Anda di halaman 1dari 338

DINAMIKA PENGEMBANGAN KURIKULUM

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KATA PENGANTAR
Pembukaan dan penyelenggaraan jenis program pendidikan pada Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) didasarkan atas Spektrum Keahlian
Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.Saat ini, spektrum keahlian yang digunakan di
lapangan adalah Spektrum Keahlian PMK Tahun 2013 yang diberlakukan berdasarkan
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 7013/D/KP/2013 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah
Kejuruan.
Lahirnya Permendikbud Nomor 160 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun
2006 dan Kurikulum 2013 yang isinya antara lain memerintahkan penyempurnaan
Kurikulum 2013, memberi ruang seiring dilakukan penyempurnaan Kurikulum 2013 SMK
maka sekaligus dilakukan Penataan Spektrum Keahlian PMK secara menyeluruh, mulai
dari penataan ulang jenis-jenis program pendidikan, penataan struktur kurikulum, hingga
penataan ulang seluruh kompetensi dasar untuk seluruh jenis program pendidikan di
SMK/MAK. Atas dasar itulah, sejak pertengahan tahun 2015 Direktorat Pembinaan SMK
secara intensif terus melakukan penyempurnaan dimaksud, dan pada saat ini Spektrum
Keahlian PMK yang baru telah ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah Nomor 4678/D/KEP/MK/2016. Adapun Struktur Kurikulum SMK/MAK
untuk 142 Kompetensi Keahlian (sesuai dengan Spektrum Keahlian PMK yang baru) telah
pula ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor 130/D/KEP/KR/2017. Selanjutnya, segera akan diselesaikan Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar (KI-KD) dari seluruh Mata Pelajaran yang terdapat pada masing-masing
Struktur Kurikulum Kompetensi Keahlian. Hasil penyempurnaan Kurikulum 2013 SMK
tersebut akan diterapkan secara serentak dan bertahap mulai kelas X di seluruh SMK
Pelaksana Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2017/2018 yang akan datang.
Buku Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian dan Kompetensi Dasar Pendidikan
Menengah Kejuruan Edisi 2017 ini sudah mengalami berbagai penyesuaian dengan
perubahan kebijakan yang terus berkembang dan tahapan penyelesaian pekerjaan.
Harapannya semoga dapat dijadikan acuan sekaligus petunjuk teknis bagi semua pihak
yang terlibat dalam penyempurnaan Spektrum Keahlian PMK dan Kurikulum SMK, khusus
bagi para penyusun yang berasal dari berbagai lembaga dengan latar belakang yang
beragam. Pedoman ini juga, menjadi acuan bagi Direktorat Pembinaan SMK, dalam hal ini
Subdirektorat Kurikulum, dalam mengelola pelaksanaan penyempurnaan Spektrum
Keahlian PMK dan Kurikulum SMK tahun 2017 ini.

Jakarta, Maret 2017


Direktorat Pembinaan SMK,

@2017, Direktorat Pembinaan SMK ii


i
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................... 1
B. Tujuan ................................................................................ 3
C. Ruang Lingkup Pedoman...................................................... 4
D. Hasil yang Diharapkan.......................................................... 4
BAB II KONSEP PENGEMBANGAN SPEKTRUM KEAHLIAN PMK
A. Pengertian........................................................................... 5
B. Fungsi................................................................................. 5
C. Hakikat Spektrum Keahlian PMK........................................... 5
BAB III KONDISI SEKARANG
A. Spektrum Keahlian PMK ....................................................... 8
B. Struktur Kurikulum SMK/MAK ............................................... 10
BAB IV PELAKSANAAN PENATAAN ULANG
A. Penataan Ulang Spektrum ................................................... 12
B. Penataan Ulang Kompetensi Dasar........................................ 16
C. Penataan Ulang Struktur Kurikulum ...................................... 21
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah
Nomor 7013/D/KP/2013 Tanggal 4 Desember 2013 tentang
Spektrum Keahlian PMK .................................................... 30
Lampiran 2. Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah Nomor 4678/D/KEP/MK/2016 tanggal 2 September
2016 tentang Spektrum Keahlian PMK 37
Lampiran 3. Format Penulisan KI-KD Mapel Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti (PA-BP) dan PPKn .................................................. 46
Lampiran 4. Format Penulisan KI-KD Mapel Kelompok A dan Selain PA-BP
dan PPKn Program Pendidikan 3 Tahun . 50
Lampiran 5. Format Penulisan KI-KD Mapel Kelompok A dan Selain PA-BP
dan PPKn Program Pendidikan 4 Tahun . 53
Lampiran 6. Format Penulisan KI-KD Mapel Kejuruan Program Pendidikan 3
Tahun .............................................................................. 56
Lampiran 7. Format Penulisan KI-KD Mapel Kejuruan Program Pendidikan 4
Tahun .............................................................................. 61
ooO0Ooo

@2017, Direktorat Pembinaan SMK iiiii


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Profil manusia Indonesia yang ingin dihasilkan melalui jenjang pendidikan dasar dan
menengah (Dikdasmen), dijabarkan dalam bentuk Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
yang pada awalnya dimuat dalam Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah, kemudian diubah menjadi Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan diubah terakhir
menjadi Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016. Namun Lampiran Permendikbud
Nomor 20 Tahun 2016 tersebut tidak memuat SKL untuk Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), sementara proses pendidikan di SMK/MAK
terus berlangsung. Oleh karena itu, unit kerja terkait dalam hal ini Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP) dan Direktorat Pembinaan SMK--memandang perlu segera
menyusun SKL untuk SMK/MAK, agar dapat digunakan sebagai pegangan dalam
proses selanjutnya. Perumusan SKL merupakan tahap awal dalam penyusunan
kurikulum, yang selanjutnya perlu diikuti dengan penyusunan Standar Isi (SI), Standar
Proses (SP), dan Standar Penilaian Pendidikan (SPP). Proses penyusunan standar-
standar tersebut secara prosedural telah selesai dilaksanakan, dan saat ini telah
diajukan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


(Sisdiknas), Pasal 18 ayat (3) menegaskan bahwa Pendidikan menengah berbentuk
sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan
(SMK), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. Pada
penjelasan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 15 dikemukakan bahwa
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta
didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Lebih lanjut, pada Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun
2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 26 ayat (3) dikemukakan bahwa Standar
kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan kejuruannya.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Bekerja pada bidang tertentu sebagaimana dimaksud UU Sisdiknas di atas tentu


sesuai dengan jenis-jenis bidang pekerjaan yang tersedia di lapangan kerja, baik
bekerja mandiri atau berwirausaha maupun bekerja pada pihak lain. Karena itulah,
penerapan prinsip diversifikasi dalam pengembangan Kurikulum SMK diwujudkan
dengan keharusan mengacupada jenis-jenis bidang pekerjaan atau keahlian yang
berkembang dan kecenderungan dibutuhkan di dunia kerja dan dunia industri (DU-
DI). Jenis-jenis bidang pekerjaan atau keahlian itulah yang kemudian di lingkungan
pendidikan menengah kejuruan dikenal dengan sebutan Spektrum Keahlian
Pendidikan Menengah Kejuruan (Spektrum Keahlian PMK). Luas dan percepatan
perkembanganbidang-bidang pekerjaan yang ada di DU-DI serta berkembangnya
tuntutan kebutuhan pembangunan wilayah/daerah dalam kaitannya dengan
perencanaan dan pengembangan ketenagakerjaan untuk memacu pertumbuhan
pembangunan di segala bidang, senantiasa memerlukan pemetaan ulang Spektrum
Keahlian PMK.

Dalam rangka menyesuaikan kurikulum dengan karakteristik satuan pendidikan SMK,


Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 Tahun 2013 tentang
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah
Aliyah Kejuruan (MAK) yang kemudian diubah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013SMK/MAK, pada
lampiran 1a terkait dengan Struktur Kurikulum SMK/MAK antara lain ditegaskan bahwa
dalam penetapan penjurusan sesuai dengan bidang/program/paket keahlian
mempertimbangkan Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang
ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013 tersebut, maka diterbitkan


Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor: 7013/D/KP/2013 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan
Menengah Kejuruan. Pada keputusan tersebut ditegaskan bahwa Spektrum Keahlian
sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam pembukaan dan penyelenggaraan
bidang/program/paket keahlian pada SMK/MAK.

Spektrum tersebut yang menjadi satu-satunya acuan dalam pengembangan dan


penyelenggaraan jenis-jenis program pendidikan pada satuan pendidikan menengah
kejuruan (SMK/MAK), ternyata ada perubahan pengorganisasian program pendidikan
pada SMK/MAK sebagaimana terkandung dalam Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013,
sehingga harus dikeluarkan Keputusan Dirjen Dikmen tentang Spektrum Keahlian PMK
seiring dengan lahirnya Kurikulum 2013 SMK. Secara logis-legalitas, dengan lahirnya
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Permendikbud Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMK/MAK


menggantikan Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013, maka Spektrum PMK yang
merupakan peraturan turunannya harus juga disesuaikan.

Di sisi lain terdapat surat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan Nomor B.14/MENKO/PMK/I/2015 tanggal 27 Januari 2015 perihal Hasil
Rakor Tingkat Menteri tentang Link and Match Pendidikan Kejuruan dengan
Pembangunan Ekonomi, yang di antara sekian banyak kesepakatannya untuk
ditindaklanjuti adalah: (1) Melakukan review terhadap Spektrum Keahlian Pendidikan
Menengah Kejuruan dan Politeknik dan (2) Melakukan Penataan Program Keahlian di
SMK melalui Program Reengineering.

Dua kenyataan di atas menjadi alasan bagi Direktorat Pembinaan SMK untuk segera
melakukan penataan ulang Spektrum Keahlian PMK yang ada, agar lebih memenuhi
tuntutan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni.

Penataan spektrum iniharus terus-menerus memperhatikan dan mengantisipasi


perkembangan yang terjadi dalam proses penyusunan standar PMK, khususnya
penyusunan SKL dan SI yang isinya harus menjadi dasar dan acuan dalam
penyusunan Spektrum Keahlian PMK yang meliputi penataan jenis-jenis program
pendidikan, penataan struktur kurikulum, dan penataan kompetensi dasar PMK.

B. Tujuan
Penataan ulang Spektrum Keahlian, Struktur Kurikulum, dan Kompetensi Dasar PMK
bertujuan untuk:

1. Menata kembali berbagai ketentuan dan aturan yang terkait dan terkandung pada
Spektrum Keahlian PMK dan Kompetensi Dasar Kejuruan pada SMK/MAK, sehingga
aturan-aturan tersebut jelas hirarchinya, selaras satu sama lain, dan tidak
berpotensi menimbulkan konflik pada implementasinya.

2. Merumuskan dan menata kembali Spektrum Keahlian PMK dalam bentuk


Kompetensi Keahlian yang relatif memiliki kesetaraan dan mengakomodasi
kebutuhan dunia kerja, kemudian dikelompokkan dalam Program Keahlian dan
Bidang Keahlian secara homogin.

3. Merumuskan dan menata kembali Struktur Kurikulum masing-masing Kompetensi


Keahlian yang dapat mengakomodasi kebutuhan dunia kerja terkait, kebutuhan
peserta didik, dan memenuhi ketentuan Standar Pendidikan Nasional.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

4. Merumuskan dan menata kembali KI-KD untuk setiap Kompetensi Keahlian yang
telah ditetapkan pada spektrum dengan mempertimbangkan keluasan dan
kedalaman yang implementable, dibedakan atas Dasar Bidang Keahlian, Dasar
Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian, serta memenuhi kaidah-kaidah
penulisannya.

5. Mengelompokkan (clustering) KI-KD muatan peminatan kejuruan menjadi mata


pelajaran kelompokdasar kejuruan, dasar keahlian, dan kompetensi keahlian yang
mengacu pada skema uji dan sertifikasi kompetensi.

C. Ruang LingkupPedoman
Ruang lingkup pedoman ini berisi pedoman tentang penataan ulang Spektrum
Keahlian PMK, Struktur Kurikulum,dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan
Menengah Kejuruan.

D. Hasil yang Diharapkan


Hasil yang diharapkan dari kegiatan Penataan Spektrum Keahlian, Struktur Kurikulum,
dan Kompetensi Dasar (KD)Pendidikan Menengah Kejuruan ini adalah:

1. Tertatanya Spektrum Keahlian PMK dalam bentuk Kompetensi Keahlian yang


memiliki kesetaraan satu sama lain, untuk mengakomodasi kebutuhan dunia kerja,
dikelompokkan dalam Program Keahlian dan Bidang Keahlian, serta memenuhi
ketentuan Standar Nasional Pendidikan.

2. Tertatanya Struktur Kurikulum masing-masing Kompetensi Keahlian yang


mengakomodasi kebutuhan dunia kerja terkait, kebutuhan peserta didik, serta
memenuhi ketentuan Standar Nasional Pendidikan.

3. Tertatanya KI-KD untuk setiap Kompetensi Keahlian yang telah ditetapkan,


memiliki keluasan dan kedalaman yang implementable, dibedakan atas
DasarKejuruan, Dasar Program Keahlian dan Kompetensi Keahlian, serta
memenuhi kaidah-kaidah penulisan.

4. Terumuskannya mata pelajaran kelompokmuatan Nasional,muatan Kewilayahan,


muatan Dasar Kejuruan,muatan Dasar Keahlian, dan muatan Kompetensi Keahlian
untuk setiap Bidang Keahlian, Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

BAB II
KONSEP PENATAAN SPEKTRUM KEAHLIAN PMK

A. Pengertian

Spektrum Keahlian PMK adalah jenis-jenis program pendidikan serta rambu-rambu


penyelenggaraan program pendidikan pada SMK/MAK, sebagai acuan dalam membuka
dan mengembangkan program pendidikannya.

Jenis-jenis program pendidikan pada Spektrum Keahlian diorganisasikan dalam bentuk


bidang keahlian, program keahlian, dan kompetensi keahlian, dilengkapi dengan
struktur kurikulum serta ruang lingkup kompetensi untuk masing-masing kompetensi
keahlian.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 80 ayat (3) bahwa
satuan program pendidikan di SMK/MAK disebut Kompetensi Keahlian, makadalam
penataan spektrumini istilah Paket Keahlian yang digunakan untuk menyebut satuan
program pendidikan pada Spektrum Keahlian PMK sebelumnya, diubah menjadi
Kompetensi Keahlian.

B. Fungsi

Spektrum Keahlian PMK berfungsi sebagai dasar pengembangan program peningkatan


mutu, relevansi, dan daya saing lulusan pendidikan menengah kejuruan (SMK/MAK)
baik dalam lingkup nasional, regional maupun internasional. Sedangkan fungsi
Spektrum Keahlian PMK dalam konteks penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
pada SMK/MAK antara lain sebagai berikut.

1. Memberikan acuan dalam pengembangan dan penyelenggaraan program


pendidikan dan pelatihan pada SMK/MAK, khususnya dalam pembukaan dan
penyelenggaraan bidang/program/kompetensi keahlian;

2. Memberikan acuan dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran, dan penilaian


pendidikan dan pelatihan pada tingkat satuan pendidikan SMK/MAK;

3. Menjadi acuan dalam menentukan tingkat efektivitas dan relevansi pendidikan dan
pelatihan pada SMK/MAK, dan

4. Menjadi acuan untuk pelaksanaan penilaian dan akreditasi SMK/MAK.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

C. Hakikat Spektrum Keahlian PMK

Spektrum Keahlian PMK pada hakikatnya merupakan wahana untuk mengakomodasi


kebutuhan dunia kerja secara kontekstual dengan potensi lingkungan, diorganisasikan
dalam bentuk Bidang Keahlian, Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian.

1. Bidang Keahlian merupakan kumpulan program keahlian yang memiliki


kesamaan karakteristikdan memerlukan dasar bidang kajian yang sama.

2. Program Keahlian merupakan kumpulankompetensi keahlian yang


memilikikarakteristik dasar-dasar keahlian/pekerjaan/tugas yang sama.

3. Kompetensi Keahlian adalah satuan program pendidikan dan pelatihan yang


didasarkan atas tugas-tugas pada jabatan/pekerjaan tertentu, dengan durasi
pendidikan dan pelatihan satuan pendidikan menengah 3 atau 4 tahun.Pada suatu
Kompetensi Keahlian yang dibuka, SMK/MAK dapat mengkhususkan kompetensi
tertentu sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja terkait (konsentrasi
keahlian) dengan tidak mengabaikan kemampuan dasar keahlian yang
bersangkutan.

Kompetensi Keahlian sebagai satuan program pendidikan pada SMK/MAK harus


memenuhi kriteria sebagai berikut.

a. Kompetensi keahlian merupakan program pendidikan kejuruan yang mampu


membentuk lulusan menguasai suatu jenis jabatan profesi keahlian formal
yang berjenjang, agar pengalaman belajar atau skill yang diperoleh peserta
didik lebih bermakna bagi dirinya untuk hidup mandiri atau melanjutkan ke
pendidikan vokasional yang lebih tinggi. Oleh karena itu, lapangan kerja
lulusan setiap kompetensi keahlian harus terdeskripsikan secara jelas dan
spesifik.

b. Setiap satuan program pendidikan (kompetensi keahlian) dilengkapi dengan


ruang lingkup kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi yang
digunakan di dunia kerja; standar-standar kompetensi kerja yang berlaku
secara Nasional, Regional, maupun Internasional seperti Standar Kompetensi
Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar industri tertentu, standar asosiasi
atau komunitas tertentu yang diakui keberadaannya. Ruang lingkup
kompetensi tersebut kemudian dikemas dengan memperhatikan rambu-rambu
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

c. Suatu program pendidikan dinyatakan layak sebagai sebuah kompetensi


keahlian, apabila untuk menguasainya (khusus kejuruannya) memerlukan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

waktu minimal tatap muka terstruktur 2856jam pelajaran @ 45 menit untuk


program pendidikan 3 tahun atau 4284jam pelajaran @ 45 menituntuk
program pendidikan 4 tahun dengan kompetensi-kompetensi yangutuh dan
komprehensif meliputi dasar bidang, dasar program, dan kompetensi keahlian.

d. Perbedaan muatan kompetensi satu satuan program pendidikan (Kompetensi


Keahlian)dengan Kompetensi Keahlian yang lainnya dalam satu Program
Keahlian minimal 35 %, dilihat dari bobot beban belajar peserta didik.

e. Mempertimbangkan tahapan perkembangan peserta didik secara fisik dan


psikologis.

Pengertian Spektrum Keahlian PMK diperluas sebagaimana yang dimaksud dalam


program pengembangan Kurikulum SMK yang dirancang oleh Direktorat Pembinaan
SMK, yaitu tidak semata-mata mengenai daftar jenis-jenis program pendidikan pada
SMK tetapi meliputi daftar Kompetensi Keahlian, Struktur Kurikulum masing-masing
Kompetensi Keahlian, dan KI-KD seluruh Mata Pelajaranuntuk setiap Kompetensi
Keahlian pada SMK. Bahkan, akan sangat bagus jika dilengkapi dengan Deskripsi
Singkat untuk masing-masing Kompetensi Keahlian.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

BAB III
KONDISI SEKARANG

A. Spektrum Keahlian PMK

1. Jenis-jenisprogram pendidikan yang dikembangkan pada SMK/MAK (disebut


spektrum keahlian) pada dasarnya merupakan keahlian-keahlian atau jabatan-
jabatan pekerjaan (occupation) yang ada dan berkembang di dunia kerja.

2. Suatu keahlian atau jabatan pekerjaan yang ada dapat berupa hasil pemfusian dari
sejumlah disiplin keilmuan.

3. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian


Dikbud Nomor 7013/D/KP/2013, Spektrum Keahlian PMK terdiri atas 9 (sembilan)
Bidang Keahlian, 46 Program Keahlian, dan 128 Paket Keahlian sebagaimana
dapat ditelaah pada Tabel 1 berikut (daftar selengkapnya dapat dilihat pada
Lampiran 1). Pada spektrum ini nama satuan program pendidikan disebut Paket
Keahlian, selanjutnya dalam perubahan spektrum yang dirancangkan diubah
menjadi Kompetensi Keahlian.

Tabel 1
REKAPITULASI BIDANG/PROGRAM/PAKETKEAHLIAN
PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN 2013
PROGRAM PAKET
BIDANG KEAHLIAN
KEAHLIAN KEAHLIAN
1. Teknologi dan Rekayasa 18 62
2. Teknik Informasi dan Komunikasi 3 7
3. Kesehatan 2 6
4. Agribisnis dan Agroteknologi 6 16
5. Perikanan dan Kelautan 3 8
6. Bisnis dan Manajemen 3 5
7. Pariwisata 4 7
8. Seni Rupa dan Kriya 2 10
9. Seni Pertunjukan 5 7
JUMLAH 46 128

Rincian Program/Paket Keahlian selengkapnya, lihat Lampiran 1.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Spektrum Keahlian tersebut merupakan acuan bagi sekolah (SMK/MAK) untuk


membuka dan mengembangkan program pendidikan. Sekolah hanya boleh
membuka atau menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan spektrum
keahlian yang berlaku.

4. Beberapa nama Program/Paket Keahlian dan pengelompokannya masih ada yang


perlu dikaji kembali dan disesuaikan, misalnya:

a. Pengelompokan beberapa Paket Keahlian yang hanya mempertimbangkan


kesamaan bidang/lapangan pekerjaan, tetapi secara keahlian dan keilmuan
tidak saling berhubungan, misalnya pada Program Keahlian Kesehatan yang
mewadahi Keperawatan, Keperawatan Gigi, Analisis Kesehatan, Farmasi dan
Farmasi Industri; sulit sekali mencari kesamaan Dasar Keahlian/Keilmuan yang
sama antara keperawatan dan kefarmasian.

b. Pengelompokan Program Keahlian yang tidak setara contohnya pada Program


Keahlian Kesehatan dan Perawatan Sosial pada Bidang Keahlian Kesehatan,
sehingga sulit merumuskan tuntutan kompetensi yang sama pada tingkat
bidang keahlian.

a. Adanya peraturan perundangan baru sehingga perlu penyesuaian terhadap


Paket Keahlian pada Bidang Keahlian Kesehatan.

c. Bidang Keahlian Perikanan dan Kelautan yang mewadahi Program Keahlian


Teknologi Penangkapan Ikan, Program Keahlian Teknik dan Produksi Perikanan
Budidaya, dan Program Keahlian Pelayaran tampak kurang homogin.

d. Demikian pula nama Program Keahlian Teknologi Penangkapan Ikan yang


mewadahi Paket Keahlian Nautika dan Paket Keahlian Teknika tidak konsisten
dengan nama Program Keahlian Pelayaran yang juga mewadahi Paket Keahlian
Nautika dan Paket Keahlian Teknika. Sepintas difahami yang membedakan
keduanya adalah jenis kapal dan tujuan pelayaran.

5. Beberapa nama Paket Keahlian dianggap kurang familier di masyarakat umum,


kurang marketable dan tidak mudah dikenali. Sekolah merasa kesulitan dalam
menawarkan dan memasarkan program keahlian yang dibuka. Contoh Paket
Keahlian Teknik Kendaraan Ringan.

6. Program keahlian yang terlalu spesifik/sempit akan menyulitkan penempatan dan


peluang bekerja bagi lulusannya. Contoh Tata Kecantikan Rambut, dan Tata
Kecantikan Kulit.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 9


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

7. Diperlukan kajian lebih mendalam tentang kelayakan setiap paket keahlian untuk
durasi pembelajaran pada pendidikan menengah 3 dan atau 4 tahun.

8. Masih perlu penggalian program keahlian yang berorientasi pada keunggulan lokal
yang belum terwadahi.

9. Sangat diperlukan ada kajian program keahlian yang memiliki nilai jual
internasional sebagai pendukung program sekolah unggulan/rujukan.

10. Masih perlu pendalaman tentang keterkaitan program/paket keahlian yang dibuka
dengan KKNI (terutama kaitannya dengan levelling) dan Standar Kompetensi Kerja
yang berlaku dalam rangka skema pengujian dan sertifikasi.

11. Ruang lingkup kompetensi dan cara merumuskan Kompetensi Dasar untuk
kejuruan/keahlian masih sangat bervariasi dan belum terstandar.

B. Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum SMK/MAK yang berlaku dirancang sebagai kesatuan jenjang


pendidikan menengah, dimana SMK/MAK bersama-sama SMA/MA dipandang sebagai
satu entitas jenjang pendidikan yang sama; jenjang pendidikan menengah.
Pandangan tersebut mengharuskan SMK/MAK dan SMA/MA bersama-sama memiliki
standar minimal yang sama sebagai pendidikan menengah.

Atas dasar pertimbangan tersebut, struktur kurikulum pendidikan menengah


dirancang mengandung 3 (tiga) komponen program, yaitu:

1. Kelompok mata pelajaran A; diklasifikasikan sebagai program wajib, ditetapkan


dan berlaku sama secara Nasional, baik isi maupun alokasi waktunya.

2. Kelompok mata pelajaran B; diklasifikasikan sebagai program wajib, ditetapkan


secara Nasional tapi Daerah boleh memodifikasi dan menyesuaikannya dengan
kebutuhan dan kearifan setempat.

3. Kelompok mata pelajaran C; merupakan kelompok mata pelajaran pilihan sesuai


dengan minat peserta didik.

Tabel 2 berikut adalah struktur kurikulum pendidikan menengah secara generik.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 10


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Tabel 2

STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN MENENGAH


(GENERIK)

Kelas
Mata Pelajaran
X XI XII
Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4
4 Matematika 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya 2 2 2
8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2
Jumlah JP Kelompok A dan B per Minggu 24 24 24
Kelompok C (Peminatan)
Mapel Peminatan Akademik (SMA) 18 20 20
Mapel Peminatan Akademik dan Vokasi (SMK) 24 24 24
Jumlah JP per Minggu (SMA) 42 44 44
Jumlah JP per Minggu (SMK) 48 48 48

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 11


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

BAB IV
PELAKSANAAN PENATAAN ULANG

Sebagai suatu sistem satuan pendidikan, SMK/MAK memiliki Standar Kompetensi Lulusan
(SKL) yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP), dan pada bagian
(subsistem) kompetensi kejuruannya yang dalam Kurikulum 2013 disebut kelompok
program peminatan dinyatakan mengacu pada standar kompetensi yang berlaku di dunia
kerja bersangkutan.Subsistem program peminatan setiap kompetensi keahlian diisi
dengan kompetensi kejuruanyang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi kerja
yang berlaku di dunia kerja, misalnya Standar Internasional/Regional, SKKNI, Standar
Industri, Standar Asosiasi/Komunitas.

Kompetensi kejuruan yang diadopsi dari standar kompetensi kerja yang berlaku perlu
diadaptasi menjadi rumusan kompetensi yang memenuhi standar rumusan proses dan
hasil belajar, ditata berdasarkan taksonomi dan hirarkhi pembelajaran kompetensi, serta
dilengkapi dengan kemampuan prasyarat dan kemampuan pendukung yang diperlukan.

Pengembangan program pendidikan dan pelatihan kejuruan pada SMK hendaknya sejak
awal taat asas terhadap ciri utama Pendidikan Kejuruan, antara lain:

a. Terutama diarahkan untuk menyiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja


(produktif).

b. Didasarkan atas demand-market driven (kebutuhan dunia kerja).

c. Fokus pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap-nilai yang


dibutuhkan oleh dunia kerja.

d. Lebih ditekankan pada learning by doing dan hands on experience.

e. Penilaian taat asas terhadap kesuksesan peserta didik pada hands on atau
performa dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan di dunia kerja.

f. Hubungan erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan.

g. Responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi.

A. Penataan Ulang Spektrum

1. Analisis Kompetensi Keahlian

Penataan spektrum diawali dengan analisis Kompetensi Keahlian yang ada terkait
dengan hal-hal berikut.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 12


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

a. Mengkaji keberadaan suatu Kompetensi Keahlian sebagai satuan program


pendidikan pada SMK.ApakahKompetensiKeahlian tersebut masih dibutuhkan
dan layak berdiri sendiri, sehingga keputusannya boleh jadi tetap
dipertahankan dan berdiri sendiri, digabungkan (merger) dengan Kompetensi
Keahlian lain yang memiliki kedekatan KD, atau bahkan dihapuskan.

Pertimbangan yang digunakan untuk menilai keberadaan suatu Kompetensi


Keahlian antara lain:

1) kesempatan kerja bagi peserta didik setelah lulus dan kecenderungan


perkembangannya, termasuk peluang untuk berwirausaha dan
perkembangan karir lulusan; lapangan kerja dan atau lapangan usaha
hendaknya terdeskripsikan secara jelas dan spesifik.

2) kelayakan sebagai program pendidikan 3 atau 4 tahun pada tingkat


pendidikan menengah berdasarkan kompetensi yang akan dikuasai dan
digunakan untuk bekerja oleh peserta didik setelah lulus.

3) perbedaan KD minimal 35% dibandingkan Kompetensi Keahlian lainnya


dalam satu Program Keahlian.

b. Melalui pertimbangan yang sama, boleh jadi akan lahir KompetensiKeahlian


baru yang belum ada pada spektrum yang saat ini berlaku.

2. Penamaan Kompetensi Keahlian

Beberapa nama Kompetensi Keahlian yang ada saat ini dianggap kurang menjual
(unmarketable), bahkan ada yang dinilai merendahkan martabat lulusan dan
sama sekali tidak menumbuhkan kebanggaan. Karena itu perlu ada pengkajian
ulang tentang nama-nama Kompetensi Keahlian yang ada dengan
mempertimbangkan:

a. kajian empiris; terutama terkait dengan pengakuan dunia kerja dalam rangka
pemasaran lulusan, image masyarakat, serta mewakili kompetensi kejuruan
yang terkandung di dalamnya dan mudah dikenali.

b. kajian akademis. secara akademis bahwa nama-nama tersebut dapat


dipertanggungjawabkan.

3. Penempatan Kompetensi Keahlian pada Program Keahlian

Jika hasil analisis keberadaan suatu Kompetensi Keahlian pada suatu Program
Keahlian dan atau Bidang Keahlian dinilai tidak tepat, dapat diusulkan untuk

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 13


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

pindah tempat, tentu dengan alasan-alasan secara akademis dan empiris yang
dapat dipertanggungjawabkan.

4. Proses Pelaksanaan Penataan Spektrum PMK

Proses Penataan ulang Spektrum Keahlian PMK menggunakan Format Kajian


Spektrum Keahliansebagaimana pada Tabel 3 berikut.

Tabel 3

FORMAT KAJIAN SPEKTRUM KEAHLIAN

Penamaan Penamaan
Jabatan/ Materi
No Tugas Kompetensi Kompetensi Program
Pekerjaan Pokok
Keahlian Keahlian
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Keterangan:
Kolom 1 : diisi dengan nomor urut.
Kolom 2 : diisi dengan jenis jabatan/pekerjaan di dunia kerja (DU/DI) sesuai
keahlian.
Kolom 3 : diisi dengan tugas-tugas pokok terkait dengan jabatan.
Kolom 4 : diisi dengan kemampuan yang dipersyaratkan untuk menyelesaikan
tugas.
Kolom 5 : diisi dengan materi pokok berdasarkan kompetensi.
Kolom 6 : diisi dengan nama Kompetensi Keahlian.
Kolom 7 : diisi dengan nama Program Keahlian.

5. Program Pendidikan 4 Tahun


Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan, pada Pasal 78 ayat (3) menegaskan bahwa:SMK dan
MAK dapat terdiri atas 3 (tiga) tingkatan kelas, yaitu kelas 10 (sepuluh), kelas 11
(sebelas), dan kelas 12 (dua belas), atau terdiri atas 4 (empat) tingkatan kelas
yaitu kelas 10 (sepuluh), kelas 11 (sebelas), kelas 12 (dua belas), dan kelas 13
(tiga belas) sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

a. Tujuan Program Pendidikan 4 Tahun

Tujuandikembangkannya program pendidikan 4 tahun pada SMK terutama


untuk mengakomodasi kebutuhan dunia kerja (DU/DI), khusus terkait dengan:

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 14


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

1) Pemenuhan kebutuhan jenis keahlian dan jabatan pekerjaan tertentu yang


dibutuhkan dunia kerja (DU/DI), tetapi untuk memenuhi tuntutan
ketuntasan dan keutuhan kompetensi keahliannya, tidak dapat diselesaikan
dalam durasi waktu 3 tahun.

2) Demikian pula, terdapat keahlian yang memerlukan kedewasaan usia


biologis (maturity age) di atas rata-rata usia lulusan pendidikan menengah
3 tahun.

b. Karakteristik Program Pendidikan 4 Tahun

Program pendidikan 4 tahun pada SMK dirancang secara khusus dengan


karakteristik sebagai berikut.

1) Didasarkan atas tuntutan kebutuhan penguasaan keutuhan dan ketuntasan


kompetensi keahlian.

2) Merupakan satuan program 4 tahun secara utuh, bukan program


pendidikan 3 tahun ditambah 1 tahun (3 +1).

3) Dapat merupakan pemfusian (blended) dari lintas keahlian yang ada.

4) Diselenggarakan bersama Institusi Pasangan (DU-DI) mulai dari


perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian/sertifikasi.

5) Tidak terkait dengan status sekolah (UPT) 4 tahun. Boleh dilaksanakan di


SMK yang selama ini dikenal sebagai SMK 3 tahun. Sebaliknya di SMK yang
selama ini dikenal sebagai SMK 4 tahun (misalnya SMK yang dulunya STM
Pembangunan), jika menyelenggarakan program pendidikan yang
ditetapkan sebagai program 3 tahun, tetap dilaksanakan selama 3 tahun.

Secara resmi, saat ini proses penataan spektrum keahlian telah dinyatakan selesai dan
tidak lagi dilakukan analisis. Hasil penataan tersebut sudah ditetapkan dengan
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 4678/D/KEP/MK/2016tentang Spektrum Keahlian Pendidikan
Menengah Kejuruan. Daftar program pendidikan sesuai spektrum dimaksud
sepenuhnya dapat dilihat pada Lampiran 2, dengan rekapitulasi sebagaimana pada
Tabel 4 berikut.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 15


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Tabel 4
REKAPITULASI BIDANG/PROGRAM/KOMPETENSI KEAHLIAN
PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
Tahun 2016

PROGRAM KOMPETENSI KEAHLIAN


BIDANG KEAHLIAN
KEAHLIAN 3 Tahun 4 Tahun
1. Teknologi dan Rekayasa 13 42 16
2. Energi dan Pertambangan 3 5 1
3. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 5 1
4. Kesehatan dan Pekerjaan Sosial 5 6 1
5. Agribisnis dan Agroteknologi 6 13 7
6. Kemaritiman 4 9 1
7. Bisnis dan Manajemen 3 5 -
8. Pariwisata 4 5 3
9. Seni dan Industri Kreatif 8 18 4

JUMLAH 48 108 34

B. Penataan Ulang Kompetensi Dasar

Ruang lingkup kompetensi adalah sekumpulan kompetensi yang diperlukan untuk


menyelesaikantugas-tugas pekerjaan pada jabatan/bidang kerja tertentu.Ruang
lingkup kompetensiditurunkan dari standar kompetensi kerja yang diacu
(internasional, regional, SKKNI, atau standar industri) selanjutnya dirumuskan menjadi
kompetensi dasar.

1. Merumuskan KD
Beberapa kaidah yang harus diacu dalam merumuskan Kompetensi Dasar (KD)
antara lain sebagai berikut.

a. KD dirumuskan berdasarkan ruang lingkup kompetensi yang dituntut oleh


dunia kerja dengan mempertimbangkan KD yang ada pada kurikulum yang
berlaku serta mengacu pada tingkatan taksonomi Kompetensi Inti (KI).

b. KD Sikap (sikap Religius sebagai turunan dari KI-1 dan sikap Sosialsebagai
turunan dari KI-2) hanya berlaku untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti (PA-BP) serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 16


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Format untuk penyusunan KD Mapel PA-BP dan PPKn adalah sebagaimana


pada Lampiran 3.

c. KD untuk Mapel selain PA-BP dan PPKn terdiri atas KD Pengetahuan (KD dari
KI-3) dan KD Keterampilan (KD dari KI-4) saja; jumlah KD dari KI-3
diusahakan linear dengan jumlah KD dari KI-4. Format untuk penyusunan KD
Mapel Kelompok A dan B selain PA-BP dan PPKn adalah sebagaimana pada
Lampiran 4 dan Lampiran 5.

d. KD Pengetahuan dirumuskan dengan memperhatikan keselarasan hubungan


antara proses kognitif (tingkatan berpikir) mulai memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi, sampai mengkreasi dan dimensi pengetahuan,
mulai daripengetahuan faktual, konseptual, prosedural atau operasional,
hingga metakognitif.

Tingkatan berpikir operasional dibedakan untuk program pendidikan 3 tahun


adalah operasional dasar, sedangkan untuk program pendidikan 4 tahun
adalah operasional lanjut. Khusus tingkatan berpikir metakognitif untuk
program 4 tahun adalah metakognitif multidisiplin.

e. KD Keterampilan (KD dari KI-4) dapat dirumuskan sebagai keterampilan


abstrak berupa keterampilan: mengolah, menalar, sampai menyaji. Atau
sebagai keterampilan konkret berupa keterampilan: mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir, gerak alami, sampai tindakan orisinal,
sesuai dengan bentuk dan tingkat kompetensi yang dibutuhkan oleh
Kompetensi Keahlian.

f. KD Keterampilan konkret berdasarkan taksonomi Simpson (mempersepsi,


kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai
dengan tindakan orisinal) dapat diselaraskan dengan keterampilan konkret
berdasakan taksonomi Dave, yaitu: Imitasi (mempersepsi, kesiapan, meniru);
Manipulasi (gerak membiasakan); Presisi (gerak mahir); Artikulasi (gerak
alami); dan Naturalisasi (gerak Orisinal).

g. KD Pengetahuan harus selaras dan mendukung tuntutan kebutuhan KD


keterampilan. Pengetahuan pada tingkat berpikir rendah (Lower Oder Thinking
Skills:C2 dan C3) selaras dengan keterampilan pada tingkat Imitasi dan
Manipulasi, sedangkan pengetahuan tingkat berpikir tinggi (Higher Order
Thinking Skills:C4 dan C5) selaras dengan keterampilan pada tingkat Presisi,
Artikulasi dan Naturalisasi.Contoh: Menganalisis gangguan sistem
pengisianbahan bakar (KD-3/C4) selaras dengan Memperbaiki kerusakan
sistem pengisian bahan bakar sesuai SOP (KD-4/Presisi).

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 17


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

h. Rumusan KD pengetahuan dan KD Keterampilan untuk program pendidikan 4


tahun pada kelas tertinggi (kelas XIII), diutamakan berupa dimensi
pengetahuan metakognitif serta proses kognitif tingkat Evaluasi dan Kreasi (C5
dan C6), diselaraskan dengantingkat keterampilan Naturalisasi.

i. KD dirumuskan dalam bentuk kalimat aktif, menggunakan kata kerja


operasional dan mengandung materi (objek).

Kata kerja operasional KD pengetahuan sesuai tingkatan KI-3:


Tingkatan KI-3 untuk SMK/MAK: memahami, menerapkan, menganalisis
hingga mengevaluasi dapat digunakan di semua tingkatan kelas.
Disesuaikan dengan kompleksitas atau kesulitan materi (objek) yang
dipelajari.
Selaras dan mendukung keterlaksanaan praktik pada aspek keterampilan.

Materi pengetahuan (objek):


Seluruh dimensi pengetahuan, yaitu: pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural/operasional, dan metakognitif dapat disajikan di semua
tingkatan kelas.
Disesuaikan dengan tuntutankebutuhan keterampilan dan tarap
perkembangan peserta didik.

j. Isi kompetensi bukan merupakan kompetensi kunci (key competencies), soft


skills atau kompetensi generik; seperti bekerja-sama, berkomunikasi,
memecahkan masalah, menangani konflik, toleransi, mandiri dan
sejenisnya.Khusus untuk Kompetensi Keahlian tertentu dimungkinkan ada
beberapa kompetensi generik yang menjadi kompetensi kerja.

k. Setiap KD pengetahuan (KD dari KI-3) dan KD keterampilan (KD dari KI-4)
harus layak untuk diajarkan minimal dalam 2 jam pelajaran @ 45 menit. Jam
pembelajaran minimal adalah 2 (dua) jam pelajaran @ 45 menit untuk 1 (satu)
kali pertemuan.

Dalam 1 (satu) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) minimal


mengandung pasangan 1 (satu) KD pengetahuan dan 1 (satu) KD
keterampilan. RPP dibuat untuk minimal untuk 1 (satu) kali pertemuan.
Rumusan satu (satu) pasangan KD pengetahuan dan keterampilan maksimal
layak untuk disajikan dalam 4 kali pertemuan. Jika pasangan KD terlalu besar,
dapat dipecah menjadi beberapa pasangan KD tapi tetap mengacu pada
tema/topik yang utuh dan bermakna.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 18


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

l. Agar setiap kali penuntasan sebuah pasangan KD merupakan proses


pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), maka pasangan KD harus
berupa kompetensi utuh. KD keterampilan dapat diambil dari elemen
kompetensi pada standar yang diacu (International Standard, Regional
Standard, SKKNI, atau Standar Industri).Jika elemennya berupa urutan kerja,
maka KD diambil dari unit kompetensi.

m. Format penyusunan KD untuk mata pelajaran kelompok Muatan Peminatan


Kejuruan, adalah sebagaimana pada Lampiran 6 dan Lampiran 7.

Proses perumusan KD menggunakan format sebagaimana pada Tabel 5 berikut.

Tabel 5

FORMAT PERUMUSAN KD DAN MATA PELAJARAN


Ruang Lingkup Rumusan Pengelompokan
Alokasi Nama Mata
No Kompetensi Kompetensi KD Sejenis
Waktu Pelajaran
(Masukan DU/DI)) Dasar (Clustering)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Keterangan
Kolom 1 : diisi dengan nomor urut KD.
Kolom 2 : diisi dengan ruang lingkup kompetensi hasil konsultasi dengan industri.
Kolom 3 : diisi dengan rumusan KD.
Kolom 4 : diisi dengan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk setiap KD.
Kolom 5 : diisi dengan hasil pengelompokan KD.
Kolom 6 : diisi dengan nama mata pelajaran berdasarkan pengelompokan KD.

2. Menetapkan Jenis dan Jumlah KD setiap Mata Pelajaran


Semua KD yang dituangkan dalam satu mata pelajaran pada dasarnya merupakan
jabaran rinci tentang kompetensi seseorang pada keahlian dan tingkatan tertentu,
yang merujuk pada Kompetensi Inti (KI). Oleh karena itu semua KD (pengetahuan
dan keterampilan) yang mendukung ketercapaian KI harus termuat dalam mata
pelajaran. Sebaliknya KD yang tidak ada kaitannya dengan pembentukan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 19


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Kompetensi Inti (pengetahuan dan keterampilan) seseorang sesuai keahliannya,


harus dihilangkan.

Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan untuk menilai keberadaan KD antara


lain sebagai berikut.

a. Bandingkan antara jumlah dan jenis KD suatu mata pelajaran dengan SKKNI
yang relevan atau standar lainnya; masih adakah KD yang diperlukan dan
belum termuat, atau adakah KD yang sebetulnya tidak diperlukan untuk
menunjang pelaksanaan tugas lulusan pada lapangan kerja yang dituju.

b. SKKNI biasanya lebih menekankan pada performance observable, yaitu


kemampuan melaksanakan tugas yang dapat diamati. Sedangkan kemampuan-
kemampuan pendukung untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik, berupa
kemampuan prasyarat (prerequisite) dan kemampuan penunjang lainnya
(correlated theories) yang biasanya berasal dari ilmu dasar, perlu lebih
dicermati keberadaannya. Contoh:

Kompetensi
Kemampuan Prasyarat Kemampuan Penunjang
pada SKKNI
Membuat saus Memilih bahan (jenis, kriteria dan Sifat fisik dan kimia bahan
fungsi bahan untuk saus). makanan untuk saus, perubahan
Memilih alat (jenis, fungsi dan bahan saat pembuatan, reaksi
cara menggunakan alat). kimia, oksidasi reduksi saat
pembuatan.
Membuat saus sesuai prosedur:
prosedur pembuatan, teknik Unsur dan sifat-sifat kimia serta
pengolahan, kesehatan dan fisika bahan yang digunakan, sifat
keselamatan kerja, hygienedan bahan baku dan peralatan.
sanitasi makanan, proses/ Campuran dan senyawa terkait
pelaksanaan pengolahan, kriteria dengan sifat-sifat bahan yang
hasil. digunakan.
Menyajikan saus sesuai dengan Emulsi (bentuk saus setelah
teknik penyajian:teknik penyajian, pembuatan).
sanitasi dan hygiene makanan,
standar porsi.

Penjelasan:
Kemampuan prasyarat terdapat pada mata pelajaran Dasar Program Keahlian
(C2), sedangkan kemampuan penunjang terdapat pada mata Pelajaran Dasar
Bidang Keahlian (C1).

c. Lulusan SMK diutamakan untuk memasuki lapangan kerja, namun mereka juga
harus dibekali dengan kemampuan untuk mengembangkan diri pada
bidangnya, baik melalui pendidikan lebih lanjut maupun melalui pengalaman
kerja. Oleh karena itu, perlu juga dikaji apakah KD yang tersedia pada
kelompok Muatan Nasional (A)dan kelompok Muatan Kewilayahan (B) serta

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 20


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

kelompok Muatan Dasar Bidang Keahlian (C1) sudah cukup memadai untuk
mendukungnya.

d. Kenyataan pelaksanaan pekerjaan di dunia kerja (DU/DI) tertentu serta


kecenderungan perkembangannya perlu menjadi pertimbangan, karena setiap
industri dan duna usaha (lapangan kerja) kadang memiliki keunikan tersendiri.

3. Mengelompokkan KD dalam Mata Pelajaran


Jumlah KD yang dikelompokkan dalam satu mata pelajaran tergantung pada ruang
lingkup mata pelajaran (tidak ada batasan yang pasti). Beberapa hal yang perlu
diperhatikan pada saat mengorganisasikan KD dalam mata pelajaran antara lain:

a. KD yang memiliki kesamaan karakteristik dikelompokkan dalam satu mata


pelajaran. Khusus untuk Dasar Program Keahlian dan Kompetensi Keahlian,
pengelompokkan KD mengacu pada skema uji kompetensi dan sertifiasi yang
berlaku di dunia kerja.

b. Beban belajar mata pelajaran minimal dalam satu tahun; tidak diharapkan
dalam jumlah semester ganjil.

c. Setiap mata pelajaran memuat lebih satu pasangan KD (pengetahuan dan


keterampilan).

d. Setiappasangan KD (pengetahuan dan keterampilan) minimal diajarkan dalam


1 kali pertemuan maksimal 4 kali pertemuan, maka jumlah pasangan KDdalam
1 tahun antara 9 hingga 18pasangan KD.

4. Memberi Nama Mata Pelajaran


Hal-hal yang perlu dikaji terkait dengan penamaan mata pelajaran pada kelompok
Dasar Program Keahlian dan Kompetensi Keahlian sebagai berikut.

a. Nama mata pelajaran menggambarkan keseluruhan isi KD pengetahuan dan


keterampilan yang terkandung di dalamnya (hindari nama mata pelajaran
sama dengan nama Kompetensi Keahlian).

b. Nama mata pelajaran dirumuskan dalam bentuk kata benda atau kata kerja
yang dibendakan.

5. Menetapkan Alokasi Waktu Per Mata Pelajaran


Penetapan alokasi waktu per mata pelajaran memperhatikan hal-hal berikut.

a. Menentukan jumlah waktu pembelajaran yang diperlukan untuk masing-


masing KD pada mata pelajaran berdasarkan kecepatan belajar rata-rata
peserta didik.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 21


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

b. Alokasiwaktu pembelajaran per mata pelajaran merupakan jumlah total waktu


untuk menyelesaikan seluruh kompetensi dasar yang terdapat pada mata
pelajaran bersangkutan, dibagi jumlah minggu efektif untuk seluruh
tingkat/kleas dimana mata pelajaran yang bersangkutan diajarkan, dinotasikan
dengan bilangan bulat.

c. Total waktu belajar seluruh mata pelajaran dalam 1 minggu adalah48 jam
pelajaran.

C. Penataan Struktur Kurikulum


1. Perlunya Penataan Ulang Struktur Kurikulum SMK/MAK

Penjelasan Pasal 15 UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional


(Sisdiknas) menegaskan, bahwa Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan
menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam
bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan
menengah kejuruan tersebut pada Pasal 18 ayat (3) disebut Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) dan atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Amanat konstitusi di atas memberikan arah bahwa program pendidikan pada SMK
merupakan salah satu subsistem dari sistem pendidikan Nasional yang membentuk
sistem tersendiri. Artinya, sebagai subsistem dari sistem pendidikan Nasional
program pendidikan pada SMK/MAK harus taat asas terhadap ketentuan sistem
pendidikan nasional, tetapi memiliki fungsi dan tujuan tersendiri yaitu
mempersiapkan lulusannya untuk bekerja pada bidang tertentu, maka program
pendidikan pada SMK seharusnya dirancang dan dikembangkan secara tersendiri
(unik) sebagai satu kesatuan yang utuh untuk menghasilkan lulusan yang benar-
benar memenuhi harapan dunia kerja pemakainya.

Secara institusional tujuan pendidikan pada SMK/MAK dapat dirumuskan sebagai


berikut.

a. Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja


mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia di dunia kerja sebagai
tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi keahlian yang
diikutinya.

b. Membekali peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam
berkompetisi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap
profesional dalam bidang keahlian yang ditekuninya.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 22


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

c. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni agar
mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan baik melalui pengalaman
kerja maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan
keahliannya.

2. Tata Ulang Struktur Kurikulum SMK

Undang-Undang Sisdiknas menempatkan satuan pendidikan SMK/MAK berada


pada jenjang pendidikan menengah bersama-sama satuan pendidikan SMA/MA.
Bedanya yang satu merupakan jenis pendidikan kejuruan (vokasional) dan lainnya
merupakan jenis pendidikan umum (akademik), masing-masing memiliki tujuan
utama yang berbeda dalam ikatan sistem pendidikan Nasional yang standar.

Struktur Kurikulum SMK yang merupakan satuan program pendidikan utuh untuk
masing-masing kompetensi keahlian, hendaknya dirancang dan dikembangkan
sebagai kesatuan tatanan program pendidikan yang tersendiri (unik) dan utuh
(holistik). Bukan merupakan penggalan-penggalan dari berbagai program
pendidikan dan pelatihan yang disatukan menjadi satu satuan program
pendidikan. Atas dasar pertimbangan itu, maka Struktur Kurikulum SMK diusulkan
untuk ditata-ulang dengan penjelasan sebagai berikut.

a. Mata pelajaran (Mapel) dikelompokkan dalam bentuk kelompok Mata Pelajaran


Muatan Nasional, Muatan Kewilayahan, dan Muatan Peminatan Kejuruan.

b. Kelompok Muatan Nasional (A) yang semula disebut kelompok Mata Pelajaran
Wajib A, jumlah dan jenis mata pelajaran tetap sama, tetapi ada perubahan
jumlah dan distribusi jam pelajaran, dan khusus untuk Mapel Bahasa Inggris
ditambahkan Bahasa Asing Lainnya serta penambahan jumlah jam pelajaran.
Penjelasannya sebagai berikut.

1) Pendidikan Agama dan Budi Pekerti


Tidak mengalami perubahan waktu.

2) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)


Tidak mengalami perubahan waktu.

3) Bahasa Indonesia
Semula 4 jp/minggu x 6 semester, menjadi 4 jp/minggu x 2 semester (1
dan 2,) dan 3 jp/minggu x 4 semester (3, 4, 5 dan 6).

Alasan:
Mapel Bahasa Indonesia di Dikmen pada dasarnya merupakan
pengembangan dan peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia yang

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 23


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

telah dipelajari di Dikdas. Khusus di SMK lebih dititikberatkan pada


pengembangan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia
dengan baik dan benar, baik lisan maupun tulisan terutama dalam
konteks pengembangan keahlian kejuruan yang ditekuni.

4) Matematika
Tidak mengalami perubahan waktu, tetap 4 jp/mg x 6 semester.

5) Sejarah Indonesia
Semula 2 jp/minggu x 6 semester, menjadi 3 jp/minggu x 2 semester (1
dan 2).

