Anda di halaman 1dari 4

No.

Dokumen :
SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DENGAN SBR/SOP/VK/13
EKSTRAKSI VAKUM No. Revisi. : 00
Tanggal 17 September
TUJUAN: Sebagai pedoman dalam melakukan 2007
tindakan kebidanan Halaman : 1/1
PETUGAS:
BAGIAN : Layanan Persalinan
Dokter SPOG/Dokter/Bidan

1. NAMA PEKERJAAN:
Pertolongan persalinan dengan Ekstraksi Vakum
2. TUJUAN :
Sebagai pedoman dalam melakukan tindakan Ekstraksi Vakum
3. RUANG LINGKUP :
Semua pasien inpartu dengan indikasi ekstraksi vakum
4. KETERAMPILAN PETUGAS :
Dokter obstetri ginekologi dan dokter umum terlatih dalam pertolongan persalinan dengan
ekstraksi vakum
5 . PERALATAN
a. Sarung tangan steril 4 set
b. Gunting episiotomi 1 buah, Naalvoeder 1 buah
c. Gunting tali pusat 1 buah
d. Klem arteri 2 buah, pinset 1 buah
e. Klem tali pusat 2
f. Kocher setengah 1
g. Kassa steril
h. Alas badan
i. Disposible syringe 5 cc berisi lidocain
j. Benang jahit luka episiotomi
k. Medikamentosa ( Oksitosin, Ergometrin )
l. Vakum ekstraktor : 1
m. Klem Ovum : 2
n. Cunam tampon : 1
o. Spekulum sims atau L : 2
p. Kateter karet : 2
q. Penghisap lendir 1 set
r. Kain penyeka muka dan badan : 2
s. Meja bersih, kering dan hangat
t. Inkubator : 1 set
u. Kateter intravena / jarum kupu kupu : 2
v. Popok dan selimut : 1
Medikamentosa. ( Larutan bikarbonas natrikus, epinefrin 00,01%, Antibiotika, Akuabidest,
dextrose 10 % dan Ringer Lactat )
Lampu sorot
Stetoskop

6. INSTRUKSI
a. Sapa pasien dengan ramah
b. Menjelaskan tentang diagnosa dan penatalaksanaan kala dua lama
c. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan resikonya
d. Pasien dan keluarganya menandatangani informed consent

Persiapan pasien
No.Dokumen :
SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DENGAN SBR/SOP/VK/13
EKSTRAKSI VAKUM No. Revisi. : 00
Tanggal 17 September
TUJUAN: Sebagai pedoman dalam melakukan 2007
tindakan kebidanan Halaman : 1/1
PETUGAS:
BAGIAN : Layanan Persalinan
Dokter SPOG/Dokter/Bidan

