Anda di halaman 1dari 20

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

ANALISIS MIKROTREMOR UNTUK KEKUATAN BANGUNAN DI


GEDUNG BMKG NGANJUK

DI

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA (BMKG)


KELAS III STASIUN GEOFISIKA SAWAHAN NGANJUK JAWA TIMUR

Diajukan sebagai salah satu syarat


untuk memperoleh gelar sarjana Sains

Disusun Oleh:

Nama : Andrianto

NIM : 13620050

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2016
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Lembar Pengesahan

PROPOSAL KERJA PRAKTEK


(Analisis Mikrotremor untuk Kekuatan Bangunan di Gedung BMKG Nganjuk)

Di
BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA (BMKG) KELAS III
STASIUN GEOFISIKA NGANJUK JAWA TIMUR

Proposal ini diajukan untuk melaksanakan Mata Kuliah FIS02037 Kerja Praktek

Yogyakarta, 14 Januari 2016

Ketua Program Studi, Pembimbing,

Frida Agung Rakhmadi, M.Sc M. Faizal Zakaria, S.Si., M.T


NIP. 19780510 200501 1 003 NIP. 19881218 000000 1 000

Aly Aly

NRP. 5105 100 093 NRP. 5105 100 093

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 1


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kemajuan ilmu dan teknologi saat ini serta tuntutan untuk bisa bersaing di era global
mengharuskan Indonesia untuk menghasilkan dan memiliki sumber daya manusia yang
handal, profesional dan berkualitas. Sumber daya manusia yang unggul adalah tenaga kerja
yang siap pakai, profesional, dan berdedikasi tinggi yang mampu berkarya untuk
kepentingan banyak pihak dan kemajuan Indonesia. Pembentukan tenaga kerja yang siap
pakai dan profesional merupakan tanggung jawab bersama dunia pendidikan dan dunia
industri.

Mahasiswa sebagai subjek dan objek pembangunan perlu dibekali wawasan,


kemampuan dan pengalaman yang bermutu dan berkualitas sebelum mereka benar-benar
terjun ke masyarakat. Untuk mendukung terwujudnya hal tersebut maka Universitas Islam
Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi negara
menyelenggarakan Kerja Praktek (KP).

Kerja praktek di lapangan secara langsung merupakan sarana bagi mahasiswa untuk
memahami bagaimana ilmu yang selama ini didapat di bangku kuliah diaplikasikan di dunia
kerja dan mampu menganalisa sistem untuk mencari alternatif proses pemecahan masalah
yang ada dengan lebih efektif dan efisien, serta sebagai langkah awal untuk membentuk etos
kerja dan profesionalisme sebelum terlibat dalam dunia kerja yang sebenarnya.

Kerja Praktek ini dimaksudkan agar materi-materi yang telah didapatkan pada bangku
kuliah dapat lebih diperdalam dan teraplikasi dalam proses sesungguhnya dilapangan.
Sehingga nantinya diharapkan mampu menciptakan umpan balik yang saling melengkapi
dimana mahasiswa mendapatkan pengetahuan yang aplikatif, dan di sisi lain tercipta
peluang yang besar dan iklim yang kondusif bagi terciptanya inovasi baru agar lebih
BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 2
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

mengoptimalkan suatu proses produksi. Selain itu dapat memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan berbagai pengalaman sebelum terjun ke
dunia industri selepas studi nantinya.

Fisika merupakan salah satu program studi yang ada di Fakultas Sains & Teknologi
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN SUKA). Dalam Program Studi
Fisika UIN Sunan Kalijaga terdapat 3 jenis bidang minat pilihan yang dipelajari oleh
mahasiswa.
Bidang minat itu adalah :
1. Bidang Minat Geofisika.
2. Bidang Minat Material.
3. Bidang Minat Instrumentasi.
Dimana setiap mahasiswa diperbolehkan mengambil setiap mata kuliah yang ada di tiap-tiap
bidangnya. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki
kemampuan akademik dan profesional di bidang Fisika yang berwawasan keislaman dan
keilmuan secara integratif serta menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Akan tetapi
mahasiswa program studi ini juga mempelajari berbagai disiplin ilmu yang terkait langsung
dengan teknologi industri, contohnya keselamatan dan kesehatan kerja.

