Anda di halaman 1dari 87

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS Ny.

A P1A0
DENGAN ANEMIA SEDANG DI RB MARGA
WALUYA SURAKARTA

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Ujian Akhir Program


Pendidikan Diploma III Kebidanan

Disusun oleh:
ERLIN IKA WULAN SARI
NIM. B 09.019

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2012
ii

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas Ny. A

P1A0 dengan Anemia Sedang di RB Marga Waluya Surakarta.

Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas

akhir sebagai salah satu syarat kelulusan STIKES Kusuma Husada Surakarta.

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan pengarahan dari berbagai pihak,

Karya Tulis Ilmiah ini tidak dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu

penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Dra. Agnes Sri Harti, M.Si, selaku Ketua STIKES Kusuma Husada

Surakarta.

2. Ibu Dheny Rohmatika, S.SiT, selaku Ka. Prodi DIII Kebidanan Sekolah

Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada Surakarta.

3. Ibu Erlyn Hapsari, S.S.T., selaku Pembimbing yang telah memberikan

pengarahan, masukan dan motivasi kepada penulis.

4. Ibu Hutari Puji Astuti, S.SiT., M.Kes., selaku Penguji yang telah memberikan

pengarahan, masukan dan motivasi kepada penulis.

5. Pimpinan RB Marga Waluya Surakarta, yang telah memberi ijin kepada

penulis untuk mengambil data awal dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini.

6. Ny. A., yang telah bersedia menjadi responden dalam Karya Tulis Ilmiah ini.

iv

7. Seluruh Dosen dan Staff Akademi Kebidanan Kusuma Husada Surakarta

terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan.

8. Bagian Perpustakaan yang telah membantu penulis dalam memperoleh

referensi dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini.

9. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam

menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

Penulis menyadari dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini masih banyak

kekurangannya, karena keterbatasan kemampuan penulis. Maka penulis

mengharapkan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun demi

penyempurnaan pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini.

Surakarta, April 2012

Penulis

v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
Kehidupan adalah sumber inspirasi luar biasa, setiap kelokan kehidupan
adalah guru yang sangat berharga.
Ketakutan melakukan sesuatu berarti kalah sebelum bertanding.
Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak
percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang
ketakutan.

PERSEMBAHAN
Karya Tulis Ilmiah ini penulis persembahkan
kepada:
1. Bapak dan Ibuku tercinta yang paling aku
sayangi menjadi tumpuan hidup yang selalu
memberikan semangat dan dukungan, sungguh
tiada kata yang lebih mudah dan lebih pantas
terucap untuk membalas semua kasih sayang,
tetesan air mata, cucuran keringat serta doa yang
selalu mengalir kepada penulis.
2. Sahabat-sahabatku seperjuangan di Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada
Surakarta.
3. Untuk seseorang yang aku sayangi, terima kasih
atas dukungan dan doanya.
4. Almamater tercinta.

vi

vii

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada Surakarta
Program Studi DIII Kebidanan
Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2012
ERLIN IKA WULAN SARI
09.019

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NY. A P1A0


DENGAN ANEMIA SEDANG DI RB MARGA
WALUYA SURAKARTA

(xi halaman + 76 halaman + 10 lampiran)

INTISARI

Latar Belakang: Menurut SDKI tahun 2007, AKI masih cukup tinggi, yaitu 228
per 100.000 kelahiran hidup. Masa nifas adalah masa setelah plasenta lahir dan
berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil dan
berakhir kira-kira 6 minggu. Anemia sedang biasanya disebabkan oleh perdarahan
dan jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi anemia berat, pada ibu nifas
biasanya terjadi perdarahan karena atonia uteri dan infeksi. Data yang diperoleh
dari di RB Marga Waluya Surakarta jumlah ibu nifas dengan anemia sedang
berjumlah 14 orang (8,7%).
Tujuan: Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan anemia
sedangyang menggunakan proses manajemen 7 langkah Varney. Penulis mampu
menganalisa kesenjangan antara teori dan kasus nyata di lapangan. Penulis
mampu memberikan alternatif pemecahan permasalahan.
Metodologi: Jenis laporan studi kasus dengan metode deskriptif, lokasi di RB
Marga Waluya Surakarta. Subyek studi kasus adalah ibu nifas Ny. A dengan
anemia sedang, waktu studi kasus pada tanggal 17 25 Agustus 2012. Teknik
pengambilan data antara lain data primer, meliputi pemeriksaan fisik, wawancara
serta observasi dan data sekunder, meliputi studi dokumentasi dan studi
kepustakaan.
Hasil: Ibu nifas Ny. A P1 A0 umur 26 tahun dengan anemia sedang. Terapi
pemberian obat Asam mefenamat 1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe
2 x 60 mg, Vitamin C 1 x 100 mg dan Vitamin A 200.000 IU 1 kali. Keadaan
umum ibu baik, kesadaran composmentis, ibu sudah tidak merasakan nyeri lagi
pada jahitan perineum, terdapat kenaikan Hb dari 8 gr% menjadi 9,8 gr% dan
tidak terjadi ke arah anemia berat.
Kesimpulan: Pada kasus Ny. A terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus,
yaitu pada evaluasi karena keterbatasan waktu, ibu kurang suka mengkonsumsi
sayuran hijau yang mengandung zat besi dan tidak teratur minum tablet Fe.

Kata kunci : Asuhan Kebidanan Ibu Nifas, Anemia Sedang.


Kepustakaan : 31 literatur (2002 2012)

viii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................ i

HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................ ii

HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. iii

KATA PENGANTAR .............................................................................. iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................... vi

CURRICULUM VITAE .......................................................................... vii

INTISARI ................................................................................................. viii

DAFTAR ISI ............................................................................................. ix

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ............................................................. 1

B. Perumusan Masalah ..................................................... 3

C. Manfaat Studi Kasus .................................................... 4

D. Tujuan Studi Kasus ...................................................... 5

E. Keaslian Studi Kasus ................................................... 6

F. Sistematika Penulisan .................................................. 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Teori Medis .................................................................. 9

1. Konsep Nifas .......................................................... 9

2. Anemia ................................................................... 12

ix

3. Anemia Sedang ...................................................... 17

B. Teori Manajemen Kebidanan ....................................... 20

C. Landasan Hukum ......................................................... 36

BAB III METODOLOGI

A. Jenis Studi Kasus ......................................................... 37

B. Lokasi Studi Kasus ....................................................... 37

C. Subyek Studi Kasus ..................................................... 37

D. Waktu Studi Kasus ....................................................... 38

E. Instrumen Studi Kasus ................................................. 38

F. Teknik Pengumpulan Data ........................................... 38

G. Alat-alat yang Dibutuhkan ........................................... 41

BAB IV TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. Tinjauan Kasus ............................................................. 44

B. Pembahasan .................................................................. 62

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan .................................................................. 66

B. Saran ............................................................................. 67

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Jadwal Pembuatan KTI

Lampiran 2. Surat Ijin Studi Pendahuluan

Lampiran 3. Surat Balasan dari Lahan

Lampiran 4. Surat Permohonan Menjadi Pasien

Lampiran 5. Surat Persetujuan Pasien

Lampiran 6. Lembar Observasi

Lampiran 7. Satuan Acara Penyuluhan dan Materi tentang Gizi Ibu Nifas

Lampiran 8. Satuan Acara Penyuluhan dan Materi tentang ASI Eksklusif

Lampiran 9. Satuan Acara Penyuluhan dan Materi tentang Tanda Bahaya Nifas

Lampiran 10. Lembar Konsultasi

xi

1


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007,

Angka Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi, yaitu 228 per 100.000

kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu paling banyak terjadi pada masa

nifas, yaitu karena perdarahan setelah persalinan 28%, eklamsia 24%, infeksi

11%, kurang energi setelah melahirkan 9%, abortus 5%, partus lama 5%,

emboli 3% dan anemia 3% (Suwandi, 2010).

AKI di Jawa Tengah masih relatif tinggi dan diketahui bahwa AKI

merupakan indikator besar sebagai penilaian daerah dalam keberhasilan

meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), untuk sektor kesehatan

ditandai dengan turunnya angka kematian ibu dan bayi serta meningkatnya

umur harapan hidup. Pada tahun 2010 angka kematian ibu di Jawa Tengah

sudah mencapai 114/ 100.000 kelahiran hidup (Yuswanti, 2010).

Menurut Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, mencatat jumlah

angka kematian ibu adalah 8/ 1.000 kelahiran hidup. Separuh ibu nifas di kota

Surakarta menderita anemia yang dikarenakan terjadi perdarahan pada saat

persalinan dan beresiko kematian. Berdasarkan data dari Dinkes Surakarta

tahun 2007 2010, prosetase ibu nifas yang menderita anemia mencapai

53,4%, sementara itu hingga April 2010 terdeteksi sebanyak 328 ibu nifas

menderita anemia (Murniati, 2011).

1
2


Masa nifas adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-

alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil dan berakhir kira-kira

6 minggu. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan

sel-sel darah merah serta hemoglobin (Hb) sehingga sirkulasi zat dalam tubuh

tidak berjalan secara normal (Prawirohardjo, 2005).

Anemia sedang biasanya disebabkan oleh perdarahan dan jika tidak

dikelola dengan baik akan menjadi anemia berat, pada ibu nifas biasanya

terjadi perdarahan karena atonia uteri dan infeksi. Selain itu anemia sedang

pada ibu nifas dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan aktivitas

menyusui dikarenakan penderita merasa males, pusing dan cepat lelah

(Ayah Bunda, 2012).

Penatalaksanaan anemia sedang yaitu dengan meningkatkan konsumsi

gizi penderita, terutama protein dan zat besi, memberi suplemen zat besi

secara peroral yaitu dengan memberikan preparat besi per os gram besi

sebanyak 600-1000 mg sehari seperti sulfas ferrosus atau glukonas ferosus

maupun parental diberikan ferum desktran 100 dosis total 1000-2000 mg

intravena serta melakukan transfusi darah (Manuaba, 2007).

Untuk menghindari komplikasi-komplikasi yang sering terjadi pada ibu

nifas, bidan harus melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan baik

dan benar. Bidan diharapkan mampu melakukan pendekatan dalam melihat

permasalahan kebidanan, sehingga permasalahan kebidanan mampu

memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan klien (Menkes, 2007).


3


Berdasarkan data yang diperoleh dari di RB Marga Waluya Surakarta,

jumlah ibu nifas dari bulan Januari 2011 Agustus 2011 sebanyak 162. Dari

jumlah tersebut, angka kejadian ibu nifas normal berjumlah 101 orang

(62,3%), ibu nifas dengan peningkatan berat badan berjumlah 21 orang (13%),

ibu nifas dengan anemia berat berjumlah 10 orang (6,2%), ibu nifas dengan

anemia sedang berjumlah 14 orang (8,7%) dan ibu nifas dengan anemia ringan

berjumlah 16 orang (9,8%).

Berdasarkan data di atas, angka kejadian anemia pada ibu nifas masih

cukup tinggi dan mengingat jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi

anemia berat, maka penulis tertarik untuk mengambil kasus yang berjudul

Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas Ny. A P1A0 dengan Anemia Sedang di

RB Marga Waluya Surakarta.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat

ditarik perumusan masalah dalam studi kasus ini adalah Bagaimana

Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas Ny. A P1A0 dengan

Anemia Sedang di RB Marga Waluya Surakarta dengan menggunakan

manajemen 7 langkah Varney?.


