Anda di halaman 1dari 32

REKAPITULASI ANGGARAN BIAYA

KEGIATAN : DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)


DINAS PEKERJAAN UMUM KAB. LUWU UTARA
PEKERJAAN : PEMBUATAN BRONJONG SUNGAI BALIASE DESA UJUNG MATTAJANG
LOKASI : DESA UJUNG MATTAJANG KEC. MAPPEDECENG
SUMBER DANA : 2017

NO URAIAN PEKERJAAN JUMLAH HARGA

I. PEKERJAAN PENDAHULUAN Rp -
II. PEKERJAAN KREEB DAN TALUD BRONJONG Rp -

REAL COST Rp -

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ( PPn ) = 10 % X REAL COST Rp -


TOTAL HARGA = 1 + 2 Rp -

DIBULATKAN Rp -

TERBILANG : RUPIAH

Masamba, 2017
Diperiksa Oleh : Dibuat Oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Konsultan Perencana
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang CV. PINTARA CONSULTAN
Kabupaten Luwu Utara

SRI RAHAYU BY, ST MUARIF, ST


NIP : 19841021 200901 2 003 Team Leader

Disetujui : Diketahui :
Kabid. Pengairan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Luwu Utara
Kabupaten Luwu Utara

IBNU SUTEKI, ST SUAIB MANSUR, ST.MT


Nip : 19740402 200312 1 010 NIP : 19700820 199703 1 010
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
( BILL OF QUANTITY )
KEGIATAN : DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)
DINAS PEKERJAAN UMUM KAB. LUWU UTARA
PEKERJAAN : PEMBUATAN BRONJONG SUNGAI BALIASE DESA UJUNG MATTAJANG
LOKASI : DESA UJUNG MATTAJANG KEC. MAPPEDECENG
TAHUN ANGGARAN : 2017

KODE HARGA SATUAN JUMLAH HARGA


NO URAIAN PEKERJAAN SATUAN VOLUME
ANALISA (Rp). (Rp).
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1 Pekerjaan Persiapan -- LS 1.00 Rp - Rp -

Total Harga I = Rp -
II. PEKERJAAN KREEB DAN TALUD BRONJONG
1 Pek. Galian Tanah T.06.a M3 14.500 Rp - Rp -
2 Pek. Urungan Kembali T.14.a M3 7.250 Rp - Rp -
3 Pek. Bronjong P.06.5b M3 427.000 Rp - Rp -

TOTAL HARGA II = Rp -
ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG SUMBER DAYA AIR
STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI 2013)

T.06 GALIAN TANAH BIASA

T.06.a 1m3 Galian Tanah Biasa Sedalam < 1 m

No. Uraian Satuan Koefisien Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)

1 2 3 4 5 6
A. Tenaga
1 Pekerja Oh 0.5630 Rp - Rp -
2 Mandor Oh 0.0563 Rp - Rp -
Jumlah Harga Tenaga Kerja Rp -
B. Bahan

Jumlah Harga Bahan


C. Peralatan

Jumlah Harga Peralatan


D. Jumlah Harga Tenaga Kerja,Bahan Dan Peralatan (A + B + C) Rp -
E. Overhead + Profit (5 %) 5% x D Rp -

F. Harga Satuan Pekerjaan Per - m3 (D + E) Rp -

T.06.b 1m3 Galian Tanah Biasa Sedalam s.d 2 m

No. Uraian Satuan Koefisien Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)

1 2 3 4 5 6
A. Tenaga
1 Pekerja Oh 0.6750 Rp - Rp -
2 Mandor Oh 0.0675 Rp - Rp -
Jumlah Harga Tenaga Kerja Rp -
B. Bahan

Jumlah Harga Bahan


C. Peralatan

Jumlah Harga Peralatan


D. Jumlah Harga Tenaga Kerja,Bahan Dan Peralatan (A + B + C) Rp -
E. Overhead + Profit (5 %) 5% x D Rp -

F. Harga Satuan Pekerjaan Per - m3 (D + E) Rp -

T.14 TIMBUNAN DAN PEMADATAN

T.14.a 1m3 Urungan Tanah Kembali

No. Uraian Satuan Koefisien Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)

1 2 3 4 5 6
A. Tenaga
1 Pekerja Oh 0.3300 Rp - Rp -
2 Mandor Oh 0.0330 Rp - Rp -
Jumlah Harga Tenaga Kerja Rp -
B. Bahan

Jumlah Harga Bahan


C. Peralatan

Jumlah Harga Peralatan


D. Jumlah Harga Tenaga Kerja,Bahan Dan Peralatan (A + B + C) Rp -
E. Overhead + Profit (5 %) 5% x D Rp -

F. Harga Satuan Pekerjaan Per - m3 (D + E) Rp -

P.06.5b b. Kawat bronjong galvanis dengan kawat anyaman tiga lilitan ukuran 3,0 mm,

ukuran lubang heksagonal 100 x 120 mm

No. Uraian Satuan Koefisien Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)

1 2 3 4 5 6
A. Tenaga
1 Pekerja penganyam Oh 2.260 Rp - Rp -
2 Tukang Penganyam Oh 0.753 Rp - Rp -
3 Pekerja pengisi batu Oh 0.700 Rp - Rp -
4 Mandor Oh 0.293 Rp - Rp -
Jumlah Harga Tenaga Kerja Rp -
B. Bahan
1 Batu Kali / Batu Belah M3 1.400 0.00 Rp -
2 Kawat Bronjong dia.3,0 mm Kg 15.096 0.00 Rp -
Jumlah Harga Bahan Rp -
C. Peralatan

Jumlah Harga Peralatan Rp -


D. Jumlah Harga Tenaga Kerja,Bahan Dan Peralatan (A + B + C) Rp -
E. Overhead + Profit (5 %) 5% x D Rp -

F. Harga Satuan Pekerjaan Per - m3 (D + E) Rp -


DAFTAR HARGA BAHAN DAN UPAH KERJA

KEGIATAN : DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)


DINAS PEKERJAAN UMUM KAB. LUWU UTARA
PEKERJAAN : PEMBUATAN BRONJONG SUNGAI BALIASE DESA UJUNG MATTAJANG
LOKASI : DESA UJUNG MATTAJANG KEC. MAPPEDECENG
SUMBER DANA : 2017

