Anda di halaman 1dari 19

ILMU KESEHATANTrend dan issue dalam keperawatan

A. Trend dan issue dalam keperawatan


Keperawatan Maternitas merupakan persiapan persalinan serta kwalitas pelayanan
kesehatan yang dilakukan dan difokuskan kepada kebutuhan bio-fisik dan
psikososial dari klien, keluarga , dan bayi baru lahir. (May & Mahlmeister, 1990)
Keperawatan Maternitas merupakan sub system dari pelayanan kesehatan dimana
perawat berkolaborasi dengan keluarga dan lainnya untuk membantu beradaptasi
pada masa prenatal, intranatal, postnatal, dan masa interpartal. (Auvenshine &
Enriquez, 1990)
Keperawatan Maternitas merupakan pelayanan professional berkwalitas yang
difokuskan pada kebutuhan adaptasi fisik dan psikososial ibu selama proses
konsepsi / kehamilan, melahirkan, nifas, keluarga, dan bayi baru lahir dengan
menekankan pada pendekatan keluarga sebagai sentra pelayanan. (Reede, 1997)
Upaya menghadapi Trend Keperawatan Maternitas
Pada masyarakat yang menuju ke arah moderen, terjadi peningkatan kesempatan
untuk meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan dan
meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan menjadikan masyarakat
lebih kritis. Kondisi itu berpengaruh kepada pelayanan kesehatan dimana
masyarakat yang kritis menghendaki pelayanan yang bermutu dan diberikan oleh
tenaga yang profesional. Keadaan ini memberikan implikasi bahwa tenaga
kesehatan khususnya keperawatan dapat memenuhi standart global internasional
dalam memberikan pelayanan kesehatan/keperawatan, memiliki kemampuan
professional, kemampuan intelektual dan teknik serta peka terhadap aspek social
budaya, memiliki wawasan yang luas dan menguasi perkembangan Iptek. .
Trend dan Issue Keperawatan Maternitas
1. Masalah
a. Penyebab angka kematian bayi masih tinggi
kematian pada bayi disebabkan oleh penyakit menular seperti radang paru-paru,
diare dan malaria, Penyakit yang merenggut paling banyak korban jiwa adalah
radang paru-paru 18 persen, atau sebanyak 1,58 juta anak diare (15 persen, 1,34
juta) dan malaria 8 persen, 0.73 juta anak.
b. Penyebab angka kelahiran bayi masih tinggi
Penyebab angka kelahiran bayi masih tinggi adalah pelayanan kesehatan yang
semakin meningkat, kurangnya pengetahuan masyarakat progam KB
c. Angka Kematian Ibu (AKI)
Angka Kematian Ibu (AKI) tiap tahun atau dua ibu tiap jam meninggal oleh sebab
yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan nifas (Depkes RI,Dirjen
Binkesmas, 2004)
Penyebab kematian ibu cukup kompleks, dapat digolongkan atas faktor- factor
reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan dan sosio-ekonomi.
Penyebab komplikasi obstetrik langsung telah banyak diketahui dan dapat
ditangani, meskipun pencegahannya terbukti sulit. Perdarahan sebagai penyebab
kematian ibu terdiri atas perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum.
Perdarahan antepartum merupakan kasus gawat darurat yang kejadiannya masih
banyak dari semua persalinan, penyebabnya antara lain plasenta previa, solusio
plasenta, dan perdarahan yang belum jelas sumbernya (Chalik TMA, 1997).
Secara sempit, risiko obstetrik diartikan sebagai probabilitas kematian dari
seorang perempuan atau ibu apabila ia hamil. Indikator yang lebih kompleks
adalah adalah risiko seumur hidup (lifetime risk) yang mengukur probabilitas
kematian perempuan atau ibu sebagai akibat kehamilan dan persalinan yang
dialaminya selama hidup. Bila istilah pertama hanya mencantumkan kehamilan
maka yang kedua mempunyai dimensi yang lebih lebar yaitu kemampuan dan
jumlah fertilitas.
Tingginya kematian ibu sebagian besar disebabkan oleh timbulnya penyulit
persalinan yang tidak dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih
mampu. Keterlambatan merujuk disebabkan berbagai faktor seperti masalah
keuangan, transportasi dsb. (Depkes RI, Dirjen Yanmedik, 2005)
d. Penyakit menular seksual
Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular
dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual.. Kelompok remaja dan
dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling
tinggi untuk tertular PMS, 3 juta kasus baru tiap tahun adalah dari kelompok ini.
Hampir seluruh PMS dapat diobati. Namun, bahkan PMS yang mudah diobati
seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama.
PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang
disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan. Beberapa dari infeksi tersebut
sangat tidak mengenakkan, sementara yang lainnya bahkan dapat mematikan.