4


C. Manfaat Studi Kasus

1. Bagi Diri Sendiri

Dapat menerapkan teori yang didapat di bangku kuliah dalam

praktek di lahan, serta memperoleh pengalaman secara langsung dalam

masalah memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan anemia

sedang.

2. Bagi Bidan

Diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi profesi bidan dalam

upaya meningkatan mutu dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu

nifas dengan anemia sedang.

3. Bagi Institusi

a. RB Marga Waluya Surakarta

Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat

kebijakan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan

khususnya pada ibu nifas dengan anemia sedang.

b. Pendidikan

Digunakan sebagai tambahan wacana atau referensi sehingga

dapat menambah pengetahuan tentang asuhan kebidanan pada ibu nifas

dengan anemia sedang.


5


D. Tujuan Studi Kasus

1. Tujuan Umum

Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan anemia

sedang sesuai manajemen kebidanan yang diaplikasikan dalam asuhan

kebidanan menurut Varney.

2. Tujuan Khusus

a. Mahasiswa mampu:

1) Melakukan pengkajian pada ibu nifas Ny. A P1A0 dengan anemia

sedang.

2) Menginterpretasikan data yang meliputi diagnosa kebidanan dan

masalah pada ibu nifas Ny. A P1A0 dengan anemia sedang.

3) Menentukan diagnosa potensial pada ibu nifas Ny. A P1A0 dengan

anemia sedang.

4) Mengantisipasi penanganan atas tindakan pada ibu nifas Ny. A

P1A0 dengan anemia sedang.

5) Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu nifas Ny. A P1A0

dengan anemia sedang.

6) Melaksanakan rencana tindakan yang telah disusun pada ibu nifas

Ny. A P1A0 dengan anemia sedang.

7) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan yang diberikan pada ibu

nifas Ny. A P1A0 dengan anemia sedang.

b. Penulis mampu menganalisa kesenjangan antara teori dan kasus nyata

di lapangan pada ibu nifas Ny. A P1A0 dengan anemia sedang.


6


c. Penulis mampu memberikan alternatif pemecahannya pada ibu nifas

Ny. A P1A0 dengan anemia sedang.

E. Keaslian Studi Kasus

Karya Tulis Ilmiah dengan dengan judul asuhan kebidanan ibu nifas

dengan anemia sedang pernah dilakukan oleh:

1. Erta Mariana (2006), dengan judul: Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas

dengan Anemia Sedang di Rumah Sakit Umum Sragen. Asuhan yang

diberikan antara lain: Mengobservasi KU dan VS ibu setiap 4 jam sekali,

infus RL, tranfusi 1 calf dan obat oral amoxicilin 3 x 500 mg, asam

mefenamat 3 x 500 mg, metergin tablet 3 x 1 dan roboratina 3 x 1. Asuhan

tersebut dilakukan selama 6 hari dengan hasil KU dan VS baik, sudah

tidak pucat, terjadi kenaikan Hb dari 8 gr% menjadi 11,2 gr%.

2. Sundari (2008), dengan judul Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan

Anemia Sedang di UPTD RSD Kota Surakarta Tahun 2008. Asuhan yang

diberikan antara lain: Mengobservasi KU dan VS ibu setiap 4 jam sekali,

terapi obat oral amoxicilin 3 x 500 mg, asam mefenamat 3 x 500 mg dan

metergin tablet 3 x 1. Asuhan dilakukan selama 5 hari dengan hasil KU

dan VS baik, terjadi kenaikan Hb dari 8 gr% menjadi 11,4 gr%.

3. Dwi (2009), dengan judul: Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan

Anemia Sedang di BPS Maryuni Juwiring Klaten, asuhan yang diberikan

antara lain: Mengobservasi KU dan VS ibu setiap 4 jam sekali

memberikan terapi (asam mefenamat 1 x 500 mg, amoxicilin 1 x 500 mg,


7


etabion 2 x 60 mg, vitamin C 2 x 50 mg, vitamin A 200.000 iu 1 x), KIE

tentang nutrisi ibu nifas. Asuhan diberikan selama 10 hari dengan hasil

KU dan VS ibu baik, ibu sudah tidak merasa pusing dan lemas, terjadi

kenaikan Hb dari 8gr% menjadi 11,8gr%.

Perbedaan studi kasus di atas dengan studi kasus yang dibuat terletak

pada tempat, subyek, waktu dan hasil studi kasus.

F. Sistematika Penulisan

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini terdiri dari 5 bab, yaitu antara lain

sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah,

manfaat studi kasus, tujuan studi kasus, keaslian studi kasus dan

sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang tinjauan pustaka yang berisi tentang tinjauan

teori medis nifas, pengertian anemia, klasifikasi anemia,

patofisiologi anemia, gejala-gejala anemia, penyebab anemia,

pengaruh anemia, penatalaksanaan anemia, anemia sedang,

pengertian anemia sedang, gejala anemia sedang, prognosis anemia

sedang, penatalaksanan anemia sedang, teori asuhan kebidanan

yang meliputi manajemen kebidananan 7 langkah menurut Varney,


8


data perkembangan menggunakan model subyektif, obyektif,

assessment dan planning (SOAP) serta landasan hukum.

BAB III METODOLOGI

Bab ini berisi tentang jenis studi kasus, lokasi studi kasus, subjek

studi kasus, waktu studi kasus, instrumen studi kasus, teknik

pengumpulan data, alat-alat yang digunakan penulis untuk

pelaksanaan studi kasus.

BAB IV TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini berisi menyajikan laporan kasus dengan

menggunakan manajemen kebidanan menurut Varney yang terdiri

dari 7 langkah yaitu: mulai dari pengkajian data, interpretasi data,

diagnosa potensial, antisipasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi

dan SOAP. Pembahasan berisi tentang kesenjangan antara teori dan

praktik di lapangan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan

dirumuskan untuk menjawab tujuan penulis dan merupakan inti

dari pembahasan penanganan ibu nifas dengan anemia sedang.

Saran merupakan alternatif pemecahan masalah yang hendaknya

bersifat realistis dan operasional yang artinya saran itu dapat

dilaksanakan

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
9


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Teori Medis

1. Konsep Nifas

a. Pengertian Nifas

Menurut Prawirohardjo (2005), nifas (Puerperium) adalah

dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat

kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas

berlangsung selama kira-kira 6-8 minggu.

Menurut Prawirohardjo (2002), masa nifas (puerperium) adalah

dimulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan

kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung

selama kira-kira 6 minggu.

b. Tujuan Asuhan Masa Nifas

Menurut Prawirohardjo (2002), tujuan asuhan masa nifas:

1) Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.

2) Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah,

serta mengobati bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayinya.

3) Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan

diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi

kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.

4) Memberikan pelayanan keluarga berencana.

9
10


c. Periode Masa Nifas

Menurut Mansjoer (2002), nifas di bagi dalam 3 periode:

1) Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan

berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama Islam, dianggap telah

bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.

2) Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat

genitalia yang lamanya 6-8 minggu.

3) Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan

sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan

mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna bisa

berminggu-minggu, bulanan, atau tahunan.

d. Kunjungan Masa Nifas

Menurut Prawirohadjo (2002), paling sedikit 4 kali kunjungan

masa nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi dan untuk

mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi.

1) 6 8 jam setelah melahirkan

a) Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.

b) Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan rujuk

bila perdarahan berlanjut.

c) Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota

keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena

atonia uteri.
11


d) Pemberian ASI awal.

e) Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.

2) 6 (enam) hari setelah melahirkan (persalinan)

a) Memastikan involusi uterus berjalan baik (normal) uterus

berkontraksi, fundus di bawah umbilikus tidak ada perdarahan

abnormal, tidak ada bau.

b) Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi, atau perdarahan

abnormal.

c) Memastikan ibu mendapat cukup makanan, cairan dan istirahat.

d) Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak

memperlihatkan tanda-tanda penyulit.

e) Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi,

tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-

hari.

3) 2 (dua) minggu setelah persalinan

a) Memastikan involusi uterus berjalan baik (normal) uterus

berkontraksi, fundus dibawah umbilikus tidak ada perdarahan

abnormal, tidak ada bau.

b) Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi, atau perdarahan

abnormal.

c) Memastikan ibu mendapat cukup makanan, cairan dan istirahat.

d) Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak

memperlihatkan tanda-tanda penyuIit.


12


e) Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi,

tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari

hari.

4) 6 (enam) minggu setelah persalinan

a) Menanyakan pada ibu tentang penyulit yang ibu atau bayi

alami.

b) Memberikan konseling untuk KB secara dini.

2. Anemia

a. Pengertian Anemia

1) Menurut Mansjoer (2002)

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar Hb dan atau

hitung eritrosit lebih rendah dari harga normal. Wanita hamil atau

dalam masa nifas dinyatakan anemia bila kadar hemoglobinnya

dibawah 10 gr%.

2) Menurut Saifuddin (2002)

Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar Hb dalam darah di

bawah 11 gr% pada trimester I dan III dan kadar Hb kurang dari

10,5 gr% pada trimester II.

b. Tingkatan anemia menurut Manuaba (2007), dibagi menjadi 3, yaitu

antara lain:

1) Anemia ringan, dimana jika kadar Hb 9,00 - 10,00 gr%

2) Anemia sedang, dimana jika kadar Hb 7,00 - 8,00 gr%

3) Anemia berat, dimana jika kadar Hb < 7,00 gr%


13


c. Klasifikasi anemia menurut Wiknjosastro (2005), adalah sebagai

berikut:

1) Anemia megaloblastik

Anemia megaloblastik disebabkan karena definisi asam

folik, jarang terjadi karena defisiensi vitamin B12, kekurangan ini

erat hubungannya dengan defisiensi zat makanan.

2) Anemia hipoplastik

Anemia hipoplastik ini disebabkan karena sumsum tulang

kurang mampu membuat sel-sel darah baru.

3) Anemia hemolitik

Anemia hemolitik disebabkan karena penghancuran sel

darah merah berlangsung lebih cepat dari pembuatannya.

4) Anemia defisiensi zat besi

Anemia defisiensi zat besi paling sering dijumpai pada ibu

yang mengalami masa nifas. Anemia ini dapat disebabkan karena

kurang masuknya unsur besi dengan makanan di dalam tubuh,

gangguan re-absorbsi, atau terlampau banyaknya zat besi keluar

dari tubuh seperti pendarahan.

d. Patofisiologi Anemia

Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sumsum

atau kehilangan sel darah merah secara berlebihan atau keduanya.

Kegagalan sumsum dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, invasi

tumor atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel


14


darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemplisis

(destruksi), hal ini dapat akibat defek sel darah merah yang tidak

sesuai dengan ketahanan sel darah merah yang menyebabkan destruksi

sel darah merah (Dimas, 2009).

Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam sel

fagositik atau dalam sistem retikuloendotelial, terutama dalam hati dan

limpa. Hasil samping proses ini adalah bilirubin yang akan memasuki

aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis)

segera direfleksikan dengan peningkatan bilirubin plasma (konsentrasi

normal 1 mg/dl, kadar diatas 1,5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada

sklera) (Dimas, 2009).

e. Gejala-gejala Anemia

Menurut Manuaba (2007), gejala-gejala yang sering dialami

oleh ibu nifas dengan anemia adalah:

1) Cepat lelah

2) Sering pusing

3) Mata berkunang-kunang

4) Lidah luka

5) Nafsu makan turun (anoreksia)

6) Konsentrasi hilang

7) Nafas pendek (pada anemia parah)

8) Keluhan mual, muntah lebih hebat pada hamil muda

9) Conjungtiva pucat
15


f. Penyebab Anemia

Menurut Manuaba (2007), penyebab anemia pada umumnya

adalah sebagai berikut:

1) Kurang gizi (malnutrisi)

2) Kurang zat besi dalam diit

3) Malabsorpsi

4) Kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu, haid dan lain-

lain

5) Penyakit-penyakit kronik seperti TBC, paru, cacing usus, malaria

dan lain-lain.

g. Pengaruh Anemia

Anemia pada masa nifas memberikan pengaruh yang kurang

baik bagi ibu dan pada nifas selanjutnya. Berbagai penyulit dapat

timbul akibat anemia, seperti:

1) Pengaruh anemia terhadap kehamilan menurut Manuaba (2007),

adalah:

a) Dapat terjadi abortus

b) Persalinan prematuritas

c) Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim

d) Mudah terjadi infeksi

e) Ancaman decompensasi kordis (Hemoglobin < 6 gr%)

f) Hiperemesis gravidarum

g) Pendarahan antepartum
16


h) Ketuban pecah dini.

2) Pengaruh anemia pada persalinan menurut Manuaba (2007),

adalah:

a) Gangguan his-kekuatan mengejan.

b) Kala satu berlangsung lama, dan terjadi partus terlantar.

c) Kala dua berlangsung lama, sehingga dapat melelahkan dan

sering memerlukan tindakan operasi kebidanan.

d) Kala uri dapat diikuti retensio plasenta, dan perdarahan

postpartum karena atonia uteri.

e) Kala empat dapat terjadi pendarahan postpartum sekunder dan

atonia uteri.

3) Pengaruh anemia pada kala nifas menurut Manuaba (2007),

adalah:

a) Terjadi sub involusio uteri yang menyebabkan perdarahan

postpartum

b) Memudahkan infeksi puerperium

c) Terjadi decompensasio cordis yang mendadak setelah

persalinan

d) Pengeluaran ASI berkurang

e) Mudah terjadi infeksi mamae.

4) Pengaruh anemia terhadap janin menurut Manuaba (2007), adalah:

a) Abortus

b) Terjadi kematian intra uterin


17


c) Persalinan prematuritas tinggi

d) Berat badan lahir rendah

e) Kelahiran dengan anemia

f) Dapat terjadi cacat bawaan

g) Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal.

h. Menurut Ayurai (2009), penatalaksanaan anemia adalah sebagai

berikut:

1) Memberi dan menambah suplemen zat besi

2) Memberi tambahan asam folat 15 30 mg/ hari, vitamin B12 1,25

mg/ hari, sulfas ferrosus 500 mg / hari

3) Melakukan transfusi darah.

3. Anemia Sedang

a. Pengertian

Menurut Manuaba (2007), anemia sedang adalah dimana kadar

hemoglobin berkisar antara 7 8 gr%.

Anemia sedang adalah apabila kadar darah yang dihasilkan oleh

pemeriksaan Hb sahli sebesar 7 8 gr% (Anon, 2011).

b. Gejala Anemia Sedang

Menurut Manuaba (2007), pada anemia akan didapatkan keluhan

sebagai berikut:

1) Cepat lelah

2) Sering pusing
18


3) Mata berkunang-kunang

4) Badan lemas.

c. Komplikasi Anemia Sedang

Komplikasi anemia sedang pada ibu nifas dapat terjadi, hal ini

dikarenakan ibu mengalami pendarahan saat persalinan, proses

persalinan berlangsung sangat lama, atau si ibu sudah menderita

anemia sejak masa kehamilan. Pada kasus anemia sedang pada masa

nifas bila tidak segera diatasi, dapat menyebabkan rahim tidak mampu

berkontraksi (anonia) atau kontraksi sangat lemah (hipotonia)

(Ayah Bunda, 2012).

d. Patofisiologi Anemia Sedang Menurut Wirakusuma (2002), adalah:

Sebelum terjadi anemia, biasanya terjadi kekurangan zat besi

secara perlahan-lahan. Tahap-tahap defisiensi besi sebagai berikut:

1) Berkurangnya cadangan zat besi

2) Turunnya zat besi untuk sistem pembentukan sel-sel darah merah

3) Anemia gizi besi

Pada tahap awal, simpanan zat-zat besi yang berbentuk ferritin

dan hemosiderin menurun dan absorbsi besi meningkat. Daya ikat besi

dalam plasma, selanjutnya besi yang tersedia untuk sistem eritropoisis

di dalam sumsum tulang berkurang. Terjadilah penurunan jumlah sel

darah merah dalam jaringan, pada tahap akhir hemoglobin menurun

dan eritrosit mengecil, maka terjadilah anemia.


19


e. Penatalaksanaan Anemia Sedang

Menurut Manuaba (2002), penatalaksanaan anemia sedang

antara lain:

1) Meningkatkan gizi penderita

Faktor utama penyebab anemia ini adalah faktor gizi, terutama

protein dan zat besi, sehingga pemberian asupan zat besi sangat

diperlukan oleh ibu nifas yang mengalami anemia sedang.

2) Memberi suplemen zat besi

a) Peroral

Pengobatan dapat dimulai dengan preparat besi per os gram

besi sebanyak 600-1000 mg sehari seperti sulfas ferrosus atau

glukonas ferosus. Hb dapat dinaikkan sampai 10 g/ 100 ml atau

lebih. Vitamin C mempunyai khasiat mengubah ion ferri

menjadi ferro yang lebih mudah diserap oleh selaput usus.

b) Parental

Diberikan apabila penderita tidak tahan akan obat besi peroral,

ada gangguan absorbsi, penyakit saluran pencernaan. Besi

parental diberikan dalam bentuk ferri secara intramuskular/

intravena. Diberikan ferum desktran 100 dosis total 1000-2000

mg intravena.
20


c) Transfusi darah

Transfusi darah sebagai pengobatan anemia sedang dalam masa

nifas sangat jarang diberikan walaupun Hb-nya kurang dari 6 g/

100 ml, apabila tidak terjadi perdarahan.

B. Teori Manajemen Kebidanan

1. Pengertian

Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang

digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan

berdasarkan teori ilmiah. Penemuan-penemuan, keterampilan dalam

rangkaian atau tahapan yang logis untuk mengambil suatu keputusan yang

berfokus pada klien (Varney, 2004).

Manajemen kebidanan terdiri dari beberapa langkah yang berurutan,

dimulai dengan pengumpulan data dasar dan berakhir dengan evaluasi,

langkah-langkah tersebut membentuk kerangka yang lengkap sehingga

dapat diaplikasikan dalam semua situasi, akan tetapi setiap langkah

tersebut bisa dipecah-pecah sehingga sesuai dengan kondisi pasien

(Varney, 2004).

2. Manajemen Kebidanan Tujuh Langkah Menurut Hellen Varney

a. Pengkajian

Adalah pengumpulan data dasar untuk mengevaluasi keadaan

pasien. Data ini termasuk riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.


21


Data yang dikumpulkan meliputi data subyektif dan data obyektif serta

data penunjang.

1) Data Subyektif

Adalah data didapat dari klien sebagai suatu pendapat

terhadap situasi dan kejadian, informasi tersebut tidak dapat

ditentukan oleh tenaga kesehatan secara independent tetapi melalui

suatu sistem interaksi atau komunikasi (Nursalam, 2003).

d) Biodata

1) Nama : Untuk mengenal dan mengetahui pasien.

Nama harus jelas dan lengkap, bila perlu

nama panggilan sehari-hari agar tidak keliru

dalam memberikan pelayanan.

2) Umur : Umur dicatat dalam tahun untuk mengetahui

adanya resiko seperti kurang dari 20 tahun,

alat-alat reproduksi belum matang, mental

dan psikisnya belum siap, sedangkan umur

lebih dari 35 tahun rentan sekali untuk terjadi

perdarahan masa nifas.

3) Agama : Untuk memberikan motivasi dorongan moril

sesuai dengan agama yang dianut.

4) Suku : Untuk mengetahui faktor bawaan atau ras

serta pengaruh adat istiadat atau kebiasaan

sehari-hari.
22


5) Pendidikan : Perlu dinyatakan karena tingkat pendidikan

berpengaruh pada pengetahuan, sehingga

bidan dapat memberikan konseling sesuai

dengan pendidikannya.

6) Pekerjaan : Untuk mengetahui status ekonomi keluarga,

karena dapat mempengaruhi pemenuhan gizi

pasien tersebut.

7) Alamat : Untuk mengetahui tempat tinggal serta

mempermudah pemantauan bila diperlukan

(Nursalam, 2003).

e) Alasan datang atau keluhan utama

Keluhan utama adalah mengetahui keluhan yang dirasakan

saat pemeriksaan (Varney, 2004). Keluhan-keluhan yang

dirasakan ibu nifas dengan anemia sedang menurut Manuaba

(2008), adalah pasien merasa pusing, cepat lelah dan badan

terasa lemas, sehingga pasien merasa tidak nyaman dengan

kondisi yang dirasakannya.

f) Data kebidanan

(1) Riwayat perkawinan

Untuk mengetahui setatus perkawinan klien dan lamanya

perkawinan (Wheeler, 2004).


23


(2) Riwayat haid

Untuk mengetahui menarche, haid teratur atau tidak, sifat

darah, banyaknya, lama, disminorhoe atau tidak

(Wheeler, 2004).

(3) Riwayat keluarga berencana

Ibu pernah atau belum pernah menjadi akseptor KB, bila

pernah disebutkan alat kontrasepsi apa yang pernah dipakai

dan lamanya penggunaan, sehingga dapat diketahui jarak

kehamilannya (Nursalam, 2003).

(4) Riwayat kesehatan

(a) Riwayat penyakit sekarang

Untuk mengetahui penyakit yang diderita saat ini

(Sujiyatini, 2009)

(b) Riwayat penyakit sistemik

Untuk mengetahui apakah pasien menderita penyakit

seperti jantung, ginjal, asma, hipatitis, DM, hipertensi

dan epilepsy atau penyakit lainnya (Sujiyatini, 2009).

(c) Riwayat penyakit keluarga

Untuk mengetahui apakah dalam keluarga ada yang

menderita penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis,

menurun seperti jantung dan DM (Sujiyatini, 2009).


24


(d) Riwayat keturunan kembar

Untuk mengetahui ada tidaknya keturunan kembar

dalam keluarga (Sujiyatini, 2009).

(5) Riwayat operasi

Untuk mengetahui riwayat operasi yang pernah dijalani

(Sujiyatini, 2009).

(6) Data kebiasaan sehari-hari

(a) Nutrisi

Dikaji untuk menanyakan ibu hamil apakah menjalani

diet khusus, bagaimana nafsu makannya, jumlah

makanan, minuman, atau cairan yang masuk. Pada ibu

nifas dengan anemia sedang diharapkan dapat

memenuhi kebutuhan nutrisi yang cukup, yaitu makan 3

kali sehari cukup dan memperbanyak makan sayuran

hijau (Alimul, 2006).

(b) Eliminasi

Hal ini dikaji untuk mengetahui kebiasaan BAK

dan BAB yang meliputi frekuensi dan kosistensi

(Alimul, 2006). Pada ibu nifas BAB harus ada dalam 3

hari post partum dan BAK harus sudah dilakukan

spontan dalam 6 jam post partum (Wiknjosastro, 2006).


