Anda di halaman 1dari 5

DINAMIKA REGIONAL ASEAN

Buku: Hubungan Internasional di Asia Tenggara (Dr. Bambang Cipto, MA)


BAB 4: Perluasan ASEAN

MALSYA GHASSANI
143112350750039
FISIP/HI
ASEAN pada awalnya dibentuk berdasarkan atas suatu motivasi politik untuk
menciptakan keamanan dan stabilitas regional Asia Tenggara yang sangat dibutuhkan bagi
pembangunan nasional para anggotanya. Dengan begitu diharapkan bahwa ASEAN bisa
menjadi suatu organisasi regional yang dapat menjadi penggerak bagi terciptanya suatu Asia
tenggara yang damai. ASEAN dibentuk pada 8 Agustus tahun 1967 di Bangkok dengan 5
negara anggota utamanya yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Sinagpura dan Thailand,
kemudian disusul oleh Brunei Darussalam pada tahun 1984, Vietnam pada tahun 1995, Laos
dan Myanmar pada tahun 1997 dan Kamboja pada tahun 1999.

Perluasan ASEAN adalah proses memperluas Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia


Tenggara dengan diterimanya negara-negara anggota baru. Saat ini, perundingan sedang
berlangsung untuk diterimanya dua negara lagi, Papua Nugini dan Timor Leste.

ASEAN berkeinginan kuat untuk memperluas keanggotaannya , dan tentu saja


keinginan ini memerlukan pendalaman lebih lanjut mengingat perbedaan-perbedaan ideology
dan norma-norma di negara ASEAN.

Berakhirnya perang dingin mempengaruhi konstelasi politik di Asia Tenggara.


Perubahan ini mengubah kebijakan Girbachev terhadap Vietnam dengan menarik dukungan
militer dan ekonomi yang selama ini menjadikan Vietnam bergantung kepada Uni Soviet.

Karena sistem pemerintahan yang Junta Militer menyebabkan dunia internasional


banyak yang tidak menerima keputusan bahwa Myanmar ingin bergabung di ASEAN.
Amerika Serikat dan negara-negara Eropa merupakan yang menentang diterimanya Myanmar
menjadi anggota ASEAN. Mereka menginginkan adanya penundaan terhadap keputusan
menerima Myanmar menjadi anggota ASEAN karena beranggapan bahwa Myanmar adalah
negara yang belum demokratis, dengan masih banyaknya pelanggaran-pelanggaran Hak
Asasi Manusia di negara tersebut. Tetapi ASEAN tetap pada pendiriannya untuk menerima
Myanmar menjadi anggota. Karena sebagaimana landasan dasar pembentukan ASEAN yang
dikemukakan Founding Fathers organisasi ini adalah memperluas kenaggotaan ASEAN
hingga mencakup semua negara Asia Tenggara.

Keputusan Myanmar untuk bergabung dalam ASEAN merupakan langkah awal yang
positif sebagai bentuk kesadaran awal pemerintahan Junta Militer Myanmar untuk mulai
memperbaiki kondisi perekonomian yang sempat terpuruk. Dimana melalui kerjasama
ASEAN, Myanmar akan lebih mudah memperluas perdagangan dalam skala regional dan
usahanya untuk menarik para investor asing. Secara finansial, Myanmar cukup mampu untuk
mengeluarkan anggaran rutin untuk pembiayaan rapat tahunan ASEAN, yang sudah tentu
membutuhkan dana yang cukup besar. Selain itu, secara teknis Myanmar telah
menandatangani berbagai perjanjian ASEAN, sepeti ZOPFAN, SEANWFZ dan AFTA.
Terlepas dari berbagai protes yang mewarnai keikutsertaan Myanmar ke dalam ASEAN,
terdapat dua faktor yang menjadi penyebab bergabungnya Myanmar ke dalam ASEAN, yakni
faktor politik dan ekonomi.

Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan


Myanmar lan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam
negeri Kamboja. Meskipun begitu, dua tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung
menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.

ASEAN+3 sudah melakukan beberapa pertemuan di antaranya kerja sama keamanan


energi ASEAN+3 muncul sebagai akibat semakin meningkatnya kebutuhan energi baik di
tingkat regional maupun tingkat dunia. Pertemuan pertama berlangsung pada tangga 9 Juni
2004 di Manila, Filipina dan mensahkan program kegiatan Energy Security Forum, Natural
Gas Forum, Oil Market Forum, Oil Stockpliling Forum dan Renewable Energy Forum dan
masih banyak lagi pertemuan yang dilakukan ASEAN+3

Ada beberapa faktor mengapa ASEAN melakukan kerja sama dengan tiga negara patner, di
antaranya:

1. Jepang
Jepang, negara yang hancur dari perang dunia ke-II sekarang menjadi raksasa
ekonomi dunia dan sekarang adalah mitra ASEAN. Peran Jepang sangat diharapkan
dalam mengambil peran ekonomi yang lebih tegas. Di sisi lain, Jepang sendiri terlihat
pasif dalam peran kekuatan politik dan militer karena masih ada rival yang kuat yaitu
RRT. Jepang masih menganggap bahwa kedaulatan suatu negara sebagai faktor yang
paling penting. Kepentingan Jepang di kawasan seperti yang kita lihat sekarang yaitu:
stabilitas kawasan di Asia Tenggara dan keamanan maritim/the sea lines of
communication. Para elit pemerintah Jepang tampaknya bersikap waspada dan
proaktif terhadap setiap perkembangan pada tataran regional terutama bangkitnya
RRT sebagai raksasa ekonomi dunia.
Jepang merasa harus memberikan perhatian yang lebih besar pada kestabilan
regional. Lagipula Jepang sendiri secara psikologis tentunya masih merasa sebagai
bangsa yang besar di Asia Pasifik. Dalam mengimplementasikan peranan politik di
kawasan ASEAN akan timbul perbedaan pandangan dengan Amerika Serikat.
Instrumen yang paling efektif untuk menghadapi Amerika Serikat adalah ekonomi.
Sikap lebih gentle bangsa Jepang sangat diperlukan untuk menghadapi Amerika
Serikat . Jepang sendiri telah merencanakan peningkatan yang signifikan terhadap
kekuatan militernya. Dan secara langsung maupun tidak langsung, ini akan berimbas
pada negara-negara anggota ASEAN dalam bentuk peningkatan perlombaan senjata
di kawasan.

2. RRT

Beijing, pusat ekonomi RRT yang sedang tumbuh pesat. Kontur dimensi multipolar
yang kian kompleks mengharuskan tiap negara anggota ASEAN untuk adaptif
terhadap dinamika geopolitik dan geostrategi kawasan. Seperti pada peningkatan
kemampuan militer RRT yang oleh Amerika Serikat pun dipandang sebagai sebuah
ancaman. International Role RRT telah terbuka lebar dengan diundangnya modal dan
teknologi dari Barat dan Jepang. RRT tampaknya akan terus mempertahankan
kepentingan dan strategic influence mereka di kawasan ASEAN baik secara politik
maupun militer. Ada keprihatinan mengenai tindakan RRT beberapa tahun yang lalu
di Kepulauan Spratly. Pengembangan lembaga-lembaga keamanan yang lebih kuat di
kawasan sangat diperlukan. Di bidang ekonomi dan industri, langkah RRT yang
mendorong warganya bermigrasi dari daerah pedesaan ke kota-kota untuk
menciptakan 270 juta pekerjaan dalam 10 tahun ke depan patut diapresiasi.

Kepentingan utama RRT terhadap negara-negara Asia terfokus pada


pembangunan ekonomi yang cepat, dan bagi RRT, untuk diakui sebagai kekuatan
Asia yang besar juga sangat penting. Dalam sebuah novel terbitan tahun 1997 yang
menggambarkan terjadinya perang berskala global antara Amerika Serikat melawan
RRT, diceritakan bahwa pemicunya adalah serangan RRT ke Laut Cina Selatan dan
invasi militer RRT ke Vietnam. Walaupun novel tersebut adalah fiksi belaka, namun
tetap ada korelasinya dengan kondisi yang terjadi saat ini, dan ada kemiripan dengan
apa yang diungkapkan oleh pakar politik AS Samuel Huntington dalam bukunya The
Clash of Civilization.
3. Korea Selatan
Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah berubah menjadi
negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun, dan sekarang menjadi patner
ASEAN. Begitu juga dengan Korea Selatan, Presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak
pada tahun 2009 mengatakan bahwa perdagangan ASEAN-Korsel telah tumbuh 11
kali lipat dalam dua dekade terakhir menjadi senilai US$ 90,2 miliar. Angka tersebut
bahkan diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 150 miliar pada 2015. Dan
berencana untuk meningkatakannya lebih baik lagi dan selain itu melakukan
pertukaran budaya dan sebagainya.

ASEAN-Eropa

Eropa adalah mitra dagang ASEAN ketiga dan pasar ekspor kedua terbesar bagi
produk-produk ASEAN. Kerjasama ekonomi ASEAN-Eropa juga dijalin sejak 1978 terjadi
hambatan dengan masuknya Myanmar ke ASEAN. Uni eropa, sebagaimana Amerika
menetapkan kebijakan politik rezim militer Myanmar yang mereka pandang melanggar
HAM.

ASEAN Community (Pasca Perang dingin 1997)

Untuk mencapai tujuan ekonomi, politik, dan sosial, ASEAN mengadakan ASEAN
Community yang terdiri dari 3 pilar utama:

ASEAN Security Community: bertujuan untuk meningkatkan kerjasama politik dan


keamanan antar negara anggota.
ASEAN Economic Community: bertujuan untuk menyerap investasi asing.
ASEAN Social and Cultural Community: bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah
kemiskinan, pertumbuhan penduduk, dll.