Kami sebagai mahasiswa Geofisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga


Yogyakarta bermaksud melaksanakan Kerja Praktek di Badan Meterologi Klimatologi
dan Geofisika (BMKG) Kelas III Stasiun Geofisika Sawahan - Nganjuk . Adapun
keterkaitan ilmu Fisika yang kami pelajari dan pahami pada perusahaan yang bergerak di
bidang ini adalah mengenai Analisis Mikrotremor untuk Kekuatan Bangunan di Gedung
BMKG Nganjuk. Atas dasar inilah kami mengajukan proposal kerja praktek ini dengan
harapan bahwa kami dapat mempelajari dan menimba ilmu dari orang-orang yang telah ahli
dan berpengalaman di bidangnya. Hal ini tentunya sangat penting dan berharga bagi kami
karena nantinya kami harus dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam pembangunan
ini dan memastikan bahwa proses regenerasi pembangunan berjalan dengan baik.

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 3


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Batasan Kerja Praktek

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka Kerja Praktek ini dibatasi
hanya dalam mempelajari akuisisi data, pengolahan data dan interpretasi data dengan metode
yang tersedia dari fasilitas yang disediakan di instansi terkait.

Tujuan Kerja Praktek

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kerja praktek ini adalah sebagai
berikut :
1. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.
2. Membentuk karakter yang menjunjung nilai-nilai kejujuran ilmiah serta sikap ilmiah
mahasiswa.
3. Memberikan pengetahuan tentang cara kerja alat di lapangan dan kegunaan dari
Mikrotremor mulai akuisisi data, pengolahan data, dan interpretasi data yang
digunakan oleh Badan Meterologi Klimatologi dan Geofiika kelas III Sawahan
Nganjuk.
4. Membentuk mahasiswa yang terampil dan mampu bekerjasama.
5. Membangun jaringan kerja dengan pihak pengguna lulusan program studi di Fakultas
Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga.

Manfaat Kerja Praktek

Manfaat yang akan didapat dari kerja praktek ini adalah dapat menambah wawasan
ilmu pengetahuan, terutama dalam penerapan ilmu Geofisika, menambah wawasan
pengalaman kerja, dan dapat memenuhi mata kuliah wajib dalam Program Studi Fisika
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Yogyakarta.

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 4


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

BAB II
DASAR TEORI

A. Gelombang Seismik
Gelombang Seismik adalah gelombang yang menjalar keseluruh bangian dalam
bumi dan melalui permukaan bumi akibat adanya lapisan batuan yang patah secara
tiba-tiba atau adanya suatu ledakan. Gelombang utama gempabumi terdiri dari dua
tipe, yaitu gelombang badan (body wave) dan gelombang permukaan (surface wave)
(kayal,2008:1).
1. Gelombang Badan (Body wave).
Gelombang badan merupakan gelombang menjalar melalui bagian dalam bumi
dan biasanya disebut free wave karena dapat menjalar ke segala arah di dalam
bumi. Gelombang badan terdiri dari gelombang primer dan gelombang sekunder.
Gelombang primer merupakan gelombang longitudinal atau gelombang
kompresional, gerakan partikel sejajar dengan arah perambatannya. Sedangkan
gelombang sekunder merupakan gelombang transversal atau gelombang shear,
gerakan partikel terletak pada suatu bidang yang tegak lurus dengan arah
penjalarannya. Gelombang sekunder memiliki kecepatan yang lebih rendah
dibandingkan dengan gelombang primer, sehingga terdeteksi oleh seismograf
setelah gelombang primer (Braile,2012:7). Ilustrasi gerak partikel gelombang
primer dan gelombang sekunder ditunjukan pada Gambar 2.1

Gambar 2.1 (a) Ilustrasi gerak partikel gelombang Primer; (b) Ilustrasi gerak partikel gelombang
Sekunder (Aster:2011:16)