Alasan:
Mapel Sejarah Indonesia di SMK dititikberatkan pada penanaman nilai-
nilai kejuangan, pemahaman sejarah perjuangan bangsa, dan
kemampuan mewujudkan karakter pribadi yang cinta bangsa dan
negara. Tidak terpaku pada pembelajaran episode kesejarahan.

6) Bahasa Inggris

Diperluas menjadi Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya, dengan


penambahan waktu sebagai berikut.
Semula 2 jp/minggu x 6 semester, menjadi:
3 jp/minggu x 4 semester (1, 2, 3 dan 4) ditambah 4 jp/mg x 2 semester
(5 dan 6). Khusus untuk program pendidikan 4 tahun masih ditambah 4
jp/m pada semester 7 dan 8.

Alasan:
Mata Pelajaran Bahasa Inggris sangat mendukung pengembangan
penguasaan kompetensi kejuruan yang berwawasan global.

c. Kelompok Muatan Kewilayahan (B) semula disebut kelompok Mata Pelajaran


Wajib B, mengalami penataan sebagai berikut.

7) Seni Budaya
Semula 2 jp/minggu x 6 semester, menjadi 3 jp/minggu x 2 semester (1
dan 2).

Alasan:
Mapel Seni Budaya pada SMK diarahkan untuk mengembangkan
kemampuan mengapresiasi seni dan budaya secara aktif-positif
dalam kerangka pengembangan hidup berkualitas. Bukan
penguasaan kompetensi seni dan budaya.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 24


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Meskipun pada semester 3, 4, 5 dan 6 secara terstruktur tidak ada


Mapel Seni dan Budaya, tapi peserta didik dapat mengembangkan
potensi (kemampuan apresiasi) seni dan budaya yang dimilikinya
pada wahana Ekstrakurikuler.

8) Kewirausahaan
Mapel ini dipindahkan ke kelompok Muatan Peminatan Kejuruan menjadi
Mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK).

Semula 2 jp/minggu x 6 semester, menjadi 5 jp/minggu x 4 semester (3,


4, 5, dan 6). Khusus untuk program pendidikan 4 tahun ditambah jam
pelajaran sesuai Kompetensi Keahlian pada semester 7 dan 8.

Alasan:
Di SMK sudah tidak bersifat prakarya, tapi sudah benar-benar
berkarya.
Kewirausahaan bukan sebagai teori, tapi sudah menyatu dalam
proses berkarya sesuai Kompetensi Keahliannya; mulai dari tahap
perencanaan produksi sesuai permintaan atau kebutuhan pasar/
konsumen, proses produksi sesuai SOP, pengemasan, hingga
memasarkan.
Menjadi wahana pengembangan naluri dan kepekaan berwirausaha
untuk menjadikan kompetensi keahlian yang dikuasai dan produk
yang dihasilkannya (barang maupun jasa) bernilai bisnis.

Dilaksanakan pada kelas XI dan XII, untuk program 4 tahun hingga


kelas XIII, karena di kelas X belum masuk pada kompetensi keahlian
fungsional.

9) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan


Semula 3 jp/minggu x 6 semester, menjadi 2 jp/minggu x 4 semester (1,
2, 3, dan 4).

Alasan:
Mapel PJOK berfungsi mengembangkan kemampuan dan kebiasaan
peserta didik dalam memelihara dan mengembangkan hidup sehat
dan berkualitas.

Meskipun jam pembelajaran terstruktur menjadi 2 jp/minggu dan


hanya di semester 1, 2, 3, dan 4, tapi pengembangan aktivitas
pembiasaan hidup sehat dan olah-raga dapat dilakukan di luar jam
pembelajaran terstruktur, khususnya pada aktivitas Ekstrakurikuler.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 25
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

d. Perubahan jumlah dan distribusi jam pembelajaran di atas mengubah proporsi


dan distribusi beban belajar peserta didik untuk Kelompok Mapel Muatan
Nasional, Muatan Kewilayahan dan Muatan Peminatan Kejuruan sebagai
berikut.

1) Pada semester 1 dan 2 (kelas X) beban belajar Mapel Kelompok Muatan


Nasional dan Muatan Kewilayahan adalah 24 jp/minggu, sedangkan beban
belajar Mapel Kelompok Muatan Peminatan Kejuruan menjadi 22
jp/minggu;

2) Pada semester 3 dan 4 (kelas XI) beban belajar Mapel Kelompok Muatan
Umum adalah 17 jp/minggu, sedangkan beban belajar Mapel Kelompok
Muatan Kejuruan adalah 29jp/minggu;

3) Pada semester 5 dan 6 (kelas XII) beban belajar Mapel Kelompok Muatan
Umum adalah 16 jp/minggu, sedangkan beban belajar Mapel Kelompok
Kejuruan adalah 30jp/minggu.

Dengan demikian, keseluruhan beban belajar peserta didik pada SMK berubah
menjadi 46 jp/minggu.

e. Konsekuensi dari perubahan jumlah, alokasi, dan distribusi jam pembelajaran


tersebut mengharuskan adanya penataan ulang Mapel dan beban belajarnya
pada kelompok Muatan Peminatan Kejuruan; baik pada Dasar Bidang Keahlian
(C1)Dasar Program Keahlian (C2), maupun pada Kompetensi Keahlian (C3).

1) Mapel Simulasi Digital yang berada di Dasar Program Keahlian (C2)


dipindahkan ke Dasar Bidang Keahlian (C1) karena berlaku untuk seluruh
Bidang Keahlian yang ada di SMK. Penamaannya disempurnakan menjadi
Simulasi dan Komunikasi Digital, karena KD dan lingkup materinya perlu
ditelaah dan disesuaikan terkait dengan keberadaannya sebagai Mapel
yang berlaku umum di seluruh Bidang Keahlian serta perkembangan
IPTEKS dan kebutuhan dunia kerja.

2) Dasar Bidang Keahlian (C1) adalah dasar untuk Bidang Keahlian tertentu;
misalnya Mapel Fisika untuk Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa tidak
berlaku untuk Bidang Keahlian yang lainnya, karena itu Kompetensi Dasar
dan lingkup materi serta beban belajarnya harus dirancang yang benar-
benar dibutuhkan untuk mendukung keahlian yang bersangkutan. Tidak
relevan menggunakan KD dan lingkup materi dari Bidang Keahlian lainnya,
lebih tidak relevan jika disamakan dengan SMA.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 26


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

3) Jumlah Mapel untuk Kelompok Muatan Kejuruan, khususnya untuk program


pendidikan 3 tahun termasuk Mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan
(PKK) diusahakan maksimal 12 Mapel, dengan komposisi sebagai berikut.
Dasar Kejuruan = 3 Mata Pelajaran;
Dasar Keahlian = 3 sampai 4 Mata Pelajaran, dan
Kompetensi Keahlian = 5 sampai 6 Mata Pelajaran termasuk PKK.

Maka seluruh mata pelajaran di SMK, khususnya untuk program pendidikan


3 tahun adalah 20 mata pelajaran. Program pendidikan 4 tahun dapat
menyesuaikan dengan kebutuhannya.

3. Struktur Kurikulum SMK Hasil Tata Ulang

Berdasarkan penjelasan tentang tata ulang struktur kurikulum di atas, maka


format Struktur Kurikulum hasil tata ulang adalah sebagaimana Tabel 6 berikut.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 27


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Tabel 6
STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
HASIL TATA ULANG
(Generik 3/4 Tahun)
KELAS
MATA PELAJARAN X XI XII XIII
1 2 1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3 - -
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 - -
3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 3 3 - -
4. Matematika 4 4 4 4 4 4 - -
5. Sejarah Indonesia 3 3 - - - - - -
6. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya 3 3 3 3 4 4 4 4
B. Muatan Kewilayahan
7. Seni Budaya 3 3 - - - - - -
8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2 2 2 2 - - - -
Jumlah A dan B 24 24 17 17 16 16 4 4
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1.Dasar Bidang Keahlian
9. Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3 - - - - - -
10. - - - - - -
11. - - - - - -
C2.Dasar Program Keahlian
12. - - - - - -
13. - - - - - -
14. - - - - - -
C3.Kompetensi Keahlian
15. - -
16. - -
17. - -
18. - -
19. - -
20. Produk Kreatif dan Kewirausahaan - - 5 5 5 5
Jumlah C1, C2, dan C3 22 22 29 29 30 30
TOTAL 46 46 46 46 46 46 46 46

4. Struktur Kurikulum SMK Berdasarkan SKL dan SI PMK

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) Pendidikan Menengah
Kejuruan (PMK), khususnya untuk Kelompok Muatan Kejuruan dirancang tidak
berdasarkan tingkat kelas dan pembagian semester, tetapi lebih dititikberatkan
pada tahapan pembelajaran kompetensi yang mengacu pada skema uji dan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 28


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

sertifikasi kompetensi. Oleh karena itu, format struktur kurikulumnya tidak


dirancang berdasarkan kelas dan semester, tapi hanya berupa jumlah alokasi
waktu yang disediakan sesuai kebutuhan pencapaian kompetensi masing-masing
Mata Pelajaran. Sedangkan alokasi waktu untuk Mapel Kelompok Muatan Nasional
dan Muatan Kewilayahan sudah diperhitungkan antara alokasi waktu perminggu,
dikalikan dengan jumlah minggu efektif di kelas/semester mana Mapel yang
bersangkutan diajarkan. Format Struktur Kurikulum secara generik berdasarkan
SKL dan SI PMK sebagaimana Tabel 7 berikut.
Tabel 7
STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
BERDASARKAN SKL DAN SI PMK (Generik 3/4 Tahun)
MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU
A. Muatan Nasional
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 318
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 212
3 Bahasa Indonesia 354
4 Matematika 424
5 Sejarah Indonesia 108
6 Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya 352/488
B. Muatan Kewilayahan
7 Seni Budaya 108
8 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 144
Jumlah A dan B 2.020/2.156
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
9 Simulasi dan Komunikasi Digital 108
10
11
C2. Dasar Program Keahlian
12
13
14
C3. Kompetensi Keahlian
15
16
17
18
19
20 Produk Kreatif dan Kewirausahaan 530/___
Jumlah C1, C2, dan C3 2.856/4.284
TOTAL 4.876/6.440

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 29


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah


Nomor : 7013/D/KP/2013
Tanggal : 4 Desember 2013

SPEKTRUM KEAHLIAN PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN


Tahun 2013
BIDANG NOMOR
NO. PROGRAM KEAHLIAN PAKET KEAHLIAN
KEAHLIAN KODE
1. Teknologi dan 1.1 Teknik Bangunan 1.1.1 Teknik Konstruksi Baja 001
Rekayasa 1.1.2 Teknik Konstruksi Kayu 002
1.1.3 Teknik Konstruksi Batu
003
dan Beton
1.1.4 Teknik Gambar Bangunan 004
1.2 Teknik Furnitur 1.2.1 Teknik Furnitur 005
1.3 Teknik Plambing 1.3.1 Teknik Plambing dan
006
dan Sanitasi Sanitasi
1.4 Geomatika 1.4.1 Geomatika 007
1.5 Teknik 1.5.1 Teknik Pembangkit
008
Ketenagalistrikan Tenaga Listrik
1.5.2 Teknik Jaringan Tenaga
009
Listrik
1.5.3 Teknik Instalasi
Pemanfaatan Tenaga 010
Listrik
1.5.4 Teknik Otomasi Industri 011
1.5.5 Teknik Pendinginan dan
012
Tata Udara
1.6 Teknik Mesin 1.6.1 Teknik Pemesinan 013
1.6.2 Teknik Pengelasan 014
1.6.3 Teknik Fabrikasi Logam 015
1.6.4 Teknik Pengecoran
016
Logam
1.6.5 Teknik Pemeliharaan
017
Mekanik Industri
1.6.6 Teknik Gambar Mesin 018
1.7 Teknik Pesawat 1.7.1 Pemeliharaan dan
Udara Perbaikan Motor dan
019
Rangka Pesawat Udara
(Airframe Power Plant)
1.7.2 Pemesinan Pesawat
Udara (Aircraft 020
Machining)
1.7.3 Konstruksi Badan
Pesawat Udara (Aircraft 021
Sheet Metal Forming)
1.7.4 Konstruksi Rangka
Pesawat Udara (Airframe 022
Mechanics)
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 30
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

BIDANG NOMOR
NO. PROGRAM KEAHLIAN PAKET KEAHLIAN
KEAHLIAN KODE
1.7.5 Kelistrikan Pesawat Udara
023
(Aircraft Electricity)
1.7.6 Elektronika Pesawat
Udara (Aviation 024
Electronic)
1.7.7 Pemeliharaan dan
Perbaikan Instrumen
025
Elektronika Pesawat
Udara (Electrical Avionics)
1.8 Teknik Grafika 1.8.1 Persiapan Grafika 026
1.8.2 Produksi Grafika 027
1.9 Teknik 1.9.1 Teknik Instrumentasi
028
Instrumentasi Logam
Industri 1.9.2 Kontrol Proses 029
1.9.3 Kontrol Mekanik 030
1.10 Teknik Industri 1.10.1 Teknik Pelayanan
031
Produksi
1.10.2 Teknik Pergudangan 032
1.11 Teknologi Tekstil 1.11.1 Teknik Pemintalan Serat
033
Buatan
1.11.2 Teknik Pembuatan
034
Benang
1.11.3 Teknik Pembuatan Kain 035
1.11.4 Teknik Penyempurnaan
036
Tekstil
1.12 Teknik 1.12.1 Teknik Produksi Minyak
037
Perminyakan dan Gas
1.12.2 Teknik Pemboran
038
Minyak dan Gas
1.12.3 Teknik Pengolahan
Minyak, Gas dan 039
Petrokimia
1.13 Geologi 1.13.1 Geologi Pertambangan
040
Pertambangan
1.14 Teknik Kimia 1.14.1 Kimia Analisis 041
1.14.2 Kimia Industri 042
1.15 Teknik Otomotif 1.15.1 Teknik Kendaraan
043
Ringan
1.15.2 Teknik Sepeda Motor 044
1.15.3 Teknik Alat Berat 045
1.15.4 Teknik Perbaikan Bodi
046
Otomotif
1.16 Teknik Perkapalan 1.16.1 Teknik Konstruksi Kapal
047
Baja
1.16.2 Teknik Konstruksi Kapal
048
Kayu
1.16.3 Teknik Konstruksi Kapal
049
Fiberglass
1.16.4 Teknik Instalasi
050
Pemesinan Kapal
1.16.5 Teknik Pengelasan Kapal 051
1.16.6 Kelistrikan Kapal 052
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 31
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

BIDANG NOMOR
NO. PROGRAM KEAHLIAN PAKET KEAHLIAN
KEAHLIAN KODE
1.16.7 Teknik Gambar Rancang
053
Bangun Kapal
1.16.8 Interior Kapal 054
1.17 Teknik Elektronika 1.17.1 Teknik Audio Video 055
1.17.2 Teknik Elektronika
056
Industri
1.17.3 Teknik Elektronika
057
Komunikasi
1.17.4 Teknik Mekatronika 058
1.17.5 Teknik Ototronik 059
1.18 Teknik Energi 1.18.1 Teknik Energi Hidro 060
Terbarukan 1.18.2 Teknik Energi Surya dan
061
Angin
1.18.3 Teknik Energi Biomassa 062
2. Teknologi 2.1 Teknik Komputer 2.1.1 Rekayasa Perangkat
063
Informasi dan dan Informatika Lunak
Komunikasi 2.1.2 Teknik Komputer dan
064
Jaringan
2.1.3 Multimedia 065
2.2 Teknik 2.2.1 Teknik Transmisi
066
Telekomunikasi Telekomunikasi
2.2.2 Teknik Suitsing 067
2.2.3 Teknik Jaringan Akses 068
2.3 Teknik 2.3.1 Teknik Produksi dan
Broadcasting Penyiaran Program 069
Radio dan Pertelevisian
3. Kesehatan 3.1 Kesehatan 3.1.1 Keperawatan 070
3.1.2 Keperawatan Gigi 071
3.1.3 Analisis Kesehatan 072
3.1.4 Farmasi 073
3.1.5 Farmasi Industri 074
3.2 Perawatan Sosial 3.2.1 Perawatan Sosial 075
4. Agribisnis dan 4.1 Agribisnis Produksi 4.1.1 Agribisnis Tanaman
076
Agroteknologi Tanaman Pangan dan Hortikultura
4.1.2 Agribisnis Tanaman
077
Perkebunan
4.1.3 Agribisnis Perbenihan
dan Kultur Jaringan 078
Tanaman
4.2 Agribisnis Produksi 4.2.1 Agribisnis Ternak
079
Ternak Ruminansia
4.2.2 Agribisnis Ternak
080
Unggas
4.2.3 Agribisnis Aneka Ternak 081
4.3 Kesehatan Hewan 4.3.1 Kesehatan Hewan 082
4.4 Agribisnis 4.4.1 Teknologi Pengolahan
083
Pengolahan Hasil Hasil Pertanian
Pertanian dan 4.4.2 Teknologi Pengolahan
084
Perikanan Hasil Perikanan
4.4.3 Pengawasan Mutu Hasil
085
Pertanian dan Perikanan
4.5 Mekanisasi 4.5.1 Alat Mesin Pertanian 086
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 32
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

BIDANG NOMOR
NO. PROGRAM KEAHLIAN PAKET KEAHLIAN
KEAHLIAN KODE
Pertanian 4.5.2 Teknik Tanah dan Air 087
4.6 Kehutanan 4.6.1 Teknik Inventarisasi dan
088
Pemetaan Hutan
4.6.2 Teknik Konservasi
089
Sumberdaya Hutan
4.6.3 Teknik Rehabilitasi dan
090
Reklamasi Hutan
4.6.4 Teknik Produksi Hasil
091
Hutan
5. Perikanan dan 5.1 Teknologi 5.1.1 Nautika Kapal
092
Kelautan Penangkapan Ikan Penangkap Ikan
5.1.2 Teknika Kapal
093
Penangkap Ikan
5.2 Teknologi dan 5.2.1 Budidaya Perikanan 094
Produksi Perikanan 5.2.2 Budidaya Krustasea 095
Budidaya 5.2.3 Budidaya Kekerangan 096
5.2.4 Budidaya Rumput Laut 097
5.3 Pelayaran 5.3.1 Nautika Kapal Niaga 098
5.3.2 Teknika Kapal Niaga 099
6. Bisnis dan 6.1.1 Administrasi
6.1 Administrasi 100
Manajemen Perkantoran
6.2 Keuangan 6.2.1 Akuntansi 101
6.2.2 Perbankan 102
6.2.3 Perbankan Syariah 103
6.3 Tata Niaga 6.3.1 Pemasaran 104
7. Pariwisata 7.1 Kepariwisataan 7.1.1 Usaha Perjalanan Wisata 105
7.1.2 Akomodasi Perhotelan 106
7.2 Tata Boga 7.2.1 Jasa Boga 107
7.2.2 Patiseri 108
7.3 Tata Kecantikan 7.3.1 Tata Kecantikan Rambut 109
7.3.2 Tata Kecantikan Kulit 110
7.4 Tata Busana 7.4.1 Tata Busana 111
8. Seni Rupa dan 8.1 Seni Rupa 8.1.1 Seni Lukis 112
Kriya 8.1.2 Seni Patung 113
8.1.3 Desain Komunikasi
114
Visual
8.1.4 Desain Interior 115
8.1.5 Animasi 116
8.2 Desain dan 8.2.1 Desain dan Produksi
117
Produksi Kriya Kriya Tekstil
8.2.2 Desain dan Produksi
118
Kriya Kulit
8.2.3 Desain dan Produksi
119
Kriya Keramik
8.2.4 Desain dan Produksi
120
Kriya Logam
8.2.5 Desain dan Produksi
121
Kriya Kayu

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 33


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

9. Seni Pertunjukan 9.1 Seni Musik 9.1.1 Seni Musik Klasik 122
9.1.2 Seni Musik Non Klasik 123
9.2 Seni Tari 9.2.1 Seni Tari 124
9.3 Seni Karawitan 9.3.1 Seni Karawitan 125
9.4 Seni Pedalangan 9.4.1 Seni Pedalangan 126
9.5 Seni Teater 9.5.1 Pemeranan 127
9.5.2 Tata Artistik 128

Jakarta, 04 Desember 2013.


Direktur Jenderal Pendidikan Menengah,

Ttd.

Prof. Dr. Ir. Achmad Djazidie, M. Eng.


NIP. 195902191986101001

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 34


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Lampiran 2 Spektrum Keahlian PMK Tahun 2016

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 35


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 36


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 37


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 38


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 39


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 40


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 41


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 42


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 43


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Lampiran 3. Format Penulisan KI-KD Mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PA-BP)
dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
Muatan : Nasional
BidangKeahlian : Semua Bidang Keahlian
Mata Pelajaran : _________ (PA-BP atau PPKn)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1)


aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan
(4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran,
damai), bertanggung-jawab,
responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasihat,
penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara
berkesinambungan serta
menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

1.1 2.1

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 44


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

1.2 2.2

1.3 2.3

1.4 2.4

1.5 2.5

1.6 2.6

1.7 2.7

Dst hingga seluruh KD Dst hingga seluruh KD

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasitentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, operasional dengan bidang kajian _______________
dasar, dan metakognitif _____________
sesuai dengan bidang dan _______________________(diisi nama
lingkup kajian_____________ Mapel: PA-BP atau PPKn).
___________ (diisi nama Menampilkan kinerja di bawah
Mapel: PA-BP atau bimbingan dengan mutu dan
PPKn)pada tingkat teknis, kuantitas yang terukur sesuai dengan
spesifik, detil, dan standar kompetensi kerja.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 45
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
kompleks, berkenaan Menunjukkan keterampilan menalar,
dengan ilmu pengetahuan, mengolah, dan menyaji secara efektif,
teknologi, seni, budaya, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
dan humaniora dalam kolaboratif, komunikatif, dan solutif
konteks pengembangan dalam ranah abstrak terkait dengan
potensi diri sebagai bagian pengembangan dari yang
dari keluarga, sekolah, dipelajarinya di sekolah, serta mampu
dunia kerja, warga melaksanakan tugas spesifik di
masyarakat nasional, bawah pengawasan langsung.
regional, dan internasional.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

ALOKASI
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR WAKTU

3.1 4.1
3.2 4.2
3.3 4.3
3.4 4.4
3.5 4.5
3.6 4.6
3.7 4.7
3.8 4.8
3.9 4.9
3.10 4.10
3.11 4.11
3.12 4.12
3.13 4.13
3.14 4.14

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 46


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

ALOKASI
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR WAKTU

3.15 4.15
3.16 4.16
3.17 4.17
3.18 4.18
3.19 4.19
3.20 4.20
3.21 4.21
3.22 4.22
3.23 4.23
3.24 4.24
3.25 4.25
3.26 4.26
3.27 4.27
3.28 4.28
3.29 4.29
3.30 4.30
3.31 4.31
3.32 4.32
3.33 4.33
3.34 4.34
3.35 4.35
3.36 4.36
3.37 4.37
3.38 4.38
3.39 4.39
3.40 4.40
3.41 4.41
3.42 4.42
3.43 4.43
3.44 4.44

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 47


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

ALOKASI
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR WAKTU

3.45 dst. 4.45 dst.


Jumlah

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 48


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Lampiran 4. Format Penulisan KI-KD Mapel Kelompok A dan B selain PA-BP dan PPKn
untuk Program Pendidikan 3 Tahun`

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
Bidang Keahlian : Seluruh Bidang Keahlian
Program Keahlian : ________________________
Kompetensi Keahlian : ________________________ (3 Tahun)
Mata Pelajaran : _________________________

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1)


aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan
(4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Sedangkan rumusan
kompetensi sikap sosial yaitu, Menghayati dan mengamalkan perilaku
jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan,
pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Kedua kompetensi tersebut
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasitentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, operasional dengan bidang kajian/kerja _________
dasar, dan metakognitif _________________
sesuai dengan bidang dan ___________________(diisi Nama
lingkup kajian/kerja ______ Mapel).
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 49
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
___________________________( Menampilkan kinerja di bawah
diisi Nama Mapel)pada bimbingan dengan mutu dan
tingkat teknis, spesifik, detil, kuantitas yang terukur sesuai
dan kompleks, berkenaan dengan standar kompetensi kerja.
dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan Menunjukkan keterampilan menalar,
humaniora dalam konteks mengolah, dan menyaji secara
pengembangan potensi diri efektif, kreatif, produktif, kritis,
sebagai bagian dari mandiri, kolaboratif, komunikatif,
keluarga, sekolah, dunia dan solutif dalam ranah abstrak
kerja, warga masyarakat terkait dengan pengembangan dari
nasional, regional, dan yang dipelajarinya di sekolah, serta
internasional. mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

ALOKASI
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR WAKTU

3.1 4.1

3.2 4.2

3.3 4.3

3.4 4.4

3.5 4.5

3.6 4.6

3.7 4.7

3.8 4.8

3.9 4.9

3.10 4.10

3.11 4.11

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 50


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

ALOKASI
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR WAKTU

3.12 4.12

3.13 4.13

3.14 4.14

3.15 4.15

3.16 4.16

3.17 4.17

3.18 4.18

3.19 4.19

3.20 4.20

3.21 4.21

3.22 4.22

3.23 4.23

3.24 4.24

3.25 4.25

3.26 4.26

3.27 4.27

3.28 4.28

3.29 4.29

3.30 4.30

3.31 4.31

3.32 4.32

3.33 4.33

3.34 4.34

3.35 dst. 4.35 dst.

Jumlah

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 51


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Lampiran 5. Format Penulisan KI-KD Mapel Kelompok A dan B selain PA-BP dan PPKn
untuk Program Pendidikan 4 Tahun`

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
Bidang Keahlian : Seluruh Bidang Keahlian
Program Keahlian : ________________________
Kompetensi Keahlian : ________________________ (4 Tahun)
Mata Pelajaran : ________________________

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1)


aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan
(4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Sedangkan rumusan
kompetensi sikap sosial yaitu, Menghayati dan mengamalkan perilaku
jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan,
pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Kedua kompetensi tersebut
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)

3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan


menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasitentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, operasional dengan bidang kajian/kerja _________
lanjut, dan metakognitif ____________
secara multidisiplin ________________________(diisi Nama
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 52
Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
sesuai dengan bidang dan Mapel).
lingkup kajian/kerja Menampilkan kinerja mandiri dengan
___________________________ mutu dan kuantitas yang terukur
___________ (diisi Nama sesuai dengan standar kompetensi
Mapel)pada tingkat teknis, kerja.
spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan Menunjukkan keterampilan menalar,
dengan ilmu pengetahuan, mengolah, dan menyaji secara efektif,
teknologi, seni, budaya, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
dan humaniora dalam kolaboratif, komunikatif, dan solutif
konteks pengembangan dalam ranah abstrak terkait dengan
potensi diri sebagai bagian pengembangan dari yang
dari keluarga, sekolah, dipelajarinya di sekolah, serta
dunia kerja, warga mampu melaksanakan tugas spesifik
masyarakat nasional, secara mandiri.
regional, dan internasional. Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai
dengan tindakan orisinal dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
secara mandiri.

ALOKASI
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR WAKTU

3.1 4.1
3.2 4.2
3.3 4.3
3.4 4.4
3.5 4.5
3.6 4.6
3.7 4.7
3.8 4.8
3.9 4.9

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 53


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

ALOKASI
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR WAKTU

3.10 4.10
3.11 4.11
3.12 4.12
3.13 4.13
3.14 4.14
3.15 4.15
3.16 4.16
3.17 4.17
3.18 4.18
3.19 4.19
3.20 4.20
3.21 4.21
3.22 4.22
3.23 4.23
3.24 4.24
3.25 4.25
3.26 4.26
3.27 4.27
3.28 4.28
3.29 4.29
3.30 4.30
3.31 4.31
3.32 4.32
3.33 4.33
3.34 4.34
3.35 dst. 4.35 dst.
Jumlah

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 54


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Lampiran 6. Format Penulisan KI-KD Mapel Kejuruan Program Pendidikan 3 Tahun.

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
Bidang Keahlian : ________________________
Program Keahlian : ________________________
Kompetensi Keahlian : ________________________ (3 Tahun)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek
kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan,
pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
mengevaluasitentang kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan
pengetahuan faktual, masalah sesuai dengan bidang kerja
konseptual, operasional ______________________________
dasar, dan metakognitif sesuai ____________________ (diisi Kompetensi
dengan bidang dan lingkup kerja Keahlian). Menampilkan kinerja di bawah
________________________(diis bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
i Kompetensi Keahlian)pada terukur sesuai dengan standar kompetensi
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kerja.
kompleks, berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, Menunjukkan keterampilan menalar,
seni, budaya, dan humaniora mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
dalam konteks pengembangan produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
potensi diri sebagai bagian dari komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 55


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
keluarga, sekolah, dunia kerja, terkait dengan pengembangan dari yang
warga masyarakat nasional, dipelajarinya di sekolah, serta mampu
regional, dan internasional. melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

Mata Pelajaran: _____________________________________

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.1 4.1

3.2 4.2

3.3 4.3

3.4 4.4

3.5 4.5

3.6 4.6

3.7 4.7

3.8 4.8

3.9 4.9

3.10 4.10

3.11 4.11

3.12 4.12

3.13 4.13

3.14 4.14

3.15 4.15

3.16 4.16

3.17 4.17

3.18 4.18

3.19 4.19

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 56


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.20 4.20

3.21 4.21

3.22 4.22

3.23 4.23

3.24 4.24

3.25 4.25

3.26 4.26

3.27 4.27

3.28 4.28

3.29 4.29

3.30 4.30

3.31 4.31

3.32 4.32

3.33 4.33

3.34 4.34

3.35 4.35

3.36 dst. 4.36 dst.

Mata Pelajaran: _____________________________________

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.1 4.1

3.2 4.2

3.3 4.3

3.4 4.4

3.5 4.5

3.6 4.6

3.7 4.7

3.8 4.8

3.9 4.9

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 57


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.10 4.10

3.11 4.11

3.12 4.12

3.13 4.13

3.14 4.14

3.15 4.15

3.16 4.16

3.17 4.17

3.18 4.18

3.19 4.19

3.20 4.20

3.21 4.21

3.22 4.22

3.23 4.23

3.24 4.24

3.25 4.25

3.26 4.26

3.27 4.27

3.28 4.28

3.29 4.29

3.30 4.30

3.31 4.31

3.32 4.32

3.33 4.33

3.34 4.34

3.35 4.35

3.36 dst. 4.36 dst.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 58


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Mata Pelajaran: _____________________________________

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.1 4.1

3.2 4.2

3.3 4.3

3.4 4.4

3.5 4.5

3.6 4.6

3.7 4.7

3.8 4.8

3.9 4.9

3.10 4.10

3.11 4.11

3.12 4.12

3.13 4.13

3.14 4.14

3.15 4.15

3.16 4.16

3.17 4.17

3.18 4.18

3.19 4.19

3.20 4.20

3.21 4.21

3.22 4.22

3.23 4.23

3.24 4.24

3.25 4.25

3.26 4.26

3.27 4.27

3.28 4.28

3.29 4.29

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 59


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.30 4.30

3.31 4.31

3.32 4.32

3.33 4.33

3.34 4.34

3.35 4.35

3.36 dst. 4.36 dst.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 60


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Lampiran 7. Format Penulisan KI-KD Mapel Kejuruan Program Pendidikan 4 Tahun.

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
Bidang Keahlian : ________________________
Program Keahlian : ________________________
Kompetensi Keahlian : ________________________ (4 Tahun)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek
kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan,
pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
mengevaluasitentang kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan
pengetahuan faktual, masalah sesuai dengan bidang kerja
konseptual, operasional ______________________________
lanjut, dan metakognitif _____________________ (diisi Kompetensi
secara multidisiplin sesuai Keahlian).
dengan bidang dan lingkup kerja Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu
________________________ dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
_____ (diisi Kompetensi standar kompetensi kerja.
Keahlian)pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, Menunjukkan keterampilan menalar,
berkenaan dengan ilmu mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
pengetahuan, teknologi, seni, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
budaya, dan humaniora dalam komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 61


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
konteks pengembangan potensi terkait dengan pengembangan dari yang
diri sebagai bagian dari keluarga, dipelajarinya di sekolah, serta mampu
sekolah, dunia kerja, warga melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.
masyarakat nasional, regional,
Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
dan internasional.
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai dengan
tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.

Mata Pelajaran: _____________________________________

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.1 4.1

3.2 4.2

3.3 4.3

3.4 4.4

3.5 4.5

3.6 4.6

3.7 4.7

3.8 4.8

3.9 4.9

3.10 4.10

3.11 4.11

3.12 4.12

3.13 4.13

3.14 4.14

3.15 4.15

3.16 4.16

3.17 4.17

3.18 4.18

3.19 4.19

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 62


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.20 4.20

3.21 4.21

3.22 4.22

3.23 4.23

3.24 4.24

3.25 4.25

3.26 4.26

3.27 4.27

3.28 4.28

3.29 4.29

3.30 4.30

3.31 4.31

3.32 4.32

3.33 4.33

3.34 4.34

3.35 4.35

3.36 dst. 4.36 dst.

Mata Pelajaran: _____________________________________

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.1 4.1

3.2 4.2

3.3 4.3

3.4 4.4

3.5 4.5

3.6 4.6

3.7 4.7

3.8 4.8

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 63


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.9 4.9

3.10 4.10

3.11 4.11

3.12 4.12

3.13 4.13

3.14 4.14

3.15 4.15

3.16 4.16

3.17 4.17

3.18 4.18

3.19 4.19

3.20 4.20

3.21 4.21

3.22 4.22

3.23 4.23

3.24 4.24

3.25 4.25

3.26 4.26

3.27 4.27

3.28 4.28

3.29 4.29

3.30 4.30

3.31 4.31

3.32 4.32

3.33 4.33

3.34 4.34

3.35 4.35

3.36 dst. 4.36 dst.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 64


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

Mata Pelajaran: _____________________________________

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.1 4.1

3.2 4.2

3.3 4.3

3.4 4.4

3.5 4.5

3.6 4.6

3.7 4.7

3.8 4.8

3.9 4.9

3.10 4.10

3.11 4.11

3.12 4.12

3.13 4.13

3.14 4.14

3.15 4.15

3.16 4.16

3.17 4.17

3.18 4.18

3.19 4.19

3.20 4.20

3.21 4.21

3.22 4.22

3.23 4.23

3.24 4.24

3.25 4.25

3.26 4.26

3.27 4.27

3.28 4.28

3.29 4.29

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 65


Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017)

KOMPETENSI KOMPETENSI UNIT SKEMA


WAKTU
DASAR DASAR KOMPETENSI SERTIFIKASI
3.30 4.30

3.31 4.31

3.32 4.32

3.33 4.33

3.34 4.34

3.35 4.35

3.36 dst. 4.36 dst.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 66


PELATIHAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MATERI PELATIHAN:
STRATEGI LITERASI DALAM
PEMBELAJARAN
DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

KATA PENGANTAR
Gerakan Literasi Sekolah telah dicanangkan sejak akhir tahun 2014. Berbagai upaya
dilakukan untuk menggerakkan ekosistem sekolah dalam melakukan kegiatan berliterasi
dan mengembangkan sikap. Upaya sistematis dan berkesinambungan perlu dilakukan
untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Saat ini, program Gerakan Literasi
Sekolah (GLS) untuk menumbuhkan minat baca dan kecakapan literasi telah
dicanangkan di sebagian sekolah dalam berbagai kegiatan, antara lain 15 menit
membaca sebelum pembelajaran, sebagaimana diamanatkan oleh Permendikbud
Nomor 23 Tahun 2015.

Dalam Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah maupun Buku Panduan Gerakan Literasi
Sekolah telah dijelaskan bahwa tahapan GLS meliputi pembiasaan, pengembangan dan
pembelajaran. Seiring dengan maraknya kegiatan literasi sekolah, telah memperlihatkan
kepedulian masyarakat sekolah terhadap bahan dan kegiatan literasi, namun kegiatan
literasi di sekolah masih belum terlalu menyentuh aspek pembelajaran di ruang kelas.
Gerakan ini perlu disempurnakan dengan panduan teknis dan pelatihan-pelatihan untuk
memampukan guru melaksanakan pembelajaran berbasis literasi, yang disusun dalam
Materi Penyegaran bagi Instruktur Kurikulum 2013.

Materi Penyegaran bagi Instruktur Kurikulum 2013 ini sekaligus menjadi materi
pendampingan bagi guru sasaran yang disusun sebagai upaya memberikan inspirasi
kepada guru dalam mengimplementasikan literasi di kelas melalui strategi literasi dalam
pembelajaran. Dengan strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan performa
literasi peserta didik SMK, khususnya dan peserta didik Indonesia pada umumnya.

Materi ini terutama menekankan pada peningkatan keterampilan memahami konten


bacaan, konsepsi yang disajikan pada bacaan, dan kemampuan berpikir melalui bacaan
pada strategi sebelum, selama, dan sesudah membaca. Kemampuan berpikir tinggi
merupakan salah satu kompetensi capaian implementasi Kurikulum 2013. Materi
penyegaran Kurikulum 2013 dilengkapi dengan modul, materi presentasi dan lembar
kerja yang memandu aktivitas peserta untuk mendalami dan mengimplementasi
pembelajaran berbasis literasi. Semua perangkat ini diharapkan menjadi acuan bagi
instruktur dan pemangku kepentingan di jenjang nasional, provinsi, kabupaten/kota dan
sekolah untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa secara efektif dan
berkesinambungan.

Jakarta, Februari 2017

Tim Penyusun-Satgas GLS Kemdikbud

@2017, Direktorat Pembinaan SMK i


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

DAFTAR ISI
JUDUL
KATA PENGANTAR ................................................................................ i
DAFTAR ISI ......................................................................................... ii
DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Tujuan Penyusunan ...................................................................... 4
C. Masalah ....................................................................................... 4
D. Solusi .......................................................................................... 5
BAB II IMPLEMENTASI KEGIATAN LITERASI .......................................... 6
A. Persiapan ..................................................................................... 6
1. Rapat Koordinasi ...................................................................... 6
2. Pembentukan Tim Literasi di Sekolah (TLS) ................................ 7
3. Sosialisasi ................................................................................ 7
4. Persiapan Sarana Prasarana ...................................................... 7
B. Pelaksanaan ................................................................................. 8
1. Tiga Tahapan Pelaksanaan ....................................................... 8
2. Strategi Membangun Budaya Literasi ......................................... 8
3. Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut .................................. 9
BAB III STRATEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN ............................10
A. Tujuan ........................................................................................10
B. Kecakapan Literasi .......................................................................10
C. Peta Konsep Strategi Literasi dalam Pembelajaran..........................13
D. Indikator Literasi dalam Pembelajaran...........................................14
E. Alat Bantu ...................................................................................16
BAB IV PENUTUP ................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... iv

@2017, Direktorat Pembinaan SMK ii


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.1 STRATEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN .......................... 19
Lampiran 1.2 KEGIATAN PADA STARTEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN . 20
Lampiran 1.3 INDIKATOR LITERASI DALAM PEMBELAJARAN ........................ 21
Lampiran 2.1 Contoh RPP Untuk Mapel Matematika ..................................... 24
Lampiran 2.2 Contoh RPP Untuk Mapel Tata Kecantikan ............................... 31

@2017, Direktorat Pembinaan SMK iii


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana peserta didik
dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku
sekolah. Literasi juga terkait dengan kehidupan peserta didik, baik di rumah maupun di
lingkungan sekitarnya untuk menumbuhkan budi pekerti mulia. Literasi, di awal,
dimaknai keberaksaraan dan selanjutnya dimaknai melek atau keterpahaman. Pada
langkah awal, melek baca dan tulis ditekankan karena kedua keterampilan berbahasa
ini merupakan dasar bagi pengembangan melek dalam berbagai hal atau disebut
multiliterasi.

Menurut Abidin (2015), multiliterasi dimaknai sebagai keterampilan menggunakan


beragam cara untuk menyatakan dan memahami ide-ide dan informasi dengan
menggunakan bentuk-bentuk teks konvensional maupun bentuk-bentuk teks inovatif,
simbol, dan multimedia. Beragam teks yang digunakan dalam satu konteks ini disebut
multimoda (multimodal text). Multiliterasi, pada dasarnya dapat terdiri atas berbagai
hal, seperti baca-tulis, matematika, sains, teknologi informasi komunikasi, kebudayaan
dan kewarganegaraan, kesehatan, keselamatan (jalan, mitigasi bencana), kriminal
(menuju sekolah aman), gesture, dan semua lingkup kehidupan.

Dalam konteks GLS, literasi merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan


menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca,
melihat, menyimak, menulis, dan/berbicara (Panduan GLS SMK tahun 2016).

Agar mampu bertahan di abad 21, masyarakat harus menguasai enam literasi dasar,
yaitu literasi baca-tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan
komunikasi, literasi keuangan serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Tiga literasi
lainnya yang perlu dikuasai adalah literasi kesehatan, literasi keselamatan (jalan,
mitigasi bencana), dan literasi kriminal (bagi siswa SD disebut sekolah aman)
(Wiedarti, Mei 2011). Literasi gestur juga perlu dipelajari untuk mendukung
keterpahaman makna teks dan konteks dalam masyarakat multikultural dan konteks
khusus para disabelitas.

Berdasarkan uraian tersebut, istilah literasi merupakan sesuatu yang terus berkembang
atau terus berproses, yang pada intinya adalah pemahaman terhadap teks dan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

konteksnya sebab manusia berurusan dengan teks sejak dilahirkan, masa kehidupan,
hingga kematian. Keterpahaman terhadap beragam teks akan membantu
keterpahaman kehidupan dan berbagai aspeknya karena teks itu representasi dari
kehidupan individu dan masyarakat dalam budaya masing-masing.

Semuanya mengarah pada pemahaman multiliterasi. Adapun pembelajaran yang


bersifat multiliterasi, memadukan karakter, dan keterampilan abad ke-21 (keterampilan
berpikir tingkat tinggi; 4Cs: Critical thinking and problem solving, Creativity and
innovation; Collaboration, teamwork and leadership, Communication and media
fluency), diharapkan dapat menjadi bekal kecakapan hidup sepanjang hayat.

Saat ini, kegiatan di sekolah ditengarai belum optimal mengembangkan kemampuan


literasi warga sekolah, khususnya guru dan siswa. Hal ini disebabkan, antara lain oleh
minimnya pemahaman warga sekolah terhadap pentingnya kemampuan literasi dalam
kehidupan mereka serta minimnya penggunaan buku-buku di sekolah (selain buku-teks
pelajaran). Kegiatan membaca di sekolah masih terbatas pada pembacaan buku teks
pelajaran dan belum melibatkan jenis bacaan lain.

Pada sisi lain, hasil beberapa tes yang telah dilakukan adalah sebagai berikut.

1. PIRLS atau Progress International Reading Literacy Study (PIRLS) mengevaluasi


kemampuan membaca peserta didik kelas IV. Dalam PIRLS 2011 International in
Reading, Indonesia menduduki peringkat 45 dari 48 negara peserta dengan skor
428 dari skor rata-rata 500 (IEA, 2012)
2. PISA atau Programme for International Student Assessment mengevaluasi
kemampuan peserta didik berusia 15 tahun dalam hal membaca, matematika, dan
sains. PISA 2009 peserta didik Indonesia berada dalam peringkat ke-57 dengan
skor 396 (skor rata-rata OECD 493) dan di tahun 2012 peringkat ke-64 dari 65
negara dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 496). (OECD, 2013
3. INAP atau Indonesia National Assassment Program (INAP) mengevaluasi
kemampuan siswa dalam hal membaca, matematika, dan sains. Hasil INAP tahun
2016 menunjukkan bahwa nilai kemampuan membaca peserta didik Inonesia
46,83% (kurang)

Data ini selaras dengan temuan UNESCO (2012) terkait kebiasaan membaca
masyarakat Indonesia yang menyatakan bahwa hanya satu dari 1.000 orang Indonesia
yang membaca. Kondisi demikian ini jelas memprihatinkan karena kemampuan dan
keterampilan membaca merupakan dasar bagi pemerolehan pengetahuan,

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

keterampilan, dan pembentukan sikap peserta didik. Oleh sebab itu, dibentuklah
Satuan Tugas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai salah satu alternatif untuk
menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem
literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat (Wiedarti dan
Kisyani-L. ed., 2016).

Upaya sistematis dan berkesinambungan perlu dilakukan untuk meningkatkan


kemampuan literasi siswa. GLS untuk menumbuhkan minat baca dan kecakapan
literasi telah dicanangkan sejak tahun 2016, namun saat ini belum terlalu menyentuh
aspek pembelajaran di kelas. Beberapa panduan terkait GLS telah diterbitkan tahun
2016 oleh Dikdasmen Kemendikbud, yakni (1) Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah,
(2) Panduan Gerakan Literasi Sekolah (untuk setiap jenjang pendidikan), antara lain
Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan.

Saat ini, GLS perlu disempurnakan dengan panduan Bimbingan Teknis dan Pelatihan
atau Penyegaran untuk memampukan guru melaksanakan strategi literasi dalam
pembelajaran. Salah satu pelatihan tersebut adalah Pelatihan dan/atau Bimbingan
Teknis Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013. Materi yang disajikan terutama
menekankan pada peningkatan keterampilan mengelola pembelajaran dengan strategi
literasi untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa, membentuk karakter, dan
mengembangkan keterampilan abad ke-21 (keterampilan berpikir tingkat tinggi dan
4Cs). Keterampilan berpikir tingkat tinggi (keterampilan abad ke-21) merupakan salah
satu kompetensi capaian implementasi Kurikulum 2013.

Materi penyegaran Kurikulum 2013 ini terwujud dalam bentuk modul, materi
presentasi, dan alat bantu berwujud pengatur grafis yang memandu aktivitas peserta
untuk mendalami dan mengimplementasi strategi literasi dalam pembelajaran. Semua
perangkat ini diharapkan dapat memandu instruktur dan pemangku kepentingan di
jenjang nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah dalam pelaksanaan,
pengembangan, dan penguatan strategi literasi dalam pembelajaran.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

B. Tujuan Penyusunan

Tujuan penyusunan materi penyegaran ini adalah untuk:

1. memberikan pemahaman tentang konsep umum Gerakan Literasi Sekolah;


2. memberikan penjelasan tentang implementasi tahapan GLS di SMK;
3. memberikan inspirasi kepada peserta pelatihan untuk memanfaatkan beragam
sumber belajar, termasuk buku-teks-pelajaran dan buku-nonteks-pelajaran dalam
pembelajaran; dan
4. memandu peserta pelatihan menggunakan strategi literasi dalam pembelajaran
guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap bacaan, kemampuan berpikir
siswa, dan kecakapan komunikasi siswa.

C. Masalah

Masalah 1

Pengembangan kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi


khususnya mengembangkan minat baca belum berjalan secara optimal di sekolah
karena beberapa guru memiliki pemahaman berbeda atau kurang memadai tentang
literasi. Guru seharusnya dapat menjadi teladan yang baik bagi siswanya, termasuk
dalam membaca. Saat guru meminta siswa membaca, guru pun juga perlu membaca
untuk memberi contoh yang baik bagi siswanya. Tradisi literasi (kemampuan
komunikasi yang artikulatif secara verbal dan tulisan serta kemampuan menyerap
informasi melalui bacaan) juga belum tumbuh secara koheren dalam diri beberapa
guru.

Masalah 2

Upaya untuk menyosialisasikan dan meningkatkan kemampuan literasi di sekolah


belum membuahkan hasil yang optimal karena kurangnya pendampingan dan
pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi guru. Selain itu,
materi ajar dan bahan bacaan yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara
optimal untuk mengembangkan kemampuan literasi siswa.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

D. Solusi

Guru perlu memahami bahwa upaya pengembangan literasi tidak berhenti


ketikapeserta didik dapat membaca dengan lancar. Pengembangan literasi perlu terjadi
pada pembelajaran di semua mata pelajaran melalui upaya untuk meningkatkan
kemampuan berpikir analitis, kritis, kreatif, dan memecahkan masalah. Para guru perlu
memasukkan strategi literasi dalam pembelajarannya. Pengembangan kemampuan
literasi di sekolah akan membantu meningkatkan kemampuan belajar siswa.
Penggunaan bacaan atau bahan ajar yang bervariasi, disertai dengan perencanaan
yang baik dalam kegiatan pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kemampuan
literasi siswa.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

BAB II
IMPLEMENTASI KEGIATAN LITERASI

Untuk mengimplementasikan penumbuhan budaya literasi di sekolah diperlukan


langkah-langkah sebagai berikut: persiapan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan
tindak lanjut. Persiapan merupakan kegiatan menyiapkan bahan, personal, dan strategi
pelaksanaan. Pelaksanaan merupakan operasionalisasi yang telah dipersiapkan.
Pemantauan, evaluasi, tindak lanjut merupakan kegiatan untuk mengetahui efektivitas
kegiatan literasi yang telah dilaksanakan. Tiga hal yang terakhir ini tidak akan dibahas
di sini karena dapat dicermati dalam Desain Induk GLS (Wiedarti dan Kisyani-L.,
2016).

Penumbuhan literasi di sekolah dapat dilakukan melalui kegiatan rutin dan kegiatan
insidental. Kegiatan tersebut dilakukan dalam tiga tahapan literasi yaitu tahap
pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Agar dapat melaksanakan tiga
tahapan literasi tersebut diperlukan kegiatan persiapan, sebagai berikut.

A. Persiapan

1. Rapat Koordinasi

Kegiatan ini dilaksanakan untuk membicarakan tentang maksud dan tujuan


dilaksanakannya literasi di sekolah. Dalam rapat koordinasi membahas, antara
lain tentang persiapan implementasi GLS, sosialisasi GLS, pembentukan Tim
Literasi Sekolah (TLS), menyusun program kerja GLS, serta penyiapan sarana
dan sarana GLS. Rapat koordinasi diikuti oleh:
a. Kepala Sekolah
b. para Wakil Kepala Sekolah
c. staf Wakil Kepala Sekolah

Tujuan rapat koordinasi ini, antara lain:

a. pemahaman tentang literasi,


b. pembentukan tim literasi sekolah (TLS),
c. menyusun program kerja literasi sekolah, dan
d. mempersiapkan materi literasi.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

2. Pembentukan Tim Literasi di Sekolah (TLS)

Kepala sekolah membentuk TLS melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah yang
menyertakan tugas pokok dan fungsi TLS (menyusun program kerja, penyiapan
sarana dan sarana, mengimplementasikan, dan menyiapkan monev
internal/eksternal GLS). Susunan anggota TLS disesuaikan dengan kebutuhan
sekolah masing-masing.

3. Sosialisasi

a. Sosialisasi kepada Tenaga Pendidik dan Kependidikan.


Sosialisasi ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan komitmen guru
dan karyawan tentang pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah.
b. Sosialisasi kepada Siswa
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang literasi,
tujuan pelaksanaan literasi dan mekanisme pelaksanaan literasi.
c. Sosialisasi kepada Komite Sekolah dan Orang Tua Siswa.
Sosialisasi pada Komite Sekolah dan orang tua siswa bertujuan untuk
memberikan dukungan terhadap kegiatan literasi di sekolah dan berharap
agar komite dan orang tua siswa juga mendukung program tersebut. Dalam
kegiatan sosialisasi tersebut diperlukan narasumber yang memahami dan
mampu menjelaskan tentang literasi di sekolah.

4. Persiapan Sarana Prasarana

Untuk menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah diperlukan ekositem


sekolah yang literat dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang yang
perlu dimiliki oleh sekolah, antara lain:
a. perpustakaan sekolah,
b. Sudut Baca di kelas dan area baca lingkungan sekolah,
c. buku pengayaan,
d. laman sekolah yang disertai interface literasi,
e. akses internet di lingkungan sekolah,
f. banner dan spanduk penumbuhan budaya literasi diletakan pada sejumlah
lokasi di sekolah,
g. poster-poster budaya literasi di lingkungan sekolah, dan
h. leaflet Gerakan Literasi di sekolah

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

B. Pelaksanaan

1. Tiga Tahapan Pelaksanaan

Pada dasarnya ada tiga tahapan pelaksanaan GLS di sekolah, dimulai dari
Tahap Pembiasan, Tahap Pengembangan, sampai pada tahap Pembelajaran.
Berikut adalah gambaran tiga tahapan itu.

