Anda di halaman 1dari 8

SPESIFIKASI TEKNIS

PENGADAAN KAPAL < 3 GT

1. UMUM

1.01 PENDAHULUAN

Untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana dalam


pemanfaatan sumber daya laut tersebut khususnya untuk kapal ikan
maka pemerintah sebagai motor penggerak dalam pembangunan
dan melalui pemerintah daerah mengusahakan dibangunnya kapal < 3
GT yang memadai dan sesuai dengan kondisi perairan yang ada di
Indonesia.

Oleh karena itu kapal yang akan dibangun ini dirancang sebagai kapal
penangkap ikan. yang. Kapal tersebut dibuat dari bahan kayu yang
berkualitas baik dan dengan propulsi yang di gerakan mesin diesel
inboard berbaling-baling satu untuk penangkapan ikan di perairan 10
mil dari pantai.

Kapal ini dilengkapi yang memenuhi standar. Kapal ini mempunyai


palka hasil tangkapan yang sesuai dan effisien dalam pemeliharaan serta
effektif dalam pengoperasiannya.

1.02 PERATURAN KLASIFIKASI

Kontruksi kapal ini walaupun tidak diklasifikasikan, tetapi dibangun


sesuai dengan peraturan Bori Kalsifikasi ( BKI )untuk jenis, ukuran dan
daerah pelayaran di Indonesia. Selain dari i, harus sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Direktorat Jendral Perikanan
Tangkap, Kementrian Kelautan dan Perikanan yang berlaku bagi kapal
ikan dan kapal ini di rancang dan dibangun sesuai dengan jenis, ukuran
dan daerah pelayaran berdasarkan peraturan Direktorat Jendral
Perhubungan Laut.

1.03 JENIS KAPAL

Kapal <3 GT dengan bahan utama kayu I II atau sejenisnya yang


berkualitas baik dengan konstruksi lambung serta bahan penunjang
lainnya memenuhi persyaratan kapal ( marine use )

1.04 DAERAH PELAYARAN

Kapal ikan ini dibuat secara maksimal supaya dapat berfungsi sebagai
layaknya kapal ikan yang akan di operasikan di daerah pelayaran
Indonesia terutama wilayah perairan Kalimantan Timur dan sekitarnya.
1.05 PENGAWAS BANGUNAN

Selama pelaksanaan pembangunan kapal ini galangan sampai kapal


selesai dibangun, akan dilakukan pengawasan oleh petugas pengawas
( konsultan Pengawas ) yang ditunjuk pihak pemilik. Didalam pelaksanaan
pengawasan pihak pengawas dan pemilik berhak menolak bahan-
bahan dan peralatan yang tidak memenuhi persyaratan bangunan
untuk kegunaan di kapal ( Marine use )

1.06 UJI COBA

Setelah kapal selesai dibangun dan telah diluncurkan, akan dilakukan


uji coba terhadap kapal yang akan dihadiri dan disaksikan secara
langsung oleh pihak Pemilik dan Pengawas guna mengecek jalannya
semua instrumen kapal secara keseluruhan.

- Sea Trial

Sea trial atau uji coba berlayar akan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan dalam kontrak antara Pemilik-Galangan.

Uji coba berlayar, merupakan uji coba resmi yang terdiri dari :
Uji coba Kecepatan Kapan
Uji Coba kemampuan olah gerak
Uji Coba ketahanan mesin induk dan mesin bantu
Uji Coba peralatan navigasi dan komunikasi

Hasil pelaksanaan uji coba berlayar akan dituangkan dalam


laporan resmi Uji Coba

Verlayar dan dilengkapi dengan Berita Acara Uji Coba Berlayar.


Apabila dalam Uji coba berlayar terjadi hal yang belum memnuhi
ketentuan spesifikasi teknik dan kontrak, maka pihak Galangan akan
memperbaiki dan menyempurnakan atau melaksanakan uji coba
berlayar ulang sebelum kapal diserah-terimakan kepeda pemilik.