Sifilis, AIDS, kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya
sudah pernah dikenal sebagai penyebab kematian. Beberapa PMS dapat berlanjut
pada berbagai kondisi seperti Penyakit Radang Panggul (PRP), kanker serviks dan
berbagai komplikasi kehamilan. Sehingga, pendidikan mengenai penyakit ini dan
upaya-upaya pencegahan penting untuk dilakukan
2. Penemuan Teknologi Terbaru
a. alat Kontrasepsi Implan Terbaru
UGM berhasil menemukan alat kontrasepsi implant atau susuk KB generasi ke
tiga yang dinamakan Gestplan. Kelebihan alat kontresepsi ini bias bertahan
hingga 7 tahun di badingkan implant saat ini yang ber umur 5 tahun. Penemuan
ini hasil dari penelitian dari jurusan Farmatologi dan Toksikologi UGM.
b. Water Birth
Proses persalinan atau proses melahirkan yang dilakukan di dalam air,
manfaaatnya ibu akan merasakan lebih relaks karena semua otot yang berkaitan
dengan proses persalinan menjadi lebih elastic. Metode ini juga akan
mempermudah proses mengejar sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak
terlalu dirasakan, di dalam air proses proses pembukaan jalan lahir akan lebih
cepat.
c. USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D
Alat USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D adalah alat USG yang berkemampuan
menampilkan gambar 3 dan 4 dimensi di teknologi ini janin dapat terlihat utuh
dan jelas seperti layaknya bayi yang sesungguhnya ( DrJudi Januadi Endjun S.pog
Alat USG ini bahkan dapat memperlihatkan seluruh tubuh bayi berikut gerak-
geriknya teknologi 3 dan 4 dimensimenjadi pelengkap bila di duga janin dalam
keadaan tidak normal dan perlu di cari kelainan bawaannya seperti bibir sumbing,
kelaina pada jantung dan sebagainya. Secara lebih detail kelebihan USG (
Ultrasonografi ) 3D dan 4D ini pada janin dapat terbaca secara lebih akurat,
karena teknologi ini dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan diagnosa.
d. Pil KB Terbaru
Pil KB dengan dorspirenone merupakan pil KB terbaru yang memberikan
perlindungan kontrasepsi yang dapat diandalkan, dengan berbagai manfaat
tambahan dalam suatu kombinasi yang unik Pil Kb dengan dorspirenone adalah
pil yang membuat seseorang merasa lebih nyaman. Mengandung progestin baru
dorspirenone yaitu homon yang sangat menyerupai progesteron salah satu hormon
dalam tubuh. Dorspirenone mempunyai profil farmakologis yang sangat mirip
dengan progesteron alami dengan karateristik memiliki efek antimineralokortoid
dan antiandrogenik tidak memiliki aktifitas ekstrogenik, androgenik, glukortikoid
dengan sifat antineralokortikoid. Pil KB dengan dorspirenone dapat memberikan
manfaat tambahan yaitu tidak menaikkan berat badan, mengurangi gejala
kembung, Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya
darah haid, tidak menaikan tekanan darah dengan androgennya. Pil KB dengan
dorspirenone dapat memberikan manfaat tambahan yaitu mengurangi jerawat, dan
mempercantik rambut dan kulit.
e. Robot akan digunakan untuk mengobati orang sakit
Diagnostik ini robot akan menggunakan penelitian global untuk memberikan
pendapat ahli, beberapa dokter yang akan berani untuk diabaikan. Pelatihan medis
akan beralih dari apa yang orang tahu, untuk mendapatkan data yang akurat yang
robot bisa membuat keputusan, dan menyediakan high-touch dukungan
emosional. Ahli bedah akan selalu berada pada premium, bersama-sama dengan
tangan-on wali yang akan semakin berbasis masyarakat, dengan kualifikasi yang
sangat khusus. Operasi remote akan menjadi bagian rutin setiap pusat spesialis
rutin. Batas antara dokter dan perawat akan terus kabur sebagai perawat
berwenang untuk membuat lebih banyak keputusan. Akibatnya pelatihan perawat
akan semakin panjang dan perawat kelas atas akan lebih mahal)
1. Trend pendidikan dini pada janin dalam kandungan
Anak cerdas dan kreatif berkat alunan musik
Menurut guru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu, stimulasi
meliputi stimulasi fisik-motorik dengan mengelus-elus jabang bayi melalui kulit
perut sang ibu, stimulasi kognitif dengan berbicara dan bercerita kepada janin, dan
stimulasi afektif dengan menyentuh perasaan bayi. Makin sering dan teratur
perangsangan diberikan, makin efektif pengaruhnya.
Pada janin, musik akan merangsang perkembangan sel-sel otak. Perangsangan ini
sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi sejak
awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun. Namun, menurut dr. Jimmy
Passat, ahli saraf dari FKUI-RSCM, dan Isye Widodo, S.Psi, koordinator Parent
Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, intervensi ini haruslah
seimbang. Orang tua sebaiknya tidak hanya menstimulasi kemampuan otak kiri,
tetapi juga otak kanannya.
Oleh para pakar, organ pengontrol pikiran, ucapan, dan emosi ini memang
dibedakan atas dua belahan, kiri dan kanan, dengan fungsi berbeda. Otak kanan
berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama
musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi,
serta pengembangan kepribadian. Sementara otak kiri merupakan tempat untuk
melakukan fungsi akademik seperti baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu,
dan peristiwa), logika, dan analisis.
Oleh karena itu, bila stimulasi dilakukan secara seimbang, diharapkan anak yang
dilahirkan kelak tidak cuma memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi juga
kreatif. Kalau dia pintar matematika, dia juga mampu berbahasa, menulis, dan
mengarang dengan baik.
