Anda di halaman 1dari 24

METODE PELAKSANAAN

Pekerjaan : Interior Gedung SKPD Terpadu Provinsi Banten (Tahap II)

Lokasi : KP3B

I. PEKERJAAN PERSIAPAN

1. Pemberitahuan
Untuk menjaga komunikasi dan lancarnya suatu pekerjaan maka sebelum pekerjaan
dilaksanakan harus memberitahukan kepada konsultan pengawas guna pemeriksaan
awal serta ijin pelaksanaan pekerjaan dan tembusan kepada instasi terkait.
Waktu pemberitahuan dilayangkan 2 x 24 jam sebelum mulai pekerjaan.

2. Pemeriksaan lokasi
Pelaksana sebelumnya harus yakin akan kesiapan lokasi dan segala akibat yang mungkin
dapat timbul dalam proses pelaksanaan pekerjaan Persetujuan izin memulai
pelaksanaan Pekerjaan setelah pemeriksaan kondisi lokasi bersama-sama Konsultan
Pengawas dan Pelaksana Pekerjaan

3. Pemutusan Jalur-jalur instalasi


Mengaman jalur-jalur instalasi air, listrik ,gas atau instalasi lain dilapangan sebelum
pekerjaan pembongkaran dimulai. Cara menutup atau memutus aliran jalur dengan
seijin konsultan dan pihak yang berwenang pada instansi bersangkutan.

4. Pengamanan Peralatan
Pelaksana pekerjaan harus mengamankan/melindungi peratatan kantor yang ada di
dalam ruangan dari kerusakan atau cacad lainnya akibat Pekerjaan pembongkaran,
jika hal tersebut di atas terjadi, maka segala perbaikannya menjadi tanggung jawab
Pelaksana Pekerjaan.

5. Papan Nama Proyek


Sebelum pekerjaan dimulai harus dibuatkan terlebih dahalu papan informasi proyek
yang akan dilaksanakan dengan isi sesuai dengan kontrak yang telah dibuat.
II. PEKERJAAN INTERIOR

1. Umum

a. Semua pekerjaan kayu finishing dilaksanakan di pabrik/workshop yang memenuhi


standard dan dikerjakan secara maksimal, pekerjaan perbaikan kecil-kecilan serta
penyetelan dilakukan di site.
b. Jangan mengukur dengan skala-skala gambar yang ada, gunakanlah ukuran yang sudah
tercantum di gambar detail, semua ukuran harus dicek di lapangan oleh Pelaksana.
Apabila terdapat perbedaan terhadap layout dengan gambar detail dan kondisi
lapangan, maka Pelaksana wajib memberitahukan kepada Konsultan Pengawas/Direksi
untuk dapat dipecahkan bersama.
c. Pelaksana wajib membuat mock up untuk setiap satu model furniture dan harus dilihat
dan disetujui oleh Pengawas dan Direksi sebelum melanjutkan pekerjaan.