Secara lebih rinci, ihwal ketiga tahapan pelaksanaan GLS dapat dipelajari dalam
Desain Induk GLS dan Buku Panduan GLS di SMK.

2. Strategi Membangun Budaya Literasi

Pembangunan budaya literasi di sekolah hendaknya berfokus pada tigal hal


sebagai berikut (Beers dkk, 2009).
a. Mengkondisikan lingkungan fisik yang kaya literasi
b. Mengupayakan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi yang
literat
c. Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat

Penjelasan lebih lengkap mengenai hal ini dapat dicermati dalam buku Desain Induk
GLS.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

3. Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut

Kegiatan ini pada prinsipnya merupakan salah satu siklus agar implementasi GLS
dapat maju berkelanjutan. Pemantauan dapat dilakukan setiap saat, namun
disarankan dilaksanakan tiap bulan sekali. Sementara itu, evaluasi dapat
dilaksanakan tiap satu semester ataupun satu tahun pelajaran. Berdasarkan
pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara terprogram, permasalahan
implementasi GLS dapat diketahui kekurangan dan keunggulan gerakan tersebut.
Hal ini akan memudahkan untuk melakukan rencana tindak lanjut pada tahun
pelajaran berikutnya ataupun pada rencana strategis jangka menengah
berikutnya.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 9


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

BAB III
STRATEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN

A. Tujuan

Tujuan utama penggunaan strategi literasi dalam pembelajaran adalah untuk


membangun pemahaman siswa, keterampilan menulis, dan keterampilan
komunikasi secara menyeluruh. Selama ini berkembang pendapat bahwa literasi
hanya ada dalam pembelajaran bahasa atau di kelas bahasa. Pendapat ini tentu
saja tidak tepat karena literasi berkembang rimbun dalam bidang matematika,
sains, ilmu sosial, teknik, seni, olahraga, kesehatan, ekonomi, agama, prakarya dll.
(cf. Robb, L, 2003).

Konten dalam pembelajaran adalah apa yang diajarkan, adapun literasi adalah
bagaimana mengajarkan konten tersebut. Oleh sebab itu, bidang-bidang yang telah
disebutkan dan lintas bidang memerlukan strategi literasi dalam pembelajarannya.
Strategi literasi dalam pembelajaran akan membentuk karakteristik siswa dan
mengembangkan keterampilan abad ke-21 (keterampilan berpikir tingkat tinggi).

B. Kecakapan Literasi

Agus Marwan menjelaskan, hidup di abad 21 adalah hidup di era informasi.


Keterbukaan informasi yang nyaris tanpa batas menjadikan siswa harus
berkecakapan literasi. Ragam mata pelajaran mengharuskan siswa mampu
membaca dengan baik. Untuk itulah, kecakapan literasi menjadi penting. Literasi
membantu siswa memahami teks lisan, tulisan, audio, maupun gambar atau visual.
Dengan demikian, semakin baik literasi siswa, semakin baik pula prestasi
belajarnya Pengertian literasi tidak hanya membaca dan menulis tetapi juga
mampu menggali, mengolah, mengidentifikasi dan menggunakan informasi yang
kita peroleh ke dalam bentuk sikap dan mengkomunikasikannya kepada orang
lain, (http://sorotdaerah.net/perlunya-anak-menguasai-kecakapan-literasi-di-abad-
21/)

Melalui kegiatan pembelajaran (pendahuluan, inti, dan penutup) guru dapat


merencanakan kegiatan yang dapat meningkatkan kecakapan literasi siswa
sebagai berikut:

1. Siswa mampu melakukan prediksi terhadap materi pembelajaran atau bacaan.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 10


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

2. Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahamannya dengan


menggunakan petunjuk visual atau tulisan).
3. Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang
disajikan dalam bacaan sertamendeskripsikannya dengan baik.
4. Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan
baik, dan mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau
bacaan secara verbal dan tulisan.

Selama proses pembelajaran, pada tahap-tahap pembelajaran baik pada


pendahuluan, inti pembelajaran maupun pada tahap penutup, guru seharusnya
merencanakan pembelajaran dan dapat mempraktikkan aktivitas yang dapat
meningkatkan kecakapan literasi. Hal tersebut dapat dilakukan dalam Strategi
Literasi dalam Pembelajaran yang menurut Wilson dan Chavez (2014), meliputi
Strategi Pemahaman Wacana/ teks dan Pengembangan Kompetensi Representasi
Multimoda, yang dijelaskan sebagai berikut:

a. Strategi Pemahaman Wacana/ Teks, yang meliputi pemahaman terhadap teks


baik sebelum, ketika membaca maupun setelah membaca, yang masing-
masing berupa kecakapan-kecakapan sebagai berikut.
1. Sebelum Membaca, siswa mampu:
a) membuat memprediksi, yaitu mampu memperkirakan isi bacaan
menggunakan fitur (gambar, judul, jenis, sumber bacaan) pada bagian
preliminari bacaan (sampul/bagian judul/ halaman-halaman awal, dll.),
dan
b) mengidentifikasi tujuan membaca, antara lain dapat menyusun daftar
pertanyaan (minimal 3) tentang hal-hal yang mereka ingin ketahui dari
bacaan; atau melakukan curah gagasan tentang hal-hal yang mereka
sudah atau ingin ketahui terkait bacaan.

2. Ketika Membaca, siswa mampu:


a) mengidentifikasi informasi yang relevan, antara lain menggunakan fitur-
fitur bacaan (paragraf, ide pokok, ide pendukung, kosakata, jenis,
struktur teks, elemen visual dll) untuk memahami bacaan,
mengidentifikasi ide dan argumen yang penting pada bacaan;
b) memvisualisasi, antara lain menerapkan strategi membaca untuk
mengingat informasi penting pada bacaan, menyajikan dalam moda
yang lain;

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 11


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

c) membuat inferensi (mengembangkan pemahamannya dengan


menggunakan petunjuk visual atau tulisan); dan
d) membuat keterkaitan, antara lain menerapkan strategi membaca untuk
mengingat informasi penting pada bacaan.

3. Setelah membaca, siswa mampu:


a) membuat ringkasan, antara lain menjawab pertanyaan terkait bacaan,
mengkomunikasikan pemahamannya terhadap bacaan secara verbal
dan gambar/tulisan, berpartisipasi terhadap kegiatan tindak lanjut
setelah membaca;
b) mengevaluasi teks, antara lain, mengkomunikasikan tanggapannya
terhadap bacaan secara verbal dan gambar/tulisan;
mengkomunikasikan analisis dan evaluasinya terhadap bacaan secara
verbal dan gambar/tulisan; dan
c) mengkonfirmasi, merevisi atau menolak prediksi, antara lain, mampu
membuat pertanyaan terhadap atau terkait bacaan, mampu
mengembangkan pengetahuan terkait bacaan melalui riset lanjut
terhadap bacaan lain yang relevan.

b. Kompetensi Representasi Multimoda, siswa mampu meliputi:


1. mengubah dari satu moda ke moda lain;
2. menjelaskan keterkaitan antara satu dan dua moda untuk mengkomunikasi
pesan yang sama;
3. memerikan (menceritakan/ melukiskan/ mengatakan bagaimana representasi
yang berbeda menjelaskan fenomena yang sama dengan cara yang berbeda;
4. memilih, mengkombinasikan, dan/atau menghasilkan representasi yang
standard an non standar untuk mengkomunikasikan konsep tertentu; dan
5. mengevaluasi representasi multimoda dan menjelaskan mengapa satu
representasi lebih efektif daripada representasi lain untuk tujuan tertentu

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 12


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

C. Peta Konsep Strategi Literasi dalam Pembelajaran

Dalam bentuk peta konsep, strategi literasi dalam pembelajaran dapat digambarkan
sebagai berikut.

Mengidentifikasi tujuan membaca


1. SEBELUM MEMBA-
CA/BELAJAR
Membuat prediksi

Membuat pertanyaan tentang isi teks dan


hal-hal terkait dengan topik tersebut

Mengidentifikasi informasi yang relevan

Memvisualisasi data/think aloud


2. KETIKA MEMBACA/
BELAJAR Mengidentifikasi kosakata baru, kata kunci,
dan/atau kata sulit
STRATEGI PEMAHAMAN
WACANA/TEKS Membuat keterkaitan antarteks

Mengidentifikasi bagian teks yang sulit (jika ada) dan/


STRATEGI LITERASI atau membaca kembali bagian itu
DALAM PEMBELAJARAN

Membuat ringkasan

Mengevaluasi teks

3. SETELAH MEMBACA Mengubah dari satu moda ke moda lain

Memilih, mengombinasi, dan/atau menghasilkan


teks multimoda untuk mengomunikasikan
konsep tertentu

Pengatur grafis
PENGGUNAAN ALAT BANTU
Daftar cek, dll.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 13


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

D. Indikator Literasi dalam Pembelajaran

Pada dasarnya, silabus berbagai mata pelajaran di SMK sudah menunjukkan


adanya strategi literasi dalam pembelajaran. Penuangan silabus ke dalam langkah-
langkah pembelajaran dapat diceksilangkan dengan indikator literasi dalam
pembelajaran. Berikut adalah daftar cek untuk indikator literasi yang perlu ada
untuk menguatkan langkah-langkah pembelajaran. Dalam hal ini nomor yang
tersaji tidak merujuk pada urutan (dalam pembelajaran hal tersebut tidak harus
urut).

INDIKATOR LITERASI DALAM PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Materi Pokok :
Alokasi Waktu :
NO DESKRIPSI ADA BELUM CATATAN
ADA
A Strategi Literasi dalam Pembelajaran
1. Sebelum "membaca"
a. mengidentifikasi tujuan membaca
b. membuat prediksi
2. Ketika "membaca"
a. mengidentifikasi informasi yang relevan
b. mengidentifikasi kosakata baru, kata kunci,
dan/atau kata sulit dalam teks
c. Mengidentifikasi bagian teks yang sulit (jika
ada) dan/atau membaca kembali bagian itu
d. memvisualisasi dan/atau think aloud
e. membuat inferensi.
f. membuat pertanyaan tentang isi teks dan
hal-hal yang terkait dengan topik tersebut
(dapat menggunakan sumber di luar teks
atau buku pengayaan)
g. membuat keterkaitan antarteks
3. Setelah "membaca"
a. membuat ringkasan
b. mengevaluasi teks
c. mengubah dari satu moda ke moda yang lain
d. memilih, mengombinasikan, dan/atau
menghasilkan teks multimoda untuk
mengomunikasikan konsep tertentu
e. mengonfirmasi, merevisi, atau menolak
prediksi
B Penggunaan Alat bantu
1. Pengatur Grafis
2. Daftar Cek dll.

(cf. Wilson and Chavez, 2014; Robb, 2003) 130217 KP

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 14


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Dalam pembahasan mengenai indikator literasi tersebut, ada beberapa istilah


teknis yang dikembangkan di antaranya:
(1) Istilah teks dalam literasi dapat berwujud teks tulis, audio, visual,
audiovisual, digital, kinestesik, dan sebagainya. Sejalan dengan itu, istilah
"membaca" yang digunakan dalam kegiatan literasi juga merujuk pada
membaca dalam arti luas.
(2) Think-aloud merupakan strategi untuk membunyikan secara lisan apa yang
ada di dalam pikiransiswa atau guru pada saat berusaha memahami
bacaan, memecahkan masalah, atau mencoba menjawab pertanyaan guru
atau siswa lain. Strategi ini dapat membantu siswa memonitor
pemahamannya, berpikir tingkat tinggi, dan membentuk karakter.
(3)
Inferensi merupakan simpulan sementara berdasarkan informasi yang
tersirat dalam teks. Inferensi dapat didukung dengan ciri/bukti/fitur khusus
yang ada dalam teks.
(4) Keterkaitan antarteks merujuk pada keterkaitan teks dengan teks yang
pernah dibaca sebelumnya, teks dengan pengalaman pribadi, atau teks
dengan hal lain yang membantu siswa membentuk karakter dan berpikir
tingkat tinggi.
(5) Istilah ringkasan dalam arti luas diperoleh dengan kegiatan meringkas isi,
mengidentifikasi gagasan utama, menceritakan kembali, membuat sintesis,
membuat pertanyaan tentang isi, dan sebagainya. Kegiatan ini membantu
siswa membentuk karakter dan berpikir tingkat tinggi.
(6) Evaluasi teks dapat berwujud antara lain membuat opini terkait teks;
membuat penilaian langsung; mengaitkan dengan teks lain; mengaitkan
dengan pengalaman pribadi, pengetahuan sebelumnya, isu lokal dan
global; memilih/menentukan moda yang paling sesuai untuk tujuan tertentu,
misalnya: untuk menjelaskan siklus kehidupan, dipilih moda gambar siklus
(bukan teks tulis).Kegiatan ini membantu siswa membentuk karakter dan
berpikir tingkat tinggi.
(7) Moda merujuk pada bagaimana atau dengan cara apa pesan disampaikan
(teks tulis, audio, visual, audiovisial, digital, kinestesik, dsb.). Moda yang
lain (selain cetak) dapat berwujud visualisasi teks dan/atau respon indrawi
lain; dramatisasi; refleksi pemahaman dengan membuat teks bentuk lain:
lisan, tulisan, audio, visual, audio visual, kinestesik.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 15
Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

(8) Pengatur grafis (graphic organizers)1 adalah berbagai bentuk tabel atau
grafik untuk membantu pemahaman dengan cara mengorganisasikan
ide/pikiran/gagasan.
(9) Pemahaman makna kata-kata sulit dalam teks dapat menggunakan
petunjuk dalam teks (konteks).

E. Alat Bantu

Penggunaan alat bantu pengatur grafis dalam pembelajaran yang menggunakan


strategi literasi ditunjukkan dalam daftar berikut.

DAFTAR PENGATUR GRAFIS YANG DAPAT DIGUNAKAN

DALAM PEMBELAJARAN DENGAN STRATEGI LITERASI (SEBELUM-KETIKA-SESUDAH)

NO PENGATUR GRAFIS KEGIATAN PEMBELAJARAN

1 Peta Pengetahuan Latar Menggali pengetahuan latar belakang untuk memahami


Belakang teks nonfiksi.

2 Tabel Prediksi Membuat prediksi tentang teks nonfiksi.

3 Tahu-Ingin-Pelajari Menuliskan hal yang sudah diketahui, yang ingin diketahui


(di awal pembelajaran) dan yang telah dipelajari (di akhir
pembelajaran)

4 Tahu-Ingin-Bagaimana Menuliskan hal yang sudah diketahui, yang ingin diketahui,


dan bagaimana cara mengetahuinya.

5 Tahu-Ingin-Bagaimana- Menuliskan hal yang sudah diketahui, yang ingin diketahui,


Pelajari bagaimana cara mengetahuinya (di awal pembelajaran)
dan yang telah dipelajari (di akhir pembelajaran)

6 Membuat Keterkaitan Membuat keterkaitan antara teks dengan diri sendiri,


Teks dengan teks lain, dengan dunia luar.

7 Rantai Peristiwa Mengurutkan kejadian dalam teks nonfliksi secara


kronologis.

8 Siklus Mengurutkan siklus kejadian/peristiwa

9 Peta Semantik Memahami makna kata baru/sulit dari teks nonfiksi.


1Pusat Bahasa, 2005.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 16
Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

10 Tabel Kata ABC Curah pendapat dan identifikasi informasi penting dalam
teks.

11 Adik Simba Mengidentifikasi informasi penting dengan menggunakan


kata tanya.

12 Berpikir-Berpasangan- Memikirkan sebuah pertanyaan/isu penting, bekerja


Berbagi berpasangan, dan membagikan hasil diskusi.

13 Hubungan Tanya Jawab Membuat pertanyaan tentang fakta di dalam teks,


informasi tersirat, keterkaitan antara teks dengan diri , dan
dengan penulis/dunia luar.

14 Diagram Venn Membandingkan antara 2 hal/tokoh

15 Bandingkan-Kontraskan Membandingkan dan mengontraskan antara dua teks

16 Tabel Fakta dan Opini Mengidentifikasi fakta dan opini dalam teks nonfiksi.

17 Tabel Lima Indera Mengindentifikasi lima indera dan bagaimana


pengaruhnya terhadap pengalaman orang dalam sebuah
teks.

18 Gambar dengan Caption Menggambar dan menulis caption baru berdasarkan


informasi dalam teks.

19 Peta Gagasan Utama dan Mengidentifikasi gagasan utama dan gagasan penjelas
Penjelas dalam teks.

20 Sebab-Akibat Menentukan sebab dan akibat sebuah peristiwa dalam


teks.

21 Tabel Ringkasan Membuat ringkasan sebuah teks.

22 Daftar Cek Menceritakan Menggunakan daftar cek untuk membantu menceritakan


Kembali kembali isi sebuah teks.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 17


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

BAB IV
PENUTUP

Sebagaimana telah disebutkan dalam bab sebelumnya, bahwa tujuan utama


penggunaan strategi literasi dalam pembelajaran adalah untuk membangun
pemahaman siswa, keterampilan menulis, dan keterampilan komunikasi secara
menyeluruh. Literasi berkembang dalam berbagai bidang, antara lain matematika,
sains, ilmu sosial, teknik, seni, olahraga, kesehatan, ekonomi, agama, prakarya,
sehingga Strategi Literasi dalam Pembelajaran dapat diterapkan di semua mata
pelajaran, dan dapat dikembangkan oleh guru secara kreatif sehingga mampu
mengembangkan kompetensi peserta didik

Para guru hendaknya memahami bahwa konten dalam pembelajaran adalah apa yang
diajarkan, sehingga literasi adalah bagaimana mengajarkan konten tersebut. Oleh
sebab itu, bidang-bidang yang telah disebutkan dan lintas bidang memerlukan strategi
literasi dalam pembelajarannya. Strategi literasi dalam pembelajaran akan membentuk
karakteristik siswa dan mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang antara lain
adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Dengan Materi Peyegaran dan pendampingan bagi Instruktur Kurikulum 2013 ini
semakin menginspirasi dan mendorong para guru untuk menggunakan berbagai teks
dalam mengembangkan sikap literat para guru dan peserta didik. Dengan demikian
akan tercipta generasi yang mampu mengakses, memahami dan menggunakan
informasi secara cerdas, serta pembelajar sepanjang hayat.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 18


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

DAFTAR PUSTAKA

Beers, C. S., Beers, J. W., & Smith, J. O. (2009). A Principals Guide to Literacy
Instruction. New York: Guilford Press.

Marwan, Agus. 2016. http://sorotdaerah.net/perlunya-anak-menguasai-kecakapan-


literasi-di-abad-21/2.03.2017.18.00

Robb, L. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math: Practical Ways
to Weave Comprehension Strategies Into Your Content Area Teaching. New
York: Scholastic Professional Books.

Pusat Bahasa, 2005. Seri Glosarium: Glosarium Pendidikan. Jakarta: Kementerian


Pendidikan Nasional.

Wiedarti, Pangesti dan Kisyani-Laksono (ed.). 2016. Desain Induk Gerakan Literasi
Sekolah. Jakarta: Dikdasmen, Kemdikbud.

Wiedarti, Pangesti. Literasi Kriminal dalam Gerakan Literasi Sekolah. Kompas, 11 Mei
2016.

Wilson, A.A. and Chavez, K.J. 2014. Reading and Representing Across the Content
Areas: A Clasroom Guide. New York: Teachers College Press, Columbia
University.

Satgas GLS Ditjen Dikdasmen, 2017a.Strategi Literasi dalam Pembelajaran di


Sekolah Dasar (Modul Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013). Jakarta.

Satgas GLS Ditjen Dikdasmen, 2017b.Strategi Literasi dalam Pembelajaran di


Sekolah Menengah Atas. Jakarta.

Satgas GLS Ditjen Dikdasmen, 2017c.Strategi Literasi dalam Pembelajaran di


Sekolah Menengah Pertama. Jakarta.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK iv


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Lampiran 1.1
STRATEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN

Membuat prediksi
1. SEBELUM MEMBACA Mengidentifikasi tujuan
membaca

Mengidentifikasi informasi
yang relevan
STRATEGI PEMAHAMAN 2. KETIKA MEMBACA
Memvisualisasi
WACANA/TEKS
Membuat inferensi

Membuat ringkasan

Mengevaluasi teks
3. SETELAH MEMBACA
Mengkonfirmasi, merevisi, atau
menolak prediksi
STRATEGI LITERASI
Menggunakan fitur khusus untuk merepresentasikan
DALAM PEMBELAJARAN
claim, inferensi, atau prediksi.

Mengubah dari satu moda ke moda yang lain.

Menjelaskan keterkaitan antara satu dan


dua moda untuk mengkomunikasikan
pesan yang sama.

KOMPETENSI REPRESENTASI Mendeskripsikan bagaimana representasi


MULTIMODA yang berbeda menjelaskan fenomena yang
sama dengan cara berbeda.

Memilih, mengkombinasikan, dan/atau menghasilkan


representasi yang standar dan nonstandar untuk
mengkomunikasikan konsep tertentu.

Mengevaluasi representasi multimoda dan menjelaskan


mengapa satu representasi lebih efektif daripada
representasi lain untuk tujuan tertentu.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 19


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Lampiran 1.2


KEGIATAN PADA STARTEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN

SEBELUM MEMBACA/ KETIKA MEMBACA/ SETELAH MEMBACA/ BELAJAR


BELAJAR BELAJAR

1. memprediksi isi teks/ 1. mengidentifikasi kosa 1. Membaca untuk mendapat


bahan baca-an kata baru gagasan utama/ penting
2. Think aloud 2. memvisualisasi teks 2. Membaca kembali
3. Mengamati bagian- 3. menggunakan graphic 3. Think aloud
bagian teks yang organizers 4. Bertanya
akan dibaca 4. membuat catatan 5. Mengaitkan dnegan teks lain,
4. Bertanya 5. Think aloud pengalaman pribadi isu local atau
5. Mengidentifikasi 6. Bertanya global
kosa kata/ konsep 7. Menggunakan petunjuk 6. Memvisualisasi dari respons
kunsi yang akan berdasarkan konteks indrawi lain
dipelajari 8. Membuat ringkasan 7. Merefleksikan melalui wicara,
6. Menggunakan 9. Mengidentifikasi bagian menulis, menggmbar, musik, dan
- TAHU yang sulit gerakan
- INGIN TAHU 10. Menceritakan kembali 8. membuat ringkasan
- BAGAIMANA 11. Membaca kembali 9. mengevaluasi teks
AGAR TAHU 12. Menyimpulkan 10. membuat inferensi
berdasarkan informasi (mengembangkan
yang ter-sirat pemahamannya dengan
(inferensi) menggunakan petunjuk visual
13. Mengaitkan dengan atau tulisan)
pengalaman pribadi 11. dramatisasi
12. mencatat
13. menggunakan graphic organi-
zers
14. membuat inferensi (kesim-pulan
berdasarkan informasi tersirat:
- membandingkan/
mengontraskan;
- hubungan sebab akibat;
- gagasan utama dalam teks
15. membuat ringkasan
16. menceritakan kembali
17. membuat sintesa
18. membuat evaluasi diri
19. mengkonfirmasi, merevisi atau
menolak prediksi

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 20


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Lampiran 1.3

INDIKATOR LITERASI DALAM PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran :

Kelas/Semester :

Materi Pokok :

Alokasi Waktu :


NO DESKRIPSI ADA BELUM CATATAN
ADA
A Strategi Literasi dalam Pembelajaran
1. Sebelum "membaca"
a. mengidentifikasi tujuan membaca
b. membuat prediksi
2. Ketika "membaca"
a. mengidentifikasi informasi yang relevan
b. mengidentifikasi kosakata baru, kata
kunci, dan/atau kata sulit dalam teks
c. Mengidentifikasi bagian teks yang sulit
(jika ada) dan/atau membaca kembali
bagian itu
d. memvisualisasi dan/atau think aloud
e. membuat inferensi
f. membuat pertanyaan tentang isi teks dan
hal-hal yang terkait dengan topik tersebut
(dapat menggunakan sumber di luar teks
atau buku pengayaan)
g. membuat keterkaitan antarteks
3. Setelah "membaca"
a. membuat ringkasan
b. mengevaluasi teks
c. mengubah dari satu moda ke moda yang
lain
d. memilih, mengombinasikan, dan/atau
menghasilkan teks multimoda untuk
mengomunikasikan konsep tertentu
e. mengonfirmasi, merevisi, atau menolak
prediksi
B Penggunaan Alat bantu
3. Pengatur Grafis
4. Daftar Cek dll.
(cf. Wilson and Chavez, 2014; Robb, 2003)
130217 KP

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 21


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Dalam pembahasan mengenai indikator literasi tersebut, ada beberapa istilah


teknis yang dikembangkan di antaranya:
(2) Istilah teks dalam literasi dapat berwujud teks tulis, audio, visual,
audiovisual, digital, kinestesik, dan sebagainya. Sejalan dengan itu, istilah
"membaca" yang digunakan dalam kegiatan literasi juga merujuk pada
membaca dalam arti luas.
(3) Think-aloud merupakan strategi untuk membunyikan secara lisan apa yang
ada di dalam pikiransiswa atau guru pada saat berusaha memahami
bacaan, memecahkan masalah, atau mencoba menjawab pertanyaan guru
atau siswa lain. Strategi ini dapat membantu siswa memonitor
pemahamannya, berpikir tingkat tinggi, dan membentuk karakter.
(4)
Inferensi merupakan simpulan sementara berdasarkan informasi yang
tersirat dalam teks. Inferensi dapat didukung dengan ciri/bukti/fitur khusus
yang ada dalam teks.
(5) Keterkaitan antarteks merujuk pada keterkaitan teks dengan teks yang
pernah dibaca sebelumnya, teks dengan pengalaman pribadi, atau teks
dengan hal lain yang membantu siswa membentuk karakter dan berpikir
tingkat tinggi.
(6) Istilah ringkasan dalam arti luas diperoleh dengan kegiatan meringkas isi,
mengidentifikasi gagasan utama, menceritakan kembali, membuat sintesis,
membuat pertanyaan tentang isi, dan sebagainya. Kegiatan ini membantu
siswa membentuk karakter dan berpikir tingkat tinggi.
(7) Evaluasi teks dapat berwujud antara lain membuat opini terkait teks;
membuat penilaian langsung; mengaitkan dengan teks lain; mengaitkan
dengan pengalaman pribadi, pengetahuan sebelumnya, isu lokal dan global;
memilih/menentukan moda yang paling sesuai untuk tujuan tertentu,
misalnya: untuk menjelaskan siklus kehidupan, dipilih moda gambar siklus
(bukan teks tulis).Kegiatan ini membantu siswa membentuk karakter dan
berpikir tingkat tinggi.
(8) Moda merujuk pada bagaimana atau dengan cara apa pesan disampaikan
(teks tulis, audio, visual, audiovisial, digital, kinestesik, dsb.). Moda yang lain
(selain cetak) dapat berwujud visualisasi teks dan/atau respon indrawi lain;
dramatisasi; refleksi pemahaman dengan membuat teks bentuk lain: lisan,
tulisan, audio, visual, audio visual, kinestesik.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 22
Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

(9) Pengatur grafis (graphic organizers)2 adalah berbagai bentuk tabel atau
grafik untuk membantu pemahaman dengan cara mengorganisasikan
ide/pikiran/gagasan.
(10) Pemahaman makna kata-kata sulit dalam teks dapat menggunakan
petunjuk dalam teks (konteks).


2 Pusat Bahasa, 2005.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 23
Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Lampiran 2.1:

Contoh RPP
Untuk Mapel Matematika

Skenario mata pelajaran Matematika berikut disajikan dengan model discovery


learning.

Kompetensi Dasar : 3.1 Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma
sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan
diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-
langkahnya

4.1 Menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar


berupa eksponen dan logaritma serta menyelesaikannya
menggunakan sifat- sifat dan aturan yang telah terbukti
kebenarannya

Materi Pokok : Bilangan berpangkat

Tujuan : Menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan konsep


eksponen

Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (4 x 45 menit)

Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Awal (Pre 1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati bahan tayangan
Reading) tentang beberapa permasalahan yang berkaitan dengan
aritmatika sosial, peluruhan kimia, perkembangan bakteri, dan
1. Stimulasi/pemberian lain-lain.
rangsangan 2. Peserta didik diminta memperhatikan permasalahan-
permasalahan yang diberikan, dan mencermati objek-objek
yang diberikan dalam permasalahan tersebut.
3. Guru mengajak peserta didik untuk memberikan beberapa
alternatif penyelesaian dengan melakukan kegiatan tanya
jawab (mengidentifikasi tujuan membaca)
4. Guru mengajak peserta didik untuk menebak materi apa yang
akan dipelajari (membuat prediksi)
Kegiatan Inti (While 1. Guru memberikan selembar kertas dan lembar aktivitas
Reading) kepada masing-masing peserta didik.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 24


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

2. Identifikasi masalah2. Peserta didik diminta mengamati banyaknya jumlah lipatan


kertas dan menghubungkannya dengan banyaknya bidang
kertas yang terbentuk. Dan menuliskan hasilnya pada tabel
keterkaitan (memvisualisasi)
3. Peserta didik diminta untuk merumuskan masalah, antara lain
:
a. Bagaimana menemukan pola yang menyatakan
hubungan banyaknya lipatan dengan banyaknya bidang
kertas yang terbentuk
b. Jika kertas dilipat 2 (dua) secara berulang maka
berapakah bilangan pokok yang terbentuk
c. Jika kertas dilipat 3 (tiga), 4 (empat) dan seterusnya
secara berulang maka bagaimana pola yang terbentuk
(mengidentifikasi informasi yang relevan)
4. Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan untuk
menemukan bentuk umum an menggunakan pola perkalian
5. Menanyakan hal-hal yang belum dipahami terkait dengan
permasalahan yang diberikan
3. Pengumpulan data 1. Peserta didik mengumpulkan fakta-fakta yang berkaitan
dengan an dan menggunakannya untuk menemukan sifat-sifat
pangkat bilangan bulat (membuat keterkaitan)
4. Pengolahan data dan 1. Guru memberikan soal/masalah baru tentang pembuktian
pembuktian pangkat bulat positif, pangkat nol dan pangkat bulat negatif
yang akan diselesaikan secara berkelompok
2. Peserta didik menuliskan kembali fakta-fakta yang diperoleh
tentang eksponen bilangan bulat dan menyusun pembuktian
untuk menemukan sifat-sifat eksponen bilangan bulat
(membuat informasi)
3. Secara berkelompok menuliskannya pada lembar aktifitas
peserta didik
4. Guru mengingatkan peserta didik untuk menyelesaikan
soal/permasalah yang diberikan di kegiatan awal dengan
menggunakan sifat-sifat eksponen. Masing-masing kelompok
mendiskusikannya dan guru berkeliling untuk memberikan
penguatan.
5. Kemudian guru meminta masing-masing kelompok membuat
1 (satu) buah soal/masalah kontekstual bersumber dari
internet yang berkaitan dengan konsep eksponen. Setelah
selesai, masalah yang disusun ditukar antar kelompok untuk
diselesaikan oleh masing-masing kelompok
Kegiatan Penutup (Post 1. Setelah kegiatan diskusi selesai, setiap kelompok secara
Reading) bergiliran mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
Ditunjuk satu orang perwakilan kelompok untuk
5. Menarik kesimpulan/ menyampaikan hasil pembahasan dari masalah yang didapat.
generalisasi Disampaikan juga temuan/masukan dari soal/masalah yang
dibahas.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 25


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

2. Kelompok lain menanggapi sajian dari kelompok yang sedang


tampil, dan menuliskan kesimpulan dari setiap presentasi
kelompok dengan bahasa sendiri dan mengaitkannya dengan
materi pelajaran yang sudah didapat (membuat ringkasan)
3. Guru memberikan penguatan/koreksi terhadap masalah/soal
yang disusun dan jawaban/kesimpulan yang disampaikan
(mengevaluasi teks)
4. Soal beserta jawaban yang sudah diperbaiki dipajang di
dinding kelas dengan tampilan yang rapi dan bagus
dipandang mata.
5. Guru meminta perwakilan peserta didik untuk menyampaikan
secara lisan kesimpulan materi pelajaran hari ini. Kemudian
membandingkan jawaban permasalahan yang diberikan
dikegiatan awal, dengan jawaban setelah mendapatkan materi
pembelajaran (mengonfirmasi, merevisi, atau menolak
prediksi)
6. Guru memberikan tugas mandiri membuat 5 buah soal
berbasis masalah kontekstual bersumber internet dan buku-
buku matematika di perpustakaan, tentang operasi bilangan
berpangkat (pangkat nol, pangkat bulat positif dan negatif) dan
menyelesaikannya sesuai dengan sifat-sifat bilangan
berpangkat.

Berikut disampaikan lembar aktifitas peserta didik yang berbasis penemuan. Lembar
aktifitas ini akan menuntun peserta didik untuk menemukan sendiri sifat-sifat bilangan
berpangkat. Kegiatan ini akan membangun kemampuan membaca yang baik dan
tingkat pemahaman yang terukur dari masing-masing peserta didik.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 26


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Lampiran 1
LEMBAR AKTIFITAS PESERTA DIDIK

PENGERTIAN EKSPONEN DAN SIFAT-SIFATNYA

Pengertian Eksponen
Masalah

Diberikan selembar kertas berbentuk persegi panjang. Lipatlah kertas tersebut di tengah-
tengah sehingga garis lipatan membagi dua bidang kertas menjadi dua bagian yang sama.
Temukanlah pola yang menyatakan hubungan banyak lipatan dengan banyak bidang
kertas yang terbentuk.


Alternatif Penyelesaian

Tabel keterkaitan antara banyak garis lipatan
dengan banyak bidang kertas yang terbentuk

Banyak Banyak Bidang Bentuk


Pola Perkalian
Lipatan Kertas Eksponen

1 2 2

2 4

3 8

4 .... ....

5 .... .... ....

10 .... ....

100 - . . . .

n - . . . .

Maka dapat disimpulkan secara umum:

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 27


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Sifat-Sifat Eksponen

Sifat-1

Isilah titik-titik pada pernyataan, berikut ini:


1.

2.
=

3.

Dengan demikian, kita peroleh sifat eksponen-1.

Sifat-2
Isilah titik-titik pada pernyataan, berikut ini:

1.

2.

3.
Dengan demikian, kita peroleh sifat eksponen 2.

Dari sifat-2 di atas, terkait n dan m adalah bilangan bulat positif. Ada 3 kemungkinan,
yaitu:

a) n > m
b) n = m
c) n < m

a). Kasus n > m

Jika m dan n bilangan bulat positif dan n > m, maka n - m > 0 dengan demikian

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 28


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Sifat-3

b). Kasus n = m

jika n = m, maka:

.1)

Dengan menggunakan sifat-2

..2)

Dari 1) dan 2) dapat disimpulkan bahwa:

c). Kasus n < m

untuk lebih memahami coba kerjakan aktifitas berikut:

1) . (gunakan sifat-2)

2)

Dari 1) dan 2), dapat disimpulkan .(a)

3) . (gunakan sifat-2)

4)

Dari 1) dan 2), dapat disimpulkan .(b)

5) . (gunakan sifat-2)

6)

Dari 1) dan 2), dapat disimpulkan .(c)

Dengan memperhatikan (a), (b), dan (c) ada keteraturan, maka secara umum
dapat disimpulkan:

.sifat-3
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 29
Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Secara berkelompok, dengan menggunakan sifat-sifat yang di peroleh, silahkan


buktikan :

1. Sifat-4









2. Sifat-5








3. Sifat-6






@2017, Direktorat Pembinaan SMK 30


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Lampiran 2.2:

Contoh RPP
Untuk Mapel Tata Kecantikan

Skenario mapel pemangkasan dan penataan rambut ini disajikan dengan model
pembelajaran Discovery Learning, berikut ini adalah tahapannya :

Kompetensi Dasar : 3.5 Menguraikan pemangkasan rambut desaindenganteknik


razor

4.5 Melakukan pemangkasan rambut desaindenganteknik


razor

Materi Pokok/ : Melakukan pemangkasan rambut desain teknik razor


Topik

Tujuan : Melakukan pemangkasan rambut desain teknik razor sesuai


trend mode yang sedang berkembang

Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (4 x 45 menit)

TAHAP
KEGIATAN PEMELAJARAN
PEMBELAJARAN

Tahap awal :(Pre Reading)

1. Stimulation Peserta didik diajak untuk mengamati berbagai macam


(stimulasi/ gambar dan video yang berkaitan dengan pemangkasan
pemberian rambut desain teknik razor, meliputi : alat, dan kosmetika,
rangsangan
desain , teknik dan prosedur pemangkasannyayang
sedang trend saat ini dimasyarakat.
Guru bersama Peserta didik melakukan brainstorming
yang berkaitan dengan gambar-gambar/desain-desain
tersebut (desain apa yang sedang trend dimasyarakat, ,
teknik-teknik apa yang sedang trend digunakan, dan
sebagainya)
Guru mengajak menyimpulkan/ menebak topik yang akan
dipelajarinya.

Tahap Pelaksanaan :(While Reading)

2. Problem Peserta didik bertanya tentang hal-hal yangmenarik dan


statement relevan dengan materi dan tayangan yang disajikan oleh
(pertanyaan/ guru (gambar-gambar dan video teknik pemangkasan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 31


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

identifikasi rambut teknik razor ).


masalah) Peserta didik melakukan identifikas ifakta-fakta berbagai
macam teknik pemangkasan rambut desain dengan razor
yang sedang berkembang dimasyarakat (salon-salon
kecantikan) misalnya model Bob, Shaggy, Layering dan
sebagainya)

Guru bersama peserta didik merumuskan m asalah


(problemstatement),antara lain:
Bagaimana cara melakukan pemangkasan rambut
teknik razor dengan berbagai teknik dan desain ?
Alat apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan teknik
pemangkasan rambut taknik razor?
Bagaimana cara melakukan pembagian /parting
rambutnya ?
Bagimana cara menentukan tahapan-tahapan
pemangkasannya ?
Bagaimana cara melakukan stylingnya (penataanya)
?
Bagaimana hasil akhir yang akan ditampilkannya ?
Apakah hasil pangkasannya akan disukai oleh
pelanggan?

3. Data collection Peserta didik mengidentifikasi terkait : alat dan kosmetik, desain
(pengumpulan dan teknik serta prosedur kerja pemangkasan rambut desain teknik
data) razor .
Peserta didik mengumpulkan data-data tentang berbagai
teknik pemangkasan rambut dengan razor, meliputi
bahan, alat dan prosedur dalam teknik pemangkasannya.
Peserta didik memilih salah satu teknik pemangkasan
rambut desain misalnya teknik layer/shaggy/Bob
4. Data processing Guru memberikan tugas individu kepada peserta didik
(pengolahanData) untuk melakukan simulasi/eksperimen pemangkasan
rambut desain teknik razor pada model
Peserta didik memilih dan menentukan satu desain (pola
pemangkasan) teknik razor untuk dipraktikkan pada
model
Guru membimbing peserta didik melakukan simulasi
pemangkasan rambut sesuai dengan teknik dan desain
yang telah dipilih.
Peserta didik menuliskan hasil pengamatan dari proses
dan hasil simulasinya (perlu LKS untuk memandu kegiatan
peserta didik).
5. Verification Peserta didik melakukan menyusun (mengasosiasikan)
(pembuktian) data yang diperoleh dengan teknik dan desain
pemangkasan yang telah dipilihnya.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 32


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Tahap Penutup :( Post Reading)

6. Generalization Peserta didik membuat kesimpulan dari hasil pembelajaran


(menarik yang telah dipelajarinya
simpulan/ Guru meminta peserta didik untuk menyampaikan
generalisasi)
apresiasi dan pengalamannya tentang materi yang telah
dipelajarinya
Pesertadidik dapat mempresentasikan
(mengomunikasikan) hasil simulasi/ eksperimennyanya di
depan kelas.
Guru melakuka nkonfirmasi dan penilaian atas hasil
simulasi dan presentasi peserta didik.

Berikut disampaikan lembar aktifitas peserta didik yang berbasis penemuan. Lembar
aktifitas ini akan menuntun peserta didik untuk menemukan sendiri desain dan
prosedur kerja (langkah kerja) pemangkasan rambut teknik razor. Kegiatan ini akan
membangun kemampuan pengetahuan dan ketrampilan yang baik dan tingkat
pemahaman yang terukur dari masing-masing peserta didik.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 33


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Lampiran 1 :

LEMBAR AKTIFITAS PESERTA DIDIK

Masalah/Tugas :

Diberikan tugas secara individu pada setiap peserta didik untuk memilih/menentukan
salah satu desain dan teknik pemangkasan rambut pada model wanita dewasa.

1. Pilihlah salah satu desain dari gambar/video yang telah diamati


2. Buatlah/susunlah prosedur kerja pemangksan rambut desain dengan teknik razor
pada lembar kerja (jobsheet) yang tersedia meliputi: pengertian, tujuan, alat,
bahan, kosmetika, keselamatan kerja, dan prosedur kerja pemangkasan
3. Gambarlah struktur pola pemangkasannya
4. Lakukan eksperimen/simulasi teknik pemangkasan pada model dengan waktu 90
menit
5. Susun dan buatlah laporan hasil kegiatan praktik eksperimen/simulasi dilengkapi
dokumen hasil kegiatan (foto dan gambar)
6. Presentasikan hasil eksperimen yang telah dilakukan di depan kelas

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 34


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Tugas 1 :

LEMBAR KERJA SISWA



Nama Peserta Didik :___________________ Tanggal: ____________ Kelas:________________

Pengertian :

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

Tujuan :

1. ......................................................................................................................................................

2. ......................................................................................................................................................

3. ......................................................................................................................................................

Keselamatan Kerja :

1. .....................................................................................................................................................

2. ......................................................................................................................................................

3. ......................................................................................................................................................

4. .....................................................................................................................................................

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 35


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Alat, B a h a n d a n K o s m e t i k a :

Persiapan :

Alat, Bahan dan


No Kebutuhan/Volume Spesifikasi/Gambar
Kosmetika

I Alat :

1, Gunting pangkas

2,

II Bahan

1,

2,

3.

III Kosmetika

1,

2,

Pelaksanaan :

Langkah-langkah Prosedur Pemangkasan Rambut Desain Teknik Razor

Tentukanlangkah-langkahdan prosedur pemangkasan rambut desain dengan teknik Razor.

No Langkah-langkah Kegiatan Gambar Kerja/Foto waktu

1.

2.

3.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 36


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Hasil Akhir :

Foto / Gambar / Sketsa

Kesimpulan dan Saran :

Siswa :

Guru :

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 37


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Tugas 2 :

Buatlah dalam bentuk gambar/grafik langkah-langkah prosedur pemangkasan


rambut desain dengan teknik Razor sesuai dengan kreativitas kalian!.







Gambar 1. Langkah-langkah Prosedur Pemangkasan Rambut desain teknik razor













Gambar/Grafik Hasil Karya Kelompok












@2017, Direktorat Pembinaan SMK 38


Materi Strategi Literasi dalam Pembelajaran di SMK

Tugas 3 :

LEMBAR DATA DAN PENGAMATAN

Data dan Pengamatan
Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan pada gambar/foto desain pemangkasan rambut
teknik razor, dan tuliskan data tersebut pada tabel berikut :

Tabel 1 : Hasil Pengamatan gambar/foto desain pemangkasan rambut teknik razor :
Aspek Yang dinilai Produk / hasil

Bagaimana bentuk desainnya

Bagaimana struktur desain pemangkasannya

Berapa tingkat pengangkatan sudut


proyeksinya

Alat dan kosmetik apa saja yang digunakan dan


diperlukan

Bagaimana teknik
pemangkasannya/pengguntingannya

Analisis :

Karakteristik yang menonjol pada desain


pemangkasan rambut teknik razor

Kesimpulan :

Hasil bentuk pemangkasan dan penataan


rambut yang akan dilakukan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 39


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI


KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MATERI:
ANALISIS DOKUMEN SKL, KI-KD

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 0


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

ANALISIS DOKUMEN SKL, KI - KD

A. Konsep
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK)
adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup dimensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup
kerja,yang diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa
belajar. SKL dijabarkan dalam standar isi danmerupakan acuan utama dalam
pengembangan Kompetensi Inti (KI), selanjutnya Kompetensi Inti dijabarkan ke
dalam Kompetensi Dasar (KD).
2. Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang
harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat program pendidikan (SMK
3 tahun atau 4 tahun) yang menjadi dasar pengembangan KD.KI mencakup: sikap
spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai
pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam
mencapai SKL.
3. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk menguasai
Kompetensi Inti yang harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran.
Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan
pembelajaran serta perkembangan belajar berdasarkan pada Kompetensi Inti yang
dikembangkan berdasarkan taksonomi hasil belajar.
4. Taksonomi dimaknai sebagai seperangkat prinsip klasifikasi atau struktur dan
kategori ranah kemampuan tentang perilaku peserta didik yang terbagi ke dalam
ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pembagian ranah perilaku belajar
dilakukan untuk mengukur perubahan perilaku seseorang selama proses
pembelajaran sampai pada pencapaian hasil belajar, dirumuskan dalam perilaku
(behaviour) dan terdapat pada indikator pencapaian kompetensi.

B. Deskripsi
1. SKL adalah profil kompetensi lulusan yang akan dicapai oleh peserta didik setelah
mempelajari semua mata pelajaran pada jenjang pendidikan tertentu yang
mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
2. Penguasaan kompetensi lulusan dikelompokkan menjadi 2 (dua) Tingkat
Kompetensi, yang diartikan sebagai kriteria capaian Kompetensi yang bersifat

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

generik yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada setiap program pendidikan
dalam rangka pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.
3. Pencapaian tingkat kompetensi lulusanPendidikan Menengah Kejuruan
dilaksanakan melalui program pendidikan 3 tahun dan 4 tahun. Masing-masing
tingkat kompetensi merupakan satuan program pendidikan yang harus dicapai
secara utuholehpesertadidikpada setiap program pendidikandalam rangka
pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.

Tabel 2. Program Pendidikan dan Kesetaraan Jenjang Kualifikasi Lulusan PMK

No. Program Pendidikan Kesetaraan Jenjang Kualifikasi

1. 3 Tahun Jenjang 2 pada KKNI

2. 4 Tahun Jenjang 3 pada KKNI


Sumber: Permendikbud No. Tahun 2016 tentang Standar Isi PMK

4. Lulusan SMK/MAK program pendidikan 3 (tiga) tahun dan 4 (empat) tahun


memiliki kompetensi pada dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan,
sebagaimana tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

Tabel 3. Dimensi Sikap


Kompetensi Lulusan Kompetensi Lulusan
Program Pendidikan 3 Tahun Program Pendidikan 4 Tahun
Berperilaku yang mencerminkan sikap: Berperilaku yang mencerminkan
1. beriman dan bertakwa kepada sikap:
Tuhan YME; 1. beriman dan bertakwa kepada
2. jujur, disiplin, empati, dan Tuhan YME;
pembelajar sejati sepanjang hayat; 2. jujur, disiplin, empati, dan
3. bangga dan cinta tanah air, bangga pembelajar sejati sepanjang
pada profesinya, dan berbudaya hayat;
nasional; 3. bangga dan cinta tanah air,
4. memelihara kesehatan jasmani, bangga pada profesinya, dan
rohani, dan lingkungan; berbudaya nasional;
5. berpikir kritis, kreatif, beretika- 4. memelihara kesehatan jasmani,
kerja, bekerja sama, rohani, dan lingkungan;
berkomunikasi, dan bertanggung 5. berpikir kritis, kreatif, beretika-
jawab pada pekerjaan sendiri dan kerja, bekerja sama,
dapat diberi tanggung jawab berkomunikasi, dan bertanggung
membimbing orang lainsesuai jawab pada pekerjaan sendiri dan
bidang dan lingkup kerja dalam dapat diberi tanggung jawab atas
konteks diri sendiri, keluarga, kuantitas dan kualitas hasil kerja

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

Kompetensi Lulusan Kompetensi Lulusan


Program Pendidikan 3 Tahun Program Pendidikan 4 Tahun
sekolah, masyarakat, bangsa, orang lain sesuai bidang dan
negara, dan industri lingkup lokal, lingkup kerja dalam konteks diri
nasional, regional, dan sendiri, keluarga, sekolah,
internasional. masyarakat, bangsa, negara, dan
industri lingkup lokal, nasional,
regional, dan internasional.

Tabel 4. Dimensi Pengetahuan


Kompetensi Lulusan Kompetensi Lulusan
Program Pendidikan 3 Tahun Program Pendidikan 4 Tahun
Berfikir secara faktual, konseptual, Berfikir secara faktual, konseptual,
operasional dasar, prinsip, dan operasional lanjut, prinsip, dan
metakognitif sesuai denganbidang dan metakognitif secara multidisiplin
lingkup kerjapada tingkat teknis, sesuai dengan bidang dan lingkup
spesifik, detil, dan kompleks, kerja pada tingkat teknis, spesifik,
berkenaan dengan: detil, dan kompleks, berkenaan
1. ilmu pengetahuan, dengan:
2. teknologi, 1. ilmu pengetahuan,
3. seni, 2. teknologi,
4. budaya, dan 3. seni,
5. humaniora 4. budaya, dan
dalamkonteks pengembangan potensi 5. humaniora
diri sebagai bagian dari keluarga, dalamkonteks pengembangan potensi
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat diri sebagai bagian dari keluarga,
lokal, nasional, regional, dan sekolah, dunia kerja, warga
internasional. masyarakat lokal, nasional, regional,
dan internasional.

Tabel 5. Dimensi Keterampilan


Kompetensi Lulusan Kompetensi Lulusan
Program Pendidikan 3 Tahun Program Pendidikan 4 Tahun
Bertindak produktif, mandiri, Bertindak produktif, mandiri,
kolaboratif, dan komunikatif dalam: kolaboratif, dan komunikatif dalam:
1. melaksanakan tugas dengan 1. melaksanakan tugas dengan
menggunakan alat, informasi, dan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim prosedur kerja yang lazim
dilakukan serta menyelesaikan dilakukan serta menyelesaikan
masalah sederhana sesuai dengan masalah kompleks sesuai dengan
bidang kerja, dan bidang kerja, dan
2. menampilkan kinerja mandiri 2. menampilkan kinerja mandiri
dengan pengawasan langsung dengan pengawasan tidak
atasan berdasarkan kuantitas dan langsung atasan berdasarkan
kualitas terukur sesuai standar kuantitas dan kualitas terukur
kompetensi kerja, dan dapat diberi sesuai standar kompetensi kerja,
tugas membimbing orang lain. serta bertanggung jawab atas
hasil kerja orang lain.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

5. Kompetensi Inti merupakan tangga pertama pencapaian yang dituju semua mata
pelajaran pada tingkat kelas tertentu. Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata
pelajaran dirinci dalam rumusan Kompetensi Dasar. Kompetensi lulusan,
kompetensi inti, dan kompetensi dasar dicapai melalui proses pembelajaran dan
penilaian yang dapat diilustrasikan dengan skema berikut.

