Anda di halaman 1dari 8

PT.

GRAHA PRIMA ENERGI


Job Site MPP Loa Kulu Coal Mine Project

PROSEDUR
TANGGAP DARURAT
NO DOKUMEN : DPT-HSE-003-00

STATUS DOKUMEN : MASTER COPY NO :

NOMOR REVISI : 0
TANGGAL EFEKTIF : 1 JANUARI 2013
TANGGAL REVISI :

DIBUAT OLEH : DIPERIKSA OLEH : DISETUJUI OLEH :

Moh. Sidiq Agus Riyanto Hance Lawono


HSE Officer Project Manager Opertional Direktor
PT. GRAHA PRIMA ENERGI PROSEDUR
PROSEDUR No Dok : DPT-HSE-003-00

PENANGANAN LIMBAH Halaman 2 Dari 8


1 Jan 2013 RUB. 0

DAFTAR ISI

HALAMAN

HALAMAN PENGESAHAN 1

DAFTAR ISI 2

DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN 3

TUJUAN 4

RUANG LINGKUP 4

DEFINISI 4

TANGGUNG JAWAB 5

DIAGRAM ALIR 7
PT. GRAHA PRIMA ENERGI PROSEDUR
PROSEDUR No Dok : DPT-HSE-003-00

PENANGANAN LIMBAH Halaman 3 Dari 8


1 Jan 2013 RUB. 0

DAFTAR DISTRIBUSI

PEMEGANG STATUS NOMOR


NO.
DOKUMEN DOKUMEN SALINAN
1 HSE DEPT Master
2 President Director Copy 01
3 General Manager Copy 02
4 Finance Dept. Copy 03
5 Logistics Dept. Copy 04
6 Mining Dept. Copy 05
7 HRGA Dept. Copy 06
8 Maintenance Dept. Copy 07
9 Engineering Dept. Copy 08
10 Site HSE MPP Copy 09
11
12
PT. GRAHA PRIMA ENERGI PROSEDUR
PROSEDUR No Dok : DPT-HSE-003-00

PENANGANAN LIMBAH Halaman 4 Dari 8


1 Jan 2013 RUB. 0

1. TUJUAN

Prosedur ini di siapkan untuk mengorganisasi, koodinasi, tanggung jawab dan prosedur
pelaksanaan dalam menghadapi kondisi darurat untuk dapat ditangani dengan baik dan cepat
agar mengurangi potensi kematian, kecelakaan serius dan Kerusakan Harta benda yang lebih
banyak dan memastikan karyawan mengetahui apa yang mereka harus lakukan bila
menghadapi kondisi dan situasi darurat sehingga dapat bereaksi memberikan bantuan yang
cepat, tepat dan effektif.

2. RUANG LINGKUP

Emergency Response digunakan apabila terjadi suatu keadaan yang bersifat darurat baik
terjadi dilingkungan pelanggan maupun dilingkungan PT. Graha Prima Energy. Para anggota
team mempunyai pendidikan khusus sesuai dengan bidang yang diperlukan.

3. REFERENSI

a. Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

4. DEFINISI/TERMINOLOGI

Gawat Darurat adalah semua kejadian atau potensi kehilangan jiwa, cedera berat maupun yang
dapat berpengaruh besar terhentinya kegiatan dalam waktu lama.

Emergency Response Team adalah suatu team yang mempunyai tugas khusus menangani
suatu keadaan darurat.

Prosedur keadaan darurat ini dibuat sebagai penjelasan (detail ) sebagai bagian dari Koordinasi
& Organisasi dalam emergency.
Jenis keadaan darurat yang dapat terjadi di PT.Graha Prima Energy sebagai berikut ;

1. Kebakaran fasiltas bangunan & perkantoran pusat, di Head Office Samarinda.


2. Kebakaran falitas bangunan & TPS di site Loa Kulu
3. Kebakaran fasilitas Mess/Housing
4. Kebakaran diesel fuel Tank di seluruh site PT.GPE
5. Pekerja tertimbun longsoran tanah, Unit & Pekerja masuk Jurang.
6. Kondisi bencana alam (Gempa, Banjir, Tsunami, tanah longsor, Dll)
7. Kondisi Huru-Hara / Kerusuhan / keonaran.
8. Kondisi yang dinyatakan DARURAT yang perlu penangganan serius.

