Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, Maret 2011, Hal 13 - 17 Vol. 6, No.

1
ISSN : 1978 - 0303

PEMBUATAN MINUMAN PROBIOTIK (YOGHURT) DARI PROPORSI SUSU SAPI


DAN KEDELAI DENGAN ISOLAT Lactobacillus casei DAN Lactobacillus plantarum

The Making of Probiotic Drink (Yoghurt) from Cow s Milk and Soybean Proportion using
Lactobacillus casei and Lactobacillus plantarum

Firman Jaya1, Didik Kusumahadi2 dan Dedes Amertaningtyas1


1)
Program Studi Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang
2)
Program Studi Peternakan Fakultas Ilmu Pertanian dan Sumberdaya Alam Universitas Tribhuwana
Tunggadewi Malang

diterima 18 Agustus 2010; diterima pasca revisi 5 Februari 2011


Layak diterbitkan 28 Maret 2011

ABSTRACT

The objective of current study was to find out the effect of Lactobacillus casei and
Lactobacillus plantarum onto cow s milk and soybean s milk proportion to yoghurt quality.
The results showed that the highest of total lactic acid was combination between
Lactobacillus plantarum and soybean milk (45 ml). While the highest pH was combination
between Lactobacillus casei and cow s milk (6.48) and the highest viscosity was combination
between Lactobacillus casei and cow s milk (2.9 cp).

Keywords: cow s milk, soybean s milk, Lactobacillus casei, Lactobacillus plantarum, yoghurt

PENDAHULUAN susu kedelai sehingga dapat diketahui


pengaruh kombinasi kedua jenis susu
Produk makanan dan minuman hasil tersebut pada yoghurt yang terbentuk.
fermentasi dari berbagai bahan telah lama Probiotik adalah suplemen dalam
dibuat dan dikenal manusia. Salah satu makanan yang mengandung bakteri yang
produk fermentasi adalah yoghurt. Yoghurt sangat menguntungkan. Beberapa probiotik
merupakan minuman fermentasi dari susu terdapat secara alami, contohnya seperti
sapi murni. Mengkonsumsi yoghurt secara Lactobacillus dalam yogurt. Probiotik
teratur akan merangsang pertumbuhan dan umumnya diketahui dapat meningkatkan
aktivitas bakteri bersahabat (friendly sistem kekebalan tubuh . Banyak penelitian
bacteria) di dalam usus (Sulandari dkk., yang membuktikan bahwa probiotik akan
2001). Produk yoghurt pada umumnya membentuk koloni sementara yang dapat
diproduksi dari susu sapi, namun susu membantu aktivitas tubuh dengan fungsi
kedelai sebagai sumber protein nabati dapat yang sama dengan mikroflora alami dalam
menjadi alternatif untuk pembuatan saluran pencernaan (Surajudin, 2005).
yoghurt. Untuk itu perlu dilakukan Mikroflora usus tidak hanya akan
kombinasi penggunaan susu sapi dengan membantu kesehatan pencernaan dan

13
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, Maret 2011, Hal 13 - 17 Vol. 6, No. 1
ISSN : 1978 - 0303