2. Pekerjaan Dinding Partisi dan Mebeulair

2.1. Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan ini dilakukan meliputi pemasangan dinding partisi satu muka gypsum,
termasuk pemasangan rangka sesuai yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar dan
sesuai petunjuk Konsultan Pengawas
a. Pekerjaan yang dimaksud dengan spesifikasi ini mencakup pengadaan barang-
barang , tenaga kerja, perabotan, serta perlengkapan pengiriman serta instalasi dari
furniture/meubelair di site sesuai dengan layout.
b. Pengadaan furniture sesuai jenis yang diterangkan di gambar dan Bill of Quantity
(BOQ)
c. Pengiriman, penyimpanan, serta pengaman satuan meubelair harus dilakukan
sehingga tidak mengakibatkan kerusakan.
d. Meubelair harus disimpan hingga pekerjaan fisik sudah siap untuk
menerimanya.
e. Lindungi semua permukaan meubelair untuk mencegah kotoran, goresan, serta
panas matahri dan hujan selama pengiriman.
f. Simpan di tempat yang kering dan bersih hingga tidak merusak meubelair.
2.2. Bahan
a. Rangka
Rangka vertikal dari besi hollow 4 x 4 cm/ 2 x 4 cm, tebal pelat besi hollow minimal
0,3 mm. Rangka horizontal atas dan bawah dari metal runner berbahan steel
galvanized, berupa profil kanal C (C-Channal).
b. Penutup Partisi dan mebeulair
Penutup partisi menggunakan bahan Gypsum dengan kualitas baik.
Sedangkan untuk mebeulair : Jenis plywood veneer yang dipakai adalah plywood
nyatoh dan plywood mega sungkai atau sesuai yang tercantum dalam gambar
desain. Kayu padat/solid yang dipakai adalah sama/sejenis dengan plywood veneer
yang dipakai dalam satu barang/item tersebut. Ukuran-ukuran yang tertera pada
gambar desain adalah ukuran jadi artinya ukuran kayu sesudah diserut dan diproses
atau diberi finishing. Kedap air : kayu harus melalui proses tertentu supaya
mempunyai kedap air yang cukup, terutama bila digunakan untuk jenis furniture
sebagai berikut :
Kualitas / Mutu Kayu : Kayu yang digunakan harus memiliki kualitas / mutu yang
sesuai standard yang ada dan sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Metode : Semua pekerjaan kayu di tempat pengerjaan harus sebaik mungkin,
dalam ruang yang kering, sirkulasi udara baik dan dijaga agar tidak terkena cuaca /
udara langsung. Pencegahan kerusakan oleh benturan amat mutlak, baik sebelum
maupun sesudah terpasang
c. Alat Pengikat dan Bahan Perekat Mebeulair
Alat Pengikat : Sediakan alat-alat pengikat kayu yang diperlukan seperti angkur,
paku, sekrup, baut dan jenis lain yang disetujui. Penggunaan pengikat ini harus
tampak rapi, tidak menimbulkan keretakan dan harus menunjang konstruksi
furniture agar kuat dan kokoh. Bila perlu kayu harus dibor agar permukaannya tidak
retak.
Metode : Pembuatan, persiapan dan pemasangan alat-alat pengikat yang terbuat
dari logam / iron mongery pada kayu harus dikerjakan dengan mesin kayu
sehingga tercapai kerapian dan ketepatan yang setinggi-tingginya.
Bahan Perekat : Perekat yang digunakan harus disetujui dan tidak berpengaruh bagi
kesehatan. Penggunaan perekat ini harus menunjang konstruksi furniture agar kuat
dan kokoh, permukaan kayu harus tampak rapi dan tidak meninggalkan noda
(terutama bila di-spesifikasikan bahwa permukaan kayu diberi clear / transparent
finish).
d. Bahan Finishing 2 HPL
Persyaratan : High Pressure Laminate ( HPL ) yang dipakai adalah ex Grassmerino
motif kayu dan warna solid atau Setara, warna sesuai dengan skema warna dan
material yang dikeluarkan oleh Perencana. Tebal HPL yang disyaratkan adalah
minimum 0,8 mm. Untuk finishing HPL dengan profil post forming adalah dengan
ketebalan maksimal 0,8 mm. Proses laminasi sebaiknya dipress secara hydrolis
(High Pressure system) di bengkel / work-shop Kontraktor. Arah serat dari HPL,
sesuai yang ditunjukkan dalam gambar rencana/desain. Permukaan HPL dilarang
keras diamplas. Bagian tepi (edging) dari daun pintu, bidang atas/top meja
/credenza, diberi edging berbahan PVC tebal minimal 2 mm. Warna disesuaikan
dengan warna HPL nya atau sesuai petunjuk gambar rencana/desain.
e. Bahan Finishing 3 - Pelapis / Upholstery
Persyaratan : Tekstur bahan pelapis harus konsisten, polanya rapi dan teratur dan
tidak bercacat. Kondisinya harus kuat, tidak menyusut. Mempunyai warna yang
awet, tidak luntur / colorfast dan mempunyai daya tahan terhadap sinar matahari
/ UV resistant.
Tahan api : Harus mempunyai daya tahan terhadap api dan memenuhi standard
keselamatan.
Anti noda : Bahan pelapis tersebut harus sudah diberi lapisan anti noda yang sesuai
dan memenuhi standard.
f. Bahan Pelengkap / Hardware
Jenis : Bahan pelengkap / hardware yang digunakan untuk furniture ini adalah
produk Hafele ex Jerman, Blum ex Austria atau Stanley.
Untuk handel laci/pintu lemari digunakan ex Vogel atau setara, metal/besi dengan
diameter handel 12mm panjang + 15 cm, kecuali disebutkan lain dalam gambar
rencana/desain ( misal dengan finger pull, dll ).
Glides untuk kaki meja/kursi/sofa/credenza : Berbahan plastik atau karet keras
harus berasal dari sumber yang disetujui Perencana / KP dan dianggap memenuhi
persyaratan penggunaan setelah pihak Pelaksana mengajukan
contohnya.
Hardware : Pemasangan rel laci, rel laci, engsel, handel dan kunci dll, harus kuat
dan tepat, sehingga mudah digunakan dan mudah dibuka tutup.
Elemen Lepasan : Pemasangan elemen lepasan harus tepat dan sesuai dengan
ukuran yang telah ditetapkan. Kesalahan dalam ukuran yang berakibat pada
kerapihan bentuk dan desain harus dihindari. Bila hal itu terjadi,
Pelaksana harus mengganti sebagian atau seluruh bagian yang tidak sesuai.
Digunakan Plywood yang bermutu baik, tebal = 12 mm.
2.3. Pelaksanaan
a. Potong rangka hollow dengan ukuran dengan sesuai gambar kerja.Pasang rangka
hollow pada bagian lantai dan dinding mengikuti marking dengan jarak rangka
60x60 cm.Pastikan dan cek rangka hollow sudah terpasang tegak lurus (siku).Pasang
lembaran gypsum board pada rangka hollow dengan perkuatan menggunakan
sekrup gypsum.Lembaran gypsum board dipasang satu sisi dahulu, untuk
memudahkan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal. Setelah instalasi
mekanikal dan elektrikal terpasang baru lembaran gypsum board sisi berikutnya
dipasang.Cek kerataan permukaan pasangan dinding partisi gypsum
board.Sambungan antar gypsum board diberi textile tape dan di compound
kemudian digosok dengan ampelas halus untuk mendapatkan permukaan
yangrata/flat.Tutup semua kepala sekrup dengan compound lalu gosok dengan
ampelas agar permukaan rata.Pekerjaan terakhir adalah finishing cat permukaan
gypsum.

