Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN
A. Latar belakang

KOPMA IST AKPRIND Yogyakarta merupakan salah satu UKM


(Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bergerak dibidang usaha. KOPMA
AKPRIND didirikan pada 22 Mei 1985 dengan nomor badan hukum :
1368/BH/XI melalui surat pengesahan Koperasi sebagai badan hukum
dengan nomor : 23 - SDK/KWK 12/3/V/1985 dari Departemen
Koperasi Republik Indonesia kantor wilayah Depatemen Koperasi Daerah
Istimewa Yogyakarta(RAT,2016). KOPMA IST AKPRIND terletak di Jl.
Kalisahak no. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta. KOPMA
IST AKPRIND telah berdiri selama dua puluh taun dan telah mendapatkan
klasifikasi B mulai tahun 1985 hingga saat ini. Koperasi Mahasiswa
AKPRIND merupakan koperasi serba usaha, adapun jenis usaha yang
diterapkan berupa ; ATK(Alat Tulis Kantor), Mini Cafe(makanan dan
minuman), Pulsa.
KOPMA IST AKPRIND memiliki dua karyawan aktif guna
membantu mahasiswa dalam menjalankan usaha pengkoperasian. Sistem
pembayaran yang digunakan di KOPMA IST AKPRIND masih
menggunakan sistem manual. Kelemahan penggunaan sistem manual
menyebabkan beberapa permasalahan yang masih terjadi diantaranya
adalah antrian panjang saat melakukan pembayaran, tidak sesuainya dalam
pengembalian, adanya pelanggan yang tidak membayar, penurunan omzet
disebabkan kesalahan dalam penghitungan yang dilakukan SDM (Sumber
Daya Manusia) , dan tidak dapat menentukan margin harga yang sesuai
dengan pasaran(RAT,2016).
Dari permasalahan di atas dibutuhkan suatu informasi yang
mendukung jalannya kegiatan koperasi sehingga cepat, akurat dan sesuai
dengan yang diinginkan. Alasan kegiatan usahan dilakukan secara
terkomputerisasi agar lebih hemat waktu, mengurangi resiko kehilangan
data usaha, mudah dalam melakukan pengolahan data dan tidak

1
2

memerlukan ruang arsip yang besar, karena jika menggunakan sistem yang
manual akan terdapat banyak resiko kerusakan data, lebih lama untuk
mendapatkan informasi dan informasi yang dihasilkan tidak akurat.
Maka perlu adanya pembaharuan pembayaran dengan
menggunakan teknologi yang lebih canggih dan lebih cepat, sehingga
dapat menaikkan omzet dan tidak adanya antrian panjang lagi saat
pembayaran serta pencatatan otomatis. Alat yang dimaksud berupa mesin
kasir modern dengan tipe pembayaran One Get Payment, yaitu sistem
pembayaran yang dilakukan pada satu tempat saja. Hal tersebut maka
diperlukan pengembangan usaha KOPMA IST AKPRIND Yogyakarta
yang lebih berbasis teknologi.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penerapan sistem kasir antara lain ;

i) Bagaimana cara memulai menerapkan sistem kasir yang modern


dengan komputerisasi?
ii) Bagaiman perbedaan yang didapatkan antara sistem lama atau sistem
manual dengan penerapan sistem kasir modern?

C. Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan pembuatan proposal ini antara lain:
i) Dapat mengetahui manfaat dengan menerapkan sistem kasir modern.
ii) Dapat menerapkan sistem kasir dengan baik di KOPMA IST
AKPRIND Yogyakarta sehingga menuju wirausaha yang profesional.
iii) Dapat mengetahui perbedaan penerapan sistem pembayaran modern
dengan sistem pembayaran manual.
II. GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN USAHA

A. Kelayakan usaha

Koperasi IST AKPRIND Yogyakarta merupakan UKM yang


berbasis kewirausahaan yang bergerak dalam bidang usaha guna
memenuhi kebutuhan mahasiswa IST AKPRIND. Kebutuhan mahasiswa
yang di jual di KOPMA AKPRIND berupa mini cafe dimana mini cafe
menjual berbagai macam makanan ringan kering seperti wafer dan snack
snack ringan, gorengan, jajanan pasar, dan juga menjual minuman
kemasan. Selain itu juga dijual ATK (Alat Tulis Kantor) yang disediakan
untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa IST AKPRIND Yogyakarta.
Usaha lain yang di jalankan yaitu penjualan pulsa guna untuk memenuhi
kebutuhan mahasiswa dalam berkomunikasi mengingat penggunaan alat
komunikasi berupa Hp menjadi alat vital untuk berkomunikasi.

