Anda di halaman 1dari 6

RESUME PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN

DI RSJ Dr. V. L RATUMBUYSANG MANADO

A. Pengkajian
1. Identitas Klien
Nama : Tn. G.K
Umur : 43 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Kr.Protestan
Pekerjaan :-
Pendidikan : SMA
No MR :
Diagnosa Medik : Skizofrenia Paranoid
Tanggal Pengkajian : 17 Mei 2017

2. Data Fokus
Data Subjektif :
- klien mengatakan ia mendengar suara suara orang yang berbisik bisik dan
berkata pergi berjalan .
Data Objektif :
- kebingungan
- banyak diam

B. Diagnosa Keperawatan
Resiko menciderai diri sendiri dan orang lain b/d persepsi sensori halusinasi pendengaran

C. Intervensi Keperawatan
No. Diagnosa Tujuan Kriteria hasil Intevensi
keperawatan
1. Resiko Tujuan 1. Klien dapat membina 1. Bina hubungan saling
menciderai umum : hubungan saling percaya percaya dengan
diri sendiri Klien dapat dengan kriteria: menggunakan prinsip
dan orang lain mengontrol - Ekspresi wajah komunikasi terapeutik :
b/d persepsi halusinasi bersahabat - Sapa klien dgn ramah
sensori yang - Menunjukkan rasa senang baik verbal/non verbal.
halusinasi dialaminya - Ada kontak mata - Perkenalkan diri
pendengaran Tujuan - Mau berjabat tangan dengan sopan.
umum 1 : - Mau menjawab salam - Tanyakan nama
Klien dapat - Mau duduk lengkap & nama
membina berdampingan dengan panggilan yang klien
hubungan perawat sukai.
saling - Bersedia mengungkapkan - Jelaskan tujuan
percaya masalah yg dihadapi pertemuan.
- Jujur dan menepati
2. Klien dapat membedakan janji.
antara nyata dan tidak nyata. - Tunjukkan sikap
empati dan menerima
3. Klien dapat menyebutkan klien apa adanya.
tindakan yang dapat - Beri perhatian pd klien
dilakukan apabila & memperhatikan
halusinasinya timbul. kebutuhan dasar klien.

4. Klien akan dapat 2. Identifikasi jenis, isi,


menyebutkan cara waktu, frekuensi,
memutuskan halusinasi situasi dan respon
yaitu dengan melawan pasien pada saat
bayangan itu dengan terjadi halusinasi.
mengatakan tidak mau
melihat, lakukan kegiatan 3. Ajarkan pasien
menyapu / mengepel / menghardik
minum obat secara teratur, halusinasi.
dan lapor pada perawat pada
saat timbul halusinasi. 4. Anjurkan pasien
memasukkan cara
5. Klien mau minum obat menghardik halusinasi
dengan teratur. dalam jadwal kegiatan
harian.
D. Implementasi

Hari / Tgl Diagnosa Implementasi Evaluasi


Keperawatan
Senin halusinasi 1. Membina hubungan saling percaya dengan S:
17/05/2017 pendengaran menggunakan prinsip komunikasi Klien mengatakan
terapeutik : senang karena
- Menyapa klien dengan ramah dan sudah tahu cara
sopan verbal / non verbal. menghardik
SP 1 - Memperkenalkan diri dengan sopan. halusinasi.
- Menanyakan nama lengkap dan nama
panggilan yang disukai klien. O:
- Menjelaskan tujuan pertemuan. Klien mampu
- Jujur dan menepati janji. memperagakan
- Menunjukan sikap empati dan tekhnik
menerima klien apa adanya. menghardik.
- Memberikan perhatian pada klien dan
memperhatikan kebutuhan dasar klien. A:
2. Mengidentifikasi jenis, isi, waktu, Masalah teratasi
frekuensi, situasi dan respon pasien pada
saat terjadi halusinasi. P:
3. Mengajarkan klien menghardik halusinasi. Lanjutkan
4. Menganjurkan pasien memasukkan cara intervensi
menghardik halusinasi dalam jadwal
kegiatan harian.

Fase Orientasi
Perawat :
Selamat pagi bapak ,,, boleh saya kenalan
dengan bapak?,,,nama saya fitriani biasa di
panggil fitri , saya mahasiswa profesi ners
Stikes Muhammadiyah Manado saya sedang
dinas di rungan Poliklinik Jiwa. Kalau boleh
saya tau nama bapak siapa dan senang
dipanggil dengan sebutan apa?.
Klien:
nama saya marcel.
Perawat:
Bagaimana perasaan bapak marcel hari
ini?
Klien:
Baik ses
Perawat:
bagaimana tidurnya tadi malam?,,, Nyenyak
atau tidak?.
Klien:
Tadi malam tidur nyenyak ses tapi kemarin
malam ,saya mendengar suara orang
berbisik.
Perawat:
Bagaimana kalau kita berbincang tentang
suara yang memanggil bapak, dan cara
mengontrol suara tersebut, apakah bapak
tidak keberatan ?
Klien:
iya ses saya tidak keberatan
Perawat:
Kalau begitu bisakah kita berbincang sambil
mengunggu nama pak marcel dipanggil untuk
masuk kedalam. Apakah bapak setuju ?
Klien:
Setuju ses.

Fase Kerja
Perawat:
Apakah bapak marcel tau siapa yang
berbisik?
Klien:
Tidak, saya hanya dengar suaranya saja dan
itu diulang terus menerus.
Perawat:
Saya percaya bapak mendengar suara itu,
tapi istri, anak-anak dan orang disekitar
bapak tidak mendengar suara itu. Kalau saya
boleh tau apa yang dikatakan oleh suara yang
bapak marcel dengar ?
Klien:
Orang yang berbisik itu mengatakan ayo
berjalan
Perawat:
Kapan suara itu bapak dengar?
Klien:
Saat saya sedang duduk sendiri
Perawat:
Terus apa yang bapak lakukan saat
mendengar suara itu :
Klien:
Kalau saya mendengar suara orang berbisik
itu, saya langsung menguatkan hati dengan
membaca istigfar

Perawat:
Baiklah bapak herman, apa yang bapak
herman alami itu namanya halusinasi
pendengaran. Ada 4 cara untuk mengontrol
halusinasi yang bapak herman alami yaitu
yang pertama dengan menghardik suara
tersebut, kedua dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain, ketiga melakukan kegiatan
yang bapak sukai, dan yang ke empat minum
obat dengan teratur. Bagaimana kalau kita
belajar cara yang pertama dulu yaitu cara
menghardik halusinasi. Apakah bapak
herman bersedia ?
Klien:
Iya ses saya bersedia
Perawat:
Bagaimana kalau kita mulai, saya akan
peragakan dahulu kemudian bapak herman
memperagakan kembali apa yang telah saya
lakukan. Bapak herman Jika suara itu
muncul katakana dengan keras, pergi saya
tidak mau dengar suara itu palsu ( sambil
menutup kedua telinga ). Seperti itu bapak.
Coba sekarang bapak lakukan seperti yang
saya lakukan tadi
Klien:
Jika saya mendengar suara itu saya katakana
pergi saya tidak mau dengar kamu suara
palsu (sambil menutup kedua telinga).
Perawat:
Bagus sekali bapak herman, sudah bisa
memperagakannya sendiri

Fase Terminasi
Perawat:
Bagaimana perasaan bapak herman
sekarang?
Klien:
Saya merasa lebih baik ses
Perawat:
Kalau begitu terima kasih bapak herman atas
kerjasamannya. Sampai ketemu lagi