kekebalan tubuh, tapi juga dapat mencegah kedelai, 30 ml isolat Lactobacillus casei
konstipasi, mengurangi insomnia, dan dan 30 ml isolat Lactobacillus plantarum
diduga memiliki pengaruh menguntungkan (Gambar 1). Susu sapi segar diperoleh dari
untuk keadaan stres ketika sakit. Perbaikan KUD DAU Malang. Susu kedelai dibuat
fungsi pencernaan tersebut dapat juga sendiri dengan membeli kedelai di pasar
membantu mengurangi risiko kanker kolon. dinoyo. Peralatan yang digunakan antara
Selain itu, beberapa strain dari lain panci (panci besar, panci sedang dan
Lactobacillus acidophilus diketahui dapat kecil), kompor gas, sendok, pengaduk,
mengurangi kolesterol dan memperbaiki pisau, sarung tangan, panci, wadah plastik,
rasio LDL dan HDL dalam tubuh (Lanny, stoples, bak rendaman, termometer, lemari
2004). es, pipet ukur, pipet tetes, timbangan
Meskipun penggunaan formula analitik, gelas ukur.
probiotik dapat meningkatkan aktivitas Penelitian dilakukan di
mikroflora dalam usus, namun akan lebih Laboratorium dengan menggunakan
efektif jika dibantu juga dengan prebiotik Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang
seperti inulin, oat, dan gandum. Hal itu disusun secara faktorial dengan dua faktor
akan menyebabkan mekanismenya menjadi dan diulang dua kali.
lebih baik karena tanpa sumber makanan Faktor pertama adalah dua jenis
yang tepat dalam pencernaan, maka isolat bakteri yang pembuatannya dapat
mikroorganisme probiotik akan mati dilihat pada Gambar 1, yaitu:
(Anonymous, 2007). 1. Lactobacillus casei (L1)
Beberapa jenis probiotik yang 2. Lactobacillus plantarum (L2)
sering digunakan yaitu Bifidobacterium Faktor kedua adalah proporsi susu
bifidus, Bifidobacterium brevis, sapi dan susu kedelai yang disajikan pada
Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium Gambar 2, yaitu:
longum, Lactobacillus acidophilus, 1. 100% susu sapi (S1)
Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus 2. 50% susu sapi dan 50% susu
plantarum, Lactobacillus rhamnosus, dan kedelai (S2)
Streptococcus thermophilus. Bentuk umum 3. 100% susu kedelai (S3)
untuk probiotik adalah produk dairy (susu)
dan makanan yang difortifikasi dengan Aquadest
probiotik (seperti yogurt) (Sugiono dan Panaskan Mendidih
Mahenda, 2004).
Pipet Tabung reaksi @5 ml
Pembuatan yoghurt secara
komersial banyak dilakukan dengan Sanitasi
menggunakan dua jenis starter bakteri asam
laktat yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Dingin
Streptococcus thermophilus, isolat bakteri Ditambah 3 ose @ tabung reaksi
bakteri asam laktat yang lain seperti
o
Lactobacillus casei dan Lactobacillus Inkubasi 27 C
plantarum dapat juga digunakan sebagai
Gambar 1. Pengenceran Starter
starter dalam produksi yoghurt sehingga
perlu diketahui pengaruh pemanfaatan
Variabel penelitian yang digunakan,
kedua jenis bakteri ini pada pembuatan
yaitu:
yoghurt.
1) Total Asam Laktat (Soedigdo, 1988)
2) pH (Apriantono dkk., 1989)
MATERI DAN METODE
3) Viskositas (Dewan Standardisasi
Nasional, 1992)
Bahan-bahan yang digunakan antara
lain 1,5 L susu sapi segar, 1,5 L susu

14
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, Maret 2011, Hal 13 - 17 Vol. 6, No. 1
ISSN : 1978 - 0303

Data yang diperoleh dianalisa plantarum mempunyai aktivitas laktase


dengan menggunakan analisa ragam dan sangat tinggi, dan dapat menghasilkan dan
bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan melepaskan laktase melalui perut dan usus
Uji Duncan (DMRT) dengan selang kecil, memfasilitasi pencernaan laktosa
kepercayaan 1% (Yitnosumarto, 1993). (Anonymous, 2005). Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Sulandari
HASIL DAN PEMBAHASAN dkk. (2001), dengan adanya aktivitas
fermentasi BAL pada substrat susu kacang-
Total Asam Laktat kacangan dapat meningkatkan kadar asam
laktat, kadar protein terlarut dalam substrat.
Data pada Tabel 1 dapat dilihat
Asam laktat yang ada dalam substrat akan
bahwa penambahan susu kedelai dapat
memberikan flavor pada susu kacang-
meningkatkan asam laktat sekitar 0,35
kacangan, sedangkan peningkatan kadar
0,45 ml. Pemecahan glukosa dalam sel
protein terlarut akan meningkatkan nilai
BAL menghasilkan energi untuk aktivitas
gizi susu kacang-kacangan.
BAL yang akan menghasilkan senyawa lain
termasuk asam laktat. Asam laktat yang
Tabel 1. Hasil Rerata Total Asam
dihasilkan oleh BAL akan tersekskresikan
Laktat dari Proporsi Susu Sapi
keluar sel dan akan terakumulasi dalam
dan Kedelai dengan Isolat
cairan fermentasi.
Lactobacillus casei dan
Lactobacillus plantarum
Kode Isolat Proporsi Susu Sapi Rerata Total
Susu Sapi Susu Sapi 50% dan Susu Kedelai
(L) dan Susu Kedelai Asam Laktat
100% Susu Kedelai 50% 50% (S) (ml)
L1 (L.casei) S1 0,35
L1 (L.casei) S2 0,35
Skim Skim Skim L1 (L.casei) S3 0,35
L2 (L.plantarum) S1 0,25
L2 (L.plantarum) S2 0,35
Pasteurisasi pada suhu 630C L2 (L.plantarum) S3 0,45
selama 30 menit

