Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN KUNJUNGAN MUSEUM LAMPUNG

MATA KULIAH PENGANTAR ILMU SEJARAH

DI SUSUN OLEH :

SAFIRA 1413034058

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRFI
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya


menyelesaikan laporan hasil kunjungan Museum Lampung ini dengan penuh
kemudahan. Tanpa pertolongan Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikan laporan hasil kunjungan Museum Lampung dengan baik.

Laporan ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu


yangpenulis sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Laporan ini
memuat tentang Jenis Koleksi Museum Lampung Ruwa Jurai. Walaupunlaporan ini
mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dosen pengampu mata kuliah pengantar ilmu sejarah yang telah memberikan
masukan dalam penyusunanlaporan ini.
2. Kedua orang tua kami, serta rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikaan
semangat, ide dan bantuannya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan laporan ini.

Semoga laporan ini dapat memberikan wawasan dan manfaat yang lebih luas
kepada pembaca. Penyusun sadar bahwa laporan ini masih banyak memerlukan
perbaikan. Untuk itu mohon kritik dan sarannya.Terima kasih.

Bandar Lampung,28 May 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN.................................................................................................. . i
KATA PENGANTAR.................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................. iii

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................... . 1
B. Rumusan Masalah ............................................................. 1
C. Tujuan Penulisan .............................................................. 2
D. Manfaat Penulisan ... 2

II. PEMBAHASAN
A. Sejarah Museum Lampung ................................................. 3
B. Manfaat Museum Lampung ................................................. 5
C. Keunggulan Museum Lampung ........................................... 6
D. Bentuk Bangunan .................................................................. 6
E. Fungsi dan Tugas Pokok Museum Lampung ....................... 7
F. Kegiatan Museum Lampung .................................................. 7
G. Peranan Museum Lampung Sebagai Pusat Perkembangan Kebudayaan
13
H. Koleksi Museum Lampung .................................................... 14
1. Koleksi Museum Lampung berdasarkan geologi ......... 15
2. Bagian Luar ....................................................................... 20
3. Bagian Dalam (Lantai 1 dan 2) .......................................... 23

III. III.PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................ 39
B. Saran........................................................................................ 39

DAFTAR PUSTAKA.. 40
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan negara kaya akan isi alamnya terlebih dari jenis flora, fauna dan
makhluk hidup lainnya. Banyak jenis makhluk hidup yang memiliki keistimewaan dan
menarik untuk diteliti, dari fosil-fosil yang telah ditemukan dan dikelompokkan
merupakan kegiatan ilmuan pada masa lalu.Berdasarkan amanat undang-undang RI No.5
tahun1992, pasal 2 ayat 1 menyatakan bahwa benda cagar budaya atau benda cagar alam
tertentu baik yang dimiliki oleh negara maupun perorangan dapat di simpan dan dirawat
oleh Museum. Sedangkan secara kelembagaan, Museum adalah
tempatpenyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti
material hasil budaya manusia, alam, dan lingkungan guna menunjang upaya
perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Museum Lampung memiliki berbagai macam koleksi sejarah. Koleksi tersebut berguna
sebagai bahan pembuktian sejarah alam, budaya manusia,dan lingkungannya serta dapat
menggambarkan identitas suatu bangsa. Sebagai Museum yang bersifat umum, koleksi
yang dikumpulkanMuseum Lampung meliputi benda-benda tinggalan sejarah alam dan
budaya manusia khususnya kebudayaan Lampung. Sebagai sorang mahasiswa pendidikan
sejarah dengan adanya fasilitas yang demikian, kita dapat menggunakannya sebagai bahan
pembelajaran, referensi saat kita kesulitan mencari materi.

Drs. Moh Amir Sutaarga direktur permuseuman pertama, mempunyai gagasan agar setiap
provinsi minimal mempunyai sebuah Museum yang mampu menampung dan
melestarikan warisan budaya di wilayahnya. Gagasan tersebut kemudian terwujud,
sebagian besar provinsi telah memiliki museum. Terutama provinsi kita tercinta yaitu
provinsi Lampung, kecuali provinsi hasil pemekaran pada era otonomi daerah.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut :


1. Bagaimana sejarah Museum Lampung ?
2. Apa manfaat Museum Lampung ?
3. Keunggulan apa saja yang terdapat di Museum Lampung ?
4. Bagaimanakah bentuk bangunan Museum Lampung ?
5. Apa saja fungsi dan tugas pokok Museum Lampung ?
6. Apa saja kegiatan yang dilakukan di Museum Lampung ?
7. Peran apa saja yang di berikan Museum Lampung terhadap pengunjung masyarakat?
8. Ada berapakah koleksi yang terdapat di Museum Lampung ?

