Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan konsumen terhadap pembangunan yang sangat pesat baik
pembangunanjalan raya, gedung-gedung, perumahan maupun lapangan terbang dan
untuk keperluanlainnya, yang tentunya dalam hal ini akan terjadi peningkatan akan
permintaan bahan-bahan baku penunjang yang salah satu diantaranya adalah material
utama batu andesit sertatanah galian yang nantinya diproses kembali menjadi batu
split, batu macadam, abu batu,basecoarse, batu belah.
Dilihat pada peningkatan arus permintaan akan material, guna mendukung
proyekpembangunan. Sangat berpengaruh terhadap peningkatan jumlah produksi
batu andesityang dihasilkan, dengan meningkatnya kegiatan pembangunan
nasional, maka akanmeningkat pula kebutuhan material bangunan, seperti batu
andesit, maka untuk tujuan inipula seluruh aktivitas penambangan harus tersusun
secara rapi dan tepat.
1.2 Maksud dan Tujuan
a. Untuk mengetahui metode eksplorasi yang efektif untuk bahan galian batuandesit
b. Untuk mengetahui cara penerapan good mining practice metode penambangan
batu andesit mulai dari pembongkaran sampai pemasaran

1
BAB II

KETERDAPATA BAHAN GALIAN

2.1 PERSEBARAN ANDESIT


Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik dengan komposisi antara dan
tekstur spesifik yang umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di
wilayah perbatasan lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah
dengan aktivitas vulkanik yang tinggi seperti Indonesia. Nama andesit berasal dari
nama Pegunungan Andes. Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan
megalitik, candi dan piramida. Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman prasejarah
banyak memakai material ini, misalnya: sarkofagus, punden berundak, lumpang batu,
meja batu, arca dll. Di zaman sekarang batu andesit ini masih digunakan sebagai
material untuk nisan kuburan orang Tionghoa, cobek, lumpang jamu, cungkup/kap
lampu taman dan arca-arca untuk hiasan. Salah satu pusat kerajian dari batu andesit
ini adalah Magelang. Pusat kerajinan dan pemotongan batu Andesit juga terdapat di
daerah Cirebon dan Majalengka Jawa Barat. Karena di daerah ini banyak terdapat
perbukitan yang merupakan daerah tambang Batu Andesit. Untuk batu Andesit di
daerah cirebon umum nya bewarna abu-abu dan terdiri dari 2 Jenis utama: Andesit
Bintik dan Andesit Polos. Sebaran batuan ini banyak dijumpai di daerah kaki
perbukitan maupun lembah-lembah sungai. Keterdapatanya batuan ini terdapat
hampir disemua tempat di Indonesia, terutama di Indonesia bagian timur.

2
2.2GENESA DAN KEGUNAAN
Andesit adalah nama salah satu batuan beku ekstrusif yang tersusun atas
butiran mineral yang halus (fine-grained). Batuan beku ekstrusif ini biasanya ringan
dan berwrna abu-abu gelap. Pada kondisi cuaca tertentu, Andesit sering terlihat
berwarna coklat sehingga untuk mengidentifikasinya perlu dilakukan pemeriksaan
yang lebih detail. Andesit kaya akan mineral plagioklas feldspar dan biasanya
mengandung biotit, piroksen, atau amphibole.

Nama Andesit berasal dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Andesit di


pegunungan Andes terbentuk sebagai lava "interbedded" bersamaan dengan deposit
abu vulkanik (ash) dan tuf di bagian sisi-sisi stratovolcano yang curam. Stratovolcano
andesit ditemukan di atas zona subduksi di Amerika Tengah, Meksiko, Washington,
Oregon, Jepang, Indonesia, Filipina, Karibia, Selandia Baru, dan dibeberapa lokasi
lainnya.

Andesit ditemukan dalam aliran lava yang dihasilkan oleh stratovulkano. Lava
yang naik ke ke permukaan akan mengalami proses pendinginan dengan cepat, hal
inilah yang menyebabkan tekstur andesit menjadi lebih halus. Butir mineral dalam
andesit biasanya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan alat
pembesar. Beberapa jenis andesit mengandung sejumlah besar "glass", dan ada juga
yang terlihat jejak lava gas vesikular dengan tekstur amigdaloidal.
Andesit adalah batuan umum kerak benua yang biasanya berada di atas zona
subduksi. Andesit umumnya terbentuk setelah "melting" (pelelehan/pencairan)
lempeng samudera akibat subduksi. Subduksi yang menyebabkan "melting" pada
zona ini merupakan sumber magma yang apabila naik ke permukaan akan
membentuk Andesit.
Andesit juga dapat terbentuk jauh dari lingkungan zona subduksi. Sebagai
contoh, batuan ini dapat terbentuk
3 pada "ocean ridges" dan "oceanic hotspots" yang
dihasilkan dari "pelelehan sebagian" (partial melting) batuan basaltik. Andesit juga
dapat terbentuk selama letusan pada struktur dalam lempeng benua di mana sumber
magma meleleh dalam kerak benua atau bercampur dengan magma benua.
Kesimpulannya, ada banyak lingkungan lain dimana andesit mungkin dapat
terbentuk.