pH 5,6
Uji pH
Dinginkan sampai 400C 4% (v/v) starter
sebagai suhu inkubasi pada suhu 45oC Fermentasi yang terjadi selama
proses fermentasi menjadi yoghurt akan
mengalami perubahan pH. Susu kedelai
Pemeraman yang awalnya mempunyai pH 6,66 setelah
(450C, 5 jam) difermentasi selama 12 jam dengan
menggunakan bakteri Lactobacillus casei
dan Lactobacillus plantarum mengalami
penurunan pH yakni berkisar antara
Yoghurt
5,5 - 5,665 seperti terlihat pada Tabel 2.
Thompson dan Brittin (1990); Yazici,
Gambar 2. Diagram Alir Pembuatan
Alvares dan Hansen (1997); Granata dan
Yoghurt
Morr (1996) dalam Widowati dan
Misgiyarta (2003) menjelaskan bahwa pH
Dari hasil penelitian menunjukkan
yoghurt 3,81 yang dihasilkan oleh starter
bahwa total asam laktat terbesar adalah
yoghurt komersial hampir sama dengan pH
pada isolat Lactobacillus plantarum sekitar
yoghurt susu penuh yaitu 3,97 dan pH
0,45 ml dengan proporsi susu kedelai
yoghurt 4,32 yang dihasilkan oleh starter
100%. Hal ini dikarenakan Lactobacillus
15
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, Maret 2011, Hal 13 - 17 Vol. 6, No. 1
ISSN : 1978 - 0303

dari kultur murni sesuai dengan pH yoghurt proporsi susu sapi 100% seperti tercantum
susu kedelai yaitu 4,4 4,8. pada Tabel 3.
Dari seluruh karbohidrat dalam susu Hal ini mungkin disebabkan karena
kedelai, hanya 12-14% yang dapat pengaruh enzim proteolitik dari
digunakan tubuh secara biologis. Lactobacillus casei yang dapat memecah
Karbohidratnya terdiri atas golongan ikatan polipeptida menjadi lebih pendek
oligosakarida dan golongan polisakarida. dan protein terdenaturasi sehingga
Golongan oligosakarida terdiri dari terbentuk padatan yang lebih kompak (Kim
sukrosa, stakiosa, dan raffinosa yang larut dan Bhowmik, 1990 dalam Sulandari dkk,
dalam air. Sedangkan golongan 2001).
polisakarida terdiri dari erabinogalaktan
dan bahan-bahan selulosa yang tidak larut Tabel 3. Hasil Rerata Viskositas dari
dalam air dan alkohol, serta tidak dapat Proporsi Susu Sapi dan Kedelai
dicerna (Yusmarini dan Efendi, 2004). dengan Isolat Lactobacillus casei
Sukrosa yang merupakan disakarida dan Lactobacillus plantarum
akan diurai terlebih dahulu menjadi Kode Isolat Proporsi Susu Rerata
(L) Sapi dan Susu viskositas
monosakarida-monosakarida penyusunnya Kedelai (cp)
yaitu fruktosa dan glukosa, selanjutnya (S)
glukosa akan dimanfaatkan oleh L1 (L.casei) S1 2,9
Lactobacillus casei dan Lactobacillus L1 (L.casei) S2 1,55
plantarum sebagai sumber energi dan L1 (L.casei) S3 1,65
sebagian lagi akan dimetabolisir lebih L2 (L.plantarum) S1 0,51
lanjut menjadi asam-asam organik terutama L2 (L.plantarum) S2 0,44
asam laktat. Asam-asam organik akan
L2 (L.plantarum) S3 1,5
menurunkan pH yoghurt dari susu kedelai
(Yusmarini dan Efendi, 2004).
KESIMPULAN
Tabel 2. Hasil Rerata pH dari Proporsi
Susu Sapi dan Kedelai dengan Berdasarkan hasil penelitian dapat
Isolat Lactobacillus casei dan disimpulkan:
Lactobacillus plantarum 1. Total asam laktat tertinggi didapatkan
Kode Isolat Proporsi Susu Sapi Rerata pH
(L) dan Susu Kedelai dari isolat Lactobacillus plantarum yang
(S) dikombinasikan dengan proporsi susu
L1 (L.casei) S1 6,48 kedelai 100% sebesar 0,45 ml.
L1 (L.casei) S2 6,15 2. pH dan viskositas tertinggi didapatkan
L1 (L.casei) S3 5,5 dari isolat Lactobacillus casei yang
L2 (L.plantarum) S1 6,24 dikombinasikan dengan proporsi susu
L2 (L.plantarum) S2 6,04 sapi 100% masing-masing sebesar 6,48
dan 2,9 cp.
L2 (L.plantarum) S3 5,665