A.HARGA BAHAN

NO. NAMA BAHAN SATUAN HARGA SATUAN

1 Batu Kali M3 Rp. 0.00


2 Kawat Bronjong dia. 2,7 mm Kg Rp. 0.00 600,000.00
3 Kawat Bronjong dia. 3,0 mm Kg Rp. 0.00 600,000.00
B.UPAH KERJA

NO. UPAH KERJA SATUAN HARGA SATUAN HARGA K3 Harga Satuan

1 Pekerja Org/Hr Rp. 0.00 - -


2 Tukang Org/Hr Rp. 0.00 - -
3 Kepala Tukang Org/Hr Rp. 0.00 - -
4 Mandor Org/Hr Rp. 0.00 - -

C.DAFTAR PERLENGKAPAN KEUTAMAAN KESELAMTAN KERJA (K3)

N0 JENIS PERLENGKAPAN SATUAN HARGA (Rp)


1 Helmet Topi Pelindung Bh Rp. 0.00
2 Sepatu Keselamatan (Boots) Psng Rp. 0.00
3 Sarung Tangan Psng Rp. 0.00
Total Harga Rp. 0.00

Priode Konstruksi (Rencana Waktu Pelaksanaan) 6 Bulan 180


Koofisien Biaya K3 HOK -
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
KEGIATAN : DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)
DINAS PEKERJAAN UMUM KAB. LUWU UTARA
PEKERJAAN : PEMBUATAN BRONJONG SUNGAI BALIASE DESA UJUNG MATTAJANG
LOKASI : DESA UJUNG MATTAJANG KEC. MAPPEDECENG
SUMBER DANA : 2017

WAKTU PELAKSANAAN 90 HARI KALENDER


BOBOT BULAN I BULAN II BULAN III BULAN IV BULAN V BULAN VI
NO URAIAN PEKERJAAN KET.
% MINGGU KE : MINGGU KE : MINGGU KE :
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

I PEKERJAAN PENDAHULUAN #DIV/0! ###### #DIV/0! - 100

III. PEKERJAAN KREEB DAN TALUD BRONJONG #DIV/0! ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### 0

JUMLAH BOBOT PEKERJAAN #DIV/0!

KEMAJUAN MINGGUAN/BULANAN % ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ######

KOMULATIF KEMAJUAN % ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ###### ######

Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
CV. PINTARA CONSULTAN

MUARIF, ST
Team Leader
TABEL IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO (K3)
1. KEBIJAKAN K3

Kami dari PT/CV.. dan atas nama perusahaan dengan ini berkomitmen/berjanji untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) dalam melaksanakan kegiatan konstruksi.

2. PERENCANAAN PEMBANGUNAN ..

IDENTIFIKASI
No. JENIS TYPE PEKERJAAN SASARAN K3 PROYEK PENGENDALIAN RESIKO K3 PROGRAM SUMBER DAYA BIAYA (Rp)
JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3
1 2 3 4

1 PEK. PASANGAN BRONJONG a) terjatuh -> Luka Ringan a) Tidak ada kecelakaan yg ber- a) Tenaga memerlukan sepatu, sarung tangan a) Melaksanakan Rencana K3 dengan mengediakan sumberdaya K3 (APD, Rambu - rambu
b) tertimpah batu -> Luka Berat dampak korban jiwa Kerja lapangan dan helmet Spanduk, poster, pagar pengaman ) secara konssisten
c) terluka akibat alat pertukangan ->Luka Ringan (ZerroFatalAccident)
b) Tenaga memerlukan sepatu, sarung tangan
Kerja lapangan dan helmet b) Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja berbahaya
b) Tingkat Penerapan elemen
SMK3 Minimal 80% c) Tenaga memerlukan sepatu, sarung tangan c) memasukkan semua pekerjaan untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan
Kerja lapangan dan helmet

c) Semua Pekerja wajib memakai ADP


yang sesuai bahaya dan resiko
pekerjaaan masing - masing - Galian perlu miring bag atas
- Pasangan bronjong dipasang bertrap

- Pas batu harus bertahap.

Organisasi K3
Menyediakan Petugas K3 sesuai dengan struktur organisasi yang diusulkan

Penanggung Jawab K3

Emergency/
P3K Kebakaran
kedaruratan

Masamba, ..2016

Penanggung Jawab K3
PEMERINTAH
KABUPATEN LUWU UTARA
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG

GAMBAR DESAIN

Pekerjaan :
PEMBUATAN PROTEKSI BRONJONG SUNGAI BALIASE
DESA UJUNG MATTAJANG KECAMATAN MAPPEDECENG
TAHUN 2017
KONSULTAN PERENCANA

Alamat : Jl. Tomakaka No. 31 Masamba


PROPINSI
SULAWESI BARAT

PROPINSI
Rante
SULAWESI TENGAH
Terebale

Dadeko

Ke
Rampi
ONONDOA

M
KECAMATAN

a
Dopi Leboni
RAMPI
Limbu Kabusangan

pp
KECAMATAN
To'Kunyi
SEKO

ed
Takkalua
Leo
Padang Batua

ec
Waesambi

SaluSeba

en
Busuh

g
Masapi

Salulendong
Tana Makaleang
Padang Raya
Balamba
Bua Kayu KECAMATAN KABUPATEN
Se'pon MASAMBA
Kampung baru Picara LUWU TIMUR
Tirobali
KABUPATEN Balebo Karawa
KECAMATAN
Malimongan Paledu MAPPEDECENG
KECAMATAN
LUWU UTARA
Mabusa LIMBONG KECAMATAN
SUKAMAJU KECAMATAN
Baliase BONE-BONE
MASAMBA
Kappuna Uraso
Kaluku
Radda MAPPEDECENG
Rindingallo
KANANDEDE Lebannu Lampuawa BONE-BONE
Marampa BAEBUNTA
Pengkendekan SUKAMAJU
SABBANG
Bungadidi
Patila
Tandung Sukadamai Sidomukti
Salulemo
Sudiarjo Sidobinangun
KECAMATAN Tarue
KECAMATAN Cendana Puti Sukaraya Sidomakmur
SABBANG
BAEBUNTA Mulyorejo Rampoang
Tamuku
Kantor Desa Ujung Mattajang Buangin Lara
Lumpira Batang Tongka
KABUPATEN Tallese Pongko
Dadeko To'Lada
Talabang Subur
TANAH TORAJA Pompaniki Maruga Passoreang
Tanah Gonggong
Baku-Baku
Saluampak
KECAMATAN Kambisa Makitta
Belawa
MALANGKE BARAT
Jentak
KECAMATAN PULAU SULAWESI
PETA K ABUPATEN MALANGKE
Pattimang
Takkalapi Lettekan MALANGKE
PEMERINTAH Katonantanah
KABUPATEN LUWU UTARA KABUPATEN Canning Pangkajoang
AMASSANGAN Cappasolo
DINAS PEKERJAAN UMUM Tokke
Pombakka
LEGENDA LUWU
Ujung Tanah