25


(c) Istirahat

Dikaji untuk mengetahui berapa jam ibu tidur malam,

dan berapa jam ibu istirahat atau tidur siang

(Saifuddin, 2002). Ibu nifas diharapkan istirahat yang

cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan, tidur

siang selama 1 2 jam dan tidur malam selama 8 jam

(Saifuddin, 2002).

(d) Personal Hygiene

Untuk mengetahui berapa kali pasien mandi, gosok

gigi, keramas, ganti pakaian. Pada pasien nifas pasien

mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali sehari, keramas 2

kali seminggu, ganti pakaian 2 kali sehari dan ganti

pembalut setidaknya 2 kali sehari (Wiknjosastro, 2007).

(e) Pola Aktivitas

Dikaji untuk mengetahui apakah ibu dapat istirahat atau

tidur sesuai kebutuhannya. Berapa jam ibu tidur dalam

sehari dan kesulitan selama ibu melakukan istirahat.

Kebutuhan tidur + 8 jam pada malam hari dan 1 jam

pada siang hari. Pola istirahat dan aktivitas ibu selama

nifas yang kurang dapat menyebabkan kelelahan dan

berdampak pada timbulnya anemia (Henderson, 2006).


26


(f) Data psikososial

Untuk mengetahui respon ibu dan keluarga terhadap

bayinya, misal wanita mengalami banyak perubahan

emosi/ psikologis selama masa nifas, sementara ia

menyesuaikan diri menjadi seorang ibu. Pada kasus ini

ibu mengatakan cemas dengan keadaan yang

dialaminya (Ambarwati, 2008).

(g) Kebiasaan sosial budaya

Untuk mengetahui pasien dan keluarga yang menganut

adat istiadat yang akan menguntungkan atau merugikan

pasien khususnya pada masa nifas, misalnya pada

kebiasaan pantangan makanan (Ambarwati, 2008).

(7) Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu

(a) Kehamilan : Untuk mengetahui berapa umur

kemahamilan ibu dan hasil pemeriksaan

kehamilan (Winkjosastro, 2007).

(b) Persalinan : Spontan atau buatan lahir aterm atau

prematur ada perdarahan atau tidak, waktu

persalinan ditolong oleh siapa, dimana

tempat melahirkan (Winkjosastro, 2007).

(c) Nifas : Untuk mengetahui hasil akhir persalinan

(abortus, lahir hidup, apakah dalam

kesehatan yang baik) apakah terdapat


27


komplikasi atau intervensi pada masa nifas

dan apakah ibu tersebut mengetahui

penyebabnya (Sujiyatini, 2009).

(8) Riwayat kehamilan sekarang

Riwayat kehamilan sekarang menurut Winkjosastro (2007)

perlu dikaji untuk mengetahui apakah ibu resti atau tidak,

meliputi:

(a) Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)

Digunakan untuk mengetahui umur kehamilan.

(b) Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Untuk mengetahui perkiraan lahir.

(c) Umur Kehamilan (UK)

Untuk mengetahui umur kehamilan.

(9) Keluhan-keluhan

Untuk mengetahui apakah ada keluhan-keluhan pada trimester

I, II, dan III (Winkjosastro, 2007).

(10) Ante Natal Care (ANC)

Mengetahui riwayat ANC, teratur/tidak, tempat ANC, dan saat

kehamilan berapa (Sujiyatini, 2009).

(11) Penyuluhan yang didapat

Perlu dikaji apakah klien pernah mendapatkan penyuluhan,

tempat penyuluhan dan saat usia kehamilan berapa

(Nursalam, 2003).
28


(12) Imunisasi TT

Perlu dikaji apakah klien pernah mendapatkan imunisasi TT

(Nursalam, 2003).

(13) Penggunaan obat-obatan dan jamu atau rokok

Merokok, minum alkohol dan minum obat-obatan tanpa

indikasi perlu untuk diketahui.

2) Data Obyektif

Adalah data yang sesungguhnya dapat diobservasi dan

dilihat oleh tenaga kesehatan (Nursalam, 2003).

a) Pemeriksaan Umum

(1) Kesadaran : Untuk mengetahui tingkat kesadaran

pasien apakah composmentis, apatis,

somnolen, delirium, semi korna dan

koma (Prihardjo, 2007).

(2) Keadaan umum : Untuk mengetahui keadaan umum

apakah baik, sedang, jelek

(Prihardjo, 2007).

(3) Tekanan darah : Untuk mengetahui faktor resiko

hipertensi dan hipotensi. Batas

normalnya 120/ 80 mmHg. Tekanan

darah pasien nifas dengan temuan

normal yaitu < 140/ 90 mmHg

(Saifuddin, 2002).
29


(4) Suhu : Untuk mengetahui suhu tubuh klien,

memungkinkan febris/ infeksi dengan

menggunakan skala derajat celcius.

Suhu wanita nifas tidak lebih dari 38,00

C (Wiknjosastro, 2002) .

(5) Nadi : Untuk mengetahui nadi pasien yang

dihitung dalam menit

(Saifuddin, 2002). Batas normalnya

69-100 x/ menit (Perry, 2005).

(6) Respirasi : Untuk mengetahui frekuensi

pernafasan pasien yang dihitung dalam

1 menit (Saifuddin, 2002). Batas

normalnya 12 20x/ menit

(Perry, 2005).

(7) Tinggi badan : Untuk mengetahui tinggi badan ibu

(Nursalam, 2003).

(8) Berat badan : Untuk mengetahui berat badan ibu

(Nursalam, 2003).

b) Pemeriksaan Sistematis

Pemeriksaan sistematis yaitu pemeriksaan dengan melihat klien

dari ujung rambut sampai ujung kaki (Nursalam, 2003),

meliputi:
30


(1) Kepala

(a) Rambut : Meliputi warna mudah rontok atau tidak

dan kebersihannya.

(b) Muka : Keadaan muka pucat atau tidak adakah

kelainan, adakah oedema. Pada ibu nifas

dengan anemia sedang muka tampak

pucat (Winkjosastro, 2007).

(c) Mata : Untuk mengetahui apakah konjungtiva

warna merah muda dan sklera

warna putih. Pada wanita dengan

anemia sedang konjungtiva pucat

(Alimul, 2004).

(d) Hidung : Bagaimana kebersihannya, ada polip

atau tidak.

(e) Telinga : Bagaimana kebersihannya, ada serumen

atau tidak.

(f) Mulut : Ada stomatitis atau tidak, keadaan gigi,

gusi berdarah atau tidak.

(2) Leher : Adalah pembesaran kelenjar thyroid, ada

benjolan atau tidak, adakah pembesaran

kelenjar limfe.

(3) Dada dan axilla : Untuk mengetahui keadaan payudara,

simetris atau tidak, ada benjolan atau


31


tidak, ada nyeri atau tidak dan

kolostrum/ ASI sudah keluar atau belum.

(4) Abdomen : Apakah ada luka bekas operasi, ada

benjolan atau tidak, ada nyeri atau tidak.

(5) Ekstremitas atas dan bawah

Ada cacat atau tidak oedema atau tidak terdapat

varices atau tidak (Wiknjosastro, 2006).

(6) Pemeriksaan khusus obstetri (lokalis)

(a) Abdomen : Bagaimana ukuran, bentuk, dan

perubahan kulit (Johnson, 2004).

(b) Genital : Adakah oedema atau tidak ada

pengeluaran secret atau tidak.

c) Pemeriksaan Penunjang

Data penunjang diperlukan sebagai pendukung diagnosa,

apabila diperlukan. Misalnya pemeriksaan laboratorium, seperti

pemeriksaan Hb dan papsmear. Dalam kasus ini pemeriksaan

penunjang dilakukan, yaitu dengan melakukan pemeriksaan

Hb. Kadar Hb pada ibu yang mengalami anemia sedang adalah

7 - 8 gr% (Nursalam, 2003).

b. Interpretasi Data

Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga

dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang spesifik. Rumus dan

diagnosa tujuannya digunakan karena masalah tidak dapat


32


didefinisikan seperti diagnosa tetapi membutuhkan penanganan

(Varney, 2004).

1) Diagnosa

Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan dalam

lingkup praktek kebidanan (Varney, 2004).

Diagnosa: Ny. X P . A umur . tahun, nifas hari dengan

anemia sedang.

Data Subyektif:

Ibu mengatakan sering pusing, mata berkunang-kunang, dan cepat

lelah (Varney, 2004).

Data obyektif:

Menurut (Prihardjo, 2007) yaitu:

a) Keadaan umum ibu nifas dengan anemia sedang baik

b) Kesadaran ibu nifas dengan anemia sedang composmentis

c) TTV: Tekanan darah :. mmHg

Nadi : x/ menit

Respirasi : x/ menit

Suhu : x/ menit

Muka : Pucat (Winkjosastro, 2007).

Konjungtiva : Pucat (Alimul, 2004).

Hasil lab. : Hb 7 8 gr% (Nursalam, 2003).


33


2) Masalah

Masalah yang berkaitan dengan pengalaman pasien yang

ditemukan dari hasil pengkajian atau yang menyertai diagnosa

sesuai dengan keadaan pasien. Masalah yang sering muncul pada

ibu nifas dengan anemia sedang yaitu ibu merasa cemas terhadap

masa nifasnya karena merasa pusing dan lemas (Nursalam, 2003).

3) Kebutuhan

Kebutuhan merupakan hal-hal yang dibutuhkan pasien dan

belum teridentifikasi dalam diagnosa dan masalah yang didapatkan

dengan analisa data (Varney, 2004).

Menurut Manuaba (2007), kebutuhan pada pasien nifas

dengan anemia sedang adalah:

a) Informasi tentang keadaan ibu

b) Informasi tentang makanan bergizi dan cukup kalori, terutama

zat besi

c) Support mental dari keluarga dan tenaga kesehatan.

c. Diagnosa Potensial

Pada langkah ini mengidentifikasi masalah atau diagnosa

potensial berdasarkan diagnosa masalah yang sudah diidentifikasi.

Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan

pencegahan, sambil mengamati klien. Bidan diharapkan dapat bersiap-

siap bila diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi

(Varney, 2004).
34


Menurut Manuaba (2008), diagnosa potensial terjadi apabila

anemia sedang terus berlanjut bisa menyebabkan anemia berat.

d. Antisipasi/ Intervensi

Menunjukkan bahwa bidan dalam melakukan tindakan harus

sesuai dengan prioritas masalah atau kebutuhan dihadapi kliennya.

Setelah bidan merumuskan tindakan yang dilakukan untuk

mengantisipasi diagnosa/ masalah potensial pada step sebelumnya,

bidan juga harus merumuskan tindakan emergency/ segera. Dalam

rumusan ini termasuk tindakan segera yang mampu dilakukan secara

mandiri, secara kolaborasi atau bersifat rujukan (Varney, 2004).

Antisipasi pertama yang dilakukan pada ibu nifas dengan

anemia sedang yaitu dengan memberikan suplemen tambahan zat besi

(Saifuddin, 2002).

e. Rencana Tindakan

Tahap ini merupakan tahap penyusunan rencana asuhan

kebidanan secara menyeluruh dengan tepat dan berdasarkan keputusan

yang dibuat pada langkah sebelumnya. Rencana tindakan yang dapat

dilakukan pada ibu nifas dengan anemia sedang menurut Manuaba

(2002), adalah:

1) Meningkatkan gizi penderita, yaitu dengan penambahan makanan

sayuran hijau.