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 5


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

2. Gelombang Permukaan.
Gelombang permukaan merupakan gelombang yang zona rambatannya berada
di kerak bumi. Gelombang ini memiliki frekuensi yang lebih rendah dibandingkan
dengan gelombang badan. Gelombang permukaan dibedakan menjadi dua, yaitu
gelombang love dan gelombang rayleigh. Gelombang love merupakan gelombang
yang arah gerakan partikel berada pada sumbu horizontal dan tidak menghasilkan
perpindahan pada sumbu vertikal. Pergerakan partiket gelombang love sejajar
dengan permukaan tetapi tegak lurus dengan arah rambatnya. Gelombang love
lebih cepat dibandingkan gelombang reyleigh dan lebih dulu sampai pada
seismograf. Gelombang reyleigh merupakan gelombang yang gerakan partikelnya
membentuk ellips. Gelombang reyleigh dihasilkan oleh gelombang datang P dan
gelombang datang S yang berinteraksi pada permukaan bebas dan merambat
sejajar pada permukaan tersebut (Braile,2012:7). Ilustrasi gerak partikel
gelombang love dan gelombang reyleigh ditunjukan pada Gambar 2.2

Gambar 2.2 (a) Ilustrasi gerak partikel gelombang Love; (b) Ilustrasi gerak partikel gelombang
Reyleigh (Aster, 2011:16)
B. MIKROTREMOR
Mikrotremor merupakan gelombang seismik dengan amplitudo rendah(0,11
mikron) yang diproduksi oleh gerakan bawah permukaan yang disebabkanoleh:
gangguan buatan seperti lalu lintas, mesin pabrik, dsb. (perioda pendek mikrotremor
yaitu 0,1 1 atau 1,6 mikron) atau dapat juga disebabkan olehsumber alam seperti
angin, gelombang laut, periode yang dimiliki olehmikrotremor adalah perioda panjang
(1,6 - 2 detik atau lebih).

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 6


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Gambar 2.3 : Alat Mikrotremor

Metoda analisis mikrotremor adalah salah satu metoda geofisika untuk menghitung
efek karakteristik tanah dan karakteristik dinamika tanah ditinjau dari kecepatan
gelombang seismik dengan menitik beratkan pada variasi amplitude dan perioda serta
frekuensi terhadap waktu yang disebabkan oleh gempa bumimaupun sumber getaran
yang lain. Metoda ini sangat berguna untuk mengklasifikasikan tanah akibat gempa
dan perhitungan faktor amplikasi lapisansedimen permukaan.
Tampilan mikrotremor dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 2.4. Tampilan mikrotremor pada perangkat lunak

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 7


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

C. Analisis mikrotremor
1. Analisa Periode Dominan
Periode dominan memiliki keterkaitan yang sangat dekat dengan kedalaman
lapisan sedimen lunak (Nakamura,1989). Periode yang tinggi menunjukkan
sedimen lunak yang tebal dan sebaliknya periode yang rendah menunjukkan
sedimen yang lunak yang tipis. Wilayah yang memiliki periode dominan tinggi
umumnya memiliki kerentanan untuk mengalami kerusakan wilayah yang cukup
tinggi jika terlanda gempabumi. Hal ini dikarenakan periode dominan
berbanding lurus dengan nilai penguatan goncangan atau amplifikasi.
Periode dominan memiliki nilai semakin tinggi di wilayah lembah dan di
sepanjang sesar. Hal ini menunjukkan bahwa di lembah dan wilayah sepanjang
sesar disusun oleh sedimen lunak yang tebal. Lembah adalah cekungan
pengendapan sehingga dapat dipahami bahwa endapan sedimen lunak di lembah
lebih tebal daripada di puncak, sebaliknya di puncak bukit, proses erosi
mencapai tingkat maksimum sehingga tidak ditemukan endapan sedimen lunak
yang tebal.
Tebalnya endapan sedimen lunak ini berbanding lurus dengan besarnya
periode dominan. Selain di wilayah lembah, periode dominan menunjukkan nilai
yang tinggi di zona sesar. Batuan di zona sesar telah terlipat, terpatahkan dan
terombak, menjadi batuan rombakan lunak yang diendapankan di tempat
terbentuknya batuan rombakan tersebut. Batuan rombakan biasanya berupa beraksi
sesar yang komposisinya sama dengan batuan asalnya.
Nilai periode dominan di suatu wilayah juga berkontribusi pada nilai
amplifikasi di wilayah tersebut. Periode dominan tinggi pada suatu wilayah
menunjukkan kecenderungan suatu wilayah untuk mengalami penguatan
goncangan atau amplifikasi yang tinggi sehingga rentan mengalami kerusakan.
Wilayah yang memiliki nilai periode dominan yang tinggi umumnya adalah
wilayah pedataran yang disusun oleh endapan permukaan. Namun demikian,
besarnya nilai periode dominan di wilayah yang disusun oleh endapan permukaan
(aluvium) tidak mutlak sama. Hal ini menunjukkan ketebalan aluvium di
wilayah ini tidak sama.