b. Sebelum melaksanakan pekerjaan, pelaksana diwajibkan untuk meneliti gambar-


gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari
bentuk, pola lay-out / penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail
sesuai gambar. Juga terlebih dahulu harus memeriksa untuk dikoordinasikan
dengan pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan partisi, diantaranya adalah :
- Pekerjaan Instalasi pada dinding
- Pekerjaan Kosen, dan lain sebagainya yang terkait dalam terlaksananya pekerjaan
ini.

c. Plywood yang dipasang adalah plywood yang telah dipilih dengan baik, bentuk dan
ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak, gompal atau cacat-
cacat lainnya dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. Yang
dimaksud dengan plywood adalah kayu lapis bukan woodblock/blocktieak,
Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa harus dapat menunjukkan contoh kepada
Direksi maupun pemberi tugas sebelum malaksanakan tugas.

d. Sebelum pemasangan metal runner, dibuat tanda/marking terlebih dahul u di atas


bidang lantai sesuai gambar rencana dan diajukan untuk diperiksa terlebih dahulu
oleh Konsultan Pengawas dan Perencana.

e. Modul rangka vertikal besi hollow adalah setiap berjarak per as = 60 cm.

f. Rangka besi hollow dan metal runner harus siku, tegak, kaku dan kuat, kecuali bila
dinyatakan lain, misal : permukaan merupakan bidang miring sesuai yang
ditunjukkan dalam gambar.
g. Bahan penutup langit-langit adalah gypsum dengan mutu bahan seperti yang
telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam
gambar. Plywood dipasang dengan sekrup khusus, dengan menggunakan alat bor
listrik dan setiap pemasangan masing-masing sekrup sejajar minimal berjarak 300
mm.
h. Kepala sekrup yang terlihat diberi compund agar tertutup dan diamplas.

3. Pekerjaan Panel
3.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini dilakukan meliputi pemasangan panel HPL pada partisi plywood dan
plafon/ceiling/langit-langit, juga panel back-dropped sesuai yang disebutkan /
ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/MK.

3.2. Persyaratan Bahan

a. Bahan panel HPL yg digunakan pada partisi adalah :

- HPL tebal 3-4 mm bermutu baik.