2) Memberi suplemen zat besi secara peroral atau parental.

3) Transfusi darah.
35


f. Implementasi

Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti

yang telah diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien

dan aman. Yang bidan dilaksanakan oleh semua bidan atau sebagian

lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya (Varney, 2004).

Pelaksanaan dikerjakan sesuai dengan rencana asuhan yang telah

dibuat.

g. Evaluasi

Pada langkah ini keefektifan dari asuhan yang telah diberikan,

meliputi pemenuhan kebutuhan bantuan apakah benar-benar telah

terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah

diidentifikasikan di dalam diagnosa dan masalah (Varney, 2004).

Evaluasi pada ibu nifas dengan anemia sedang menurut

Manuaba (2002):

1) Terpenuhinya kebutuhan istirahat siang 1 2 jam, malam 8 jam

2) Ibu mau minum obat secara teratur

3) Pengetahuan ibu bertambah tentang pengaruh anemia terhadap

masa nifas

4) Pemeriksaan Hb rutin, kadar Hb meningkat

5) Pengetahuan ibu tentang makanan yang mengandung zat besi, tata

cara minum tablet tambah darah bertambah

6) Tidak terjadi anemia berat.


36


C. Data Perkembangan (SOAP)

Menurut Varney (2004), pendokumentasian data perkembangan asuhan

kebidanan yang telah dilaksanakan menggunakan SOAP yaitu:

S : Subyektif

Menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien

melalui anamnesa.

O : Obyektif

Menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien, hasil

laboratorium dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus

untuk mendukung assesment.

A : Assessment

Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interpretasi data

subyektif dan obyektif dalam suatu identifikasi meliputi diagnosa/

masalah serta antisipasi maslaah potensial.

P : Planning

Menggunakan pendokumentasian dari perencanaan dan evaluasi

berdasarkan assesment.
37


D. Landasan Hukum

Dalam menangani sebuah kasus, seorang bidan diberi kewenangan

sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1464/

Menkes/ Per/ 2010, Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan dan

Keputusan Menteri Indonesia No. 900/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 pasal 16 ayat 1

tentang Pelayanan Ibu Nifas Abnormal yang mencakup retensio plasenta,

renjatan dan infeksi ringan (Depkes RI, 2010).


38


BAB III

METODOLOGI

A. Jenis Studi Kasus

Jenis laporan ini adalah studi kasus. Studi kasus adalah studi yang

dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu proses yang

terdiri dari unit tunggal (Notoatmodjo, 2005).

Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif

yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk

memaparkan atau membuat gambaran tentang keadaan secara obyektif

(Notoatmodjo, 2002).

B. Lokasi Studi Kasus

Lokasi studi kasus merupakan tempat dimana pengambilan kasus

tersebut akan dilaksanakan (Notoatmodjo, 2002). Dalam penelitian ini, lokasi

studi kasus ini dilakukan di RB Marga Waluya Jl. Mangun Sarkoro No. 80,

Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.

C. Subjek Studi Kasus

Dalam penulisan laporan kasus ini subyek merupakan hal atau orang

yang akan dijadikan sebagai pengambilan kasus (Notoatmodjo, 2002). Subyek

studi kasus ini dilakukan pada ibu nifas Ny. A P1A0 dengan anemia sedang.

38
39


D. Waktu Studi Kasus

Waktu studi kasus adalah jangka waktu yang dibutuhkan penulis untuk

memperoleh data studi kasus yang dilaksanakan (Budiarto, 2003). Studi kasus

ini dilakukan pada tanggal 17 25 Agustus 2012.

E. Instrumen Studi Kasus

Instrumen studi kasus merupakan alat atau fasilitas yang digunakan

untuk mendapatkan data-data kasus (Notoatmodjo, 2002). Instrumen yang

digunakan untuk mendapatkan data dengan menggunakan format asuhan

kebidanan pada ibu nifas dan format SOAP untuk data perkembangan.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah:

1. Data Primer

Adalah materi atau kumpulan fakta yang dikumpulkan sendiri oleh

peneliti pada saat berlangsung suatu penelitian (Nursalam, 2003).

a. Pemeriksaan Fisik

Menurut (Nursalam, 2003) pemeriksaan fisik dipergunakan

untuk mengetahui keadaan fisik pasien sistematis dengan cara:

1) Inspeksi

Adalah suatu proses observasi yang dilakukan sistematik dengan

menggunakan indera penglihatan, pendengaran, dan penciuman

sebagai suatu alat untuk mengumpulkan data. Inspeksi pada pada


40


kasus ini dilakukan secara berurutan mulai dari kepala sampai ke

kaki dan memeriksa conjungtiva, pada mata ibu nifas dengan

anemia sedang kelihatan pucat.

2) Palpasi

Palpasi suatu teknik yang menggunakan indera peraba tangan, jari,

adalah suatu instrument yang sensitif yang digunakan untuk

mengumpulkan data tentang temperatur, turgor, bentuk,

kelembapan, vibrasi, dan ukuran. Dalam hal ini palpasi dilakukan

meliputi nadi, temperatur dan pengukuran TFU.

3) Perkusi

Adalah suatu pemeriksaan dengan jalan mengetuk untuk

membandingkan kiri kanan pada setiap permukaan tubuh dengan

tujuan menghasilkan suara, perkusi yang bertujuan untuk

mengidentifikasi, lokasi, ukuran, bentuk dan konsistensi jaringan.

Pada kasus ini dilakukan perkusi dengan pemeriksaan reflek

patella.

4) Auskultasi

Adalah pemeriksaan dengan jalan mendengarkan suatu yang

dihasilkan oleh tubuh dengan menggunakan stetoskop.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk untuk mengetahui tekanan darah

pasien yaitu dengan menggunakan stetoskop.


41


b. Wawancara

Adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data

dimana peneliti mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan

dari seseorang sasaran penelitian (Responden) atau bercakap-cakap

berhadapan muka dengan orang tersebut (Face to face)

(Notoatmodjo, 2002). Wawancara dilakukan pada ibu nifas dengan

anemia sedang, dan keluarganya serta tenaga kesehatan atau bidan.

c. Observasi

Adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati

subyek dan melakukan berbagai macam pemeriksaan yang

berhubungan dengan kasus yang akan diambil. Observasi dapat berupa

pemeriksaan umum, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang

(Notoatmodjo, 2002).

Pelaksanaan observasi pada ibu nifas dengan anemia sedang

meliputi keadaan umum, tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri, lochea,

muka, konjungtiva dan kadar hemoglobin.

2. Data Sekunder

Adalah data yang diperoleh selain dari pemeriksaan fisik atau

terapi diperoleh dari keterangan keluarga sama lingkungannya,

mempelajari status dan dokumentasi pasien, catatan dalam kebidanan

dan studi (Notoatmodjo, 2002).


42


a. Studi Dokumentasi

Dokumen adalah semua bentuk sumber informasi yang

berhubungan dengan dokumen (Notoatmodjo, 2002). Dalam studi

kasus ini dokumen merupakan buku catatan rekam medik yang

didapatkan dari RB Marga Waluya Surakarta.

b. Studi Kepustakaan

Adalah bahan-bahan pustaka yang sangat penting dan

menunjang latar belakang teoritis dari studi penelitian

(Notoatmodjo, 2002). Pada kasus ini mengambil studi kepustakaan

dari buku, laporan penelitian, majalah ilmiah, jurnal dan sumber

terbaru yang berhubungan dengan anemia sedang terbitan tahun 2002

2012.

G. Alat-alat yang Dibutuhkan

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pengambilan data antara

lain:

1. Alat dan bahan dalam pengambilan data

a. Format pengkajian pada ibu nifas

b. Buku tulis

c. Bolpoint

2. Alat dan bahan dalam melakukan pemeriksaan fisik dan observasi

a. Timbangan berat badan

b. Alat pengukur tinggi badan


43


c. Tensimeter

d. Stetoskop

e. Sarung tangan

f. Termometer

g. Jam tangan

3. Alat untuk mengukur Hb

a. Set Hb Sahli

b. Kapas kering + kapas alkohol

c. HCl 0,1% + aquadest

d. Sarung tangan

e. Pipa + lanset.

4. Alat untuk pendokumentasian adalah menggunakan lembar observasi.


44


BAB IV

TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. Tinjauan Kasus

Tempat : RB Marga Waluya Surakarta

Tanggal : 17 Agustus 2012

1. Pengkajian

Tanggal 17 Agustus 2012, pukul 15.00 WIB

a. Identitas Pasien Identitas Suami

1) Nama : Ny. A Nama : Tn. A

2) Umur : 26 Tahun Umur : 26 Tahun

3) Agama : Islam Agama : Islam

4) Suku/ Bangsa : Jawa/ Indonesia Suku/ Bangsa : Jawa/ Indonesia

5) Pendidikan : SMA Pendidikan : SMP

6) Pekerjaan : Wiraswasta Pekerjaan : Wiraswasta

7) Alamat : Cinderejo, Surakarta

b. Anamnesa (Data Subyektif)

1) Alasan utama masuk

Ibu mengatakan melahirkan bayi pada tanggal 16 Agustus 2012,

pukul 03.15 WIB secara normal dan sudah diberikan tambahan

darah 2 kantong pada tanggal 16 Agustus 2012 pukul 13.00 WIB.

2) Keluhan

Ibu mengatakan badannya terasa lemas, pusing dan pegal-pegal.

44
45


3) Riwayat penyakit

a) Riwayat penyakit sekarang

Ibu mengatakan badannya terasa lemas, pusing dan pegal-pegal

serta sekarang ibu tidak sedang menderita penyakit seperti batuk

dan flu.

b) Riwayat penyakit sistemik

(1) Jantung : Ibu mengatakan tidak pernah merasakan

dadanya berdebar-debar, cepat lelah saat

beraktifitas ringan dan tidak mengeluarkan

keringat dingin pada telapak tangan.

(2) Ginjal : Ibu mengatakan tidak pernah mengeluh

nyeri bawah perut kanan kiri dan nyeri

pada daerah pinggang.

(3) Asma : Ibu mengatakan tidak pernah merasakan

sesak nafas.

(4) TBC : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami

batuk lebih dari 3 minggu.

(5) Hepatitis : Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit

kuning pada ujung kuku, mata dan kulit.

(6) DM : Ibu mengatakan tidak pernah mengeluh

sering minum dan makan pada malam hari

serta tidak sering buang air kecil pada

malam hari.
46


(7) Hipertensi : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami

tekanan darah diatas 140/ 90 mmHg.