5. PROSEDUR

5.1 TANDA-TANDA KEADAAN DARURAT.

5.1.1 Tanda Bahaya menggunakan lonceng dan pluit


PT. GRAHA PRIMA ENERGI PROSEDUR
PROSEDUR No Dok : DPT-HSE-003-00

PENANGANAN LIMBAH Halaman 5 Dari 8


1 Jan 2013 RUB. 0

- Keadaan darurat ditandai dengan lonceng di pos Security yang berbunyi selama
satu menit.
- Evakuasi ditandai dengan lonceng berbunyi terus menerus lebih dari 3 menit

No Kasus / Case Tanda Tanda Alarm Keterangan


1 Incident / Accident (Kecelakaan &Huru-Hara) oo-oo-oo-oo-oo-oo-oo Dst 2X Terus Menerus / Continue
2 Fire (Kebakaran) ooo-ooo-ooo-ooo-ooo Dst 3X Terus Menerus / Continue
3 Abandon / Evacuation (Evakuasi) oooooooooooooooooo Dst Dipukul terus menerus / Continue
4 Safe Situation (Keadaan Aman) o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o- Dst 1X terus Menerus / Continue

5.1.2 Tanda bahaya menggunakan alarm atau Sirene


Apabila sirene / alarm berbunyi bergelombang Sbb :
No Kasus / Case Tanda Tanda Alarm
1 Fire (Kebakaran) Bunyi (10 detik) Stop (3 detik) Dst
2 Abandon / Evacuation (Evakuasi) Bunyi (5 detik) Stop (5 detik) Dst
3 Safe Situation (Keadaan Aman) Bunyi (15 detik) tanpa henti 1X

5.2. PUSAT PENGENDALIAN DARURAT.

Setiap keadaan darurat harus dilaporkan kepusat pengendalian darurat yaitu di kantor :

5.2.1 Kantor Pusat GPE Samarinda.


1. Siang hari
Kantor pusat Telepon HP 0813 4652 3333
( Roy Anugrah HSE Coordinator )
2. Malam hari
Kantor pusat Telepon HP 0813 4652 3333
( Roy Anugrah HSE Coordinator )

5.2.2 Kantor Lapangan berbagai Site.

1. Kantor Lapangan Loa Kulu


Siang & Malam hari
Kantor Lapangan Loa Kulu & HSE Dept HP 0852-3488- 6526, 0813 7011 8874
(Moh. Sidiq & Jimmi Situmeang)

Jika terjadi Kebakaran Operator Kantor pusat & Site atau petugas security yang bertugas segera
meminta bantuan dengan menghubungi PMK-113 dan jika perlu Kantor Polisi 110 serta bantuan
dari Client PT.MPP, Dll setelah mendapat petunjuk dari Koordinator Emergency (Daftar Pangilan
Emergency Terlampir)

5.3. KOORDINASI

Untuk penanggulangi keadaan darurat secara efektif, Mereka yg tercantum dibawah ini
harus mengadakan hubungan dgn. Komandan keadaan darurat yg.bertugas dgn
menghubungi telepon:
PT. GRAHA PRIMA ENERGI PROSEDUR
PROSEDUR No Dok : DPT-HSE-003-00

PENANGANAN LIMBAH Halaman 6 Dari 8


1 Jan 2013 RUB. 0

Operational Director Hance Lewonoi


Site Manager Agus Riyanto
HRGA Site Sumarna Ssi

Komandan Tanggap darurat atau Koordinator Tanggap darurat masing-masing site, harus
melaporkan keadaan darurat yang terjadi kepada GPE Management (Operational
Director/General Manager & Mining & HSE Manager.)
Team pengendali keadaan darurat adalah nama-nama yang tecantum didalam daftar
Emergency

5.4 EVAKUASI

Jika keadaan tidak dapat di kendalikan, lonceng, alarm/sirene atau pluit tanda bahaya
berbunyi sebagai tanda bahaya dan memerlukan evakuasi segera, semua orang yang
harus meninggalkan tempat kerja dan menuju tempat berkumpul yang terdekat yang telah
ditentukan, yaitu:
Apabila mendengar tanda bahaya yang harus dilakukan adalah
- Stop aktivitas pekerjaan
- Matikan sumber energi yang yang digunakan baik mechanical maupun electrical
terkecuali lokasi kerja yang terjadi keadaan darurat, tinggal tempat kejadian bila tidak
memungkinkan, kemudian
- Segera berkumpul menuju tempat berkumpul (muster point) yang telah ditentukan,
Yaitu :
1. Head Office samarinda disamping pos security tempat berkumpul No.1 dan Di
depan Workshop Maintenance tempat berkumpul 2.

5.5. KEADAAN DARURAT BERAKHIR.

Apabila sirene, Alarm, loceng atau pluit berbunyi tanda aman selama satu menit untuk
bunyi lonceng dan bunyi sirene / alarm selama 15 detik satu kali tanpa henti maka ini
menandakan keadaan darurat telah selesai, atau setelah dinyatakan aman oleh
koordinator pengendalian keadaan darurat maka karyawan dapat kembali dan
melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.