B. Tujuan Penulisan

Tujuan dari Penulisan laporan ini adalah sebagai Berikut :


1. Untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah manusia dan sejarah.
2. Mendeskripsikan sejarah Museum Lampung .
3. Mengetahui manfaat dari Museum Lampung.
4. Mengetahui keunggulan yang terdapat di Museum Lampung.
5. Memberiakan informasi bahwa terdapat fungsi dan tugas pokok yang ada di
Museum Lampung.
6. Memberikan informasi yang bermanfaat mengenai Museum Lampung kepada rekan-
rekan sejarah tahun 2015/2016.
7. Membarikan pengetahuan kepada rekan-rekan mengenai banyak sekali koleksi-
koleksi yang terdapat di museum lampung.
II. PEMBAHASAN

A. Sejarah Singkat Museum Lampung


Museum Lampung Ruwa Jurai adalah lembaga tempat perawatan, pengamatan dan
memanfaatkan benda-benda bulat meterial hasil budaya manusia serta alam dan
lingkungan yang ada di Provinsi Lampung.Museum Lampung masuk dalam periodisasi
setelah abad proklamsi dan era pemerintahan orde baru (Periodesasi).

Museum Lampung dirintis sejak tahun 1975 oleh kepala kantor pembinaan permuseuman
perwakilan Departemen pendidikan dan kebudayaan Provinsi Lampung di Tanjung
Karang. Wujud pembangunan fasilitas gedung pameran dan kantor baru dikerjakan pada
tahun anggaran 1978/1979 didasarkan pada keputusan menteri pendidikan dan
kebudayaan nomor 064/P/1978 tanggal 30 Maret 1978 tentang pengangkatan pemimpin
dan bendaharawan proyek rehabilitasi dan perluasan museum Lampung. Peletakan batu
pertama pembangunan museum Lampung dilakukan oleh kepala bidang permuseuman
sejarah dan kepurbakalan kanwil Depdikbud Provinsi Lampung Drs. Supangat pada
tanggal 13 juni 1978 di lokasi jalan Tenku Umar No 64 Gedung Meneng, sekarang
menjadi Jln. H. Zainal Abidin Pagar Alam No. 64 Gedung Meneng Bandar Lampung.

Selanjutnya, berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik


Indonesia No. 0754/0/1987 tanggal 02 Desember 1987 museum Lampung mendapat
status Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Direktorat Jendral Kebudayaan bersama dengan 7
museum berikut ini:
1. Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat
2. Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah
3. Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah
4. Museum Negeri Provinsi Jambi
5. Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah
6. Museum Negeri Provinsi Irian Jaya
7. Museum Negeri Provinsi Bengkulu

Pada tanggal 24 September 1988 bersama dengan peringatan hari Aksara Internasional
yang dipusatkan di PKOR Way Halim, Museum Lampung diresmikan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Rebublik Indonesia Prof. Dr. Fuad Hasan. Sementara itu,
penambahan nama Ruwa Jurai untuk museum Lampung ditetapkan melalui surat
keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia No 0233/0/1990
tanggal 1 April 1990. Penambahan itu disesuaikan dengan logo Provinsi Lampung Sang
Bumi Ruwa Jurai yang berarti dua keturunan yaitu gambaran umum penduduk yang
tinggal di daerah Lampung. Secara geneologis masyarakatLampung terdiri dari suku
Lampung yang beradat pepadun dan suku Lampung Saibatin, secara sosiologi masyarakat
Lampung didiami oleh suku Lampung dan masyarakat pendatang. Nama ini telah
dikukuhkan dengan surat keputusan mendikbud RI. No.0233/0/1990 tanggal 07 Juni
1990.