a. Cairan infus dan slang infus terpasang


b. Siapkan penutup perut bawah
c. Medikamentosa : Oksitosin, ergometrin, prokain
d. Beri larutan antiseptik ( Povidan lodin 10 % )
e. Oksigen dan Regulator
f. Cuci tangan dan lengan serta keringkan dengan handuk
g. Penolong memakai baju kamar tindakan, pelapis plastik, sarung tangan steril
h. Pasien dengan posisi lithotomi
TINDAKAN
a. Instruksikan asisten untuk menyiapkan ekstraktor vakum dan pastikan petugas dan alat
untuk menolong bayi telah siap
b. Lakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan terpenuhinya persyaratan ekstraksi vakum
( presentasi belakang kepala, tidak prematur, pembukaan lengkap, Hodge IV / di dasar
panggul )
c. Masukkan tangan ke dalam wadah yang mengandung larutan klorin 0,5 %, bersihkan darah
dan cairan tubuh yang melekat pada sarung tangan, lepaskan secara terbalik dan rendam
dalam larutan tersebut
d. Pakai sarung tangan steril
PEMASANGAN MANGKUK VAKUM
a. Masukkan mangkuk vakum melalui introitus vagina secara miring dan setelah melewati
introitus, pasangkan pada kepala bayi ( perhatikan agar tepi mangkok tidak terpasang pada
bagian yang tidak rata / moulage didaerah ubun ubun kecil)
b. Dengan jari tengah dan telunjuk tangan kanan, tahan mangkuk pada posisinya dan dengan
jari tengah dan telunjuk tangan kiri lakukan pemeriksaan disekeliling tepi mangkuk, untuk
memastikan tidak ada bagian vagina atau porsio yang terjepit diantara mangkuk vakum
secara bertahap
c. Pompa hingga tekanan 100 mmHg ( skala 10 atau 0,2 kg / sm2 pada jenis Malmstroom
klasik ) setelah 2 menit, naikkan hingga 400 mmHg ( skala 40 atau 0,4 kg/sm2
Malmstroom klasik ). Tekanan maksimal adalah 600 mmHg ( skala 60 atau 0,6 kg / sm2
Malmstroom), hanya dipakai bila his kurang kuat / memerlukan tarikan kuat ( ingat: jangan
menggunakan tekanan maksimal pada kepala bayi, lebih dari 8 menit )
d. Sambil menunggu his, jelaskan pada pasien bahwa pada his puncak ( fase acme ) pasien
harus mengedan sekuat & selama mungkin. Lipat lutut dengan lipat siku agar tekanan
abdomen menjadi lebih efektif
PENARIKAN
a. Pada face acme ( puncak ) dari his, minta pasien untuk mengedan seperti tersebut diatas,
lakukan penarikan dengan pengait mangkuk, dengan arah sejajar lantai ( tangan kanan
menarik pengait, ibu jari tangan kiri menahan mangkuk, telunjuk dan jari tengah pada kulit
kepala bayi )
b. Bila belum berhasil pada tarikan pertama, ulangi lagi pada tarikan kedua. Episiotomi ( pada
primi atau pasien perineum yang kaku ) dilakukan pada saat kepala mendorong perineum.
Bila tarikan kedua dilakukan dengan benar dan bayi belum lahir, sebaiknya pasien dirujuk
( ingat: penatalaksanaan rujukan )
c. Saat suboccipital berada dibawah simfisis, arahkan tarikan keatas hingga lahir berturut
No.Dokumen :
SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DENGAN SBR/SOP/VK/13
EKSTRAKSI VAKUM No. Revisi. : 00
Tanggal 17 September
TUJUAN: Sebagai pedoman dalam melakukan 2007
tindakan kebidanan Halaman : 1/1
PETUGAS:
BAGIAN : Layanan Persalinan
Dokter SPOG/Dokter/Bidan