DAFTAR PUSTAKA
Viskositas Anonymous. 2005. Lactobacillus
Viskositas yang dihasilkan pada plantarum/rhamnosus/salivarius.
penelitian ini berkisar antara 0,44 sampai http://www.allergyresearchgroup.co
2,9 cp. Viskositas terbesar diperoleh dari m/proddesc/discuss/LactobacillusPl
isolat Lactobacillus plantarum dengan antRhamSal_PDFProductSheet0401
proporsi susu sapi dan susu kedelai masing- 05.pdf
masing 50 % sedangkan viskositas terendah _________. 2007. Prebiotik dan Probiotik.
pada isolat Lactobacillus casei dengan http://www.halalguide.info/content/

16
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, Maret 2011, Hal 13 - 17 Vol. 6, No. 1
ISSN : 1978 - 0303

view/773/71/. Download: 18 Mei 373_sriwidowati_efektivitas.pdf+uji


2007. +probiotik%3Byoghurt%3Bcasei&
Apriantono, A., D. Fardiaz, N. L. hl=id&ct=clnk&cd=2&gl=id.
Puspitasari dan S. Budiyanto. 1989. Diakses tanggal 07 Juli 2007.
Petunjuk Laboratorium Analisis Yitnosumarto, S. 1993. Rancangan
Pangan, Pusat Antar Universitas Percobaan, Analisis dan
Pangan Dan Gizi Institut Pertanian Interpretasinya. Gramedia Pustaka
Bogor. Bogor. Utama. Jakarta.
Dewan Standardisasi Nasional. 1992. Yusmarini dan Efendi. 2004. Evaluasi
Yoghurt. www.sisni.bsn.go.id. Mutu Soygurt yang Dibuat dengan
Diakses tanggal 18 Mei 2007. Penambahan beberapa Jenis Gula.
Lanny, L. 2004. Hidup Sehat Bersama Jurnal Natur Indonesia, 6 (2): 104-
Bakteri Baik, Probitoik. 110.
http://www.republika.co.id/koran_d
etail.asp?id=175981&kat_id=123&
kat_id1=&kat_id2. Diakses tanggal
18 Mei 2007.
Soedigdo, P. 1988. Metode Penelitian
Biokimia. PAU-Bioteknologi, ITB.
Bandung.p.23 - 26.
Sugiono dan A. Mahenda. 2004. Produk-
Produk Teknologi Fermentasi.
Universitas Brawijaya. Malang
Sulandari, L., S. Kumalaningsih dan T.
Susanto. 2001. Penambahan Ekstrak
Tempe untuk Mempertahankan
Viabilitas Bakteri Asam Laktat pada
Yoghurt Bubuk.
http://digilib.brawijaya.ac.id/virtual
_library/mlg_warintek/Pdf%20Mate
rial/Biosain%20Edisi%20Desember
%202001%20(Edisi%203)/penamb
ahan%20ekstrak%20tempe%20untu
k%20.pdf . Diakses tanggal 7 Juli
2007.
Surajudin. 2005. Yoghurt, Susu Fermentasi
yang Menyehatkan. AgroMedia
Pustaka. Jakarta
Widowati, S dan Misgiyarta. 2003.
Efektifitas Bakteri Asam Laktat
(BAL) dalam Pembuatan Produk
Fermentasi Berbasis Protein/Susu
Nabati. Balai Penelitian
Bioteknologi dan Sumberdaya
Genetik Pertanian.
http://72.14.235.104/search?q=cac
he:h4EXrUz7o-
0J:www.indobiogen.or.id/terbitan/p
rosiding/fulltext_pdf/prosiding2003
_360-

17