Sementara itu bagi ibu hamil, musik terutama yang klasik bisa
membebaskannya dari stres akibat kehamilan. Ini sangat baik sebab, menurut dr.
Suharwan Hadisudarmo Sp.OG. MMR, stres yang tidak dikelola dengan baik,
akan berdampak buruk bagi ibu yang bersangkutan dan perkembangan janin di
rahimnya. Stres pada wanita hamil akan meningkatkan kadar renin angiotensin,
yang memang sudah meningkat pada wanita hamil sehingga akan mengurangi
sirkulasi rahim-plasenta-janin. Penurunan sirkulasi ini menyebabkan pasokan
nutrisi dan oksigen kepada janin berkurang. Perkembangan janin pun terhambat.
Hambatan macam ini bisa dihilangkan atau dikurangi bila si ibu mendengarkan
musik klasik, terutama karya Mozart.
Cukup 30 menit sehari.
Mungkin semua jenis musik, dari yang tradisional hingga modern, bisa pula
dimanfaatkan untuk hal yang sama. Namun, hingga saat ini yang sudah diteliti dan
menunjukkan hasil positif baru musik klasik, terutama karya Mozart. Jenis musik
ini terbukti efektif dalam menstimulasi perkembangan otak belahan kanan dari
janin. Menurut Suzuki (1987), seperti dikutip Utami, bila anak dibesarkan dalam
suasana musik Mozart sejak dini, jiwa Mozart yang penuh kasih sayang akan
tumbuh juga dalam dirinya.
Mendengar alunan musik yang tenang, jantung si janin berdenyut dengan tenang
pula. Bahkan, setelah dilahirkan mendengarkan musik klasik juga memberi
pengaruh baik bagi si bayi.
2. Trend dan issue dalam keperawatan anak (senam otak)
Beberapa riset menunjukkan bahwa keberuntungan dan peluang bermula dari cara
berpikir seseorang yang menentukan pola tindakannya, Banyak orang sukses di
Indonesia dan negara Timur lainnya, menggunakan intuisi untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapi. Di pihak lain, orang yang juga sukses di Barat justru lebih
banyak menggunakan rasionya. Berarti kesuksesan akan lebih mudah diperoleh
bila kita mampu menggunakan intuisi (otak kanan) dan rasio (otak kiri).
Sayangnya, menurut riset yang pernah dilaporkan, hanya 3% penduduk dunia
yang menggunakan otaknya secara seimbang (Olivia F, 2008)
Berikut adalah cara melatih agar otak kiri dan otak kanan anak berkembang sama
baiknya dan menjadi seimbang. Seimbang antara kecerdasan emosional (EQ) dan
Intelektual (IQ) sehingga munculah kecedasan spritual (SQ) yang baik juga.
Latihan yang bisa dilakukan adalah :
1. Tangan kanan menepuk-nepuk kepala, tangan kiri melakukan gerakan memutar
di atas perut. Lakukan dalam 8 hitungan, lalu lakukan yang sebaliknya.
2. Kepalkan tangan kanan dan lakukan gerakan seperti menumbuk pada paha
kanan, sementara tangan kiri melakukan mengelus paha kiri. Lakukan dalam 8
hitungan, lalu lakukan yang sebaliknya.
3. Trend dan issue dalam keperawatan dewasa (palliative dan hospice care)
Hospice adalah suatu sistem asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien
sakit kronis atau terminal bersama keluarganya. Sistem ini khusus didesign untuk
memenuhi tujuan perawatan yang berpusat pada keluarga dan dapat melibatkan
perawatan dirumah. Perawatan pada unit day care dan tempat hospice yang
sebenarnya (unit perawatan terminal).
Hospice care telah mengembangkan filosofi yang menyatakan bahwakematian
adalah sebuah proses alami yang tidak boleh dipercepat atau ditunda dan bahwa
orang tersebut harus tetap dalam keadaan nyaman.
Hospice care adalah:
Perawatan yang diberikan pada orang-oranng penderita penyakit terminal yang
harapan hidupnya enam bulan atau kurang.
Jika diperlukan,melibatkan perawatan fisik langsung. Bersifat mendukung keluerga
pasien.
Diberikan difasilitasi khusus hospic, di fasilitasi peerawatan lain di rumah. Lebih
banyak dilakukan oleh asisten perawatan rumah atau asisten keperawatan dibawah
arahan pemberi asuhan kesehatan profesional.
Dilakukan konseling kehilangan untuk membantu orang-orang yang masih hidup
agar menerima kematian orang yang dicintainya.
Sebuah program di mana sukarelawan memainkan peran penting, melakukan
kunjungan pribadi yang teratur ke pasien dan keluarga.
Hospice care diberikan oleh tim yang bekerja sama dengan Penderit penyakit
terminal dan keluarganya. Tim tersebut biasanya terdiri dari dokter, perawat
profesional, asisten keperawatan, dan profesional lain seperti pekerja sosial dan
pemuka agama jika dibutuhkan dan diinginkan.
Tujuan hospice care antara lain:
1. Pengendalian nyeri sehingga individudapat tetap berpartisipasi aktif dalam
hidup sampai ia meninggal.
2. Mengkoordinasikan layanan dukungan psikologis, spiritual dan sosial untuk
pasien dan keluarga.