- Plywood tebal minimal 9 mm sebagai backing atau alas/HPL.
- Rangka plywood sebagai penebal dan pengaku.
- Bahan perekat adalah lem putih setara Rakol atau di-stapler.
- Kayu HPL yang kering dan bermutu baik untuk edging sekeliling panel
b. Bahan panel Back-dropped adalah plywood dengan ketebalan 18 mm, finishing
HPL
3.3. Persyaratan Pelaksanaan
a. Alas/backing/dasar untuk dipasangi panel, baik partisi maupun plafon/ceiling,
harus merupakan permukaan yang bersih dan rata.
b. Panel kayu/plywood dan backwall/backdrop adalah di-finish dengan HPL
c. Panel kayu/plywood setelah selesai di-finish, diberi perlindungan agar tidak
rusak/cacat oleh pekerjaan lainnya.
4. Pekerjaan Pintu Kayu

4.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan pembuatan kusen kayu dan daun pintu/jendela meliputi seluruh detail
yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar (ruang menyusui).

4.2. Persyaratan Bahan

a. Bahan kusen dari kayu Nyatoh dan Kamper yang telah dikeringkan / oven mutu kelas
A, kelas kuat I-II dan kelas awet I.

b. Pengawetan kayu

Seluruh bahan kayu diawetkan dengan cara-cara yang diusulkan oleh Kontraktor dan
harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas/MK.

c. Ukuran finish kusen sesuai detail gambar.

d. Kayu yang dipakai harus cukup tua, lurus, kering dengan permukaan rata, bebas dari
cacat seperti retak-retak, mata kayu dan cacat lainnya.

e. Bahan-bahan penutup daun pintu adalah :

- Panel penutup daun pintu adalah plywood 6mm dan lapisan terluar

decorative NYATOH dan MEGA SUNGKAI Plywood 3mm dua muka. Diberi

edging kayu nyatoh solid atau kayu solid sungkai di sekeliling daun pintu.

- Rangka dalam adalah kayu kamper solid (bukan Plywood) mutu kelas A, kering

dan sudah di oven.

f. Kesemua bahan di atas harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/MK,

Perencana dan Pemberi Tugas.

g. Accessories daun pintu lihat di pasal pekerjaan Hardware.


4.3 Syarat-syarat Pelaksanaan

a. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti


gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang -lubang),
termasuk mempelajari bentuk, pola, layout / penempatan, cara pemasangan,
mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.

b. Sebelum pemasangan, penimbunan kayu di tempat pekerjaan harus ditempatkan


pada ruang / tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung
dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban.

c. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos, baut,angker-


angker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan
memperhatikan / menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak
boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan.

d. Semua kayu tampak harus diserut halus, rata, lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-
sisinya dan dilapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan / pemasangan,
kecuali bila ditentukan lain.

e. Semua ukuran harus sesuai ukuran gambar dan merupakan ukuran jadi.
Pemotongan dan pembuatan profil kayu dilakukan dengan mesin di luar tempat
pekerjaan / pemasangan.

f. Kusen yang terpasang harus sesuai petunjuk gambar dan diperhatikan ukuran,
bentuk profil, type kusen dan arah pembukaan pintu .

g. Detail kusen dan sambungan dengan material lain harus disesuaikan dengan type
pintu yang akan terpasang.

h. Pembuatan dan penyetelan / pemasangan kusen-kusen harus lurus dan siku,


sehingga mekanisme pembukaan pintu bekerja dengan sempurna.

i. Kusen tidak diperkenankan dipulas dengan cat, vernis, meni atau finishing
lainnya sebelum diperiksa dan diteliti oleh Konsultan Pengawas/MK.

j. Semua kusen yang melekat pada dinding beton / bata diberi penguat angker
diameter minimum 10 mm. Pada setiap sisi kusen pintu yang tegak dipasang 3
angker dan untuk sisi kusen jendela 2 angker.

k. Setelah kusen dan daun pintu dipasang, antara kusen dan daun pintu/jendela tidak
terjadi gap/jarak yang besar, maksimal toleransi adalah 2mm.
l. Pola serat decorative plywood adalah sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar
kerja. m. Setelah terpasang perlu diberi pelindung terhadap benturan dan
pengotoran dari pelaksanaan pekerjaan lain.

n. Penutup rangka panel pintu menggunakan plywood dengan ketebalan yang diijinkan
(6+3mm) pemasangan menggunakan lem khusus serta bahan pembantu paku yang
ditumpulkan ujungnya, kemudian ditutup dengan dempul. Bahan penutup plywood
menggunakan HPL sesuai spesifikasi dan setelah disetujui Konsultan Pengawas/MK.