Pada era ekonomi daerah berdasarkan keputusan Gubernur Lampung nomor 03 tahun
2001 tanggal 09 Februari 2001 status museum Lampung beralih menjadi Unit Pelaksana
Taknis Dinas (UPTA) dibawah dinas pendidikan provinsi sejak bulan Februari 2008
UPTD museum Lampung beralih menjadi UPTA Dinas kebudayaan dan pariwisata
Provinsi Lampung. Lokasi museum terletak di Jl. Hi. Zaenal Abidin Pagar Alam No.64
Gedung Meneng Kecamatan Kedaton Bandar Lampung dengan luas areal 17.010 meter,
yang hingga kini telah mempunyai beberapa fasilitas yaitu: Gedung Pemutaran sejaraha
museum Lampung untuk anak-anak, Gedung pameran tetap, gedung administratif,
bengkel, laboratorium, auditorium, mushola, halaman parkir,salon dan taman.
B. Manfaat Museum Lampung

Museum Lampung merupakan sarana sumber pembelajaran dan pengetahuan sejarah.


Selain itu, koleksi Museum Lampung juga digunakan sebagai sarana study dosen,
mahasiswa, pelajar dan umum. Museum juga menjadi representasi perjalanan suatu
bangsa dan suatu negara sehingga masyarakat akan mengetahui sejarah negara dan
bangsanya melalui benda-benda koleksi yang terdapat di Museum. Tak hanya sebagai
representasi sejarah, sarana rekreasi, dan media pendidikan saja. Manfaat Museum dirasa
betul oleh masyarakat, pelajar, terlebih oleh mereka yang mencintai peradaban alam dan
memiliki minat untuk menggalinya sebagai sumber pengetahuan. Terutama bagi
mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Lampung, haruslah mengetahui benda-benda
apa saja yang terdapat di Museum Lampung dan mempelajarinya. Karena benda-benda
yang tedapat didaerah Lampung berada di museum lampung, jadi sebagai mahasiswa
yang menjalankan studi dilampung dan yang sedang menjalankan pembelajaran sejarah,
haruslah mengetahuinya.

C. Keunggulan Museum Lampung

Ketika mengunjungi Museum Lampung, pengunjung akan takjub karena disuguhi


berbagai macam koleksi yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Koleksi-koleksi ini
memberikan ilmu pengetahuan yang membantu para wisatawan yang datang berkunjung.
Keistimewaan lain yang terdapat di Museum ini adalah terdapat benda-benda peninggalan
yang hanya terdapat di Lampung saja seperti peninggalan kebudayaan , prasasti-prasasti,
berbagai fosil manusia purba dan masih banyak lagi yang terdapat di Museum ini
sehingga para pengunjung dapat merasakan keistimewaannya.
D. Bentuk Bangunan

Arsitektur museum Negeri Lampung merupakan arsitektur monumental yang disesuaikan


dengan lingkungan alamnya. Dalam perkembangannya, Museum Negeri Provinsi
Lampung harus memperhitungkan perkembangan lingkungannya sampai lima tahun yang
akan datang dalam memperlihatkan identitas lokal yang hidup.

Pada prinsipnya bangunan museum mengambil konsep dasar dari rumah adat Lampung
dengan bentuk persegi panjang, model rumah panggung tercermin pada tiang-tiang bagian
luar dan bagian dalam gedung. Tangga yang terdapat dalam gedung untuk
menghubungkan lantai bawah menuju ke lantai atas merupakan gambaran tangga yang
ada pada rumah Tradisional Lampung. Ciri-ciri Tradisional terdapat pada hiasan siger di
bagian teras depan, bentuk hubungan adalah bulungan bentuk perahu terbalik dan
melintang tiang-tiang penyangga bangunan ornamen (ragam hias) pada dinding (dekat
tangga) bagian dalam gedung pameran. Sehingga bagian museum merupakan bangunan
baru yang tidak meninggalkan nilai-nilai daerah Lampung.

E. Fungsi dan Tugas Pokok Museum Lampung

Berdasarkan keputusan Gubernur Provinsi Lampung tanggal 09 februari 2001 fungsi dan
tugas museum adalah melaksanakan pengumpulan, perawatan, penelitian dan kultural
tetang benda bernilai budaya dan ilmiah. Sedangkan fungsi museum yaitu:
1. Melakukan pengumpulan, perawatan dan penyajian benda yang bernilai budaya dan
ilmiah
2. Melakukan urusan perpustakaan dan dokumentasi ilmiah
3. Memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian koleksi.
4. Melakukan bimbingan edukatif, kutural tentang benda berniali budaya dan ilmiah
5. Melakukan urusan ketatausahaan.
F. Kegiatan Museum Lampung Ruwa Jurai

Kegiatan Tata Usaha


Kegiatan ketatausahaan museum pada prinsipnya sama seperti apa yang ada pada
kantor lainnya. Tugas-tugas ketatausahaan meliputi: urusan kepegawaian, urusan
rumah, urusan perlengkapan, keuangan, persuratan dan perpustakaan.