3. Mengadakan konseling hukumdan finansial untuk pasien dan keluarga.
Karena hospice care bersifat filosofi, hal tersebut menjadi bagian dari panduan
tindakan perawat ketika merawat orang yang berpenyakit terminal. Perawatan ini
diberikan sebagai mana perawat memberikan perawatan yang biasa. Tetapi ada
beberapa hal yang harus diingat:
o Melaporkan nyeri dengan segera dan memberi perhatian ketat untuk tindakan yang
memberi rasa nyaman.
o Menganjurkan orang tersebut untuk melakukan sendiri perawatan diri sebanyak
mungkin.
o Siap sedia untuk mendengarkan. Habiskan waktu bersama pasien sebanyak
mungkin dan sebanyak yang di iginkannya.
o Mengenal keluarga dan mendukungnya.
o Memberi perawatan yang sama dengan yang akan diberikan jika diagnosa terminal
belum di putuskan.
o Melakukan semua aktivitas dengan hormat dan menghargai.
perawatan paliatif adalah perawatan yang di lakukan secara aktif pada penderita
yang sedang sekarat atau dalam fase terminalakibat penyakit yang di deritanya.
Pasien sudah tidak memiliki respon terhadap terapi kuratif yang di sebabkan oleh
keganasan ginekologis. Perawatan ini mencakup penderita serta melibatkan
keluarganya.
Menurut WHO pada 2005 perawatan palliative adalah sistem perawatan terpadu
yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, dengancara merigankan rasa nyeri
dan penderitaan lain, memberikan dukungan spiritual dan psikososial mulai saat
diagnosa di tegakkan sampai akhir hayat dan dukungan terhadap keluarga yang
kehilangan/ berduka.
Lebih lanjut, organisasi kesehatan dunia (WHO) menekankan lagi bahwa
pelayanan palliative berpijak pada pola dasar berikut ini:
1. Meningkatkan kualitas hidup dan menganggap kematian sebagai proses yang
normal.
2. Tidak mempercepat atau menunda kematian
3. Menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu
4. Menjaga keseimbangan psikologis dan spiritual
5. Berusaha agar penderita tetap aktif sampai akhir hayatnya.
6. Berusaha membantu mengatasi suasana duka cita pad keluarga.
Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup penderita kanker pada stadium
terminal. Upayanya dengan pencegahan, deteksi dini, serta mengatasi gejala dan
masalah psikososial
4. Trend dan issue dalam keperawatan jiwa (psikososial)
Ada beberapa trend penting yang menjadi perhatian
d a l a m k e p e r a w a t a n j i w a d i antaranya adalah sebagai berikut:
1) Kesehatan jiwa dimulai masa konsepsi
D a h u l u b i l a b e r b i c a r a m a s a l a h k e s e h a t a n j i w a b i a s a n ya d i m u l a i
p a d a s a a t o n s e t terjadinya sampai klien mengalami gejala-gejala. Di Indonesia
banyak gangguan jiwaterjadi mulai pada usia 19 tahun dan kita jarang
sekali melihat fenomena masalahsebelum anak lahir. Perkemb angan
terkini menyimpulkan bahwa berbicara masalah kesehatan jiwa harus
dimulai dari masa konsepsi atau bahkan harus dimulai dari masa p r a n i k a h .
B a n ya k p e n e l i t i a n y a n g m e n u n j u k k a n a d a n ya k e t e r k a i t a n m a s a
d a l a m kandungan dengan kesehatan fisik dan mental sese orang di masa
yang akan datang.Penelitian-penelitian berikut membuktikan bahwa kesehatan
mental seseorang dimulai pada masa konsepsi
2) Trend peningkatan masalah kesehatan jiwa
Masalah jiwa akan meningkat di era globalisasi. Sebagai contoh jumlah
penderitas a k i t j i w a d i p r o v i n s i l a i n d a n D a e r a h I s t i m e w a
Y o g y a k a r t a t e r u s m e n i n g k a t . Penderita tidak lagi didominasi
m a s ya r a k a t k e l a s b a w a h , k a l a n g a n p e j a b a t d a n masyarakat lapisan
menengah ke atas juga tersentuh gangguan psikotik dan depresif.Kasus-kasus
gangguan kejiwaan yang ditangani oleh para psikiater dan dokter di
RSJmenunjukkan bahwa penyakit jiwa tidak mengenal baik strata sosial
maupun usia.
3) Kecenderungan faktor penyebab gangguan jiwa
Terjadinya perang, konflik, lilitan krisis ekonomi berkep anjangan
merupakan salah satu pemicu yang memunculkan stress, depresi, dan
berbagai gangguan kesehatan j i w a p a d a m a n u s i a . M e n u r u t d a t a
World Health Organization (WHO), masalah gangguan
kesehatan jiwa di seluruh dunia memang sudah menjadi
m a s a l a h ya n g sangat serius. WHO (2001) menyataan, paling tidak ada
satu dari empat orang didunia mengalami masalah mental.
4) Kecenderungan situasi di era globalisasi
Perkembangan IPTEK yang begitu cepat dan
p e r d a g a n g a n b e b a s s e b a g a i c i r i globalisasi, akan berdampak pada
semua faktor termasuk kesehatan. Perawat dituntutmampu memberikan askep
yang profesional dan dapat mempertanggung jawabkansecara ilmiah.