TELUK BONE KABUPATEN


LUWU UTARA

MAKASSAR
KOTA PALOPO

Lokasi Rencana
PROTEKSI BRONJONG DESA UJUNG MATTAJANG

Sungai Baliase
Lokasi Pekerjaan
240'21.59" S
12022'18.59" E

PEMERINTAH KAB. LUWU UTARA Provinsi : Sulawesi Selatan


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
SITUASI Renc. Protekisi Bronjong Desa Ujung Mattajang Kabupaten : Luwu Utara
Sekretariat : Jln. Simpurusiang No. 27 Telp. 0473-21013 Masamba
Non Skala
PEMBUATAN PROTEKSI BRONJONG SUNGAI BALIASE PEMBANGUNAN/
DESA UJUNG MATTAJANG KECAMATAN MAPPADECENG TURAP/TALUD/BRONJONG

Direncana
No. Register :

Diperiksa No. Lembar : 01/07

Tanggal No. Kontrak


Kabid Pengairan Ibnu Suteki, ST

Kepala Dinas PUPR Suaib Mansur, ST, M.Si


Alu
rS
u n gai
Ba
lias
e
Lokasi Rencana

se
alia
iB
u ng a
rS
Alu

PEMERINTAH KAB. LUWU UTARA Provinsi : Sulawesi Selatan


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Kabupaten : Luwu Utara
Sekretariat : Jln. Simpurusiang No. 27 Telp. 0473-21013 Masamba

PEMBUATAN PROTEKSI BRONJONG SUNGAI BALIASE PEMBANGUNAN/


DESA UJUNG MATTAJANG KECAMATAN MAPPADECENG TURAP/TALUD/BRONJONG

SITUASI Sungai Baliase Desa Tara Tallu Direncana


No. Register :
Non Skala
Diperiksa No. Lembar : 02/07

Tanggal No. Kontrak


Kabid Pengairan Ibnu Suteki, ST

Kepala Dinas PUPR Suaib Mansur, ST, M.Si


0+050

0+041
Awal Kegiatan

0
00
0+
Akhir Kegiatan

P1 P2

Alu
081
0+

rS
ung
ai
Bali
as
P0

e
P3
PENAMPANG MEMANJANG

RUMAH PENDUDUK

Tebing
AREA PERSAWAHAN Renc. Proteksi Bronjong

AREA PERKEBUNAN

V 0 2 4 8m
S . V . 1 : 200
Dasar Tanah Exsisting
0 50 100 200 m
H
S . H . 1 : 500

BIDANG PERSAMAAN / REVERENCE LEVEL + 10,000

NOMOR PATOK P.0 P.1 P.2 P.3

STATION ( STA )

0+041
0+050
0+081

0+000
JARAK PATOK 41,00 9,00 31,00

ELEVASI TOP RENC. BRONJONG

ELEVASI DASAR RENC. BRONJONG

ELEVASI TEBING

ELEVASI DASAR SUNGAI 30,150 32,100 29,550 31,525


29,310 31,250 28,100 30,100

31,250 33,250 30,730 32,725


30,250 32,250 29,730 31,725
PEMERINTAH KAB. LUWU UTARA Provinsi : Sulawesi Selatan
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Kabupaten : Luwu Utara
Sekretariat : Jln. Simpurusiang No. 27 Telp. 0473-21013 Masamba

PEMBUATAN PROTEKSI BRONJONG SUNGAI BALIASE PEMBANGUNAN/


DESA UJUNG MATTAJANG KECAMATAN MAPPADECENG TURAP/TALUD/BRONJONG

Direncana
No. Register :

Diperiksa No. Lembar : 03/07

Tanggal No. Kontrak


Kabid Pengairan Ibnu Suteki, ST

Kepala Dinas PUPR Suaib Mansur, ST, M.Si


Rencana Proteksi Bronjong

81.00 Meter

41.00 Meter A 40.00 Meter

650
300

150 300 A 300 300

4100 4000

Tampak Depan Renc. Proteksi Bronjong


Skala 1 : 200 25 50 100

PEMERINTAH KAB. LUWU UTARA Provinsi : Sulawesi Selatan


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Kabupaten : Luwu Utara
Sekretariat : Jln. Simpurusiang No. 27 Telp. 0473-21013 Masamba

PEMBUATAN PROTEKSI BRONJONG SUNGAI BALIASE PEMBANGUNAN/


DESA UJUNG MATTAJANG KECAMATAN MAPPADECENG TURAP/TALUD/BRONJONG

Direncana
No. Register :

Diperiksa No. Lembar : 04/07

Tanggal No. Kontrak


Kabid Pengairan Ibnu Suteki, ST

Kepala Dinas PUPR Suaib Mansur, ST, M.Si


Bronjong rencana Bronjong rencana
Design Gabions Design Gabions

Tanah Asli Tanah Asli


100 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 100 100 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 100

650
650
P.0 STA : 0+000 Engsel Skala 1 : 100 P.1 STA : 0+041 Engsel Skala 1 : 100

Bronjong rencana Bronjong rencana


Design Gabions Design Gabions

Tanah Asli Tanah Asli


100 50 50 50 100 100 50 50 50 100

350
350

Engsel Engsel

P.2 STA : 0+050 Skala 1 : 100 P.3 STA : 0+081 Skala 1 : 100

PEMERINTAH KAB. LUWU UTARA Provinsi : Sulawesi Selatan


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Kabupaten : Luwu Utara
Sekretariat : Jln. Simpurusiang No. 27 Telp. 0473-21013 Masamba

PEMBUATAN PROTEKSI BRONJONG SUNGAI BALIASE PEMBANGUNAN/


DESA UJUNG MATTAJANG KECAMATAN MAPPADECENG TURAP/TALUD/BRONJONG

Direncana
No. Register :