(8) Epilepsi : Ibu mengatakan tidak pernah kejang-kejang

yang disertai keluar busa pada mulut.

c) Riwayat perkawinan

Ibu mengatakan menikah 1 kali pada usia 24 tahun dengan

suami umur 24 tahun, lamanya pernikahan + 2 tahun.

d) Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu

Ibu mengatakan bahwa sekarang ini adalah persalinan yang

pertama.

e) Riwayat keluarga berencana

Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi

apapun.

f) Riwayat kehamilan sekarang

(1) HPHT : Ibu mengatakan HPHT pada tanggal 7

November 2011

(2) HPL : Ibu mengatakan HPL pada tanggal 14

Agustus 2012

(3) Keluhan-keluhan pada:

Trimester I : Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Trimester II : Ibu mengatakan pinggangnya terasa pegal-

pegal
47


Trimester III : Ibu mengatakan pinggangnya merasa

pegal-pegal

(4) ANC : Ibu mengatakan ANC 7 kali di bidan

Trimester I : 1 kali pada usia kehamilan 3 bulan

Trimester II : 2 kali pada usia kehamilan 5 bulan dan 6

bulan

Trimester III : 4 kali pada usia kehamilan 8 bulan dan 9

bulan

(5) Penyuluhan yang pernah didapat

Ibu mengatakan pernah mendapat penyuluhan tentang

persiapan persalinan di RB Marga Waluya Surakarta pada

umur kehamilan 8 bulan.

(6) Imunisasi TT

Ibu mengatakan pernah mendapatkan imunisasi TT sebanyak

1 kali, yaitu pada usia kehamilan 5 bulan.

(7) Pergerakan janin

Ibu mengatakan merasa ada gerakan janin pada usia

kehamilan 5 bulan.

g) Riwayat persalinan sekarang

(1) Tempat persalinan : RB Marga Waluya Surakarta

Penolong : Bidan

(2) Tanggal/ jam persalinan : 16 Agustus 2012, pukul

03.15 WIB
48


(3) Jenis persalinan : Vacum

(4) Komplikasi/ kelainan : Tidak ada his dan tidak kuat

mengejan

(5) Perineum : Dijahit

(6) Perdarahan : Tidak terjadi perdarahan

(7) Tindakan lain : Tidak ada

(8) Keadaan bayi : Sehat

(a) BB/ PB : 3400 gram/ 46 cm

(b) Cacat bawaan : Tidak ada

h) Pola kebiasaan

(1) Nutrisi

(a) Makan

Selama hamil : Ibu mengatakan makan 3 kali

sehari dengan porsi sedang, antara

lain1 piring nasi, sayur dan lauk.

Setelah melahirkan : Ibu mengatakan makan 3 kali

sehari dengan porsi kecil, antara

lain 1 piring nasi porsi sedang,

sayur bayam, lauk tahu dan

ditambah 1 potong buah pisang.


49


(b) Minum

Selama hamil : Ibu mengatakan minum + 8 gelas.

Jenis air putih.

Setelah melahirkan : Ibu mengatakan minum + 9 gelas

air teh dan air putih.

(2) Eliminasi

(a) BAB

Selama hamil : Ibu mengatakan 1 kali sehari

Setelah melahirkan : Ibu mengatakan belum BAB

(b) BAK

Selama hamil : Ibu mengatakan BAK 5 6

kali sehari

Setelah melahirkan : Ibu mengatakan BAK 2 kali

sehari

(3) Istirahat/ tidur

Selama hamil : Ibu mengatakan istirahat siang + 1

jam dan tidur malam + 8 jam

Setelah melahirkan : Ibu mengatakan istirahat siang + 1,5

jam dan tidur malam + 9 jam

(4) Keadaan psikologis

Ibu mengatakan sedikit cemas dengan keadaannya karena

cepat lelah dan sering pusing.


50


(5) Riwayat sosial budaya

(a) Dukungan keluarga: Ibu mengatakan keluarganya

mendukung kelahiran anaknya.

(b) Keluarga lain yang tinggal serumah: Ibu mengatakan

keluarga yang tinggal serumah senang dengan kelahiran

anaknya.

(c) Pantangan makanan: Ibu mengatakan tidak ada

pantangan makanan apapun.

(d) Kebiasaan adat-istiadat: Ibu mengatakan pada kelahiran

anaknya ini tidak ada upacara adat-istiadat yang

dilakukan.

(6) Penggunaan obat-obatan/ rokok

Ibu mengatakan hanya mengkonsumsi obat dari bidan dan

tidak merokok sedangkan suami ibu seorang perokok.

c. Pemeriksaan Fisik (Data Obyektif)

1) Status generalis

a) Keadaan umum : Sedang

b) Kesadaran : Composmentis

c) TTV : TD = 100/ 60 mmHg N = 80 x/ menit

S = 36,80 C R = 22 x/ menit

d) TB : 154 cm

e) BB sebelum hamil : 55 kg

f) BB sekarang : 63 kg
51


g) Lila : 24 cm

2) Pemeriksaan sistematis

a) Kepala

(1) Rambut : Lurus, sedikit, kusam dan rontok

(2) Muka : Pucat

(3) Mata

(a) Oedema : Tidak ada

(b) Conjungtiva : Pucat

(c) Sklera : Warna putih

(4) Hidung : Simetris, bersih tidak ada secret

(5) Telinga : Simetris, bersih tidak ada serumen

(6) Mulut/ gigi/ gusi : Mulut tidak stomatitis, gigi tidak ada

caries, gusi tidak berdarah

b) Leher

(1) Kelenjar gondok : Tidak ada pembesaran

kelenjar gondok

(2) Tumor : Tidak ada benjolan

(3) Pembesaran kelenjar limfe : Tidak ada pembesaran

kelenjar limfe

c) Dada dan axilla

(1) Mammae

(a) Pembesaran : Normal

(b) Tumor : Tidak ada


52


(c) Simetris : Simetris kanan dan kiri

(d) Areola : Hiperpigmentasi

(e) Puting susu : Menonjol

(f) Kolostrum/ ASI : Sudah keluar, warna putih

kekuningan, frekuensi sedikit

(2) Axilla

(a) Benjolan : Tidak ada

(b) Nyeri : Tidak ada

d) Ekstremitas

(1) Atas

(a) Kanan : Tidak ada oedema, terpasang infus RL 20 tpm

(b) Kiri : Tidak ada oedema

(2) Bawah

(a) Oedema : Tidak ada oedema

(b) Varices : Tidak ada varices

(c) Reflek patella : Positif kanan dan kiri

3) Pemeriksaan khusus obstetri (lokalis)

a) Abdomen

(1) Inspeksi

(a) Pembesaran perut : Normal

(b) Linea alba/ nigra : Linea nigra

(c) Strie/ albican/ livide : Strie albican

(d) Kelainan : Tidak ada


53


(2) Palpasi

(a) Kontraksi : Keras

(b) TFU : 2 jari di bawah pusat

(c) Kandung kencing : Kosong

b) Anogenital

(1) Vulva vagina

(a) Varices : Tidak ada varices

(b) Kemerahan : Kemerahan

(c) Nyeri : Nyeri bekas jahitan

(d) Lochea : Rubra

(2) Perineum

(a) Keadaan luka : Basah

(b) Bengkak/ kemerahan : Kemerahan

(3) Anus

(a) Hemorhoid : Tidak ada hemorhoid

(b) Lain-lain : Tidak ada kelainan

(4) Inspekulo

(a) Vagina : Tidak dilakukan

(b) Portio : Tidak dilakukan


54


4) Pemeriksaan penunjang

a) Pemeriksaan laboratorium

(1) Hb : 8 gr%, pemeriksaan dilakukan pada

tanggal 16 Agustus 2012

(2) Golongan darah : O, pemeriksaan dilakukan pada

tanggal 16 Agustus 2012

b) Pemeriksaan penunjang lain : Tidak dilakukan

2. Interpretasi Data

a. Diagnosa Kebidanan

Ny. A P1 A0 umur 26 tahun, nifas hari pertama dengan anemia sedang.

Data Dasar:

Data Subyektif:

1) Ibu mengatakan melahirkan bayi pada tanggal 16 Agustus 2012

pada pukul 03.15 WIB.

2) Ibu mengatakan ini kelahiran anak yang pertama.

3) Ibu mengatakan badannya terasa lemas, pusing dan pegal-pegal.

Data Obyektif:

1) Keadaan umum ibu : Sedang

2) Kesadaran : Composmentis

3) TTV : TD = 100/ 60 mmHg R = 22 x/ menit

N = 80 x/ menit S = 36,80 C

4) Conjungtiva : Pucat
55


5) TFU : 2 jari di bawah pusat

6) Muka : Pucat

7) Lochea : Rubra

8) Kolostrum : Sudah keluar berwarna putih kekuningan,

dengan frekuensi sedikit

9) Hb : 8 gr% (16 Agustus 2012)

10) Terpasang infus RL 20 tpm pada tangan kanan.

b. Masalah

Cemas, dikarenakan badannya terasa lemas, pusing dan pegal-pegal.

c. Kebutuhan

Informasi tentang kebutuhan ibu dan beri dukungan moral.

3. Diagnosa Potensial

Anemia berat.

4. Tindakan Segera

Kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi: Asam mefenamat

1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe 2 x 60 mg, Vitamin C 1 x

100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1 kali.

5. Perencanaan

Tanggal 17 Agustus 2012, pukul 17.00 WIB

a. Jelaskan pada ibu tentang keadaan yang dialaminya.

b. Beri KIE pada ibu tentang nutrisi pada ibu nifas dengan anemia.

c. Observasi tetesan infus RL.


56


d. Lakukan kolaborasi dengan Dokter SpOG untuk terapi Asam

mefenamat 1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe 2 x 60 mg,

Vitamin C 1 x 100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1 kali.

6. Implementasi

Tanggal 17 Agustus 2012, pukul 17.10 WIB

a. Menjelaskan pada ibu tentang keadaan yang dialaminya.

b. Memberi KIE pada ibu tentang gizi pada ibu nifas dengan anemia, yaitu

sayuran hijau, daging, telur dan buah yang mengandung vitamin C

seperti jeruk.

c. Memberi terapi Asam mefenamat 1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg,

Tablet Fe 2 x 60 mg, Vitamin C 1 x 100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1

kali.

7. Evaluasi

Tanggal 17 Agustus 2012, pukul 18.00 WIB

a. Ibu sudah mengetahui keadaannya sekarang.

b. Ibu mengerti tentang gizi yang dibutuhkan ibu nifas dengan anemia.

c. Ibu mau minum terapi yang diberikan oleh dokter.


57


DATA PERKEMBANGAN I

Tanggal 18 Agustus 2012, pukul 09.00 WIB

S : Subyektif

1. Ibu mengatakan cemas dengan keadaannya

2. Ibu mengatakan sudah minum obat

3. Ibu mengatakan masih merasakan pusing dan lemas

O : Obyektif

1. Keadaan umum ibu cukup, kesadaran composmentis

2. TTV: TD = 120/ 70 mmHg, N = 80 x/ menit, S = 35,60 C, R = 21 x/

menit

3. TFU pertengahan pusat dan simfisis

4. Conjungtiva dan muka pucat

5. Jahitan masih basah, PPV = Lochea Rubra

6. ASI/ kolostrum sudah keluar, berwarna putih kekuningan dengan

frekuensi sedang.

7. Kadar Hb 8 gr% (16 Agustus 2012).

A : Assessment

Ny. A P1 A0 umur 26 tahun, nifas hari ke-2 dengan anemia sedang.

P : Planning

1. Pukul 10.05 WIB memberi konseling tentang ASI eksklusif

2. Pukul 10.20 WIB mengajarkan ibu melakukan Vulva Hygien


58


3. Pukul 10.30 WIB memberikan ibu untuk terapi, yaitu Asam mefenamat

1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe 2 x 60 mg, Vitamin C

1 x 100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1 kali

4. Pukul 10.40 WIB menganjurkan ibu banyak istirahat dan

mengkonsumsi makanan bergizi

5. Pukul 10.50 WIB memberi penyuluhan tentang tanda bahaya pada ibu

nifas

6. Pukul 11.00 WIB memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan rumah

besok.