Perawat dituntut senantiasa mengembangkan ilmu dan teknologi
di bidang keperawatan khususnya keperawatan jiwa. Perawat jiwa
dalam era globalh a r u s membekali diri dengan bahasa
i n t e r n a s i o n a l , k e m a m p u a n k o m u n i k a s i d a n pemanfaatan teknologi
komunikasi, skill yang tinggi dan jiwa entrepreneurship.
5) Perubahan Orientasi Sehat
Pengaruh globalisasi t e r h a d a p p e r k e m b a n g a n p e l a ya n a n k e s e h a t a n
t e r m a s u k keperawatan adalah tersedianya alternatif pelayanan dan persaingan
penyelenggaraan p e l a y a n a n . ( p e r s a i n g a n kualitas).tenaga
k e s e h a t a n ( p e r a w a t j i w a ) h a r u s mempunyai standar global dalam
memberikan pelayanan kesehatan, jika tidak ingin ketinggalan.
Fenomena masalah kesehatan jiwa, indicator kesehatan jiwa di masa
mendatang bukan lagi masalah klinis seperti prevalensi gangguan jiwa.
melainkan berorientasi pada konteks kehidupan sosial. Fokus kesehatan
jiwa bukan hanya menangani orang s akit, melainkan pada peningkatan
kualitas hidup. Jadi konsepkesehatan jiwa buka lagi sehat atau sakit,
tetapi kondisi optimal yang ideal dalamperilaku dan kemampuan fungsi
social Paradigma sehat Depkes, lebih menekankan u p a ya p r o a k t i f
untuk pencegahan darip ada menunggu di RS, orientasi
u p a ya kesehatan jiwa lebih pada pencegahan (preventif) dan promotif. Penangan
kesehatan jiwa bergeser dari hospital base menjad community base.Empat Ciri
Pembentuk Struktur Masyarakat Yang Sehat :
a) Suatu masyarakat yang di dalamnya tak ada seorang manusia pun yg
diperalatoleh orang lain. Oleh karena itu seharusnya tidak ada yang diperalat/
memperalatdiri sendiri, dimana manusia itu menjadi pusat dari semua
aktivitas ekonomimaupun politik diturunkan pada tujuan perkembangan diri
manusia.
b) Mendorong aktivitas produktif setiap warganya dalam pekerjaannya,
merangsang perkembangan akal budi dan lebih jauh lagi, mampu
membuat manusia untuk mengungkapkan kebutuhan batinnya berupa seni dan
perilaku normatif kolektif.
c) Masyarakat terhindar dari sifat -sifat rakus, eksploitatif, pemilikan
berlebihan,narsisme, tidak mendapatkan kesempatan meraup
keuntungan material tanpa batas.
d) Kondisi masyarakat yang memungkinkan orang bertindak dalam dimensi-
dimensiyang dapat dipimpin dan diobservasi. Partisipasi aktif dan
bertanggung jawabdalam kehidupan masyarakat. Untuk mewujudkan
struktur masyarakat sehat,kuncinya : Setiap orang harus meningkatkan
kualitas hidup yang dapat menjaminterciptanya kondisi sehat yang sesungguhnya.
Mandiri dan tidak bergantung padaorang lain merupakan orientasi paradigma
kesehatan jiwa
6) Kecenderungan Penyakit
Masalah kesehatan jiwa akan menjadi The global burdan of disease
(Michard &Chaterina, 1999). Hal ini akan menjadi tantangan bagi
Public Health Policy yang s e c a r a t r a d i s i o n a l m e m b e r i p e r h a t i a n
y a n g l e b i h p a d a p e n ya k i t i n f e k s i . S t a n d a r p e n g u k u r a n u n t u k
kebutuhan kesehatan global secara tradisional adalah
a n g k a kematian akibat penyakit. Ini telah menyebabkan gangguan jiwa
seolah-olah bukan masalah. Dengan adanya indikator baru, yaitu DALY
(Disabilitty Adjusted Lfe Year)d i k e t a h u i l a h b a h w a g a n g g u a n j i w a
merupakan masalah kesehatan utama
s e c a r a internasional. P e r u b a h a n s o s i a l e k o n o m i ya n g a m a t c e p a t
d a n s i t u a s i s o s i a l p o l i t i k ya n g t i d a k m e n e n t u m e n ye b a b k a n
semakin tigginya angka pengangguran, kemiskinan,
d a n kejahatan, situasi ini dapat meningkatkan angka kejadian krisis dan
gangguan jiwadalam kehidupan manusia ( Antai Otong, 1994).
7) Meningkatknya Post Traumatic Syndrome Disorder
Trauma ya n g katastropik, ya i t u trauma di luar rentang
p e n g a l a m a n t r a u m a ya n g umum di alami manusia dlm kejadian
sehari-hari. Mengakibatkan keadaan stress berkepanjangan dan
berusaha untuk tidak mengalami stress yang demikian. Merekamenjdi
manusia yang invalid dlam kondisi kejiwaan dengan akibat akhir
menjaditidak produktif. Trauma bukan semata2 gejala kejiwaan yang
bersifat individual,trauma muncul sebagai akibat saling keterkaitan
antara ingatan sosial dan ingatan pribadi tentang peristiwa yang
mengguncang eksistensi kejiwaan.