Diperiksa No. Lembar : 05/07

Tanggal No. Kontrak


Kabid Pengairan Ibnu Suteki, ST

Kepala Dinas PUPR Suaib Mansur, ST, M.Si


100 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 100

Bronjong rencana
100 50 50 50 50 100
Tanah Asli Design Gabions
Tanah Asli

Bronjong rencana
Design Gabions

50
50

50
50

50
50

300

50
50

50
50

50
50

50

650
Engsel

50
STA. 0 + 041 s/d 0 + 081

50
50
50
50
Det. Potongan A : A
Skala 1 : 50
50 25

50
STA. 0 + 000 s/d 0 + 041
Engsel

PEMERINTAH KAB. LUWU UTARA Provinsi : Sulawesi Selatan


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Kabupaten : Luwu Utara
Sekretariat : Jln. Simpurusiang No. 27 Telp. 0473-21013 Masamba

PEMBUATAN PROTEKSI BRONJONG SUNGAI BALIASE PEMBANGUNAN/


DESA UJUNG MATTAJANG KECAMATAN MAPPADECENG TURAP/TALUD/BRONJONG

Direncana
No. Register :

Diperiksa No. Lembar : 06/07

Tanggal No. Kontrak


Kabid Pengairan Ibnu Suteki, ST

Kepala Dinas PUPR Suaib Mansur, ST, M.Si


300

100
50

50
0
10
0
30

100
50

50
100 50

300

Anyaman Bronjong
Scala 1 : 50

0
30

0
30

15 15
10
0

50
0
30

50
50
50
0
30
3 Kali lilitan

15
Kawat licin 3mm
0

5
30

15
En PEMERINTAH KAB. LUWU UTARA Provinsi : Sulawesi Selatan
gs
el DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Kabupaten :
Pro
tek Sekretariat : Jln. Simpurusiang No. 27 Telp. 0473-21013 Masamba
Luwu Utara
si
PEMBUATAN PROTEKSI BRONJONG SUNGAI BALIASE PEMBANGUNAN/
DET. Anyaman Bronjong DESA UJUNG MATTAJANG KECAMATAN MAPPADECENG TURAP/TALUD/BRONJONG

Scala 1 : 10 Direncana
No. Register :

DETAIL Susunan Bronjong Diperiksa No. Lembar : 07/07


Skala 1 : 100
25 50 100
Tanggal No. Kontrak
Kabid Pengairan Ibnu Suteki, ST

Kepala Dinas PUPR Suaib Mansur, ST, M.Si


SPESIFIKASI TEKNIS

Pasal 1
Penjelasan Umum

1.1. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah


PEMBUATAN BRONJONG S. BALIASE DESA UJUNG MATTAJANG KEC.
MAPPEDECENG
1.2. Pekerjaan harus sesuai dengan :
a. Uraian dan syarat-syarat umum pekerjaan.
b. Semua gambar-gambar perencanaan yang telah dibuat oleh konsultan
perencana dan telah diketahui oleh Pengelola Teknik Proyek.
c. Petunjuk-petunjuk dari Pemimpin Proyek dan unsur-unsur teknik lainnya baik
lisan maupun tertulis.
d. Syarat-syarat umum untuk pelaksanaan pemborongan pekerjaan umum yang
berlaku di Indonesia.
e. Syarat-syarat perburuhan
f. Standar bahan/material dan peralatan
Semua bahan/material maupun peralatan yag dipasang secara permanen
harus baru dan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, jika
menggunakan di luar yang ditentukan dalam spesifikasi harus dibuat
amandemen.
Jika tidak disebutkan dalam spesifikasi penggunaan bahan/material
maupun peralatan yang dipergunakan dalam pelaksanaan konstruksi
maka dapat dipergunakan daftar standar yang dikeluarkan oleh organisasi
resmi sebagai berikut :
PKKI : Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia
SII : Standar Industri Indonesia
HGPS : Hydraulic Gate and Penstock Association Japan
JRA : Japan Road Association
SSPC : Steel Structures Painting Council

1
ASBR : (Water and Power Resources Service, United States
Departement of the Interior (Formerly United States
Bureau of Reclamation).
AWS : American Welding Society
ASTM : American Society for Testing and Materials
AISA : American Iron and Steel Institute
ACI : American Conrete Institute
JCEA : Japan Civil Engineer Association
AASHTO : American Association of State Highways and Transportaion
Officials
JIS : Japanese Industrian Standard
g. Risalah Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
1.3. Pekerjaan Pendahuluan
a. Dalam waktu 14 hari setelah menerima surat perintah, kontraktor harus
mengirimkan Rencana Pelaksanaan Kerja, Metode Pelaksanaan dan Laporan
Kegiatan secara rinci yang sesuai rencana kerja global yang telah diajukan
dalam pelelangan. Rincian tersebut harus mencantumkan Program
Pelaksanaan:
Mobilisasi/Demobilisasi
Survey dan Testing Lapangan
Daftar Bahan dan Peralatan Khusus
Kemungkinan Kelambatan Pekerjaan
b. Rencana pelaksanaan kerja disusun dalam bentuk bagan (Bar Chart dan/atau
S-Curve).
c. Mobilisasi/demobilisasi tenaga kerja dan peralatan serta pengadaan bahan
material.
d. Pelaksana lapangan yang cakap/terampil sesuai bidang disiplin ilmunya.
e. direksi keet, dengan ketentuan sebagai berikut :
Ukuran bangunan 3 x 4 m untuk Direksi Keet
f. Papan Nama Proyek
g. Dokumen kontrak

2
Konsep dokumen kontrak disiapkan oleh Pemilik Pekerjaan namun
penggandaannya oleh kontraktor.
Jumlah dokumen kontrak sebanyak yang telah ditetapkan pada syarat-
syarat administrasi, kontraktor harus menyiapkan maksimum 5 (lima) set
untuk pelaksanaan di lapangan. Jumlah tersebut sudah termasuk yang
harus disiapkan oleh kontraktor untuk Direksi Pekerjaan dan Engineer
Konsultan yang ditunjuk.
h. Gambar-gambar kerja yang selalu siap di lapangan
i. Laporan
1.4. Laporan
Kontraktor harus membuat laporan kegiatan pekerjaan dengan menggunakan
format yang telah disetujui oleh Direksi.
a. Buku harian yang mencatat semua petunjuk-petunjuk, keputusan-keputusan
dan detail-detail penting dari unsur teknik.
b. Laporan harian, berisi hal-hal berikut :
Kondisi musim/cuaca
Jumlah staf dan pekerja yang bekerja
Jumlah dan jenis material dan peralatan di lapangan
Laporan kemajuan pekerjaan, termasuk lokasi serta perhitungan volume
setiap hari.
Kejadian yang menghambat pekerjaan.
Kejadian atau kondisi yang mengakibatkan keterlambatan kemajuan
(progres) pekerjaan.
Semua informasi yang berkaitan dengan pekerjaan.
e. Laporan Mingguan
Setiap akhir minggu dibuat laporan dengan format yang telah disetujui
dan membuat program rencana kerja minggu berikutnya.
Setiap satu minggu sekali diadakan rapat antara personil inti dari
kontraktor dengan Direksi lapangan untuk membahas kelancaran
pekerjaan.

