Anda di halaman 1dari 6

UJIAN TENGAH SEMESTER

OPERATIONAL AUDIT AND COST ALLOCATION ON ORGANIZATIONAL


PERFORMANCE IN SELECTED INDUSTRIES KIGALI, RWANDA

Disusun untuk Memenuhi Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Auditng

Oleh:
Gayatri Perwitasari 166020310111017

PROGRAM PENDIDIKAN JOINT PROGRAM


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
REVIEW JURNAL

1. Latar Belakang
Suatu entitas bisnis membutuhkan sumber daya untuk mengoperasikan
usahanya. Untuk dapat mengoperasikan usaha dalam sebuah entitas, maka manajer
membutuhkan informasi yang andal dan akurat yang membantu mereka dalam
mengelola sumber daya dan informasi dalam perencanaan dan pengambilan
keputusan. Maka dari itu, organisasi terlibat dalam alokasi biaya dan strategi yang
digunakan sebagai alat untuk perencanaan dan pemeliharaan dalam anggaran.
Alokasi biaya digambarkan sebagai penyebaran biaya karena sifat biaya yang
sewenang-wenang dari alokasi tersebut. Salah satu cara untuk mempebaiki proses
alokasi biaya yaitu dengan diadakannya audit operasional, karena proses alokasi biaya
merupakan langkah yang penting dalam proses audit operasional.
Menurut Alvin dan James (1997), audit operasional adalah penelaahan terhadap
setiap bagian dari prosedur dan metode operasi organisasi untuk mengevaluasi
efisiensi dan efektivitas. Efektivitas dan efisiensi dari operasi kinerja organisasinya.
Dalam audit operasional, pembahasannya mencakup evaluasi struktur organisasi,
operasi komputer, metode produksi, pemasaran, dan area lain dimana auditor
berkompeten (Alvin dan James, 1997). Manfaat dari audit operasional mencakup opini
objektif, proses alokasi biaya yang lebih baik, dan waktu penyelesaian yang lebih cepat
(Malconlm, 2011).
Peneliti melakukan penelitian terhadap industri Rwanda, karena saat ini industri
Rwanda mengalami pertumbuhan yang diperoleh dari bantuan luar negeri, adanya
bantuan dari Bank Dunia, dan dengan adanya inisiatif dari pemerintah Rwanda. Selain
itu, industri Rwanda juga mengalami pertumbuhan akibat adanya liberalisasi dan
kebijakan privatisasi pemerintah.
Industri Rwanda saat ini mengelola bisnis pertambangan dalam skala kecil.
Sehingga, perusahaan harus mengalokasikan biaya produksi ke barang dan jasa secara
akurat untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi. Alokasi biaya didasarkan pada
penggunaan bahan dan tenaga kerja untuk menghasilkan barang dan jasa secara
konsisten, sehingga diperlukan adanya audit operasional dengan penilaian efektivitas
dan efisiensi operasi dalam menghindari pemborosan dan penggunaan sumber daya.
2. Pertanyaan Penelitian
Bagaimana peran audit operasional dan alokasi biaya dalam organisasi dalam
rangka peningkatan kinerja organisasi?

3. Tujuan Penelitian
Untuk menilai peran audit operasional dan alokasi biaya dalam organisasi
dalam rangka peningkatan kinerja organisasi.

4. Hipotesis
H0 = Tidak ada hubungan yang signifikan antara audit operasional, alokasi biaya, dan
kinerja organisasi di Industri Rwanda yang terpilih.

5. Sample dan Populasi


Populasi penelitian ini termasuk manajer dari lima industri Rwanda: Industri
Sulfo Rwanda, Reco & Rwasco, warna Rwanda, Kopi Ocir, dan busa Rwanda SARL.
Total dari populasi adalah 180 staf dari lima industri terpilih. Dari 180 manajer yang
menjadi populasi, peneliti memilih 124 manajer yang menjadi samplenya. Di bawah
ini adalah tabel dari rincian populasi dan sample yang digunakan:
Perusahaan di Rwanda Target Populasi Ukuran Sampel
Sulfo Rwanda Industries 31 21
Reco & Rwasco 37 26
Ocir Coffe 41 28
Rwanda Foam SARL 34 23
Rwanda Colour 37 26
Total 180 124

6. Variable yang Dipilih dan Alat Analisis


Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas variabel independen
dan dependen. Variabel independen terdiri atas audit operasional dan alokasi biaya.
Sedangkan variabel dependen terdiri atas kinerja organisasi.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah questionnaire. Kuisioner
ini akan didistribusikan kepada manajer dari lima industri Rwanda yang terpilih.
Kuisioner yang dibagikan terdiri atas empat bagian yaitu profil responden, tingkat
alokasi biaya, tingkat audit operasional, dan tingkat kinerja organisasi. Kuisioner ini
memiliki empat skala yaitu 1 = sangat setuju, 2 = setuju, 3 = tidak setuju, dan 4 =
sangat tidak setuju. Atau dapat juga terdiri atas lima skala yaitu 1 = sangat tinggi, 2 =
tinggi, 3 = sedang, 4 = rendah, 5 = sangat rendah. Disini, responden diminta untuk
mengisi kuisioner sesuai dengan persepsi mereka.

7. Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian ini adalah:
a. Tingkat Audit Operasi dan Alokasi Biaya pada Kinerja Organisasi di Industri
Rwanda yang Terpilih
Terdapat tingkat efisiensi dan efektivitas audit operasional yang tinggi di
industri Rwanda yang terpilih. Tingkat efektivitas dan efisiensi audit operasional
yang tinggi ini dapat dihasilkan apabila audit operasional dilakukan oleh auditor
internal, karena auditor internal yang dapat menilai efisiensi, efektivitas, dan
ekonomi operasi atau unit organisasi dari hari ke hari.
b. Tingkat Kinerja Organisasi di Industri Rwanda yang Terpilih
Tingkat kinerja operasional yang sangat tinggi di industri Rwanda terutama
ditunjukkan oleh indikator kinerja utama yang terdiri atas maksimisasi keuntungan,
jumlah produksi, produktivitas per jam atau motivasi kerja, karyawan dan manajer,
pencapaian tujuan dan pangsa pasar, layanan pelanggan, total return saham dan
organisasi yang bersaing.
c. Hubungan antara Audit Operasional dan Alokasi Biaya dan Kinerja
Organisasi di Industri Tertentu di Rwanda
Terdapat hubungan positif dan signifikan antara audit operasional dan alokasi
biaya serta kinerja organisasi di industri Rwanda yang terpilih. Penilaian efektivitas
dan efisiensi unit organisasi dilakukan dengan memanfaatkan secara maksimal dan
alokasi sumber daya yang optimal dapat membantu manajemen untuk memperbaiki
kinerja organisasi. Inilah mengapa hipotesis nol ditolak.

8. Temuan Penting, Kesimpulan, dan Rekomendasi


Temuan yang pertama, auditor internal akan menghasilkan efektivitas dan
efisiensi yang tinggi dalam melakukan audit operasional. Hal ini dikarenakan auditor
internal membantu manajemen dalam mengoperasikan organisasi secara efektif dan
efisien. Dalam melakukan audit operasional, auditor internal melakukan peninjauan
terhadap keefektifan proses pengendalian internal dalam organisasi dan memberikan
saran untuk memperbaikinya. Selain itu, auditor internal juga harus mengidentifikasi
potensi risiko yang dihadapi organisasi, yang kemudian auditor internal harus
memastikan kontrol yang paling efektif dan efisien untuk mengatasi risiko tersebut.
Temuan penting yang kedua, indikator kinerja (maksimalisasi keuntungan,
jumlah produksi, produktivitas per jam atau motivasi kerja, karyawan dan manajer,
pencapaian tujuan dan pangsa pasar, layanan pelanggan, total return saham dan
organisasi yang bersaing, tanggung jawab sosial, pengembalian aset, total penjualan,
dan laba atas investasi menunjukkan bahwa indikator kinerja tersebut merupakan
tingkat kinerja operasional yang tinggi.
Temuan penting yang ketiga, bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan
antara audit operasional dan kinerja operasi. Hubungan ini didukung oleh efektivitas
dan efisiensi audit operasional yang juga memiliki hubungan positif dengan kinerja
organisasi.
Temuan penting yang keempat, bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan
antara alokasi biaya dan kinerja organisasi. Alokasi biaya untuk objek biaya sangat
penting dan membantu manajer untuk memperbaiki kinerja organisasi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa industri Rwanda melakukan audit
operasional secara efektif dan efisien dalam organisasi dan juga mengalokasikan biaya
yang wajar. Semua individu dinilai berdasarkan bagaimana mereka mencapai tujuan
organisasi sesuai dengan anggaran. Hal ini dapat membantu organisasi mengurangi
pemborosan sumber daya dan meningkatkan kinerjanya.
Rekomendasi dari penelitian ini adalah peneliti mengundang pemerintah
Rwanda untuk memberi penghargaan kepada industri Rwanda yang memaksimalkan
laba dengan mengurangi biaya. Proses alokasi biaya dapat menjaga anggaran
perusahaan dari biaya yang sifatnya sewenang-wenang dan audit operasional
membantu memperbaiki kinerja unit atau operasi dengan menilai efektivitas dan
efisiensi dalam menggunakan sumber daya mereka. Dengan menggunakan audit
operasional, alokasi biaya akan menjadi lebih akurat dan kinerja organisasi pun
menjadi lebih baik. Sehingga, dengan adanya penghargaan yang diberikan kepada
industri Rwanda yang berhasil melakukan audit operasional untuk mengalokasikan
biaya guna menciptakan kinerja organisasi yang baik, maka seharusnya industri
Rwanda berlomba-lomba untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

9. Pengembangan Penelitian Lebih Lanjut


Untuk penelitian lebih lanjut, bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan
alternatif lain selain audit operasional untuk memperbaiki alokasi biaya dalam kinerja
organisasi.
Selain itu, peneliti selanjutnya bisa mengembangkan hipotesis yang digunakan
sehingga penelitian tidak hanya berfokus pada analisis biaya secara luas, namun pada
alokasi biaya tertentu, sehingga hasil penelitian lebih bermanfaat dalam riset
akuntansi.
Penggunaan sample dapat dipersempit pada jenis industri tertentu di Rwanda,
sehingga hasil penelitian dapat lebih bermanfaat bagi pembaca dan peneliti lain.
Untuk penelitian yang lebih lanjut, alat analisis data yang digunakan jangan
hanya berfokus pada kuisioner. Peneliti lain bisa melakukan wawancara sebagai
penguat analisis data yang didapatkan, sehingga hasil yang diperoleh akan lebih
terpercaya.