Anda di halaman 1dari 3

IV.

MULTISIM DAN ANALISA

1. Low Pass Filter

Analisa :
Pada percobaan multisim dengan rangkaian low pass filter, terlihat jika
semakin besar frekuensinya maka makin besar pelemahannya. Pada frekuensi
100-1000 Hz terlihat jika sinyal output tidak mengalami pelemahan dan masih
sefase dengan sinyal input, sedangkan pada frekuensi 10 kHz sinyal mulai
meengalami pelemahan dan perubahan fase, hal ini menunjukkan bahwa
frekuensi potong berada pada sekiter 10 kHz, terlihat pada sinyal dengan
frekuensi diatas 10 kHz yang mengalami pelemahan, hal ini juga dapat diamati
melalui bagan bode yang di ukur oleh bode poltter. Hal ini menunjukkan bahwa
low pass filter meloloskan sinyal dengan frekuensi yang berada dibawah frekuensi
potong.

2. High Pass Filter


Analisa :
Pada percobaan multisim dengan rangkaian high pass filter, terlihat jika
semakin besar frekuensinya maka semakin di loloskan frekuensinya atau
penguatannya. Pada frekuensi 100-1000 Hz terlihat jika sinyal output mengalami
pelemahan dan masih tidak sefase dengan sinyal input, sedangkan pada frekuensi
10 kHz sinyal mulai meengalami penguatan dan mendekati fase input, hal ini
menunjukkan bahwa frekuensi potong berada pada sekiter 10 kHz, terlihat pada
sinyal dengan frekuensi 40 kHz yang sama amplitudonya, namun pada frekuensi
80 100 kHz sinyal mengalami pelemahan, hal ini karena sinyal mengalami
pengisian singkat dan menyebabkan ampiltudonya terpotong akibat dari
kapasitor yang terlalu kecil nilainya. hal ini juga dapat diamati melalui bagan bode
yang di ukur oleh bode poltter.

3. Band Pass Filter


Analisa :
Pada percobaan multisim dengan rangkaian band pass filter. Tidak
ditemukan frekuensi potongnya karena tidak semua frekuensi di ujicobakan.
Namun pada bagan bode menunjukkan bahwa f cut terjadi pada rentang 1 kHz
hingga 10 kHz.