Anda di halaman 1dari 3

Audit Berstandar Internasional

Audit Berstandar Internasional


Moermahadi Soerja Djanegara ; Ketua BPK
JAWA POS, 05 Juni 2017

MEMANG tidak bisa dihindari, terungkapnya indikasi jual beli opini


predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) membuat semua orang
menggeneralisasi bahwa seluruh opini predikat bisa diperdagangkan.
Bagaimanapun, upaya penegakan hukum terhadap pegawai BPK yang
sedang diproses di KPK tetap harus didukung. Begitu pula BPK, tetap
akan berkomitmen memberantas korupsi. Dan bakal menjadikan kasus
operasi tangkap tangan (OTT) KPK sebagai suatu pelajaran berharga.

Yang harus diketahui publik, proses pemberian opini di kementerian/


lembaga (K/L) sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan. Pertama,
memeriksa tim anggota dan penanggung jawab tim pemeriksa. Jadi,
proses yang dilakukan dibangun sejak pemeriksaan. Setelah itu baru
dilihat temuannya seperti apa. Apakah memengaruhi opini atas keuangan
suatu K/L atau tidak.

Sebagai catatan, BPK melakukan laporan pemeriksaan keuangan setiap


tahun ajaran baru. Ada 534 pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Kemudian 135 K/L. Jika ditotal, ada 600 lebih instansi pemerintah yang
bertanggung jawab terhadap pengelola keuangan negara yang diaudit
BPK.
BPK memiliki kriteria standar pemeriksaan. Laporan keuangan yang
dilakukan di kementerian itu akan dicek pemeriksa apakah sudah sesuai
dengan standar akuntansi dan ketaatan terhadap undang-undang (UU).
Berikutnya, dari temuan-temuan tersebut, tim pemeriksa akan melihat
apakah berpengaruh secara materi atau tidak.

Sesuai UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan


Tanggung Jawab Keuangan Negara, standar pemeriksaan adalah patokan
untuk melakukan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan negara. Meliputi standar umum, standar pelaksanaan
pemeriksaan, dan standar pelaporan yang wajib dipedomani BPK dan
pemeriksa.

Pelaksanaan pemeriksaan sebagaimana dimaksudkan di atas didasarkan


pada suatu standar pemeriksaan. Standar itu disusun BPK dengan
mempertimbangkan standar di lingkungan profesi audit secara
internasional. Sebelum standar itu ditetapkan, BPK mengonsultasikannya
dengan pihak pemerintah serta dengan organisasi profesi di bidang
pemeriksaan.

Setelah melaksanakan pemeriksaan, tim pemeriksa akan menyusun dan


membahas semua proses yang dilakukan di K/L. Dari situ nanti dihasilkan
laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) keseluruhan. Pembahasan
tersebut akan diikuti semua anggota BPK yang terdiri atas sembilan
orang. Termasuk ketua dan wakil ketua.

Semua laporan keuangan itu akan dibahas satu per satu. Opini yang
sudah diputuskan dipresentasikan di hadapan anggota badan. Misalnya
disclaimer, apa alasan pemberian opini. Begitu pula opini yang lain,
apakah sudah sesuai dengan penilaian.