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 8


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

2. Analisa Daya Penguatan Goncangan Tanah (Amplifikasi)


Daya penguatan goncangan tanah (amplifikasi) adalah respon lapisan batuan,
dalam hal ini adalah lapisan permukaan, terhadap gelombang (gempabumi),
amplifikasi menggambarkan besarnya penguatan gelombang pada saat melalui
medium tertentu. Penguatan gelombang pada saat melalui suatu medium
berbanding lurus dengan perbandingan antara spektral horizontal terhadap
spektral vertikal.

D. Klasifikasi Tanah Dari Hasil Pengukuran Mikrotremor


Beberapa pengukuran mikrotremor yang dilakukan di Jepang adalah mencari
hubungan antara periode dominan tanah (Tg) dan jenis tanah (Kanai dan Tanaka,
1961). Dari percobaan tersebut kemudian dibuat klasifikasi yang menunjukan
hubungan periode dominan (Tg) dengan jenis tanah. Kanai dan Tanaka (1961)
mengusulkan dua metode untuk mengklasifikasikan profil tanah. Usulan pertama
yaitu berdasarkan jenis I, II, III, dan IV yang memberikan indikasi jenis tanah
sebagai berikut (Subardjo, 2005):

Tabel 1. Klasifikasi Tanah Kanai & Tanaka

Klasifikasi tanah Keterangan


Kanai
danTanaka

1. Jenis I Batuan tersier atau lebih tua. Terdiri dari batuan pasir
berkerikil keras (hard sandy gravel).

2. Jenis II Batuan alluvial dengan ketebalan 5m. Terdiri dari


pasir berkerikil (sandy gravel), lempung keras
berpasir (sandy hard clay), tanahliat,lempung(loam)
dan sebagainya.

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 9


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

3. Jenis III Batuan alluvial yang hampir sama dengan tanah jenis
II, hanya dibedakan oleh adanya formasi yang belum
diketahui (buff formation).

4. Jenis IV Batuan alluvial yang terbentuk dari


sendimentasi delta, top soil, lumpur, tanah lunak,
humus, endapan delta atau endapan
lumpur dll, yang tergolong kedalam tanah
lembek, dengan kedalaman 30 m.

S. Omote dan N. Nakajima mengklasifikasikan menjadi tiga macam klasifikasi


tanah, yaitu:
Jenis A : Periode Dominan antara 0,1-0,25 detik, dimana jumlah gelombang dengan
periode 0,25 lebih sedikit.
Jenis B : Periode dominan antara 0,25-0,40 detik, dengan gelombang yang
periodenya 0,40 sedikit.
Jenis C : Periode dominan 0,40 detik, dengan gelombang yang periodenya 0,8 detik
cukup banyak.
Ketiga jenis klasifikasi tersebut telah dikonversi dan dipakai sebagai standar dalam
perencanaan bangunan tahan gempa atau seismic design.

Hasil konversi tersebut adalah sebagai berikut :


Tabel 2. Klasifikasi Tanah Konversi Kanai & Tanaka dengan Omote-Nakajima

KlasifikasiTanah Periode Keterangan


Kanai Omote Dominan
Nakajima (detik)

Jenis I Jenis A 0,05-0,15 Batuan tersier atau lebih tua. Terdiri


dari batuan pasir berkerikil keras
(hard sandy gravel).

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 10


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Jenis II Jenis A 0,10-0,25 Batuan alluvial dengan ketebalan


5m. Terdiri dari pasir berkerikil
(sandy gravel), pasir berlempung
keras (sandy hard clay), tanah liat,
lempung (loam) dan sebagainya.
Jenis III Jenis B Batuan alluvial yang hampir sama
dengan tanah jenis II, hanya
0,250,40 dibedakan oleh adanya formasi yang
belum diketahui (buff formation).

Jenis IV Jenis C Batuan alluvial yang terbentuk dari


>0,40 sendimentasi delta, top soil, lumpur
dll, dengan kedalaman 30 m.

E. HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO (HVSR)


Metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk mendapatkan nilai
frekuensi dominan dan amplifikasi dengan melakukan pengukuran mikrotremor.
Karakteristik mikrotremor mencerminkan karakteristik batuan di suatu wilayah.
Nilai frekuensi dominan dan amplifikasi hasil pengukuran digunakan untuk membuat
peta mikrozonasi gempabumi.
HVSR adalah metode yang didasarkan pada asumsi bahwa rasio spektrum
horizontal dan vertikal dari getaran permukaan sebagai perkiraan fungsi perpindahan.
Kebenaran dari metode ini telah dibuktikan dengan menggunakan hasil pengamatan
mikrotremor di beberapa titik. Hal itu juga menunjukkan bahwa karakteristik dinamis
lapisan permukaan secara kasar dapat dipahami pada titik yang diobservasi, jika
pengamatan bentuk gelombang seismic tremor dilakukan dari 3 komponen, yaitu dua
komponen horizontal dan satu komponen vertikal (Nakamura, 1989). Pengolahan data
mikrotremor menggunakan metode analisis Horizontal to Vertical Spectrum Ratio
(HVSR) (Gambar 5). Hasil keluaran perangkat lunak GEOPSY berupa rata-rata
spektrum mikrotremor. Dari spektrum ini dapat diketahui nilai frekuensi resonansi (fo)
dan puncak spektrum mikrotremor (A) di lokasi pengukuran.

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 11


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Gambar 2.5. Analisis horizontal to vertical spectrum ratio (HVSR)


F. FSR ( Floor Spectral Ratio).
Pengolahan data yang digunakan pada pengukuran bangunan menggunakan metode
FSR (Floor Spectral Ratio) Dalam menentukan fungsi transfer bangunan, tidak
direkomendasikan menggunakan horizontal-to-vertical spectral ratio
(HVSR),walaupun kemungkinan perkiraan frekuensi wajar dalam beberapa kasus.
Namun tidak pada dasar teori penerapan mikrotremor bangunan karena tidak dapat
memberikan asumsi bahwa horizontal dan vertical spectral adalah sama pada
permukaan tanah. Ini sangat berbahaya jika amplifikasi tanah sangat kuat secara
signifikan. Pada analisis HVSR sedimen mungkin terkontaminasi respon bangunan,
sehingga identifikasi resonansi dimungkinkan salah.

Gambar 2.6. Skema model metode FSR

Dimana H() adalah karakter bangunan(amplifikasi bangunan), S respon


getaran dari bangunan dan S respons getaran dari bangunan. Metode metode FSR
ini yaitu metode fungsi transfer dari tiap lantai antara spektral bangunan dan spektral
tanah. Fungsi transfer dari struktur telah diperkirakan oleh rasio spektral struktur dan
spektral tanah atau spektral bidang bebas, ini disebut floor spektral rasio
(FSR).Menurut Gosar metode Floor Spectral Ratio (FSR) merupakan metode standart.
Untuk evaluasi kekuatan bangunan yang disebabkan getaran seismic dan karakteristik
pembangunan dapat dilakukan dengan pencatatan rekaman mikrotremor. Indeks

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 12


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

kerentanan struktur terhadap bencana gempa dapat mengestimasi dengan


menggunakan sudut drift. Hal tersebut terkait dengan percepatan gempa input dan
perpindahan dari setiap lantai. Parameter ini diperkirakan dari frekuensi dasar dan
amplitudo dari setiap lantai yang diperoleh fungsi transfer dari struktur. Fungsi
transfer dari struktur telah diperkirakan oleh rasio spektral struktur dan spektral tanah
atau spektral bidang bebas, ini disebut floor spektral rasio (FSR).Menurut Gosar
metode Floor Spectral Ratio (FSR)merupakan metode standart. Untuk evaluasi
kekuatan bangunan yang disebabkan getaran seismic dan karakteristik pembangunan
dapat dilakukan dengan pencatatan Ambient.

Gambar 2.7 Skema model-n lantai struktur dan bentuk modenya.