8) Meningkatnya Masalah Psikososial
Lingkup masalah kesehatan jiwa, sangat luas dan kompeks juga saling
berhubungandengan segala aspek kehidupan manusia. Mengacu pada
undang-undang Nomor 23Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Ilmu
Kedokteran Jiwa (psychitri), secara garis besar masalah kesehatan jiwa
digolongkan menjadi :
i. Masalah perkembangan manusia yang harmonis dan
peningkatan kualitas, hidupyaitu masalah kejiwaan yang berkait dengan
makna dan nilai-nilai kehidupanmanusia, misalnya:
Masalah kesehatan jiwa yang berkaitan dengan lifecycle kehidupan
manusia,mulai dari persiapan pranikah, anak dalam kandungan, balita,
anak, remaja,dewasa, usia lanjut.
Dampak dari menderita penyakit menahun yang menimbulkan disabilitas.
Pemukiman yang sehat.
Pemindahan tempat tinggal
ii. M a s a l a h P s i k o s o s i a l ya i t u m a s a l a h p s i k i s
a t a u k e j i w a a n ya n g t i m b u l s e b a g a i aikbat terjadinya perubahan sosial,
misalnya
Psikotik gelandangan (seseorang yang berkeliaran di tempat
umum d a n diperkirakan menderita gangguan jiwa psikotik dan
dianggap menggangguketertiban/keamanan lingkungan).
Pemasungan penderita gangguan jiwa.
Masalah anak jalanan.
Masalah anak remaja (tawuran, kenakalan).
Penyalahgunaan Narkotika dan psikotropika.
Masalah seksual (penyimpangan seksual, pelecehan seksual, dan lain-lain).
Tindak kekerasaan sosial (kemiskinan, penelataran tidak
d i b e r i n a f k a h , korban kekerasaan pada anak dan lain-lain).
Stress pascatrauma (ansietas, gangguan emosional, berulangkali
merasakankembali suatu pengalaman traumatik, bencana alam, ledakan,
kekerasaan, penyerangan/penganiyaan secara fisik atau seksual, termasuk
pemerkosaan,terorisme dan lain-lain).
Pengungsi/imigrasi (masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai
akibatterjadinya suatu perubahan sosial, seperti cemas, depresi, stress
pascatrauma,dan lain-lain.
iii. Masalah usia lanjut yang terisolasi (penelataran,
penyalahgunaan fisik, gangguan psikologis, gangguan penyesuaian diri
terhadap perubahan, perubahan minat, gangguan tidur, kecemasan, depresi,
gangguan pada daya ingat, dll).
iv. Masalah kesehatan tenaga kerja ditempat
k e r j a ( k e s e h a t a n j i w a t e n a g a k e r j a , penurunan produktivitas, stress di
tempat kerja, dan lain-lain).
9) Trend Bunuh Diri pada Anak dan Remaja
Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2003
mengungkapkan bahwasatu juta orang bunuh diri dalam setiap tahunnya atau
terjadi dalam seiap 40 detiknya.Bunuh diri juga termasuk satu dari tiga
penyebab utama kematian pada usia 15 -34tahun, selain faktor kecelakaan.
10) M a s a l a h N a p z a d a n H I V / A I D S
Gangguan penggunaan zat adiktif ini sangat berkaitan dan merupakan
dampak dari pembangunan serta teknologi dari suatu negara yang
semakin maju. Hal terpentingyang mendukung merebaknya NAPZA di
negara kita adalah perangkat hukum yanglemah bahkan terkadang oknum
aparat hukum seringkali menjadi backing, ditambah dengan keragu-raguan
penentuan hukuman bagi pengedar dan pemakai, sehingga d a m p a k n ya
S D M I n d o n e s i a k a l a h d e n g a n M a l a ys i a ya n g l e b i h b e r t i n d a k
t e g a s terhadap pengedar dan pemakai NAPZA.
11) Pattern Of Parenting dalam Keperawata Jiwa
Dengan banyaknya bunuh diri dan depresi pada anak,
m a k a s a a t i n i p o l a a s u h keluarga menjadi sorotan. Pola aush
yang baik adalah pola asuh dimana orang tua menerapkan kehangatan tinggi
yang disertai dengan kontrol yang tinggi.Kehangatan adalah upaya-
upayayang dilakukan orang tua agar anak dekat dan berani bicara pada
orang tuanya pada saat anak mendapatkan masalah. Orang tua menjadi teman
dalam express feeling anak sehingga anak menjadi sehat jiwanya.Kontrol yang
tinggi adalah bagaimana anak dilatih mandiri da n mengenal disiplin
dirumahnya.
12) M a s a l a h E k o n o m i d a n K e m i s k i n a n
Masalah ekonomi m e r u p a k a n masalah yang paling
d o m i n a n t m e n j a d i p e n c e t u s g a n g g u a n j i w a d i Indonesia. Hal
ini bisa dibuktikan bahwa saat terjadi kenaikan BBM selalu
dsertaidengan peningkatan dua kali lipat angka gangguan jiwa. Hal ini
diperparah dengan biaya sekolah yang mahal, biaya pengobatan tak
terjangkau dan penggusuran yangkerap terjadi.