Andesit termasuk jenis batuan beku kategori menengah sebagai hasil bentukan
lelehan magma diorit. Nama andesit sendiri diambil berdasarkan tempat ditemukan,
yaitu di daerah Pegunungan Andes, Amerika Selatan

Gambar batu andesit

Kegunaan

Andesit banyak digunakan untuk sektor konstruksi, terutama infrastruktur seperti


sarana jalan raya, jembatan, gedung-gedung, irigasi, bendungan dan perumahan,
landasan terbang, pelabuhan dan lain-lain.

4
Untuk menguji kualitas batuan dapat dilakukan dengan uji kuat tarik, kuat tekan,
kuat geser, densitas, berat jenis dan lain-lain. Hasil dari uji itu akan diperoleh sifat-
sifat elastisitas dari batuan. Sifat ini berperan penting sehubungan dengan
pemanfaatan batuan itu sendiri.

Uji kuat tarik pada prinsipnya adalah dengan memberi beban atau gaya pada sisi
contoh andesit yang berbentuk silinder (penekanan diametral) sampai contoh batuan
tersebut pecah (Gambar 4).

Perhitungan besaran kuat tarik diberikan dengan persamaan sebagai berikut :

Tt = 2.Fc/ D.L ; atau Tt = Fc/ r.L

Keterangan :

Tt = kuat tarik, (kg/cm2)

Fc = gaya/bebas sampai contoh

batan pecah, (kg)


5
D = garis tengah contoh, (cm)
L = panjang contoh, (cm)

r = jari-jari contoh, (cm)

Uji kuat tekan dilakukan untuk memperoleh nilai kuat tekan (Tc), batas elastis
(Te), modulus elastisitas/Young modulus (E), dan Poissons ratio (V). Kuat tekan
dihitung dengan rumus :

Tu = Pu/A

Keterangan :

Tu = kuat tekan uniaxial, (kg/cm2)

Pu = beban maksimum pada saat contoh batuan pecah, (kg)

A = luas permukaan contoh, (cm2)

Spesifikasi

Andesit banyak digunakan di sektor kontruksi. Pemanfaatan yang lain adalah


untuk bahan baku pembuatan dimension stone, patung seni dan sebagainya.

1. Kontruksi/bangunan

Dalam bentuk agregat, andesit banyak digunakan untuk pembangunan jembatan,


pembuatan galangan kapal untuk dermaga, pondasi jalan kereta api,
bendungan/dam dan sebagainya.

Persyaratan yang harus dipenuhi untuk kebutuhan konstruksi dan bangunan


menurut SII. 0378-80 (Tabel64).

2. Dimension stone
Pada pembuatan dimension stone andesit dipotong berdasarkan ukuran tertentu,
dipahat, diampelas/diasah, kemudian dipoles agar dapat dimanfaatkan untuk
keperluan : batu hias, tegel, dan peralatan rumah tangga.

7
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 TEKNIK EKSPLORASI

Kegiatan eksplorasi andesit dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu :

3.1.1 Persiapan
Sebelum melakukan penyelidikan lapangan, terlebih dahulu dilakukan
persiapan-persiapan,seperti berikut :
1. Menyiapkan peta geologi regional skala 1 : 60.000.
2. Menyiapkan peta topografi skala 1 : 1700 yang sesuai dengan kegiatan yang
akandilakukan.
3. Mempelajari materi Eksplorasi terlebih dahulu dimana ini sangat berguna pada
saatpenulisan laporan.
4. Mempelajari literatur yang relevan dengan kegiatan yang akan dilakukan.Data
yang akan di hasilkan berupa kondisi umum permukaan baik berupa kondisi
topografi,singkapam batuan, struktur, variasi andesit, kemungkinan potensi
lain, kondisi umum tanam-tumbuh kemungkinan dari obyek-obyek lain yang
di perlukan dalam tahap pengembangan.
3.1.2 Pemetaan Geologi
Pemetaan geologi dilakukan dengan cara menelusuri singkapan-singkapan
yang ada didaerah telitian. Singkapan batuan biasanya berada di tebing-tebing
dan bekas galian penduduk.Setiap menemukan singkapan bahan galian,
dideskripsi kemudian diplot di peta dengan batuanalat GPS, serta diambil sampel
batuannya untuk kemudian dianalisa di laboratorium.Pemetaan geologi sangat
penting dilakukan pada setiap penyelidikan bahan galian karenadari data primer
ini kita dapat mengetahui
8 luas penyebaran bahan galian dan formasi
batuannya juga kualitasnya secara megaskopis.
3.1.3 Pengolahan Data
Setelah selesai penyelidikan lapangan kemudian dibuat laporan dalam
bentuk tulisan yang diketik dengan komputer dimana bahan laporan diambil dari
data primer atau data lapangan sertaliteratur yang relevan dengan penyelidikan
yang dilakukan.
Pengolahan data dilakukan secarastatistik dan penyajian data dibuat dalam
bentuk tulisan, gambar dan foto.
3.1.4 Pengolahan Contoh
Contoh bahan galian diambil dari singkapan bahan galian dengan
menggunakan palu geologi kemudian dimasukkan dalam kantong sampel dan
ditutup rapat lalu disimpan pada tempat yang kering. Setelah selesai penyelidikan
lapangan sampel bahan galian dianalisakan di laboratorium sebagian lagi
disimpan untuk data.
3.1.5 Pembuatan Peta
Dari hasil komplikasi data maupun temuan bahan galian baru di lapangan,
dapatdikelompokkan bahan galian bukit dan dari data ini dapat dibuat peta
sebaran bahan galian. Datayang dldapatkan dapat berupa nama-narna
daerah/desa maupun data GPS dimana bahan galianitu terdapat. Peta dibuat
dengan format yang baku dan biasa dipakai dalarn suatu laporan-laporanilmiah
pada umumnya.
3.2 TEKNIK EKSPLOITASI
Metode penambangan yang biasa diterapkan terhadap andesit adalah
tambang terbuka (quarry). Bentuk topografi bahan galian umumnya berbentuk
bukit, dan penambangan dimulai dari puncak bukit (top hill type) ke arah bawah
(top down) secara bertahap membentuk jenjang (bench). Secara garis besar
tahapan kegiatan penambangan dapat diuaraikan sebagai berikut :

3.2.1 Pembersihan permukaan (land clearing)


Perbersihan permukaan lahan yang ditumbuhi pepohonan dan semak
belukar dengan alat konvensional atau buldoser;
3.2.2 Pengupasan lapisan penutup (stripping overburden)
Mengupas tanah 9penutup dilakukan dengan buldoser atau back hoe. Tanah
penutup didorong dan dibuang ke arah lembah (disposal area) yang terdekat,
namun bila tumpukan hasil pengupasan ini jauh dari disposal area pembuangan-
nya dapat dibantu dengan dump truck.

3.2.3 Pembongkaran (loosening).


Pekerjaan ini dimaksudkan untuk membongkar andesit dari batuan
induknya sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan yang
diinginkan. Untuk melaksanakan pekerjaan ini dilakukan dengan cara pemboran
dan peledakan. Dalam kegiatan pemboran perlu ditentukan geometri lubang
tembak yang meliputi berden, kedalaman, pemampat, subdrilling dan spasi.
Peralatan yang digunakan untuk kegiatan pemboran adalah crawler rock drill
(CRD) dan kompresor.

10
Sedangkan untuk kegiatan peledakan digunakan bahan peledak ANFO/
damotin. Dalam kegiatan peledakan ini, untuk mendapatkan ukuran produk yang
diinginkan ditentukan melalui perubahan spasi lubang ledak; makin rapat ukuran
semakin kecil ukuran produknya.
3.2.4 Pemuatan (loading).

Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan alat muat mekanis untuk


memuat hasil kegiatan pembongkaran ke dalam alat angkut yaitu truk;

3.2.5 Pengangkutan (transporting)

Bongkahan andesit diangkut ke lokasi unit peremukan menggunakan


dump truck.

3.2.6
Pengolahan
Peremukan andesit adalah mereduksi ukuran yang sesuai dengan berbagai
kebutuhan. Untuk kegiatan ini dilaksanakan melalui unit peremukan (crushing
plant). Tahapan pengolahan meliputi :
1 Peremukan dengan primary crusher seperti jaw crusher, cone crusher atau
gyratory crusher yang dilanjutkan dengan Secondary crusher;
2 Pengangkutan menggunakan ban berjalan;
3 Pemisahan menggunakan pengayak (screen);
4 Penghalus ukuran dengan rotopactor.
Dari proses peremukan akan menghasilkan beberapa macam ukuran antara lain :
jenis sirtu
ukuran 50 + 30 mm11
ukuran 30 + 20 mm
ukuran 20 + 10 mm
ukuran 10 + 4 mm
ukuran 4 m (abu-abu).
Jenis peralatan pada unit peremukan terdiri dari :
a. Pengumpan grizzly getar, suatu alat yang berfungsi sebagai pengatur
banyaknya umpan masuk ke dalam peremuk berahang (jaw crusher) dan
ayakan pemisah dengan sirtu;
b. Pengumpan getar, suatu alat yang berfungsi sebagai pengatur banyaknya
umpan masuk ke dalam peremuk rahang II (secondary crusher);
c. Peremuk, digunakan untuk memperkecil ukuran yang sesuai dengan
permintaan. Alat yang digunakan adalah :
d. Peremuk tingkat 1, yaitu peremuk berahang (jaw crusher) jenis single
toggle;
e. Peremuk tingkat II yaitu peremuk berahang II, memakai tipe 80 dan 71,
dengan ukuran masing-masing 36 x 10 dan 36 x 4Pengolahan/Pemurnian
BAB IV
PEMANFAATAN DAN PEMASARAN

4.1 PEMANFAATAN
Batuan andesit banyak dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti
jembatan, jalan raya, irigasi, landasan terbang, pelabuhan serta gedung-gedung dan
lainnya. Biasanya batuan andesit yang digunakan untuk keperluan infrastruktur ini
sudah berbentuk agregat dari pertambangan. Batuan andesit banyak digunakan karena
memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai cuaca dan tahan lama.

Tidak semua batuan andesit lolos uji sebagai bahan dasar


konstruksi/pembangunan. Batuan andesit yang bisa digunakan untuk fungsi ini harus
melewati serangkaaian tes berupa uji kuat tarik, kuat tekan, kuat geser, desnsitas,
berat jenis dan lain-lain. Hasil tes ini akan memperlihatkan elastisitas batuan dan sifat
fisika lainnya. Sehingga bisa bisa disortis batuan mana yang bisa digunakan.

4.2 PEMASARAN
12
Untuk saat ini batu andesit masih banyak yang dijual mentahnya baik itu ke
pasaran luar negeri ataupun dalam negeri. Penggunaannya di luar negeri biasanya
sebagai arca ataupun hiasan-hiasan pada musium. Sedangkan untuk pemasaran dalam
negeri, seiring dengan banyaknya pabrik-pabrik penggergajian dan pemolesan, maka
batu tersebut sudah memiliki nilai tambah karena dapat langsung dipakai sebagai
ornamen baik itu interior dan exterior.
Harga yang ditawarkan tergantung jenis batu dan ukuran sehingga pada saat
ini terjadi juga persaingan harga di tingkat pabrikan akibat suplai batu yang
berlimpah. Untuk pasaran luar negeri, pembuatan batu yang dipergunakan untuk
exterior dan interior sangat cerah. Hal ini disebabkan karena tahan jamur, tidak
mudah pecah serta memiliki kekerasan yang sangat tinggi. Sehingga tahan berpuluh-
puluh tahun. Oleh karena itu pemasaran ke luar negeri juga sangat menjanjikan
terbukti banyaknya ekspor batu untuk bangunan ke negara Jepang, Korea, ataupun
negara Asia lainnya.

13
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan makalah yang kami susun, kesimpulan yang dapat kami Tarik
adalah, sbb:
1. Umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik.
2. Eksplorasi yang dilakukan untuk batuan andesit adalah menggunakan salah satu
metode geofisika yaitu metode geolistrik.
3. Metode penambangan yang biasa diterapkan terhadap andesit adalah tambang
terbuka.
4. Kegiatan penambangan dimulai dari land clearing, striping over burden, loosening,
loading, hauling, pengolahan, pemanfaatan dan yang terakhir adalah pemasaran.

14
DAFTAR PUSTAKA

https://ptbudie.wordpress.com/2012/03/29/batuan-beku-dan-klasifikasi-berdasarkan-
genesanya/

http://www.google.co.id/search?
q=tambang+batu+andesit+kulon+progo&revid=671784122&sa=X&ved=0ahUKEwj
66_-c6sfLAhVCGo4KHZv9CuIQ1QIIbCgF#q=Genesa+batu+andesit

http://www.google.co.id/search?aq=f&sourceid=chrome&ie=UTF-
8&q=pengolahan+andesit

http://www.google.co.id/search?aq=f&sourceid=chrome&ie=UTF-8&q=ANDESIT

15