3
d. Laporan Bulanan
Setiap tanggal 25 bulan berjalan, Kontraktor harus sudah membuat
laporan dengan menggunakan format yang telah disetujui. Laporan
tersebut meliputi laporan fisik dan laporan keuangan.
Laporan berisi (tidak mutlak dibatasi) hal-hal sebagai berikut :
Secara rinci uraian pekerjaan yang dilaksanakan pada periode bulan
tersebut.
Ringkasan komulatif kemajuan fisik dan progres keuangan untuk setiap
kegiatan utama.
Prosentase hasil kera terhadap seluruh pekerjaan yang tercantum
dalam kontrak.
Penjelasan penyebab keterlambatan pelaksanaan dan usulan
pemecahan untuk mengejar ketinggalan dan kehilangan waktu.
Rencana kerja bulan berikutnya.
Daftar peralatan mesin-mesin konstruksi dan bahan/material yang
digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan termasuk mesin-mesin yang
baru didatangkan maupun yang dikeluarkan dari lokasi lapangan
pekerjaan termasuk periode mesin-mesin dan peralatan tidak
digunakan.
Jumlah total volume dari jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar
volume (Bill of Quantity).
Kondisi cuaca secara umum, termasuk pencatatan periode serta
intensitas hujan setiap hari.
Daftar kecelakaan :
Masuk rumah sakit atau meninggal bila ada.
Kerusakan pekerjaan
Kerusakan hunian, material dan peralatan.
Schedule progres kemajuan yang menunjukkan tanggal penerimaan
dan jumlah dan tagihan yang dikirim tetapi belum dibayar.
Perkiraan jumlah pembayaran dari pemilik untuk bulan periode
berikutnya.
Foto-foto pelaksanaan pekerjaan pada bulan tersebut.

4
e. Foto-foto Pelaksanaan Pekerjaan
Kontraktor harus membuat foto yang menggambarkan kemajuan
pelaksanaan pekerjaan, foto harus menunjukkan keadaan sebelum
dimulai pelaksanaan, sedang dalam pelaksanaan dan setelah selesai
pelaksanaan. Pengambilan fot harus dalam satu titk dan arah yang sama.
Tiga lembar cetak foto untuk setiap pemotretan harus diserahkan kepada
Direksi dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari.
Ukuran foto 3R
Setiap foto harus dilampirkan sebagai berikut :
Penjelasan ringkas, termasuk lokasi dan kode nomor
Nomor foto dan tanggal pengambilan
Nama kontraktor
Nama proyek
Negatif film harus diserahkan juga kepada Direksi dengan diberi label dan
mudah disimpan.
1.5. Gambar-Gambar Pelaksanaan
Kontraktor harus mengadakan pemeriksaan yang cermat terutama ukuran-
ukurannya maupun dimensi dari segi yang tertera di dalam gambar rencana
tersebut. Bila ada yang tidak sesuai atau kurang jelas harus dikonfirmasikan
kepada Direksi. Semua yang meragukan harus dimintakan penegasan dari
Direksi dalam bentuk tertulis.
a. Format Gambar
Bahasa
Semua gambar dan data perhitungan pendukungnya yang harus
disiapkan oleh kontraktor menggunakan bahasa Indonesia, bila ada
gambar yang berbahasa asing diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Satuan
Semua satuan menggunakan sistem metrik.
Ukuran
Semua gambar menggunakan ukuran standard, JIS, ukuran A3 , kecuali
ada perintah lain atau persetujuan dari Direksi.

5
Judul
Konsep tentang judul maupun format semua gambar yang disiapkan oleh
kontraktor, ditunjukkan terlebih dahulu untuk mendapat persetujuan
Direksi.
Penomoran
Referensi penomoran gambar menggunakan sistem penomoran gambar
teknik. Urutan penomoran akan ditetapkan oleh Direksi. Bila kontraktor
bermaksud memberikan referensi penomoran untuk kepentingan sendiri
bisa menambahkan kolom pada kolom-kolom judul.
Indeks Gambar
Tiap-tiap gambar yang dihasilkan diberikan indeks. Lembaran-lembaran
indeks gambar harus diserahkan kepada direksi.
b. Gambar di lapangan
Semua lembaran gambar yang paling akhir mendapatkan persetujuan revisi
oleh direksi segera dikirim ke kantor lapangan kontraktor.
Gambar-gambar tersebut harus selalu ada di lapangan dan sewaktu-waktu
selalu dapat dipergunakan untuk pemeriksaan oleh Direksi.
Gambar pelaksanaan (Construction Drawing)
Semua gambar untuk dilaksanakan (construction drawing) diberikan oleh
Pemilik yang disiapkan oleh Konsultan.
Dalam gambar ini jelas menunjukkan tata letaknya, dimensinya, jenis
konstruksinya dan seterusnya seperti yang disebutkan dalam spesifikasi
atau petunjuk direksi.
Gambar Kerja (Working Drawing)
Kontraktor harus membuat gambar kerja (working drawing) dan
gambar tersebut mengacu pada gambar untuk dilaksanakan
(construction drawing) yang diberikan oleh pemilik pekerjaan.
Gambar kerja harus detail dan dicantumkan jumlah material yang
digunakan (bar bending schedule, list of material, dll), juga
mempertimbangkan kemudahan pemeriksaan/inspeksi dari prosedur
kerja maupun metode pelaksanaan yang akan dikerjakan di lapangan
oleh Kontraktor.