Trend dalam pelayanan keperawatan mental psikiatri
Sejarah Keperawatan mental psikiatri muncul sebagai sebuah profesi pada awal
abad ke-19. Kemudian sejak tahun 1940 keperawatan mental psikiatri mulai
berkembang pesat,tetapi pelayanan masih terpusat di Rumah Sakit (Antai
Otong, 1994). Hal ini terjadisejalan dengan program
deinstitusionalisasi. Deinstitusionalisasi adalah suatu
program pembebasan klien gangguan jiwa kronik dari institusi rumah
sakit dan mengembalikan m e r e k a k e l i n g k u n g a n r e h a b i l i t a s d i
m a s ya r a k a t ( L e f l e y , 1 9 9 6 ) . A n g k a k e j a d i a n gangguan jiwa dapat
diminimalkan dengan menggunakan cara-cara preventif
sepertimenemukan kasus-kasus secara dini, diagnosa dini da intervensi
krisis (Gerald Kaplandikutip oleh Antai Otong, 1994).
Trend pelayanan keperawtan mental psikiatri di era globalisasi
Sejalan dengan program deinstitusiomalisasi yang di dukung dengan di
temukannya obat psikotropika yang terbukti dapat mengontrol prilaku klien
gangguan jiwa, peran perawat tidak terbatas di RS , tetapi di tuntut lebih sensitive
terhadap lingkungan sosialnya, serta berfokus pada pelayanan preventif dan
promotif.
Perubahan hospital based care menjadi community based care = trend yang
signifikan dalam pengobatan gangguan jiwa
Perawat mental psikiatri harus meng integrasikan diri dalam community mental
health, dengan 3 kunci utama:
1. Pengalaman dan pendidikan perawat, peran dan fungsi perawat serta hubungan
perawat dengan profesi lain di komunitas.
2. Reformasi dalam pelayanan kesehatan menuntut perawat mendefinisikan
perannya,
3. Intervensi keperawatan yang menekankan pada aspek pencegahan dan promosi
kesehatan sudah saatnya mengembangkan community based care.Pengembangan
pendidikan keperawatan sangat penting terutama keperawatan mental psikiatri
baik dalam jumlah maupun kualitas.
Issue pelayanan keperawatan mental psikiatri
1. Stuart Sundeen (1998) mengemukakan bahwa hasil riset Keperawatan
Jiwamasih sangat kurang.
Pelayanan keperwatan mental psikiatri , kurang dapat di pertaanggung jawabkan
karena masih kurangnya riset keperawtan jiwa klinik.
Perawat psikiatri, kurang siap menghadapi pasar bebas karna pendidikan yang
rendah dan belum ad licence untuk praktek yang di akui secara internasional.
2. Pembadaan perawat jiwa berdasarkan pendidikan dan pengalaman sering kali
tidak jelas position description job responsibility dan sistem reward dalam
pelayanan.
3. Menjadi perawat psikiatri bukanlah pilihan dari peserta didik(mahasiswa
keperawatan.
4. Di negara lain pun mempunyai kecenderungan yang sama, hasil penelitian di
Irelandm e n u n j u k k a n b a h w a m a h a s i s w a m e m p u n ya i p e r s e p s i ya n g
s a l a h t e n t a n g p e r a n perawat psikiatri (Wells, 2000).
5. Trend dan issue dalam keperawatan komunitas (home care)
Pengertian home care
Perawatan kesehatan di rumah merupakan salah satu jenis dari perawatan jangka
panjang (Long term care) yang dapat diberikan oleh tenaga profesional maupun
non profesional yang telah mendapatkan pelatihan. Perawatan kesehatan di rumah
yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen
rentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan
kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk
meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan serta
memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit
termasuk penyakit terminal. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien
individual dan keluarga, direncanakan, dikoordinasi dan disediakan oleh pemberi
pelayanan yang diorganisir untuk memberi home care melalui staf atau
pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi keduanya. (Warhola C, 1980).
Sherwen (1991) mendefinisikan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian
integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk
membantu individu, keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam
menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi. Sedangkan Stuart (1998)
menjabarkan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian dari proses
keperawatan di rumah sakit, yang merupakan kelanjutan dari rencana pemulangan
(discharge planning), bagi klien yang sudah waktunya pulang dari rumah sakit.
Perawatan di rumah ini biasanya dilakukan oleh perawat dari rumah sakit semula,
dilaksanakan oleh perawat komunitas dimana klien berada, atau dilaksanakan oleh
tim khusus yang menangani perawatan di rumah
Menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992 pelayanan
keseatan di rumah adalah perpaduan perawatan kesehatan masyarakat dan
ketrampilan teknis yang terpilih dari perawat spesialis yang terdiri dari perawat
komunitas, perawat gerontologi, perawat psikiatri, perawat maternitas dan
perawat medikal bedah. Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan
perawatan kesehatan di rumah adalah :
Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan @ memandirikan
klien dan keluarganya,
Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan @ melibatkan klien
dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan
pelayanan,
Pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek @ administrasi
maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga
profesional dibantu tenaga non profesional, di bidang kesehatan maupun non
kesehatan (Depkes, 2002).
Pelayanan diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien atau keluarga yang
direncanakan dan dikoordinasi oleh pemberi pelayanan melalui staf yang diatur
berdasarkan perjanjian bersama. Sedangkan menurut Neis dan Mc Ewen (2001)
menyatakan home health care adalah sistem dimana pelayanan kesehatan dan
pelayanan sosial diberikan di rumah kepada orang-orang yang cacat atau orang-
orang yang harus tinggal di rumah karena kondisi kesehatannya.