1.07 SERAH TERIMA KAPAL

Setelah kapal selesai diadakan uji coba berlayar dan siap untuk
diserahkan terimakan maka ada beberapa yang dipenuhi oleh pihak
Galangan :

Kapal akan dilengkapi dengan surat-surat kapal dan dokumen :

Berita acara serah terima kapal


Daftar inventarisasi kapal dan berita acara serah terima
Inventaris.
Buku Petunjuk (Manual Book) mebin induk, mesin bantu,
peralatan navigasi/komunikasi dan untuk seluruh peralatan lain
yang ada di kapal.
Gambar-gambar (Finished Plan)
Serah terima kapal dilakukan pada lokasi sebagai berikut :

1.08 MATERIAL DAN CARA PENGERJAAN

Seluruh Bahan-bahan/material, mesin-mesin dan perlengkapan yang


dipergunakan untuk pembuatan kapal ini dan yang akan dipasang
dikapal ini adalah bermutu baik dan untuk kegunaan dikapal (marine use)
serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari klasifikasi dan Peraturan
Pemerintah Indonesia.

Bahan material kapal yang digunakan menggunakan bahan yang


bermutu baik seperti kayu jati, kayu kesambi, mahoni, kamper, bengkirai
atau sejenisnya yang sesuai dengan BKI.

2. LAMBUNG KAPAL

2.01. UMUM

Kapal < 3 GT dengan konstruksi lambung menggunakan kayu terdiri dari


3 bagian utama yaitu badan kapal bagian bawah (hull), bagian
geladak kapal (deck) dan bagian bangunan atas kapal
(superstructure).

Ukuran yang belum tercantum dalam gambar atau spesifikasi, akan


ditentukan bersama oleh pihak galangan dan pemilikberdasarkan
pengalaman praktis yang pernah dilakukan pada pembuatan kapal
kayu.
Cara pengerjaan setiap sambungan kontruksi balok harus dikerjakan
dengan baik sesuai praktek umum pembuatan kapal kayu bermotor.
Sambungan-sambungan antara papa kulit dan papan geledak harus
dipakai dengan baik kemudian dipakal dan didempul, sehingga
bagian sambungan-sambungan tidak bocor dan permukaannya rata
dan rapi. Sambungan antara lajur papan kulit harus rapat dan dipakai
kemudian didempul untuk menjaga kebocoran air.

Ukuran bahan pengikat (mur-baut dan paku) disesuaikan dengan


ukuran balok-balok kontruksi, bahan mur-baut dan paku disesuaikan
dengan praktek umum pembuatan kapal kayu.

2.02. UKURAN / DATA POKOK

Ukuran Utama Kapal :

Panjang Utama Kapal (LOA) : 11.00 Meter


Lebar Moulded (B) : 1.40 Meter
Tinggi Geladak(H) : 0.90 Meters
Sarat Benam Air (T) : 0.60 Meter
Gross Tonnage (GT) : < 3 GT
Mesin penggerak Marine Diesel : 24 HP
Kecepatan Kapal (V) : min 7 10 knot
Jangkauan Operasi dari pantai : 10 mil

2.03 SUSUNAN PEMBAGIAN LAMBUNG / RENCANA UMUM

Bagian lambung kapal dibatasi oleh sekat-sekat yang diatur dalam


gambar rencana umum dari buritan (AP) ke arah haluan (FP) terdiri dari
beberapa bagan ruang-ruang, antara lain :

(1) Ruang Steering Gear

Tempat steering gear lengkap dengan steering hydrulic yang


juga dilengkapi peralatan kemudi darurat

(2) Ruang Mesin (engine Room)

Tempat instalasi mesin induk dan mesin bantu


Tempat panel induk listrik dan panel distribusi

(3) Ruang-ruang Muatan Ikan (Fish Hold No. 1 dan 2)

Dua buah ruang muat memanjang kapal (Fish hold no. Dan 2)
yang dibatasi oleh sekat kedap air.
Palka dilengkapi penutup lubang palka

(4) Ruang Gudang (Store)

