Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN KEGIATAN MUSYAWARAH

MASYARAKAT DESA (MMD)


UPT PUSKESMAS BOGOREJO

Nomor :
Revisi Ke :

Berlaku Tgl:

PEMERINTAH KABUPATEN BLORA


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS BOGOREJO
Jl. Jatirogo Km 14 Bogorejo 58262 Telp. 081390935892
email : puskesmasbogorejo@gmail.com

1
BAB I
DEFINISI

Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah musyawarah yang dihadiri oleh kepala
desa, perangkat desa, FKD, kader, tokoh masyarakat (TOMA), petugas promosi kesehatan,
bidan desa, dan lintas sektoral (jika ada keterkaitan masalah), untuk membahas masalah-
masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat, kemudian selanjutnya dilakukan perencanaan
penanggulangan sesuai prioritas masalah. Topik yang dibahas fokus pada hasil SMD yang
telah diperoleh. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) merupakan salah satu bentuk
kegiatan dari terwujudnya desa siaga aktif.

BAB II
RUANG LINGKUP

1
Kegiatan MMD dilakukan sebagai upaya untuk membahas solusi atas permasalahan-
permasalahan yang ditemukan pada kegiatan SMD. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa,
FKD, kader kesehatan, serta petugas promkes dan bidan desa.

BAB III
TATA LAKSANA

Adapun kegiatan musyawarah masyarakat desa ini adalah sebagai berikut :


1. Pemaparan hasil SMD oleh Kepala desa
2. Diskusi secara kelompok untuk membahas solusi dan rencana tindak lanjut sesuai
dengan permasalahan.

2
3. Pemaparan hasil diskusi mengenai solusi permasalahan dan rencana tindak lanjut
sesuai permasalahan.

BAB IV
DOKUMENTASI

1. Kebijakan :-
2. SOP : SOP tentang Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) UPT Puskesmas
Bogorejo.
3. Referensi : Kemenkes RI Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penghitungan
Biaya Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.
4. Hasil MMD didokumentasikan dan dilaporkan ke dalam laporan BOK Promkes
Puskesmas Bogorejo Kabupaten Blora sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

3
Mengetahui,

Kepala Puskesmas Bogorejo Pelaksana Promkes

dr. Diyani Budi Utami Suyanto


NIP. 198205102009032005 NIP. 197004121990031003