Kegiatan Kelompok Teknis

Kegiatan museum Negeri Provinsi Lampung Ruwa Jurai sehari-hari yang penting
adalah mengelola koleksi, mulai dari pengumpulan, merawat, meneliti, menyajikan
dan menginformasikan kepada pengunjung museum. Dalam kegiatan teknis dapat
diperinci menjadi empat bagian yaitu:

1. Bagian Koleksi

Melakukan pengumpulan koleksi benda-benda budaya dan bersejarah merupakan


koleksi museum dengan memperhatikan kriteria tertentu antara lain:
Mempunyai budaya dan alamiah termasuk di dalamnya nilai keindahan.
Harus dapat diidentifikasikan terutama tentang terwujudnya, tipenya, asalnya
dan usianya .
Dapat dijadikan dokumentasi atau pembuktian kenyataan dan kehadirannya
bagian penelitian ilmiah.
Dapat dijadikan suatu monumen adat akan menjadi monumen sejarah alam,
sejarah ilmu pengetahuan atau sejarah kebudayaan.

Didalam pengumpulan koleksi tesebut museum menempuh beberapa cara yaitu:


- Penggalian (evakuasi) - Titipan
- Imbal Jasa atau Pembelian - Pertukaran antar museum
- Hadiah (hibah) - Sitaan & Reproduksi
- Sitaan - Replika
Regestrasi dan Inventaris Koleksi:
Bagian tahap awal terhadap koleksi yang masuk di museum adalah dilakukan
pencatatan dibuku regestrasi yang selanjutnya benda tersebut menjadi milik museum
(Koleksi Museum), kemudian baru dilakukan inventaris koleksi yang di catat pada
buku inventaris.

2. Bagian Konservasi

Sudah dijelaskan di atas bahwa museum perlu dilestarikan, untuk itu pengamatan dan
pengamanan perlu dilakukan secara khusus. Merawat koleksi ialah usaha agar koleksi
tetap utuh dan terhindar dari kehancuran dan kerusakan yang disebabkan oleh
kelembapan udara, jamur dan binatang. Perawatan yang dilakukan oleh petugas
museum yaitu berupa perbaikan koleksi atau perawatan kuratif. Upaya ini dilakukan
pada koleksi yang memiliki data banding. Sedangkan koleksi dalam keadaan baik
diberi perawatan preventif yaitu dibersihkan atau dijauhkan dari segala kemungkinan
yang dapat mengakibatkan kerusakan dengan menggunakan bahan dari alam maupun
dengan zat-zat imia. Adapun beberapa faktor yang menjadi penyebab kerusakan
koleksi museum adalah:
- Manusia - Polusi pencemaran udara
- Keadaan iklim dan lingkungan - Mikro organisme
- Cahaya - Serangga

2. Bagian Preparasi (Penataan)

Penyajian koleksi museum yang paling tepat adalah dengan cara pameran. Namun
benda koleksi yang dipamerkan tidak hanya diletakkan begitu saja, semua harus
ditata direncanakan agar pameran tersebut dapat dipahami pengunjung. Teknik
pameran tersebut merupakan suatu pengetahuan yang membutuhkan rentasi, imajinasi
dan keterampilan teknis serta artistik tertentu. Di Museum kegiatan ini di lakukan
oleh tenaga preparasi.
3. Bagian Bimbingan Edukatif dan Kultural

Museum identik dengan koleksi, dan museum tidak akan di kenal oleh masyarakat
tanpa adanya publikasi dan penyebaran informasi oleh petugas bimbingan edukatif
dan kultural, baik melalui penjelasan kepada pengunjung, ceramah/ sara/ temu
budaya , bimbingan karya tulis lomba dan pameran , baik di tunjukan kepada
pelajar , mahasiswa dan pengunjung umum dengan lebih memperkenalkan dan di
kenal masyarakat. Museum telah mewarisi dan menanamkan budaya bangsa yang
kemudian akan merambah kemampuannya, imajinasi, kreatifitas pelajar dan
mahasiswa khususnya serta masyarakat pada umumnya
Kegiatan-kegiatan bagian bimbingan edukatif dan kultural dalam
mempublikasikan museum dan melayani pengunjung meliputi :
- Bimbingan keliling museum - Bimbingan karya tulis
- Ceramah/ sarasehan/ temu budaya - Museum keliling
- Lomba/ sayembara