Gambar 1. Skema Hubungan SKL, KI, KD, Penilaian dan Hasil Belajar

Kompetensi Inti untuk program pendidikan 3 tahun dan 4 tahun pada


SMK/MAKsesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor Tahun
2016 tentang Standar Isi PMK sebagai berikut

Tabel 6. Deskripsi Kompetensi Inti Program PMK


KOMPETENSI DESKRIPSI KOMPETENSI
INTI 3 Tahun 4 Tahun
Sikap Spritual Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
(KI-1)
Sikap Sosial Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun,
(KI-2) peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
Pengetahuan Memahami, menerapkan, Memahami, menerapkan,
(KI-3) menganalisis, dan menganalisis, dan
mengevaluasi tentang mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, pengetahuan faktual,
konseptual, operasional konseptual, operasional
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4
Analisis Dokumen SKL, KI-KD

KOMPETENSI DESKRIPSI KOMPETENSI


INTI 3 Tahun 4 Tahun
dasar, dan metakognitif lanjut, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan secara multidisiplin sesuai
lingkup kerja pada tingkat dengan bidang dan lingkup
teknis, spesifik, detil, dan kerja pada tingkat teknis,
kompleks, berkenaan dengan spesifik, detil, dan kompleks,
ilmu pengetahuan, teknologi, berkenaan denganilmu
seni, budaya, dan humaniora pengetahuan,teknologi,seni,
dalam konteks budaya, dan humaniora
pengembangan potensi diri dalam konteks
sebagai bagian dari keluarga, pengembangan potensi diri
sekolah, dunia kerja, warga sebagai bagian dari
masyarakat nasional, keluarga, sekolah, dunia
regional, dan internasional. kerja, warga masyarakat
nasional, regional, dan
internasional.
Keterampilan Melaksanakan tugas spesifik, Melaksanakan tugas spesifik,
(KI-4) dengan menggunakan alat, dengan menggunakan alat,
informasi, dan prosedur kerja informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta yang lazim dilakukan serta
menyelesaikan masalah menyelesaikan
sederhana sesuai dengan masalahkompleks sesuai
bidang kerja. dengan bidang kerja.
Menampilkan kinerja di bawah Menampilkan kinerja mandiri
bimbingan dengan mutu dan dengan mutu dan kuantitas
kuantitas yang terukur sesuai yang terukur sesuai dengan
dengan standar kompetensi standar kompetensi kerja.
kerja. Menunjukkanketerampilan
Menunjukkanketerampilan menalar, mengolah, dan
menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
melaksanakan tugas spesifik di secara mandiri.
bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan
Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan,
mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, alami, sampai dengan tindakan
dalam ranah konkret terkait orisinal dalam ranah konkret
dengan pengembangan dari terkait dengan pengembangan
yang dipelajarinya di sekolah, dari yang dipelajarinya di
serta mampu melaksanakan sekolah, serta mampu
tugas spesifik di bawah melaksanakan tugas spesifik
pengawasan langsung. secara mandiri.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

6. Hasil belajar untuk pencapaian kompetensi lulusan, KI dan KD juga dirumuskan


dalam taksonomi meliputi ranah/dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Pembagian taksonomi hasil belajar dilakukan untuk mengukur perubahan perilaku
peserta didik selama proses belajar sampai pada pencapaian hasil belajar yang
dirumuskan dalam aspek perilaku (behaviour) tujuan pembelajaran. Umumnya
klasifikasi perilaku hasil belajar yang digunakan berdasarkan taksonomi Bloom
yang pada Kurikulum 2013 yang telah disempurnakan oleh Anderson dan
Krathwohl dengan pengelompokan menjadi : (1) Sikap (affective) merupakan
perilaku, emosi dan perasaan dalam bersikap dan merasa, (2) Pengetahuan
(cognitive) merupakan kapabilitas intelektual dalam bentuk pengetahuan atau
berpikir, (3) Keterampilan (psychomotor) merupakan keterampilan manual atau
motorik dalam bentuk melakukan.
Ranah/dimensi sikap dalam Kurikulum 2013 merupakan urutan pertama dalam
perumusan kompetensi lulusan, selanjutnya diikuti dengan rumusan ranah
pengetahuan dan keterampilan.

a. Kompetensi Intipada ranah sikap (sikap spiritual dan sikap social)


merupakan kombinasi reaksi afektif, kognitif, dan konatif (perilaku). Gradasi
kompetensi sikap meliputi menerima, merespon/menanggapi, menghargai,
menghayati, dan mengamalkan.

Gambar 2. Gradasi dan Taksonomi Ranah Sikap


Ranah sikap dalam Kurikulum 2013 menggunakan olahan Krathwohl,dimana
pembentukan sikap peserta didik ditata secara hirarkhis

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

mulai dari menerima, merespon/menanggapi, menghargai, menghayati, dan


mengamalkan.
Tabel 7. Dimensi Afektif
Tingkatan Sikap Deskripsi
Menerima (accepting) Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan
nilai perhatian terhadap nilai tersebut
Menanggapi Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa
(responding) nilai puas dalam membicarakan nilai tersebut
Menghargai Menganggap nilai tersebut baik; menyukai nilai
(valuing)nilai tersebut; dan komitmen terhadap nilai tersebut
Menghayati Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari
(organizing/ sistem nilai dirinya
internalizing)nilai
Mengamalkan Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri
(characterizing/ dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi,
actualizing) nilai dan bertindak (karakter)
(sumber: Olahan Krathwohl dkk.,1964)

b. Kompetensi Inti pada ranah pengetahuan (KI-3) memiliki dua dimensi


dengan batasan-batasan yang telah ditentukan pada setiap tingkatnya.

1) Dimensi pertama adalah dimensi perkembangan kognitif (cognitive process


dimention) peserta didik: dimulai dari memahami (C2), menerapkan (C3),
menganalisis (C4), hingga kemampuan evaluasi (C5).

2) Dimensi kedua adalah dimensi pengetahuan (knowledge dimention):berupa


pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural atau
operasionaldasar/lanjut sampai metakognitif.
Ranah pengetahuan pada Kurikulum 2013 menggunakan taksonomi Bloom
olahan Anderson, dimana perkembangan kemampuan mental intelektual
peserta didik dimulai dari: 1) mengingat/remember(C1), yaknipeserta didik
mengingat kembali pengetahuan dari memorinya; 2)
memahami/understand(C2), yakni merupakan kemampuan mengonstruksi
makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan, tulisan maupun grafik; 3)
menerapkan/apply(C3), yakni merupakan penggunaan prosedur dalam situasi
yang diberikan atau situasi baru; 4) menganalisis/analyse(C4), yakni
merupakan penguraian materi ke dalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-
bagian tersebut saling berhubungan satu sama lainnya dalam keseluruhan
struktur; (5) mengevaluasi/evaluate(C5), yakni merupakan kemampuan
membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar; dan (6)
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7
Analisis Dokumen SKL, KI-KD

mengkreasi/create(C6), yakni merupakan kemampuan menempatkan elemen-


elemen secara bersamaan ke dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasikan
elemen-elemen ke dalam pola baru (struktur baru).

Gambar 3. Dimensi pada Kompetensi Inti Pengetahuan

Dimensi pengetahuan (knowledge dimention) terdiri atas:

Pengetahuan faktual yakni pengetahuan terminologi atau pengetahuan


detail yang spesifik dan elemen.Contoh fakta bisa berupa kejadian atau
peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, atau diraba. Seperti mesin
mobil hidup, lampu menyala, rem yang pakem/blong. Contoh lain: Arsip
dan dokumen.

Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan yang lebih kompleks


berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi. Contohnya fungsi
kunci kontak pada Mesin mobil, prinsip kerja starter, prinsip kerja lampu,
prinsip kerja rem. Contoh lain: Pengertian Arsip dan dokumen, Fungsi Arsip
dan dokumen.

Pengetahuan prosedural merupakanpengetahuan bagaimana


melakukan sesuatu termasuk pengetahuan keterampilan, algoritma (urutan
langkah-langkah logis pada penyelesaian masalah yang disusun secara
sistematis), teknik, dan metoda seperti langkah-langkah

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

membongkar mesin, langkah-langkah mengganti lampu, langkah-langkah


mengganti sepatu rem. Contoh lain: Langkah-langkah menyusun arsip
sistem alphabet dan geografik.

Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi


(mengetahui dan memahami) yang merupakan tindakan atas dasar suatu
pemahaman meliputi kesadaran dan pengendalian berpikir, serta
penetapan keputusan tentang sesuatu. Sebagai contoh memperbaiki mesin
yang rusak, membuat instalasi kelistrikan lampu, mengapa terjadi rem
blong. Contoh lain: Apa yang terjadi jika penyimpanan arsip tidak tepat?

Hubungan Dimensi Proses Kognitif (cognitive process dimention) dan


Dimensi Pengetahuan (knowledge dimention)

Pengembangan berfikir peserta didik yang dikenal dengan dimensi proses


kognitif pada rumusan Kompetensi Dasar pengetahuan (KD-3) memiliki
hubungan dengan bentuk pengetahuan (knowledge dimention). Sebagai
contoh mengingat (C1) bentuk pengetahuannya adalah fakta, memahami
(C2) berkaitan dengan konsep; menerapkan (C3) berkaitan dengan bentuk
pengetahuan prosedural.Adapun perkembangan berfikir menganalisis (C4)
sampai dengan mengkreasi (C6) memiliki hubungan dengan bentuk
pengetahuan metakognitif.Lebih jelasnya hubungan tersebut di uraikan pada
tabel 8.

Tabel 8. Hubungan Dimensi Proses Kognitif dan Dimensi Pengetahuan


Perkembangan Berfikir
Bentuk Pengetahuan
Taksonomi Bloom Revised
No (Knowledge Keterangan
Anderson (Cognitive
Dimension)
Process Dimension)
1. Mengingat (C1) Pengetahuan Faktual Lower Order
Memahami/Menginterprestasi Thinking Skills
2. Pengetahuan Konseptual
prinsip (C2) (LOTS)
3. Menerapkan (C3) Pengetahuan Prosedural
4. Menganalisis (C4) Higher Order
Pengetahuan
5. Mengevaluasi (C5) Thinking Skills
Metakognitif
6. Mengkreasi(C6) (HOTS)

Sumber: Anderson, L., and Krathwohl, D. (eds.) (2001) Assessing: A Revision of


Blooms Taxonomy Publishing Co, New York, US.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 9


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

c. Kompetensi Inti pada ranah keterampilan (KI-4) mengandung


keterampilan abstrak dan keterampilan kongkret. Keterampilan abstrak lebih
bersifat mental skill,yang cenderung merujuk pada keterampilan menyaji,
mengolah, menalar, dan mencipta dengan dominan pada kemampuan mental
keterampilan berpikir. Sedangkan keterampilan kongkret lebih bersifat fisik
motorik yang cenderung merujuk pada kemampuan menggunakan alat,
dimulai dari persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerakan mahir, menjadi
gerakan alami, menjadi tindakan orisinal.

Gambar 4. Dimensi Kompetensi Keterampilan

Ranah keterampilan pada Kurikulum 2013 yang mengarah pada pembentukan


keterampilan abstrak menggunakan gradasi dari Dyers yang ditata sebagai
berikut: (1) mengamati (observing); (2) menanya (questioning); (3) mencoba
(experimenting); (4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating); dan
(6) mencipta (creating).

Tabel 9. Dimensi Keterampilan Abstrak


Kemampuan Belajar Deskripsi
Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/membaca
suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang
dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu ( on task)
yang digunakan untuk mengamati
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan
peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, prosedural,
dan hipotetik)
Mengumpulkan Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan,
informasi/mencoba/ kelengkapan informasi, validitas informasi yang
mengolah dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 10


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

Kemampuan Belajar Deskripsi


Menalar/mengasosia Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan
si/ mengolah mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep,
informasi interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai
keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis
dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar
berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat;
mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi,
dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan
fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak
bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru,
argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat
yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasikan/ Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar)
menyaji dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media
dan lain-lain.
Mencipta(creating) Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-
keputusan baru.
(Sumber: Olahan Dyers)

Pembentukan keterampilan kongkret menggunakan gradasi olahan Simpson


dengan tingkatan: persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerakan, mahir,
menjadi gerakan alami, dan menjadi gerakan orisinal.

Tabel 10. Perkembangan Keterampilan menurut Simpson dan Dave


Tingkat Tingkatan
No Taksonomi Uraian Taksonomi Uraian
Simpson Dave
1. Persepsi Menunjukkan perhatian Imitasi Meniru kegiatan yang
untuk melakukan suatu telah didemonstra-
gerakan. sikan atau dijelaskan,
Menunjukkan kesiapan meliputi tahap coba-
Kesiapan mental dan fisik untuk coba hingga mencapai
melakukan suatu respon yang tepat.
gerakan.
Meniru gerakan secara
Meniru terbimbing.
2. Membiasakan Melakukan gerakan Manipulasi Melakukan suatu
gerakan mekanistik. pekerjaan dengan
(mechanism) sedikit percaya dan
kemampuan melalui
perintah dan berlatih.
3. Mahir Melakukan gerakan Presisi Melakukan suatu
(complex or kompleks dan tugas atau aktivitas
overt termodifikasi. dengan keahlian dan
response) kualitas yang tinggi
dengan unjuk kerja
yang cepat, halus, dan
akurat serta efisien
tanpa bantuan atau
instruksi.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 11


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

Tingkat Tingkatan
No Taksonomi Uraian Taksonomi Uraian
Simpson Dave
4. Menjadi Menjadi gerakan alami Artikulasi Keterampilan
gerakan alami yang diciptakan sendiri berkembang dengan
(adaptation) atas dasar gerakan yang baik sehingga
sudah dikuasai seseorang dapat
sebelumnya. mengubah pola
gerakan sesuai
dengan persyaratan
khusus untuk dapat
digunakan mengatasi
situasi problem yang
tidak sesuai SOP.
5. Menjadi Menjadi gerakan baru Naturalisasi Melakukan unjuk kerja
tindakan yang orisinal dan sukar level tinggi secara
orisinal ditiru oleh orang lain dan alamiah, tanpa perlu
(origination) menjadi ciri khasnya. berpikir lama dengan
mengkreasi langkah
kerja baru.

7. Kompetensi Inti sikap religius dan sosial memberi arah tentang tingkat kompetensi
sikap yang harus dimiliki oleh peserta didik, dibentuk secara tidak langsung melalui
pembelajaran KI-3 dan KI-4.
8. Kompetensi Inti pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4) memberi arah
tentang tingkat kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus
dicapai peserta didik.
9. KD memuat tingkatan kompetensi berdasarkan KI dan materi yang dikembangkan
dari lingkup materi pada SI

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 12


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

Tabel 2.1. Prosedur Perumusan KD dan Mata Pelajaran pada Kurikulum 2013

Sisdiknas SKL (../.)


(20/2003)
SNP (PP Keterampilan
Sikap Pengetahu an
32/2013) (tahu
(tahu mengapa) (tahu apa)
bagaimana)

Sesuai
sasaran
KI 1 KI 2 KI 3 KI 4
(jenjang
Spritual Sosial Pengetahuan Keterampilan
pendidikan
3 / 4 Thn)
Mengingat,
memahami, Taxono
menerapkan, mi/
Mengamati,
Menerima, menganalisis, karakte
menanya,
merespon/menja mengevaluasi, ristik
Subyek SI (../.) mencoba,
lankan, menghargai, mencipta
Keilmu Kompetensi dan Ruang menalar,
menghayati, (Bloom-Anderson)
an Lingkup Materi menyaji,
mengamalkan pengetahuan
mencipta
(Krathwohl) faktual,
(Dyers)
konseptual,
prosedural, dan
metakognitif
materi
KD KD KD KD
Kompetensi
Unit
Kompe materi
KD KD KD KD
tensi Kompetensi
materi
KD KD KD KD
Kompetensi Krk Dsr &
materi MATA Struk tur
KD KD KD KD
Kompetensi PELAJAR Kur13
Pekerj Unit
materi AN (../....)
aan/ Kompe KD KD KD KD
Occupa Kompetensi
tensi
si materi
KD KD KD KD
(SKKNI) Kompetensi
materi (Rasional,
Unit KD KD KD KD
Kompetensi Landasan,
Kompe
materi KI, MP,
tensi KD KD KD KD
Kompetensi Struktur,
KD KD KD KD MATA Beban
UK belajar,
KD KD KD KD PELAJARA
KD KD KD KD N KI-KD)
UK

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 13


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

Tabel 2.2. Contoh Rumusan KI-KD Mata Pelajaran Desain Grafika

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Grafika
Kompetensi Keahlian : Desain Grafika (3 Tahun)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.Aspek-aspek
kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan,
pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung ( indirect teaching) yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan
menganalisis, dan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim
mengevaluasitentang dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
pengetahuan faktual, dengan bidang kerja Desain Grafika.
konseptual, operasional dasar, Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan
dan metakognitif sesuai dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja Desain standar kompetensi kerja.
Grafikapada tingkat teknis, spesifik, Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah,
detil, dan kompleks, berkenaan dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
seni, budaya, dan humaniora dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
konteks pengembangan potensi diri yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
sebagai bagian dari keluarga, melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 14
Analisis Dokumen SKL, KI-KD

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
sekolah, dunia kerja, warga langsung.
masyarakat nasional, regional, dan Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
internasional. kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

Mata Pelajaran: Dasar-Dasar Kegrafikaan

UNIT SKEMA
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
WAKTU KOMPETE SERTIFIKA
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
NSI SI
3.1 Memahami pola 4.1 Memilih pola tata
14
tata letak. letak.
3.2 Memahami fasilitas 4.2 Mencoba fasilitas
aplikasi perangkat aplikasi perangkat
16
lunak berbasis lunak berbasis
vektor dan bitmap vektor dan bitmap
3.3 Menganalisis 4.3 Menunjukan
fasilitas yang fasilitas yang
terdapat dalam terdapat dalam 30
Desk Top Publising Desk Top Publising
(DTP) (DTP)
3.4 Menerapkan proses 4.4 Melakukan proses
tata latak isi tata letak isi
22
majalah, koran dan majalah, koran dan
isi buku isi buku
3.5 Menerapkan 4.5 Menggunakan alat
pengggunaan alat dan bahan untuk
dan bahan untuk pengembangan film
22
pengembangan film dan pembuatan foto
dan pembuatan reproduksi.
foto reproduksi
3.6 Menerapkan 4.6 Menggunakan alat
penggunaan alat dan bahan untuk
dan bahan untuk montase /imposisi
22
pekerjaan film 1 warna.
montase/imposisi
film 1 warna.
3.7 Menerapkan proses 4.7 Melakukan proses
pembuatan acuan pembuatan acuan
22
cetak offset dan cetak offset dan
cetak saring. cetak saring.
3.8 Menjelaskan 4.8 Mempraktikan
transportasi kertas transportasi kertas
dan cetak 1 (satu) dan cetak 1 (satu) 18
warna pada cetak warna pada cetak
offset. offset.
3.9 Menerapkan proses 4.9 Melakukan
pekerjaan cetak pekerjaan cetak 22
saring (sablon) saring (sablon) 1
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 15
Analisis Dokumen SKL, KI-KD

UNIT SKEMA
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
WAKTU KOMPETE SERTIFIKA
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
NSI SI
warna.
3.10 Menerapkan proses 4.10 Melakukan proses
cetak tinggi cetak tinggi
(pon/ril/garit/perfor (pon/ril/garit/perfor 22
asi/emboss/foil/no asi/emboss/foil/nom
merator, dll). erator, dll).
3.11 Menerapkan proses 4.11 Melakukan proses
cetak media cetak media
22
promosi dengan promosi dengan
cetak digital. mesin cetak digital.
3.12 Mengevaluasi hasil 4.12 Mengadaptasi hasil
pekerjaan pekerjaan
penyelesaian penyelesaian grafika
36
grafika (melipat, (melipat, menjilid,
menjilid, memotong).
memotong)..
3.13 Menerapkan proses 4.13 Melakukan proses
keselamatan kerja keselamatan kerja
20
pada pekerjaan pada pekerjaan
grafika. grafika.
JUMLAH JAM 288

10.Berdasarkan KD dari KI-3 dan KI-4, pendidik dapat mengembangkan proses


pembelajaran dan cara penilaian yang diperlukan untuk mencapai tujuan
pembelajaran langsung, sekaligus memberikan dampak pengiring (nurturant
effect) terhadap pencapaian tujuan pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching) yaitu pengembangan sikap spiritual dan sikap social.
11.Keterkaitan antara SKL, KI, KD dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
a. Melakukan linearisasi antara KI dan KD dari pengetahuan (KI-3), dengan cara:
1) Melihat level kognitif pada KD dan KI, danlinier kesamaanjumlah KD
Pengetahuan (KD-3) dengan jumlah KD Keterampilan (KD-4)
2) Melihat keselarasan hubungan antara level kognitif dan dimensi
pengetahuan yaitu C1=factual, C2=konseptual, C3=procedural,
C4,C5,C6=metakognitif
b. Melakukan linierisasi KD dari KI-3 untuk mendukung KD dari KI-4;
1) LOTS (C2, C3) selaras dengan P1, P2. atau Menanya, Mengolah
2) HOTS (C4, C5) selaras dengan P3, P4, P5. Atau Menalar/ Mengasosiasi dan
Mengomunikasikan.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 16


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

3) Pada kelas tertinggi program pendidikan 4 tahun, diutamakan dimensi


metakognitif dan proses berpikir tingkat Evaluasi dan Kreasi (C5, C6),
diselaraskan dengan tingkat keterampilan Naturalisasi (P5)
c. Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai rumusan KD
dari KI-4; apakah termasuk keterampilan abstrak atau konkret.
d. Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam kegiatan yang
dilakukan mengacu pada rumusan KD dari sikap spiritual dan sikap sosial.

C. Contoh

Fokus pertama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis
pada ketiga standar kompetensi yaitu SKL, KI, KD. Dari hasil analisis itu akan
diperoleh jabaran tentang taksonomi dan gradasi hasil belajar yang berhubungan
dengan materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian yang diperlukan.
Tabel 11 berikut adalah contoh analisis dimaksud

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 17


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 18


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 19


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 20


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 21


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 22


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 23


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 24


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 25


Analisis Dokumen SKL, KI-KD

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 26


BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MATERI:
ANALISIS MATERI PEMBELAJARAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
Analisis Materi Pembelajaran

ANALISIS MATERI PEMBELAJARAN


A. Konsep
Materi pembelajaran adalah bagian dari isi rumusan Kompetensi Dasar (KD),
merupakan obyek dari pengalaman belajar yang diinteraksikan di antara peserta didik
dan lingkungannya untuk mencapai kemampuan dasar berupa perubahan perilaku
sebagai hasil belajar dari mata pelajaran. Materi pembelajaransangat berpengaruh
pada tingkat keberhasilan ataupun ketercapaian siswa di dalam belajar.
Indikator pencapaian kompetensi merupakan rumusan kemampuan yang harus
dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi
dasar (KD).
Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI pengetahuan dan KD dari KI
keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang akan dikembangkan.

B. Deskripsi
Materi pembelajaran dikembangkan dari Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
sesuai dengan tuntutan KD dari KI-3 (Pengetahuan) dan KD dari KI-4 (Keterampilan),
disesuaikan dengan silabus.
Materi Pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru,
sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari
lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler,
pengayaan, dan remedial (Permendikbud )
Selain berdasarkan IPK, pengembangan materi pembelajaran juga
mempertimbangkan hal-hal berikut.
a. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
b. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta
didik.
c. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
d. Struktur keilmuan.
e. Berbagai sumber belajar (referensi yang relevan dan termutakhir)
f. Alokasi waktu.
Pengembangan materi pembelajaran dapat berupa content knowledge (isi
pengetahuan) dan paedagogical knowledge (dimensi pengetahuan).Kegiatan
pengembangan materi pembelajaran dilakukan untuk menghasilkan ruang lingkup

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


Analisis Materi Pembelajaran

materi pembelajaran. Ruang lingkup materi mata pelajaran disusun dengan tujuan
untuk memberi pengalaman kongkret dan abstrak kepada peserta pelatihan.
Salah satu pembelajaran Simulasi dan Komunikasi Digitaldiarahkan untuk membentuk
kemampuan peserta didik dalam menyajikan gagasan dan pengetahuan kongkret dan
abstrak, menyelesaikan permasalahan abstrak terkait, dan latihan berpikir rasional,
kritis dan kreatif.Ruang lingkup mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital
meliputi:
a. Komunikasi dalam jaringan (daring/online);
b. Kelas maya;
c. Presentasi video;
d. Presentasi video untuk branding dan marketing;
e. Simulasi visual;
f. Aplikasi pengolah simulasi visual tahap produksi dan pascaproduksi, dan
g. Buku digital.

1. Indikator Pencapaian Kompetensi


Indikator pencapaian kompetensi (IPK) dimaksudkan menjadi acuan penilaian
mata pelajaran yang terdiri atas beberapa Kompetensi Dasar (KD).Indikator
pencapaian kompetensi merupakan tolok ukur ketercapaian suatu KD.Indikator
pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional
yang dapatdiukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Dapat didefinisikan bahwa indikator pencapaian kompetensi adalah:
a. kemampuan yang dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan
Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2, dan
b. kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk disimpulkan
sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 3 dan
Kompetensi Inti 4.
Untuk merumuskan IPK dapat digunakan rambu-rambu sebagai berikut.
a. Indikator merupakan penanda perilaku pengetahuan (KD dari KI-3) dan
perilaku keterampilan (KD dari KI-4) yang dapat diukur dan atau diobservasi.
b. Perilaku sikap spiritual dari KI-1 dan sikap sosial dari KI-2 tidak diturunkan ke
dalam KD dan juga tidak memiliki indikator pencapaian kompetensi pada RPP,

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


Analisis Materi Pembelajaran

tetapi perilaku sikap spiritual dan sikap sosial harus dikaitkan pada perumusan
tujuan pembelajaran.
c. Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi menggunakan dimensi proses
kognitif (dari memahami sampai dengan mengevaluasidan dimungkinkan
sampai kreasi untuk kelas XII jika ketercapaian hasil belajar siswa di atas rata-
rata) dan dimensi bentuk pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif) yang sesuai dengan KD, namun tidak menutup kemungkinan
perumusan indikator dimulai dari serendah-rendahnyaC2sampai setara
dengan KD hasil analisis dan rekomendasi.
d. IPK dirumuskan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1) tentukan kedudukan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 berdasarkan gradasinya
dan tuntutan KI;
2) tentukan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural,
metakognitif);
3) tentukan bentuk keterampilan, apakah keterampilan abstrak atau
keterampilan konkret;
4) untukketerampilan kongkret pada kelas X cenderung menggunakan kata
kerja operasional sampai tingkat membiasakan/manipulasi. Sedangkan
untuk kelas XI minimai sampai pada tingkat mahir/presisi. Selanjutnya
untuk kelas XII minimal sampai pada tingkat menjadi gerakan
mahir/presisihingga alami/artikulasi serta kelas XIII orisinal/naturalisasi
pada taksonomi psikomotor Simpson atau Dave, dan
5) rumusanIPK pada setiap KD dari KI-3 dan pada KD dari KI-4 minimal
memiliki 2 (dua) indikator.

2. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah rumusan hasil belajar (tingkah laku-behavior) yang
harus dicapai oleh peserta didik sesuai dengan KD yang dipelajarinya.Tujuan
pembelajaran dapat digunakan sebagai tolak ukur tercapainya setiap sintak atau
langkah model pembelajaran pada kegiatan inti setiap kegiatan
pembelajaran.Rumusan tujuan pembelajaran merupakan jabaran lebih rinci dari
indikator (IPK).Setelah membuat IPK dari setiap KD dilanjutkan dengan membuat
rumusan tujuan pembelajaran.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3


Analisis Materi Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI pengetahuan dan KD


dari KI keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang akan dikembangkan.
Perumusan tujuan pembelajaran menggunakan kata kerja operasional yang dapat
diamati dan atau diukur, mencakup ranah sikap, ranah pengetahuan, dan ranah
keterampilan.Mager dalam Dick dan Carey (1990) mengemukakan bahwa dalam
penyusunan Tujuan Pembelajaran harus mengandung tiga komponen, yaitu; (1)
perilaku (behavior), (2) kondisi (condition), dan (3) derajat atau kriteria
(degree).Instructional Development Institute (IDI) menambahkan komponen
sasaran (audience).Perumusan tujuan pembelajaran mengandung komponen
Audience, Behaviour, Condition dan Degree (ABCD), yaitu:
a. Audience adalah peserta didik;
b. Behaviour merupakan perubahan perilaku peserta didik yang diharapkan
dicapai setelah mengikuti pembelajaran;
c. Condition adalah prasyarat dan kondisi yang harus disediakan agar tujuan
pembelajaran tercapai, dan
d. Degree adalah ukuran tingkat atau level kemampuan yang harus dicapai

peserta didik mencakup aspek afektif dan attitude.


Berdasarkancontoh IPK dari mata pelajaran simulasi digital yang tersebut di atas,
maka rumusan tujuan pembelajarannya yaitu:
a. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan
pengertian komunikasi daring online sesuai dengan buku teks secara santun.
b. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan 4
simbul yang digunakan pada pengelolaan informasi digital daring online sesuai
dengan buku teks secara santun.
c. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan 2 jenis
pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring onlinesecara
bertanggungjawab.
d. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat
menentukankebutuhan pokok fasilitas yang diperlukanuntuk pengelolaan
informasi digital daring online secara mandiri.
e. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan cara
melakukankomunikasi daring online sesuai prosedur dengan percaya diri.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4


Analisis Materi Pembelajaran

f. Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat


melakukankomunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh dengan
percaya diri.
g. Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat
mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan
tugas sesuai prosedur dengan percaya diri.

C. Contoh
Tabel 1berikut merupakan contoh penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator
Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran yang
dikutipdari Permendikbud .).
Tabel 1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK),
Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran
(Permendikbud .)
Mata Pelajaran: Simulasi dan Komunikasi Digital

KIProgram Pendidikan 3 Tahun

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran Materi
Pembelajaran
3.2 Menerapkan Menerangkan Melalui diskusi dan menggali Konsep
pengetahuan komunikasi informasi, peserta didik dapat: Komunikasi
pengelolaan daring asinkron. a. Mengelompokkan bentuk daring
informasi digital. komunikasi daring asinkron asinkron.
sesuai karakteristik dengan
bertanggungjawab.
b. Menjelaskan komunikasi
daring asinkron sesuai
prinsip dengan cermat
c. menjelaskan 2 jenis
pengelolaan informasi digital
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5
Analisis Materi Pembelajaran

KIProgram Pendidikan 3 Tahun


melalui komunikasi daring
online dengan santun
Menerangkan Setelah berdiskusi dan Konsep
komunikasi menggali informasi, peserta Komunikasi
daring sinkron. didik dapat: daring sinkron
a. menjelaskan terjadinya
komunikasi daring sinkron
sesuai prinsip dengan
cermat.
b. menentukan kebutuhan
pokok fasilitas yang
diperlukan untuk
pengelolaan informasi digital
daring online secara mandiri.
Menerapkan Melalui diskusi dan menggali Teknik
komunikasi informasi, peserta didik dapat Komunikasi
daring asinkron melakukan carakomunikasi daring asinkron
dan komunikasi daring online sesuai dan
daring sinkron. prosedurdengan percaya diri. komunikasi
daring sinkron.
4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang
kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.Menunjukkanketerampilan menalar,
mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran Materi
Pembelajaran
4.2 Menyajikan hasil Mengikuti(Meniru Disediakan peralatan Mendemontrasi
penerapan ) komunikasi komunikasi dan jaringan kan
pengelolaan daring asinkron internet, peserta didik Komunikasi
informasi digital dan sinkron dapat melakukan daring asinkron
melalui komunikasi berdasarkan komunikasi daring dan sinkron
daring online. contoh. asinkron dan sinkron
berdasarkan contoh
dengan percaya diri
Mendemonstrasik Disediakan peralatan
an komunikasi komunikasi dan jaringan
daring asinkron internet, peserta didik
dan sinkron dapat mendemonstrasikan
berdasarkan komunikasi daring
tugas asinkron dan sinkron
berdasarkan tugas sesuai
prosedur dengan percaya
diri

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Analisis Materi Pembelajaran

Kurikulum 2013 mengharuskan adanya analisis dan integrasi Muatan Lokal dan
Ekstrakurikuler Kepramukaan pada setiap mata pelajaran. Integrasi Muatan Lokal
pada mata pelajaran Simulasi Digital dimaknai sebagai materi yang kontekstual sesuai
lingkungan sekitar dan atau topik kekinian. Tabel 2 di bawah ini merupakan contoh
bagaimana integrasi Muatan Lokal ke dalam mata pelajaran simulasi digital.

Tabel 2.Pengintegrasian Muatan Lokal (Nilai Kontekstual)


ke dalam Mata Pelajaran Simulasi Digital
Integrasi Muatan Lokal ke dalam
Kompetensi Dasar
Materi Mata Pelajaran
3.2 Menerapkan pengetahuan pengelolaan
informasi digital melalui pemanfaatan Menggunakan komunikasi daring asinkron
komunikasi daring (online). dan komunikasi daring sinkron pada bidang
3.3 Menyajikan hasil penerapan pengelolaan usaha pertambangan yang ada di wilayah
informasi pengelolaan informasi digital Kabupaten Bangka Tengah.
melalui komunikasi daring (online).

Setiap pengampu mata pelajaran harus melakukan analisis pengintegrasian muatan


lokal ke dalam mata pelajaran yang diampunya. Lebih lanjut dikoordinasikan pada
tingkat satuan pendidikan sebagai bahan untuk penentuan kegiatan pembelajaran.

Integrasi ekstrakurikuler Pramuka dimaknai dengan pemanfaatan kegiatan


kepramukaan sebagai wahana aktualisasi materi pembelajaran. Kegiatan integrasi
ekstrakurikuler Pramuka, diawali dengan menganalisis Kompetensi Dasar dari KD yang
akan dipelajari, apakah ada kegiatan yang dapat dipraktikan pada kegiatan
ekstrakurikuler Pramuka. Atas dasar analisis tersebut jika KD yang dipelajari
dimungkinkan dapat diintegrasikan pada kegiatan Kepramukaan, maka tentukan
bentuk kegiatannya dan lakukan komunikasi dengan pembina Pramuka pada rapat
dewan guru untuk dijadikan materi program aktualisasi pembinaan ekstrakurikuler
Pramuka yang dilakukan 2 jam/minggu. Tabel 3 di bawah ini merupakan contoh
bagaimana integrasi mata pelajaran Simulasi Digital pada kegiatan aktualisasi
Kepramukaan.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7


Analisis Materi Pembelajaran

Tabel 3.Pengintegrasian Mata Pelajaran Simulasi Digital pada Kegiatan Aktualisasi


Kepramukaan
Integrasi materi mata pelajaran
Kompetensi Dasar pada Aktualisasi Ekstrakurikuler
Kepramukaan
3.2 Menerapkan pengetahuan pengelolaan
informasi digital melalui pemanfaatan Menggunakan kompetensi komunikasi
komunikasi daring (online). daring (online) dalam kegiatan
4.2 Menyajikan hasil penerapan pengelolaan kepramukaan (mengirim dan menerima
informasi digital melalui komunikasi email, chatting, dst).
daring (online).

Setiap pengampu mata pelajaran harus melakukan analisis pengintegrasian mata


pelajaran yang diampunya pada kegiatan aktualisasi kepramukaan. Lebih lanjut
dikoordinasikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai bahan untuk penentuan
kegiatan aktualiasi ekstrakurikuler Kepramukaan.

D. Latihan/Tugas

1. Buat analisis keterkaitan KI, KD, Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan


Pembelajaran, dan MateriPembelajaran seperti contoh (Tabel 1) dari pasangan
KD-3 dan KD-4 sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.

2. Buat analisis integrasi materi KD Mata Pelajaran dengan Muatan Lokal/nilai-nilai


kontekstual seperti contoh (Tabel 2)dari pasangan KD-3 dan KD-4 sesuai dengan
mata pelajaran yang diampu.

3. Buat analisis integrasi materi KD Mata Pelajaran dengan Ekstrakurikuler


Kepramukaan seperti contoh (Tabel 3) dari pasangan KD-3 dan KD-4 sesuai
dengan mata pelajaran yang diampu.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MATERI:
ANALISIS PENERAPAN
MODEL PEMBELAJARAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
Analisis Penerapan Model Pembelajaran

ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

A. Konsep
1. Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik
dan pendidik, dan antara peserta dan sumber belajar lainnya pada suatu
lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar peserta didik dapat
membangun sikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.Selaras dengan itu pembelajaran merupakan suatu proses
yang mengandung serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan
hingga penilaianuntuk mencapai perubahan tingkah laku sebagai hasil
pengalaman.

Beberapa konsep pembelajaran yang dapat digunakan sebagai sandaran dalam


mengembangkan belajar di PMK yang diantaranya;
mengembangkan seluruh potensi peserta didik agar memiliki wawasan kerja,
keterampilan teknis bekerja, employability skills, dan melakukan transformasi
diri terhadap perubahan tuntutan dunia kerja (Putu Sudira; 2016).
pendidikan kejuruan akan menjadi efisien bila pembelajarannya (peserta didik
dilatih) dengan cara mengimitasi/mereplikasi lingkungan kerja semirip mungkin
dengan yang terjadi di tempat pekerjaan yang sebenarnya Charles A. Prosser
(1950 : 217). Pembelajaran pada pendidikan kejuruan dapat efektif jika
pelatihan dilakukan dengan cara yang sama seperti di dunia kerja termasuk
penggunaan peralatan dan mesin Konsep ke dua dari Charles A.Prosser (1950
: 218). Pembelajaran pada pendidikan kejuruan akan efektif sesuai
proporsinya jika pembelajaran dilatihkan secara langsung dan secara individu
pada peserta didik dalam kebiasaan berfikir dan diperlukan habit
memanipulasinya dalam kompetensi keahlian itu sendiri Konsep ke tiga dari
Charles A.Prosser (1950 : 220).

Pembelajaran dengan pereplikaan seperti konsep di atas hampir mirip dengan


teaching factory atau production based trainning/Production Based Education
Trainning dan ini memungkinkan akan terbangun pembiasaan pada peserta didik
sesuai tuntutan dunia kerja dan akhirnya mereka memiliki kesiapan untuk
mendapatkan peluang dalam memasuki lapangan kerja yang sebenarnya.

Konsep pembelajaran abad 21 yakni model relasi sain dan rekayasa yang
dikembangkan oleh Bernie Trilling dan Charles Fadel (2009; disadur dari Putu
Sudira). Pada konsep ini sain lebih menekankan pada metoda penyelidikan dan
penemuan untuk menjelaskan gejala-gejala alam, sedangkan rekayasa dan
teknologi menggunakan strategi perancangan dan penemuan solusi atas
problematika kehidupan.

2. Konsep Saintifik
Pendekatan saintifik dalam pembelajaran adalah proses pembelajaran yang
dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep,
prosedur, hukum atau prinsip, melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan
masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data,
menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan

3. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai


pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1
Analisis Penerapan Model Pembelajaran

mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi
dan sistem pendukung (Joice&Wells). Sedangkan menurut Arends dalam Trianto,
mengatakan model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu
pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan
pembelajaran di kelas.

Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu:


a. Rasional teoretis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
Model pembelajaran mempunyai teori berfikir yang masuk akal. Maksudnya
para pencipta atau pengembang membuat teori dengan mempertimbangkan
teorinya dengan kenyataan sebenarnya serta tidak secara fiktif dalam
menciptakan dan mengembangankannya.
b. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan
pembelajaran yang akan dicapai). Model pembelajaran mempunyai tujuan
yang jelas tentang apa yang akan dicapai, termasuk di dalamnya apa dan
bagaimana siswa belajar dengan baik serta cara memecahkan suatu masalah
pembelajaran.
c. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat
dilaksanakan dengan berhasil. Model pembelajaran mempunyai tingkah laku
mengajar yang diperlukan sehingga apa yang menjadi cita-cita mengajar
selama ini dapat berhasil dalam pelaksanaannya.
d. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat
tercapai. Model pembelajaran mempunyai lingkungan belajar yang kondusif
serta nyaman, sehingga suasana belajar dapat menjadi salah satu aspek
penunjang apa yang selama ini menjadi tujuan pembelajaran. (Trianto, 2010).

B. Deskripsi
1. Prinsi-prinsip pembelajaran sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan
Standar Isi PMK meliputi:
Prinsip umum(1) Pembelajaran sepanjang hayat;(2) Menerapkan pendekatan
ilmiah; (3) Menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarsa sung
tuladha), membangun kemauan (ing madya mangun karsa), dan mengembangkan
kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (4)
Menerapkan pembelajaran secara terpadu dan tuntas (mastery learning); (5)
Memperhatikan keseimbangan antara hard skills dan soft skills; (6) Menggunakan
berbagai sumber belajar; (7) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;
(8) Menerapkan metode pembelajaran yang mendorong peserta didik lebih aktif,
inovatif, kreatif dan menyenangkan serta mempertimbangkan karakteristik peserta
didik; dan (9) Menerapkan strategi pembelajaran berbasis kompetensi, dan model-
model belajar inkuiri, discovery learning, pembelajaran berbasis masalah,
pembelajaran berbasis produk dan pembelajaran berbasis proyek.

Prinsip khusus(1)Menekankan pada keterampilan aplikatif; (2) Berlangsung di


rumah, sekolah/madrasah dan masyarakat/Dunia Usaha dan Dunia Industri
(DUDI); (3) Iklim belajar merupakan simulasi dari lingkungan kerja di DUDI; (4)
Berdasarkan pada pekerjaan nyata, otentik dan sarat nilai melalui teaching factory
untuk mendapatkan pembiasaan berpikir dan bekerja dengan kualitas seperti di
tempat kerja; (5) Berdasarkan permintaan pasar kerja; (6) Melibatkan praktisi ahli
yang berpengalaman di bidangnya untuk memperkuat pembelajaran dengan cara
pembimbingan saat praktik kerja lapangan dan PSG; dan (7) Menerapkan sistem

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

penyelenggaraan pendidikan terbuka (Multi Entry-Multi Exit System/MEMES) dan


Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL);

2. Karakteristikpembelajaran pada Pendidikan kejuruan di adopsi dari Crunkilton


(1984) sejalan dengan pernyataan Charles A. Prosser (1950:215) bahwa
karakteristik pembelajaran pada pendidikan kejuruan secara proporsi hanya
menyiapkan peserta didik secara nyata untuk melakukan pekerjaan dengan
menetapkan (establish) habit berfikir yang benar dan bekerja dengan tepat melalui
pembelajaran atau pelatihan yang berulang-ulang pada lingkup kompetensi
keahlian yang dipelajarinya.

3. Perancangan pembelajaran SMK dengan memperhatikan karakteristik


Pembelajaran pada Pendidikan kejuruan sebagai berikut:
diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja
didasarkan atas kebutuhan dunia kerja
ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai
yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan peserta didik harus pada
mind-on, heart-on, hands-on atau cara cara pikir, sikap dan keterampilan
kerja di dunia usaha atau produksi
melibatkan dunia kerja sebagai kunci keberhasilan pendidikan kejuruan
responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi
lebih ditekankan pada learning by doing
memerlukan fasilitas praktek sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan industri

4. Tujuan pembelajaran merupakan pernyataan kemampuan dari suatu keadaan


yang ingin dicapai sebagai hasil perubahan dari yang peserta didik pelajari atau
pernyataan sebagai hasil dari pendidikan dan pelatihan. Agar tujuan pembelajaran
di SMK efektif, maka perumusannya dapat menggunakan beberapa pertanyaan
dasar yang berkaitan dengan pembelajaran yakni: kemana kita akan pergi;
bagaimana kita akan mencapainya; dan bagaimana kita mengetahui bahwa telah
mencapai tujuan yang telah ditetapkan ( Mager; 1984 :24). Secara umum tujuan
pembelajaran pada SMK adalah: (1) Memahami persyaratan kompetensi kerja, (2)
melakukan pekerjaan rutin, (3) menguasai prosedur kerja sehari-hari, (4)
menerapkan standar keamanan kerja, (5) meningkatkan produktifitas, (6) mampu
bekerja dalam tim kolaboratif, (7) melek digital dan simbol-simbol dalam
pekerjaan, (8) memperhatikan kualitas, efisiensi, (9) menerapkan etika, moralitas
kerja, (10) memahami perubahan nasional dan (11) memiliki jiwa kewirausahaan
(Putu Sudira; 2016).

5. Proses pembelajaran pendekatan saintifikmengacu pada pendekatan langkah


berpikir saintifik, mengandung 5 (lima) langkah yang tidak selalu harus berurut dan
seluruhnya ada dalam satu kali pertemuan pembelajaran, yaitu sebagai berikut.
a. Mengamati, yaitu kegiatan siswa mengidentifikasi melalui indera penglihat
(membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada
waktu mengamati suatu objek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif
kegiatan mengamati antara lain observasi lingkungan, mengamati gambar,
video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi
yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain. Bentuk hasil

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat mengidentifikasi


masalah.
b. Menanya, yaitu kegiatan siswa mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya
baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu.
Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau
kelompok tentang apa yang belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan
pertanyaan kepada guru, narasumber, siswa lainnya dan atau kepada diri
sendiri dengan bimbingan guru hingga siswa dapat mandiri dan menjadi
kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tulisan serta harus
dapat membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira.
Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil
belajar dari kegiatan menanya adalah siswa dapat merumuskan masalah
dan merumuskan hipotesis.
c. Mengumpulkan data, yaitu kegiatan siswa mencari informasi sebagai bahan
untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan data dapat
dilakukan dengan cara membaca buku, mengumpulkan data sekunder,
observasi lapangan, uji coba (eksperimen), wawancara, menyebarkan
kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan data adalah
siswa dapat menguji hipotesis.
d. Mengasosiasi, yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk serangkaian
aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan
mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting),
menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih
informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan
siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta
konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data
untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah
diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau
ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah
skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya. Hasil
belajar dari kegiatan menalar/mengasosiasi adalah siswa dapat
menyimpulkan hasil kajian dari hipotesis.
e. Mengomunikasikan, yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan dan
menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya,
mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada
orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan,
gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan
atau teknologi informasi dan komunikasi. Hasil belajar dari kegiatan
mengomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan dan
mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis.

6. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan


digunakan, termasuk di dalamnya tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan
pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas.
Guna memperkuat pendekatan saintifik serta pendekatan rekayasa dan teknologi
serta mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya nyata, baik
individual maupun kelompok, maka diterapkan strategi pembelajaran
menggunakan model model pembelajaran penyingkapan (inquiry learning),
pembelajaran penemuan (discovery learning) dan pendekatan pembelajaran
berbasis hasil karya yang meliputi pembelajaran berbasis masalah ( problem based
learning) serta pelatihan berbasis produk (production based training) dan
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4
Analisis Penerapan Model Pembelajaran

pembelajaran berbasis proyek (project based learning) serta teaching factorysesuai


dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan.

7. Jenis dan sintaksis model pembelajaran


a. Model Pembelajaran Penemuan(Discovery Learning))
Model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) adalah memahami
konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai
kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43). Discovery terjadi bila
individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk
menemukan beberapa hukum, konsep dan prinsip, melalui observasi,
klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi(pengambilan
keputusan/kesimpulan). Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan
discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and
principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219). Sebagai
Contoh penerapan model ini melalui strategi deduktif dimana peserta didik
diberikan tugas untuk menentukan rumus luas lingkaran melalui permainan
kertas berbentuk lingkaran yang dibagi dalam n sektor yang sama besar,
kemudian menyusunnya sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti persegi
panjang dan rumus keliling sudah diketahui sebelumnya. Dari permainan
kertas tersebut peserta didik dapat menemukan bahwa luas lingkaran
adalah..............;

Tujuan pembelajaran model Discovery Learning


Meningkatkan Kesempatan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran
Peserta didik belajar menemukan pola dalam situasi konkret maupun
abstrak
Peserta didik belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu
dan memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan
Membantu peserta didik membentuk cara kerja bersama yang efektif,
saling membagi informasi serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide
orang lain
Meningkatkan Keterampilan konsep dan prinsip peserta didik yang lebih
bermakna
Dapat mentransfer keterampilan yang dibentuk dalam situasi belajar
penemuan ke dalam aktivitas situasi belajar yang baru

Sintak model Discovery Learning


Pemberian rangsangan (Stimulation);
Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);
Pengumpulan data (Data Collection);
Pembuktian (Verification), dan
Menarik simpulan/generalisasi (Generalization).

b. Model Inquiry Learning Terbimbing dan Sains


Model pembelajaran yang dirancang membawa peserta didik dalam proses
penelitian melalui penyelidikan dan penjelasan dalam setting waktu yang
singkat (Joice &Wells, 2003).
Model pembelajaran Inkuiri terbimbing merupakan kegiatan pembelajaran
yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari
dan menyelidiki sesuatu secara sistematis kritis dan logis sehingga mereka

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

dapat merumuskan sendiri temuannya dari sesuatu yang dipertanyakan.


Sedangkan Inkuiri Sains esensinya adalah melibatkan siswa pada kasus yang
nyata di dalam penyelidikan dengan cara mengkonfontasi dengan area yang
diselidiki, dengan cara membantu mereka mengidentifikasi konsep atau
metodologi pada area investigasi serta mendorong dalam cara-cara mengatasi
masalah.

Tujuan Pembelajaran Inquiry untuk mengembangkan kemampuan berfikir


secara sistimatis, logis dan kritis sebagai bagian dari proses mental.

Sintak/tahap model inkuiri terbimbing meliputi:


Orientasi masalah;
Pengumpulan data dan verifikasi;
Pengumpulan data melalui eksperimen;
Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan
Analisis proses inkuiri.

Sintak/tahap model inkuiri Sains (Biology)


Menentukan area investigasi termasuk metodologi yang akan digunakan
Menstrukturkan problem/masalah
Mengidentifikasi problem-problem yang kemungkinan terjadi dalam proses
investigasi
Menyelesaikan kesulitan/masalah dengan melakukan desain ulang,
mengumpulkan dan mengorganisir data dengan cara lain dan sebagainya.

c. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)


Merupakan pembelajaran yang menggunakans berbagai kemampuan berpikir
dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata
(autentik) untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan
kontekstual (Tan Onn Seng, 2000).Problem Based Learning untuk pemecahan
masalah yang komplek, problem-problem nyata dengan menggunakan
pendekataan studi kasus.Peserta didik melakukan penelitian dan menetapan
solusi untuk pemecahan masalah. (Bernie Trilling & Charles Fadel, 2009: 111).

TujuanPembelajaran PBL untuk meningkatkan kemampuan dalam


menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian
konsep High Order Thinking Skills (HOTs) yakni pengembangan kemampuan
berfikir kritis, kemampuan pemecahan masalah dan secara aktif
mengembangkan keinginan dalam belajar dengan mengarahkan belajar diri
sendiri dan keterampilan (Norman and Schmidt).Pengembangan kemandirian
belajar dapat terbentuk ketika peserta didik berkolaborasi untuk
mengidentifikasi informasi, strategi, dan sumber-sumber belajar yang relevan
untuk menyelesaikan masalah.

Sintak model Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie
Kirkley, 2003:3) terdiri atas:
Mengidentifikasi masalah;
Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi
informasi-informasi yang relevan;

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif,


tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;
Melakukan tindakan strategis, dan
Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang
dilakukan.

Sintak model Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H.


Jonassen, 2011:93) terdiri atas:
Merumuskan uraian masalah;
Mengembangkan kemungkinan penyebab;
Mengetes penyebab atau proses diagnosis, dan
Mengevaluasi.

d. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).


Model pembelajaran PjBL merupakan pembelajaran dengan menggunakan
proyek nyata dalam kehidupan yang didasarkan pada motivasi tinggi,
pertanyaan menantang, tugas-tugas atau permasalahan untuk membentuk
penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerja sama dalam upaya
memecahkan masalah (Barel, 2000 and Baron 2011).

Tujuan Project Based Learning adalah meningkatkan motivasi belajar, team


work, keterampilan kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik level
tinggi/ taksonomi tingkat kreativitas yang dibutuhkan pada abad 21 (Cole &
Wasburn Moses, 2010).

Sintak/tahapan model pembelajaran Project Based Learning, meliputi:


Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
Mendesain perencanaan proyek;
Menyusun jadwal (Create a Schedule);
Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and
the Progress of the Project);
Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).

e. Model Pembelajaran Production Based Training/ Production Based


Education Training
Model inimerupakan proses pendidikan dan pelatihan yang menyatu pada
proses produksi, dimana peserta didik diberikan pengalaman belajar pada
situasi yang kontekstual mengikuti aliran kerja industri mulai dari perencanaan
berdasarkan pesanan, pelaksanaan dan evaluasi produk/kendali mutu produk,
hingga langkah pelayanan pasca produksi.

Tujuan penggunaan model pembelajaran PBT/PBET adalah untuk menyiapkan


peserta didik agar memiliki kompetensi kerja yang berkaitan dengan
kompetensi teknis serta kemampuan kerjasama (berkolaborasi) sesuai
tuntutan organisasi kerja.

Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainning meliputi:


Merencanakan produk;
Melaksanakan proses produksi;

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan


Mengembangkan rencana pemasaran.
(Diadaptasi dari Ganefri; 2013; G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).

f. Model Pembelajaran Teaching Factory


Pembelajaran teaching factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis
produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di
industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di
industri.Pelaksanaan teaching factory menuntut keterlibatan mutlak pihak
industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK.
Pelaksanaan teaching factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah,
pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan,
implementasi maupun evaluasinya.

