Anda di halaman 1dari 20

PRINSIP PSIKOEDUKASI Shanti Wardaningsih, Ns.

M.Kep., Sp Kep.J. PhD


PENGERTIAN

Banyak bentuk intervensi yang dapat digunakan dalam dunia psikologi,


baik itu intervensi individual, kelompok, bahkan komunitas.

Tiap intervensi memiliki pendekatannya masing-masing apakah


psikoanalisa, psikodinamika, cognitive-behavior, humanistik, dan
sebagainya.

Salah satu intervensi yang dapat digunakan dalam berbagai seting dan
dapat diterapkan secara individual ataupun kelompok adalah
Psikoedukasi
Psikoedukasi adalah suatu bentuk pendidikan ataupun pelatihan
terhadap seseorang dengan gangguan psikiatri yang bertujuan
untuk proses treatment dan rehabilitasi.
Sasaran dari psikoedukasi adalah untuk mengembangkan dan
meningkatkan penerimaan pasien terhadap penyakit ataupun
gangguan yang ia alami, meningkatkan partisipasi pasien dalam
terapi, dan pengembangan coping mechanism ketika pasien
menghadapi masalah yang berkaitan dengan penyakit tersebut.
(Goldman, 1998 dikutip dari Bordbar & Faridhosseini, 2010)
Definisi istilah psikoedukasi adalah suatu intervensi yang
dapat dilakukan pada individu, keluarga, dan
kelompok yang fokus pada mendidik partisipannya
mengenai tantangan signifikan dalam hidup, membantu
partisipan mengembangkan sumber-sumber
dukungan dan dukungan sosial dalam menghadapi
tantangan tersebut, dan mengembangkan keterampilan
coping untuk menghadapi tantangan tersebut. (Griffith,
2006 dikutip dari Walsh, 2010)
Definition of psychoeducation is any structured group or
individual program that addresses an illness from a multi
dimensional viewpoint including familial, social, biological
and pharmacological perspective, as well as providing
service users and carers with information support and
management stratgies. (The National Institute for Health
and Clinical Excellence (NICE), 2006 dikutip dari Bordbar
& Faridhosseini, 2010)
FOKUS PSIKOEDUASI (GRIFFITHS, 2006)
Mendidik partisipaan mengenai tantangan dalam hidup

Membantu partisipan mengembangkan sumber-sumber dukungan dan dukungan sosial dalam menghadapi tantangan
hidup

Mengembangkan keterampilan coping untuk menghadapi tantangan hidup Mengembangkan dukungan emosional

Mengurangi sense of stigma dari partisipan

Mengubah sikap dan belief dari partisipan terhadap suatu gangguan (disorder)

Mengidentifikasi dan mengeksplorasi perasaan terhadap suatu isu

Mengembangkan keterampilan penyelesaian masalah

Mengembangkan keterampilan crisis-intervention


Psikoedukasi tidak hanya bertujuan untuk treatment tetapi
juga rehabilitasi. Ini berkaitan dengan mengajarkan
seseorang mengenai suatu masalah sehingga mereka bisa
menurunkan stres yang terkait dengan masalah tersebut dan
mencegah agar masalah tersebut tidak terjadi kembali.

Psikoedukasi juga didasarkan pada kekuatan partisipan dan


lebih fokus pada saat ini dan masa depan daripada
kesulitan-kesulitan di masa lalu
MENURUT WALSH (2010),
PE dapat menjadi intervensi tunggal, tetapi juga
sering digunakan bersamaan dengan beberapa
intervensi lainnya untuk membantu partisipan
menghadapi tantangan kehidupan tertentu.

Psikoedukasi tidak sama dengan psikoterapi


walaupun kadang terjadi tumpang tindih antara
kedua intervensi tersebut.
Psikoedukasi kadang ikut menjadi bagian dari sebuah
psikoterapi.
Walsh (2010) menjelaskan bahwa psikoterapi dapat dipahami sebagai proses interaksi
antara seorang profesional dan kliennya (individu, keluarga, atau kelompok) yang
bertujuan untuk mengurangi distres, disabiliti, malfungsi dari
sistem klien pada fungsi kognisi, afeksi, dan perilaku.

Psikoterapi juga lebih fokus pada diri individu yang mendapatkan intervensi, sedangkan
psikoedukasi fokus pada sistem yang lebih besar dan mencoba untuk tidak mempatologikan
pasien.
Kebanyakan intervensi mengobati patologi, gangguan,
psikososial dan disfungsi

menekankan pada kesehatan, kolaborasi,


PSIKOEDUKASI coping, dan empowerment (Dixon, 1999; Marsh,
1992, dikutip dari Lukens & McFarlane, 2004 ).
Psikoedukasi
didasarkan pada
kekuatan dan fokus
pada masa sekarang
PSIKOEDUKASI KELOMPOK
PE kelompok lebih menekankan pada proses belajar dan pendidikan daripada self-
awareness dan self-understanding dimana komponen kognitif memiliki proporsi yang
lebih besar daripada komponen afektif (Brown, 2011).
Namun ini tidak berarti bahwa PE sama sekali tidak menyentuh aspek selfawareness
dan self-understanding.
Hal ini dikembalikan kepada sasaran dari PE itu sendiri anak-anak, remaja, dan
orang dewasa di berbagai seting.
Psikoedukasi kelompok ini juga dapat terdiri dari 1 sesi ataupun lebih
PERBEDAAN
EFFECTIVE PSYCHOEDUCATION
Education is interactive
Use multiple teaching aids
Connote consumer as the expert
Elicit relatives experience and understanding
Avoid conflict and confrontation
Education is a long-term process
Evaluate understanding
Review materials as often as possible
LANGKAH LANGKAH
PSIKOEDUKASI
SASARAN PSIKOEDUKASI
Identifikasikan siapa yang akan diberikan psikoedukasi
Individu, Kelompok atau Komunitas atau kumpulannya
Berapa jumlah yang terlibat dalam psikoedukasi itu
RANCANGAN PSIKOEDUKASI (1)
Durasi
Tanggal rencana pelaksanaan
Lokasi pelaksanaan (indoor/outdoor/sekolah, atau lainnya)
Metode yang digunakan (misal ceramah, tanya jawab, diskusi, game, nonton film,
role play, project, field trip, dll)
Media yang digunakan (misal poster, infografis, presentasi powerpoint, video, lagu,
dll)
RANCANGAN PSIKOEDUKASI (2)
Rundown/tahapan psikoedukasi. Misal

Perkenalan Presentasi dengan Game


power point
(5 menit) (10 menit) (20 menit)

Evaluasi Diskusi game


(5 menit) (15 menit)
FASE FASE PSIKOEDUKASI
Prainteraksi identifikasi audien dll
Orientasi
perkenalan,
Kontrak : waktu, topic

Kerja : Pelaksanaan Psikoedukasi


Terminasi :
Validasi
Kontrak (apabila ada sesi selanjutnya)
DAFTAR REFERENSI:
Bordbar, Mohammad. Faridhosseini, Farhad. 2010. Psychoeducation for Bipolar
Mood Disorder. Jurnal: Clinical, Research, Treatment Approaches to Affective
Disorders. Brown, Nina W. 2011.
Psychoeducational Groups 3rd Edition: Process and Practice. New York: Routledge
Taylor & Francis Group.
Lukens, Ellen P. McFarlane, William R. 2004. Journal Brief Treatment and Crisis
Intervention Volume 4. Psychoeducation as Evidence-Based Practice: Consideration for
Practice, Research, and Policy. Oxford University Press.
Walsh, Joseph. 2010. Psycheducation In Mental Health. Chicago: Lyceum Books, Inc