Sasaran penjualan barang barang yang tersedia dalam usaha ini


seperti ATK, mini cafe, dan pulsa adalah kalangan mahasiswa IST
AKPRIND Yogyakarta. Mereka percaya bahwa KOPMA IST AKPRIND
Yogyakarta dapat memenuhi kebutuhan mereka. Saat ini sasaran penjualan
barang barang KOPMA IST AKPRIND Yogyakarta hanya terfokus pada
mahasiswa, hal itu menyebabkan omzet penjualan KOPMA IST
AKPRIND Yogyakarta hanya terbatas pada omzet hasil penjualan kepada
mahasiswa.

Adapun di lingkungan kampus IST AKPRIND Yogyakarta juga


terdapat persaing usaha lainya, tidak hanya usaha yang dijalankkan oleh
KOPMA IST AKPRIND Yogyakarta. Usaha lain yang ada pada
lingkungan kampus IST AKPRIND seperti Batista, Kantin, dan JA(
berjualan susu kedelai), tetapi usaha usaha tersebut tidak sebagai pesaing
yang kuat bagi KOPMA IST AKPRIND Yogyakarta. KOPMA IST
AKPRIND Yogyakarta masih mendominasi untuk memenuhi kebutuhan
mahasiswa.

3
4

Perspektif masa depan yang dilakukan dengan pengembangan


usaha yang berbasis teknologi modern seperti penggunaan kasir modern.
Diharapkan dengan penambahan teknologi tersebut KOPMA IST
AKPRIND Yogyakarta dapat meningkatkan omzetnya serta dapat
mewujudkan impian KOPMA IST AKPRIND menjadi besar seperti mini
market.

B. Analisis Produksi / Operasional dan kelangsungan usaha


Koperasi IST AKPRIND beralamat di Jl. Kalisahak 28 Yogyakarta
dan didirikan pada tanggal 22 Mei 1985. KOMPA IST AKPRIND masih
berbasis manual dalam menjalankan sistem pembayaran, maka dibutuhkan
teknologi yang modern untuk mempermudah dan membantu sistem kerja
dalam pembayaran dan pencatatan.
Luas bangunan KOPMA IST AKPRIND Yogyakarta adalah 5 x 8
m2. Teknologi modern yang sangat dibutuhkan di KOPMA IST
AKPRIND Yogyakarta seperti seperangkat alat kasir modern berupa
Monitor, CPU, Printer Thermal, Cash Drawer, Scanner Omni, dan Kertas
Thermal. Alat kasir tersebut akan dioperasikan oleh 2 karyawan yang kami
miliki dengan pembekalan pengoperasian.
KOPMA IST AKPRIND Yogyakarta belum berbasis koperasi yang
berteknologi seperti pembayaran manual yang dilakukan karyawan.
Barang barang yang dijual di IST AKPRIND Yogyakarta diperoleh dari
sales dan pembelian grosir berupa barang siap pakai atau barang jadi.
Ketersedianaan bahan baku didapat dengan menambah stok barang dan
inovasi barang barang.
Pola manajemen yang digunakan masih manual dan dikelola oleh
mahasiswa yang mengikuti UKM KOPMA. Pencatatan mengenai keluar
masuknya dana dikelola oleh bidang keuangan secara manual, dan
personalia dikelola oleh bidang Adminhum. KOPMA IST AKPRIND
Yogyakarta memiliki anggota 180 anggota dan dikelola oleh pengurus
yang berjumlah 14 orang dan dibantu oleh 2 karyawan yang dimiliki oleh
KOPMA.