Evaluasi

Tanggal 18 Agustus 2012, pukul 11.30 WIB

1. Ibu paham KIE tentang ASI eksklusif dan bersedia menyusui bayinya

2. Ibu bersedia melakukan Vulva Hygien

3. Ibu sudah minum obat

4. Ibu bersedia melakukan istirahat yang cukup dan bersedia mengkonsumsi

makanan bergizi

5. Ibu mengerti dan paham tentang tanda bahaya pada ibu nifas

6. Ibu mengerti dan bersedia akan dilakukan kunjungan rumah besok.


59


DATA PERKEMBANGAN II

Tanggal 20 Agustus 2012, pukul 10.00 WIB

S : Subyektif

1. Ibu mengatakan masih merasakan cemas dengan keadaannya

2. Ibu mengatakan sudah minum obat yang diberikan bidan

3. Ibu mengatakan bahwa bayinya sudah mau menetek

4. Ibu mengatakan masih merasakan pusing dan lemas

O : Obyektif

1. Keadaan umum ibu cukup, kesadaran composmentis

2. TTV: TD = 120/ 80 mmHg, N = 83 x/ menit, S = 360 C, R = 22 x/

menit

3. TFU pertengahan pusat dan simfisis

4. Conjungtiva dan muka masih pucat

5. Jahitan masih basah, PPV = Lochea Rubra

6. ASI/ kolostrum sudah keluar, berwarna putih kekuningan dengan

frekuensi sedang.

7. Kadar Hb 8 gr% (16 Agustus 2012).

A : Assessment

Ny. A P1 A0 umur 26 tahun, nifas hari ke-4 dengan anemia sedang.

P : Planning

1. Pukul 11.05 WIB menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya

2. Pukul 11.20 WIB mengajarkan ibu untuk tetap melakukan Vulva

Hygien
60


3. Pukul 11.30 WIB menganjurkan ibu untuk terapi, yaitu Asam

mefenamat 1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe 2 x 60 mg,

Vitamin C 1 x 100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1 kali

4. Pukul 12.00 WIB memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan rumah

besok.

Evaluasi

Tanggal 20 Agustus 2012, pukul 13.30 WIB

1. Ibu bersedia untuk tetap menyusui bayinya

2. Ibu bersedia melakukan Vulva Hygien

3. Ibu sudah minum obat

4. Ibu mengerti dan bersedia akan dilakukan kunjungan rumah besok.


61


DATA PERKEMBANGAN III

Tanggal 21 Agustus 2012, pukul 09.00 WIB

S : Subyektif

1. Ibu mengatakan keadaannya sudah agam membaik

2. Ibu mengatakan sudah minum obat yang diberikan bidan

3. Ibu mengatakan senang bisa mengurus bayinya

4. Ibu mengatakan sudah tidak merasakan pusing lagi

O : Obyektif

1. Keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis

2. TTV: TD = 120/ 80 mmHg, N = 82 x/ menit, S = 36,50 C, R = 22 x/

menit

3. TFU pertengahan pusat dan simfisis

4. Conjungtiva dan muka masih sedikit pucat

5. Jahitan masih basah, PPV = Lochea Rubra

6. ASI/ kolostrum sudah keluar, berwarna putih kekuningan dengan

frekuensi sedang.

7. Kadar Hb 8 gr% (16 Agustus 2012).

A : Assessment

Ny. A P1 A0 umur 26 tahun, nifas hari ke-5 dengan anemia sedang.

P : Planning

1. Pukul 10.05 WIB menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya

secara on demand
62


2. Pukul 10.20 WIB mengajarkan ibu untuk tetap melakukan Vulva

Hygien

3. Pukul 10.30 WIB menganjurkan ibu untuk terapi, yaitu Asam

mefenamat 1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe 2 x 60 mg,

Vitamin C 1 x 100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1 kali

4. Pukul 10.40 WIB menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan

yang bergizi dan mengandung zat besi, seperti daging, sayuran hijau,

kacang-kacangan dan buah-buahan.

5. Pukul 11.50 WIB memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan rumah

besok.

Evaluasi

Tanggal 21 Agustus 2012, pukul 12.30 WIB

1. Ibu bersedia untuk tetap menyusui bayinya

2. Ibu bersedia melakukan Vulva Hygien

3. Ibu sudah minum obat

4. Ibu bersedia mengkonsumsi makanan bergizi dan yang mengandung zat besi

5. Ibu mengerti dan bersedia akan dilakukan kunjungan rumah besok.


63


DATA PERKEMBANGAN IV

Tanggal 22 Agustus 2012, pukul 09.00 WIB

S : Subyektif

1. Ibu mengatakan sudah tidak cemas dengan keadaannya

2. Ibu mengatakan bayinya mau menetek

3. Ibu mengatakan sudah minum obat yang sudah diberikan dokter

4. Ibu mengatakan sudah tidak merasakan pusing dan lemas lagi

5. Ibu mengatakan ingin pulang.

O : Obyektif

1. Keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis

2. TTV: TD = 120/ 70 mmHg, N = 82 x/ menit, S = 36,60 C, R = 22 x/

menit

3. TFU pertengahan pusat dan simfisis

4. Conjungtiva masih sedikit pucat dan muka pucat

5. Jahitan masih basah, PPV = Lochea Serosa

6. ASI/ kolostrum sudah keluar, berwarna putih kekuningan dengan

frekuensi sedang.

7. Kadar Hb 8 gr% (16 Agustus 2012).

A : Assessment

Ny. A P1 A0 umur 26 tahun, nifas hari ke-6 dengan anemia sedang.

P : Planning

1. Pukul 10.15 WIB memberi konseling tentang ASI eksklusif

2. Pukul 10.30 WIB mengajarkan ibu melakukan Vulva Hygien


64


3. Pukul 10.40 WIB memberikan ibu untuk terapi, yaitu Asam mefenamat

1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe 2 x 60 mg, Vitamin C

1 x 100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1 kali

4. Pukul 10.50 WIB menganjurkan ibu banyak istirahat (ikut tidur saat

bayi juga tidur) dan mengkonsumsi makanan bergizi

5. Pukul 11.00 WIB memberi penyuluhan tentang tanda-tanda bahaya

pada ibu nifas

6. Pukul 11.10 WIB memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan rumah

besok.

Evaluasi

Tanggal 22 Agustus 2012, pukul 11.20 WIB

1. Ibu paham KIE tentang ASI eksklusif dan bersedia menyusui bayinya sesuai

kebutuhan

2. Ibu bersedia melakukan Vulva Hygien

3. Ibu sudah minum obat dan akan minum di rumah dengan teratur

4. Ibu bersedia melakukan istirahat yang cukup selagi bayi tidur dan bersedia

mengkonsumsi makanan bergizi

5. Ibu mengerti dan paham tentang tanda-tanda bahaya pada ibu nifas

6. Infus RL sudah dilepas dan siap untuk pulang pukul 16.00 WIB

7. Ibu mengerti dan bersedia akan dilakukan kunjungan rumah besok.


65


DATA PERKEMBANGAN V

(Kunjungan Rumah)

Tanggal 23 Agustus 2012, pukul 14.00 WIB

S : Subyektif

1. Ibu mengatakan masih sedikit pusing

2. Ibu mengatakan ASI-nya sudah keluar dengan lancar

3. Ibu mengatakan sudah minum obat yang diberikan dokter

4. Ibu mengatakan jahitannya sudah mulai kering

5. Ibu mengatakan bayinya mau menetek dan sehat.

O : Obyektif

1. Keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis

2. TTV: TD = 120/ 70 mmHg, N = 83 x/ menit, S = 36,30 C, R = 20 x/

menit

3. Conjungtiva merah muda dan muka sedikit pucat

4. Kontraksi keras

5. TFU pertengahan pusat dan simfisis

6. Jahitan sudah mulai kering, lochea serosa berwarna kuning

7. Kadar Hb 8 gr% (16 Agustus 2012).

A : Assessment

Ny. A P1 A0 umur 26 tahun, nifas hari ke-7 dengan anemia sedang, dimana

kadar Hb menunjukkan 8 gr% (pada tanggal 16 Agustus 2012).


66


P : Planning

1. Pukul 14.30 WIB menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya

secara on demand.

2. Pukul 14.40 WIB menganjurkan ibu untuk tetap melakukan vulva

hygien.

3. Pukul 14.50 WIB menganjurkan ibu untuk melanjutkan terapi, yaitu

Asam mefenamat 1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe 2 x

60 mg, Vitamin C 1 x 100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1 kali.

4. Pukul 15.00 WIB memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang

besok.

Evaluasi

Tanggal 23 Agustus 2012, pukul 15.10 WIB

1. Ibu bersedia menyusui bayinya secara on demand.

2. Ibu bersedia melakukan vulva hygien.

3. Ibu bersedia melanjutkan terapi dari bidan.

4. Ibu bersedia dilakukan kunjungan ulang lagi di rumah.


67


DATA PERKEMBANGAN VI

(Kunjungan Rumah)

Tanggal 24 Agustus 2012, pukul 13.00 WIB

S : Subyektif

1. Ibu mengatakan sudah tidak merasakan pusing lagi

2. Ibu mengatakan ASI-nya sudah keluar dengan lancar

3. Ibu mengatakan sudah minum obat

4. Ibu mengatakan jahitannya sudah mulai kering

5. Ibu mengatakan bayinya sehat dan mau menetek.

O : Obyektif

1. Keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis

2. TTV: TD = 120/ 80 mmHg, N = 82 x/ menit, S = 36,50 C, R = 22 x/

menit

3. Conjungtiva merah muda dan muka sedikit pucat

4. Kontraksi keras

5. TFU pertengahan pusat dan simfisis

6. Jahitan sudah mulai kering, lochea serosa berwarna kuning

7. Kadar Hb 8 gr% (16 Agustus 2012).

A : Assessment

Ny. A P1 A0 umur 26 tahun, nifas hari ke-8 dengan anemia sedang, dimana

kadar Hb menunjukkan 8 gr% (pada tanggal 16 Agustus 2012).


68


P : Planning

5. Pukul 13.30 WIB menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya

secara on demand.

6. Pukul 13.40 WIB menganjurkan ibu untuk tetap melakukan vulva

hygien.

7. Pukul 13.50 WIB menganjurkan ibu untuk melanjutkan terapi, yaitu

Asam mefenamat 1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe 2 x

60 mg, Vitamin C 1 x 100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1 kali.

8. Pukul 14.00 WIB memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang

besok.

Evaluasi

Tanggal 24 Agustus 2012, pukul 14.10 WIB

1. Ibu bersedia menyusui bayinya secara on demand.

2. Ibu bersedia melakukan vulva hygien.

3. Ibu bersedia melanjutkan terapi dari bidan.

4. Ibu bersedia dilakukan kunjungan ulang lagi di rumah.


69


DATA PERKEMBANGAN VII

(Kunjungan Rumah)

Tanggal 25 Agustus 2012, pukul 14.00 WIB

S : Subyektif

1. Ibu mengatakan keadaannya sudah sangat membaik

2. Ibu mengatakan kepalanya tidak pusing dan tidak merasa lemas

3. Ibu mengatakan sudah mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.

O : Obyektif

1. Keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis

2. TTV: TD = 120/ 80 mmHg, N = 82 x/ menit, S = 36,40 C, R = 22 x/

menit

3. Conjungtiva merah muda dan muka pucat

4. TFU pertengahan pusat dan simfisis

5. Jahitan kering, lochea alba berwarna putih

6. Hasil Hb 9,8 gr%.

A : Assessment

Ny. A P1 A0 umur 26 tahun, nifas hari ke-9 dengan anemia ringan.