5. Pekerjaan Kaca
5.1 Lingkup Pekerjaan.

Lingkup penggunaan bahan yang dimaksud untuk pelaksanaan sesuai dengan


rincian pekerjaan seperti yang tercantum pada gambar kerja untuk konstruksi dan
dengan tata cara penanganan pekerjaan seperti tersebut pada persyaratan teknis
pelaksanaan dokumen teknis

5.2 Persyaratan Bahan.

Bahan yang dipakai adalah kaca lembaran bening (Clear Float Glass) Kaca adalah benda
terbuat dari bahan glass yang pipih, mempunyai ketebalan yang sama dalam satu
lembarnya, mempunyai sifat tembus cahaya.

- Khusus untuk kaca lembaran bening (clear float glass) adalah kaca yang dihasilkan
dengan proses tarik, kemudian dipotong menjadi lembaran dengan ukuran tertentu.
Kedua permukaan rata licin dan bening.

5.3 Syarat-syarat Pelaksanaan.

1. Batas toleransi :

Untuk kaca lembaran toleransi panjang, lebar, ketebalan, kesikuan dan cacat mengikuti
pada Standar Industri Indonesia (SII 0891 78).

2. Hasil pemasangan kaca harus dalam alur rangkanya rapat, kuat / tidak goyang dan
dijamin kerapihannya.
3. Pertemuan atau sambungan setiap unit kaca, memakai silicone sealant dengan
warna ditentukan kemudian. Atau warna tsb. diajukan terlebih dulu ke Konsultan
Pengawas/MK, Perencana dan Pemberi Tugas.

4. Pada pemasangan dinding kaca tanpa kusen atau frameless, bagian tepi
menggunakan profil besi galvanized atau aluminium profil U ukuran lebih besar dari
tebal kaca tsb. Ditanam pada bagian konstruksi, dan jarak atau gap yang terjadi antara
metal profil U dengan kaca, diberi silicone sealant warna putih atau bening.

5. Hasil pemasangan kaca (khususnya kaca bening/clear) yang sudah selesai dan sudah
diterima oleh Konsultan Pengawas/MK diberi tanda agar tidak tertabrak oleh pekerja
atau orang lain

6. Pekerjaan Hardware

6.1 Lingkup Pekerjaan.

Pekerjaan ini meliputi pekerjaan yang berhubungan dengan semua daun pintu dan
furniture yang akan dipasang dalam proyek ini dan ditunjukkan dalam table/door
schedule serta gambar kerja untuk konstruksi.

6.2 Persyaratan Bahan.

Bahan , type dan merk yang digunakan pada proyek ini ditunjukkan oleh Tabel atau
Door Schedule. Semua hardware yang akan digunakan harus diajukan dulu dan
dimintakan persetujuannya ke Konsultan Pengawas/MK, Perencana dan Pemberi
Tugas.

6.3 Syarat-syarat Pelaksanaan

a. Tenaga

Pekerjaan ini harus dilakukan / dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli yang betul-

betul berpengalaman dan menguasai teknologi pemasangan, serta

mempunyai keahlian khusus dalam pekerjaannya.

b. Pelaksanaan
1. Hardware harus terpasang dengan baik, sempurna, kokoh dan siku, sesuai

dengan yang dipersyaratkan dan disetujui Konsultan Pengawas. Termasuk

pemasangan kunci dan alat-alat bantu yang digunakannya

2. Beberapa hal yang harus dihindarkan dalam pemasangan lock case yaitu :

jangan memasang spindle dengan cara dipukul dengan palu, jika lubang dead

bolt tidak pas, jangan ditekan secara paksa, jangan melubangi lock case dan

jangan memberi beban berlebih pada handel pintu.

3. Seluruh pemasangan Hardware dilaksanakan di lokasi pekerjaan, dengan

mempergunakan peralatan lengkap sesuai untuk pekerjaan tersebut.

4. Semua sistem mekanis dari Hardware harus dapat bekerja dengan baik

dan sempurna.

5. Kontraktor harus menjaga pekerjaan Hardware yang sudah selesai

dilaksanakan, sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa

menimbulkan kerusakan.

6. Hasil pekerjaan pemasangan Hardware harus dapat berfungsi dengan s

empurna dan tidak cacat.