G. Peranan Museum Lampung Sebagai Pusat Perkembangan Kebudayaan

Dilihat dari tugas dan fungsinya Museum Lampung memiliki peran penting sebagai pusat
perkembangan kebudayaan karena museum Lampung sebagai pusat perkembangan yang
memiliki banyak koleksi benda-benda bersejarah. Salah satu fungsi dan tugas museum
Lampung yaitu memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian. Petugas museum
memiliki beberapa cara untuk memperkenalkan hasil penelitian salah satunya melalui
pameran.
H. Koleksi Museum Negeri Provinsi Lampung Ruwa Jurai

Pusat kegiatan semua museum sebenarnya bermuara pada koleksi. Dari sejumlah koleksi
yang ada di data di informasikan pada masyarakat.Dengan memanfaatkan bangunan
bergaya arsitektur khas Lampung, museum ini menyimpan beragam benda prasejarah,
benda budaya, serta flora dan fauna khas Lampung. Berdasarkan data tahun 2015,
Museum Lampung menyimpan sekitar 4.735 benda koleksi. Koleksi terbanyak adalah
etnografika yang mencapai 2.079. Berikut ini benda-benda koleksi Museum Lampung
yang diklasifikasikan ke dalam 10 jenis yaitu:

1. Geologika
2. Biologika
3. Ethnografika
4. Arkeologika
5. Historika
6. Humanistika / heraldika
7. Fisiologika
8. Kermologika
9. Seni rupa
10. Tecnologika

1. Geologika
Yaitu koleksi yang terdiri dari benda-benda bukti sejarah alam dan lingkungan serta
berkaitan dengan disiplin ilmu geologi. Geologi (fosil, batuan, mineral, dan benda
bentukan alam lainnya, seperti andesit dan granit).

Penjelasan Benda Geologika:


Kebudayaan Megalitikum pada zaman batu besar dimulai sejak zaman perundagian
banyak ditemukan. Di Lampung banyak situs Megalitikum berupa dolmen, menhir,
bangunan berundak, batu bergores, lumpang batu, kursi dan meja batu, arca menhir,
dan arca megalitikum.
(Periodisasi:(Arkeologi) Dimulai dari
zaman paleolitikum-
megalitikum600.000 tahun)
2. Biologika.

Yaitu koleksi yang berkaitan dengan alam dan lingkungan serta berkaitan dengan
disiplin ilmu biologi. Biologi (rangka manusia, tengkorak, hewan, dan tumbuhan baik
fosil atau pun bukan).

Penjelasan Benda Biologika:


Berdasarkan penjelasan ilmu bantu tersebut dapat dijelaskan bahwa, di Museum
lampung terdapat fosil gajah, harimau sumatra, tringgiling, burung madu dan lain
sebagainya.
(Periodisasi: zaman mesozoikum 150 juta tahun yang lalu)

3. Arkeologika

Yaitu benda-benda yang merupakan bukti peninggalan budaya hindu budha dan
masuknya islam. Benda yang terdapat di Museum Lampung adalah: lumpang batu,
batu bergores, prasasti dadak, prasasti pasemah, prasasti bungkuk, pasasti ulu belu,
prasasti bawang, dan yoni.

Penjelasan Benda Arkeologika:


Jenis Arkeologika berupa artefak dari masa prasejarah, diantaranya berupa alat batu
yang ditemukan di situs Padang Cermin (Lampung Selatan), nekara dan bejana
perunggu dari labuhan maringgi, manik-manik dari situs sumber jaya dan berbagai
jenis fosil (penambahan penjelasan).

Penjelasan salah satu benda Arkeologika:


Lumpang Batu ditemukan di Benteng Sari, Jabung Lampung Timur. Batu berbentuk
lesung yang merupakan peninggalan tradisi megalitik muda dari neolitikum 1600
tahun yang lalu. Digunakan untuk menumbuk biji-bijian/ menghaluskan kebutuhan
sehari-hari.