6
Gambar kerja diajukan kepada Direksi sebanyak 3 (tiga) rangkap
untuk dilakukan pemeriksaan sampai mendapatkan persetujuan. Bila
ada perubahan dalam gambar kerja, maka harus dalam bentuk tertulis
yang ditandatangani oleh Direksi dan gambar perubahan ini
merupakan bagian daripada Gambar Kerja.
Dari gambar kerja yang telah disetujui, ternyata setelah
memperhatikan kondisi pondasi, hasil galian maupun hasil test
laboratorium, konstruksi yang dikehendaki lain dan perlu perubahan
gambar kerja, maka perubahan tersebut harus dalam bentuk tertulis
dari Direksi pekerjaan. Semua biaya gambar kerja berikut perubahan-
perubahannya menjadi beban kontraktor.
Gambar kerja dalam beberapa item pekerjaan juga digunakan sebagai
dasar acuan pengajuan Tagihan Pembayaran (Monthly Payment)
Kontraktor.
Gambar Fasilitas/Bangunan Sementara
Dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum dimulai pekerjaan dari
tiap seksi pekerjaan, kontraktor harus sudah mengirimkan gambar-
gambar fasilitas/bangunan sementara yang akan dipergunakan di daerah
areal proyek seperti gambar gudang, rencana kantor, tempat
penyimpanan peralatan mesin, asrama pekerja dan bangunan, bangunan
lainnya yang diusulkan oleh kontraktor. Gambar-gambar harus
mendapatkan persetujuan dari Direksi.
Bila ternyata dalam pelaksanaan ada perubahan, kontraktor juga harus
mendapatkan persetujuan dari Direksi perihal perubahan tersebut baik
dari segi lokasi maupun konstruksinya.
Gambar Terlaksana (As Built Drawing)
1. Selama pelaksanaan konstruksi pekerjaan, kontraktor harus mengikuti
seksama dan mencocokkan dengan gambar kerja. Ketidakcocokan
dengan gambar kerka yang telah disetujui, supaya dicantumkan
perubahan-perubahannya dan konstruksi pekerjaan yang dikerjakan
sesuai dengan keadaan yang dikerjakan/dengan keadaan sebenarnya
untuk selanjutnya dibuat gambar terlaksana.

7
2. Penyesuaian gambar dengan pelaksana pekerjaan di lapangan akan
diadakan pemeriksaan oleh Direksi Teknik.
Bila dari hasil pemeriksaan ternyata ditemukan ketidak sesuaian maka
dalam jangka 14 (empat belas) hari, kontraktor harus telah
memperbaiki gambar tersebut, sehingga gambar terlaksana benar-
benar sesuai dengan yang dilaksanakan di lapangan.
Setelah mendapatkan persetujuan maka Kontraktor menggandakan di
samping untuk keperluannya sendiri, sebanyak 3 (tiga) set diserahka
kepada Direksi/Engineer.
3. Gambar terlaksana harus dibuat di atas, kertas A3 yang berkualitas
baik dari memudahkan dalam penggandaannya. Selanjutnya gambar
terlaksana yang telah selesai dan telah mendapatkan persetujuan dari
Direksi/Engineer diserahkan kepada pemilik pekerjaan oleh kontraktor.
4. Dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah penandatanganan serah
terima pekerjaan 100%, kontraktor harus sudah menyerahkan gambar
terlaksana lengkap yang terdiri dari :
a. 3 (tiga) set gambar lengkap cetakan ukuran penuh (A3)
Gambar-Gambar Lain
Selain gambar-gambar yang disebutkan di atas, gambar-gambar lain yang
masih diperlukan dalam pelaksanaan seperti gambar metode
pelaksanaan, skema diagram ataupun grafik jadwal pelaksanaan
pekerjaan, harus diserahkan juga untuk mendapatkan persetujuan dari
Direksi/Engineer.
1.6. Jika ada perbedaan gambar dan syarat-syarat teknik, maka syarat-syarat teknik
yang harus diikuti. Jika ada perbedaan pada gambar dan atau ukuran-ukuran
maka gambar skala yang lebih besar yang diikuti, dan jika terdapat keragu-
raguan dari isi dokumen proyek, maka kontrakor harus mendiskusikan atau
minta penjelasan pada direksi teknik, dan dalam terjadi pertentangan isi antara
dokumen-dokumen yang ada maka yang menentukan adalah tingkat kekuatan
dari dokumen yang dimaksud sebagaimana telah ditetapkan dalam salah satu
bagian dari dokumen proyek.

8
1.7. Survey dan Pengukuran Kembali
a. Paling lambat 14 hari setelah penandatanganan kontrak, kontraktor
diwajibkan untuk melaksanakan survey lapangan yang lengkap terhadap
kondisi fisik dan struktur jalan lama. Kemudian harus mengajukan atau
menyerahkan laporan lengkap dan detail dari hasil survey ini kepada direksi
teknik. Laporan itu berupa rencana kerja secara tertulis, menjelaskan secara
terperinci urutan-urutan dan cara pelaksanaan pekerjaan, termasuk hal-hal
khusus bila perlu, misalnya cuaca/curah hujan dan sebagainya.
b. Titik referensi atau Bench Mark (BM), telah ditetapkan oleh Pemilik di
lapangan seperti dapat diperiksa di dalam gambar.
Pengecekan BM sebelum digunakan sebagai pedoman kordinat dan elevasi
harus diadakan pengecekan dan verifikasi tentang akurasinya.
Kontraktor harus membuat titik referensi/BM sementara untuk kepentingan
kontraktor sendiri dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi setiap titik/BM
sementara harus mendapat persetujuan direksi lapangan.
c. Kontraktor harus menyampaikan secara Direksi, rencana pemasangan patok-
patok dalam waktu tidak kurang dari 48 jam, mendahului pelaksanaannya.
Pematolan dilakukan oleh kontraktor di bawah supervisi direksi dan bila
dianggap perlu direksi dapat melakukan perubahan-perubahan di lapangan
dan dalam hal ini akan disampaikan secara tertulis kepada kontraktor.
d. Kontraktor harus mempersiapkan alat-alat ukur yang diperlukan di lapangan
sehubungan dengan pekerjaan ini, termasuk yang diperlukan oleh direksi
untuk pengecekan.
1.8. Peralatan
Kontraktor harus mengajukan daftar peralatan yang akan digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan schedule pada rencana dan kontraktor
mempersiapkan peralatan lapangan sebelum pelaksanaan dimulai seperti tanda
pengaman lalu lintas, rol meter, mal ukuran kemiringan, papan nama proyek
dan foto keadaan.
1.9. Bahan Bangunan
a) Bahan Kawat