C. Analisis perencanaan keuangan


Anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pengkasiran atau pembayaran
secara modern, meliputi ;

1. Kebutuhan investasi

Harga
Kua
Justifikasi Harga Peralatan
Material ntita
Pemakaian Satuan (Rp) Penunjang
s
(Rp)
Untuk mencetak
Printer 1
hasil pembayaran 2.600.000,- 2.600.000,-
Thermal buah
yang dilakukan
Sebagai alat dasar
Kertas 50
pencetakan dari 10.000,- 500.000,-
Thermal roll
mesin kasir
Untuk membaca
kode barcode
barang dan 1
Scanner 1.950.000,- 1.950.000,-
mempercepat buah
progres transaksi
kasir
Sebagai layar alat
bantu dalam 1
Monitor 879.000,- 879.000,-
mendata barang buah
terjual
Alat bantu dalam
1
CPU pengoperasian 3.300.000,- 3.300.000,-
buah
monitor
Tombol untuk
menginput atau 1
Keyboard 185.000,- 185.000,-
mengetik buah
transaksi
Untuk
menggerakan
pointer guna 1
Mouse 80.000,- 80.000,-
menentukan buah
kursor ke layar
monitor tertentu.

5
6

Sebagai tempat
Chase 1
penyimpanan 1.115.000,- 1.115.000,-
Drawer buah
uang
Jumlah 10.609.000,-

2. Jadwal Kegiatan
Bulan
Keterangan
I II III IV V VI
Penyusunan proposal
Pengumpulan data
Pengolahan data
Pembuatan laporan proposal

III. Kesimpulan

Sistem kasir modern sangat di butuhkan untuk kemajuan koperasi


mahasiswa IST AKPRIND Yogyakarta, dengan ada nya sistem yang
modern maka di harapkan koperasi mahasiswa IST AKPIND dapat lebih
maju dan bisa bersaing dengan koperasi lain yang sudah terlebih dahulu
menggunakan sistem modern ini .

Maka dapat disimpulkan bahwa Koperasi IST AKPRIND


membutuhkan teknologi modern berupa alat kasir dan perlengkapannya.
Dengan adanya penambahan teknologi berupa alat kasir diharapkan dapat
membantu kinerja karyawan serta akan membuat omzet dari KOPMA IST
AKPRIND Yogyakarta meningkat. Selain itu juga akan mempermudah
karyawan dalam proses pencatatan barang barang yang dibeli oleh
konsumen secara otomatis dengan menggunakan alat kasir modern.
Sehingga mengurangi beberapa permasalahan yang masih terjadi
diantaranya adalah antrian panjang saat melakukan pembayaran, tidak
sesuainya dalam pengembalian, adanya pelanggan yang tidak membayar,
dan kesalahan yang dilakukan SDM (Sumber Daya Manusia) lainnya.

Pengaplikasian alat kasir adalah seperti berikut;


1. Mempersiapkan alat kasir berupa Monitor,CPU dan software.
2. Install software kasir sesuai dengan kode masing-masing
barang.
3. Siapkan peralatan lainnya seperti chas drawer, printer
thermal,kertas thermal dan sensor barcode.
4. Diaplikasikan dengan karyawan KOPMA .

Selain itu, pengadaan alat kasir juga dapat digunakan sebagai saran
belajar oleh anggota KOPMA IST AKPRIND Yogyakarta, sehingga
diharapkan kelak anggota KOPMA IST AKPRIND Yogyakarta dapat
mengembangkan kewirausahaannya dengan profesional. Dapat diketahui
bahwa penggunaan alat kasir modern lebih efisien dari pada penghitungan
sistem manual.

Dengan ini proposal kami buat, semoga dapat dijadikan


pertimbangan untuk mencapai kesepakatan tentang visi dan misi dari
usaha yang kami jalakan untuk kepentingan dan kamajuan koperasi
mahasiswa pada umum nya dan kampus IST AKPRIND Yogyakarta pada
khusus nya.

7
8

USULAN PROPOSAL
Entrepreneur Challenge 2016
PENGEMBANGAN USAHA KASIR KOPMA
BERBASIS TEKNOLOGI MODERN

Diajukan Oleh :
1. Andhita Demiana S / 141021016 (Teknik Industri)
2. Ramadani Candra P / 151111061 (Teknik Lingkungan)
3. Ikhsani Agung L / 141041031 (Teknik Elektro)
4. Yufiana S / 141021023 (Teknik Indutri)
5. Adi Nugroho P / 151031133 (Teknik Mesin)

Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta


2016