(Periodisasi: peninggalan zaman megalitikum muda1600 tahun yang lal


4. Historika
Yaitu benda yang mempunyai nilai sejarah yang pernah digunakan untuk hal-hal yang
berhubungan dengan perlawanan kepada penjajah. Benda yang terdapat di Museum
lampung yaitu, meriam ula/meriam benteng, meriam bumbung, dan pedang
Punggawa Raden Intan II.

Penjelasan Benda Historika:


1. Meriam Ula ditemukan di Lampung. Indonesia mengenal Meriam sejak
kedatangan bangsa Portugis pada abad ke-16. Meriam merupakan salah satu jenis
senjata dengan berbagai bentuk dan ukuran yang memiliki fungsi sebagai
penembak jarak jauh.
2. Meriam Bumbung ditemukan di Cukuh Balak, Tnggamus. Merupakan jenis
Meriam Benteng berukuran sedang, digunakan sebagai senjata menembak jarak
jauh pada masa kolonial belanda yang terbuat dari besi
3. Pedang Punggawa Raden Intan II ditemukan di Lampung. Pada permukaan
bilah terdapat tulisan arab yang berbunyi innama amruhu idza arradallah syaitan
alyaquulahu kunfayakun. Pedang ini juga menjadi bukti sejarah kegigihan Raden
Intan II bersama pasukan berjuang melawan penjajah belanda yang sangat
berkeingianan manguasai Lampung.
(Periodisasi: kedatangan bangsa Portugis pada abad ke-16)

4. Numismatika /Heraldika.

Numismatika yaitu peninggalan yang berupa mata uang atau alat tukar lainnya.
Sedangkan Heraldika yaitu kumpulan tanda jasa dan peralatan pemerintah. Benda
yang terdapat di Museum Lampung yaitu, mata uang dan stempel.
Penjelasan Benda Numismatik/ Heraldika yaitu benda mata uang atau juga bisa
stempel. Didalam stempel tersebut terdapat tulisan denga huruf Arab gundul yang
berbunyi KEPEL KAMPUNG DADDUGA, KEPALA MARGA DATARAN, angka
tahun 1865 pada bagian tengahnya. Cara penggunaan stempel dengan lengesan
minyak kelapa diolesi lalu dicapkan di surat berharga tersebut diatas.
(Periodisasi: dari zaman
Belanda1972 - tahun 2009 )

7. Fisiologika

Yaitu kumpulan tulisan atau naskah


kuno yang ditulis diatas kulit
kayu,bambu,dan sebagainya. Fisilologi (naskah kuno tulisan tangan yang
mendeskripsikan suatu peristiwa).

Penjelasan Benda Fisiologika:


Naskah-naskah kuno Lampung berasal dari tradisi sastra Indonesia kuno yang telah
ada sebelum islam masuk ke Sumatera. Pada umumnya naskah-naskah kuno itu berisi
tentang syair mistik, syair cerita, mantra, guna-guna, sihir dan obat-obatan yang
berasal dari unsur pra islam dan islam yang terjalin erat. Naskah-naskah kuno
Lampung ditulis diatas media kulit kayu, bambu dan tanduk.
Naskah Lampung yang menunjukkkan pra islam terdapat pada buku kulit kayu
bertuliskan aksara Lampung kuno dan terdapat gambar-gambar yang merupakan raja.
Pada sisi A berisi mantra tolak bala dan pengobatan, sisi B berisi mantra kejahatan
dan kekebalan tubuh.
(Periodisasi: pada zaman
penyebaran islam di
Indonesia (Lampung)
abad 11 M-17M)

8. Keramologi
Yaitu benda yang terbuat dari tanah liat, bahan batuan atau perselin yang dibakar
dengan suhu tertentu. Benda koleksi barang pecah belah yang terbuat dari tanah laiat
yang dibakar.

Penjelasan Benda Keramologi:


Benda-bendanya sangat banyak sekali mungkin penulis hanya menyebutkan/
mejelaskan salah satunya saja. Nama benda-bendanya antara lain adalah:
(Periodisasi: diperkirakan abad 18, yaitu zaman penyusunan kemerdekaan Indonesia
sejak abad ke XVI sampai ke XIX )

9. Seni Rupa
Yaitu benda hasil daya cipta, karsa, dan rasa manusia yang diungkapkan secara
konkrit dalam bentuk dua atau tiga dimensi yang memiliki keragaman dalam tema ide
konsektual dan media teknik.