9
Bahan kawat yang digunakan berdiameter 3 mm dengan kondisi baru dan
galvanis serta bebas dari karat.
b) Bahan Batu
Batu-batu untuk bronjong berukuran tidak kurang dari 15 cm dan tidak lebih
dari 25 cm. Batu yang dipakai dipilih berbentuk bulat.
c) Perakitan Dan Pemasangan
Ukuran bronjong seperti ditunjukkan dalam gambar dengan anyaman bentuk
segi enam 100 x 120 (cm) beraturan yang dililit terdiri dari 3 (tiga) lilitan.
Bronjong kotak dan bersusun mempunyai batas pemisah bagian dalam
dengan bahan kawat dan bentuk anyaman sama.
Hubungan antara bronjong dibuat terikat erat dengan kawat pada ujung-
ujungnya sehingga menjadi satu kesatuan. Bronjong untuk penahan tanah
harus ditempatkan bagian yang bersinggungan dengan tanah.
d) Sumber Material
Kontraktor harus mencari sendiri sumber-sumber bahan sub base yang
memenuhi syarat dan mengajukan daftar kepada direksi mengenai sumber
(asal) subbase yang akan digunakan. Direksi bersama kontraktor mengambil
contoh material tersebut untuk keperluan pemeriksaan sebelum memberikan
persetujuannya, biaya-biaya untuk itu menjadi tanggungan kontraktor.
1.11. Pemeriksaan testing dan persetujuan
Kontraktor harus menyerahkan hasil pemeriksaan sebelum sumber bahan
tersebut dieksploitir. Segala biaya yang menyangkut pemeriksaan tersebut
menjadi tanggungan kontraktor. Material-material yang contohnya masih dalam
tahap pemeriksaan, atau sifat-sifatnya meragukan belum diperkenakan untuk
dibawah ke job site, dan bila material yang telah ada di job site ternyata tidak
memenuhi syarat yang ditetapkan, direksi berhak untuk menolaknya dan
kontraktor harus segera menyingkirkannya atas biaya sendiri.
1.12. Penyimpanan Material
1) Harus disimpan sedemikian rupa sehingga tidak mengalami perubahan
komposisi (segregasi) dan sedapat mungkin ditumpuk di tempat yang
ditunjuk/ disetujui direksi. Segala biaya yang dikeluarkan termasuk ganti

10
rugi bila penyimpanan tersebut berada di luar batas penguasaan jalan,
menjadi tanggungan kontraktor.
2) Penempatan material harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu
lalu lintas dan tidak mengurangi mutu material dalam pelaksanaan
pekerjaan.
3) Jenis bahan material yang akan dimasukkan ke dalam lokasi harus
mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh pengawas lapangan dengan
memberikan contoh bahan.
4) Bahan material yang ditolak harus dikeluarkan dari lokasi proyek atas
tanggungan/biaya pemborong sendiri selambat-lambatnya 2 x 24 jam sejak
waktu ditolak bahan material tersebut.
1.13. Persyaratan Material
Semua material harus bersih dan kotoran-kotoran, bahan-bahan organik dan
bahan-bahan lain yang tidak dikehendaki. Material yang dipakai sebagai bahan
pasangan adalah Batu gnung/Batukali yang penggunaannya masing-masing
dijelaskan dalam petunjuk teknis dan diupayakan bahan yang berada di sekitar
lokasi.
1.14. Biaya-Biaya
Kontraktor menanggung segala biaya ganti rugi/kompensasi biaya-biaya
retribusi dan sebagainya yang sehubungan dengan pengambilan/
penandatanganan material-material tersebut, namun tidak ada mata
pembiayaan khusus untuk hal ini sehingga kesemuanya telah harus
diperhitungkan dalam harga satuan material tersebut.

11
Pasal 2
Penjelasan Khusus
A. Lingkup Pekerjaan
PEMBUATAN BRONJONG S. BALIASE DESA UJUNG MATTAJANG KEC.
MAPPEDECENG
B. Umum
1. Mobilisasi
Kegiatan mobilisasi adalah tergantung pada jenis dan volume pekerjaan yang
harus dilaksanakan. Cakupan Kegiatan Mobilisasi adalah sebagai berikut :
Peralatan
Mobilisasi peralatan sesuai dengan daftar peralatan yang tercantum dalam
penawaran, dari suatu lokasi asal ke tempat pekerjaan dimana peralatan
tersebut akan digunakan dalam kontrak ini.
Fasilitas Kontraktor
Kontraktor harus menyediakan Direksi Keet Untuk Pengelolaan dan
pengawasan Proyek. direksi Keet Harus ditempatkan sesuai dengan lokasi
umum dan denah lapangan yang telah disetujui oleh Direksi dan
penempatannya harus diusahakan sedekat mungkin dengan daerah kerja.
Material Dan ukuran bangunan tersebut telah dijelaskan pada pasal 1
Penjelasan Umum.
Demobilisasi
Kegiatan Demobilisasi meliputi Pembongkaran tempat kerja oleh kontraktor
pada saat akhir kontrak, termasuk pemindahan semua peralatan, instalasi,
dan perlengkapan lainnya dari lokasi pekerjaan dan pengembalian kondisi
tempat kerja menjadi kondisi seperti semula.
2. Pemeliharaan lalu lintas
Kegiatan pemeliharaan lalu lintas untuk menjamin bahwa selama pelaksanaan
pekerjaan semua jalan lama tetap terbuka untuk lalu lintas dan dijaga dalam
kondisi aman dan dapat digunakan.
3. Rekayasa lapangan
Kegiatan rekayasa lapangan untuk mencari kesesuaian antara rancangan asli
yang ditunjukkan dalam gambar dengan segala kebutuhan aktual lapangan.