P : Planning

1. Pukul 14.20 WIB menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi

makanan bergizi.

2. Pukul 14.30 WIB menganjurkan ibu tetap menyusui bayinya on

demand.
70


3. Pukul 14.40 WIB menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup (ikut

tidur saat bayi tidur).

4. Pukul 15.00 WIB menganjurkan ibu untuk tetap minum tablet Fe.

Evaluasi

Tanggal 25 Agustus 2012, pukul 15.10 WIB

1. Ibu bersedia untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi.

2. Ibu bersedia untuk tetap menyusui bayinya secara on demand.

3. Ibu bersedia untuk istirahat yang cukup (ikut tidur saat bayi juga tidur).

4. Ibu bersedia untuk minum tablet Fe.

B. Pembahasan

Pada pembahasan ini penulis akan menjelaskan tantang kesenjangan

yang terjadi antara praktek dan teori yang dilakukan di RB Marga Waluya

Surakarta dengan teori yang ada. Di sini penulis akan menjelaskan kesenjangan

tersebut menurut langkah-langkah dalam manajemen kebidanan menurut

Varney yang meliputi tujuh langkah. Pembahasan ini dimaksudkan agar dapat

diambil suatu kesempatan dan pemecahan masalah dari kesenjangan-

kesenjangan yang terjadi sehingga dapat digunakan sebagai tindak lanjut dalam

penerapan asuhan kebidanan yang meliputi:

1. Pengkajian

Berdasarkan data subyektif dan data obyektif yang penulis peroleh

pada kasus Ny. A didapatkan data ibu mengatakan badannya terasa pegal-
71


pegal, lemas, pusing, keadaan umum sedang, conjungtiva pucat, TD = 100/

60 mmHg, N = 80 x/ menit, S = 36,80 C, R = 22 x/ menit, Hb 8 gr%.

Menurut Manuaba (2007), tanda dan gejala anemia adalah cepat lelah,

sering pusing, mata berkunang-kunang, nafsu makan menurun dan mual-

mual. Dikatakan anemia sedang jika Hb 7 8 gr%. Berdasarkan tanda dan

gejala yang dialami Ny. A menunjukkan antara teori dan kasus tidak ada

kesenjangan.

2. Interpretasi Data

Pada interpretasi data terdiri dari diagnosa kebidanan, masalah dan

kebutuhan. Pada kasus Ny. A diagnosa kebidanannya adalah Ny. A P1 A0

umur 26 tahun post partum hari pertama dengan anemia sedang. Masalah

yang dialami Ny. A adalah cemas, dikarenakan badan terasa lemas dan

pegal-pegal. Untuk mengatasi masalah tersebut Ny. A perlu informasi

tentang makanan bergizi, informasi tentang keadaan ibu dan beri dukungan

moril.

Menurut Mansjoer (2009), masalah yang timbul adalah rasa cemas

yang dikarenakan pusing, badan terasa lemas, maka dibutuhkan kebutuhan

ibu nifas dengan anemia sedang, yaitu informasi tentang keadaan ibu,

informasi tentang makanan bergizi dan cukup kalori (Manuaba, 2007). Pada

kasus ini tidak terjadi kesenjangan antara teori dan kasus.

3. Diagnosa Potensial

Menurut Manuaba (2007), diagnosa potensial kemungkinan muncul

bahwa pasien akan mengalami anemia berat, pada kasus Ny. A tidak terjadi,
72


karena dilakukan penanganan yang baik dan tepat. Pada kasus ini tidak

terjadi kesenjangan antara teori dan kasus.

4. Antisipasi

Pada langkah antisipasi ini penulis menyusun dan merencanakan

berdasarkan diagnosa dan masalah yang ada, yaitu mengkonsumsi makanan

bergizi, kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi Asam

mefenamat 1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x 500 mg, Tablet Fe 2 x 60 mg,

Vitamin C 1 x 100 mg, Vitamin A 200.000 IU 1 kali, kolaborasi dengan

petugas pemeriksa hemoglobin, sehingga tidak terjadi anemia berat. Pada

kasus ini tidak terjadi kesenjangan antara teori dan kasus.

5. Perencanaan

Pada kasus Ny. A nifas dengan anemia sedang, tindakan yang

dilakukan yaitu beri tahu ibu, KIE tentang nutrisi ibu nifas, KIE cara vulva

hygien, pemberian terapi Asam mefenamat 1 x 500 mg, Amoksisilin 1 x

500 mg, Tablet Fe 2 x 60 mg, Vitamin C 1 x 100 mg, Vitamin A 200.000

IU 1 kali dan kolaborasi dengan petugas laboratorium.

Menurut Manuaba (2002), rencana tindakan pada ibu nifas dengan

anemia sedang meliputi meningkatkan konsumsi makanan bergizi/ sayuran

hijau yang mengandung zat besi, memberi suplemen zat besi secara peroral

atau parental dan transfusi darah Pada kasus ini tidak terjadi kesenjangan

antara teori dan praktek.


73


6. Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan dilakukan berdasarkan rencana yang telah disusun

penulis. Dalam kasus ini dilakukan pemberian terapi tablet besi,

mengkonsumsi makanan yang bergizi yang mengandung zat besi,

kolaborasi dengan petugas laboratorium.

Terdapat kesamaan antara teori dan praktek, karena penanganan pada

ibu nifas dengan anemia yaitu dengan meningkatkan suplemen zat besi dan

makanan yang mengandung besi (Hudono, 2002). Pada kasus ini tidak

terjadi kesenjangan antara teori dan praktek di lahan.

7. Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk menilai apakah masalah yang sudah ada

dapat diatasi sesuai dengan yang sudah direncanakan dan dilakukan. Dan

kasus ini dapat dilihat dari hasil asuhan selama 9 hari mulai tanggal 17

Agustus 2012 sampai dengan tanggal 25 Agustus 2012, yaitu ibu sudah

merasa baik, tidak pusing, tidak lemas, ibu sudah tidak merasakan nyeri lagi

pada jahitan perineum, setelah diberi terapi obat dan di-check Hb ternyata

ada peningkatan kadar Hb, terdapat kenaikan Hb dari 8 gr% menjadi 9,8

gr%. Menurut Varney (2004), hasil yang diharapkan setelah melaksanakan

tindakan yaitu anemia dapat teratasi, keadaan umum baik dan ibu merasa

nyaman. Pada kasus ini terjadi kesenjangan antara teori dan praktek, anemia

masih belum dapat teratasi karena terbatasnya waktu asuhan yang penulis

berikan, disamping itu pasien kurang teratur minum tablet Fe serta tidak

terlalu suka dengan sayuran hijau yang mengandung zat besi.


74


BAB V

PENUTUP

Pada tahap akhir pembuatan laporan Karya Tulis Ilmiah pada Ny. A dengan

anemia sedang, penulis dapat membuat kesimpulan dan beberapa saran untuk lebih

meningkatkan asuhan kebidanan khususnya pada ibu nifas dengan anemia sedang

yang penulis ambil di RB Marga Waluya Surakarta.

A. Kesimpulan

Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan dengan menggunakan

manajemen menurut Varney pada ibu nifas dengan anemia sedang, maka

penulis dapat mengambil kesimpulan yaitu sebagai berikut:

1. Dalam melakukan pengkajian terhadap ibu nifas dengan anemia sedang

dilaksanakan dengan pengumpulan data subyektif yang diperoleh dari hasil

wawancara dari pasien mengatakan badannya terasa lemas, pusing dan

pegal-pegal dan data obyektif diperoleh dari pemeriksaan fisik dan data

penunjang yang diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium yaitu

pemeriksaan Hb 8 gr%.

2. Interpretasi data dilakukan dengan pengumpulan data secara teliti dan

akurat, sehingga didapat diagnosa Ny. A P1A0 umur 26 tahun post partum

hari pertama dengan anemia sedang, yang disertai masalah yang dialami

Ny. A adalah kepala terasa pusing, badan lemas dan pegal-pegal, sehingga

membutuhkan dukungan moril, informasi tentang keadaannya dan

informasi tentang makanan bergizi.

74
75


3. Diagnosa potensial pada kasus Ny. A dengan anemia sedang adalah akan

terjadi anemia berat, namun pada Ny. A tidak terjadi, hal ini dikarenakan

pasien mendapatkan penanganan yang tepat, cepat dan intensif.

4. Antisipasi pada Ny. A dengan anemia sedang adalah berkolaborasi dengan

dokter SpOg untuk pemberian terapi, pemberian makanan yang bergizi dan

kolaborasi dengan petugas laboratorium.

5. Rencana tindakan pada Ny. A adalah sesuai dengan kebutuhan pasien, yaitu

meningkatkan konsumsi pemberian suplemen zat besi dan kolaborasi

dengan petugas laboratorium.

6. Pelaksanaan pada ibu nifas dengan anemia sedang adalah dilaksanakan

sesuai dengan rencana tindakan.

7. Evaluasi pada ibu nifas dengan anemia sedang setelah diberikan asuhan

selama 9 hari diperoleh hasil keadaan umum ibu baik, tidak pusing, tidak

lemas, setelah diberi terapi obat dan di-check Hb ternyata ada peningkatan

kadar Hb dari 8 gr% menjadi 9,8 gr%.

8. Pembahasan pada asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan anemia sedang

terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus, yaitu pada evaluasi, hasil

Hb 9,8 gr% sehingga pasien masih mengalami anemia ringan/ anemia

belum teratasi.

9. Alternatif pemecahan masalah yaitu dari melakukan asuhan kebidanan pada

ibu sampai anemia teratasi tetapi karena keterbatasan waktu, ibu kurang

suka mengkonsumsi sayuran hijau yang mengandung zat besi dan kurang

teratur minum tablet Fe, maka hasil yang diharapkan belum sesuai.
76


B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis akan memberikan sedikit saran,

yaitu antara lain sebagai berikut:

1. Tempat Pelayanan Kesehatan

Pelayanan yang diberikan sudah baik, sebaiknya menyediakan leaflet

atau gambar tentang gizi ibu nifas, agar pasien dapat mengetahuinya dan

tidak terjadi anemia pada ibu nifas.

2. Bagi Bidan

Bidan dapat lebih mengidentifikasi tanda-tanda anemia, sehingga

dapat melakukan antisipasi atau tindakan segera, merencanakan asuhan

kebidanan pada ibu nifas dengan anemia sedang.

3. Bagi Pasien

a. Perlu pemahaman tentang bahaya anemia dalam kehamilan, persalinan

dan nifas.

b. Ibu perlu mengetahui pentingnya nutrisi bagi ibu nifas, khususnya untuk

ibu nifas dengan anemia sedang.

c. Ibu diharapkan segera memeriksakan diri ke tempat pelayanan

kesehatan setempat jika ibu mengalami tanda dan gejala anemia.

4. Bagi Pendidikan

Sebagai bahan referensi mengenai masalah kasus, khususnya pada

kasus yang berhubungan dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan

anemia sedang.