Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

MATA KULIAH TEKNOLOGI MINYAK BUMI


Pressure Swing Adsorption (PSA) dan aplikasinya di industri

Oleh :
Shelma Karami 21030113140127
Yunita Fahni 21030113120043

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kami mampu
menyelesaikan tugas ini. Makalah yang berjudul Pressure Swing Adsorption (PSA)
dan aplikasinya di industri disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Teknologi Minyak Bumi.
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak,
maka makalah ini tidak akan terselesaikan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini
penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ir. Danny Soetrisnanto, M.Eng. selaku dosen pengampu mata kuliah Teknologi
Minyak Bumi.
2. Semua pihak yang telah membantu terselesainya proposal penelitian ini yang
tidak bisa disebutkan satu persatu.
Peneliti menyadari makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu kritik dan
saran yang membangun sangat diharapkan. Kami berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat. Amin.

Semarang, Juni 2017

Penyusun
ABSTRAK

Pressure swing adsorption (PSA) adalah teknik pemisahan gas dalam pemisahan
udara, pengeringan gas, dan pemisahan pemurnian hidrogen. Baru-baru ini, teknologi
PSA telah diterapkan untuk industri lain seperti pemurnian metana dari alam, biogas
dan masih memiliki potensi yang besar untuk memperluas pemanfaatannya. Diketahui
bahwa bahan adsorben yang digunakan dalam proses PSA sangat penting dalam
menentukan sifat-sifatnya, namun juga telah ditunjukkan bahwa rekayasa proses dapat
memperbaiki kinerja unit PSA secara signifikan. Makalah ini bertujuan untuk
memberikan gambaran umum tentang dasar-dasar proses PSA, kegunaan PSA, serta
aplikasi PSA di industri.

Kata Kunci : PSA, adsorpsi, pemisahan, Anilin


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pressure swing adsorption (PSA) merupakan salah satu teknologi yang
digunakan untuk memisahkan beberapa jenis gas dari campuran gas sesuai dengan
jenis karakteristik molekuler dan afinitas dari bahan adsorben. Bahan adsorpsi
khusus misalnya zeolit, digunakan sebagai sieve molekular, sehingga memudahkan
penyerapan gas utama pada tekanan tinggi. Proses selanjutnya adalah proses swing,
yaitu proses perubahan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah uuntuk mendesorp
bahan adsorben. Makalah ini memberikan gambaran umum tentang proses PSA dan
aplikasinya. Aplikasi industri PSA yang paling penting akan digunakan untuk
mengatasi evolusi teknologi: pemisahan udara dan pemurnian hidrogen. Pasar PSA
yang berkembang, pemisahan CH4-CO2, juga akan digunakan untuk beberapa
contoh spesifik.
1.2 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian PSA
2. Untuk megetahui cara kerja PSA
3. Untuk mengetahui aplikasi dari PSA
1.3 Manfaat Penulisan
1. Mahasiswa mampu mengetahui pengertian PSA
2. Mahasiswa mampu megetahui cara kerja PSA
3. Mahasiswa mampu mengetahui aplikasi dari PSA
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Adsorpsi
Adsorpsi adalah sebuah fenomena spontan berupa tarikan suatu molekul dari
sebuah fluida saat mendekati permukaan zat adsorben padat. Adsorben adalah
padatan berpori, yang sebaiknya memiliki luas permukaan yang besar per satuan
massa. Molekul yang berbeda memiliki interaksi yang berbeda pula dengan
permukaan adsorben, sehingga hal ini memungkinkan untuk terjadi pemisahan.
Ketika adsorben dimasukkan untuk kontak dengan fasa fluida, keadaan
kesetimbangan tercapai setelah waktu tertentu. Kesetimbangan ini menetapkan batas
termodinamika dari muatan adsorben untuk komposisi, suhu, dan tekanan fasa
fluida.
Dalam proses adsorpsi, adsorben yang digunakan biasanya berbentuk pellet
bulat atau diekstrusi. Sebagai alternatif, dapat dibentuk menjadi struktur monolitik
sarang lebah sehingga mengurangi penurunan tekanan sistem. Aliran umpan
dimasukkan agar kontak dengan adsorben yang biasanya dikemas dalam unggun
tetap. Komponen yang kurang teradsorpsi (ringan) akan menerobos kolom lebih
cepat dari yang lainnya. Untuk mencapai pemisahan, sebelum komponen berat
lainnya menerobos kolom, umpan harus dihentikan dan adsorben harus diregenerasi
dengan cara desorpsi senyawa berat. Karena kesetimbangan adsorpsi berada pada
kondisi operasi spesifik (komposisi, suhu dan tekanan), dengan mengubah salah satu
parameter proses ini, regenerasi adsorben bisa terjadi.