Pelaksanaanteaching factory sesuai Panduan TEFA Direktorat PMK terbagi


atas 4 model , dan dapat digunakan sebagai alat pemetaan SMK yang telah
melaksanakan TEFA. Adapun model tersebut adalah sebagai berikut:
1) Model pertama, Dual Sistemdalam bentuk praktek kerja industri yaitu pola
pembelajaran kejuruan di tempat kerja yang dikenal sebagai experience
based training atau enterprise based training.
2) Model Kedua, Competency Based Training (CBT) atau pelatihan berbasis
kompetensi merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang
menekankan pada pengembangan dan peningkatan keterampilan dan
pengetahuan peserta didik sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pada
metode ini, penilaian peserta didik dirancang sehingga dapat memastikan
bahwa setiap peserta didik telah mencapai keterampilan dan pengetahuan
yang dibutuhkan pada setiap unit kompetensi yang ditempuh.
3) Model ketiga Production Based Education and Training(PBET) merupakan
pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang telah dimliki
oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan
memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia
kerja (industri dan masyarakat).
4) Model keempat, Teaching factory adalah konsep pembelajaran berbasis
industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk
menghasilkan lulusan yang kompeten dengan kebutuhan pasar.

Tujuan Pembelajaran Teaching Factory


1) Mempersiapkan lulusan SMK menjadi pekerja, dan wirausaha;
2) Membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya.
3) Menumbuhkan kreatifitas siswa melalui learning by doing.
4) Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
5) Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK
6) Membantu siswa SMK dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja,
serta membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual, dll
7) memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk melatih keterampilannya
sehingga dapat membuat keputusan tentang karier yang akan dipilih.

Tujuan yang selaras tentang pembelajaran teaching factory (Sema E. Alptekin,


Reza Pouraghabagher, atPatricia McQuaid, and Dan Waldorf; 2001) adalah:

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

1) Menyiapkan lulusan yang lebih profesional melalui pemberian konsep


manufaktur moderen sehingga secara efektif dapat berkompetitif di
industri.
2) Meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK yang berfokus pada konsep
manufaktur moderen.
3) Menunjukan solusi yang layak pada dinamika teknologi dari usaha yang
terpadu
4) Menerima transfer teknologi dan informasi dari industri pasangan terutama
pada aktivitas peserta didik dan guru saat pembelajaran.

Sintaksis Teaching Factory


Pembelajaran teaching factory dapat menggunakan sintaksis PBET/PBT atau
dapat juga menggunakan sintaksis yang diterapkan di Cal Poly-San Luis Obispo
USA ( Sema E. Alptekin: 2001) dengan langkah-langkah:
Merancang produk
Membuat prototype
Memvalidasi dan memverifikasi prototype
Membuat produk masal

Berdasarkan hasil penelitian,Dadang Hidayat (2011) mengembangkan langkah-


langkah pembelajaran Teaching Factory sebagai berikut :
Menerima Order
Menganalisis order
Menyatakan Kesiapan mengerjakan order
Mengerjakan order
Mengevaluasi produk
Menyerahkan order

8. Analisis Pemilihan Model Pembelajaran


Memilih atau menentukan model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh
karakteristik Kompetensi Dasar (KD), tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran,
sifat dari materi yang akan diajarkan, dan tingkat kemampuan peserta didik. Di
samping itu, setiap model pembelajaran mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang
dapat dilakukan peserta didik dengan bimbingan guru

Pemilihan suatu model belajar sangat ditentukan oleh isi rumusan Kompetensi
Dasar/materi pembelajaran.Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan
untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan
dapat berhasil maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu pula.
Guru harus menganalisis rumusan pernyataan setiap KD, apakah cenderung pada
pembelajaran penyingkapan (Discovery/Inquiry Learning) atau pada pembelajaran
hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning).

Rumusan KD yang mengarah pada pembentukan penguasaan konsep dan prinsip


tentu sangat tepat menggunakan model pembelajaran Inquiry atau model
pembelajaran discovery learning karena ke dua model pembelajaran tersebut
membentuk kemampuan eksplanasi terhadap konsep phenomena alam dan sosial
yang terjadi. Guru pada saat akan memilih model belajar perlu memperhatikan hal-
hal sebagai berikut di antaranya:

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 9


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

a. Menganalisis rumusan pernyataan setiap KD


b. Membaca tujuan dari setiap model belajar
c. Menentukan apakah rumusan KD cenderung pada pembentukan
konsep/prinsip atau pada pembentukan hasil karya
d. Kompetensi Dasar (KD-di KI-3; KD-di KI-4) pada kelompok mata pelajaran
Dasar Kejuruan (C1) dan kelompok mata pelajaran Dasar Keahlian (C2) yang
cenderung pada penguasaan konsep/prinsip yang membentuk kemampuan
eksplanasi sangat tepat menggunakan model pembelajaran Inquiry/Discovery
learning sebagai fondasi mata pelajaran kelompok Kompetensi Keahlian (C3).
e. Kompetensi Dasar (KD-di KI-3; KD-di KI-4) pada kelompok mata pelajaran
kompetensi keahlian (C3) yang cenderung membentuk kemampuan solusi-
solusi teknologi dan rekayasa atau hasil karya dapat menggunakan model
belajar Problem based learning,Production based Trainning, Project Based
Learning dan Teacfing Factory.

Berdasarkan rambu-rambu pemilihan model di atas dapat digunakan tabel


pemilihan model belajar seperti di bawah ini.

Tabel 1
PENENTUAN MODEL PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran: Simulasi dan Komunikasi Digital

Model
No. Kompetensi Dasar Analisis KD Pembelajar
an
KD.3.2
. Menerapkan KD-3.2 menitikberatkan Model
pengetahuan pengelolaan pada pembentukan Pembelajaran
informasi digital melalui pengetahuan konseptual Discovery
pemanfaatan komunikasi dan prosedural Learning
daring (online).
KD.4.2 Melakukan KD 4.2 Pernyataan pada
pengelolaan informasi taksonomi keterampilan
digital melalui komunikasi kongkret pada gradasi
daring (online). membiasakan gerakan atau
manipulasi.

9. Penyusunan Kegiatan Pembelajaran (menggunakan matrik perancah)


Penyusunan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik sangat
dipengaruhi oleh bentuk kemampuan yang ingin dibentuk dari setiap langkah
mengamati, menanya, mencoba, menganalisis dan mengkomunikasikan.Langkah-
langkah tersebut harus diselaraskan dengan langkah-langkah belajar (sintaksis)
dari setiap model belajar sehingga antara pembentukan kemampuan saintifik
dengan langkah-langkah belajar terjadi keselarasan dan keterpaduan dalam bentuk
pengalaman belajar atau aktivitas belajar yang berpusat pada peserta didik. Hal
lain yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kegiatan pembelajaran diusahakan
kegiatan pengalaman balajar yang dilakukan peserta didik harus mencapai
indikator pembelajaran.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 10


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Untuk memudahkan pemaduan pendekatan saintifik dengan model belajar serta


Kompetensi Dasar dalam hal ini indikator yang akan dicapai sebagai tahapan-
tahapan hasil belajar dapat digunakan matrik perancah seperti format berikut ini.

C. Contoh
Langkah sinkronisasi proses berpikir ilmiah (saintifik) dengan model pembelajaran
yang dipilih atas dasar hasil analisis, dapat menggunakan matrik perancah sebagai
pertolongan sebelum dituliskan menjadi kegiatan inti pada RPP. Pemaduan atau
sinkronisasi antara langkah-langkah proses berpikir ilmiah (saintifik) dan sintaks
(tahapan/langkah kerja) model pembelajaran dilakukan sebagai berikut.
a. Pilih pasangan KD dari mata pelajaran yang diampu sesuai hasil analisis
keterkaitan KI-KD dengan silabus dan buku teks siswa terkait.
b. Rumuskan IPK dari KD di KI-3 dan KD di KI-4 sesuai dengan dimensi proses
atau level pengetahuan dan dimensi kategori pengetahuan serta keterampilan
yang terkandung di masing-masing KD. Setiap KD minimal memiliki 2 (dua)
indikator.
c. Petakan pemilihan model pembelajaran sesuai KD dengan mempertimbangkan
rambu-rambu pemilihan model pembelajaran.
d. Pilih model pembelajaran sesuai KD dengan mempertimbangkan rambu-rambu
pemilihan model pembelajaran.
e. Tentukan kegiatan peserta didik dan kegiatan guru sesuai dengan langkah-
langkah (sintaks) model pembelajaran yang dipilih, kemudian sinkronkan
dengan proses berpikir ilmiah (saintifik) sampai mencapai IPK.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 11


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 12


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 13


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 14


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 15


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 16


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 17


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 18


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 19


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 20


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 21


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 22


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 23


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 24


Analisis Penerapan Model Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 25


@2017, Direktorat Pembinaan SMK 26
BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MATERI:
ANALISIS PENILAIAN
HASIL BELAJAR

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017

ANALISIS PENILAIAN HASIL BELAJAR


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

A. Konsep

1. Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk


mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dalam ranah sikap (spiritual dan
sosial), ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan yang dilakukan secara
terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran suatu
kompetensi muatan pembelajaran untuk kurun waktu tertentu.

2. Penilaian hasil belajar berperan membantu peserta didik mengetahui capaian


pembelajaran (learning outcomes), memperoleh informasi tentang kelemahan dan
kekuatan pembelajaran dan belajar. Dalam pendidikan berbasis standar (standard-
based education), kurikulum bebasis kompetensi (competency-based curriculum),
dan pendekatan belajar tuntas (mastery learning) penilaian proses dan hasil
belajar merupakan parameter tingkat pencapaian kompetensi minimal yang
menjadi batas ketuntasan belajar.

3. Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah.
4. Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/ bukti
tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam ranah sikap spiritual dan sikap
sosial, ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan yang dilakukan secara
terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran.

5. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk


memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
Penilaian oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta
didik; bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses
pembelajaran.

6. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian


standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar
oleh Pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara
nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu
pengetahuan dan teknologi, dilakukan dalam bentuk ujian nasional.

7. Jenis ujian pada Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK/MAK) terdiri atas ulangan,
ujian sekolah/madrasah, ujian nasional, Ujian Unit Kompetensi (UUK), dan Ujian
Kompetensi Keahlian (UKK)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

8. Ulangan adalah proses yang dilakukan oleh pendidik untuk memantau kemajuan
dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan.

9. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan


untuk mengukur pencapaian kompetensipeserta didik sebagaipengakuan
prestasibelajardan/ataupenyelesaian dari suatu satuan pendidikan.

10. Ujian Nasional adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik.

11. Ujian Unit Kompetensi yang selanjutnya disebut UUK adalah penilaian terhadap
pencapaian satu atau beberapa unit kompetensi yang dapat membentuk 1 (satu)
Skema Sertifikasi Profesi yang dilaksanakan setiap tahun oleh satuan pendidikan
terakreditasi. Unit Kompetensi terdiri atas beberapa Kompetensi Dasar (KD) untuk
mencapai kemampuan melaksanakan satu bidang pekerjaan spesifik.

12. Ujian Kompetensi Keahlian yang selanjutnya disebut UKK adalah penilaian
terhadap pencapaian kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada KKNI yang
dilaksanakan di akhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama
(LSP-P1) atau satuan pendidikan terakreditasi bersama DUDI dengan
memperhatikan paspor keterampilan (Skills Passport)
13. Skills Passport adalah salah satu laporan evaluasi hasil belajar peserta didik, yang
berisi tentang kompetensi dasar-kompetensi dasar yang sudah dipelajari dan
diujikan serta keterangan lain yang diperlukan.
14. Skills passport berfungsi sebagai dokumen pendukung pada saat peserta didik
mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi
(LSP). Kompetensi dasar yang sudah dinyatakan lulus dalam dokumen ini
diharapkan menjadi Recognition Prior Learning (RPL) dan Recognition Current
Competency (RCC) pada pelaksanaan uji kompetensi
15. Skema sertifikasi profesi merupakan persyaratan sertifikasi spesifik yang berkaitan
dengan kategori profesi yang ditetapkan dengan menggunakan standar dan
aturan khusus yang sama, serta prosedur yang sama. Dalam bahasa sehari-sehari
merupakan jenis- jenis produk sertifikasi profesi

16. Teknik penilaian yang digunakan meliputi observasi, tes tertulis, tes lisan,
penugasan, kinerja, proyek, dan portofolio.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

17. Pinsip penilaian hasil belajar adalah sahih, obyektif, adil, terpadu, terbuka,
menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis, beracuan kriteria, akuntabel dan
andal.
18. Penilaian autentik adalah suatu proses pengumpulan, pelaporan, dn penggunaan
informasi tentang hasil belajar siswa, dengan menerapkan prinsip-prinsip
penilaian,pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat, dan konsisten
sebagai akuntabilitas publik.
19. Penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk
menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran.
20. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai
keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan
perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas khususnya pada
sikap/perilaku dan keterampilan.
21. Penilaian berbasis HOTs adalah penilaian yang bertujuan untuk mengukur
kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang
merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

22. Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria
ketuntasan belajar untuk mata pelajaran muatan umum ditentukan oleh satuan
pendidikan dan mata pelajaran muatan kejuruan ditentukan oleh satuan
pendidikan bersama dengan DUDI dan/atau lembaga terkait.

B. Deskripsi

1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat
penguasaan kompetensi, menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi,
menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan
kompetensi, dan memperbaiki proses pembelajaran.

2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan acuan kriteria. Acuan kriteria
merupakan penilaian kemajuan peserta didik dibandingkan dengan kriteria capaian
indikator hasil belajar dari kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Bagi yang belum
berhasil mencapai kriteria, diberi kesempatan mengikuti pembelajaran remedial yang
dilakukan setelah suatu kegiatan penilaian baik secara individual, kelompok, maupun
kelas. Bagi peserta didik yang berhasil dapat diberikan program pengayaan sesuai
dengan waktu yang tersedia baik secara individual maupun kelompok. Program
pengayaan merupakan pendalaman atau perluasan dari kompetensi yang dipelajari.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3
Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

3. Penilaian hasil belajar oleh pendidik untuk ranah pengetahuan dan ranah keterampilan
menggunakan skala penilaian 0 - 100, sedangkan skala penilaian untuk ranah sikap
menggunakan rentang predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), dan Kurang (K).Penilaian
ranah sikap spiritual dan sikap sosial dilakukan oleh wali kelas, guru BK, guru
Pendidikan Agama dan Budi pekerti serta guru PPKn. Sedangkan penilaian sikap
spiritual dan sosial oleh guru mata pelajaran lainnya,merupakan bahan masukan bagi
wali kelas untuk menentukan deskripsi akhir.

4. Penilaian Ranah Sikap

Penilaian ranah sikap bertujuan membentuk sikap dan karakter peserta didik
(attitude)terkait dengan pengembangan karaker bangsa, yang dilaksanakan selama
kegiatan proses pembelajaran berlangsung. Penilaian ranah sikap dilakukan melalui
observasi yang dicatat dalam buku jurnal, mencakup catatan anekdot (anecdotal
record), catatan kejadian tertentu (incidental record) dan informasi lain yang valid dan
relevan. Catatan jurnal hanya diberikan kepada siswa yang memperlihatkan sikap
sangat baik dankurang baik, bagi siswa yang tidak tercatat dalam jurnal, berarti
sikapnya baik.

Penilaian sikap oleh guru mata pelajaran (Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan
PPKn) diperkuat dengan penilaian diri dan penilaian antar teman.Penilaian diri dan
penilaian antar teman yang dilakukan oleh siswa sebagai penunjang yang sifatnya
untuk konfirmasi terhadap penilaian guru mata pelajaran.Hasil penilaian sikap oleh
guru mata pelajaran, guru BK dan atau penilaian diri dan antar teman diserahkan ke
wali kelas, yang selanjutnya diolah menjadi deskripsi sikap yang dituliskan dalam
raport.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Gambar 1. Skema Penilaian Sikap.

Pada awal tahun pembelajaran satuan pendidikan mengembangkan instrumen


penilaian sikap yang akan digunakan di tingkat satuan pendidikan berdasarkan
sikap spiritual dan sikap sosial yang akan dikembangkan di sekolah.

5. Penilaian Ranah Pengetahuan

Penilaian pengetahuan dilakukan untuk mengetahui pencapaian ketuntasan belajar


siswa dan mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan proses pembelajaran yang
dilaakukan.Penilaian ranah pengetahuan dilakukan melalui berbagai teknik antara lain
tes tertulis (pilihan ganda beralasan, isian), tes lisan, penugasan dan portofolio.
Pemilihan teknik penilaian harus disesuaikan dengan karakteristik KDyang akan dinilai.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Gambar 2.Teknik Penilaian Pengetahuan.

Langkah awal untuk menilai pengetahuan adalah membuat indikator pencapaian


komopetensi (IPK) dari KD yang akan disusun soal evaluasinya, kemudian
menentukan teknik penilaiannya. Berdasarkan indikator tersebut selanjutnya
dikembangkan kisi-kisi soal seperti pada Tabel 1.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

6. Penilaian Ranah Keterampilan

Penilaian keterampilan meliputi keterampilan abstrak dan keterampilan konkret.


Keterampilan abstrak cenderung pada keterampilan seperti mengamati, menanya,
mengolah, menalar, dan mengomunikasikan yang lebih dominan pada kemampuan
mental (berpikir). Sedangkan untuk keterampilan kongkret cenderung pada
kemampuan fisik seperti menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi, dan
mencipta dengan bantuan alat. Teknik penilaian keterampilan dilakukan melalui
kinerja, produk, proyek dan portofolio.

Gambar 3. Teknik Penilaian Keterampilan.

Sebagaimana pengetahuan, penilaian keterampilan diawali dengan penyusunan IPK,


yang dilanjutkan dengan penentuan teknik penilaian, dan penyusunan instrument
penilaian.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 9


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 10


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 11


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

7. Ketuntasan

Kriteria ketuntasan hasil belajar diperlukan untuk mengetahui ketuntasan hasil


belajar peserta didik.Penentuan ketuntasan hasil belajar dilakukan pada awal tahun
pelajaran melalui musyawarah oleh satuan pendidikan.Nilai ketuntasan minimal
untuk KD pengetahuan dan KD keterampilan pada mata pelajaran baik dikelompok
muatan nasional (A), muatan kewilayahan(B), maupun muatan peminatan kejuruan
(C1, C2, C3)adalah minimal 70(Kategori Baik) sesuai ketentuan dalam Permendikbud
No. tahun 2017, tentang standar penilaian. Hasil penilaian pengetahuan dan
keterampilan meliputi 3 (tiga) kategori, yaitu Kategori Kurang/belum mencapai
KKM(<70); kategori Baik/sudah mencapai KKM (70 s.d. 85) dan Sangat
Baik/Melampaui KKM (86 s.d. 100). sedangkan untuk sikap spiritual dan sikap sosial
adalah baik (B).Satuan pendidikan dapat menentukan nilai ketuntasan minimal diatas
nilai ketuntasan minimal yang ditentukan pemerintah, melalui proses analisis kondisi
sekolah dengan mempertimbangkan faktor Intake, tingkat kesulitan/kompleksitas KD
dan daya dukung. Untuk penilaian mata pelajaran kelompok C2 dan C3 (kompetensi
keahlian) selain mengacu pada ketentuan pemerintah, juga mengacu pada tuntutan
kriteria dari KD yang berlaku di dunia kerja yaitu minimal memuaskan (satisfaction)
yang di dalam pedoman penilaian SMK dilambangkan dengan nilai 70.

8. Remedial dan Pengayaan

Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar wajib mengikuti kegiatan
remedial pada semester berjalan hingga mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan
bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan belajar dan memiliki kecepatan
belajar di atas rata-rata yang telah ditetapkan dapat diberikan pengayaan dan
pendalaman materi.

9. Penyusunan Instrumen Penilaian


a. Instrumen dan Bentuk Penilaian
1) Instrumenpenilaian yang digunakandalam bentuk tes dan nontes.

2) Instrumen penilaian dalam bentuk tes berupa isian, uraian, pilihan, dan
pengamatan menggunakan daftar centang (checklist).

3) Instrumen penilaian dalam bentuk nontes berupa penilaian sikap dan kinerja
melalui pengamatan dengan menggunakan pedoman dan/atau rubrik.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 12


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

4) Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan


bahasa, serta memiliki bukti validitas isi sesuai dengan materi pelajaran.

5) Instrumen penilaian memberikan hasil yang dapat diperbandingkan


antarsekolah, antardaerah, dan antartahun.

6) Instrumen penilaian yang digunakan secara luas harus melalui uji coba untuk
mengetahui karakteristik dan kualitas instrumen.
b. Pinsip Penilaian otentik(Griffin, 2012)

1) Materi penilaian dikembangkan dari kurikulum.


2) Bersifat lintas muatan atau mata pelajaran.
3) Berkaitan dengan kemampuan peserta didik.
4) Berbasis kinerja peserta didik.
5) Memotivasi belajar peserta didik.
6) Menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar peserta didik.
7) Memberi kebebasan peserta didik untuk mengkonstruksi responnya.
8) Menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
9) Mengembangkan kemampuan berpikir divergen.
10) Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran.
11) Menghendaki balikan yang segera dan terus menerus.
12) Menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata.
13) Terkait dengan dunia kerja.
14) Menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunia nyata.
15) Menggunakan berbagai cara dan instrumen.

c. Prosedur Penilaian Pembelajaran Dan Hasil Belajar (Oleh pendidik)


1) Menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;
2) Menyusun kisi-kisi penilaian;
3) Membuat instrumen penilaian berikut pedoman penskoran;
4) Melakukan analisis kualitas instrumen;
5) Melakukan penilaian;
6) Mengolah, menganalisis, dan Menginterpretasikan hasil penilaian;
7) Melaporkan hasil penilaian; dan
8) Menindaklanjuti laporan hasil penilaian.
d. Langkah Penyusunan Soal
1) Menganalisis SKL, KI, dan KD;
2) Menjabarkan KD ke dalam IPK,
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 13
Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

3) Menjabarkan IPK ke dalam soal;


4) Menyusun kisi-kisi dan kartu soal
5) Menyusun pedoman penskoran sesuai dengan bentuk soal yang digunakan.
6) Melakukan analisis kualitatif (telaah soal) sebelum soal diujikan, baik
substansi/materi, konstruksi maupun bahasa.

e. Kaidah Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda


Butir soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option).
Untuk tingkat SMK biasanya digunakan 5 (lima) pilihan jawaban. Dari kelima pilihan
jawaban tersebut, salah satu adalah kunci (key) yaitu jawaban yang benar atau
paling tepat, dan lainnya disebut pengecoh (distractor).
Kaidah penulisan soal bentuk pilihan ganda sebagai berikut:
1) Materi
a) Soal harus sesuai dengan indikator.
b) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
c) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang
paling benar.
2) Konstruksi
a) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
b) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan
yang diperlukan saja.
c) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
d) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
e) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
f) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, Semua pilihan jawaban
di atas salah, atau Semua pilihan jawaban di atas benar.
g) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun
berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
h) Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yangterdapat pada soal
harus jelas dan berfungsi.
i) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.

3) Bahasa
a) Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah
bahasaIndonesia.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 14


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

b) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan


digunakan untuk daerah lain atau nasional.
c) Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
d) Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan
satu kesatuan pengertian.

f. Kaidah Penulisan Soal Bentuk Uraian


1) Substansi/Materi
a) Soal sesuai dengan indikator KD dan menuntut tes bentuk uraian
b) Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sesuai
c) Materi yang diukur sesuai dengan kompetensi (UKRK)
d) Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, dan
tingkat kelas
2) Konstruksi
a) Ada petunjuk yang jelas mengenai cara mengerjakan soal
b) Rumusan kalimat soal/pertanyaan menggunakan kata tanya atau perintah
yang menuntut jawaban terurai. Gunakanlah kata-kata: mengapa, uraiakan,
jelaskan, tafsirkan, bandingkan, buktikan, hitunglah, dan hindari pertanyaan
: siapa, apa, bila.

c) Gambar/grafik/tabel/diagram dan sejenisnya harus jelas dan berfungsi


d) Ada pedoman penskoran

3) Bahasa
a) Rumusan kalimat soal/pertanyaan komunikatif
b) Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku
c) Tidak mengandung kata-kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda
atau salah pengertian
d) Tidak mengandung kata yang menyinggung perasaan
e) Tidak menggunakan bahasa yang berlaku daerah tertentu atau bahasa tabu

g. Pembuatan Soal Kategori HOTs


Menyusun soal kategori HOTs, harus menyediakan :
1) Berbagai macam data (pernyataan, tabel, grafik, hasil dari percobaan yang
dilakukan, laporan, bahan bacaan, paragrap, teks drama, penggalan
novel/cerita/dongeSg, puisi, kasus, gambar, foto, rumus, tabel, daftar
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 15
Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

kata/symbol, contoh, peta, film, suara yang direkam,dll) sebagai stimulus


untuk menjawab soal-soal HOTS
2) Data yang disediakan harus memberikan informasi kepada siswa merujuk
kepada pengetahuan atau kemampuan dasar sehingga dapat diolah lebih
lanjut
3) Data yang diajukkan sebagai stimulus kepada siswa dibuat dengan situasi
yang autentik atau nyata

h. MatrikJenisKompetensi, Kompetensi Dasar dan Bentuk Penilaian/Tes

Tabel 4. Matrik Jenis Kompetensi, KD danBentuk Penilaian/Tes

Tes Non Tes


Jenis Tingkatan Isian
No Obser Penilaian Penilaian Porto
Kompetensi Kompetensi Dasar (Meleng Uraian PG
vasi Kinerja Proyek folio
kapi)
1 Sikap A1-A5 v
2 Pengetahuan C2 Konseptual V V V V
C3 Prosedural V V V
C4 Metakognitif V V V
C5 Metakognitif V V V
C6 Metakognitif V V
Keterampilan P1 V V V
(Konkrit) P2 V V V
P3 V V V V
P4 V V V V
P5 V V V V
Keterampilan Mengolah V V
(Abstrak) Menalar V V
Menyaji V V

i. Penyusunan Kisi-Kisi dan Soal

Kisi-kisi adalah suatu format berupa matriks yang memuat informasi/kriteria yang dapat
dijadikan pedoman untuk menulis/merakit soal. Kisi-kisi berfungsi sebagai pedoman dalam
penulisan soal hingga menghasilkan soal yang siap digunakan sesuai dengan tujuan tes.
Melalui kisi-kisi dapat diketahui arah dan tujuan setiap soal. Kisi-kisi yang baik akan dapat
menghasilkan perangkat soal yang baik pula
Syarat Kisi-Kisi Soaladalah :
Dapat mewakili isi kurikulum secara tepat
Komponen-komponennyarinci, jelas dan mudah dipahami
Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 16


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Komponen kisi-kisi terdiri dari :


1) Kelompok Identitas :
NamaInstitusi
Program/Kompetensi
Matapelajaran
Semeser
Tahun Pelajaran

2)Kelompok Matriks
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Materi yang akan dijadikan soal
Indikator Soal
Bentuk Soal
Jumlah soal
Nomor urut soal (jika diperlukan)

Kompetensi Dasar merupakan kemampuan minimal yang harus dikuasai siswa


setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. Kompetensi ini diambil dari kurikulum.
Materi merupakan bahan ajar yang harus dikuasai siswa berdasarkan kompetensi
yang akan diukur. Penentuan materi yang akan diambil disesuaikan dengan indikator
yang akan disusun.Uraian materi dapat dirumuskan secara spesifik atau umum.
Materi yang dipilih aalah materi esensial yang akan dikeluarkan dalam tes. Untuk
memilih materi esensial kita dapat berpatokan pada kriteria-kriteria berikut ini :
merupakan materi penting yang harus dikuasai oleh siswa
merupakan materi lanjutan dan pendalaman dari satu materi yang sudah dipelajari
sebelumnya
merupakan materi yang sering diperlukan

merupakan materi yang berkesinambungan yang terdapat pada semua jenjang

kelas
merupakan materi yang memiliki nilai terapan dalam kehidupan sehari-hari

untuk mempelajari bidang studi lain

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 17


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Indikator merupakan rumusan tingkah laku yang dapat diamati sebagai pertanda
atau indikasi tujuan pembelajaran (kompetensi dasar) sudah dikuasai oleh siswa.
Rumusan indikator harus dapat diukur dan menggambarkan tingkat kemampuan
siswa dari suatu topik bahasan. Indikator dikembangkan sesuai dg karakteristik
siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dg
kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.

Syarat-syarat indikator yang baik adalah :


Memuat ciri-ciri kompetensi dasar yang akan diukur.

Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur.

Berkaitan dengan materi (bahan ajar) yang dipilih.

Dapat dibuatkan soalnya.

Teknik Perumusan Indikator :


Bila soal terdapat stimulus, maka rumusan indikatornya: Disajikan , siswa

dapat menjelaskan .
Bila soal tidak terdapat stimulus, maka rumusan indikatornya: Siswa dapat
membedakan .

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 18


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 19


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 20


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 21


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 22


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

5. Tiara bekerja sebagai seketaris pada PT EKA JAYA yang bergerak dalam bidang
elektronik dan berkedudukan di Bandung. Ir. Zulkarnaen sebagai pimpinan perusahaan
ingin mengetahui kondisi salah satu anak perusahaan yang dibinanya yaitu CV. Agung
Jaya yang berkedudukan di Malang. Dia meminta Tiara untuk mendapatkan data dan
informasi. Data yang diminta adalah jenis data yang ada di tempat/lingkungan kerja
perusahaan yang menjadi binaanya. Selain itu, diminta mengagendakan
kunjungan/perjalanan dinas dan mencari informasi tentang waktu, pesawat dan
penginapan untuk melakukan pertemuan dengan perusahaan tersebut. Untuk
mengerjakan semua permintaan tersebut, Tiara mencarinya lewat internet melalui
aplikasi web browser.

Dari data yang diperoleh, buat rincian agenda perjalanan pimpinandansalin ke dalam
bentuk pengolah kata untuk dilaporkan kepada pimpinannya.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 23


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 24


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Soal Keterampilan :

Carilah informasi tiket pesawat dan hotel untuk keperluan perjalanan dinas pimpinan ke
Surabaya selama 3 hari, pada tanggal 28-31 Maret 2017. Selain pimpinan, yang
berangkatadalah manager pemasaran dan manajer produksi. Untuk keperluan
pemberangkatan pimpinan beserta 2 orang stafnya, alokasi biaya yang digunakan sebesar
Rp. 18.000.000.000.,-. Susunlah informasi dari internet tersebut kedalam aplikasi
pengolah kata.

Komponen/Sub
No Indikator Skor
Komponen Penilaian
1 Persiapan Kerja
a. Penggunaan alat dan Penggunaan alat dan bahan sesuai
91 - 100
bahan prosedur
Penggunaan alat dan bahan kurang
80 - 90
sesuai prosedur
Penggunaan alat dan bahan tidak
70 - 79
sesuai prosedur
b. Ketersediaan alat dan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100
bahan Ketersediaan alat dan bahan cukup
80 - 90
lengkap
Ketersediaan alat dan bahan kurang
70 - 79
lengkap
2 Proses dan Hasil
Kerja
a. Kemampuan Kemampuan menggunakan
91 - 100
menggunakan komputer tinggi
komputer Kemampuan menggunakan
80 - 90
komputer cukup
Kemampuan menggunakan
70 - 79
komputer kurang
b. Kemampuan Kemampuan menggunakan search
91 - 100
menggunakan search engine tinggi
engine Kemampuan menggunakan search
80 - 90
engine cukup
Kemampuan menggunakan search
70 - 79
engine kurang
c. Kelengkapan informasi Informasi yang dicari lengkap 91 - 100
Informasi yang dicari cukup lengkap 80 - 90
Informasi yang dicari kurang
70 - 79
lengkap
d. Ketepatan informasi Infomasi yang dicari tepat 91 - 100
Infomasi yang dicari cukup tepat 80 - 90
Infomasi yang dicari kurang tepat 70 - 79
e. Hasil pencarian Hasil pencarian informasi disusun
91 - 100
informasi rapih
Hasil pencarian informasi disusun
80 - 90
cukup rapih
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 25
Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Komponen/Sub
No Indikator Skor
Komponen Penilaian
Hasil pencarian informasi disusun
70 - 79
kurang rapih
3 Sikap kerja
a. Keterampilan dalam Bekerja dengan terampil 91 -100
bekerja Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90
Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79
b. Kedisiplinan dalam Bekerja dengan disiplin 91 - 100
bekerja Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90
Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79
c. Tanggung jawab Bertanggung jawab 91 - 100
dalam bekerja Cukup bertanggung jawab 80 - 90
Kurang bertanggung jawab 70 - 79
d. Konsentrasi dalam Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100
bekerja Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90
Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79
4 Waktu
Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100
Selesai tepat waktu 80 - 90
Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79

Pengolahan Nilai Keterampilan :


Nilai Praktik(NP)
Persiapan Proses dan Sikap Waktu NK
Hasil Kerja Kerja
1 2 3 5 6
Skor Perolehan

Skor Maksimal

Bobot 10% 60% 20% 10%

NK

Keterangan:
Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap
komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian.
Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100
NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi
skor maksimal

NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 26


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 27


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 28


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 29


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 30


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Berdasarkan data di atas, jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember
2016 adalah

A. Beban Penyusutan Rp. 97.750.000


Akumulasi Penyusutan Rp. 97.750.000

B. Beban Penyusutan Rp. 38.000.000


Akumulasi Penyusutan Rp. 38.000.000

C. Beban Penyusutan Rp. 1.916.666,67


Akumulasi Penyusutan Rp. 1.916.666,67

D. Beban Penyusutan Rp. 61.666.666,67


Akumulasi Penyusutan Rp. 61.666.666,67

E. Beban Penyusutan Rp. 479.000.000


Akumulasi Penyusutan Rp. . 479.000.000

Kunci Jawaban C

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 31


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 32


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Soal :

Tabel Kecepatan Pemotongan (Cutting Speed)


High Speed Steel Carbide
Material
Ft/min m/min Ft/min m/min
Alloy steel 4070 1220 150250 4575
Aluminum 5001000 150300 10002000 300600
Bronze 65120 2035 200400 60120
Cast iron 5080 1525 125200 4060
Free mach. Steel 100150 3045 400600 120180
Machine steel 70100 2130 150250 4575
Stainless steel 3080 1025 100300 3090
Tool steel 6070 1820 125-200 40-60

Soal :
1. Berdasarkan table kecepatan pemotongan mesin frais, dan bahan alumunium
dengan pisau frais HSS dengan diameter 10 mm, hitunglah putaran pisau
untuk pengasaran dan penyelesaian ?

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 33


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

2. Berdasarkan grafik kedalaman pemotongan dan diameter alat potong di atas,


tentukan kecepatan penyayatannya jika kedalaman pemotongan 8 mm ?

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 34


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

3. Buatlah program pembuatan benda kerja pada gambar di bawah ini dengan
ukuran absolut pada mesin CNC TU 3A menggunakan pisau diameter 10 mm.

Ket. : tan 45 = 1 ,tan 22,5 = 0,41 dan sin 45 = 0.707.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 35


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

CONTOH 4.

Kompetensi : Memelihara/servis sistem bahan bakar bensin


Kemampuan yang diuji: Mendiagnosa kerusakan sensor pada sistem bahan bakar bensin
injeksi elektronik

Perhatikan gambar berikut!

Seorang teknisi ingin mendiagnosis beberapa sensor yang digunakan pada kendaraan
ringan karena terdapat keluhan dari client mengenai kondisi gas mobil yang putus
sambung sehingga tidak stabil. Sensor yang harus dilakukan pengecekan terdapat pada
pilihan nomor .
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

Kunci: E

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 36


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Pengecoh A terkecoh pada jenis sensor temperatur udara dan temperature air.
Pengecoh B terkecoh pada jenis sensor temperature udara.
Pengecoh C terkecoh pada jenis sensor temperature air.
Pengecoh D terkecoh pada jenis sensor temperature air.
Kunci E sesuai dengan kebutuhan sensor yang harus di diagnosis

CONTOH 5.
Kompetensi: Menjelaskan konsep motor bakar
Kemampuan yang diuji: Mengurutkan langkah (stroke) mesin bensin 4 tak sesuai firing
order

Perhatikan gambar berikut!

Di sebuh bengkel motor seorang teknisi telah memperbaiki mesin 4 tak dan mengambil
data dari mesin dengan kondisi sebagai berikut:

Pengambilan Pemampatan Daya Buang


kruk as memberikan
Piston bergerak dari Piston bergerak
Piston terlempar dari gaya menggerakkan
titi mati atas ke titik kembali dari TMB ke
TMA menuju TMB piston dari TMB ke
mati bawah TMA
TMA

Berdasarkan data, kesimpulan yang dapat diambil oleh teknisi adalah .


A. tekanan piston membuat campuran bahan bakar dan juga udara menjadi kabut yang
di hisap melalu intake port
B. posisi katub yang tertutup meningkatkan tekanan udara sehingga mampu
menstabilkan temperatur ruangan 39
C. transformasi energi secara bolak-balik yang dilakukan oleh piston disebabkan oleh
klep inklet menutup penuh
D. ledakan hasil pembakaran busi dapat mendorong piston menghasilkan gas
pembuangan ke port exhaust
E. kondisi piston yang terlempar menuju titik mati atas dan bawah digerakkan oleh
putaran noken as

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 37


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Kunci: D
Pengecoh A karena karburator yang menghasilkan kabut campuran bahan bakar
dan udara, bukan tekanan piston.
Pengecoh B karena fungsi tekanan udara tidak menstabilkan tetapi meningkatkan
temperatur ruangan.
Pengecoh C karena pergerakan piston secara bolak-balik disebabkan ledakan
bukan karena klep inklet yang tertutup
Kunci D karena ledakan hasil pembakaran dapat mendorong piston
Pengecoh E karena piston digerakkan oleh kruk as bukan noken as

CONTOH 6.
POHON MANGGA

Pak Sadi memiliki lahan yang luas di halaman belakang rumahnya. Dia ingin memanfaatkan
lahan tersebut untuk menanam pohon mangga. Di halaman rumah Pak Sadi sudah ada satu
pohon mangga. Menurut Pak Sadi pohon mangga tersebut bersifat unggul. Oleh karena itu,
Pak Sadi ingin memperbanyak pohon mangga tersebut dengan mencangkoknya dan menanam
bibit-bibit mangga itu di lahan belakang rumahnya. Pak Sadi mulai menyiapkan pembibitan
pohon tersebut.
Setelah bibit-bibit mangga siap ditanam, Pak Sadi menyiapkan lahannya untuk
penanaman bibit. Lahan itu dibersihkan dari rumput-rumput liar dan digemburkan dengan cara
dicangkul. Lubang-lubang penanaman dibuat sesuai kebutuhan dengan kedalaman sekitar
setengah meter. Ke dalam dasar lubang diberikan pupuk kandang dan ditutup kembali
lubangnya selama tiga hari. Ketika bibit akan ditanam, lubang itu digali lagi dan bibit
cangkokan dipindahkan ke dalamnya dengan terlebih dahulu menaburkan furudan. Lubang
ditutup kembali dengan tidak terlalu padat. Bibit pohon mangga tersebut disiram setiap pagi
dan sore.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 38


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

1. Untuk mempercepat pertumbuhan akar pada proses perbanyakan pohon mangga


tersebut, Pak Sadi memerlukan zat pengatur tumbuh dari kelompok ....

A. sitokinin
B. giberelin
C. etilen
D. auksin
E. asam absisat

Kunci: A

Kompetensi: Memelihara bibit hasil pembiakan secara vegetatif.


Kemampuan yang diuji: Menentukan zat pengatur tumbuh yang digunakan pada
proses perbanyakan tanaman.
Bentuk soal: PG

2. Pak Sadi menggunakan pohon mangga yang tumbuh di halaman rumahnya menjadi pohon
induk.

Jelaskan tiga syarat yang harus dipenuhi untuk menentukan pohon induk!

Pedoman penskoran:

No. Kunci Jawaban Skor


2. Memiliki sifat unggul dalam produktivitas dan kualitas tanaman. 1
Tahan terhadap hama tanaman 1
Tanaman dari biji harus sudah berproduksi minimal lima musim 1
Skor Maksimum 3

Kompetensi: Melakukan pemeriksaan pohon induk.


Kemampuan yang diuji: Menjelaskan syarat-syarat pohon induk.
Bentuk soal: Uraian

3. Setelah pupuk kandang dimasukkan ke dalam lubang kemudian lubangnya ditutup


selama tiga hari. Apakah tujuannya?
A. Meningkatkan kandungan nitrogen dan mengurangi kandungan fosfat.
B. Mempercepat reaksi fermentasi sehingga kandungan haranya semakin meningkat.
C. Mencegah terkena sinar matahari langsung dan memberi kesempatan untuk proses
fermentasi.
D. Mengubah zat-zat hara agar menjadi lebih mudah diserap oleh akar tanaman.
E. Menghilangkan bau yang terdapat dalam pupuk dan memudahkan tanah untuk
mengikatunsur-unsur dalam pupuk.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 39


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Kunci: C
Kompetensi: Memupuk bibit tanaman.
Kemampuan yang diuji: Menjelaskan alasan perlakuan tertentu pada tahap
pemupukan.
Bentuk soal: PG

4. Pak Sadi membuat bibit pohon mangga dari satu pohon mangga dengan cara
mencangkok.
Apakah kondisi berikut menunjukkan hasil dari perbanyakan yang dilakukan oleh Pak
Sadi?
Lingkari Ya atau Tidak untuk setiap pernyataan!
Pernyataan Ya atau Tidak?
Jumlah tanaman yang dihasilkan terbatas Ya / Tidak
Tanaman yang dihasilkan lebih tahan terhadap penyakit Ya / Tidak
Batang tanaman kokoh sehingga tahan terhadap tiupan Ya / Tidak
angin
Buah yang dihasilkan bersifat sama dengan induknya Ya / Tidak
Kebutuhan air perlu diperhatikan pada musim kemarau Ya / Tidak

Kunci: Ya, Tidak, Tidak, Ya, Ya


Kompetensi: Melakukan pembiakan tanaman secara vegetatif.
Kemampuan yang diuji: Mengidentifikasi sifat-sifat tanaman dari hasil pembiakan
vegetatif.
Bentuk soal: PG kompleks

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 40


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

CONTOH 7

Gambar di atas menunjukkan contoh jenis-jenis tanah. Tanah berperan sangat


penting dalam kehidupan di bumi karena tanah menjadi pendukung kehidupan tumbuhan
dengan menyediakan zat hara dan air dan sekaligus sebagai pengikat akar. Sayangnya,
banyak kegiatan manusia yang telah merusak struktur tanah sehingga mengganggu
kesuburan tanah dan akhirnya akan mengurangi produksi tanaman.
Untuk mengembalikan fungsi tanah sesuai dengan kemampuan tanah tersebut
dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan, perlu dilakukan
konservasi tanah. Konservasi tanah sangat berkaitan dengan konservasi air. Dengan
melakukan konservasi tanah tentunya kita juga melakukan konservasi air.
1. Jelaskan tiga tujuan konservasi tanah!

Pedoman penskoran

No. Kunci Jawaban Skor


1. Mencegah terjadinya erosi 1
Memperbaiki tanah yang rusak
1
Meningkatkan produktivitas tanah
Memelihara tanah agar dapat digunakan secara 1
berkelanjutan
1
Skor maksimum 4

2. Konservasi tanah dapat dilakukan dengan beberapa metode. Pada metode vegetatif
dapat dilakukan pertanaman lorong dengan menanam tanaman perdu leguminosa
secara rapat sebagai tanaman pagar. Mengapa pada metode ini digunakan tanaman
perlu leguminosa?
A. Dapat mengikat nitrogen bebas dan meningkatkan kesuburan tanah.
B. Menghasilkan daun yang rindang sehingga dapat melindungi tanah dari terpaan air
hujan.
C. Daun-daunnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik yang menyuburkan
tanah.
D. Buahnya dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak yang bergizi tinggi.
E. Akarnya sangat kuat mengikat tanah sehingga mengurangi erosi.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 41


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Kunci: A

3. Konservasi tanah selalu dihubungkan dengan konservasi air. Alasannya adalah ....

A. konservasi tanah selalu dilakukan sebelum konservasi air


B. setiap perlakuan yang diberikan pada tanah akan mempengaruhi tata air
C. air merupakan salah satu komponen penyusun tanah
D. laju erosi akan meningkat pada tanah yang dikonservasi
E. kerusakan tanah biasanya disebabkan oleh memburuknya tata ir

Kunci: B

4. Sebutkan dan jelaskan tiga metode yang dilakukan pada konservasi tanah dan air!
Jelaskan juga masing-masing tujuannya!

Pedoman penskoran:

No. 4 Kunci Jawaban Skor


Metode vegetatif 1
Menggunakan tanaman penutup
1
Tujuan:
1) Mencegah/mengendalikan erosi 1
2) Memperbaiki struktur tanah 1
3) Menambahkan bahan organik 1
4) Mencegah pencucian unsur 1
Metode mekanik 1
Menggunakan sarana fisik berupa tanah dan batu 1
Tujuan:
1) Memperlambat aliran air di permukaan 1
2) Mengurangi terkikisnya lapisan tanah 1
3) Menampung dan mengalirkan aliran air permukaan 1
Metode kimia 1
Menggunakan bahan-bahan pemantap tanah (soil 1
conditioner)
Tujuan:
1) Mencegah erosi 1
2) Memperbaiki komposisi tanah yang rusak 1
3) meningkatkan produktivitas tanah 1
Skor maksimal 16

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 42


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

CONTOH 8.
Kompetensi :Melaksanakan pekerjaan dasar undercarriage
Kemampuan yang diuji: Menentukan fungsi komponen Track & Carrier (Roller)

Perhatikan gambar undercarriage berikut!

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 43


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Dalam suatu aktivitas konstruksi pembangunan gedung bertingkat terdapat 5


undercarriages, diantaranya mengalami kondisi sebagai berikut:

Keterangan Undercarriages 1 Undercarriages 2 Undercarriages 3 Undercarriages 4 Undercarriages 5


Gambar
Track Shoe Kondisi Macet Kondisi Lancar Kondisi Macet Kondisi Lancar Kondisi Lancar
Top Roller Kondisi Lancar Kondisi Macet Kondisi Macet Kondisi Lancar Kondisi Macet
Sprocket Kondisi Macet Kondisi Lancar Kondisi Lancar Kondisi Macet Kondisi Macet
Bottom roller Kondisi Lancar Kondisi Macet Kondisi Lancar Kondisi Macet Kondisi Lancar

Daritabel di atas, alat berat yang masih dapat difungsikan dengan baik adalah .
A. undercarriages 1
B. undercarriages 2
C. undercarriages 3
D. undercarriages 4
E. undercarriages 5

Kunci: B
Karena undercarriages tetap bisa berjalan meskipun roller top dan bottom macet

CONTOH 9
Kompetensi Memahami proses sablon dg cara transfer paper light
Kompetensi yang diuji Menentukan langkah langkah pada proses sablon
dengan cara Tranfer Paper Light

Lihatlah proses sablon secara Tranfer Paper Light di bawah ini!


1. Dimulai dengan pembuatan desain secara digital.
2. Langkah selanjutnya adalah dicetak (print) pada kertas transfer.
3. Kemudian disetrika dan ditekan (press) pada bahan katun atau rayon warna
terang dengan alat tekan (press) panas

1. Langkah kedua pada proses sablon dengan cara transfer paper light adalah
A. disetrika pada bahan katun
B. ditekan dengan alat tekan panas
C. dicetak pada kertas transfer
D. digitalisasi pembuatan desainnya
E. disetrika pada bahan rayon
Kunci : C

2. Bahan serat apa yang tepat digunakan untuk proses sablon dengan cara tranfer
paper light?

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 44


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

A. Rayon warna hitam.


B. Katun warna hitam.
C. Katun warna gelap.
D. Rayon warna gelap.
E. Rayon warna terang.
Kunci : E

3. Apa yang akan terjadi apabila langkah ketiga pembuatan sablon dilakukan tetapi tidak
menggunakan alat tekan yang panas?
A. Sablon merekat dengan baik pada katun/rayon.
B. Sablon akan merekat secara meliuk-liuk pada katun/rayon.
C. Sablon menempel pada katun/rayon kemudian hancur.
D. Sablon merubah warna katun/rayon menjadi lebih gelap.
E. Sablon merekat pada katun/rayon kemudian lepas kembali.
Kunci : E

Soal Uraian : High level


4. Apa yang akan terjadi jika setelah langkah pertama kemudian langsung melakukan
langkah ketiga dalam pembuatan sablon dengan cara transfer paper light?

KUNCI SKOR
Sablon tidak akan jadi, karena dari digital tidak mungkin langsung 1
disetrika dan di press

CONTOH 10

Kompetensi Kompetensi yang diuji


Menerapkan wawasan seni Menentukan unsur gerak tari
pertunjukan tari

Pada acara HUT Proklamasi tahun 2016 lalu di komplek perumahan Vancouver,
Kota Wisata telah diundang kelompok reog Ponorogo yang dipimpin oleh bapak
Sugeng HS yang sangat simpatik. Dengan lenggak-lenggok yg gemulai
kelompok reog tersebut mempertunjukan kebolehannya seirama dengan musik
pengiringnya. Kaki yang kuat juga digunakan sebagai penyangga untuk
menahan beban kepala barongan atau caplokan yang disangganya. Penampilan
reog yang menarik ini dilakukan di tanah lapang yang berada di perumahan
Vancouver, Kota Wisata.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 45


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

1. Bagaimana kelompok reog tersebut berlenggak-lenggok?


A. Kuat dan simpatik.
B. Simpatik dan kokoh.
C. Lemas dan kokoh.
D. Kokoh dan gemulai.
E. Gemulai dan lemas.

Kunci : D

2. Apa yang akan terjadi apabila gerakan-gerakan yang ditunjukan oleh kelompok reog
ini tidak seirama dengan music pengiringnya?
A. Gerakan akan terlihat lebih lincah.
B. Gerakan akan menjadi lebih gemulai.
C. Gerakan akan terlihat lebih kaku daripada musik.
D. Gerakan akan menjadi lebih kaku dan tidak enak dilihat.
E. Gerakan akan menjadi lebih enak dilihat oleh penonton.

Kompetensi Menerapkan tata teknis pentas


Kompetensi yang diuji Menerapkan tata panggung

3. Tulislah 3 alasan mengapa penampilan reog Ponorogo ini dilakukan di tanah lapang?

Kata kunci Skor


1. Agar leluasa menari/bergerak kesana-kemari 1
2. Supaya tidak terganggu oleh penonton 1
3. Alat-alat yang dibawa (seperti kepala barongan) tidak 1
mengenai penonton
Skor maksimum 3

4. Mengapa warga di komplek Vancouver, Kota Wisata mengundang kelompok reog


Ponorogo untuk memperingati HUT Proklamasi di tahun 2016? Tulislah 3 alasan
kemungkinan!

Contoh Soal 11 : Model PISA (2015)

Segelas air yang telah mencapai titikdidih dibiarkan dingin . Suhu air dicatat setiap

lima menit, dan grafik berikut menunjukkan hubungan suhu dengan waktu.
Berapa menit yang diperlukan untuk turunnya suhu dari 100C menjadi 80C?

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 46


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

A. 3
B. 8
C. 37
D. 50

Waktu (menit)

Soal Keterampilan Berpikir sesuai PISA

Di suatu sekolah akan melakukan pembelian susu coklat dan susu putih untuk
dibagikan kepada seluruh siswa sesuai selera siswanya. Seorang siswa diberi tugas
untuk mengestimasi jumlah susu coklat dan susu putih yang akan dibeli.

Langkah 1: Perolehan Data Ada 32 siswa di kelasnya, siswa yang


Siswa melakukan survei di dalam kelas menyukai susu coklat sebanyak 22 orang dan
terhadap yang menyukai susu coklat dan yang menyukai susu putih sebanyak 10 orang.
susu putih. Selanjutnya siswa menentukan Jumlah siswa di sekolah tersebut sebanyak
jumlah siswa yang menyukai susu coklat 479 orang
dan susu putih di sekolah tersebut.