5.6 TUGAS / FUNGSI SELAMA KEADAAN DARURAT.

A. JAM KERJA & DI LUAR JAM KERJA (Pada siang & Malam hari)
1. Operation Director/General Manager bertindak sebagai komandan pengandalian
keadaan darurat dan berada di pusat pengendalian keadaan darurat atau tempat
kejadian.
2. General Manager / HSE Mgr .menuju kejadian dan memimpin penenggulangan
kebakaran serta melapor kepada koordinator pengendali keadaan darurat tentang
perkembangan situasi.
3. Chief security menuju tempat kejadian memerintahkan anggotanya menutup daerah
kejadian menghubungi bantuan yang di perlukan seperti pemadam kebakaran, polisi,
tim SAR & RESCUE, Ambulance, Dll.
PT. GRAHA PRIMA ENERGI PROSEDUR
PROSEDUR No Dok : DPT-HSE-003-00

PENANGANAN LIMBAH Halaman 7 Dari 8


1 Jan 2013 RUB. 0

4. Site Manager / Supv masing-masing berkordinasi dgn komandan keadaan darurat


dan memerintahkan mobil / truk,/alat berat dan operator dan orang yang tidak
berkepentingan untuk :

a. Menyingkir dari lokasi kejadian


b. Mengkoodinir pengungsian dari area yang mengalami keadaan darurat dengan
tertib dan teratur dalam hal terjadinya evakuasi.
c. Menyiapkan satu mobil dan Driver untuk kebutuhan evakuasi pasien / korban ke
klinik dan rumah sakit / klinik terdekat
d. Terus berhubungan dengan komandan penanggulangan keadaan darurat untuk
melaporkan perkembangan terakhir.

5. HSE crew yang menghitung / mendata karyawan yg. ada di tempat berkumpul.
6. HSE Commander menghubungi GPE Management untuk menentukan tindakan
tindakan penting yang perlu dilakukan dalam penggulangan keadaan darurat.
7. Semua orang yang ada di daerah Emergency tsb. segera pergi ke tempat berkumpul, dan
mengikuti petunjuk yg di berikan oleh petugas keamanan.
8. Chief Security segera melaporkan ke Emergency Commander dan tugasnya adalah :
a. Mengarahkan satuan tugasnya untuk pengamanan area kerja.
b.Menutup semua jalur / akses jalan menuju tempat keadaan darurat.
c.Mengadakan pemeriksaan di ruang kantor dan memerintahkan semua supaya pergi ke
tempat berkumpul.
9. HSE Officer & Crew Bertugas membantu kegiatan-kegiatan Koordinator Emergency

6. Tim Tanggap Darurat

Tim tanggap darurat adalah suatu team yang mempunyai tugas khusus menangani suatu
keadaan darurat dalam melakukan koordinasi sesuai ketentuan prosedur, wajib mengikuti
pelatihan / simulasi yang diadakan dengan penuh tanggung jawab agar pada saat kejadian
gawat darurat yang sebenarnya siap dan cepat melakukan penangganan yang diperlukan.

6. 1 Office Site Loa Kulu


No Posisi dalam Tanggap Darurat Nama Keterangan
1 Koordinator Tanggap Darurat Hance lewono Menyatakan suatu kondisi
(1),Agus Riyanto dalam keadaan darurat.
(2)Jimmi
Situmeang(3),
2 Komadan Tanggap Darurat Roy Anugrah ( 1 ) Memimpin operasi
Moh. Sidiq (2 ) penagulangan di Head Office,
Mengarahkan untuk
melakukan Evakuasi,
berkoordinasi terhadap
seluruh Koordinator tanggap
Darurat.
3 Corporate Security Hermansyah Melakukan pengamanan
lingkungan
4 Koordinator RS Sumarna Mengatur segala hal
PT. GRAHA PRIMA ENERGI PROSEDUR
PROSEDUR No Dok : DPT-HSE-003-00

PENANGANAN LIMBAH Halaman 8 Dari 8


1 Jan 2013 RUB. 0

administrasi yang membantu,


laporan sementara jamsostek,
penyedian surat pengantar ke
rumah sakit yang ada
kerjasama dengan GPE
5 Koordinator Evakuasi Toha Rouf Kuluki Mengatur Evakuasi korban,
Harta benda perusahaan, dan
dokumen2 penting.
6 Team Bantuan beranggota 5 orang Purwoto , Sutikno. Crew Workshop
Ambo Mai Maintenance.