turut dahi, muka dan dagu. Kamudian alat vakum dilepas


LAHIRKAN BAYI
a. Kepala bayi dipegang biparietal, gerakkan kebawah untuk melahirkan bahu depan,
kemudian gerakkan keatas untuk melahirkan bahu belakang, kemudian bayi lahir
b. Bersihkan muka, ( hidung dan mulut ) bayi dengan kain bersih, potong tali pusat dan
serahkan bayi pada petugas bagian anak
LAHIRKAN PLASENTA
a. Tunggu tanda lepasnya plasenta, lahirkan plasenta dengan menarik tali pusat dan
mendorong uterus kearah dorsokranial. Sebelumnya suntik Oxytosin 1 ampul IM
b. Periksa kelengkapan plasenta ( perhatikan bila terdapat bagian bagian yang lepas atau
tidak lengkap )
c. Masukkan plasenta kedalam tempatnya
EKSPLORASI JALAN LAHIR
a. Masukkan spekulum Sims / L atas atau bawah pada vagina.
b. Perhatikan apakah terdapat robekan perpanjangan luka episiotomi atau robekan pada
dinding vagina di tempat lain
c. Ambil klem ovum sebanyak 2 buah, lakukan penjepitan secara bergantian ke arah samping,
searah jarum jam, perhatikan ada tidaknya robekan porsio
d. Bila terjadi robekan di luar luka episiotomi, lakukan penjahitan
PENJAHITAN EPISIOTOMI
a. Pasang penopang bokong. Suntikkan Prokain 1% ( yang telah disiapkan dalam tabung
suntik ) pada sisi dalam luka episiotomi ( Otot, jaringan, submukosa dan subkutis ) bagian
atas dan bawah. Uji hasil infiltrasi dengan menjepit kulit perineum yang dianestesi dengan
pinset bergigi
b. Masukkan tampon vagina kemudian jepit tali pengikat tampon dan kain penutup perut
bawah dengan kocher
c. Dimulai dari ujung luka episiotomi bagian dalam, jahit luka bagian dalam secara jelujur
bersimpul kearah luar kemudian tautkan kembali luka kulit dan mukosa secara subkutikuler
atau jelujur matras
d. Tarik tali pengikat tampon vagina secara perlahan lahan hingga tampon dapat
dikeluarkan, kemudian kosongkan kandung kemih
e. Bersihkan noda darah, cairan tubuh dan air ketuban dengan kapas yang telah diberi larutan
antiseptik
f. Pasang kasa yang dibasahi dengan Povidan lodin pada tempat jahitan episiotomi
DEKONTAMINASI
a. Sementara masih menggunakan sarung tangan, kumpulkan instrumen dan masukkan
kedalam wadah yang berisi cairan klorin 0,5%
b. Masukkan sampah bahan habis pakai ketempat yang tersedia
c. Benda atau bagian yang tercemar darah atau cairan tubuh, dibubuhi dengan larutan
klorin 0,5 %
d. Masukkan tangan ke dalam wadah yang berisi larutan klorin 0,5 % bersihkan darah atau
cairan tubuh pasien yang melekat pada sarung tangan, lepaskan terbalik dan rendam
dalam wadah tersebut
CUCI TANGAN PASCA TINDAKAN
No.Dokumen :
SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DENGAN SBR/SOP/VK/13
EKSTRAKSI VAKUM No. Revisi. : 00
Tanggal 17 September
TUJUAN: Sebagai pedoman dalam melakukan 2007
tindakan kebidanan Halaman : 1/1
PETUGAS:
BAGIAN : Layanan Persalinan
Dokter SPOG/Dokter/Bidan

e. Cuci tangan dan lengan hingga ke siku dengan sabun, dibawah air mengalir
f. Keringkan tangan dengan handuk / tissue yang bersih
PERAWATAN PASCA TINDAKAN
a. Periksa kembali tanda vital pasien, lakukan tindakan dan beri instruksi lanjut bila diperlukan
b. Catat kondisi pasien pasca tindakan dan buat laporan tindakan pada kolom yang tersedia
dalam status pasien
c. Buat instruksi pengobatan lanjutan & pemantauan kondisi pasien ( pertahankan infus bila
diperlukan, Bila keadaan umum pasien cukup baik, lepaskan infus )
d. Beritahukan pada pasien bahwa tindakan telah selesai dilaksanakan dan pasien masih
memerlukan perawatan lanjutan
e. Bersama petugas yang akan melakukan perawatan, jelaskan jenis dan lama perawatan
serta laporkan pada petugas tersebut jika ada keluhan / gangguan pasca tindakan
f. Tegaskan pada petugas yang merawat untuk melaksanakan instruksi pengobatan dan
perawatan serta laporkan bila pada pemantauan lanjutan terjadi perubahan perubahan
seperti yang ditulis dalam catatan pascatindakan
7. DOKUMENTASI TERKAIT
Status pasien
Partograf
Informed Consent

8. INDIKATOR KINERJA
Persalinan ekstraksi vakum dilakukan dengan baik, ibu dan anak akan selamat

Penyusun Disahkan

Tyas Edy W dr. Hj. Edwina Purwastuti


NIP. 140 289 443 NIP. 140 191 865