Sebagai tempat penyimpanan peralatan dan perlengkapan


penangkpan ikan

(5) Ruang/Cabin ABK

Kabin untuk ABK terletak didepan geladak utama kapasitas 4-6


orang
Kamar mandi berada disebelah kanan (sesuai rencana umum)
dengan akses masuk dari belakang cabin dengan pintu
tersendiri.
Ruang dilengkapi ventilasi mekanis dan natural yang cukup

2.04 TRIM & STABILITAS

Kapal mempunyai stabilitas kemantapan yang positif untuk segala


keadaan muatan. Percobaan stabilitas dan pelayaran percobaan
beserta perhitungan-perhitungan akhir dari stabilitas untuk bermacam-
macam keadaan muatan, sehingga memenuhi persyaratan klasifikasi.
2.05 KONSTRUKSI BANGUNAN KAPAL

2.05.1. Lambung Kapal


Secara keseluruhan lambung kapal terbuat dari bahan kayu
kelas awet II dan kelas kuat II dan sejenisnya yang bekwalitas
baik. Pada kulit lambung sisi lunas mempunyai ukuran : tebal 2-3
cm. Bentuk danukuran kapal sesuai dengan gambar rencana
umum, seperti yang tertera dalam gambar kontruksi dan
gambar-gambar lainnya yang saling mengikat dengan surat
perjanjian.
Ukuran yang belum tercantum dalam gambar atau spesifikasi ,
akan ditentukan bersama oleh pihak galangan dan pemilik
berdasarkan pengalaman praktis yang pernah dilakukan pada
pembuatan kapal kayu.
Cara pengerjaan setiap sambungan kontruksi balok harus
dikerjakan dengan baik sesuai praktek umum pembuatan kapal
kayu bermotor. Sambungan-sambungan antara papan kulit dan
papan geladak harus dipakai dengan baik kemudian dipakal
dan didempul, sehingga bagian sambungan-sambungan tidak
bocor dan permukaannya rata dan rapi. Sambungan antara
lajur papan kulit harus rapat dan dipakai kemudian di dempul
untuk menjaga kebocoran air.
Ukuran bahan pengikat (mur-baut dan paku) disesuaikan
dengan ukuran balok-balok konstruksi, bahan mur-baut dan paku
disesuaikan dengan praktek umum pembuatan kapal kayu.

2.05.2. Bahan-bahan balok

a. Lunas

Ukuran lunas adalah : lebar x tinggi = 10 x 15cm, sedangkan


panjang disesuaikan dengan kbutuhan.
Bahan lunas dari kayu awet I dan Kelas kuat I dan sejenisnya
yang berkwalitas baik.

b. Linggi haluan dan buritan.

Ukuran linggi haluan dan buritan disesuaikan dengan


desain/bentuk gambar. Bahan linggi adalah kayu klas awet I dan
kelas kuat I dan sejenisnya yang berkwalitas baik.

2.05.3. Gading dan senta

Gading, senta dan deck beam dihubungkan satu sama lain


dengan system pengikatan mur-baut yang dipasang pada
setiap jarak gading sepanjang kapal dari haluan sampai ke
buritan.
Ukuran Gading : t x 1= 5 x 10 cm, Jarak gading 50 cm; terbuat
dari kayu klas awet II dan kelas II sejenisnya yang berkwalitas
baik.
Ukuran Senta : t x 1 = 5 x 10 cm; juga terbuat dari kayu klas awet II
dan klas kuat II dan sejenisnya yang berkwalitas baik.

2.05.4. Balok Geladak dan Papan Geladak

Balok geladak merupakan balok tunggal dan dipasang


menempel pada setiap gading dengan memakai mur-baut;
Ukuran balok geladak : lebar x tinggi = 5 x 10 cm,
Bahan balok geladak dari kayu klas awet II klas kuat II dan
sejenisnya yang berkwalitas baik.
Ukuran papan geladak : t x 1 = 2-3 cm x 15 20 cm.
Bahan papan geladak dari kayu klas awet II dan klas kuat II dan
sejenisnya yang berkwalitas baik.
Sambungan antara papan geladak diusahakan rapat dan
dipakai untuk mencegah kebocoran.