Penjelasan Benda Seni Rupa:


Disini penulis memjelaskan satu bentuk dari seni rupa yang terdapat di Museum
Lampung yaitu, kain tapis. Kain tapis berbentuk sarung dipakai oleh kaum wanita.
Kain tapis Raja Medal ditenun denga teknik pakan lungsi. Bahan kain katun dan
benang emas. Berjalur horizontal, warna hitam, merah hati, kuning dan hijau. Motif
hias orang diatas rato ditarik orang, ayam nyecak konci dan pucuk rebung. Dipakai
oleh kelompok kerabat paling tua (tuho penyimbang). Pada upacara adat seperti
mengawinkan anak atau pengambilan gelar. Dan penulis menambahkan
keramik, 2.893 buah benda karya seni (keramik) dari negeri Siam dan
China pada masa Dinasti Ming

(Keramik Asing/Eropa)
(Periodisasi:penjajahan bangsa Eropa untuk keramik yaitu pada abad X-XIX M )
10. Teknologika

Yaitu peralatan yang dibuat dengan teknologi tradisional, umumnya berupa peralatan,
untuk memenuhi kebutuhan hidup. Benda yang terdapat di Museum Lampung yaitu,
Perahu Lesung.

Penjelasan Benda Teknologika:


Perahu Lesung ditemukan di Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Berukuran panjang
9,66 M. Umur 200 tahun dipindahkan ke museum Lampung pada tahun 2000.
Berfungsi sebagai alat pengangkut barang-barang dan alat mencari kebutuhan sehari-
hari.

(Periodisasi:pada zaman jatuhnya pemerintahan belanda dan masa peralihan 1800-


1816)
Untuk mempermudah pengenalan dan pemaparan koleksi museum akan di jelaskan
secara berurutan sesuai dengan tata pameran. Pertama, benda-benda koleksi museum
yang berada diluar gedung museum. Kedua,benda-benda dalam gedung museum
terdapat dua lantai antara lain lantai bawah, yang berisi tentang sejarah dan latai atas
berisi tentang kebudayaan lampung
1) Benda-Benda Koleksi Museum Lampung yang Berada Diluar Gedung
a. Bola Besi/ Bom dinamit

Bola Besi merupakan benda yang pernah digunakan untuk membuka lahan
transmigrasi di wilayah Lampung Timur, Raman Utara, Purbolinggo, Seputih Banyak
dan Seputih Raman pada tahun 1953-1956.

Bola Besi
(Periodisasi:pada masa demokrasi terpimpin, perjuangan dan pengambilan Irian Barat
1949-1969)

\
b. Jangkar
angkar kapal dan lampu batas laut yang dulunya pernah terlempar ke Tanjung Karang
saat terjadi letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.
Jangkar Kapal

(Periodisasi: tanjung priok dan weltevreden dibangun, letusan gunung Krakatau pada
tahun 1883 )

c. Lamban Pesagi

Lamban Pesagi merupakan rumah berumur 150 tahun yang ditempatkan di bagian
depan bangunan utama museum. Lamban pesagi ini dilengkapi pula dengan sebuah
lumbung padi, perahu lesung dan alat penumbuk kopi. Lamban Persagi yang artinya
Rumah Persagi.Adalah salah satu rumah adat Lampung yang berusia sekitar 300
tahun.
(periodisasi: pada saat perluasan kekuasaan Nederland di Hindia Timur tahun 1678-
1757)
d. Meriam
Meriam Bumbung/ Meriam Lela, eriam bumbung ini memiliki sejarah panjang
dengan kepentingan Belanda di Keresidenan Lampung. Kala itu baru baru ada
Keresidenan Krui dan Tanjungkarang. Masyarakat Lampung dulu menggunakan
meriam bumbung yang terbuat dari bambu untuk melengkapi prosesi adat. Namun,
sekitar abad ke 17, mulai tersebar di daerah Lampung dan digunakan sebagai salah
satu alat untuk upacara adat. Namun kala itu meriam bumbung digunakan Belanda
untuk menyerang Raden Intan yang menjadi salah satu pimpinan keratuan darah putih
di Kalianda. Peperangan yang terjadi pada dalam kurun waktu 1834-1836 ini
menyisakan beberapa meriam yang hingga kini bisa kita jumpai. Bahan pembuatan
meriam bumbung ini adalah: tembaga dan ada juga yang terbuat dari besi. Meriam ini
langsung didatangkan dari belanda dengan teknik pembuata menggunakan sistem cor.
Panjang meriam yang dipakai ahun 1850 sepanjang 1-1,40 cm, beratnya 2 ton.
(periodisasi:abad ke 15-18 adalah mengenai kerajaan Demak-Mataram, jadi pada
abad ke 17 meropakan kurun waktu )

