan klinis juga
diperoleh bahwa pasien tidak mampu mempertahankan kebersihan mulut setelah
pembesaran gingiva terlihat jelas. Pasien kemudian dirujuk ke bagian periodontik.
Pada pemeriksaan, terdapat kebersihan mulut buruk dan pembesaran gingiva yang
berbeda di rongga mulut. Regio molar dan premolar menunjukkan pembesaran
gingiva mengenai piranti ortodontik. Terdapat perdarahan saa probing di semua
region dan inflamasi ringan di margin gingiva dan puncak interdental papilla.
Konsistensi gingiva umumnya kenyal dan kehilangan kontur dan stippling di region
posterior. Secara keseluruhan, kedalaman probing sekitar 4-5mm. Pasien sehat secara
sistemik. Pertimbangan rencana perawatan perlu dilakukan berdasarkan temua
keadaan gingivanya saat pemakaian piranti ortodontik.
Step I

1. Pembesaran gingiva
Pembesaran gingiva adalah membesarnya gingiva yang dikarenakan adanya
inflamasi. Pembesaran gingiva bisa dalam bentuk hiperplasi maupun hipertrofi.
Hiperplasi adalah pembesaran yang disebabkan karena bertambahnya jumlah sel
penyusun, sedangkan hipertrofi adalah pembesaran yang disebabkan karena
bertambah besarnya ukuran sel penyusun. Adanya pembesaran gingiva ini akan
menyebabkan masalah, seperti timbulnya ketidaknyamanan saat mastikasi,
berbicara, timbulnya halitosis, masalah estetik dan oral hygiene.
2. Kehilangan kontur
Kehilangan kontur adalah hilangnya kontur normal yang biasanya berbentuk knif
edge, sehingga margin gingiva membulat, tidak membentuk knife edge.
3. Stippling
Stippling adalah tekstur normal gingiva yang berbentuk seperti kulit jeruk.

Step 2
1. Apakah hal yang dipertimbangkan pada jaringan periodontal sebelum perawatan?
2. Mengapa perawatan ortodonti cekat menyebabkan hiperplasi gingiva?
3. Pertimbangan perawatan apa yang dilakukan untuk pasien?
4. Bagaimana penatalaksanaan kasus pasien pada skenario?

Step 3
1. Jaringan periodontal sangat perlu diperhatikan sebelum dilakukannya perawatan
ortodonsia cekat, karena perawatan ortodonsia mempengaruhi jaringan
periodontal. Pada jaringan periodontal diperhatikan pembesaran gingiva, plak dan
kalkulus, dan dilakukan foto rontgen sebagai pemeriksaan pendukung. Pasien
dengan oral hygiene buruk merupakan kontra indikasi perawatan ortodonsia, oleh
karena itu perlu diperhatikan motivasi pasien untuk menjaga oral hygiene.
2. Pada perawatan ortodonsia cekat terjadi:
Pemakaian alat ortodonsia memberikan tekanan pada ligament periodontal
sehingga terjadi pergerakan gigi dari soketnya dan terjepitnya gingiva yang
nantinya menyebabkan inflamasi, sehingga terjadi pembesaran gingiva
Komponen alat ortodonsia yang menutupi sebagaian permukaan gigi
menyebabkan bertambah susahnya pembersihan, sehingga banyak terjadi
akumulasi plak yang dapat menimbulkan inflamasi dan pembesaran gingiva
Adanya alergi bahan ortodonsia yang terbuat dari nikel
Tertumpuknya plak karena sulitnya pembersihan menyebabkan timbulnya
inflamasi yang ditandai dengan BOP (+) dan timbulnya pseudopocket
Pembesaran gingiva yang terjadi merupakan pembasaran yang disebabkan oleh
iritasi kronis yang ditandai dengan pembengkakan general dan interdental,
fibrotic, keras, pucat, menutupi seluruh atau sebagian gigi atau singulum,
stippling
3. Sebelum dilakukan perawatan pada pasien pembesaran atau hiperplasi gingiva,
maka pada pasien harus dipertimbangkan:
Evaluasi faktor penyebab yang ada dengan melakukan kontrol plak
Melihat respon jaringan setelah dihilangkan faktor penyebab. Apabila setelah
dihilangkan faktor penyebabnya pembesaran tidak berkurang, maka dilakukan
gingivektomi
Pada skenario, pembesaran yang terjadi merupakan pembesaran fibrous dimana
konsistensinya kenyal, karena adanya proliferasi epitel. Sehingga sulit dilakukan
pengambilan plak, oleh karena itu perlu dilakukan gingivektomi
4. Pada skenario dilakukan rencana perawatan sebagai berikut:
Perawatan periodontal fase I: pada perawatan periodontal fase I dilakukan DHE,
scalling root planning, mengurangi tekanan pada alat ortodonsia
Fase pemeliharaan: apabila pada fase pemeliharaan tidak ada perbaikan, maka
dilanjutkan pada fase II. Tapi, apabila sudah terjadi perbaikan maka dilanjutkan
fase evaluasi. Pada fase pemeliharaan perlu ditekankan pada DHE (menyikat gigi
menggunakan sikat gigi khusus, dental floss, obat kumur klorheksidin, terapi
fluor, instruksi diet, dan peran dokter yang merawat ortodonsia pada saat control
setiap bulannya). Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kekambuhan
hiperplasi gingiva.
Fase II: bedah gingivektomi. Gingivektomi bisa dilakukan dengan manual
(scalpel), laser, kimia. Pada gingivektomi manual (scalpel) dilakukan dengan
tahapan:
Anastesi lokal
Gingiva diberikan tanda dengan gingival marker
Insisi
Scalling root planning dan pembentukan kontur gingiva
Eksisi gingiva
Irigasi jaringan dengan menggunkan saline steril
Jaringan ditekan beberapa menit untuk menghentikan pendarahan
Tutup luka dengan periodontal dressing
Kontrol setelah 1 minggu perawatan
Pasien juga harus diberikan instruksi setelah perawatan seperti, dilarang makan
dan minum selama 1 jam setelah perawatan, dilarang minum alcohol selama 24
jam, menghindari makanan keras, lengket, DHE
Step 4

Pertimbangan jaringan
periodontal sebelum perawatan
ortodonsia cekat

Pertimbangan jaringan
Pemakaian alat ortodonsia cekat periodontal selama perawatan
ortodonsia cekat

Akumulasi plak Tekanan yang berlebih

Inflamasi gingiva

Pembesaran gingiva

Pemeriksaan klinis&penunjang

Perawatan periodontal fase I

Evaluasi

Step 5 Mengecil Tetap


Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan:
1. Pertimbangan jaringan periodontal sebelum dan selama perawatan ortodonsia
Perawatan
cekat
periodontal fase II
2. Etiologi pembesaran gingiva yang berhubungan dengan pemakaian ortodonsia
(bedah)
cekat
3. Perawatan
Masalah pada jaringan periodontal
periodontal akibat fase IV
perawatan ortodonsia cekat
4. Penatalaksanaan kasus pada(pemeliharaan)
skenario