2.2 Definisi PSA


Bila regenerasi adsorben dilakukan dengan mengurangi tekanan total sistem,
proses ini disebut pressure swing adsorpsion (PSA). tekanan total sistem
"mengayun" antara tekanan tinggi pada umpan dan tekanan rendah dalam
regenerasi. Konsep ini dipatenkan pada tahun 1932, namun aplikasi pertamanya
dipresentasikan tiga puluh tahun kemudian.
Selama bertahun-tahun, teknologi PSA digunakan dalam berbagai macam
aplikasi: pemurnian hidrogen, pemisahan udara, OBOGS (sistem pembangkit gas
on-board), Pelepasan CO2, pemurnian gas mulia (Dia, Xe, Ar), peningkatan CH4,
pemisahan n-iso parafin, dan sebagainya. Proses PSA biasanya terkait dengan
konsumsi energi rendah bila dibandingkan dengan teknologi lainnya.
Sebagai aturan, PSA lebih disukai daripada proses lain ketika konsentrasi
komponen yang akan dikeluarkan cukup penting (lebih dari beberapa persen).
Dalam kondisi seperti itu, pemuatan kolom dengan komponen berat dilakukan
cukup cepat dan karena tekanan sistem dapat berubah dengan cepat, waktu antara
adsorpsi dan regenerasi akan seimbang. Bila konsentrasinya rendah, langkah
adsorpsi bisa memakan waktu lebih lama dan pilihan lainnya seperti temperature
swing adsorption (TSA) dapat dipertimbangkan.
Perilaku unit PSA sangat ditentukan oleh adsorben yang digunakan untuk
pemisahan. Namun, teknis unit PSA juga merupakan aspek penting. Sebenarnya,
tugas utama untuk menentukan unit PSA adalah memilih adsorben yang akan
digunakan dengan benar. Setelah itu, semua upaya teknis harus dilakukan dalam
menentukan strategi efektif untuk me-regenerasi adsorben. Dengan demikian,
kemajuan yang diperoleh pada unit PSA dapat dibagi dalam dua domain utama:
penemuan adsorben baru (ilmu material) dan cara baru dan lebih efisien untuk
menggunakan dan meregenerasi adsorben (rekayasa).

2.3 Prinsip kerja


Proses pressure swing adsorption bergantung pada fakta yang menyatakan bahwa
gas dibawah tekanan cenderung tertarik pada permukaan padatan atau teradsorpsi.
Semakin tinggi tekanan, semakin banyak gas yang terserap. Apabila tekanan
diturunkan, gas akan dilepas.
Proses PSA dapat digunakan untuk memisahkan gas dalam campuran gas, karena
tiap gas memiliki kecenderungan penyerapan yang berbeda, kuat atau lemah terhadap
permukaan padatan. Misalnya, jika campuran gas seperti udara dialirkan dibawah
tekanan melalui suatu bejana yang berisi suatu bed adsorben, yang menarik lebih
banyak nitrogen daripada oksigen. Sebagian besar atau seluruh nitrogen akan tetap
berada didalam bed, sedangkan gas yang keluar dari bejana akan diperkaya oleh
oksigen. Ketika bed mencapai akhir kapasitasnya untuk menyerap nitrogen, bed dapat
diregenerasikan dengan cara menurunkan tekanan sehingga melepaskan nitrogen yang
teradsorpsi. Dengan begitu bed dapat digunakan kembali untuk memproduksi udara
yang kaya akan oksigen.

Gambar 1. Skema Pressure Swing Adsorption

2.4 Aplikasi PSA (Pembuatan Gas Hidrogen dari Gas Alam dengan Proses
Cracking)

Gambar 2. Pembuatan gas hydrogen dari gas alam dengan proses cracking
Pada gambar terlihat pada langkah akhir digunakan teknologi PSA untuk
memurnikan/ memisahkan H2 dari impuritisnya misalnya H2O, CO, CO2 dan CH4 yang
tidak bereaksi. Kandungan CO dan CO2 yang tersisa dalam H2 maksimum 20 ppm
sedangkan CH4- nya maksimum 50 ppm. Saat berlangsungnya proses diPSA ini, tidak
dapat dihindari terjadinya penghilangan atau terikutnya sejumlah kecil H2 dan gas-gas
yang harus dibuang (dipisahkan). Gas yang diinginkan dari unit PSA ini hanya
Hidrogen. Gas-gas buangan yang dihasilkan unit PSA akan dipakai untuk bahan bakar
dari Steam Reformer, setelah dahulu disimpan dalam sebuah tangki yang disebut Surge
Drum.
BAB III
KESIMPULAN

Teknologi PSA dapat dianggap sebagai teknologi yang mapan dalam


pemisahan udara, pengeringan, dan pemurnian hidrogen, namun ada banyak pekerjaan
yang harus dilakukan untuk menyempurnakan teknik ini di industri lain. Banyak peneliti
di seluruh dunia saat ini sedang mengerjakan bagaimana cara penangkapan CO2 dari
gas buang. Sebuah studi menunjukkan bahwa CO2 dapat ditangkap dengan
menggunakan PSA, namun studi yang lebih mendasar dan skala pilot-plant jangka
panjang diperlukan untuk benar-benar membandingkan teknik ini dengan amina.
Pemanfaatan PSA untuk upgrade gas alam (pemisahan CH4-CO2 pada dasarnya) masih
tetap menjadi tantangan. Teknologi PSA dan bahkan RPSA dapat digunakan untuk
meng-upgrade biogas, namun laju alir dan tekanan gas alam memerlukan solusi
alternatif. Dalam semua aplikasi teknologi PSA yang muncul ini, solusi yang lebih cepat
dan lebih baik dapat terjadi dengan melakukan interaksi yang baik antara sains material
dan rekayasa proses.
DAFTAR PUSTAKA

Grande, Carlos A. 2008. Separation column and pressure swing adsorption process for

gas purification. World Patent Application.

Grande, Carlos A. 2012. Advances in Pressure Swing Adsorption for Gas Separation.
ISBN Chemical Engineering Vol 2012.
Voss, C. 2005. Applications of pressure swing adsorption technology, Adsorption,
vol. 11, no. 1, pp. 527529