Langkah 2: Perbandingan Data Kelas Data Sekolah


Siswa membuat peta unit untuk perbandingan Coklat 22 ..............
dan memasukkan rumus yang relevan Putih 10 ..............
Total 32 479
Langkah 3: Peluang dan Statistik Data Kelas Data Sekolah
Siswa menyelesaikan perbandingan untuk Coklat 22329
menentukan jumlah siswa untuk pembelian Putih 10 .........Total32
susu coklat di sekolah tersebut: 22/32 = 479
329/479

Langkah 4: Sisa Tambahan (Selisih) Data Kelas Data Sekolah


Siswa menentukan jumlah siswa yang Coklat 22 329
menyukai susu putih di sekolah tersebut: 479 Putih 10 150
329 = 150 Total 32 479

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 47


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Contoh 12 :

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 48


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Contoh 13 :

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 49


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

CONTOH 14

TES PRAKTEK

Buatlah benda kerja yang ada pada gambar kerja berikut, yang meliputi:
Benda kerja untuk proses pemesinan di mesin bubut konvensional, mesin frais vertikal
konvensional, mesin bor, dan mesin gerinda.
Benda kerja yang dibuat adalah moveble jaw, piviot button, bolt, lock stud, dan pin.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 50


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Pencapaian Kompetensi
No Komponen/Sub Komponen
Ya
Tidak
Skor: 0 Kurang Cukup Baik
Skor: 1 Skor: 2 Skor: 3
1 2 3 4 5 6

I Persiapan Kerja
1.1. Pembuatan langkah kerja
1.2. Penyiapan alat
Skor Komponen :
Skor maksimum: 6
II Proses (Sistematika & Cara Kerja)
2.1. Pemasangan benda kerja
2.2. Pemasangan pisau
2.3. Pengaturan putaran mesin
2.4. Membubut rata
2.5. Membubut bertingkat
2.6. Membubut alur
2.7. Mengulir
2.8. Men-chamfer
2.9. Mengebor senter
2.10. Mengefrais bidang rata
2.11. Mengefrais bidang miring
2.12. Men-chamfer bidang rata
2.13. Mengebor
Skor Komponen :
Skor maksimum: 39
III Hasil Kerja
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 51
Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Pencapaian Kompetensi
No Komponen/Sub Komponen
Ya
Tidak
Skor: 0 Kurang Cukup Baik
Skor: 1 Skor: 2 Skor: 3
1 2 3 4 5 6

Mengefrais
Moveble Jaw
3.1. Mengefrais panjang 60 mm
3.2. Mengefrais lebar 35 mm
3.3. Mengefrais tinggi 35 mm
3.4. Mengefrais alur dengan lebar 40
mm dan tinggi 8 mm
3.5. Mengefrais bidang miring 37o
Bolt
3.6. Mengefrais segienam pada
kepala baut menggunakan deviding
head dengan jarak 15 mm
Lock Stud
3.7. Mengefrais sisi 15 mm
3.8. Mengefrais chamfer 3x45o
Mesin Bubut (Lathe)
Piviot Button
3.9. Membubut 20 mm
3.10. Men-chamfer 3x45o
3.11. Membubut muka
3.12. Memotong benda kerja menjadi
7 mm
Bolt
3.13. Membubut sepanjang 35 mm
3.14. Men-chamfer 1,5x45o
Lock Stud
3.15. Membubut 14 mm
Pin
3.16. Membubut 8 mm
3.17. Men-chamfer 1x45o
Mesin Bor
Moveble Jaw
3.18. Mengebor 11 mm
Pivitot Button
3.19. Mengebor 12 mm
Lock Stud
3.20. Mengebor 8 mm
3.21. Mengebor 10 mm
Pekerjaan khusus
3.22. Mengulir M10x1,5
Kekasaran
3.23. Kehalusan permukaan bidang
(facing, rata, alur dan champer) N7

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 52


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Pencapaian Kompetensi
No Komponen/Sub Komponen
Ya
Tidak
Skor: 0 Kurang Cukup Baik
Skor: 1 Skor: 2 Skor: 3
1 2 3 4 5 6

3.24. Kehalusan ulir N7


3.25. Kehalusan lubang bor N7
Skor Komponen :
Skor maksimum: 75
IV Sikap Kerja
4.1. Penggunaan alat
4.2 Keselamatan kerja
Skor Komponen :
Skor maksimum: 6
V Waktu
5.1. Waktu penyelesaian
Skor Komponen :
Skor maksimum: 3

Perhitungan nilai praktik (NP) :

Nilai Praktik(NP)
Persentase Bobot Komponen Penilaian

Sikap
Persiapan Proses Hasil Waktu NK
Kerja

1 2 3 4 5 6

Skor Perolehan

Skor Maksimal

Bobot

NK

Keterangan:

Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian


Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besar persentase dari setiap
komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian.
Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100.
NK = Nilai Komponen merupakan skor perolehan dibagi dengan skor maksimal dan
dikalikan dengan bobot.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 53


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK


Jenis komponen penilaian (persiapan, proses, sikap kerja, hasil, dan waktu)
disesuaikan dengan karakter program keahlian.

J. Analisis Butir soal

1). Analisis Kualitatif

Analisis Kualitatif adalah analisis butir soal (tes tertulis, perbuatan, sikap) sebelum
soal tersebut digunakan/diujikan. Aspek yang diukur dalam analsisi kualitatif adalah
:

1. Materi
2. Konstruksi
3. Bahasa/Budaya
Untuk mempermudah proses pelaksanaan analisis kualitatif, bisa menggunakan kartu
telaah soal, seperti contoh pada format 3.

2). Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif dilaksanakan setelah soal diujikan. Adapun maksud dilaksanakan


analisis kuantitatif antara lain adalah untuk mengetahui :

a. Tingkat kesukaran soal.


b. Tingkat Reliabilitas
c. Daya Pembeda
d. Keberfungsian distraktor

Proses analisis kuantitatif dapat dilakukan secara manual atau menggunakan


program/aplikasi yang sudah ada dan dapat digunakan secara bebas. Berikut
penjelasan secara sederhana mengenai analisis kuantitattif yang dilakukan secara
manual.

a. Tingkat kesukaran soal


Untuk mengukur tingkat kesukaran soal bisa menggunakan rumus sebagai berikut
:

Ting. sukaran
Siswa Jawab benar
N
b. Daya Pembeda.
Untuk mengukur daya pembeda bisa menggunakan rumus sebagai berikut :
BA BB
Daya Beda
2N
1

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 54


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Keterangan :
BA : Batas Atas
BB : Batas Bawah
N : Jumlah Ssiswa

c. Tingkat reliabilitas soal

Untuk mengukur tingkar reliabilitas soal, dapat digunakan cara sebagai berikut :

Xb Xs
rpbis pq
SD

Keterangan :

Xb : Rata2 Jwb Benar

Xs : Rata2 Jwb Salah

p : Proporsi Jwb Benar

q : 1-p

SD : Simp Baku

Rumus lain yang bisa digunakan adalah rumus realibilitas dari Spearmen Brown, Alfa
Cronbach atau KuderRichadson (KR20)

Analisis Butir Soal


Sebagai ilustrasi bagaimana cara menganalisi butir soal secara sederhana, berikut
disajikan contoh analisis butir soal.

Analisis kuantitatif butir soal.

NO SISWA 1 2 3 .... 50 SKOR

1 A B B C D 45

2 B B A D C 43 27% KA
3 C A C B B 41

... ... ... ...

33 P A A B A 27
27% KB
34 Q C D E E 26

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 55


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

35 R D E E E 25

KUNCI B B D D

SOAL KEL A B C D E OMIT KEY TK DP

1 KA 0 10 0 0 0 0 B 0,85 0,30

KB 1 7 1 1 0 0

2 KA 0 5 5 0 0 0 B 0,40 0,20

KB 2 3 3 1 1 0

3 KA 0 1 9 0 0 0 D 0,15 -0,30

KB 0 2 3 3 2 0

50 KA 1 2 3 3 1 0 D 0,25 0,10

KB 1 2 3 2 2 0

Keterangan :

TK1=(BA+BB): N DP1= (BA-BB):N


= (10+7) : 20 = (10-7) : x 20
= 0,85 = 0,30

KRITERIA TK: KRITERIA DAYA PEMBEDA:


0,00 0,30 = sukar 0,40 1,00 = soal baik
0,31 - 0,70 = sedang 0,30 0,39 = terima & perbaiki
0,71 1,00 = mudah 0,20 0,29 = soal diperbaiki
0,19 0,00 = soal ditolak

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 56


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis)

DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1

Siswa yang Jumlah skor Siswa yang Jumlah skor


Menjawab keseluruhan menjawab keseluruhan
benar salah

A 19 N 17
B 18 O 16
C 18 P 15
D 16 Q 14
E 16 R 14
F 16 S 12
G 15 T 12
H 13 U 12
I 13 V 12
J 13 W 12
K 12 X 11
L 12 Y 11
M 11 Z 10
AA 9
AB 8
AC 8
AD 7

Jumlah = 192 200


Nb=13, ns=17, N=30, Stdv= 3,0954

Meanb - Means

Rpbis = ------------------- pq

Stdv skor total

Keterangan:

B = skor siswa yang menjawab benar

S = skor siswa yang menjawab salah

P = proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa

q = 1-p

Meanb = 192:13=14,7692

Means = 200:17= 11,7647

14,7692 11,7647

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 57


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Rpbis = ----------------------- (13:30) (17:30)

3,0954

= (0,9706338) (0,4955355)

= 0,4809835 = 0,48

Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA

atau BAIK.

KRITERIA DAYA PEMBEDA:

0,40 1,00 = soal baik

0,30 0,39 = terima & perbaiki

0,20 0,29 = soal diperbaiki

0,19 0,00 = soal ditolak

ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK

Soal 1 Soal 2
NO. SISWA
(Skor maks 6) (Skor maks 5)
1 A 6 5
2 B 5 4
3 C 3 2
4 D 3 2
5 E 2 1
Jumlah 19 14
Rata-rata 3,80 2,80
TK 0,63 0,56
DP 0,47 0,56

TK1= Rata-rata : skor maks


= 3,8 : 6 = 0,63
TK2= 2,8 : 5 = 0,56

DP1= (Rata-rata KA Rata-rata KB) : skor maks.


= [(11:2) (8:3) ] : 6 = (5,5-2,7):6 = 0,47
DP2= [ (9:2) (5:3) ] : 5 = (4,5-1,7) : 5 = 0,56

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 58


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Analisis Butir Soal : Teori Klasik

Format 1:
KISI-KISI PENYUSUNAN SOAL

No KD IPK Materi Indikator Bentuk


Butir soal
soal Tes
1 3.1 .. .......... .......... .......... ..........
4.1 .. .. .......... .......... .......... ..........

2 3.2 .. .. .......... .......... .......... ..........

4.2 .. .. .......... .......... .......... ..........

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 59


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Format 2:
INSTRUMEN TELAAH KISI-KISI SOAL
Hasil
No Aspek yang Diamati Telaah Catatan
Ya Tidak
1 KD 3.1 sesuai silabus/kurikulum
KD 4.1 memenuhi kriteria
2 IPK KD 3.1 memenuhi kriteria
IPK KD 4.1 memenuhi kriteria
3 Materi memenuhi kriteria
4 Indikator soal memenuhi kriteria
5 Bentuk Tes memenuhi kriteria
6 Butir soal memenuhi kriteria

Catatan :

, .
Observer

( )

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 60


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Format 3:

INSTRUMEN TELAAH SOAL PILIHAN GANDA


Sekolah :
Kompetensi Keahlian :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
KD :
Berilah tanda cek( V) pada kolom YA dan TIDAK sesuai pengamatan saudara. Berikan
catatan atau saran untuk perbaikan sesuai penilaian Anda.
Hasil
Catatan
No. Aspek yang Diamati TelaahTidak
Ya Tidak
Isi

1 Soal sesuai indikator


2 Ada batasan pertanyaan atau pernyataan
yang mengarah kepada jawaban yang
diharapkan
3 Pilihan jawaban homogen dan logis
4 Terdapat satu jawaban yang paling benar
Konstruksi
5 Ada petunjuk yang jelas cara
mengerjakan soal
6 Ada pedoman penyekoran
7 Tabel gambar, grafik.peta,atau
sejenisnya disajikan jelas dan terbaca
8 Memuat pernyataan secara tepat dan
efisien
9 Pernyataan tidak ada petunjuk ke arah
jawaban
10 Tidak memiliki pernyataan negatif ganda
11 Panjang rumusan jawaban relatif sama
12 Pilihan jawaban memuat isi materi bukan
mengulang benar semua atau salah
semua
13 Penggunaan angka dan waktu berurutan
14 Bukan soal berangkai antar nomor

Bahasa
15 Rumusan soal menggunakan bahasa
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 61
Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

sederhana/ komunikatif
16 Butir soal menggunakan bahasa yang
sesuai dengan kaidah bahasa pada mata
pelajarannya
17 Rumusan soal menggunakan kata-
kata/kalimat yang tidak menimbulkan
penafsiran ganda atau salah penafsiran
18 Rumusan soal tidak mengandung kata-
kata yang dapat menyinggung perasaan
peserta ujian/ulangan
19 Rumusan soal menggunakan Bahasa
denotatif/ bukan konotatif
Rekomendasi Diterima/Revisi/Ditolak *)

Catatan :

, .
Observer

( .. )

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 62


Analisis Analisis Penilaian Hasil Belajar

Latihan
Tugas 1
a. Buat rancangan penilaian berupa kisi-kisi dari KD-KD yang telah disediakan (peserta
dapat memilih KD sendiri)
Gunakan gunakan format 1 untuk menyusun kisi-kisi soal
b. Presentasi hasil kerja kelompok.

Tugas 2
a. Buat rancangan penilaian berupa soal dan kelengkapannya dari KD-KD yang telah
disediakan (peserta dapat memilih KD sendiri), meliputi:
- Butir soal,
- Kunci jawaban,
- Kriteria dan rubrik penilaian.
- Penentuan skor

b. Presentasi hasil kerja kelompok.

Tugas 3

a. Lakukan analisis kualitatif dari soal pilhan ganda yang telah Anda buat pada latihan
sebelumnya dengan menggunakan format 3
b. Buat analisis kuantitatif dari data yang telah disediakan baik secara manual atau
mengunakan aplikasi/program.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 63


BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MATERI:
PERANCANGAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

PERANCANGAN RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Konsep

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rencana kegiatan


pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih, yang dilaksanakan di
kelas teori, kelas praktik dan/atau dunia kerja. RPP dikembangkan dari silabus untuk
mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi
Dasar (KD).

Setiap guru di setiap satuan pendidikan wajib menyusun RPP untuk kelas di
mana guru tersebut mengajar. Hal ini sangat penting, karena RPP merupakan rencana
tindakan yang akan dilakukan oleh guru ketika ia mengajar, sedemikian rupa sehingga
kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan dapat mencapai tujuan yang
diharapkan. Sebagaimana diungkapkan oleh Milkova (www.crlt.umich.edu,
20/03/2017), bahwa rencana pembelajaran merupakan peta perjalanan kegiatan
mengajar yang memuat tentang apa-apa yang perlu dipelajari oleh para siswa dan
bagaimana kegiatan pembelajaran dilaksanakan sehingga kegiatan pembelajaran
dapat berjalan secara efektif.

Penyusunan RPP dilakukan sebelum awal semester atau awal tahun pelajaran
dimulai dan perlu diperbarui sesuai perkembangan dan kebutuhan peserta didik.

Milkova (www.crlt.umich.edu, 20/03/2017), menyatakan bahwa terdapat tiga


komponen kunci rencana pembelajaran yaitu tujuan pembelajaran (bagi siswa),
aktifitas pembelajaran, dan strategi untuk mengecek pemahaman siswa (keberhasilan
siswa belajar). Dengan demikian penyusunan RPP harus menerapkan prinsip-prinsip
pedagogis secara tertulis untuk direalisasikan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga
peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang efektif dalam mengembangkan
sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. RPP disusun agar proses pembelajaran berlangsung secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis
peserta didik.

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Selain prinsip-prinsip di atas, penyusunan RPP harus juga memperhatikan


prinsip-prinsip sebagai berikut: (a) Perbedaan individual peserta didik antara lain
kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar,
kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar
belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik; (b) partisipasi aktif
peserta didik; (c) berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar,
motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian; (d)
pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan
berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan; (e) pemberian umpan balik dan tindak
lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan,
pengayaan, dan remedi; (f) penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD,
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar; (g)
mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keragaman budaya; (h) penerapan teknologi informasi dan
komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan
kondisi; (i) pembelajaran mata pelajaran umum harus mendukung pencapaian
kompetensi keahlian kejuruan.

Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh masing-masing guru atau kelompok


guru mata pelajaran tertentu yang difasilitasi dan disupervisi oleh kepala sekolah atau
guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah, atau melalui MGMP antar sekolah atau
antar wilayah yang dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas
pendidikan. Dalam mengembangkan RPP, guru harus memperhatikan silabus, buku
teks peserta didik, dan buku guru.

B. Deskripsi

1. Komponen dan Sistematika RPP

Mengacu pada Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar


Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, perencanaan pembelajaran dirancang
dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan
rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar,

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan


Silabus dan RPP disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan.

Sebagaimana telah disebutkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


(RPP) merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu
pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan
kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar
(KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara
lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis
peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan untuk
satu kali pertemuan atau lebih.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun harus memuat komponen-


komponen sebagai berikut:

a. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;

b. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;

c. kelas/semester;

d. materi pokok;

e. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan


beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
dalam silabus dan KD yang harus dicapai;

f. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan


kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;

g. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;

h. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang


relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
ketercapaian kompetensi;

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 3


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

i. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana


belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang
disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;

j. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk


menyampaikan materi pelajaran;

k. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,
atau sumber belajar lain yang relevan;

l. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti,


dan penutup; dan

m. penilaian hasil pembelajaran.

Secara singkat format RPP dapat dilihat pada skema berikut ini:

FORMAT RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : ...........................................................................


Mata Pelajaran : ...........................................................................
Komp. Keahlian : ..............................................................................
Kelas/Semester : ........................................................................
Tahun Pelajaran : ..............................................................................
Alokasi Waktu : ...........................................................................

A. Kompetensi Inti *)
1. Pengetahuan
2. Keterampilan
B. Kompetensi Dasar *)
1. KD pada KI pengetahuan
2. KD pada KI keterampilan
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
2. Indikator KD pada KI keterampilan
D. Tujuan Pembelajaran
E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
F. Model dan Metode
G. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Kesatu:**)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal ( menit)
@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 4
Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

b. Kegiatan Inti (... menit)


c. Penutup ( menit)
2. Pertemuan Kedua:**)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal ( menit)
b. Kegiatan Inti (... menit)
c. Penutup ( menit),
dan pertemuan seterusnya.
H. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media
2. Alat
3. Bahan
4. Sumber Belajar
I. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
1. Teknik Penilaian
2. Instrumen Penilaian
a. Pertemuan pertama
b. Pertemuan kedua
c. Pertemuan seterusnya
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

Mengetahui ______________, _________


Kepala .......................... Guru Mata Pelajaran,

NIP NIP
*) KI dan KD Sikap Spritual dan Sikap Sosial ditambahkan untuk mata pelajaran
Pendididkan Agama dan PPKn.
**) Semua sintaksis/langkah model pembelajaran dapat lengkap pada setiap pertemuan,
atau dapat lengkap pada beberapa pertemuan.

2. Langkah-langkah Penyusunan RPP

RPP disusun melalui langkah-langkah berikut.

a. Analisis Program Semester

Analisis program semester merupakan langkah awal sebelum menyusun RPP.


Analisis ini dikembamgkan berdasarkan alur pencapaian kompetensi,
dimaksudkan untuk menentukan urutan pembelajaran kompetensi dasar (KD)
per semester yang dikembangkan berdasarkan silabus. Analisis program
semester juga dilakukan untuk menentukan alokasi waktu yang di setiap

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 5


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

pasangan kompetensi dasar (KD). Tabel 1 berikut merupakan contoh analisis


program semester pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital.

Tabel 1. Hasil Analisis Program Semester/Pasangan KD


Semester/
Kegiatan
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Jam
Pembelajaran
Pelajaran
KD 3.2 1. Pengelolaan
menerapkan informasi digital
pengetahuan melalui
pengelolaan informasi komunikasi
digital melalui daring asinkron
pemanfaatan perangkat
lunak pengolah
informasi. 2. Pengelolaan 6
KD 4.2 informasi digital
menyajikan hasil melalui
pengelolaan informasi komunikasi
digital melalui daring sinkron
pemanfaatan perangkat
lunak pengolah
informasi.
KD 3.1

KD 4.1

KD 3.3

KD 4.3

Jumlah JP/KD per semester 48

Berdasarkan Tabel diatas, guru membuat Analisis Program Semester mengacu


pada dokumen silabus.

b. Mengembangkan RPP dengan menggunakan format RPP yang pengisiannya


mengikuti rambu-rambu yang tercantum pada Tabel 2.

Tabel 2. Rambu-rambu Pengembangan RPP

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

No. Komponen Keterangan


1. a. Identitas Sekolah a. Diisi nama satuan pendidikan.
b. Kompetensi Keahlian b. Diisi dengan Kompetensi Keahlian tempat mata
pelajaran tersebut diajarkan
c. Mata Pelajaran c. Diisi nama Mata Pelajaran, seperti tertera pada
Struktur Kurikulum.
d. Kelas/Semester d. Diisi kelas dan semester; ganjil/genap.
e. Tahun Pelajaran e. Diisi dengan tahun pelajaran yang sedang
berlangsung
2. Alokasi waktu Diisi jumlah jam pelajaran hasil analisis program
semester.
3. Kompetensi Inti Disalin dari Kompetensi Inti yang tertuang pada
Lampiran Permendikbud Nomor . tentang
Kurikulum SMK 2013 untuk KI pengetahuan dan KI
keterampilan.
4. Kompetensi Dasar a. KD disalin dari Lampiran Permendikbud Nomor .
tentang Kurikulum SMK dan SK Dirjen Nomor
.tentang Mata Pelajaran dan Kompetensi Dasar
Program Keahlian (C2) dan Kompetensi Keahlian
(C3) SMK/MAK.
b. Rumusan KD dituliskan untuk KD dari pengetahuan
dan KD dari keterampilan.
5. Indikator Pencapaian Dirumuskan sesuai kaidah pengembangan IPK KD
Kompetensi Contoh IPK KD Pengetahuan
3.2 Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi
digital melalui pemanfaatan perangkat lunak
pengolah informasi
Berdasarkan dimensi pengetahuan dan proses kognitif,
maka IPK dari KD pengetahuan di atas sebagai berikut:
3.2.1 Menjelaskan simbul yang digunakan pada
komunikasi daring online;
3.2.2 Menjelaskan pengertian komunikasi daring
online;
3.3.3 Mendeskripsikan jenis-jenis komunikasi daring
online;
3.3.4 Menentukan teknik komunikasi daring online
yang akan digunakan sesuai jenis alat yang
disediakan
Contoh IPK KD Keterampilan
4.2 Menyajikan hasil pengelolaan informasi digital
melalui komunikasi daring online..
Berdasarkan KD 4.2 tersebut, kata menyajikan
adalah dimensi keterampilan konkret pada gradasi
minimal P1 = level keterampilan konkret imitasi.
Berdasarkan analisis tersebut, maka IPK nya adalah:
4.2.1 Melakukan komunikasi daring asinkron dan
sinkron berdasarkan contoh.
4.2.2 Mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron
dan sinkron berdasarkan tugas
6. Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran dikembangkan sesuai rumusan
tujuan pembelajaran.
Berdasarkan IPK di atas, maka rumusan tujuan
pembelajarannya yaitu:
1. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta
didik dapat menjelaskan pengertian komunikasi
@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 7
Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

No. Komponen Keterangan


daring online sesuai dengan buku teks secara
santun.
2. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta
didik dapat menjelaskan 4 simbul yang digunakan
pada pengelolaan informasi digital daring online
sesuai dengan buku teks secara santun.
3. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta
didik dapat menjelaskan 2 jenis pengelolaan
informasi digital melalui komunikasi daring online
dengan santun.
4. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta
didik dapat menentukan kebutuhan pokok fasilitas
yang diperlukan untuk pengelolaan informasi digital
daring online secara mandiri.
5. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta
didik dapat menjelaskan cara melakukan
komunikasi daring online dengan percaya diri.
6. Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan
internet, peserta didik dapat melakukan komunikasi
daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh
dengan percaya diri.
7. Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan
internet, peserta didik dapat mendemonstrasikan
komunikasi daring asinkron dan sinkron
berdasarkan tugas sesuai prosedur dengan percaya
diri.
7. Materi Pembelajaran Materi Pembelajaran dikembangkan sesuai rumusan
materi pembelajaran
Berdasarkancontoh tujuan pembelajaran diatas maka
materi pembelajarannya adalah:
1. Pengertian komunikasi daring online
2. Simbol pada digital daring online
3. Jenis komunikasi daring online
4. Kebutuhan pokok fasilitas komunikasi daring online
5. Cara melakukan komunikasi daring online
Materi yang dikembangkan termasuk materi
pengayaan (dapat dikembangkan berdasarkan buku
siswa, referensi lain), materi yang terintegrasi dengan
muatan lokal, dan materi yang diintegrasikan pada
kegiatan ekstrakurikuler.
8. Model dan Metode Diisi dengan model pembelajaran yang sesuai dengan
Pembelajaran KD dan IPK (lihat konsep Pemahaman Proses
Pembelajaran: Tabel Perancah Pemaduan Sintaksis
Model Pembelajaran dan pendekatan (proses berfikir
dan bertindak sainitifik ).
9. Kegiatan Pembelajaran a. Diisi mengacu sintaks model pembelajaran yang
ditetapkan.
b. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
diorganisasikan menjadi kegiatan yang terdiri atas:
1) Kegiatan Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan guru:
Mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan.
Mendiskusikan kompetensi yang telah
@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 8
Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

No. Komponen Keterangan


dipelajari dan dikembangkan sebelumnya
terkait dengan kompetensi yang akan
dipelajari.
Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
dan manfaatnya bagi kehidupan.
Menyampaikan garis besar cakupan materi dan
kegiatan yang akan dilakukan.
Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian
yang akan digunakan.
2) Kegiatan Inti
Diisi dengan kegiatan siswa dan guru, dapat
mengikuti urutan sintaks model belajar yang
dipadukan dengan pendekatan (proses berfikir
dan bertindak) sainitifik (hasil analisis
pemaduan model tugas sesi 3).
Kegiatan 5M tersebut tidak harus terjadi
sekaligus pada satu kali pertemuan, tetapi
disesuaikan dengan karakteristik materi yang
sedang dibahas.
Catatan: sintaksis (langkah-langkah) model
pembelajaran dan langkah pendekatan
(proses berfikir dan bertindak) sainitifik (5M)
dapat menggunakan hasil penataan dari
format perancah.
3) Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup meliputi antara lain:
membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan.
merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam
bentuk tugas kelompok/ perseorangan (jika
diperlukan).
menyampaikan rencana pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.
11. Media, Alat, dan Sumber Diisi dengan:
Belajar a. Sarana, alat bantu dan bahan yang digunakan pada
proses pembelajaran di setiap RPP.
b. Sumber belajar dapat berupa buku, media cetak dan
elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain
yang relevan untuk setiap pertemuan sesuai dengan
tuntutan KD.
c. Sumber belajar ditulis sesuai ketentuan penulisan
literatur/referensi.

Contoh:
KD Media/Alat , Bahan, dan
Sumber Belajar
KD 3.2 menerapkan Media:
pengetahuan LCD Projector
pengelolaan
informasi digital Alat/bahan:
melalui komunikasi Fasilitas komunikasi daring

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 9


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

No. Komponen Keterangan


daring dan jaringan internet
KD 4.2
Menyajikan hasil
pengelolaan
informasi digital
melalui komunikasi
Sumber belajar: buku teks
daring online..
pembelajaran, buku
referensi lain
11 a. Penilaian (KD 3 dan b. Diisi dengan hasil analisis teknik dan instrumen
KD 4) penilaian (hasil pembelajaran sesi sebelumnya).
Contoh:
Teknik
KD Instrumen
Penilaian
KD 3.2
menerapkan 1. Tes Tertulis 1. Soal tes
pengetahuan tertulis
pengelolaan 2. Lembar
informasi 2. Penugasan
tugas dan
digital melalui
komunikasi Lembar
daring penilaian
tugas
KD 4.2
Menyajikan 1. Tes praktik/ 1. Lembar
hasil unjuk kerja soal praktik
pengelolaan dan Lembar
informasi
observasi
digital melalui
komunikasi unjuk kerja
daring online..
c. Diisi dengan program remedial dan pengayaan.
b. Peniaian Sikap Dibuatkan jurnal harian tantang kejadian istimewa
yang dilalukan oleh siswa pada saat kegiatan
pembelajaran berlangsung.
Contoh: Jurnal Penilaian Sikap:
Hari/Tanggal:
No. Nama Uraian Rencana
Kejadian Tindakan/Pembinaan
Istimewa

C. Tugas/Latihan

1. Lakukanlah analisis program semester berdasarkan alur pencapaian kompetensi


untuk satu semester.

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 10


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2. Susunlah RPP berdasarkan hasil Analisis KD Pengetahuan dan Keterampilan serta


Pemaduan Sintaks Model Pembelajaran dan pendekatan sainitifik sesuai
dengan format RPP yang tertuang pada Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum
SMK tentang RPP.

D. Telaah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

1. Kompetensi:
Mampu memvalidasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan
Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar
dan Menengah
2. Tujuan:
Melalui kegiatan telaah RPP, peserta mampu menganalisis RPP yang menerapkan
pendekatan sainitifik dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan RPP.

3. Petunjuk Kerja:
a. Kerjakan tugas ini secara kelompok. Kelompok pada tugas ini sama dengan
kelompok penyusun RPP.
b. Siapkan RPP dari kelompok lain yang akan ditelaah.

4. Langkah Kerja:
a. Pelajari format telaah RPP. Cermati maksud dari setiap aspek dalam format.
b. Cermati RPP hasil kelompok lain yang akan ditelaah.
c. Isilah format sesuai dengan petunjuk pada format telaah RPP.
d. Berikan catatan khusus atau alasan Anda memberi skor pada suatu aspek
pada RPP.
e. Berikan masukan atau rekomendasi secara umum sebagai saran perbaikan RPP
pada kolom yang tersedia.

5. Format Telaah RPP


Berilah tanda cek (V) pada kolom skor 1, 2, 3 sesuai dengan kriteria yang
tertera pada kolom tersebut.

Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda
Isilah Identitas RPP yang ditelaah.
Nama Guru :.............................................
Mata pelajaran :.............................................
Topik/Subtopik :.............................................
@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 11
Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Komponen Rencana Hasil Penelaahan dan Skor


No Catatan revisi
Pelaksanaan Pembelajaran 1 2 3
Kurang
Tdk. Sudah
Lengkap/K
A Identitas Mata Pelajaran ada/Tdk. Lengkap/Su
urang
Sesuai dah Sesuai
Sesuai
Terdapat:
satuan pendidikan, kelas, semester,
1. tahun pelajaran, mata pelajaran,
kompetensi keahlian, jumlah
pertemuan

Kompetensi Inti dan


B
Kompetensi Dasar

1 Kompetensi Inti
2 Kompetensi Dasar
Tidak Sesuai Sesuai
C. Perumusan Indikator
Sesuai Sebagian Seluruhnya
Kesesuaian dan ketepatan
penggunaan kata kerja operasional
1.
aspek pengetahuan dengan
Kompetensi Dasar
Kecukupan jumlah indikator aspek
2.
pengetahuan
Kesesuaian dan ketepatan
penggunaan kata kerja operasional
3.
aspek keterampilan dengan
Kompetensi Dasar.
Kecukupan jumlah indikator aspek
4
keterampilan
Perumusan Tujuan Tidak Sesuai Sesuai
D.
Pembelajaran Sesuai Sebagian Seluruhnya
Menggambarkan lingkup materi
1 dalam KD pengetahuan dan KD
keterampilan
Rumusan tujuan pembelajaran
menggunakan kata kerja
operasional yang dapat diamati dan
2
atau diukur, mencakup ranah sikap,
ranah pengetahuan, dan ranah
keterampilan
Rumusan tujuan pembelajaran
3 mengandung komponen Audience,
Behaviour, Condition, dan Degree

Tidak Sesuai Sesuai


E. Pemilihan Materi Ajar
Sesuai Sebagian Seluruhnya

1. Kesesuaian dengan kedalaman KD

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 12


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Komponen Rencana Hasil Penelaahan dan Skor


No Catatan revisi
Pelaksanaan Pembelajaran 1 2 3
Kesesuaian dengan tujuan
2.
pembelajaran
Kesesuaian dengan karakteristik
3
peserta didik
4 Keruntutan uraian materi ajar
Tidak Sesuai Sesuai
F. Pemilihan Sumber Belajar
Sesuai Sebagian Seluruhnya
Kesesuaian dengan Tujuan
1.
pembelajaran
Kesesuaian dengan materi
2.
pembelajaran

Kesesuaian dengan pendekatan


3
sainitifik

Kesesuaian dengan karakteristik


4.
peserta didik
Tidak Sesuai Sesuai
G. Pemilihan Media Belajar
Sesuai Sebagian Seluruhnya
Kesesuaian dengan tujuan
1.
pembelajaran
Kesesuaian dengan materi
2.
pembelajaran

Kesesuaian dengan pendekatan


3
sainitifik

Kesesuaian dengan karakteristik


4.
peserta didik
Tidak Sesuai Sesuai
H. Model Pembelajaran
Sesuai Sebagian Seluruhnya
Kesesuaian model yang dipilih
dengan arah pernyataan KD3 dan
1.
KD4 (pencarian/penemuan atau
jasa/produk)
Kesesuaian model yang dipilih
2. dengan tingkatan dimensi
pengetahuan KD3
Kesesuaian model yang dipilih
3.
dengan tingkatan taksonomi KD4
Tidak Sesuai Sesuai
I Metode Pembelajaran
Sesuai Sebagian Seluruhnya
Kesesuaian dengan tujuan
1
pembelajaran
Kesesuaian dengan karakteristik
2
materi

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 13


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Komponen Rencana Hasil Penelaahan dan Skor


No Catatan revisi
Pelaksanaan Pembelajaran 1 2 3
Kesesuaian dengan karakteristik
3
peserta didik
Tidak Sesuai Sesuai
J. Skenario Pembelajaran
Sesuai Sebagian Seluruhnya

Kegiatan pendahuluan berisi:


apersepsi (menghubungkan dengan
1. materi terdahulu atau kejadian
sehari-hari), ruang lingkup, tujuan
pembelajaran, teknik penilaian

2. Kegiatan inti berisi:

a. Memfasilitasi kegiatan siswa


untuk mengamati, mendengar,
menonton dan/atau melihat
b. Mendorong siswa untuk
bertanya apa, mengapa dan
bagaimana berbentuk
perumusan masalah
c. Membimbing siswa untuk
mengumpulkan informasi/
eksplorasi dalam rangka
menjawab pertanyaan
d. Membimbing siswa untuk
menyimpulkan/mensintesia
data atau informasi yang
terkumpul
e. Memotivasi siswa untuk
mengomunikasikan

Kegiatan penutup berisi


3. rangkuman, refleksi, dan tindak
lanjut
a. Memfasilitasi dan membimbing
siswa merangkum materi
pelajaran

b. Memfasilitasi dan membimbing


siswa merefleksi kegiatan yang
sudah dilaksanakan

c. Memberikan umpan balik


terhadap hasil pembelajaran

Rancangan Penilaian Tidak Sesuai Sesuai


K.
Pembelajaran Sesuai Sebagian Seluruhnya
Kesesuaian bentuk, teknik dan
1 instrumen dengan indikator
pencapaian kompetensi

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 14


Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Komponen Rencana Hasil Penelaahan dan Skor


No Catatan revisi
Pelaksanaan Pembelajaran 1 2 3
Kesesuaian antara bentuk,teknik
2.
dan instrumen Penilaian Sikap

Kesesuaian antara bentuk, teknik


3. dan instrumen Penilaian
Pengetahuan

Kesesuaian antara bentuk, teknik


4. dan instrumen Penilaian
Keterampilan

Jumlah Skor

Masukan terhadap RPP secara umum


.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.......................................................................................................

6. Rubrik Penilaian Telaah RPP


Rubrik Penilaian RPP ini digunakan peserta pada saat penelaahan RPP peserta lain
dan digunakan fasilitator untuk menilai RPP yang disusun oleh masing-masing
peserta. Selanjutnya nilai RPP dimasukan kedalam nilai portofolio peserta.
Langkah-langkah penilaian RPP sebagai berikut:
a. Cermati format penilaian RPP dan RPP yang akan dinilai;
b. Berikan nilai pada setiap komponen RPP dengan cara membubuhkan tanda cek
() pada kolom pilihan (skor = 1) , (skor = 2), atau (skor = 3) sesuai dengan
penilaian Anda terhadap RPP yang ditelaah atau dinilai;
c. Berikan catatan khusus atau saran perbaikan perencanaan pembelajaran;
d. Setelah selesai penilaian, hitung jumlah skor yang diperoleh, dan
e. Tentukan nilai menggunakan rumus di bawah.

Skor yang diperoleh


Nilai X 100 ______
41 X 3

Peringkat Nilai

Amat Baik (AB) 90<AB100


Baik (B) 80<B90
Cukup (C) 70<C 80
Kurang (K) 70

@ 2017, Direktorat Pembinaan SMK 15


BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MATERI:
PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) PEMBELAJARAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
PRAKTIK BAIK DALAM PEMBELAJARAN

A. Konsep
Best Practice atau praktik baik digunakan untuk mendeskripsikan/
menguraikan pengalaman terbaik mengenai keberhasilan seseorang atau kelompok
dalam melaksanakan tugas profesinya. Praktik baik bagi seorang guru terutama
adalah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah berdasarkan pada
penguasaan substansi dan pedagogik yang teraplikasi pada kegiatan pembelajaran di
kelas serta menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Hal lain yang
tidak kalah penting adalah penguasaan guru terhadap karakteristik peserta didik
sehingga guru dapat memberikan pelayanan maksimal bagi setiap individu sesuai
gaya belajarnya. Berdasarkan uraian di atas, seorang guru perlu melakukan
pencatatan proses mengajarnya mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
pembelajaran untuk dapat digunakan sebagai bahan refleksi guna dilakukan perbaikan
terus menerus. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan praktik baik dalam pelaksanaan
kegiatan mengajarnya dan lebih lanjut dapat digunakan sebagai rujukan bagi guru
muda dalam mengembangkan kemampuan mengajar.

Best Practice memiliki ciri-ciri atau indikator sebagai berikut:


1. mengembangkan cara baru dan inovatif dalam pengembangan serta memecahkan
masalah dalam pendidikan khususnya pembelajaran;
2. membawa sebuah perubahan/perbedaan sehingga sering dikatakan hasilnya luar
biasa (outstanding result);
3. mampu mengatasi persoalan tertentu secara berkelanjutan (keberhasilan lestari)
atau dampak dan manfaatnya berkelanjutan;
4. mampu menjadi model, memberi inspirasi dalam membuat kebijakan, dan
inspiratif guru lainnya, termasuk murid; dan
5. Cara dan metoda yang dilakukan dan atau yang digunakan bersifat ekonomis dan
efisien.
Pada pelatihan ini dirancang materi Praktik Baik dalam Pembelajaran
menggunakan model-model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dan
saintifik untuk membentuk kemampuan peserta didik sesuai dengan tuntutan
kompetensi abad 21 yang meliputi kemampuan berfikir kritis, kreatif, problem solving
dan kemampuan berkolaborasi. Guna mencapai kemampuan tersebut peserta
pelatihan berlatih menyajikan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah
disusun dalam RPP yang memenuhi kaidah berpikir tingkat tinggi melalui praktik baik
dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning, project based
learning, dan atau teaching factory.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


B. Deskripsi
Persiapan proses pembelajaran terbaik
Mempersiapkan proses pembelajaran terbaik yang memenuhi kaidah berpikir tingkat
tinggi adalah membuat rancangan pembelajaran dengan tahapan:
1. Memahami tuntutan KD terhadap proses berpikir tingkat tinggi untuk perancangan
RPP.
2. Memilih model pembelajaran yang sesuai hasil analisis KD dengan kaidah berpikir
tingkat tinggi untuk perancangan RPP.
3. Menganalisis rancangan pembelajaran sesuai dengan kaidah berpikir tingkat tinggi
melalui sintaks pembelajaran yang dipilih dari model pembelajaran problem based
learning, project based learning, dan atau teaching factory.
4. Membuat rancangan pembelajaran hasil analisis dan review.

Praktik Baik Pembelajaran


Prinsip pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pelaksanaan
pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputi kegiatan pendahuluan, inti
dan penutup.

1. Kegiatan Pendahuluan; dalam kegiatan pendahuluan guru:


a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
b. memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat dan
aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh
dan perbandingan lokal, nasional dan internasional;
c. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
dan
e. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

2. Kegiatan Inti; pada kegiatan inti menerapkan sintaksis model pembelajaran,


dengan metode pembelajaran, media pembelajaran, materi dan sumber belajar
yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan
model pembelajaran yang sesuai dengan standar berpikir tingkat tinggi adalah
model pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah
(problem based learning), model pembelajaran project (project based learning),

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


dan atau teaching factory disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan
jenjang pendidikan.

3. Kegiatan Penutup; pada kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik
secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
a. seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk
selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak
langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
b. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
c. melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas
individual maupun kelompok; dan
d. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya.
Prinsip-prinsip pembelajaran yang diuraikan diatas merupakan prinsip secara umum,
berlaku untuk semua mata pelajaran.

Langkah Kegiatan
Praktik Baik Pelaksanaan Pembelajaran dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai
berikut.
Diskusi dan Mengamati Video Mempraktikkan Melakukan
mempresentasi Pembelajaran dan pembelajaran refleksi
hasil diskusi melakukan berdasarkan RPP terhadap
format dan pengamatan serta yang telah pelaksanaan
mempersiapkan mereviu hasil disusun sesuai praktik
pelaksanaan pengamatan dengan kaidah pembelajaran.
praktik baik video dengan berpikir tingkat
pembelajaran memberikan tinggi dan
sesuai dengan penilaian sesuai menggunakan
kaidah berpikir dengan rubrik teaching factory
tingkat tinggi. penilaian sebagai wahana
pembelajaran. praktik.

C. Latihan/Tugas
1. Lakukan pengamatan video pembelajaran dan lakukan penilaian menggunakan
rubrik penilaian proses pembelajaran yang sesuai dengan ketrampilan berpikir
tingkat tinggi (HOTS).
2. Lakukan praktik pembelajaran (peer teaching) dari mata pelajaran yang Saudara
ampu berdasarkan RPP yang telah direview dan dinilai rancangan
pembelajarannya.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3


3. Lakukan observasi terhadap pelaksanaan pelaksanaan praktik pembelajaran dan
penilaian dari teman sejawat yang melakukan praktik pembelajaran dan penilaian
hasil belajar menggunakan instrumen yang telah disediakan.

D. Telaah Praktik Baik dalam Pembelajaran


1. Kompetensi
Mampu melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan praktik baik sesuai
dengan kaidah berpikir tingkat tinggi dan menggunakan teaching factory sebagai
wahana praktik dalam pembelajaran.

2. Tujuan
Menerapkan kegiatan praktik baik dalam pembelajaran sesuai dengan kaidah
berpikir tingkat tinggi melalui sintaks pembelajaran yang dipilih dari model
pembelajaran problem based learning, project based learning, dan atau teaching
factory.

3. Petunjuk Kerja
a. Anda perlu menyiapkan format Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Terbaik
dalam bentuk cetak (hard copy) atau file (softcopy) sebanyak tampilan praktik
baik dalam pembelajaran sesuai kaidah berpikir tinggi dan menggunakan
teaching factory sebagai wahana praktik dalam pembelajaran;
b. Bila format yang akan digunakan berbentuk cetak, penyiapan format
dikoordinasikan dengan Narasumber/Fasilitator/Panitia; dan
c. Format Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran yang telah diisi dikumpulkan
kepada Narasumber/Fasilitator.

4. Langkah Kerja
a. Pelajari format Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran praktik baik dalam
pembelajaran sesuai kaidah berpikir tinggi dan menggunakan teaching factory
sebagai wahana praktik dalam pembelajaran. Cermati maksud dari setiap
aspek dalam format;
b. Pelajari RPP yang akan ditampilkan oleh guru model;
c. Amatilah secara seksama proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan
oleh guru model;
d. Berikan tanda centang () pada kolom pilihan Ya atau Tidak sesuai penilaian
Anda terhadap penyajian pembelajaran; dan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4


e. Pada kolom catatan, berikan catatan khusus atau saran perbaikan
pelaksanaan pembelajaran.
f. Berikan nilai menggunakan rumus yang tersedia

5. Format Telaah Praktik Baik Pelaksanaan Pembelajaran


(Model Teaching Factory/Project Based Learning/Problem Based Learning ).
Nama Peserta : .........................................
Asal Sekolah : ..........................................
Mata Pelajaran : ..........................................
Kelas : ..........................................
Topik/Subtopik : ..........................................

Aspek yang diamati: Pelaksanaan


No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran

A. Kegiatan Pendahuluan

1. Orientasi
1. Menanyakan kondisi peserta didik
baik fisik maupun psikis dan
memberi salam.
2. Menyampaikan rencana kegiatan
baik, individual, kerja kelompok, dan
melakukan observasi.
3. Memberi pesan moral tentang
syukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa karena diberi kesehatan dan
kesempatan menuntut ilmu untuk
masa depan.
2. Motivasi
1. Mengajukan pertanyaan yang
menantang terkait dengan materi
yang akan dipelajari untuk
memotivasi.
2. Menyampaikan manfaat materi
pembelajaran dengan kehidupan
sehari-hari.
3. Apersepsi
1. Menyampaikan kompetensi dan
lingkup materi yang akan dicapai
peserta didik.
2. Mengaitkan materi dengan materi
pembelajaran sebelumnya
3. Menyampaikan strategi
pembelajaran yang akan digunakan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5


Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
yaitu Production based
learning/teaching factory dan
lainnya.
B. Kegiatan Inti

1. Penguasaan materi pembelajaran


1. Materi sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
2. Mengkaitkan materi dengan
pengetahuan lain yang relevan,
perkembangan iptek , dan
kehidupan nyata (kontekstual).
3. Pemilihan materi sesuai dengan
strategi pembelajaran yang
digunakan yaitu production based
atau yang lainnya (sesuai dengan
berfikir tingkat tinggi)
4. Menyajikan pembahasan materi
pembelajaran dengan tepat dan
sistematis sesuai dengan strategi
pembelajaran yang digunakan yaitu
production based atau yang lainnya
(sesuai dengan berfikir tingkat
tinggi).
2. Penerapan Strategi
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan kompetensi yang akan
dicapai.
2. Peserta didik menyimak penjelasan
guru tentang materi pembelajaran
terkait order/ pesanan/produksi.
3. Memberi kesempatan peserta didik
untuk aktif dalam mengajukan
pertanyaan terkait
order/pesanan/produksi (melatih
berfikir kritis dan kreatif).
4. Memberi kesempatan peserta didik
untuk aktif dalam mengemukakan
pendapat/ide terkait
order/pesanan/produksi (melatih
kreatifitas).
5. Peserta didik menganalisis
order/pesanan/produksi secara
berkelompok berdasarkan kriteria
pesanan/produksi yang diinginkan
(kemampuan berfikir kritis,
kolaborasi dan komunikasi).
6. Peserta didik memastikan untuk
menerima pesanan/produksi

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
berdasarkan hasil analisis.

7. Peserta didik mengkonsultasikan


hasil analisis kepada guru.
8. Peserta didik membuat administrasi
pesanan/produksi berdasarkan hasil
konsultasi dengan guru.
9. Peserta didik membuat perencanaan
pekerjaan secara kelompok sesuai
dengan pesanan/produksi meliputi
jumlah order yang akan dibuat,
jumlah tenaga kerja, pembagian
tugas pekerjaan, waktu pelaksanaan
tugas, penanggung jawab tugas,
waktu pengiriman pesanan, petugas
pengiriman, dokumentasi
pengiriman.
10.Peserta didik mengkonsultasikan
perencanaan kepada guru.
11. Peserta didik melakukan kordinasi
pekerjaan sebelum memulai proses
pekerjaan.
12. Peserta didik melaksanakan proses
pekerjaan (memproduksi).
13. Peserta didik melaksanakan proses
pekerjaan sesuai dengan rencana
yang dilakukan (untuk melatih
disiplin dan tanggung jawab
pekerjaan).
14. Peserta didik melakukan
pengawasan saat proses dan hasil
produksi (melatih sikap positif yaitu
orientasi terhadap mutu).
15. Peserta didik melakukan
pemeriksaan pekerjaan sebelum
menyerahkan hasil pekerjaan pada
pemesan.
16. Peserta didik membuat dokumentasi
untuk pengiriman hasil pekerjaan.
17. Peserta didik melakukan
pengiriman/penyerahan hasil
pekerjaan.
18. Peserta didik meminta respon
pemesan terhadap hasil pekerjaan
19. Peserta didik membuat laporan hasil
evaluasi pekerjaan dan
menyerahkannya kepada guru.
20. Peserta didik menganalisis respon
pemesan dan membuat kesimpulan
hasil pekerjaan.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7


Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
21. Melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan alokasi waktu yang
direncanakan.
Pemanfaatan sumber
3.
belajar/media pembelajaran
1. Peserta didik menggunakan
berbagai sumber belajar yang
bervariasi.
2. Peserta didik memanfaatkan media
dan sumber belajar yang tersedia
Pengelolaan kelas dan pelibatan
4.
peserta didik
1. Memberi kesempatan peserta didik
untuk menumbuhkan partisipasi
aktif peserta didik melalui interaksi
guru, peserta didik dan sumber
belajar.
2. Guru memberi respon positif dengan
sikap terbuka terhadap peserta
didik.
3. Guru melakukan pendekatan pribadi
dan kelompok dalam melakukan
pembimbingan saat pembelajaran.
4. Guru memfasilitasi agar dapat
menumbuhkan keceriaan atau
antusiasme peserta didik dalam
belajar.
Penggunaan Bahasa yang benar
5.
dan tepat dalam pembelajaran
1. Menggunakan bahasa lisan secara
jelas dan lancar.
2. Menggunakan bahasa tulis sesuai
ejaan Bahasa Indonesia yang
disempurnakan.
C. Kegiatan Penutup
Proses rangkuman, refleksi, dan
1.
tindak lanjut
1. Memfasilitasi dan membimbing
peserta didik merangkum materi
pelajaran.
2. Memfasilitasi dan membimbing
peserta didik untuk merefleksi
proses dan materi pelajaran.
3. Melaksanakan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan
berikutnya dan tugas perbaikan atau
pengayaan secara individu atau
kelompok.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
Pelaksanaan Penilaian Hasil
2.
Belajar
1. Melaksanakan Penilaian Sikap
melalui observasi.
2. Melaksanakan Penilaian
Pengetahuan melalui tes lisan,
tulisan.
3. Melaksanakan Penilaian
Keterampilan melalui penyajian,
praktik, laporan, portofolio.