\\
c. Nama-nama Gubernur yang pernah menjabat sebagai Gubernur Lampung.
Di dalam Museum juga terdapat nama-nama Gubernur yang pernah menjabat
di Lampung. Nama-nama Gubernur yang pernah mejabat di Lampung antara lain:

1. Kusno Danupoyo 1964 - 1966


2. H,Zainal Abidin Pagar Alam 1966 - 1973
3. R.Sutioso 1973 - 1978
4. Yasir Yadibroto 1978 - 1988
5. Kolo Poedjono Pranyoto 1988 - 1993
6. Kolo Poedjono Pranyoto 1993 - 1998
7. Oemarsono 1998 - 2003
8. Tursadi Alwi 5/2/2003 2/6/2004
9. Sjcahroeddin Z.P 2/6/2004 - 2008
10. Syamsurya Ryacudu 2/7/2008 2/6/2009
11. Sjachroeddin ZP. 2/7/2009 2014
12. M.Ridho Ficardo 1/4/2014 Sekarang
(Periodisasi: pengambilan Irian Barat, zaman perkembangan pemerintahan orde baru-
zaman reformasi dan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono 1949-
2009)
3. Pecahan batu vulkanik krakatau Didalam Museum juga terdapat gambar peristiwa
meletusnya gunung krakatau tahun 1883.Dan terdapat juga pecahan batu vulkanik
yang terlempar saat gunung krakatau meletus.

(Periodisasi: meletusnya gunung krakatau tahun 1883)


4. Kerangka manusia purba Kerangka manusia purba yang ditemukan di Lampung
diperkirakan pernah hidup di zaman megalitik kuno.Kebudayaan megalitik dimulai
pada masa bercocok tanam, dimana pada saat itu kepadatan penduduk sudah
mencapai 2 jiwa/km2.

(Periodisasi: gambar (1) zaman


peleolitikum dan mesolitikum/homo
erectus yang hidup 1 juta-150.000 tahun
yang lalu, gambar (2) zaman neolitikum/
bercocok tanam yang hidup pada
tahun10.000-4.000/3.000 tahun yang lalu)

5. Aksara Lampung dan aneka koleksi kebudayaan masyarakat Lampung .


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari hasil kunjungan dan informasi kami ,maka dapat disimpulkan bahwa:

1) Museum Lampung dibangun untuk melestarikan dan memelihara benda cagar


alam lainnya.
2) Museum Lampung sebagai pusat perkembangan kebudayaa
3) Museum adalah tempat untuk belajar tentang masa benda-benda bersejarah di
masa lalu.
4) Membangkitkan kesadaran bagi setiap orang akan pentingnya peristiwa-
peristiwa di masa lampau.
5) Museum dapat juga digunakan sebagai tempat wisata yang di dalamnya dapat
digunakan untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan khususnya bagi
masyarakat lampung.

B. SARAN
Mengingat Museum Lampung merupakan salah satu keinginan tersendiri bagi
masyarakat Lampung, maka saya sebagai penulis menyarankan kepada seluruh
masyarakat Lampung harus lebih meningkatkan kualitas dan menambah benda-benda
yang bersejarah agar dapat di informasikan kepada masyarakat Lampung dan
sekitarnya. Khususnya kepada para mahasiswa Universitas Lampung, Program studi
pendidikan sejarah dapat menggunakan sarana Museum Lampung sebagai tempat
belajar.

DAFTAR PUSTAKA
http://miftahfaridfakhruddin.blogspot.co.id/2013/12/sejarah-museum-lampung-oleh-
fikri.html( diakses pada 13-06-2017 pukul 00.55)

WWW.MUSEUMLAMPUNG.COM( diakses pada 13-06-2017 pukul 00.55)


Wahana Rekreasi Edukasi
Katologi Gerabah Koleksi Museum Lampung.