1. Resonansi
Jika frekuensi gaya paksa (frekuensi gempa) sama dengan atau mendekati
frekuensi natural sistem (frekuensi natural pada bangunan), maka sistem akan
berosilasi dengan amplitudo yang jauh lebih besar dari pada amplitudo gaya paksa,
fenomena ini disebut resonansi (Tipler, 1991). Data akusisi dilakukan pengolahan
data untuk mendapatkan frekuensi natural yang akan digunakan untuk menentukan
resonansi tanah dan bangunan. Pengolahan data tersebut digunakan analisis data
HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk data tanah dan data bangunan.
Sehingga bisa ditentukan nilai resonansi tanah dan bangunan tersebut dari perumusan
sebagai berikut:

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 13


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

R= || (1)
dengan R, fb, ft berturut-turut adalah Resonansi bangunan, Frekuensi
bangunan, dan Frekuensi natural tanah. Sesuai yang direkomendasikan oleh (Gosar,
2010), tingkat kerentanan resonansi bangunan terhadap gempa bisa diklasifikasikan
menjadi tiga kriteria, yakni; rendah (>25%), sedang (15 - 25%) dan tinggi (<15%).

2. Frekuensi Natural
Setiap benda memiliki frekuensi natural yang besarnya tergantung dari
komposisi, ukuran dan bentuknya. Jika frekuensi natural suatu benda sama dengan
frekuensi sumber bunyi lain maka akan terjadi resonansi atau penguatan amplitudo
gelombang, dan benda dikatakan resonan terhadap frekuensi sumber bunyi (Sears
dan Zemansky, 1994). Apabila frekuensi bangunan sama dengan frekuensi gempa
yang sampai di permukaan, maka akan terjadi resonansi dan interferensi getaran
sehingga meningkatkan intensitas kerusakan akibat gempa. Berdasarkan hal tersebut
maka dalam pembangunan gedung harus mempertimbangkan kemungkinan
terjadinya resonansi getaran (Subardjo, 2008). Hal ini sama dengan prinsip teori
yang digunakan pada suatu sistem teredam yang digerakkan oleh suatu gaya
eksternal yang berubah secara sinusiodal terhadap waktu, sistem berosilasi sesuai
dengan frekuensi paksa dan amplitudo yang bergantung pada frekuensi gaya paksa.
Jika frekuensi gaya paksa (frekuensi gempa) sama dengan atau mendekati frekuensi
natural sistem (frekuensi natural pada bangunan), maka sistem akan berosilasi
dengan amplitudo yang jauh lebih besar daripada amplitudo gaya paksa, fenomena
ini disebut resonansi (Tipler, 1991).
Ketika sebuah bangunan diguncang oleh gempa, frekuensi getaran tanah dan
gempa akan merambat secara bersamaan. Respon bangunan sangat bergantung pada
frekuensi natural dan frekuensi gempa. Misalkan sebuah bangunan berlantai 10
dengan frekuensi natural 1 Hertz akan dipengaruhi oleh getaran tanah dengan
frekuensi yang sama. Tetapi pengaruhnya akan lebih kecil jika frekuensi dari getaran
tanah memiliki nilai yang lebih besar atau lebih kecil (Gambar 6).

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 14


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Gambar 2.8. Diagram respon bangunan 10 lantai (Coburn dan Spence, 2002).

G. Respon Bangunan Terhadap Getaran Tanah


Menurut UN-Habitat (2006), Selama terjadi gempabumi, fondasi bangunan dan
tanah dasar bangunan bergerak mengikuti gaya seismik (gaya gempa). Sebelum terjadi
gempabumi, seluruh elemen bangunan akan berada pada posisi awalnya. Saat terjadi
gempabumi, tanah dasar bangunan dan lantai satu pada bangunan akan bergerak
mengikuti arah gaya seismik. Misalnya, ketika terjadi gempabumi, tanah bergerak ke
kanan, maka bangunan akan bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah gerakan
tanah (Gambar 7). Dan setelah gempabumi terjadi, sebagian elemen bangunan yang
memilki konstruksi lemah akan mengalami kerusakan yang disebabkan bangunan
memilki daya tahan dan penyerapan energi yang rendah.

Gambar 2.9. Respon bangunan saat terjadi gempa (UN-Habitat, 2006).