Masukkan terhadap Proses Pembelajaran secara umum:


.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.................................................................................................. .......................
.........................................................................................................................
....................
6. Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Terbimbing ini digunakan oleh
pengamat untuk menilai kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran
pada melaksanakan praktik pembelajaran.
Langkah Kegiatan:
a. Berikan tanda cek () pada kolom pilihan YA atau TIDAK sesuai dengan
penilaian Anda terhadap penyajian guru pada saat pelaksanaan pembelajaran;
b. Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan pembelajaran;
c. Setelah selesai penilaian, hitung jumlah nilai YA danTIDAK, dan
d. Tentukan Nilai menggunakan rumus sebagai berikut:

Jumlah Ya yang diperoleh


Nilai x100 ______
40

NILAI PERINGKAT
90<AB100 Amat Baik (AB)

80<B90 Baik (B)

70<C80 Cukup (C)

70 Kurang (K)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 9


Format Telaah Praktik Baik Pelaksanaan Pembelajaran
Model Problem Based Learning dari Bransford and Stein
Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
1. 1) Mengidentifikasi masalah;
Pada tahapan ini dilakukan pengidentifikasian masalah
melalui curah pendapat dari kasus yang diberikan
2. 2) Menetapkan masalah melalui berpikir tentang
masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang
relevan;
Pada tahap ini peserta didik diajak mendata sejumlah
fakta pendukung sesuai dengan masalah, dan
pengetahuan-pengetahuan yang harus diketahui
(pengetahuan deklaratif berupa konsep dan prinsip)
berkenaan dengan masalah
3. 3) Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian
alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek
perbedaan pandang;
Pada tahap ini peserta didik diajak berfikir untuk
mengembangkan pemecahan masalah melalui berfikir
prosedur untuk melakukan penelaahan letak penyebab
masalah melalui pengumpulan imformasi dari setiap
langkah melalui pemeriksaan hingga ditemukan
penyebab utama masalah
4. 4) Melakukan tindakan strategis;
Peserta didik diajak mengembangkan tindakan
strategis yang didasarkan atas temuan untuk
memecahkan masalah.
5. 5) Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-
pengaruh dari solusi yang dilakukan.
Peserta didik diajak memeriksa pengaruh hasil
tindakan terhadap permasalahan yang terjadi di dalam
sistem, dengan menggunakan rujukan seperti contoh
service manual hingga sistem bekerja secara normal
sesuai tuntutan rujukan

Model Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting


Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
1. 1) Merumuskan uraian masalah;
Pada tahap ini, peserta didik dihadapkan pada kasus,
mengidentifikasi masalah dan merumuskan
kemungkinan penyebab masalah
2. 2) Mengembangkan kemungkinan penyebab;
Pengembangan kemungkinan penyebab dilakukan
berdasarkan observasi dan pemeriksaan terhadap
fungsi yang di dasarkan konsep atau prinsip
3. 3) Mengetes penyebab atau proses diagnosis;
Menganalisis data-data hasil pemeriksaan dan
menentukan penyebab utama menggunakan berfikir
prosedur serta melakukan perlakuan/perbaikan.
4. 4) Mengevaluasi;
Memeriksa hasil perlakuan/perbaikan dan
membandingkannya dengan acuan rujukan atau
service manual untuk menentukan
kasus/permasalahan telah dapat diatasi

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 10


Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
1. 1) Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the
Essential Question);
Pada tahap ini peserta didik secara kelompok/individu
dihadapkan pada bagaimana cara mengatasi
permasalahan dan menentukan projek yang paling
tepat cara mengatasi masalah
2. 2) Mendesain perencanaan proyek;
Peserta didik merancang projek yang telah di
tentukan baik desain/perencanaan, gambar, bahan
maupun teknis pengerjaannya
3. 3) Menyusun jadwal (Create a Schedule);
Tahap ini peserta didik menyusun jadwal (waktu
pelaksanaan), distribusi kerja dan presentasi.
4. 4) Memonitor kemajuan proyek (Monitor the
Progress of the Project);
Tahap ini peserta didik mengerjakan projek sesuai
rancangan dan distribusi kerja serta menyampaikan
progres/kemajuan pengerjaan projek.
5. 5) Menguji hasil (Assess the Outcome);
Peserta didik memeriksa hasil projek dengan
membandingkan dengan rancangan dan pendidik
menilai kemajuan peserta didik.
6. 6) Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the
Experience);
Melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil
proyek yang sudah dijalankan

Model Pembelajaran Production Based Training/ Production Based Education


Training
Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
1. 1) Merencanakan produk;
Membuat perencanaan produk dapat berupa benda
hasil produksi/layanan jasa/perencanaan
pertunjukan yang dapat dilakukan dari mulai
menggambar detail/membuat pamflet (berisi tgl
waktu pertunjukan,isi cerita), perhitungan
kebutuhan bahan/kostum, peralatan, dan teknik
pengerjaan serta alur kerja/koordinasi kerja.
2. 2) Melaksanakan proses produksi;
Pada sintak ini peserta didik diajak melakukan
tahapan produksi berdasarkan rencana produk
benda/layanan jasa/perencanaan pertunjukan, alur
kerja/koordinasi kerja serta memonitor proses
produksi.
3. 3) Mengevaluasi produk (melakukan kendali
mutu),
Pada langkah ini peserta didik diajak untuk
memeriksa hasil produk melalui membandingkan
dengan tuntutan pada perencanaan teknis
4. 4) Mengembangkan rencana pemasaran.
Peserta didik diajak mempersiapkan rancangan
pemasaran baik dalam jejaring (daring) maupunluar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 11


jejaring (luring) berbentuk brosur/pamflet dan
mempresentasikannya

Model Teaching Factory di Cal Poly-San Luis Obispo USA


Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
1. 1) Merancang produk;
Pada tahap ini peserta didik mengembangkan
produk baru/cipta resep atau produk kebutuhan
sehari-hari (consumer goods)/merancang
pertunjukan kontemporer dengan
menggambar/membuat scrip/merancang pada
komputer atau manual dengan data spesifikasinya
2. 2) Membuat prototype
Membuat produk/ kreasi baru /tester sebagai proto
type sesuai data spesifikasi
3. 3) Memvalidasi dan memverifikasi prototype
Peserta didik melakukan validasi dan verifikasi
terhadap dimensi data spesifikasi dari proto
type/kreasi baru/tester yang dibuat untuk
mendapatkan persetujuan layak
diproduksi/dipentaskan
4. 4) Membuat produk masal
Peserta didik mengembangkan jadwal dan jumlah
produk/pertunjukan sesuai dengan waktu yang
ditetapkan

Model Teaching Factory Dadang Hidayat (2011)


Aspek yang diamati: Pelaksanaan
No Ya Tidak Catatan/Deskripsi
Pembelajaran
1. a) Menerima Order
Pada langkah belajar ini peserta didik berperan
sebagai penerima order dan berkomunikasi dengan
pemberi order berkaitan dengan pesanan/layanan
jasa yang diinginkan. Terjadi komunikasi efektif dan
santun serta mencatat keinginan/keluhan pemberi
order seperti contoh : pada gerai perbaikan Smart
Phone atau reservasi kamar hotel.
2. a) Menganalisis order
Peserta didik berperan sebagai teknisi untuk
melakukan analisis terhadap pesanan pemberi order
baik berkaitan dengan benda produk/layanan jasa
sehubungan dengan gambar detail, spesifikasi,
bahan, waktu pengerjaan dan harga di bawah
supervisi guru yang berperan sebagai supervisor
3. a) Menyatakan Kesiapan mengerjakan order;
Peserta didik menyatakan kesiapan untuk
melakukan pekerjaan berdasarkan hasil analisis dan
kompetensi yang dimilikinya sehingga
menumbuhkan motivasi dan tanggung jawab.
4. a) Mengerjakan order
Melaksanakan pekerjaan sesuai tuntutan spesifikasi
kerja yang sudah dihasilkan dari proses analisis
order. Siswa sebagai pekerja harus menaati
prosedur kerja yang sudah ditentukan. Dia harus
menaati keselamatan kerja dan langkah kerja

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 12


dengan sungguh-sunguh untuk menghasilkan
benda kerja yang sesuai spesifikasi yang ditentukan
pemesan
5. a) Mengevaluasi produk;
melakukan penilaian terhadap benda kerja/layanan
jasa dengan cara membandingkan parameter benda
kerja/layanan jasa yang dihasilkan dengan data
parameter pada spesifikasi order pesanan atau
spesifikasi pada service manual
6. a) Menyerahkan order;
Peserta didik menyerahkan order baik benda
kerja/layanan jasa setelah yakin semua persyratan
spesifikasi order telah terpenuhi, sehingga terjadi
komunikasi produktif dengan pelanggan.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 13


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Kendal


Mata Pelajaran : Pembuatan Busana Costum-Made
Kelas/Semester : XI/ Gasal
Materi Pokok : Pembuatan Blus
Pertemuan ke - :1-5
Alokasi Waktu : 45 menit x 10 JP x 5 pertemuan

A. KOMPETENSI DASAR
3.2 Menerapkan pembuatan blus
4.2 Membuat blus sesuai rancangan (Job sheet)

B. INDIKATOR
3.2 Menerapkan pembuatan blus
1. Menerapkan pembuatan blus dengan menganalisis model blus berdasarkan letak dan titik
tubuh yang sesuai.
2. Menerapkan pembuatan blus dengan menganalisis pecah pola yang sesuai dengan desain,
letak dan titik tubuh serta ukuran
3. Menerapkan pembuatan blus dengan menganalisis prosedur dan teknik memotong yang
sesuai dengan model, jenis bahan yang digunakan dengan memperhatikan arah serat,
efisiensi bahan dan menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja
4. Menerapkan pembuatan blus dengan menganalisis prosedur dan teknik menjahit yang tepat
sesuai dengan desain dengan menerapkan standar kualitas hasil jahitan serta menerapkan
kesehatan dan keselamatan kerja
5. Menerapkan perhitungan harga produk

4.2 Membuat blus sesuai rancangan (Job sheet)

1. Mengambil ukuran pelanggan disesuaikan dengan kebutuhan, desain dan karakteriksik


bentuk tubuh pelanggan
2. Membuat pecah pola sesuai prosedur dengan memperhatikan analisis desain, ukuran tubuh,
jatuhnya pola pada badan disesuaikan dengan desain yang ditentukan dengan menerapkan
standar kualitas mutu pola serta kesehatan dan keselamatan kerja.
3. Memotong bahan sesuai prosedur Kerja dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan
kerja serta menerapkan standar kualitas mutu potongan
4. Menjahit blus sesuai prosedur kerja dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja
serta menerapkan standar kualitas mutu jahitan
5. Menyajikan hasil produk blus sesuai dengan desain dan standar kualitas mutu produk
6. Menentukan harga jual yang pantas

1
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu membuat rancangan blus sesuai dengan desain, pecah pola yang sesuai,
teknik menjahit dan teknik penyelesaian yang tepat
2. Peserta didik mampu membuat pola sesuai dengan desain dan ukuran
3. Peserta didik mampu memotong bahan untuk blus dengan tepat dan memperhatikan K3
4. Peserta didik mampu menjahit blus sesuai prosedur dengan menerapkan standar kualitas dan
kesehatan dan keselamatan kerja
5. Peserta didik mampu mengbuat perhitungan harga jual

D. MATERI PEMBELAJARAN
a. Menganalisis desain dan membuat desain produksi
b. Membuat pola terdiri dari:
Cara mengambil ukuran
Pembuatan pola dasar
Pecah pola
Arah serat dan tanda pola
Kelengkapan pola
c. Memotong terdiri dari:
Persiapan alat dan bahan
Penataan layout pola
Efektifitas penggunaan bahan
Kesesuaian motif dengan desain
Ketepatan teknik memotong
Hasil potongan
Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja dalam memotong
d. Menjahit terdiri dari:
Persiapan alat dan bahan
Hasil menjahit blus
Jahitan bagian depan dan lapisan
Kerah
Lengan
Sambungan sisi, bahu dan kupnat
e. Finishing terdiri dari:
Penyelesaian kelim lengan, kelim bawah
Pemasangan kancing
Pemasangan lubang kancing
f. Pressing terdiri dari:
Pressing awal (pressing lapisan)
Pressing proses (pressing kampuh, kupnat dan sambungan jahitan)
Pressing akhir produk secara keseluruhan
g. Menghitung harga jual

2
E. MODEL/METODE PEMBELAJARAN
a. Pendekatan pembelajaran : Pendekatan saintifik
b. Model pembelajaran : Production Based Training
c. Metode pembelajaran :
a) Ceramah
b) Diskusi
c) Praktik
d) Penugasan

F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1

Kegiatan Pendahuluan
Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar yaitu kerapian dan
kebersihan ruang kelas
1. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum memulai pelajaran.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti
pembelajaran.
4. Guru menyampaikan informasi cakupan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan.
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
6. Guru menyampaikan rancangan penilaian
7. Guru menyampaikan rubrik penilaian
8. Guru memberikan pretest untuk mengetahui sejauhmana peserta didik memahami konsep
pembuatan blus
Kegiatan Inti
9. Guru membentuk kelompok diskusi
10. Guru menampilkan gambar desain blus / sample busana yang akan dipraktekkan
11. Guru meminta siswa membuat perencanaan pembuatan produk yang akan dipraktekkan
12. Guru menugaskan siswa untuk mencari literatur pada buku dan internet
13. Guru memberikan lembar informasi / modul proses membuat blus untuk dipelajari sebagai
bahan peserta didik melakukan analisis
14. Peserta didik mengidentifikasi dan menganalisa model, bahan yang digunakan, kebutuhan
bahan, teknik penyelesaian busana yang disajikan oleh guru.
15. Peserta didik mempersiapkan pecah pola sesuai dengan model
16. Peserta didik membuat rancangan kebutuhan bahan
17. Peserta didik membuat rancangan biaya produksi
18. Peserta didik menganalisis teknik jahit yang tepat yang dapat diterapkan pada proses pembuatan
blus sesuai model
19. Peserta didik membuat rancangan tahapan produksi
20. Guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan perencaaan produksinya.

3
Evaluasi

21. Peserta didik yang lain diminta untuk menilai dan mengkomentari apakah rencana produksi
yang dipaparkan sesuai dan dapat dilanjutkan untuk proses produksi
22. Guru melakukan evaluasi terhadap hasil perencanaan produk yang dibuat oleh peserta didik.
Kegiatan Penutup
23. Guru melakukan refleksi dengan menanyakan materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru
memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman terhadap materi yang sudah
dipelajari.
24. Guru membimbing dan memotivasi peserta didik dalam membuat kesimpulan.
25. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran yang sudah dilakukan
dengan memberikan penguatan terhadap respon peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
26. Guru meminta kepada peserta didik untuk menyiapkan kebutuhan alat dan bahan yang harus
disiapkan untuk pertemuan mendatang.
27. Guru meminta peserta didik membersihkan lab dan merapikan alat-alat sebelum pelajaran
diakhiri.
28. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.

Pertemuan ke-2

Kegiatan Pendahuluan
Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar yaitu kerapian dan
kebersihan ruang kelas
1. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum memulai pelajaran.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti
pembelajaran.
4. Guru menyampaikan informasi cakupan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan
mengaitkan materi sebelumnya
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti
6. Guru mengarahkan peserta didik untuk melakukan proses produksi mulai dari menyiapkan pola
kemudian memotong bahan
7. Guru memberikan bimbingan terbatas pada peserta didik tertentu yang membutuhkan
8. Guru melakukan pendampingan pada proses memotong untuk memastikan kualitas mutu
produk
9. Peserta didik Mengambil ukuran pelanggan disesuaikan dengan kebutuhan, desain dan
karakteriksik bentuk tubuh pelanggan
10. Membuat pecah pola sesuai prosedur dengan memperhatikan analisis desain, ukuran tubuh,
jatuhnya pola pada badan disesuaikan dengan desain yang ditentukan dengan menerapkan
standar kualitas mutu pola serta kesehatan dan keselamatan kerja.
11. Memotong bahan sesuai prosedur Kerja dengan memperhatikan :
Penataan pola pada bahan sesuai arah serat

4
Efektifitas penggunaan bahan
Kesesuaian motif dengan desain
Memotong bahan pada meja potong dan menggunakan alat pemotong yang tajam
Memotong bahan sesuai garis kampuh dengan memperhatikan keselamatan dan
kesehatan kerja
12. Peserta didik memeriksa hasil kualitas mutu potongan sesuai standar
13. Memindahkan tanda pola sesuai dengan garis
Evaluasi
14. Guru melakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan membuat pola dan memotong bahan yang
dilakukan peserta didik, apabila ditemukan hasil yang tidak sesuai dengan standar kualitas
mutu, siswa diminta untuk melakukan perbaikan.
15. Guru melakukan penilaian unjuk kerja membuat pola dan memotong bahan
Kegiatan Penutup
16. Guru melakukan refleksi dengan menanyakan materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru
memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman terhadap materi yang sudah
dipelajari.
17. Guru membimbing dan memotivasi peserta didik dalam membuat kesimpulan.
18. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran yang sudah dilakukan
dengan memberikan penguatan terhadap respon peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
19. Guru meminta kepada peserta didik untuk menyiapkan kebutuhan alat dan bahan yang harus
disiapkan untuk pertemuan mendatang.
20. Guru meminta peserta didik membersihkan lab dan merapikan alat-alat sebelum pelajaran
diakhiri.
21. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.

Pertemuan ke-3

Kegiatan Pendahuluan
Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar yaitu kerapian dan
kebersihan ruang kelas
1. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum memulai pelajaran.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti
pembelajaran.
4. Guru menyampaikan informasi cakupan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan
mengaitkan materi sebelumnya
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti
6. Guru menayangkan video menjahit blus untuk mengulas kembali mengenai tahapan proses
menjahit
7. Guru mengarahkan peserta didik untuk melakukan proses menjahit blus

5
8. Peserta didik Menjahit blus sesuai prosedur kerja dengan memperhatikan keselamatan dan
kesehatan kerja serta menerapkan standar kualitas mutu jahitan
9. Peserta didik menyiapkan alat jahit
10. Peserta didik melakukan pressing awal
11. Peserta didik menjahit bagian-bagian busana sesuai prosedur:
Menjahit kupnat
Menjahit lapisan bagian depan
Menyambung bahu
Menjahit kerah
Menjahit sisi
12. Guru memberikan bimbingan terbatas pada peserta didik tertentu yang membutuhkan
13. Guru melakukan pendampingan pada proses menjahit untuk memastikan kualitas mutu produk
14. Peserta didik melakukan pressing proses
15. Menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja dalam setiap proses menjahit
Evaluasi
16. Guru melakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan menjahit yang dilakukan peserta didik,
apabila ditemukan hasil yang tidak sesuai dengan standar kualitas mutu, siswa diminta untuk
melakukan perbaikan
17. Guru melakukan penilaian unjuk kerja proses menjahit blus dan pressing yang sedang
dilakukan
Kegiatan Penutup
18. Guru melakukan refleksi dengan menanyakan materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru
memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman terhadap materi yang sudah
dipelajari.
19. Guru membimbing dan memotivasi peserta didik dalam membuat kesimpulan.
20. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran yang sudah dilakukan
dengan memberikan penguatan terhadap respon peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
21. Guru meminta kepada peserta didik untuk menyiapkan kebutuhan alat dan bahan yang harus
disiapkan untuk pertemuan mendatang.
22. Guru meminta peserta didik membersihkan lab dan merapikan alat-alat sebelum pelajaran
diakhiri.
23. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.

Pertemuan ke-4

Kegiatan Pendahuluan
Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar yaitu kerapian dan
kebersihan ruang kelas
1. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum memulai pelajaran.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti
pembelajaran.

6
4. Guru menyampaikan informasi cakupan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan
mengaitkan materi sebelumnya
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti
6. Guru mengarahkan peserta didik untuk melanjutkan proses menjahit sesuai lanjutan proses
sebelumnya
7. Guru memberikan bimbingan terbatas pada peserta didik tertentu yang membutuhkan
8. Guru melakukan pendampingan pada proses menjahit dan finishing untuk memastikan kualitas
mutu produk
9. Peserta didik melanjutkan menjahit dan memasang lengan
10. Peserta didik melakukan proses finishing blus
11. Peserta didik menyelesaikan blus dengan teknik penyelesaian yang sesuai dengan menerapkan
standar kualitas mutu
12. Peserta didik membuat lubang kancing sesuai dengan ukuran dan letak yang tepat
13. Pemasangan kancing dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian jenis kancing dengan
produk, serta ketepatan teknik pemasangan dan letak kancing
14. Peserta didik melakukan pressing akhir
15. Menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja dalam setiap proses kerja
Evaluasi
16. Guru melakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan menjahit, finishing dan pressing yang
dilakukan peserta didik, apabila ditemukan hasil yang tidak sesuai dengan standar kualitas
mutu, siswa diminta untuk melakukan perbaikan.
17. Guru melakukan penilaian unjuk kerja proses menjahit, finishing dan pressing
Kegiatan Penutup
18. Guru melakukan refleksi dengan menanyakan materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru
memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman terhadap materi yang sudah
dipelajari.
19. Guru membimbing dan memotivasi peserta didik dalam membuat kesimpulan.
20. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran yang sudah dilakukan
dengan memberikan penguatan terhadap respon peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
21. Guru meminta kepada peserta didik untuk menyiapkan kebutuhan alat dan bahan yang harus
disiapkan untuk pertemuan mendatang.
22. Guru meminta peserta didik membersihkan lab dan merapikan alat-alat sebelum pelajaran
diakhiri.
23. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.

Pertemuan ke-5

Kegiatan Pendahuluan
Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar yaitu kerapian dan
kebersihan ruang kelas
1. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.

7
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum memulai pelajaran.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti
pembelajaran.
4. Guru menyampaikan informasi cakupan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan
mengaitkan materi sebelumnya
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti
6. Guru mengarahkan peserta didik untuk melakukan presentasi hasil produk yang telah dibuat
didepan kelas
7. Guru beserta peserta didik yang lain melakukan evaluasi bersama
8. Guru memberikan arahan pada produk tertentu yang dinilai belum sesuai dengan standar
kualitas mutu produk dengan membandingkannya dengan produk yang sudah sesuai standar
mutu
Evaluasi
9. Guru melakukan evaluasi terhadap keseluruhan hasil produk blus
10. Guru melakukan penilaian hasil keseluruhan produk yang ditampilkan siswa, apabila ditemukan
ada produk yang belum memenuhi kriteria, peserta didik diminta untuk melakukan perbaikan.
Kegiatan Penutup
11. Guru melakukan refleksi dengan menanyakan materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru
memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman terhadap materi yang sudah
dipelajari.
12. Guru membimbing dan memotivasi peserta didik dalam membuat kesimpulan.
13. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran yang sudah dilakukan
dengan memberikan penguatan terhadap respon peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
14. Guru meminta kepada peserta didik untuk menyiapkan kebutuhan alat dan bahan yang harus
disiapkan untuk pertemuan mendatang.
15. Guru meminta peserta didik membersihkan lab dan merapikan alat-alat sebelum pelajaran
diakhiri.
16. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.

A. Alat/Media/Sumber
a. Alat Pembelajaran : LCD Proyektor dan komputer, mesin dan alat jahit, mesin obras, alat
memotong bahan, alat pressing, paspop
b. Media Pembelajaran : video pembelajaran, PPT, Sample produk
c. Sumber Pembelajaran : Bina Busana, Pelajaran Menjahit Pakaian Wanita, Muhammad
Hamzah Wancik, Jakarta Gramedia Pustaka Utama, 1992, Majalah mode, Buku-buku model
busana

B. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian : Penilaian dilakukan selama dan setelah kegiatan pembelajaran

8
2. Rancangan Penilaian :

Aspek yang Bentuk


No Teknik Penilaian Keterangan
dinilai penilaian

1. Sikap Penilaian sikap Observasi Dilakukan selama proses praktik,


afektif untuk memastikan peserta didik
dapat menerapkan sikap kerja
yang baik, mematuhi aturan,
prosedur dan keselamatan dalam
bekerja

2. Pengetahuan Tes kognitif tes tertulis Dilakukan pada awal


pembelajaran untuk memastikan
keterserapan pengetahuan
sebelum peserta didik melakukan
praktik

3. Keterampilan Penilaian analitik Penilaian Dilakukan saat Proses praktik


unjuk kerja berjalan, untuk memastikan
peserta didik menerapkan
prosedur kerja dalam membuat
produk, serta mengevaluasi mutu
produk

Penilaian holistik Penilaian Penilaian rancangan dilakukan


rancangan untuk memastikan alur fikir siswa
produk mengenai produk, analisis desain,
pecah pola, teknik dan langkah
kerja yang disusun sudah sesuai
dan dapat dilaksanakan untuk
kelanjutan produksi, dilakukan
setelah anak menyusun rancangan
produksi

Penilaian Dilakukan saat akhir


tampilan hasil pembelajaran, untuk menganalisa
produk secara keterserapan keseluruhan materi
keseluruhan dari hasil sajian produk.

Bertujuan menganalisa apakah


produk yang dihasilkan sudah
sesuai dengan rancangan/disain
awal

9
3. Tugas :
a. Tugas Terstruktur :
Tugas Pembuatan blus wanita dengan kriteria:
Model blus wanita dengan panjang sampai penggul
Menggunakan kerah berdiri
Lengan suai
Bagian depan menggunakan list dan kancing depan

b. Tugas Non Terstruktur : Survei pasar ( survei di toko pakaian, butik, mall atau
searching di internet ) mengenai :
1. Pecah pola blus
2. Harga jual blus sejenis
3. Kemasan busana
C. Instrumen Penilaian

Instrumen penilaian Sikap dan Pengetahuan dan ketrampilan terlampir.

Mengetahui, Kendal, 19 Juli 2016


Kepala Sekolah Team Guru mata pelajaran

Drs. Suroyo Ani Nugrahani, S.Pd Nurainy, S.Pd


NIP. 196203101987031013 NIP.197510082010012010 NIP. 198104052009032008

10
1
Kisi-Kisi Penilaian
Kisi-Kisi Penilaian Ketrampilan
Ketrampilan

NamaSekolah
Nama Sekolah :: SMK
SMK Negeri
Negeri 11 Kendal
Kendal
Kelas/Semester
Kelas/Semester :: 11/Gasal
11/Gasal
Tahunpelajaran
Tahun pelajaran :: 2016/2017
2016/2017
MataPelajaran
Mata Pelajaran :: Pembuatan
Pembuatan Busana
Busana Costume
Costume
MadeKompetensi
Made Kompetensi Dasar
Dasar :: Membuat
Membuat Blus
Blus

Kompetensi
Kompetensi Teknik
No
No Indikator Pencapaian
Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Soal
Soal
Dasar
Dasar Penilaian
..
Membuatblus
Membuat blus Buatlah sebuah
Buatlah sebuah blus sesuai Penilaian
4.2
4.2 1. Membuat
1. Membuat rancangan
rancangan blus
blus
sesuai rancangan
sesuai rancangan dengan model,
dengan model, dengan unjuk kerja
2. Mengambil
2. Mengambil ukuran
ukuran pelanggan
pelanggan
(Jobsheet)
(Job sheet) tahapan ::
tahapan &
disesuaikan dengan
disesuaikan dengan kebutuhan,
kebutuhan, desain
desain
Penilaian
3. dan
3. dan karakteriksik
karakteriksik
Membuat
Membuat pecah bentuk
bentuk
pecah pola
pola tubuh
tubuh
sesuai
sesuai prosedur
prosedur a. Membuat
a. Membuat
tampilan
pelanggan
pelanggan
dengan
dengan memperhatikan analisis
memperhatikan analisis desain,
desain, perencanaan
perencanaan
hasil produk
ukuran tubuh,
ukuran tubuh, jatuhnya
jatuhnya pola
pola pada
pada badan
badan pembuatan blus
pembuatan
secara
disesuaikan dengan
disesuaikan dengan desain
desain yang
yang dikemas dalam
dikemas
keseluruhan
ditentukan dengan
ditentukan dengan menerapkan
menerapkan standar
standar sebuah proposal
sebuah
serta
kualitas mutu
kualitas mutu pola
pola serta
serta kesehatan
kesehatan dan
dan b. Membuat
b. Membuat blus
penilaian
keselamatan kerja.
keselamatan kerja. dengan tahapan :
dengan
sikap kerja
c. Mengambil
c. Mengambil ukuran,
4. Memotong
4. Memotong bahan
bahan sesuai
sesuai prosedur
prosedur Kerja
Kerja
Memotong,
Memotong,
dengan memperhatikan
dengan memperhatikan ::
menjahit,
menjahit,
Penataan pola
Penataan
pola pada
pada bahan
bahan sesuai
sesuai
menyelesaikan blus
menyelesaikan
arah serat
arah serat
dengan Menerapkan
dengan
Efektifitas penggunaan
Efektifitas
penggunaan bahan
bahan
teknik jahit dan
teknik
Kesesuaian motif
Kesesuaian
motif dengan
dengan desain
desain
penyelesaian busana
penyelesaian
Memotong bahan
Memotong
bahan pada
pada meja
meja potong
potong
dan menggunakan
menggunakan alat
alat pemotong
pemotong yang tepat
yang
dan
d. Menerapkan
d. Menerapkan
yang sesuai
yang sesuai
kesehatan dan
kesehatan
Memotong bahan
Memotong
bahan sesuai
sesuai garis
garis
keselamatan kerja
keselamatan
kampuh dengan
kampuh dengan memperhatikan
memperhatikan
dalam bekerja
dalam
keselamatan dan
keselamatan dan kesehatan
kesehatan kerja
kerja
e. Menghitung
e. Menghitung harga
Mengawasi hasil
Mengawasi
hasil kualitas
kualitas mutu
mutu
jual blus
jual
potongan
potongan
5. Menjahit
5. Menjahit blus sesuai
blussesuai standar
sesuaistandar
prosedur kerja
prosedur kerja
dengan memperhatikan
dengan memperhatikan keselamatan
keselamatan dan
dan
Model Blus:
Model
kesehatan kerja
kesehatan kerja serta
serta menerapkan
menerapkan
standar kualitas
standar kualitas mutu
mutu jahitan
jahitan

6. Menyajikan
6. Menyajikan hasil
hasil produk
produk blus
blus sesuai
sesuai
dengan desain
dengan desain dan
dan standar
standar kualitas
kualitas mutu
mutu
produk
produk
7. Menentukan
7. Menentukan harga
harga jual
jual

22
Nama::
Nama
Kelas::
Kelas

TES TULIS
TES TULIS
MataPelajaran
Mata Pelajaran ::Pembuatan
Pembuatan Busana
Busana Costume
Costume Made
Made
Kelas/Semester
Kelas/Semester ::11
11//gasal
gasal
TahunPelajaran
Tahun Pelajaran ::2016
2016// 2017
2017
No
No Soal essay
Soal essay
11 Amati gambar
Amati gambarberikut
berikut ini
ini dan
dan buatlah
buatlah analisa
analisa mengenai
mengenai
modeltiap
model tiapbagian-bagian
bagian-bagian busana!
busana!
22 Buatlahdaftar
Buatlah daftarukuran
ukuran yang
yang harus
harus disiapkan
disiapkan untuk
untuk membuat
membuat blus
blus dengan model
diatas!
diatas!
33 Menurutanda
Menurut andabagaimanakah
bagaimanakah cara cara menentukan
menentukan pola
pola kerah
kerah dan
dan bagian
bagian depan agar
didapatkanhasil
didapatkan hasilseperti
seperti pada
pada gambar?
gambar?
44 Jelaskancara
Jelaskan carapenataan
penataan pola
pola pada
pada bahan
bahan dengan
dengan mempertimbangkan
mempertimbangkan efektifitas, dan
arahmotif
arah motifseperti
seperti pada
pada gambar!
gambar!
55 Jelaskantahapan
Jelaskan tahapanmemotong
memotong bahanbahan pada
pada model
model blus
blus diatas!
diatas!
66 Menurutanda
Menurut andaapa
apateknik
teknik jahit
jahit yang
yang harus
harus diterapkan
diterapkan untuk
untuk menjahit
menjahit bagian list
depandan
depan dankerah
kerah agar
agar tampak
tampak rapi?
rapi?
77 Jelaskanprosedur
Jelaskan prosedurtahapan
tahapan menjahit
menjahit blus
blus sesuai
sesuai dengan
dengan model
model diatas!
diatas!
88 Kebutuhanpembuatan
Kebutuhan pembuatan sebuah
sebuah blus
blus adalah
adalah sebagai
sebagai berikut
berikut ::
Bahanutama
Bahan utama22meter
meter @@ Rp.40.000
Rp.40.000
Bahanpelengkap
Bahan pelengkapRp
Rp 8.000
8.000
Ongkostenaga
Ongkos tenagakerja
kerja Rp
Rp 30.000
30.000
Penyusutan55%
Penyusutan %dari
dari biaya
biaya produksi
produksi
Laba10
Laba 10% %
Hitunglahharga
Hitunglah hargajualnya!
jualnya!

JAWABAN::
JAWABAN

33
Kunci jawaban dan pedoman penskoran penilaian pengetahuan :
No Kunci Jawaban Skor
1 Model blus kerja, panjang blus sepanggul, kerah setali berdiri, lengan suai, bagian 10
bawah diselesaikan dengan rompok, bagian depan terdapat kombinasi list

Lingkar badan, lingkar pinggang, lingkar panggul, panjang punggung, lebar 10


2 punggung, lebar muka, panjang muka, panjang blus, panjang lengan, lingkar kerung
lengan, lingkar pangkal lengan
3 Pada bagian bahu tertinggi bagian depan dikeluarkan 3 cm, naik keatas 10
menyambung selebar lingkar leher belakang
4 Dalam meletakkan pola di atas bahan langkahnya sebagai berikut: 10
1. Mulai meletakkan pola pola yang besar terlebih dahulu kemudian pola
yang kecil
2. Letak pola tersusun efisien bahan tanpa melalaikan tanda tanda pola
dengan tidak memberikan jeda sisa bahan
3. Letakkan pola di bagian sisi bahan yang baik, agar bekas rader ada pada
bagian sisi bahan yang buruk
4. Semat pola menggunakan jarum pentul. Arah kepala jarum ke dalam
sedangkan ujung jarum menghadap keluar.
Untuk bahan yang kusut, sebaiknya disetrika dulu sebelum pola diletakkan
5 a. Menyiapkan tempat dan alat-alat yang diperlukan 10
b. Menyiapkan pola
c. Memeriksa bahan
d. Meletakkan pola di atas bahan
5. Menggunting bahan
6 Teknik jahit: 10
Bagian bahu dan sisi kampuh buka
Bagian list depan diselesaikan dengan memberi tambahan kain lain yang dijahit pad
bagian dalam keluar kemudian disambung dengan lapisan bagian muka diarahkan
kedalam
7 - Menyiapkan alat dan bahan 10
- Menjahit kupnat
- Menjahit list depan
- Menjahit lapisan depan
- Menjahit bahu
- Menjahit kerah
- Menjahit sisi
- Memasang lengan
- Menyelesaikan kelim
- Membuat lubang kancing dan memasang kancing
8 Biaya bahan : 2 m x 40.000 = 80.000 + biaya bahan pelengkap 10.000 + 10
Ongkos TK 30.000 = 120.000
Biaya penyusutan = 5% x 120.000 =6.000
Biaya produksi = 120.000+6.000 = 126.000
Laba 10 % x 126.000 = 12.600
Harga jual = 126.000 + 12.600 = 138.600

Nilai = Jumlah Skor 80

Keterangan : NILAI = Jumlah skor


8

4
LEMBAR PENILAIAN KETRAMPILAN Sketsa Model
Mata Pelajaran
Tahun Pelajaran
Kelas/Semester
Nama Siswa
Materi
Jenis Produk

A. PENILAIAN PERENCANAAN

SKOR
ANALISIS
NO ASPEK PENILAIAN KETERANGAN
> 70 70 - 79 80 - 89 90 -100 PENCAPAIAN

PERENCANAAN
1 Menerapkan desain
Kesesuain Pecah pola dengan
2
desain
Kesesuaian teknik jahit dengan
3
desain
Kesesuaian rancangan bahan
4
dengan kebutuhuan riil
Kesesuaian rancangan biaya
5 dengan kebutuhan bahan pokok
dan bahan tambahan lainnya
rata-rata skor =

SKOR NILAI (N1)

B. PENILAIAN PROSES

SKOR
ANALISIS
NO ASPEK PENILAIAN KETERANGAN
> 70 70 - 79 80 - 89 90 -100 PENCAPAIAN

PEMBUATAN POLA
1 Ukuran
2 Pembuatan pola dasar
3 Pecah pola
4 Arah serat dan tanda pola
5 Kelengkapan pola
rata-rata skor =
MEMOTONG BAHAN
1 Persiapan alat dan bahan
2 Penataan layout pola
3 Efektifitas penggunaan bahan
4 Hasil potongan
rata-rata skor =
PROSES MENJAHIT
1 Menyiapkan alat dan bahan
2 Menjahit kupnat dan sisi
3 Menjahit bagian depan
4 Memasang kerah
5 Menyelesaikan lengan
rata-rata skor =
FINISHING
1 Penyelesaian kelim
Pemasangan kancing & lubang
2
kancing

5
3 Trimming
rata-rata skor =
PRESSING
1 Pressing awal
2 Pressing proses
3 Pressing Akhir
rata-rata skor =
SKOR
ANALISIS
NO ASPEK PENILAIAN KETERANGAN
> 70 70 - 79 80 - 89 90 -100 PENCAPAIAN

MENGHITUNG HARGA JUAL


Kesesuaian Harga dengan
1
produk yang dihasilkan
rata-rata skor =
KEMASAN BUSANA
Kesesuaian kemasan dengan
1
produk
2 Tampilan Kemasan
rata-rata skor =

SKOR NILAI (N2)

C. PENILAIAN TAMPILAN KESELURUHAN

SKOR
ANALISIS
NO ASPEK PENILAIAN KETERANGAN
> 70 70 - 79 80 - 89 90 -100 PENCAPAIAN

Kesesuaian tema, desain awal


1
dengan hasil
2 Tampilan keseluruhan
3 Kualitas Hasil Produk

SKOR NILAI (N3)

D. PENILAIAN SIKAP KERJA

SKOR
ANALISIS
NO ASPEK PENILAIAN KETERANGAN
> 70 70 - 79 80 - 89 90 -100 PENCAPAIAN

1 Disiplin
Tanggung Jawab Menyelesaikan
2
tugas
3 Mengikuti prosedur kerja
Menyelesaikan pekerjaan tepat
4
waktu
5 Menerapkan K3

SKOR NILAI (N4)

Kesimpulan Penilaian Keseluruhan

6
REKAP PEROLEHAN NILAI

Perencanaan Proses Hasil Sikap Paraf Paraf Orang tanggal


Tanggal
Bobot Guru Tua
NO Nilai Akhir
15 % 40 % 30 % 15 %
N1 N2 N3 N4

LEMBAR OBSERVASI SISWA

SISWA AKTIF MENGIKUTI TANGGUNG MENERAPKAN


NO NIS NAMA DALAM PROSEDUR JAWAB K3 DALAM
PEMBELAJARAN KERJA PEKERJAAN PRAKTIK
K B SB K B SB K B SB K B SB
1 11650 ADIK FITRI RASAWATI
2 11651 AENY JAMIL
3 11652 ALFI KAMIWA FUAD
4 11653 AYU EVA WULANDARI
5 11654 DIAN SAFITRI
6 11655 DINA NIHLATUN NAISAH
7 11656 DWI LAILY ARDIYATI
8 11657 EKA YULI SETYAWATI
9 11658 EMA NURUSSYAFA'AH
10 11659 EVI PIDIYANTI
11 11660 FIKRIYATU DINA
12 11661 FITROTUN NISA
13 11662 KARISATUL LUTFIANA
14 11663 KHUSNUL KHOTIMAH
15 11664 LATIFA KHUSNIA
16 11665 MIRA WIJAYANTI
17 11666 NUR IZZATUL ATIKA
18 11667 NUR KHASANAH
19 11668 NUR MUTTA ALIYAH
RAHMADHA AYU NEVIA
11669
20 AGUSTIN
21 11670 RANI SURYANDARI
RESTAVINOLA ANADIA
11671
22 YOLANDA
23 11672 RISMA WAKHIDATUN
24 11673 ROSALINA
25 11674 SHINTA AYU KARISMA
26 11675 SITI MUNADHIROH
27 11676 SITI NUR ASIAH
28 11677 SITI NUR AZIZAH
29 11678 SRIE TANIA IRVANA

7
30 11679 TRI PRIHARTININGRUM
31 11680 ULUL HIDAYAH
YASINTA UZUNI
11681
32 FAQIHATUN
33 11682 YUNI ARIVA LINA
34 11683 ZULFA ADIBA

CATATAN DAN JURNAL :

Ceklist Obsevasi
Penilaian Presentasi Perencanaan

Nama siswa yang dinilai :


Nama teman yang menilai :
Tanggal pengamatan :
HASIL PENGAMATAN
NO ASPEK PENILAIAN
Kurang Cukup Baik Sangat baik

PERENCANAAN
1 Ketepatan Analisis bagian-bagian busana sesuai desain
2 Kesesuain Pecah pola dengan desain
3 Kesesuaian teknik jahit dengan desain
4 Kesesuaian rancangan bahan dengan kebutuhuan riil
Kesesuaian rancangan biaya dengan kebutuhan bahan
5
pokok dan bahan tambahan lainnya
6 Kesesuaian rancangan dengan kebutuhan produksi
Catatan hasil pengamatan:

Penilai,

Nama & tanda tangan

8
Ceklist Obsevasi
Penilaian Presentasi Hasil Produk

Nama siswa yang dinilai :


Nama teman yang menilai :
Tanggal pengamatan :
HASIL PENGAMATAN
NO ASPEK PENILAIAN
Kurang Cukup Baik Sangat baik

PERENCANAAN
1 Kesesuaian tema, desain awal dengan hasil
2 Tampilan keseluruhan
3 Kualitas Hasil Produk
Catatan hasil pengamatan:

Penilai,

Nama & tanda tangan

Rubrik Penilaian :
Perencanaan
Rubrik Penilaian
No Aspek penilaian
< 70 70 - 79 80 - 89 90 - 100
1 Menerapkan desain Analisis desain Analisis kurang Analisis lengkap, Analisis lengkap dan
desain tidak sesuai lengkap, dan ada tetapi ada beberapa Tepat pada setiap
beberapa yang kurang yang kurang tepat bagian-bangian
tepat dalam dalam menentukan busana
menentukan analisis analisis desain
desain
2 Kesesuain Pecah Pecah pola Ada beberapa poin yang Butuh sedikit Pecah pola pada
pola dengan desain kurang sesuai harus disesuaikan pada penyesuaian pada setiap bagian dibuat
Pecah pola yang dibuat Pecah pola yang sesuai dengan desain
sesuai dengan desain dibuat sesuai
dengan desain
3 Kesesuaian teknik Teknik jahit Ada beberapa poin yang Butuh sedikit Analisis teknik jahit
jahit dengan desain kurang sesuai harus disesuaikan pada penyesuaian pada tepat sesuai dengan
teknik jahit sesuai teknik jahit sesuai desain
dengan desain dengan desain
4 Kesesuaian Rancangan Ada beberapa poin yang Butuh sedikit Rancangan bahan
rancangan bahan bahan tidak harus disesuaikan pada penyesuaian pada dibuat tepat sesuai
dengan sesuai dengan Rancangan bahan Rancangan bahan dengan kebutuhan
kebutuhuan riil kebutuhan disesuaikan dengan disesuaikan dengan bahan secara riil
kebutuhan bahan kebutuhan bahan
secara riil secara riil
5 Kesesuaian Rancangan Kebutuhan bahan Kebutuhan bahan Kebutuhan bahan
rancangan biaya biaya tidak pokok, bahan tambahan pokok, bahan pokok, bahan
dengan kebutuhan sesuai dengan kurang rinci, ada tambahan kurang tambahan dirinci
bahan pokok dan kebutuhan beberapa poin yang rinci, butuh sedikit sesuai dengan
bahan tambahan harus disesuaikan penyesuaian dengan keseluruhan
lainnya dengan kebutuhan kebutuhan kebutuhan

9
Proses Membuat Pola
Rubrik Penilaian
No Aspek penilaian
< 70 70 - 79 80 - 89 90 - 100
1 Ukuran Pengambilan Pengambilan ukuran Pengambilan Pengambilan ukuran
ukuran tidak masih kurang tepat, ukuran ada tepat, dan sesuai
tepat, dan dan ada beberapa tidak beberapa kurang dengan kebutuhan
tidak sesuai sesuai dengan tepat, dan sesuai
dengan kebutuhan dengan kebutuhan
kebutuhan
2 Pembuatan pola Pembuatan Pembuatan pola dasar Pembuatan pola Pembuatan pola
dasar pola dasar kurang sesuai dengan dasar ada beberapa dasar tepat sesuai
tidak tepat dan ukuran kurang tepat tetapi dengan ukuran
tidak sesuai sesuai dengan
dengan ukuran ukuran
3 Pecah pola Pecah pola Pecah pola kurang Pecah pola ada Pecah pola tepat
tidak tepat dan sesuai dengan desain beberapa kurang sesuai dengan desain
tidak sesuai tepat tetapi sesuai
dengan desain dengan desain
4 Arah serat dan Arah serat dan Arah serat dan tanda Arah serat dan Arah serat dan tanda
tanda pola tanda pola pola dibuat kurang tepat tanda pola sesuai pola dibuat tepat dan
tidak tepat dan dan sesuai dengan dengan aturan dan sesuai dengan aturan
tidak sesuai aturan dan desain desain dan desain
dengan aturan
dan desain
5 Kelengkapan pola Pola tidak Pola dibuat kurang Pola dibuat , pola Pola dibuat lengkap,
lengkap, pola lengkap, pola utama, utama, lapisan, pola utama, lapisan,
utama, lapisan, lapisan, saku dan saku dan saku dan
saku dan keseluruhan bagian keseluruhan bagian keseluruhan bagian
keseluruhan yang dibutuhkan yang dibutuhkan yang dibutuhkan
bagian yang
dibutuhkan

Proses Memotong
Rubrik Penilaian
No Aspek penilaian
< 70 70 - 79 80 - 89 90 - 100
1 Persiapan alat dan Alat dan bahan Alat dan bahan Alat dan bahan Alat dan bahan
bahan disiapkankurang disiapkancukup disiapkan lengkap disiapkansangat
lengkap tetapi lengkap dan sesuai dan sesuai lengkap dan sesuai
sesuai kebutuhan kebutuhan kebutuhan kebutuhan
2 Penataan layout Jumlah pola kurang Jumlah pola sesuai Jumlah pola sesuai Jumlah pola sesuai
pola sesuai dengan dengan model, penataan model, penataan model, penataan
model, penataan layout kurang tepat, layout cukup tepat, layout tepat, arah
layout kurang arah serat tidak sesuai arah serat sesuai serat sesuai
tepat, arah serat
tidak sesuai
3 Efektifitas Penggunaan bahan Penggunaan bahan Penggunaan bahan Penggunaan bahan
penggunaan bahan kurang efektif cukup efektif efektif sangat efektif
4 Hasil potongan Hasil potongan Hasil potongan kurang Hasil potongan rapi, Hasil potongan
kurang rapi, dan rapi, tetapi sesuai sesuai dengan garis rapi, sesuai
tidak sesuai dengan garis kampuh kampuh dengan garis
dengan garis kampuh
kampuh

Proses Menjahit
Rubrik Penilaian
No Aspek penilaian
< 70 70 - 79 80 - 89 90 - 100
Alat dan bahan yang Alat dan bahan yang Alat dan bahan yang Alat dan bahan
Menyiapkan alat
1 disiapkan tidak disiapkan cukup disiapkan lengkap yang disiapkan
dan bahan
lengkap lengkap sangat lengkap
Jahitan kupnat dan Jahitan tepat tetapi Jahitan tepat cukup Jahitan kupnat
Menjahit kupnat sisi tidak pada kurang rapi rapi dan sisi tepat
2
dan sisi tempatnya jahitan sangat
rapi

10
Lis bagian depan Lis bagian depan cukup lis bagian depan Jahitan lis
Menjahit bagian tampak bagus, ukuran list tidak bagus, list lurus tampak rapi dan
3
depan bergelombang, posisi lurus lurus
tidak lurus
Kerah tidak rapi dan Kerah cukup rapi , Kerah rapi ukuran Kerah rapi,
tidak pada tetapi ukuran kerah sama, posisi kurang ukuran sama,
4 Memasang kerah
posisinya, ukuran masih ada yang tidak tepat posisi tepat
tidak sama sama
Pemasangan lengan Pemasangan lengan Pemasangan lengan Pemasangan
Menyelesaikan tidak pada cukup tepat, tetapi tepat dan rata lengan tepat,
5
lengan tempatnya, masih bergelombang rapi dan rata
bergelombang

Proses Finishing
Rubrik Penilaian
No Aspek penilaian
< 70 70 - 79 80 - 89 90 - 100
Penyelesaian Penyelesaian kelim Penyelesaian kelim Penyelesaian kelim
kelim kurang cukup rapi, hasil rata cukup rapi, hasil sangat rapi, hasil
1 Penyelesaian kelim rapi, hasil tetapi kurang plat rata dan plat rata dan plat
bergelombang
dan tidak plat
Pemasangan Pemasangan kancing Pemasangan Pemasangan kancing
kancing cukup tepat, lubang kancing tepat, tepat, lubang
Pemasangan
kurang tepat, kancing cukup sesuai lubang kancing kancing sesuai dan
2 kancing & lubang
lubang kancing dan rapi cukup sesuai dan rapi
kancing
kurang sesuai rapi
dan rapi
Trimming Trimming cukup bersih Trimming bersih Trimming sangat
3 Trimming
kurang bersih bersih

Menghitung Harga Jual dan Mengemas


Rubrik Penilaian
No Aspek penilaian
< 70 70 - 79 80 - 89 90 - 100
MENGHITUNG HARGA JUAL
Harga jual yang Harga jual yang Harga jual yang Harga jual yang
Kesesuaian Harga ditampilkan tidak ditampilkan cukup layak ditampilkan layak ditampilkan
1 dengan produk layak dengan dengan produk yang dengan produk yang sangat layak
yang dihasilkan produk yang dihasilkan dihasilkan dengan produk
dihasilkan yang dihasilkan
KEMASAN BUSANA
Kesesuaian Kemasan tidak Kemasan cukup sesuai Kemasan sesuai Kemasan sangat
1 kemasan dengan sesuai dengan dengan jenis produk dengan jenis produk sesuai dengan
produk jenis produk jenis produk

Rubrik Penilaian
Tampilan Keseluruhan
Aspek Rubrik Penilaian
No
penilaian < 70 70 - 79 80 - 89 90 - 100
Hasil tampilan Hasil tampilan produk Hasil tampilan Hasil tampilan produk
produk tidak kurang baik, sesuai produk baik, sesuai sangat sesuai dengan
sesuai dengan dengan tema, desain dengan tema, desain tema, desain dan
Kesesuaian
tema, desain dan kurang memenuhi dan sesuai standar sesuai standar
tema, desain
1 dan tidak sesuai standar kualitas kualitas yang kualitas yang
awal dengan
memenuhi yang diinginkan diinginkan diinginkan
hasil
sesuai standar
kualitas yang
diinginkan
Tampilan Tampilan pressing Tampilan pressing Tampilan pressing
Tampilan pressing kurang baik , jatuhya baik , jatuhya blus amat baik tidak
2
keseluruhan bergelombangg, blus dan lengan di di badan baik, bergelombangg,
jatuhya blus di badan kurang baik,, jatuhnya lengan di jatuhya blus dan

11
badan kurang kerah sesuai standar badan baik, bentuk lengan di badan baik,
baik, bentuk kualitas, penyelesaian lengan, kerah dan bentuk lengan, , kerah
lengan, kerah furing kurang baik kelim bawah sesuai dan kelim bawah rata,
tidak sesuai standar kualitas, penyelesaian furing
standar penyelesaian furing rata dan sangat sesuai
kualitas rata standar kualitas
Kualitas hasil Kualitas hasil produk Kualitas hasil Kualitas hasil produk
produk tidak cukup memenuhi produk baik, dan sangat baik, dan
Kualitas Hasil
3 memenuhi standar kualitas memenuhi standar memenuhi standar
Produk
standar kualitas kualitas
kualitas

Sikap
Rubrik Penilaian
No Aspek penilaian
< 70 70 - 79 80 - 89 90 - 100
Kurang disiplin
Cukup disiplin Sangat Disiplin
dalam Disiplin dalam
1 Disiplin dalam mengerjakan dalam mengerjakan
mengerjakan tugas mengerjakan tugas
tugas tugas
kurang
bertanggung jawab cukup bertanggung Sangat bertanggung
Bertanggung jawab
Tanggung Jawab atas keseluruhan jawab atas jawab atas
atas keseluruhan
2 Menyelesaikan tugas yang keseluruhan tugas keseluruhan tugas
tugas yang
tugas diberikan oleh yang diberikan oleh yang diberikan oleh
diberikan oleh guru
guru guru guru

Prosedur kerja
Cukup baik Prosedur kerja
Mengikuti prosedur tidak diikuti Prosedur kerja
3 mengikuti Prosedur diikuti dengan
kerja dengan baik diikuti dengan baik
kerja sangat baik
Dapat
Menyelesaikan Menyelesaikan Menyelesaikan Menyelesaikan menyelesaikan
4 pekerjaan tepat pekerjaan terlalu pekerjaan cukup pekerjaan tepat pekerjaan sebelum
waktu lama waktu waktu waktu yang
ditentukan
Tidak menerapkan Sangat baik dalam
Cukup menerapkan Baik dalam
K3 pada setiap menerapkan K3
K3 pada setiap menerapkan K3
5 Menerapkan K3 kegiatan pada setiap
kegiatan pada setiap kegiatan
kegiatan

12
13
Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI


KURIKULUM 2013 SMK
(PERBAIKAN)

MATERI:
PRAKTIK (BEST PRACTICE) PENILAIAN
PEMBELAJARAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 0


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

A. Konsep
1. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
mengukur pencaaian hasil belajar peserta Didik (PP Nomor 13 tahun 2015).
2. Ada tiga macam penilaian, yaitu penilaian oleh pendidik, penilaian oleh
satuan pendidikan dan penilaian oleh pemerintah.
3. Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan
informasi/data tentang capaian belajar peserta didik dalam aspek sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan
sistematis untuk memantau proses, kemajuan belajar dan perbaikan hasil
belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar.
4. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan adalah proses pengumpulan
informasi/data tentang capaian belajar peserta didik dalam aspek
pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan
sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah.
5. Penilaian hasil belajar oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan
belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan
hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.
6. Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan:
a. Mengetahui tingkat penguasaan kompetensi.
b. Menetapkan tingkat penguasaan kompetensi.
c. Menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat
penguasaan kompetensi.
d. Perbaikan proses belajar.
7. Lingkup penilaian hasil belajar oleh pendidik meliputi aspek sikap, aspek
pengetahuan, dan aspek keterampilan.
8. Penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif
untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output)
pembelajaran.
9. Penilaian autentik adalah suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan
penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa, dengan menerapkan
prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik,
akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

B. Tahapan Penilaian.
1. Tahap persiapan, meliputi:
a. Mengkaji kompetensi dan silabus sebagi acuan dalam membuat
rancangan dan kriteria penilaian.
Kegiatan penting pada proses ini adalah mencermati dimensi
kompetensi dan materi yang termuat dalam pada kompetensi dasar.
Yang perlu diperhatikan, KD tersebut termasuk ranah pengetahuan,
ranah keterampilan, atau ranah sikap. Apabila KD tersebut termasuk
ranah pengetahuan, level kompetensi seperti apa yang dituntut, apakah
level memahami, menerapkan, menganalisis atau mengevaluasi.
Apabila kompetensi yang terkandung dalam KD tersebut ranah
keterampilan, perlu diidentifikasi apakah keterampilan konkret tingkat
imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi atau naturalisasi atau abstrak
tingkat mengolah, menalar, atau menyajikan.
Hal lain yang perlu dicermati saat melakukan kajian KD adalah adalah
keluasan dan kedalaman materi yang harus dikuasai peserta didik serta
tipe pengetahuan yang akan diujikan.
b. Mengembangkan indikator
Dari hasil kajian akan diketahui dimensi kompetensi yang harus dicapai,
serta ruang lingkup dan kedalaman materi yang harus dikuasai oleh
peserta didik. Hasil kajian kemudian digunakan untuk menyusun
indikator pencapaian kompetensi (IPK). IPK adalah perilaku yang dapat
diukur dan atau diamati untuk menunjukkan ketercapain KD tertentu
yang menjadi acuan penilaian. Oleh karena itu IPK harus selaras
dengan KD. Satu KD bisa diturunkan menjadi beberapa IPK.
c. Membuat rancangan dan kriteria penilaian.
Bentuk penilaian dipilih berdasarkan KD dan IPK. Pada tahapan ini akan
ditentukan bentuk penilaian seperti ulangan, pengamatan, penugasan,
portofolio, dan bentuk-bentuk penilaian lainnya. Instrumen penilaian
dikembangkan berdasarkan IPK dan bentuk penilaian yang dipilih.
Rancangan dan kriteria penilaian dibuatkan dalam bentuk kisi-kisi, yang
memuat komponen KD, IPK, materi, indikator, bentuk penilaian, dan
soal atau tugas.
Semua rancangan tersebut dicantumkan dalam RPP, sebagai sebuah
kesatuan dengan rancangan pembelajaran.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

2. Tahap pelaksanaan.
Pelaksanaan penilaian sangat tergantung dari tujuan penilaian, bentuk
penilaian, serta dimensi atau ranah yang akan dinilai.
Proses penilaian untuk perbaikan proses pembelajaran pelaksanaannya
sedikit berbeda dengan penilaian untuk mengukur sejauh mana
penguasaan peserta didik pada kompetensi tertentu. Demikian pula halnya,
proses penilaian pada ranah sikap berbeda dengan proses penilaian ranah
pengetahuan atau ranah keterampilan. Oleh sebab itu proses penilaian bisa
dilaksanakan sebelum, selama, atau sesudah kegiatan pembelajaran.