7. Pekerjaan Plafond Gypsum Board dan Acoustic Ceiling

7.1 Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini dilakukan meliputi pemasangan plafond gypsum board termasuk


pemasangan rangkanya dan penyetelan kembali atau re-kondisi leveling acoustic
ceiling existing, sesuai yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar dan sesuai
petunjuk Konsultan Pengawas/MK.
7.2 Persyaratan Bahan

a. Rangka :

Rangka dari besi hollow 4 x 4 cm/ 2 x 4 cm, tebal pelat besi hollow minimal 0,3 mm
dan diberi meni.

b. Penutup langit-langit :

Digunakan Gypsum Board yang bermutu baik produk Jaya Plasterboard atau produk
lain yang setara, tebal = 9mm

c. Bahan penutup sambungan plafond : Compound atau bahan plester ex UB400


atau produk lain yg setara. Dan paper tape yang berpori/berlubang dan bergaris
tengah.

d. Kesemua bahan di atas harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/MK, Perencana


dan Pemberi Tugas.

7.3 Syarat-syarat Pelaksanaan

a. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-


gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari
bentuk, pola lay-out / penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail
sesuai gambar.

b. Gypsum board yang dipasang adalah gypsum board yang telah dipilih dengan baik,
bentuk dan ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak, gompal
atau cacat-cacat lainnya dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas/MK.

c. Pemasangan rangka plafond besi hollow disesuaikan dengan kondisi ruangan dan
dengan pola yang ditunjukkan / disebutkan dalam gambar dengan memperhatikan
modul pemasangan penutup langit-langit yang dipasangnya

d. Rangka penggantung bisa menggunakan besi hollow 2x4 cm, konstruksi ke pelat
dak beton di fisher dan sekrup atau dengan paku tembak-dyna bolt.

f. Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak cembung, kaku
dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain, misal : permukaan me rupakan bidang miring /
tegak sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
g. Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang, seluruh permukaan rangka harus
rata, lurus dan waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang.

h. Bahan penutup langit-langit adalah gypsum dengan mutu bahan seperti yang
telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam
gambar. Plafond gypsum board dipasang dengan sekrup khusus dan setiap
pemasangan masing-masing sekrup sejajar minimal berjarak 300 mm.

i. Hasil pemasangan penutup langit-langit harus rata, tidak melendut.

j. Sambungan plafond gypsum board diberi compound dengan sebelumnya diberi


paper tape khusus gypsum. Setelah compound kering, diamplas sampai rata dan garis
sambungan setiap unit gypsum board hilang.

k. Setelah plafond gypsum board terpasang, bidang permukaan langit-langit harus


rata, lurus, waterpas dan antara unit-unit gypsum board tidak
terlihat.bergelombang dan sambungan

l. Pelaksanaan pekerjaan penyetelan level plafond ceiling acoustic harus dilakukan


secara hati-hati terhadap semua komponen yang terdapat di bagian dalam atau
dibalik plafond acoustic, yaitu semua komponen instalasi Mekanikal & Elektrikal
existing dan yang baru.

8. Pekerjaan Vertical dan Roll Blind

8.1 Lingkup Pekerjaan

Lingkup pelaksanaan pekerjaan pemasangan vertikal dan roll blind hanya pada jendela
gedung atau/dan sesuai yang ditunjukkan pada gambar rencana dan ruang -ruang yang
tercakup dalam lingkup renovasi.

8.2 Persyaratan Bahan

a. Vertical blind terbuat dari bilah-bilah bahan aluminium yang ringan, lebar daun 5mm
dengan mekanisme penggerak khusus di bagian atas, untuk mengatur pencahayaan
yang masuk.

b. Roll Blind adalah terbuat dari bahan lembaran seperti kain, berupa bahan khusus
yang tidak mudah sobek. Mempunyai mekanisme penggerak khusus di bagian atas,
berfungsi untuk menggulung roll blind dan mempunyai mekanisme berhenti yang
unik, agar blind yang tergulung tidak jatuh ke bawah atau berhenti pada ketinggian
tertentu sesuai keinginan pemakai.

c. Horisontal blind yang disyaratkan adalah ONNA atau setara, 25 mm perforated atau
setara.

d. Roll blind adalah ONNA atau setara

8.3 Syarat-syarat Pelaksanaan

a. Kontraktor/ pemborong harus mengajukan data dan spesifikasi produk, cara


pemasangan dan pengoperasian sesuai dengan ketentuan yang diajukan dan
mengajukan contoh/ mock up horizontal dan roll blind, yang dapat memperlihatkan
cara kerja dengan baik dan benar.

b. Pelaksanaan

1. Kontraktor/Pemborong harus mengukur di lapangan tempattempat/jendela-


jendela yang akan dipasang horizontal blind untuk fabrikasinya.