Menurut Coburn dan Spence (2002), penyebab utama terjadinya kerusakan
pada bangunan adalah getaran pada tanah dasar bangunan. Ketika sebuah bangunan
digerakkan oleh sebuah gaya inersia yang bekerja pada bangunan tersebut, maka
percepatan getaran bangunan akan meningkat. Faktor yang sangat menentukan respon
dinamik bangunan terhadap getaran adalah frekuensi alami bangunan (natural
frequency).
BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 15
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

BAB III

TEMPAT KERJA PRAKTEK

Tempat Kerja Praktek

Kegiatan Kerja Praktek ini akan dilaksanakan di Badan Meterologi Klomatologi dan
Geofisika (BMKG) Kelas III Stasiun Geofisika di Jalan Pasanggrahan Sawahan No 10
Nganjuk - Jawa Timur 64475.

Timeline

Timeline pelaksanaan Kerja Praktek di Badan Meterologi Klimatologi dan Geofiska


(BMKG) kelas II Stasiun Geofisika Sawahan Nganjuk adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Timline kegiatan kerja praktek
MINGGU
Jenis Kegiatan
1 2 3 4
Survey & Penetapan Tujuan
Studi Pustaka
Identifikasi Masalah
Penyelesaian Masalah
Pengimplementasian
Penyusunan Laporan
Ket : * Jadwal bisa dikonsultasikan lebih lanjut dengan pihak BMKG Kelas III Stasiun Geofisika Sawahan Nganjuk.

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 16


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Penutup

Demikian proposal ini saya buat dengan sebenar-benarnya, besar harapan saya untuk
dapat melaksanakan Kerja Praktek di Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Kelas III Stasiun Geofisika Sawahan Nganjuk. Saya menyadari bahwa pada saat pelaksanaan
Kerja Praktek akan sedikit mengganggu kegiatan perusahaan dan untuk itu sebelumnya saya
meminta maaf yang sebesar-besarnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan
rahmat dan petunjuk-Nya kepada kita semua. Atas bantuan dan perhatiannya saya ucapkan
terima kasih.

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 17


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Curriculum Vitae

Personal Information

Full Name : ANDRIANTO


Place / Date of Birth : Magelang, 06 Juli 1995
Nationality : Indonesia
Sex : Male
Religion : Islam
Marital status : Belum Menikah
Address : Kragilan RT 07 RW 04 Kragilan, Pakis, Magelang,
56193
Second Address : Jalan Timoho, Sapen GK l No. 517 Yogyakarta
Email : andriantoasauqi@gmail.com
Website : http://andriantoasauqi.blogspot.com
Phone Number / HP : 085713960785
Formal Educational Background

SD Negeri Kragilan (2001 2007)


SMP Negeri 3 Pakis (2007 2010)
SMA Muhammadiyah Pakem (2010 2013)
S-1 Fisika Bidang Minat Geofisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2013 sekarang)

Non Formal Educational Background

Pondok Pesantren Sabilul Huda Yogyakarta (2010 2013)


BESWAN (Bright English Study With Achievement Need) English Course of Pare kediri
(2015)

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 18


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Organizational

IPM ( Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMA MUH Pakem ( bidang Pengkajian dan Ilmu
Pengetahuan) Periode 2011-2012.
INSAN SADA (Ikatan Santri Sabilul Huda) Yogyakarta Periode 2010-2013.
Study Club Geofisika UIN Sunan Kalijaga (Devisi Dana dan Usaha) Periode 2014-2015
KARISMA (Keluarga Besar Mahasiswa Magelang) Periode 2013-sekarang.
ASSAFFA (Association of Schoolarship Students of Ministry of National Education
Affair) UIN Sunan Kalijaga Periode 2013-sekarang.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Fisika UIN Sunan Kalijaga (Divisi Minat Bakat)
HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Komisariat Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga
bidang Seni dan Kekaryaan periode 2014-2015.
Study Club Geofisika UIN Sunan Kalijaga (Departemen Media Informasi dan
Komunikasi) Periode 2015-2016.

Training and Seminar

Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pusat Komputer dan Sistem Informasi
UIN Sunan Kalijaga 2013
Pelatihan User Education Pemakai Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga 2013

Work Experiences

Staff Produksi dan Marketing di PT Cahaya Sabilul Huda Yogyakarta.


Mahasiswa Pendamping PPK (program Pendampingan Keagamaan) Fakultas Saintek
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2014/2015 dan 2015/2016
Operator di Dragon Net periode 2014 sekarang.

BIDANG MINAT GEOFISIKA PRODI FISIKA 19


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA