Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL USAHA

SALE PISANG MANIS

SALEMPONG

Oleh ;
1. Lia Afriani
2. Wiwin Ana Sari
3. Winda Khoirun Nisa
4.
Kelas : XI PM

SMK TERPADU HADZIQIYYAH


TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Nama dan Alamat Usaha


Nama Usaha : Kewirausahaan Sale Pisang Manis SALEMPONG
Pemilik Usaha : Winda, Lia, Wiwin
Alamat : Gemiring Lor, Nalumsari, Jepara

B. Informasi Usaha
Usaha kita bergerak dalam bidang usaha dagang makanan ringan. Kami menggeluti
usaha dagang di karenakan kami ingin melestarikan makanan khas indonesia.

2
BAB II
ASPEK USAHA

A. Deskripsi Umum Usaha


Kewirausahaan Salpingnis merupakan usaha yang bergerak di bidang perdagangan
yaitu makanan ringan sale pisang manis

B. Latar Belakang Usaha


Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka ragam
makanan dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang murah hingga sampai yang
mahal. Dalam kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh setiap
orang. Dengan aktivitas yang semakin padat, membuat banyak orang membutuhkan
asupan makanan tambahan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Makanan-makanan
yang tersedia dipasaran saat ini memang sudah beragam, tetapi umumnya makanan
tersebut bukanlah makanan khas Indonesia, serta harga yang ditawarkan juga
kebanyakan terlalu mahal.
Salah satu makanan tradisional yang cukup sederhana, tetapi sangat cocok menjadi
makanan ringan sebagai pengganti makanan. Dengan pembuatan sale pisang yang
dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tetapi lebih higienis, serta akan dijual
dengan harga yang sangat terjangkau, maka tentunya hal ini akan menarik minat
masyarakat untuk membelinya.
Keberadaan sale pisang sebagai salah satu makanan dengan rasa yang enak,
nikmat, dan juga lezat memang telah dikenal dari masa kemasa, sehingga usaha ini
memang layak dikembangkan menjadi salah satu usaha kuliner alternatif di Indonesia.
Dengan hal tersebut, maka saya ingin membuat usaha makanan, yaitu usaha makanan
Sale pisang untuk dikembangkan menjadi usaha besar agar masyarakat tidak akan
pernah lupa dengan masakan khas Indonesia tersebut

C. Spesifikasi Usaha yang Dijalankan


1. Pisang
a. Gambaran Pisang
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun
besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M.
balbisiana, dan M. paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan
3
sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun
menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna
kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah,
hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan
merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium
Perlu disadari, istilah pisang juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak
menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang
kipas.Pisang merupakan buah yang murah dan mudah di dapat, tapi tahukah anda
bahwa pisang juga merupakan buah yang kaya gizi dan manfaat.. kandungan gizi
pada pisang sangat bermanfaat bagi tubuh.

b. Kandungan dan Khasiat Pisang


Kandungan gizi pada pisang sangat beragam, mulai dari karbohidrat, protein, dan
vitamin. nilai energi pada pisang terbilang tinggi yaitu 136 kalori per 100gr
pisang. karena itu para atlit biasa mengkonsumsi pisang untuk mendapatkan
energi di saat istirahat. kandungan gizi pada pisang beberapa di antaranya adalah:

c. Energi:
setiap 100 gr pisang mengandung 136 kalori, nilai ini lebih banyak dari Apel
yang hanya mengandung 54 kalori pada setiap 100 gr, karbohidrat pada pisang
menyediakan energi yang lebih cepat daripada nasi, biskuit, atau roti. karena
itulah mungkin para atlit mengkonsumsi pisang untuk memenuhi kebutuhan
energi mereka. pisang juga merupakan makanan dengan nilai protein yang cukup
bagus yaitu sekitar 2,3 %. selain itu pisang memunyai kandungan lemak yang
sangat rendah yaitu 0,13 % sehingga merupakan makanan alternatif yang baik
bagi diet.

d. Mineral:
Pisang sangat kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi.
dan seluruh kandungan mineral tersebut 100 % bisa di serap tubuh. kadar zat besi
pada setiap 100 gr pisang mencapai 2 mg, tentu saja hal ini lebih baik dari nilai
zat besi pada apel yang hanya mencapai 0,2 mg. Pisang juga merupakan sumber
vitamin yang sangat tinggi, pisang kaya akan provitamin A [45 mg / 100 gr],
vitamin C, vitamin B, vitamin, B12, dan vitamin B6.
4
2. Manfaat Pisang
Mengkonsumsi buah pisang juga sangat baik bati kesehatan tubuh, beberapa manfaat
mengkonsumsi buah pisang di antaranya adalah:
a. Depresi
Mengandung tryptophan, yaitu sejenis protein yang diubah menjadi serotonin
dalam tubuh untuk memberi rasa rileks dan memperbaiki mood
b. Mengurangi Resiko Stroke dan Penyakit Jantung
Makan pisang secara teratur bisa mengurangi resiko penyakit stroke sampai
40%, dan efek antasid pada pisang mampu mengurangi resiko penyakit jantung
c. Menetralisir Racun Nikotin pada Perokok
Kalium, magnesium, dan vitamin C, A, B12, dan B6 yang terkandung pada
buah pisang mampu membantu tubuh untuk cepat sembuh dari efek racun
nikotin. hal ini juga bisa membantu bagi anda yang mencoba berhenti dari
kebiasaan merokok.
d. Anemia [kurang darah]
Kandungan zat besi yang tinggi pada buah pisang mampu merangsang produksi
hemoglobin dalam darah, sehingga mampu mengatasi anemia
e. Tekanan Darah Tinggi
Kandungan kalium yang tinggi dan garam yang rendah membuat pisang mampu
mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan serangan stroke

5
BAB III
ASPEK PEMASARAN

A. Potensi pasar
Dalam menjalankan usaha ini harus mengetahui potensi pasar yang dijalani agar
usaha yang dijanali tersebut dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat (konsumen)

B. Kondisi Pesaing
Saat ini pesaing yang saya ketahui adalah produksi rumahan. Produksi rumahan ini
cukup lama berdiri, akan tetapi proses pembuatan sale pisang yang di produksi oleh
rumahan hanya memiliki satu rasa, sedangkan produk kami memiliki banyak rasa.
Disamping itu keunggulan produk kami adalah sebagai berikut.
1. Bahan asli Indonesia
2. Proses secara tradisional
3. Kualitas dan kebersihan terjamin
4. Memiliki banyak pilihan rasa
5. Harga lebih terjangkau

C. Strategi Pemasaran
Penulis mempunyai strategi pemasaran sehingga dapat menarik perhatian
konsumen dan membeli produk yang ditawarkan, diantaranya dengan cara penyebaran
brosur, dan penulis langsung terjun ke lapangan.

6
BAB IV
ASPEK PENJUALAN

A. Penetapan Harga
Harga Jual : Rp 5000 x 40 bungkus = Rp 200.000

Harga Pokok Produk perunit :


Harga beli bahan baku Rp. 3.125
Harga beli bahan tambahan Rp. 250
Ongkos angkut Rp. 500 +
Rp. 3.875
Jumlah Hpp: Rp 3.875 x 40 bungkus = Rp 155.000
Laba kotor = Rp 45.000

Biaya penjualan:
Biaya pembuatan brosur Rp 5.000
Biaya transportasi RP 5.000
Biaya tenaga kerja Rp 10.000
Biaya lainnya Rp 5.000 +
Rp 25.000
Laba bersih = Rp 20.000

B. Sistem Penjualan
Kami menjual produk kami dengan harga tunai, di karenakan harga yang kami
berikan sangat terjangkau .
C. Sistem Distribusi
1. Wilayah Pemasaran di daerah Mayong
2. Jalur Distribusi Individu atau secara langsung

D. Promosi
Promosi makanan yang cepat laku adalah pada tempat ramai seperti pasar, sekolah,
kampus, kantor, itu adalah tempat yang paling strategis untuk mempromosikan barang
dagangan. Berikut ini adalah beberapa cara promosi makanan yang akan saya lakukan :

7
1. Pertama adalah lewat brosur, cara ini cukup efektif untuk memperkenalkan makanan
yang saya jual, biasanya makanan sampai di konsumen melalui pesan antar atau
sering disebut delivery.
2. Melakukan penjualan langsung, cara ini lumayan efektif karena langsung bertemu
dengan pembelinya dan bisa langsung promosikan makanan yang di jual.
3. Melalui internet cara ini efektif walau tak semua orang memakai internet tapi cara ini
cukup memberikan informasi yang lebih kepada orang karena saat ini orang banyak
membuka internet seperti facebook, twetter, yahoo, google dan lain lain, tak ada
salahnya bila dicoba.

8
BAB V
ASPEK MANAJEMEN

A. Analisis SWOT
Kekuatan :
1. Harga Terjangkau
2. Kualitas terjamin
3. Cita rasa bervariasi
4. Kemasan berbagai ukuran

Kelemahan :
1. Manajemen tradisional
2. Sarana dan prasarana sederhana
3. Sumberdaya manusia yang masih rendah pendidikan
4. Bahan baku Sale Pisang mudah rusak

Peluang :
1. Pangsa pasar yang masih luas
2. Bahan baku yang mudah di dapat
3. Pesaing besar relatip terbatas

B. Tindakan Alternatif
Tapi kami sudah merencanakan untuk memecahkan masalah faktor penghambat
tersebut diantaranya yaitu dengan berhatihati dalam mengelola setiap anggaran dana
yang akan dikeluarkan. Sedangkan untuk mengatasi faktor yang kedua, yakni harga
bahan baku tidak stabil, kami menyiasatinya dengan membeli bahan baku langsung
kepada petani setempat agar memperoleh harga yang lebih murah.
Dan kami juga telah melakukan tindakan dengan menciptakan produk makanan
atau minuman yang baru dan menentukan prioritas yang akan dicapai, sehinnga
mempersempit terjadinnya risiko. Dan melakukan seleksi yang tepat terhadap produk
yang baru sehingga tidak terjadi kesalahan yang sama. Memperbaiki system pemasaran
dam manajemen merupakan alternative yang penting dalam mencegah risiko.

9
BAB VI
ASPEK PRODUKSI

A. Alat-alat Produksi
Alat alat yang digunakan dalam proses pembuatan sale pisang ini diantaranya
adalah :
1. Penggorengan (wajan) dan perlengkapan penggorengan lainnya digunakan untuk
dalam proses penggorengan.
2. Parutan pisang atau pisau digunakan untuk memotong pisang.
3. Jemuran dari anyaman bambu 23 m
4. Tungku, penggunaan tungku karena agar dalam proses penggorengan dapat
menghasilkan panas api yang cukup, karena jika menggunakan kompor gas bukan
hanya karena boros saja melainkan api yang dihasilkannya pun kurang.

B. Bahan-bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan sale pisang ini adalah :
1. Pisang, secara umum pisang yang sering digunakan dalam pembuatan sale pisang ini
yaitu pisang nangka, karena pisang nangka apabila digoreng pisangnya dapat kering
dibanding dengan pisang pisang lainnya
2. Minyak goreng,
3. Garam.
4. Tepung beras dan tepung terigu
5. Margarin
6. Perasa

C. Langkah langkah atau proses pengolahan


1. Cara membuat sale pisang :
a. Pisang di belah tipis memanjang dari ujung ke pangkal.
b. Jemur menggunakan jemuran pada sinar matahari selama + 6 hari, pada hari ke 3
balik sale agar bagian bawahnya terkena sinar matahari. Pada hari ke 6 apabila
kadar air sudah 20% sale diangkat dari jemuran.

10
2. Cara pengolahan sale pisang :
Bahan yang dibutuhkan :
a. tepung beras dan tepung terigu, perbandingan 2 : 1
b. gula pasir secukupnya
c. garam secukupnya
d. margarin secukupnya
e. minyak goreng

3. Proses pengolahan sale pisang :


a. Buat adonan dengan cara aduk rata tepung beras, tepung terigu, garam, gula,
perasa dan margarin
b. Panaskan minyak goreng yang banyak
c. Celupkan sale pisang pada adonan, kemudian goreng pada minyak panas di atas
api sedang hingga matang dan kering. Angkat dan tiriskan.

D. Tenaga Kerja
Dalam pembuatan sale pisang ini hanya membutuhkan 5 tenaga kerja untuk
menghasilkan 40 bungkus.

E. Kualitas Produksi
Kualitas produk kami bisa menjadi produk unggulan, di karenakan pesaing kami
hanya memili satu rasa. Selain itu produk yang kami jual harganya juga terjangkau.

F. Kuantitas Produksi
Setiap satu resep menghasilkan 40 bungkus. Jadi setiap produksi hanya
menghasilkan 40 bungkus sale pisang yang memiliki berbagai macam rasa.

11
BAB VII
ASPEK KEUANGAN

A. Analisis Keuanagan
1. Rencana kebutuhan investasi
Jika usaha yang kami lakukan ini berkembang, maka kami memiliki rencana
untuk berinvestasi. Rencana kebutuhan investasi tersebut adalah membeli peralatan
yang dibutuhkan untuk proses produksi. Peralatan tersebut adalah sebagai berikut.
Membeli baskom 2 buah @ Rp. 7.500
Parutan Pisang 1 buah @ Rp 12.500
Membeli sendok makan 5 sendok @ Rp. 15.000
Membeli pisau stenlis 2 pisau @ Rp. 10.000
Galon air aqua 1 buah @ Rp. 14.000
Kayu bakar 5 ikat @ Rp 15.000 +
Rp 74.000

2. Bahan Baku
Pisang Rp 75.000
Minyak goreng 1 L Rp 11.000
Garam Rp 1.000
Tepung beras 1 kg Rp 10.000
Tepung terigu 1/2 kg Rp 3.000
Margarin Rp 10.000 +
Rp 110.000

3. Bahan Taburan
Perasa Rp 15.000

4. Modal
Bahan baku + Bahan Taburan + Bahan baku tambahan + Ongkos angkut = Modal
Rp 110.000 + 15.000 + 10.000 + Rp 500 = Rp 135.500

12
5. Perhitungan Keuntungan
Harga Jual : Rp 5000 x 40 bungkus = Rp 200.000

Harga Pokok Produk perunit :
Harga beli bahan baku Rp.3.125
Harga beli bahan tambahan Rp. 250
Ongkos angkut Rp. 500 +
Rp.3.875
Jumlah Hpp: Rp 3.875 x 40 bungkus = Rp 155.000
Laba kotor = Rp 45.000

6. Biaya penjualan:
Biaya pembuatan brosur Rp 5.000
Biaya transportasi RP 5.000
Biaya tenaga kerja Rp 10.000
Biaya lainnya Rp 5.000 +
Rp 25.000
Laba bersih = Rp 20.000

7. Perhitungan margin keuntungan


Rp 20.000
x 100% = 10 %
Rp 200.000

13