3. Tahap analisis hasil penilaian, pengolahan dan tindak lanjut.


Analisis hasil penilaian bertujuan untuk mengetahui indikator apa saja yang
sudah atau belum dikuasai oleh peserta didik. Dari hasil analisis ini dapat
diketahui peserta didik yang memerlukan pembelajaran remedial atau
pembelajaran pengayaan. Adapun pengolahan hasil penilaian disesuaikan
dengan ranah kompetensi, sebagaimana tercantum dalam Panduan
Penilaian pada Sekolah Menengah Kejuruan yang dikeluarkan oleh
Direktorat PSMK. Hasil analisis juga dapat digunakan sebagai salah satu
bahan refleksi untuk perbaikan proses pembelajaran.

C. Kriteria Praktik Penilaian yang Baik


Mengacu pada berbagai model, pendekatan, prinsip, dan tujuannya,
praktik penilaian oleh pendidik disebut baik apabila memenuhi kriteria tersebut
di bawah ini, yaitu:
1. Penilaian dikembangkan dari kurikulum.
2. Memotivasi peserta didik.
3. Menjadi satu kesatuan dalam pembelajaran.
4. Merangsang kompetensi masa depan.
5. Penilaian dilakukan secara konsisten.
6. Dapat digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik
7. Penilaian dapat digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran.
8. Berkaitan dengan kompetensi peserta didik.
9. Realistis dan kontekstual.
Kriteria yang terakhir tersebut adalah tambahan khusus untuk penlaian
autentik, penilaian yang dianjurkan dalam Kurikulum 2013. Kriteria tersebut
diatas dijabarkan lebih spesifik, seperti tersebut di bawah ini.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3
Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

KRITERIA PENILAIAN BAIK OLEH PENDIDIK


NO KOMPONEN SUB KOMPONEN
1. Penilaian a. Teknik penilaian yang digunakan sesuai dengan
dikembangkan dari karakteristik materi dan dimensi kompetensi dari KD.
kurikulum. b. Instrumen penilaian dilengkapi dengan pedoman
penskoran yang jelas dan rubrik yang jelas.
2 Berkaitan dengan a. Menggunakan berbagai cara dan instrumen.
kompetensi peserta b. Menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan
didik. keterampilan.
3. Memotiviasi peserta a. Rancangan penilaian dikomunikasikan kepada peserta
didik. didik.
b. Hasil penilaian dikomunikasikan kepada peserta didik.
c. Peserta didik terlibat dalam proses penilaian.
4. Menjadi satu a. Rancangan penilaian tercantum di dalam silabus dan RPP.
kesatuan dalam b. Menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar
pembelajaran peserta didik.
5. Merangsang a. Memberi kebebasan peserta didik untuk mengonstruksi
kompetensi masa responnya.
depan b. Mencakup keterampilan komunikaksi, kolaborasi,
kreativitas dan inovasi.
6. Penilaian dilakukan a. Dilaksanakan dengan tahapan yang logis.
secara konsisten b. Kesuaian antara rancangan dan pelaksanaan penilaian.
7. Dapat digunakan a. Dilakukan analisis hasil penilaian.
untuk mengetahui b. Dapat mendeteksi kemajuan belajar peserta didik.
hasil belajar peserta c. Dapat digunakan untuk mengetahui kesulitan belajar
didik peserta didik.
8. Penilaian dapat a. Ada program tindak lanjut (pembelajaran remedial dan
digunakan untuk pengayaan).
perbaikan proses b. Dapat digunakan untuk umpan balik perbaikan proses
pembelajaran pembelajaran.
9. Realistis dan a. Menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata*)
kontekstual *) b. Bersifat lintas muatan atau mata pelajaran*)
c. Terkait dengan dunia kerja.*)
d. Menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunia
nyata*)
Keterangan:
*): Tambahan kriteria untuk pendekatan penilaian autentik .

D. Tugas
1. Tugas 1
a. Amati video pembelajaran beserta RPP yang telah disediakan. Gunakan
Format 1 untuk mengamati/menelaah rancangan penilaian dalam RPP
dan Format 2 untuk mengamati/menelaah tayangan video.
b. Identifikasi kelebihan dan kekurangan proses penilaian yang ada dalam
tayangan dan RPP tersebut. Apabila menurut saudara masih ada
kekurangan, berikan solusinya.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

2. Tugas 2
a. Buat rancangan penilaian berupa kisi-kisi dari KD yang disediakan
(peserta dapat memilih KD sendiri).
Gunakan format 3 untuk menyusun kisi-kisi penilaian.
b. Presentasi.

2. Tugas 3
a. Buat instrumen penilaian berupa soal dan kelengkapannya dari KD-KD
yang telah disediakan (peserta dapat memilih KD sendiri), meliputi:
- menyusun kisi-kisi soal,
- merumuskan butir soal,
- kunci jawaban,
- kriteria dan rubrik penilaian (bila diperlukan).
- penentuan skor
Gunakan Format 4 untuk menyusun kisi-kisi soal dan gunakan
instrumen atau format 5 untuk menelaah kisi-kisi tersebut.
Gunakan Format 6, 7, atau 8 untuk mengamati atau menelaah soal
dan kelengkapannya sesuai dengan jenis soal.
b. Presentasi hasil kerja kelompok

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Lampiran 1
FORMAT 1
INSTRUMEN TELAAH RANCANGAN PENILAIAN

Nama Guru :
Nama Sekolah :
Kompetensi Keahlian :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
KD :

Berilah tanda cek ( V) pada kolom hasil telaah pada kolom YA dan TIDAK sesuai sesuai
dengan Berikan catatan atau saran untuk perbaikan sesuai penilaian Anda.
Hasil Telaah
No Aspek Yang ditelaah Catatan
Ya Tidak
1. Rancangan penilaian tercantum dalam
RPP.
2. Bentuk penilaian sesuai dengan
kompetensi yang diuji.
3 Instrumen penilaian disertai pedoman
penskoran dan/atau rubrik yang jelas.
4 Penilaian menggunakan acuan kriteria

5. Mengukur keterampilan berpikir sesuai


dengan tingkatan KD
6 Dilakukan validasi instrumen (telaah dan
moderasi)
Jumlah Ya/Tidak

Komentar terhadap rancangan penilaian secara umum:

, ..
Observer

( .. )

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Lampiran 2:
FORMAT 2:
INSTRUMEN PENGAMATAN VIDEO PENILAIAN PEMBELAJARAN

Nama :
Sekolah :
Kompetensi Keahlian :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
KD :
Berilah tanda cek ( V) pada kolom skor YA dan TIDAK sesuai dengan pengamatan
saudara pada setiap aspek. Berikan catatan atau saran untuk perbaikan sesuai penilaian
Anda.

Hasil
Penelahaan
No. Aspek yang diamati Catatan
Ya Tidak
A Persiapan
1 Merancang penilaian bersamaan
dengan membuat rancangan
pembelajaran.
2 Menelaah Kompetesi dasar.
3 Menetapkan indikator pencapaian
kompetensi.
4 Menetapkan bentuk penilaian.
5 Mengembangkan instrumen sesuai
dengan kurikulum (KD)
6 Melakukan moderasi rancangan
penilaian bersama dengan guru lain.
7 Mengomunikasikan rancangan
penilaian kepada peserta didik (KKM,
teknik penilaian, rubrik)
8 Menggunakan teknik penilaian
ontentik (kuis, pertanyaan lisan,
pemberian tugas, dsb) untuk
memantau kemajuan belajar peserta
didik
9 Menggunakan berbagai strategi,
metode dan teknik sesuai dengan
karakteristik pembelajaran dan
kompetensi.
10 Melibatkan peserta didik dalam
penilaian
11 Melakukan analisis dan mengolah
hasil penilaian
12 Menyampaikan hasil penalian kepada
peserta didik disertai dengan balika

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Hasil
Penelahaan
No. Aspek yang diamati Catatan
Ya Tidak
yang positif.
13 Merencanakan program tindak lanjut
(remedial dan pengayaan)
14 Membuat catatan sebagai bahan
evaluasi dalam rangka
penyempurnaan rencana dan
pelaksanaan pembelajaran.
Jumlah Skor
Skor Maksimum : 14
Kekuatan:

Kelemahan:

.., .........
Observer

( .. )

RUMUS PERHITUNGAN NILAI

Nilai = (Skor perolehan/skor maksimal) x 100%

PERINGKAT NILAI

Amat Baik ( AB) 90 < AB 100


Baik (B) 80 < B 90
Cukup (C) 70 < C 80
Kurang (K) 70

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Penjelasan:
1. Merancang penilaian bersamaan dengan membuat rancangan pembelajaran.
Penilaian adalah bagian yang tak terpisahkan dengan proses pembelajaran. Oleh
karena itu rancangan penilaian menjadi satu kesatuan dalam rancangan
pembelajaran, yang dibuktikan dengan mencantumkannya dalam RPP.
2. Menelaah Kompetesi Dasar.
KD adalah deskripsi mengenai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik
setelah mengikuti proses pembelajaran. Di dalam KD ada dua komponen, yaitu
dimensi kompetensi dan konten atau materi.
Yang perlu diperhatikan dari KD tersebut termasuk ranah pengetahuan, ranah
keterampilan, atau ranah sikap. Apabila KD tersebut termasuk ranah pengetahuan,
level kompetensi seperti apa yang dituntut, apakah level memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluas, dan mencipta.
Apabila kompetensi yang terkandung dalam KD tersebut termasuk ranah
keterampilan, perlu diidentifikasi apakah keterampilan tingkat rendah atau
keterampilan tingkat tinggi.
Hal lain yang perlu diperhatikan saat melakukan kajian KD adalah adalah keluasan dan
kedalaman materi yang harus dikuasai peserta didik serta tipe pengetahuan yang
akan diujikan.
3. Menetapkan indikator pencapaian kompetensi.
Indikator pencapaian kompetensi (IPK) adalah perilaku yang dapat diukur dan atau
diamati untuk menunjukkan ketercapain KD tertentu yang menjadi acuan penilaian.
Oleh karena itu IPK harus selaras dengan KD dan satu KD bisa diturunkan menjadi
beberapa IPK.
Sebagai contoh bentuk keselarasan adalah mencermati KD ranah pengetahuan. Bila
KD tersebut menggambarkan dimensi kognitif C3 maka IPK-nya juga harus C3
(menerapkan). Bila satu KD diturunkan lebih dari satu IPK, maka harus ada IPK yang
C3, dan bisa didahului dengan IPK pada level yang lebih rendah, minimal C2.
4. Bentuk penilaian dipilih berdasarkan IPK dan kompetensi dasar dan indikator
pencapaian kompetensi. Pada tahapan ini akan ditentukan bentuk penilaian seperti
ulangan, pengamatan, penugasan, portofolio, dan bentuk-bentuk penilaian lainnya.
5. Mengembangkan instrumen sesuai dengan kurikulum.
Instrumen penilaian dikembangkan berdasarkan bentuk penilaian, KD, dan IPK.
Pengembangan instrumen dimulai dengan menyusun kisi-kisi sampai penyusunan alat
penilaian.
6. Melakukan moderasi rancangan penilaian bersama dengan guru lain.
Proses moderasi adalah mendiskusikan rancangan penilaian dengan guru atau pihak
lain yang dianggap kompeten untuk memastikan ketepatan instrumen yang
dikembangkan dan mendapatkan masukan untuk perbaikan bila diperlukan.
7. Mengomunikasikan rancangan penilaian kepada peserta didik (KKM, bentuk penilaian,
rubrik).
Telah jelas.
8. Menggunakan teknik penilaian ontentik (kuis, pertanyaan lisan, pemberian tugas, dsb)
untuk memantau kemajuan belajar peserta didik.
Telah jelas
9. Menggunakan berbagai strategi, metode dan teknik sesuai dengan karakteristik
pembelajaran dan kompetensi.
Telah jelas.
10. Melibatkan peserta didik dalam penilaian.
Telah jelas.
11. Melakukan analisis dan mengolah hasil penilaian.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 9
Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Telah jelas.
12. Menyampaikan hasil penilaian kepada peserta didik disertai dengan balikan yang
positif.
Telah jelas.
13. Merencanakan program tindak lanjut (remedial dan pengayaan).
Telah jelas.
14. Membuat catatan sebagai bahan evaluasi dalam rangka penyempurnaan rencana dan
pelaksanaan pembelajaran.
Telah jelas.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 10


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 11


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 12


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 13


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 14


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 15


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Lampiran 6
FORMAT 5
INSTRUMEN TELAAH KISI-KISI SOAL

Hasil Telaah
No Aspek yang Diamati Catatan
Ya Tidak
1 KD 3 (pengetahuan) sesuai
dengan silabus/kurikulum
2 KD 4 (keterampilan) sesuai
dengan silabus/kurikulum
3 KD 3 (pengetahuan) sesuai
dengan kriteria
4 KD 4 (keterampilan) sesuai
dengan kriteria
5 IPK KD 3 (pengetahuan)
memenuhi kriteria
6 IPK KD 4 (keterampilan)
memenuhi kriteria
7 Materi memenuhi kriteria

8 Indikator soal memenuhi


kriteria
9 Bentuk soal memenuhi kriteria

10 Butir soal memenuhi kriteria

Catatan :

, .........
Observer

( .. )

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 16


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT 6

INSTRUMEN TELAAH SOAL PILIHAN GANDA


Sekolah :
Kompetensi Keahlian :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
KD :
Berilah tanda cek( V) pada kolom YA dan TIDAK sesuai pengamatan saudara.
Berikan catatan atau saran untuk perbaikan sesuai penilaian Anda.
Hasil Telaah
Catatan
No. Aspek yang Diamati Tidak
Ya Tidak
A. Isi

1 Soal sesuai indikator


2 Ada batasan pertanyaan atau
pernyataan yang mengarah kepada
jawaban yang diharapkan
3 Pilihan jawaban homogen dan logis
4 Terdapat satu jawaban yang paling
benar
B Konstruksi
5 Ada petunjuk yang jelas cara
mengerjakan soal
5 Ada pedoman penyekoran
7 Tabel gambar, grafik.peta,atau
sejenisnya disajikan jelas dan terbaca
8 Memuat pernyataan secara tepat dan
efisien
9 Pernyataan tidak ada petunjuk ke
arah jawaban
10 Tidak memiliki pernyataan negatif
ganda
11 Panjang rumusan jawaban relatif
sama
12 Pilihan jawaban memuat isi materi

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 17


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Hasil Telaah
Catatan
No. Aspek yang Diamati Tidak
Ya Tidak
bukan mengulang benar semua atau
salah semua
13 Penggunaan angka dan waktu
berurutan
14 Bukan soal berangkai antar nomor
C Bahasa
15 Rumusan soal menggunakan bahasa
sederhana/ komunikatif
16 Butir soal menggunakan bahasa yang
sesuai dengan kaidah bahasa pada
mata pelajarannya
17 Rumusan soal menggunakan kata-
kata/kalimat yang tidak
menimbulkan penafsiran ganda atau
salah penafsiran
18 Rumusan soal tidak mengandung
kata-kata yang dapat menyinggung
perasaan peserta ujian/ulangan
19 Rumusan soal menggunakan bahasa
denotatif/ bukan konotatif
Rekomendasi Diterima/Revisi/Ditolak *)

Catatan :

, .........
Observer

( .. )

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 18


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Lampiran 8
FORMAT 7
INSTRUMEN TELAAH SOAL URAIAN

Sekolah :
Kompetensi Keahlian :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
KD :
Berilah tanda cek( V) pada kolom YA dan TIDAK sesuai pengamatan saudara.
Berikan catatan atau saran untuk perbaikan sesuai penilaian Anda.
Hasil Telaah
Aspek yang Diamati Tidak Catatan
No.
Ya Tidak

1 Soal sesuai dengan indicator


2. Materi yang ditanyakan sesuai
dengan tujuan pengukuran
3 Batasan pertanyaan dan jawaban
yang diharapkan sudah sesuai.
4 Rumusan soal atau pertanyaan
menggunakan kata tanya yang
menuntut jawaban uraian, misalnya
jelaskan, uraikan, mengapa, dsb.
5. Kalimat komunikatif dan tidak
menimbulkan penafsiran ganda.
6 Tabel, gambar, grafik, peta, atau
yang sejenisnya disajikan dengan
jelas, terbaca dan berfungsi.
7 Ada petunjuk yang jelas tentang cara
mengerjakan soal.
8 Butir soal dilengkapi kunci jawaban,
pedoman penilaian, dan kriteria atau
rubrik yang jelas.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 19


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

9 Menggunakan bahasa yang baku.


10 Menggunakan bahasa yang tidak
menimbulkan penafsiran ganda.
Rekomendasi Diterima/Revisi/Ditolak *)

Catatan :

, .........
Observer

( .. )

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 20


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

Lampiran 9
FORMAT 8

INSTRUMEN TELAAH PENILAIAN KETERAMPILAN

Sekolah :
Kompetensi Keahlian :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
KD :
Berilah tanda cek( V) pada kolom YA dan TIDAK sesuai pengamatan saudara.
Berikan catatan atau saran untuk perbaikan sesuai penilaian Anda.

Hasil Telaah
Aspek yang Diamati Tidak Catatan
No.
Ya Tidak

1 Bentuk soal atau tugas sesuai


dengan indikator (praktek, projek,
portofolio)
2. Materi yang diujikan sesuai dengan
tujuan.
3 Batasan tugas dan hasil pekerjaan
yang diharapkan sudah sesuai.
4
Rumusan tugas atau pertanyaan
menggunakan kata tanya yang
menuntut kegiatan, misalnya langkah
kerja persiapan, proses dan
keselamatan kerja, dsb.
5. Alat dan bahan kebutuhan tugas
sesuai kebutuhan
6 Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang
sejenisnya disajikan dengan jelas,

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 21


Praktik (Best Practice) Penilaian Pembelajaran

terbaca dan berfungsi.


7 Ada petunjuk yang jelas tentang cara
mengerjakan tugas
8 Instrumen dilengkapi dengan
pedoman penilaian, dan kriteria atau
rubrik yang jelas.
Rekomendasi Diterima/Revisi/Ditolak *)

Catatan :

, .........
Observer

( .. )

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 22


BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013 SMK

MATERI:
PENGOLAHAN DAN PELAPORAN
HASIL BELAJAR

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

PENGOLAHAN DAN PELAPORAN HASIL BELAJAR

A. Konsep
1. Pengolahan hasil belajaradalah suatu proses yang dilakukan untuk mengetahui
tingkat pencapaian hasil belajar peserta didik dengan caramenghitung
perolehan nilai akhir, baik kompetensi sikap, pengetahuan, maupun
keterampilan pada setiap mata pelajaran,yang selanjutya digunakan untuk
membuat laporan hasil belajar untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait.
2. Pelaporan hasil belajar adalah bentuk laporan hasil pengolahan nilai proses dan
hasil belajar siswa pada kurun waktu tertentu yang dilakukan oleh pendidik,
yang selanjutnya digunakan oleh satuan pendidikan untuk mengisi rapor.Rapor
adalah laporan capaian hasil belajar siswa dalam bentuk angka dan deskripsi.

3. Pelaporan hasil ujian sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan dalam bentuk
ijazah.

4. Ijazah adalah pengakuan terhadap prestasi dan penyelesaian belajar peserta


didik setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan
terakreditasi.

5. Pelaporan hasil ujian nasional yang dilakukan oleh pemerintah dalam bentuk
Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN).

6. Pelaporan hasil penilaian UUK dilakukan oleh satuan pendidikan terakreditasi


dalam bentuk paspor keterampilan sesuai dengan unit kompetensi yang telah
dicapai.
7. Paspor Keterampilan (Skill Passport) adalah dokumen rekaman pengakuan atas
kompetensi yang telah dicapai oleh peserta didik..Dokumen ini berisi tentang
kompetensi dasar-kompetensi dasar yang sudah dipelajari dan diujikan dan
keterangan lain yang diperlukan.
8. Pelaporan hasil penilaian UKK dilakukan oleh LSP-P1 atau satuan pendidikan
terakreditasi bersama DUDI dalam bentuk sertifikat kompetensi keahlian
dengan memperhatikan paspor keterampilan.

9. Pelaporan hasil penilaian Skema Sertifikasi Profesi dilakukan oleh satuan


pendidikan terakreditasi atau LSP-P1 dalam bentuk paspor keterampilan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

dan/atau sertifikat kompetensi sesuai dengan unit kompetensi yang telah


dicapai.

10. Pelaporan hasil penilaian RPL dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan
ketentuan dalam bentuk surat keterangan pengakuan kompetensi yang
dimiliki peserta didik.

11. Pelaporan hasil penilaian teaching factory atau technopark dilakukan oleh
satuan pendidikan dan/atau DUDI dalam bentuk paspor keterampilan atau
sertifikat kompetensi(teaching factory atau technopark).

B. Deskripsi
1. Nilai Sikap
a. Hasil penilaian sikap dalam bentuk deskripsi.
b. Predikat untuk sikap spiritual dan sikap sosial dinyatakan dengan A= sangat
baik, B= baik, dan D= kurang.
c. Deskripsi sikap terdiri atas keberhasilan dan/atau ketercapaian sikap yang
diinginkan dan sikap yang belum tercapai yang memerlukan pembinaan dan
pembimbingan. Deskripsi dalam bentuk kalimat positif, memotivasi dan bahan
refleksi.

Gambar 1. Skema Penilaian Sikap.


Langkah-langkah untuk membuat rekapitulasi penilaian sikap selama satu semester:
a. Wali kelas, guru mata pelajaran, danguru BKmengelompokkan (menandai)
catatan-catatanjurnal ke dalam sikap spiritual dan sikap sosial.
b. Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BKmembuat rumusandeskripsi
singkatsikap spiritual dan sikap sosial sesuai dengan catatan-catatanjurnal
untuk setiap siswayangditulis dengan kalimat positif. Deskripsi tersebut

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

menyebutkan sikap/perilaku yang sangat baikdan/atau baikdan yang perlu


bimbingan.
c. Wali kelas mengumpulkan deskripsi singkat (rekap) sikap dari guru mata
pelajaran dan guru BK, kemudian menyimpulkan (merumuskan deskripsi)
capaian sikap spiritual dan sosial setiap siswa.

Berikut ini contoh deskripsi dari hasil observasi sikap spritual dan sikap sosial untuk
mengisi buku rapor.

Contoh deskripsi sikap spiritual:

Maudhita:

Selalubersyukur, selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan, toleran pada agama


yang berbeda dan perlu meningkatkan ketaatan beribadah

Contoh Deskripsi sikap sosial

Maudhita:

Selalubersikap santun, peduli, percaya diri, dan perlu meningkatkan sikap


jujur, disiplin, dan tanggungjawab

Memiliki sikap santun, disiplin, dan tanggung jawab yang baik, responsif dalam
pergaulan; sikap kepedulian mulai meningkat.
Contoh Deskripsi Sikap Sosial

Berdasarkan nilai sikap yang dilakukan guru PPKn, guru Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti, guru BK dan wali kelas yang didasarkan masukan guru Mapel,
selanjutnya dilakukan rekapitulasi penilaian sikap oleh wali kelas dengan contoh
format seperti berikut.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3


Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4


Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

2. Nilai Pengetahuan

a. Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian selama satu semester,
penilaian tengah semester dan penilaian akhir semester

b. Nilai akhir pencapaian pengetahuan dari penilaian harian, penilaian tengah


semester dan penilaian akhir semester dapat dilakukan dengan pembobotan
atau dirata-rata. Besaran pembobotan nilai harian, nilai tengah semester dan
nilai akhir semester diserahkan kepada sekolah.

Tabel 2. Contoh Pengolahan Nilai Pengetahuan (Dengan Pembobotan)

Penjelasan Tabel 2.
Nilai akhir per KD diperoleh dari nilai penugasan, penugasan harian dengan bobot
masing-masing 1 : 3.
Nilai harian adalah nilai rata-rata dari nilai per KD.
Nilai akhir dari seluruh KD pengetahuan diperoleh dari nilai harian, nilai UTS dan nilai
UAS dengan bobot masing-masing 4 : 2 : 2.
Nilai akhir Aliansyah pada rapor adalah
(72,82x4) + (72x2) + (80x2) = 74,1
8
c. Nilai akhir pengetahuan pada rapor ditulis dalam bentuk angka skala 0 100 dan
predikatdilengkapi dengandeskripsi singkat kompetensi yang menonjol/tertinggi dan
terendah berdasarkan pencapaian KD selama satu semester.Jika nilai lebih kecil dari
70 (<70), predikatnya Kurang/Belum Tuntas; Nilai(70-85), peredikatnya Baik,

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5


Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

dan (86-100) predikatnya Sangat Baik. Dengan demikian nilai Aliasyah =74,1
termasuk kategori BAIK

Contoh Deskripsi
Sangat menonjol pada pemahaman teknologi web server, perlu
peningkatan pemahanan pada struktur pengendali program.

3. Nilai Keterampilan
Penilaian per KD yang dilakukan satu kali tes dan mengunakan satu bentuk tes, maka
nilai KD adalah nilai dari tes tersebut.

Hasil penilaian pada setiap KD keterampilan adalah nilai optimal jika penilaian
dilakukan dengan teknik yang sama dan objek KD yang sama.

Penilaian per KD yang dilakukan dengan dua teknik penilaian yang berbeda misalnya
proyek dan produk atau praktik dan produk, maka nilai KD tersebut dapat dirata-
rata atau dapat juga dilakukan pembobotan.

Nilai akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran adalah rerata dari semua nilai KD
keterampilan atau KD dari KI-4 dalam satu semester.

Tabel 3. Pengolahan Nilai Keterampilan.


KD Praktik Produk Proyek Portofolio Nilai Akhir
(Pembulatan)
4.1 86 86
4.2 74 82 82
4.3 92 92
4.4 78 82 80
Rerata 85

Keterangan :
Nilai Akhir KD
Nilai KD 4.1 adalah 86, karena hanya satu kali tes
Nilai KD 4.2 adalah 82, karena dilkukan dua kali tes dalam bentuk tes yang sama
yaitu praktik (74 dan 82)

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

Nilai KD 4.4 adalah 80, karena dilakukan dua kali tes dalam bentuktes produk (78)
dan tes proyek (82)
Nilai akhir keterampilan mata pelajaran adalah rerata dari semua nilai KD.

Nilai KD 4.1 s.d KD 4.4 adalah (86+82+92+80)/4 = 85

Tabel 4. Pengolahan Nilai Keterampilan.

Penjelasan Tabel 4.
Nilai per KD keterampilan diambil dari nilai proses, produk dan proyek dengan bobot
nilai 1 : 1 : 2. Untuk KD yang hanya menggunakan 2 (dua) teknik penilaian maka nilai
per KD disesuaikan dengan teknik dan bobot penilaian yang digunakan. Pembobotan
diserahkan ke satuan pendidikan.

Nilai akhir keterampilan untuk seluruh KD merupakan nilai rerata.

Nilai akhir keterampilan pada rapor ditulis dalam bentuk angka skala 0 100 dan
predikat, dilengkapi dengan deskripsi singkat kompetensi yang menonjol/tertinggi dan
terendah berdasarkan pencapaian KD selama satu semester.

Contoh Deskripsi

Sangat menonjol pada keterampilan mengolah data melalui pustaka standar, perlu
peningkatan keterampilan menyajikan aplikasi interaktif pada web server dan
mengolah data pada file.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7


Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

4. Nilai Remedial dan Pengayaan

Pengolahan penilaian hasil pembelajaran remedial dan pengayaan dilakukan sebagai


berikut:

a. Nilai akhir setelah remedial untuk ranah pengetahuan dihitung dengan mengganti
nilai indikator yang belum tuntas dengan nilai hasil remedial, selanjutnya diolah
dengan rerata nilai seluruh KD.
b. Nilai akhir setelah remedial untuk ranah keterampilan diambil dari nilai optimum.
c. Penilaian hasil belajar pengayaan berbentuk portofolio.

5. Kenaikan Kelas

Kriteria kenaikan kelas adalah sebagai berikut:


a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester;
b. Deskripsi sikap minimal BAIK;
c. Deskripsi kegiatan ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan minimal BAIK;
d. Tidak memiliki 3 (tiga) mata pelajaran yang belum mencapai KKM yang bukan
berasal dari C2 dan C3
e. Seluruh mata pelajaran C2 dan C3 mencapai KKM.
Apabila ada kompetensi dalam mata pelajaran tertentu di kelompok A, B, dan Cyang
tidak mencapai KKM pada semester ganjil dan/atau semester genap, maka guru
harus melakukan remedial secukupnya. Nilai akhir diambil dari rerata semester ganjil
dan genap mata pelajaran tersebut.
f. Satuan pendidikan dapat menambahkan kriteria lain sesuai dengan kebutuhan
masing-masing.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

Tabel 5a. Contoh 1. Rapor siswa yang tidak naik kelas

Semester 1 Semester 2

Mata Pelajaran KI-3 KI-4 KI-3 KI-4

KKM Angka KKM Angka KKM Angka KKM Angka

1. Muatan Nasional

Pendidikan Agama dan


70 75 70 75 70 75 70 80
Budi Pekerti

PPKn 70 65 70 75 70 75 70 75

Bahasa Indonesia 70 85 70 85 70 85 70 85

Matematika 70 60 70 50 70 70 70 80

Sejarah Indonesia 70 75 70 85 70 85 70 85

Bahasa Inggris dan


Bahasa Asing Lainnya
a. Bahasa Inggris 70 75 70 75 70 80 70 80

b. Bahasa Asing ..
_ _ _ _ 70 75 70 75

2. Muatan Kewilayahan

Seni Budaya 70 80 70 75 70 70 70 75

Pendidikan Jasmani,
Olah Raga, dan 70 75 70 75 70 75 70 75
Kesehatan

3. Muatan Peminatan Kejuruan

C1. Dasar Bidang Keahlian

Pemrograman 70 65 70 70 70 70 70 85

C2. Dasar Program Sudah mencapai KKM


Keahlian

C 3. Kompetensi Keahlian Sudah mencapai KKM

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 9


Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

Tabel 5b. Contoh 2. Rapor siswa yang Tidak Naik Kelas.

Semester 1 Semester 2

Mata Pelajaran KI-3 KI-4 KI-3 KI-4

KKM Angka KKM Angka KKM Angka KKM Angka

1. Muatan Nasioanal

Pendidikan Agama
70 75 80 80 70 80 70 80
dan Budi Pekerti

PPKn 70 85 70 85 70 85 70 80

Bahasa Indonesia 70 80 70 75 70 85 70 75

Matematika 70 75 70 75 70 70 70 70

Sejarah Indonesia 70 80 70 75 70 80 70 75

Bahasa Inggris dan


Bahasa Asing Lainya
a. Bahasa Ingris
70 75 70 75 70 80 70 80
b. Bahasa Asing
_ _ _ _ 70 75 70 75

2. Muatan Kewilayahan

Seni Budaya 70 85 70 75 70 75 70 75

Pendidikan Jasmani,
Olah Raga, dan 70 80 70 75 70 80 70 80
Kesehatan

3. Muatan Peminatan Kejuruan

C 1. Dasar Bidang Keahlian Sudah mencapai KKM

C 2. Dasar Program Keahlian

....................... 70 70 70 60 70 75 70 75

C 3. Paket Keahlian Sudah mencapai KKM

Pada Tabel 5a terlihat ada 3 mata pelajaran yang belum tuntas atau kompeten yaitu:

1) PPKn: perolehan nilai akhir semester 1 KI-3 sebesar 65 dan KI-4 sebesar 75, karena
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 10
Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

aspek pengetahuan belum tuntas maka mata pelajaran PPKn pada semester 1(satu)
dinyatakan belum tuntas.

2) Matematika: perolehan nilai akhir semester 2KI-3sebesar 60 dan KI-4 sebesar 50,
karena aspek pengetahuan dan keterampilan belum tuntas maka mata pelajaran
Matematika pada semester 2 dinyatakan belum tuntas.

3) Pemrograman: perolehan nilai akhir semester 1 KI-3 sebesar 70 dan KI-4 sebesar 60,
karena aspek Keterampilan belum tuntas maka mata pelajaran Pemrograman pada
semester 1 dinyatakan belum tuntas.

Hal ini menggambarkan bahwa ada 3 mata pelajaran baik di semester 1 dan 2 yang
belum tuntas di muatan Nasional (PPKn dan Matematika) dan /atau muatan
peminatan Kejuruan (Dasar Pemograman)

4) Pada tabel 5b terlihat, salah satu mata pelajaran Dasar Program Keahlian perolehan
nilai akhir semester 1 pada KI-3 sebesar 70 dan KI-4 sebesar 60. Karena aspek
keterampilan belum tuntas, maka salah satu mata pelajaran Dasar Program Keahlian
tersebut pada semester 1 dinyatakan belum tuntas.

Latihan

Lakukanlah pengolahan dan pelaporan hasil belajar dari mata pelajaran yang
diampu menggunakan format penilaian sesuai contoh atau mengunakan
aplikasi yang telah disediakan

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 11


BIMTEK PENYEGARAN INSTRUKTUR DAN PELATIHAN
GS KURIKULUM 2013

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MATERI PELATIHAN:
SPEKTRUM KEAHLIAN
PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
Materi Bimtek Penyegaran Instruktur dan Pelatihan GS Kurikulum 2013 SMK
SPEKTRUM KEAHLIAN
PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
A. Konsep

1. Latar Belakang

Penjelasan Pasal 15 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) menegaskan bahwa Pendidikan
kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta
didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Selanjutnya pada Pasal
36 ayat (2) dijelaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis
pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
Bekerja pada bidang tertentu sebagaimana dimaksud UU Sisdiknas di atas
disesuaikan dengan jenis-jenis bidang pekerjaan yang tersedia di lapangan
kerja, baik bekerja mandiri atau berwirausaha maupun bekerja pada pihak lain.
Karena itulah, penerapan prinsip diversifikasi dalam pengembangan Kurikulum
SMK diwujudkan dengan keharusan berorientasi terhadap jenis-jenis bidang
pekerjaan atau keahlian yang berkembang dan dibutuhkan di dunia kerja.
Selaras dengan hal tersebut dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun
2016 tentang Revitalisasi SMK maka kurikulum SMK perlu disempurnakan dan
diselaraskan dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna (link and match).

Dalam rangka penyelarasan kurikulum SMK dengan tuntutan dunia kerja


(demand driven), diperlukan re-engineering program pendidikan kejuruan
melalui Spektrum Keahlian Pendidikan Menegah Kejuruan (PMK). Hal lain yang
menjadi latar belakang perlunya re-engineering SMK adalah adanya tuntutan
kompetesi abad 21 dan masih rendahnya softskils yang dimiliki lulusan SMK.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka diterbitkan Keputusan Direktur Jenderal


Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor:
4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah
Kejuruan menggantikan Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan
yang dikeluarkan tahun 2013. Pada keputusan tersebut ditegaskan bahwa
Spektrum sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam pembukaan dan
penyelenggaraan bidang/program/kompetensi keahlian pada SMK/MAK.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 1


Materi Bimtek Penyegaran Instruktur dan Pelatihan GS Kurikulum 2013 SMK
2. Pengertian
Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) adalah jenis-jenis
program pendidikan serta rambu-rambu penyelenggaraannya, sebagai acuan
dalam membuka dan mengembangkan program pendidikan pada SMK/MAK.
Jenis-jenis program pendidikan pada Spektrum Keahlian diorganisasikan dalam
bentuk Bidang Keahlian, Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian; dilengkapi
dengan ruang lingkup kompetensi untuk masing-masing Kompetensi Keahlian.

a. Bidang Keahlian

Merupakan kumpulan Program Keahlian yang memiliki kesamaan


karakteristik dan memerlukan dasar bidang kajian yang sama.

b. Program Keahlian

Merupakan kumpulan Kompetensi Keahlian yang memiliki kesamaan


karakteristik dasar-dasar keahlian/pekerjaan/tugas.

c. Kompetensi Keahlian

Merupakan satuan program pendidikan dan pelatihan yang didasarkan


atas tugas-tugas pada jabatan/pekerjaan tertentu, dengan durasi satuan
pendidikan menengah 3 atau 4 tahun.

Pada setiap Kompetensi Keahlian yang dibuka, SMK dapat mengkhususkan


kompetensi tertentu sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja terkait
(konsentrasi keahlian) dengan tidak mengabaikan kemampuan dasar
keahlian yang bersangkutan.

B. Tujuan

Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan ditetapkan dengan tujuan


sebagai berikut.

1. Memberikan acuan dalam pengembangan dan penyelenggaraan program


pendidikan di SMK/MAK, khususnya dalam pembukaan dan penyelenggaraan
bidang/program/kompetensi keahlian;

2. Memberikan acuan dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran;

3. Menentukan tingkat efektivitas dan relevansi pendidikan pada SMK/MAK, dan

4. Memberikan acuan untuk pelaksanaan penilaian dan akreditasi SMK/MAK.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 2


Materi Bimtek Penyegaran Instruktur dan Pelatihan GS Kurikulum 2013 SMK
C. Fungsi Spektrum Keahlian PMK

1. Dasar dan acuan pengembangan dan peningkatan mutu, relevansi, dan


daya saing lulusan SMK/MAK, baik nasional, regional mauoun internasional.

2. Dalam konteks penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada SMK/MAK


merupakan acuan dalam:

a. Pembukaan dan penyelenggaraan bidang/program/kompetensi keahlian;

b. Pengembangan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian


pendidikan dan pelatihan;

c. Penentuan tingkat efektivitas dan relevansi pendidikan dan pelatihan


pada SMK/MAK, dan

d. Pelaksanaan akreditasi SMK/MAK.

D. Deskripsi

Jenis-jenis program pendidikan pada SMK/MAK disebut spektrum keahlian, karena


jurusan-jurusan yang dikembangkan di SMK/MAK disesuaikan dengan keahlian-
keahlian atau jabatan-jabatan pekerjaan (job titles) yang ada dan berkembang di
dunia kerja, bukan didasarkan atas disiplin keilmuan. Suatu keahlian atau jabatan
pekerjaan (job title) dapat merupakan hasil pemfusian dari sejumlah disiplin
keilmuan.

1. Perancangan Spektrum Keahlian PMK

a. Menggambarkan kebulatan tujuan umum Pendidikan Menengah Kejuruan


yaitu bekerja, melanjutkan, wirausaha yang dikenal dengan istilah BMW.

b. Merefleksikan beliefs dan perspektif dari pemangku kepentingan (dunia


kerja, Pemerintah, masyarakat), konstituen (karir individu baik lokal,
nasional, global).

c. Membentuk arus aktivitas dan wawasan masa depan, adaptif terhadap


perubahan.

Dasar dan acuan pengembangan dan peningkatan mutu, relevansi, dan daya
saing lulusan SMK/MAK, baik nasional, regional mauoun internasional.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 3


Materi Bimtek Penyegaran Instruktur dan Pelatihan GS Kurikulum 2013 SMK
2. Spektrum Keahlian yang Berlaku

Spektrum Keahlian PMK yang berlaku saat ini adalah Keputusan Direktur
Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor: 4678/D/KEP/MK/2016. Spektrum tersebut terdiri atas 9 (sembilan)
Bidang Keahlian, 48 Program Keahlian, dan 142 Kompetensi Keahlian yang
terbagi atas 108 Kompetensi Keahlian untuk Program Pendidikan 3 tahun
dan 34 Kompetensi Keahlian untuk Program Pendidikan 4 tahun (Table 1) .

Tabel 1. Rekapitulasi Daftar Program Keahlian


Pendidikan Menengah Kejuruan

KOMPETENSI KEAHLIAN
PROGRAM
BIDANG KEAHLIAN
KEAHLIAN
3 TH 4 TH Total

1. Teknologi dan Rekayasa 13 42 16 58


2. Energi dan Pertambangan 3 5 1 6

3. Teknologi Informasi dan 2 5 1 6


Komunikasi
4. Kesehatan dan Pekerjaan 5 6 1 7
Sosial
5. Agribisnis dan 5 13 7 20
Agroteknologi
6. Kemaritiman
4 9 1 10

7. Bisnis dan Manajemen


3 5 0 5

8. Pariwisata 4 5 3 8

9. Seni dan Industri Kreatif 9 18 4 22

Total 48 108 34 142

Kompetensi Keahlian memiliki karakteristik berikut:

a. Membentuk lulusan agar menguasai satu jenis jabatan pekerjaan (profesi/


keahlian) formal yang berjenjang, pengalaman belajar atau skills yang
diperoleh bermakna untuk hidup mandiri dan atau melanjutkan
pendidikan, serta lapangan kerja lulusan terdeskripsikan secara jelas dan
spesifik.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 4


Materi Bimtek Penyegaran Instruktur dan Pelatihan GS Kurikulum 2013 SMK
b. Ruang lingkup kompetensi mengacu kepada standar kompetensi yang
dibutuhkan oleh dunia kerja dan diakui, dikemas dengan
memperhatikan rambu-rambu SKKNI dan KKNI.

c. Memerlukan waktu tatap muka terstruktur untuk kejuruan/peminatan


(C1, C2, C3) + 2916 jp @ 45 menit untuk program 3 tahun atau + 4428
jp @ 45 menit untuk program 4 tahun.

d. Perbedaan muatan kompetensi kejuruan (C2 dan C3) satu kompetensi


keahlian dengan kompetensi keahlian lainnya dalam satu program
keahlian minimal 35 %, dilihat dari bobot beban belajar.

e. Mempertimbangkan tahapan dan perkembangan peserta didik secara


fisik maupun psikologis.

Rincian lengkap ke seluruh Kompetensi Keahlian tertera pada Lampiran.

3. Program Pendidikan 4 Tahun Di SMK


a. Dasar Pengembangan
1) PP Nomor 17 Tahun 2010 (jo. PP Nomor 66 Tahun 2010), tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 78:
2) SMK dan MAK dapat terdiri atas 3 (tiga) tingkatan kelas, yaitu kelas
10 (sepuluh), kelas 11 (sebelas), dan kelas 12 (dua belas), atau
terdiri atas 4 (empat) tingkatan kelas yaitu kelas 10 (sepuluh), kelas
11 (sebelas), kelas 12 (dua belas), dan kelas 13 (tiga belas) sesuai
dengan tuntutan dunia kerja.
b. Tujuan Pengembangan
1) Mengakomodasi kebutuhan dunia kerja (dunia kerja).
2) Jabatan di atas operator/pelaksana.
3) Kedewasaan usia biologis (maturity age).
4) Memenuhi tuntutan ketuntasan dan keutuhan kompetensi
keahlian, tidak cukup dengan durasi 3 tahun
c. Karakteristik
1) Merupakan satuan program 4 tahun utuh, bukan 3 + 1.
2) Berdasarkan tuntutan penguasan keutuhan dan ketuntasan
kompetensi paket keahlian dan dihargai sertifikasinya lebih dari
lulusan program 3 tahun.
@2017, Direktorat Pembinaan SMK 5
Materi Bimtek Penyegaran Instruktur dan Pelatihan GS Kurikulum 2013 SMK
3) Dapat berupa pemfusian (blended) dari lintas keahlian yang ada.
4) Diselenggarakan bersama Institusi Pasangan (dunia kerja) mulai
dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian/sertifikasi.
5) Tidak terkait dengan status sekolah (UPT) 4 tahun
4. Struktur Kurikulum
Struktur Kurikulum blok dan implementatif untuk setiap Kompetensi Keahlian
program pendidikan 3 dan 4 tahun tertera pada Tabel 2 dan 3, sedangkan
jumlah minggu efektif untuk setiap semester tertera pada Tabel 4.
Tabel 2. Struktur Kurikulum Blok SMK untuk Program Pendidikan 3 dan 4 Tahun.

ALOKASI WAKTU ( JP)


MATA PELAJARAN
3 Tahun 4 Tahun
A. Muatan Nasional
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 318 318
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 212 212
3 Bahasa Indonesia 354 354
4 Matematika 424 424
5 Sejarah Indonesia 108 108
6 Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya 352 488
B. Muatan Kewilayahan
7 Seni Budaya 108 108
Pendidikan Jasmani, Olah Raga
8 144 144
dan Kesehatan

Jumlah A dan B 2020 2156

C. Muatan Peminatan Kejuruan


C1. Dasar Kejuruan
9 Simulasi dan Komunikasi Digital 108 108
10
11
C2. Dasar Keahlian
12
13
14
C3. Kompetensi Keahlian
15
16
17
18
19
20 Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Jumlah C1, C2, C3 2856 4284

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 6


Materi Bimtek Penyegaran Instruktur dan Pelatihan GS Kurikulum 2013 SMK
ALOKASI WAKTU ( JP)
MATA PELAJARAN
3 Tahun 4 Tahun
TOTAL 4876 6440

Tabel 3. Struktur Kurikulum Implementatif SMK untuk Program Pendidikan 3


dan 4 Tahun.

KELAS
MATA PELAJARAN X XI XII XIII
1 2 1 2 1 2 1 2
A. Muatan Umum*
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3 - -
Pendidikan Pancasila dan
2. 2 2 2 2 2 2 - -
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 3 3 - -
4. Matematika 4 4 4 4 4 4 - -
5. Sejarah Indonesia 3 3 - - - - - -
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing
6. 3 3 3 3 4 4 4 4
Lainnya
B. Muatan Umum**
1. Seni Budaya 3 3 - - - - - -
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
2. 2 2 2 2 - - - -
Kesehatan
Jumlah A dan B 24 24 17 17 16 16 4 4
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Kejuruan
1. Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3 - - - - - -
2. - - - - - -
3. - - - - - -
C2. Dasar Keahlian
1. - - - - - -
2. - - - - - -
3. - - - - - -
4.
C3. Kompetensi Keahlian
1. - -
2. - -
3. - -
4. - -

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 7


Materi Bimtek Penyegaran Instruktur dan Pelatihan GS Kurikulum 2013 SMK
KELAS
MATA PELAJARAN X XI XII X
I
1 2 1 2 1 2 1 2
I
5. Produk Kreatif dan Kewirausahaan - - 5 5 5 5 8 I 8
Jumlah C (C1, C2, dan C3) 22 22 29 29 30 30 42 42

Total 46 46 46 46 46 46 46 46

Tabel 4. Jumlah Minggu Efektif Program Pendidikan 3 dan 4 Tahun.


Kelas/Semester JP Minggu Jumlah Total JP
Terstruktur Efektif JP/Kelas

1 22 18 396
X
2 22 18 396

1 29 18 522
2856
XI
2 29 18 522

1 30 18 540
XII
2 30 16 480

1 42 18 756

XIII 4284
2 42 16
672

5. Pembukaan dan Pengembangan Program Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK)

Persyaratan pembukaan dan pengembangan program pendidikan di SMK


mengikuti persyaratan berikut, yaitu:
a. Pembukaan program/kompetensi keahlian mengikuti acuan bidang
keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian yang tertuang pada
spectrum keahlian PMK.
b. Pembukaan konsentrasi keahlian tertentu yang sesuai dengan tuntutan
kebutuhan dunia kerja dapat dilakukan tanpa mengabaikan kemampuan
dasar kompetensi keahlian yang bersangkutan.

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 8


Materi Bimtek Penyegaran Instruktur dan Pelatihan GS Kurikulum 2013 SMK
c. Pembukaan bidang/program/kompetesi keahlian pada SMK baru
mengacu pada ketentuan yang mengatur pendirian SMK (Permendikbud
Nomor 36 Tahun 2014).

d. Penambahan/perubahan bidang/ program/kompetensi keahlian dapat


dilakukan setelah memenuhi persyaratan pendirian SMK sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku.

e. Penambahan/perubahan kompetesi keahlian dalam lingkup satu


program keahlian ditetapkan oleh kepala Dinas Pendidikan sesuai
dengan kewenangannya.

f. Setiap usul penambahan/perubahan bidang/program/kompetensi


keahlian disertai proposal dan alasan tertulis.

E. Latihan/Tugas
Buatlah rancangan usul pembukaan Kompetensi Keahlian di SMK tempat Saudara
bertugas. Jelaskan kompetensi keahlian yang diusulkan untuk dibuka, kemudian
kemukakan tiga alasan mengapa Kompetensi Keahlian tersebut diusulkan untuk
dibuka.
ooO0Ooo

@2017, Direktorat Pembinaan SMK 9