2. Semua perakitan dilakukan di pabrik, perubahan-perubahan kecil saja yang bisa


dilakukan dilapangan.

3. Posisi penempatan rumah atau penggerak mekanisme horizontal/roll blind harus


pada bidang yang kuat agar tidak ambruk dan harus dikoordinasikan dan
disetujui Konsultan Pengawas/MK dan Perencana. Dihindarkan pemasangan
rumah penggerak pada kusen/mullion jendela kaca gedung.

4. Posisi pemasangan tongkat/tuas/rantai penggerak blind harus dikoordinasikan


dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/MK dan Perencana.

5. Apabila ditemukan kejanggalan sebelum pemasangan, harus segera


diinformasikan kepada Konsultan Pengawas.

6. Pemasangan sesuai dengan petunjuk pemasangan dari pabrik.

7. Pemasangan dilakukan dengan mempergunakan sekrup bukan paku.


c. Garansi

1. Kontraktor /Pemborong menjamin barang yang dikirim adalah asli dan baru serta
belum pernah dipasang ditempat lain.

2. Kontraktor/Pemborong bertanggung jawab untuk perawatan selama masa garansi


masih berlaku.

9. Meja dan Credenza/open cabinet.

9.1. Work top atau Top table, terbuat dari bahan Plywood, dengan tebal total minimal 20
mm.

9.2. Semua bagian dilapis dengan HPL, kecuali bagian bawah meja dan yang tidak
terlihat, diperbolehkan dengan lapisan yang lebih tipis ( tacon, melamin atau setara)
atau melaminto putih.

9.3. HPL yang dipakai adalah ex Grasmerino motif kayu dan warna solid atau setara ( lihat
Pasal 1 ).

9.4. Proses finishing HPL bisa dilihat pada Pasal 2.

9.5. Seluruh sistem memakai sistem knock down / bongkar pasang.

9.6. Pelubangan meja untuk kabel dibuat serapih mungkin dan ditutup dengan cable cap
(grommet).

10. Mobile Drawer Pedestal

10.1. Bahan dasar pedestal adalah Plywoo dengan finishing HPL.

10.2. Kunci central lock pada sisi muka.

10.3. Mempunyai 2 laci terdiri dari :, paper drawer dan hanging map file drawer.

10.4. Castor/roda di bagian bawah pedestal adalah berbahan Nylon keras bermutu baik,
dan secara keseluruhan pedestal dapat bergerak dengan lincah dan baik.

10.5. HPL yang dipakai adalah ex Grasmerino motif kayu dan warna solid atau setara

10.6. Proses finishing HPL bisa dilihat pada Rencana kerja dan Syarat-syarat.
11. Keyboard Tray

Mekanisme dapat didorong dan ditarik dengan mudah untuk ditempatkan di bawah meja/work
top, berbahan plastik keras.

12. Pekerjaan Pengecatan

12.1 Proses Persiapan Material Produksi merupakan Proses Pembelian Bahan Baku dan
Bahan Mentah dimana Volume atau Kuantitas dari bahan bahan tersebut didapat
melalui product cost Estimation yang di kalkulasikan dan disediakan oleh Tenaga
ahli/Teknis

12.2 Setelah bahan tersedia, maka dilakukan pekerjaan pengecatan pada area yang telah
ditentukan, ketebalan cat, kerapihan, dan kebersihan pekerjaan, mutlak harus
diperhatikan dalam pengerjaan pekerjaan ini. Tenaga Ahli dan tenaga teknis perlu
memperhatikan sisi pekerjaan ini secara detail, dan menyeluruh, agar didapat hasil
yang memuaskan.

12.3 Pekerjaan Perapihan wajib dilakukan, setelah seluruh tahapan pekerjaan sebelumnya,
telah selesai dilakukan. Finishing untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu yang
membutuhkan Setting terhadap Layout Ruangan, juga dilaksanakan dalam tahapan
pekerjaan ini, termasuk juga dengan mobilisasi peralatan, dan sisa-sisa bahan yang
tidak digunakan.

13. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal

13.1 Pekerjaan Penerangan dan Stopkontak.

Yang dimaksud pekerjaan Penerangan dan Stopkontak adalah pekerjaan emasangan


instalasi penerangan, pemasangan armature, pemasangan panel dan Stopkontak 1
hase lengkap dengan kabel distribusinya dan panel-panelnya.

c. Proses Pelaksanaan.

a.1. Handling.

Untuk material material elektrikal dan Stopkontak, karena dimensinya


tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat maka untuk pekerjaan yang dekat
dengan gudang, pengangkutannya dapat menggunakan tenaga manusia.
Tetapi untuk beberapa equipment harus menggunakan bantuan mobil
forklift atau sejenisnya.
a.2. Pemasangan / Pelaksanaan.

Pada saat pengecoran plat lantai, pekerjaan Penerangan dan Stopkontak


dapat segera dimulai dengan pemasangan sparing conduit bersamaan
dengan pembesian plat lantai.

Setelah bekisting plat lantai dibongkar, maka pekerjaan wiring kabel untuk
elektrikal dan Stopkontak dapat segera dimulai sesuai shop drawing
yang disetujui.

Test tahanan isolasi kabel dan grouping.

Jika hasil test dinyatakan baik, maka pada saat pemasangan kerangka
plafon dimulai juga pemasangan armature lampu.

Untuk Stopkontak pada saat pekerjaan bata (dinding) sparing dan wiring
dimulai dipasang pada dinding dimana titik Stopkontak diletakkan.

Setelah dinding dilakukan finishing dan kondisi keamanan sudah terjamin


(ruangan terkunci) maka Stopkontak dapat dipasang.

Setelah itu dilanjutkan dengan connection instalasi ke panel di masing


masing lantai.

Connection panel per lantai dengan panel induk (LVMDP).

Test nyala lampu dan tegangan pada Stopkontak.

d. Pengetesan.

Untuk pekerjaan ini dilakukan test megger.

13.2 PEKERJAAN ELEKTRONIKA

Pekerjaan Fire Alarm ,Telpon, Sound System

Yang dimaksud pekerjaan Fire Alarm Telpon dan Sound System adalah pekerjaan
pemasangan instalasi sistem deteksi dini untuk kebakaran dalam gedung dan sistem
komunikasi dengan orang lain
a. Proses Pelaksanaan.

a.1. Handling.

Untuk material material fire alarm, telpon dan Soun System (conduit,
kabel, klem), karena dimensinya tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat
maka untuk pekerjaan yang dekat dengan gudang, pengangkutannya dapat
menggunakan tenaga manusia. Tetapi untuk yang lokasinya jauh maka
pengangkutannya dapat menggunakan bantuan mobil pengangkut.

a.2. Pemasangan / Pelaksanaan.

Pada saat pengecoran plat lantai, pekerjaan instalasi Fire Alarm, Telpon
dan Sound System dapat segera dimulai dengan pemasangan sparing
conduit bersamaan dengan pembesian plat lantai.

Setelah bekisting plat lantai dibongkar, maka pekerjaan wiring kabel untuk
Fire Alarmn dan Telpon dapat segera dimulai sesuai shop drawing yang
disetujui.

Test tahanan kontinuitas.

Pada saat pekerjaan bata (dinding), sparing dan wiring Fire Alarm dan
Telpon dipasang pada dinding dimana titik Fire Alarm (bell, manual
station, dll) dan titik outlet Telpon nanti diletakkan.

Setelah dinding dilakukan finishing, ceiling sudah terpasang dan kondisi


keamanan sudah terjamin (ruangan terkunci) maka titik Fire Alarm dan
Detector, Outlet Telpon dapat segera dipasang.

Setelah itu dilanjutkan dengan connection instalasi ke terminal box Fire


Alarm dan TB Telpon di masing masing lantai.

Connection terminal box per lantai dengan MDF Fire Alarm, MDF Telpon,
dan MDF Sound System

Test fungsi.

b. Pengetesan.

Untuk pekerjaan ini dilakukan test kontinuitas.


14. Pabrikasi

14.1. Semua komponen konstruksi dikerjakan dengan mesin potong di pabrik agar dapat
dihasilkan ukuran yang tepat sama dari setiap komponen untuk mendapatkan sambungan yang
tepat

14.2. Setiap panel yang dilapis/ditutup dengan kain pelapis, pembuatannya arus
dikerjakan di pabrik.