2.05.5. Sekat dan penegar Sekat

Sekat terdiri dari sekat tubrukan dan sekat biasa


Ukuran papan sekat tubrukan biasa : Tebal = 2-3 cm
Ukuran papan sekat biasa : Tebal = 2-3 cm
Bahan kayu sekat adalah kayu kelas awet I-II dan kelas kuat I-II
dan sejenisnya yang berkwalitas baik
Ukuran penegar sekat tubrukan : 4 x 6 x panjang disesuaikan
dengan kebutuhan
Ukuran penegar sekat biasa : 4 x 6 cm
Bahan Penegar sekat dari bahan kayu kelas awet dan kelas kuat
I-II dan sejenisnya yang berkwalitas baik

2.05.6. Ambang Palka Ikan

Ukuran papan tutup palka ikan : Tebal = 2 cm


Tutup palka ikan harus dikerjakan sesuai dengan praktek umum
pembuatan tutup palka
Bahan tutup palka ikan dari kayu klas awet II dan klas kuat II dan
sejenisnya yang berkwalitas baik.

2.05.7. Pondasi Mesin

Pondasi mesin merupakan balok tunggal tanpa sambungan


terbuat dari bahan kayu klas I atau sejenisnya berkwalitas baik,
awet dan tahan terhadap rendaman air/minyak
Ukuran dan pemsangan pondasi mesin harus disesuaikan
dengan spesifikasi mesin dan petunjuk pabrik
Pondasi mesin diikat dengan menggunakan mur-baut.

2.05.8. Isolasi palka Ikan

Palka ikan dibagi menjadi beberapa ruangan dengan


dinding/papan pelapis setebal 2-3 cm
Dinding, serta lantai palka dilapisi dengan bahan isolasi jenis
polyurenthane foam atau styro foam dengan ketebalan 5 cm.

2.05.9. Kontruksi Cabin/Ruangan Navigasi

Cabin /Ruang Navigasi berfungsi untuk menyimpan dan atau


mengoperasikan kapal dan berfungsi sebagai ruang istrahat
ABK/Crew.

Papan dinding dan papan penutup bagian atas mempunyai


ketebalan = 2-3 cm dan geladak bagian dalam mempunyai
ketebalan = 2-3 cm menggunakan kelas awet I-II dan kelas kayu
I-II dan sejenisnya yang berkwalitas baik, sedangkan baloknya
berukuran 5 x 10 cm.
Cabin/rauang navigasi dilengkapi dengan pintu-pintu dibagian
belakang dan jendela-jendela kaca bagian depan dan
samping. Systim buka-tutup pintu maupun jendela dibuat
dengan systim sliding door. Bahan pembuat cabin dari kayu klas
awet II dan klas kuat II dan sejenisnya yang berkwalitas baik.

2.05.10 Bolder

Bolder-bolder dipasang pada bagian depan, belakang serta


samping kiri-kanan sesuai dengan gambar.

2.05.11 Pengecatan

Pengecatan pertama untuk lambung kapal, geladak dan


bangunan atas menggunakan cat dasar.
Untuk lambung kapal dibawah garis air dicat dengan cat anti
fuoling, sedangkan untuk lambung kapal diatas garis air dan
bangunan atas dicat warna ( warna ditentukan kemudian )
sesuai persetujuan pemesan.
2. PERLENGKAPAN KAPAL

No URAIAN VOLUME
A PERMESINAN DAN INSTALASINYA
1. Main engine 24 HP + gearbox 1 Unit
2. Has 1 set
3. Baling2/Kipas 1 set
4. Setir dan kelengkapannya 1 unit

B PERALATAN NAVIGASI
1. Global Postioning System Portable ( GPS ) 1 Unit
2. Battery 12 volt 1 Buah
3. Lampu navigasi + aksesoris 1 Unit

C PERALATAN KESELAMATAN
1. Life Jacket 1 Buah

D PERALATAN TAMBAH LABUH


1. Jangkar 1 Buah
2. Tali tambang & jangkar 25 mm 30 m