12
C. Pekerjaan Galian
1. Uraian
Pekerjaan harus mencakup penggalian, penanganan, pembuangan, atau
penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan atau sekitarnya yang
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan dalam kontrak ini. Galian struktur
mencakup galian pada segala jenis tanah dalam batas pekerjaan yang disebut
atau ditunjukkan dalam gambar untuk struktur. Setiap galian yang
didefinisikan sebagai galian biasa atau galian batu tidak dapat dimasukkan
dalam galian struktur. Pemanfaatan kembali bahan galian harus mendapat
persetujuan terlebih dahulu Oleh Direksi pekerjaan.
2. Prosedur Penggalian
Penggalian harus dilaksanakan menurut kelandaian, garis, dan elevasi yang
ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi Pekerjaan dan harus
mencakup pembuangan semua bahan dalam bentuk apapun yang dijumpai,
termasuk tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu dan bahan perkerasan
lama, yang tidak digunakan untuk pekerjaan permanen. Pekerjaan galian
harus dilaksanakan dengan gangguan seminimal mungkin terhadap bahan di
bawah atau di luar batas galian. Galian untuk saluran harus cukup ukurannya
sehingga memungkinkan pemasangan dengan benar, pengawasan, dan
pemadatan penimbunan kembali di bawah dan di sekeliling pekerjaan.
Kontraktor harus bertanggungjawab terhadap seluruh pengaturan dan biaya
biaya yang diperlukan untuk pembuangan bahan galian yang tidak terpakai ,
juga termasuk pengangkutan hasil galian ke tempat pembuangan akhir dan
perolehan ijin dari pemilik atau penyewa tanah dimana pembuangan akhir
tersebut akan dilakukan. Bahan galian yang mengandung tanah yang sangat
organik, tanah gambut, sejumlah besar akar atau bahan tetumbuhan lainnya
dan tanah kompresif yang menyulitkan pemadatan bahan di atasnya atau
yang dapat mengakibatkan kegagalan atau penurunan yang tidak
dikehendaki, harus diklasifikasikan sebagai bahan yang tidak memenuhi syarat
untuk digunakan sebagai timbunan. Permukaan galian tanah yang telah
selesai dan terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus

13
memiliki cukup kemiringan untuk menjamin pengaliran air yang bebas dari
permukaan itu tanpa terjadi genangan.
D. Pekerjaan Bronjong
1. Uraian
Kawat bronjong haruslah baja berlapis seng yang memenuhi SNI 03-0090-
1999/ASHTO M 279 dan ASTM A239. Lapisan galvanisasi minimun haruslah
0,26 kg/m2.
Karakteristik kawat bronjong adalah :
Tulangan Tepi,diameter : 4,0 mm
Jaringan,diameter : 3,0 mm
Pengikat,diameter : 2,0 mm
Perpanjangan diameter : 10% (minimun)

Anyaman haruslah merata berbentuk segi enam (heksagonal) yang teranyam


dengan tiga lilitan dengan lubang kira-kira 100 mm x 120 mm yang dibuat
sedemikian rupa hingga tidak lepas-lepas dan dirancang untuk diperoleh
kelenturan dan kekuatan yang diperlukan. Keliling tepi dari anyaman kawa
harus diikat pada kerangka bronjong sehingga sambungan-sambungan yang
diikatkan pada kerangka harus sama kuatnya seperti pada anyaman.
Keranjang haruslah merupakan unit tunggal dan disediakan dengan dimensi
yang disyaratkan dalam gambar dan dibuat sedemikian sehingga dapat dikirim
kelapangan sebelum diisi dengan batu. Batu untuk pasangan bronjong harus
terdiri dari batuan keras dan awet.
2. Prosedur pelaksanaan
Keranjang Bronjong harus dibentangkan dengan kuat unuk memperoleh
bentuk serta posisi yang benar dengan mengunakan batang penarik atau ulir
penarik kecil sebelum pengisian batu kedalam kawat bronjong. Sambungan
antara keranjang haruslah sekuat seperti anyaman iu sendiri. Setiap segi
enam harus menerima paling sedikit dua lilitan kawat pengikat dan kerangka
bronjong antara segi enam tepi paling sedikit satu lilitan. Paling sedikit 15 cm
kawat pengikat harus ditinggalkan sesudah pengikatan terakhir dan
dibengkokan ke dalam keranjang.

14
Batu harus dimasukkan satu demi satu sehingga diperoleh kepadatan
maksimun dan rongga seminimal mungkin.Bilamana tiap bronjong telah diisi
setengah dari tingginya,dua kawat pengaku horisontal dari muka ke belakang
harus dipasang.Keranjang selanjutnya diisi sedikit berlebihan agar terjadi
penurunan(settlement). Sisi luar batu yang berhadapan dengan kawat harus
mempunyai permukaaan yang rata dan bertumpu pada anyaman.
Setelah pengisian, tepi dari tutup harus dibentangkan dengan batang penarik
atau ulir penarik pada permukaan atasnya dan diikat. Bilamana keranjang
dipasang satu di atas yang lainya, sambungan vertikal harus dibuat berselang
seling.
Pasal 3
Pekerjaan Pembersihan, Selesai dan Tambahan
A. Pekerjaan Pembersihan
1. Pembersihan Selama Pelaksanaan
a. Pihak kontraktor harus melaksanakan pembersihan rutin lokasi daerah dari
tumpukan-tumpukan bahan sisa, sampah dan kotoran lainnya.
b. Menjamin bahwa terbebas dari kotoran.
c. Menjaga kebersihan secara teratur, rambu-rambu lalu lintas dan sejenisnya.
d. Siapkan di daerah kerja tempat-tempat sampah untuk pengumpulan bahan-
bahan sisa, kotoran dan sampah sebelum dibuang.
2. Pembersihan Akhir
a. Semua sisa bahan, setelah pekerjaan selesai harus diangkut keluar lokasi.
b. Setelah pekerjaan dinyatakan selesai maka semua bangunan baru yang kotor
harus dicuci dan dibersihkan.
c. Semua macam pekerjaan telah diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
B. Pekerjaan Selesai
Pekerjaan dianggap selesai jika :
a. Pembersihan daerah Pekerjaan telah selesai dikerjakan
b. Pekerjaan telah diperiksa secara bersama oleh direksi pekerjaan sesuai
ketentuan yang berlaku.
C. Pekerjaan Tambahan

15
a. Selain rencana kerja syarat-syarat ini maka semua ketentuan administrasi,
pemeriksaan bahan, mutu serta ketentuan lain dari pemeriksaan yang
menyangkut pelaksanaan bahan mutu pekerjaan ini termasuk pula sebagai
syarat-syarat yang harus dipenuhi dan ditaati.
b. Semua akibat yang timbul dari pelaksanaan pekerjaan yang keliru/kelalaian
kontraktor adalah menjadi tanggung jawab kontraktor.
c. Biaya pemeliharaan dan sejenisnya sampai bangunan diserahkan untuk kedua
kalinya menjadi tanggungan rekanan.
Pasal 4
Penutup
1. Hal-hal yang belum diatur dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini, akan
diatur dalam Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (Kontrak).
2. Semua batasan (definisi) dan ketentuan-ketentuan dalam RKS ini berlaku pula
untuk kontrak.
3. RKS ini merupakan dokumen lelang yang tidak terpisahkan dengan Surat
Perjanjian Pekerjaan (Kontrak).

16