Pelayanan keperawatan Home Care Meliputi :
Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi pelayanan primer, sekunder dan
tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan klien melalui kerjasama dengan
keluarga dan tim kesehatan lainnya. Perawatan kesehatan di rumah adalah
spektrum kesehatan yang luas dari pelayanan sosial yang ditawarkan pada
lingkungan rumah untuk memulihkan ketidakmampuan dan membantu klien yang
menderita penyakit kronis (NAHC, 1994).

Perkembangan Perawatan Kesehatan di Rumah


Sejauh ini bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang dikenal masyarakat dalam
sistem pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Pada sisi
lain banyak anggota masyarakat yang menderita sakit karena berbagai
pertimbangan terpaksa dirawat di rumah dan tidak dirawat inap di institusi
pelayanan kesehatan.
Faktor-faktor yang mendorong perkembangan perawatan kesehatan di rumah
adalah :
Kasus-kasus penyakit terminal dianggap tidak efektif dan tidak @ efisien lagi
apabila dirawat di institusi pelayanan kesehatan. Misalnya pasien kanker stadium
akhir yang secara medis belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai
kesembuhan,
Keterbatasan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan pada @ kasus-
kasus penyakit degeneratif yang memerlukan perawatan yang relatif lama.
Dengan demikian berdampak pada makin meningkatnya kasus-kasus yang
memerlukan tindak lanjut keperawatan di rumah. Misalnya pasien pasca stroke
yang mengalami komplikasi kelumpuhan dan memerlukan pelayanan rehabilitasi
yang membutuhkan waktu relatif lama,
Manajemen rumah sakit yang berorientasi pada profit, merasakan @ bahwa
perawatan klien yang sangat lama (lebih 1 minggu) tidak menguntungkan bahkan
menjadi beban bagi manajemen,
Banyak orang merasakan bahwa dirawat inap di institusi pelayanan @ kesehatan
membatasi kehidupan manusia, karena seseorang tidak dapat menikmati
kehidupan secara optimal karena terikat dengan aturan-aturan yang ditetapkan,
Lingkungan di rumah ternyata dirasakan lebih nyaman bagi sebagian @ klien
dibandingkan dengan perawatan di rumah sakit, sehingga dapat mempercepat
kesembuhan (Depkes, 2002).
Tujuan Perawatan Kesehatan Home Care
Perawatan kesehatan di rumah bertujuan :
Membantu klien memelihara atau meningkatkan status kesehatan dan
kualitashidupnya,
Meningkatkan keadekuatan dan keefektifan perawatan pada anggota keluarga
denganmasalah kesehatan dan kecacatan,
Menguatkan fungsi keluarga dan kedekatan antar keluarga,
Membantu klien tinggal atau kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan
yangdiperlukan, rehabilitasi atau perawatan paliatif,
Biaya kesehatan akan lebih terkendali.
B. Filosofi modern nursing menurut Florance Nightingale
Nightingale sebagai prioner di era modern dalam pengembangan keperawatan,
mengembangkan teori keperawatan yang sangat di pengaruhi oleh pandangan
filosofinya tentang interaksi manusia/ klien dengan lingkungannya. Ia melihat
penyakit sebagai proses pergantian atau perbaikan (reparative proses). Upaya
membantu proses perbaikan atau pergantian tersebut dapat dilakukan dengan
mengadakan manipulasi lingkungan eksternal. Manusia mempunyai kemampuan
alamiah terhadap proses penyembuhan.
Florence merupakan salah satu pendiri yang meletakkan dasar -dasar teori
keperawatan yang melalui filosofi keperawatan yaitu dengan
mengidentifikasi peran perawat dalam menemukan kebutuhan dasar
manusia pada klien serta pentingnya.
inti dari teori Florence Nightingale tentang falsafah keperawatan adalah
lingkungan berpengaruh terhadap proses pemulihan klien.pengaruh lingkungan
di dalam perawatan orang yang sakit yang dikenal dengan teori
lingkungannya. Selain Florence juga membuat standar pada pendidikan
keperawatan, serta standar pelaksanaan asuhan keperawatan yang
efesien.Beliau juga membedakan
praktek keperawatan dengan kedokteran dan perbedaan perawatan pada
orang yang sakit dengan yang sehat.

menurut pandangannya lebih menekankan pada lingkungan fisik daripada


lingkungan social dan lingkungan psikologik. Lingkungan ini meliputi 4
komponen yang mempengaruhi kesehatan individu yaitu: udara bersih, air yang
bersih, pemeliharaaan lingkungan yang efisien, kebersihan, dan penerangan
cahaya. Perawat / tenaga kesehatan masih belum maksimal dalam memperhatikan
masalah lingkungan baik di kilinik maupun di rumah sakit. Di rumah sakit:
pengaturan ruangan, kebersihan ruangan, pencahayaan, kondisi ruang mandi
masih sering kurang diperhatikan. Di masyarakat, kondisi lingkungan rumah juga
masih juga merupakan masalah yang belum maksimal teratasi yang sering
menimbulkan masalah kesehatan.