Anda di halaman 1dari 10

PERILAKU PEMANGSA LELE DUMBO (Clarias gariepinus) TERHADAP

Lebistes sp.

Disusun oleh :
Wimpi Dwi Atika (B1J014082)
Jihan Diyana Alsa (B1J014112)
Gibran Muhammad Tri R (B1K014025)
Rombongan : II
Kelompok :2
Asisten : Navizhatul Amanah

LAPORAN PRAKTIKUM ETOLOGI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah sejenis lele budidaya yang berasal
dari Afrika. Dibandingkan dengan lele lokal (lele kampung C. batrachus, dan C.
macrocephalus) lele dumbo berukuran lebih besar dan patilnya tidak tajam
sehingga disukai konsumen. Kelemahannya adalah dagingnya lunak dan mudah
hancur bila digoreng. Nama "dumbo" diberikan karena ukurannya yang lebih
besar daripada rata-rata lele lokal Asia Tenggara. Ikan lele dumbo di alam bersifat
predator dan biasanya akan memangsa ikan-ikan yang lebih kecil. Ketika di
budidaya ikan lele dumbo cenderung menjadi kanibal dimana ikan lele yang besar
akan memakan ikan lele yang lebih kecil (Boyd, 1990)
Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan salah satu komoditas
perikanan yang cukup populer. Ikan ini memiliki berbagai kelebihan, sehingga
mudah diterima di masyarakat. Kelebihan tersebut diantaranya adalah
pertumbuhannya yang cepat, memiliki kemampuan beradaptasi terhadap
lingkungan yang tinggi, memiliki rasa yang enak dan kandungan gizinya cukup
tinggi (Goddard, 1996). Budidaya ikan lele dumbo akhir-akhir ini semakin
mendapat perhatian dan mulai berkembang di indonesia, terutama karena
mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi, bernilai ekonomis relatif mahal,
mudah di pelihara dan tumbuh cepat (Waker et al., 2015).
Ikan lele dumbo cocok dibudidayakan pada kolam air tenang tanpa
penggantian air, tetapi hal ini membuat air sebagai media pemeliharaan ikan lele
dumbo tercemar oleh limbah organik dan mineral organik yang berasal dari
dekomposisi (perombakan) sisa pakan dan kotoran ikan. Limbah tersebut
berpengaruh secara langsung terhadap kualitas air yang secara langsung ataupun
tidak langsung akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan dan pertumbuhan
ikan (Gunawan, 2010).

B. Tujuan

Mahasiswa dapat mendeskripsikan perilaku pemangsaan ikan Lele Dumbo


(Clarias gariepinus) terhadap ikan seribu (Lebistes sp.).
II. MATERI DAN METODE

A. Materi

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah toples, millimeter block,
stopwatch, dan seser.
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah ikan lele dumbo
(Clarias gariepinus), ikan seribu (Lebistes sp.), dan air keran

B. Metode

Metode yang digunakan dalam praktikum kali ini ialah sebagai berikut:
1. Disiapkan toples berukuran besar untuk pengamatan.
2. Dimasukan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) kedalam topless yang telah
berisi air.
3. Dimasukan ikan seribu (Lebistes sp.) kedalam toples yang telah berisi ikan lele
4. Diamati perilaku lele terhadap ikan seribu selama 12 x 5 menit.
5. Dicatat setiap perilaku yang terjadi setiap 5 menit di lembar kerja.
6. Setelah selesai pengamatan, dicatat besar tubuh ikan lele diatas millimeter
block.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Table 3.1 Hasil pengamatan perilaku pemangsaan ikan lele dumbo


terhadap Lebistes sp.
Item pengamatan Waktu
No.
(Aktivitas ikan lele dumbo) Frequensi Durasi
1 Menjelajah akuarium (Exploring) 18 56 14
2 Mendekati mangsa (Approaching) 2 1
3 Mengejar mangsa (Chasing) 2 >1
4 Memakan mangsa (Predating) 1 <1
Tinggi air pada akuarium : 12.5 cm
Diameter akuarium : 26 cm
Panjang standar ikan lele dumbo : 9.8 cm

Gambar 3.1 ikan lele dumbo (Clarias gariepinus)


B. Pembahasan

Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh, ikan lele dumbo yang diamati
hanya memakan 1 ikan seribu (Lebistes sp.) dalam 1 jam pengamatan. Ikan lele
dumbo tersebut lebih cenderung diam dan mengekplorasi toples dibanding
mengejar atau memakan ikan seribu. Hal ini mungkin disebabkan karena
praktikum dilakukan pada pagi hari dan terlalu banyak cahaya dalam ruangan.
Menurut Allanson (1979) Ikan lele dumbo adalah ikan yang bersifat nokturnal
(aktif pada malam hari), dimana ketika pada malam hari dia akan aktif untuk
mencari makan. Lele dumbo terkenal rakus, karena mempunyai ukuran mulut
yang cukup lebar hingga mampu menyantap makanan alami di dasar perairan dan
buatan misalnya pellet. Lele dumbo sering digolongkan pemakan segala
(omnivora).
Klasifikasi lele menurut Froese et al (2014):
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Siluformes
Famili : Claridae
Genus : Clarias
Spesies : Clarias Gariepinus
Clarias Gariepinus adalah spesies ikan air tawar yang berasal dari Afrika.
Karakter unik dari ikan ini adalah pemakan segala (omnivore) dan mampu
bertahan pada kondisi perairan yang sulit seperti rendah oxygen terlarut, berubah-
ubahnya termperatur dan kadar polusi yang tinggi di air. Ikan ini memiliki daya
tahan terhadap penyakit yang sangat tinggi dan juga memiliki rasa yang lezat
ketika dimakan yang membuat mereka popular untuk di budidaya. Ikan ini
pertama kali di kenalkan di asia tenggara pada awal 80an dan budidayanya
menyebar sangat cepat karena mereka mempunyai tingkat pertumbuhan lebih
cepat di banding ikan lele local. Walaupun tingkat popularitas ikan ini tinggi,
benih untuk produksi ikan ini sangat tidak stabil dikarenakan rendahnya tingkat
kelangsungan hidup larva terutama pada awal tahap larva. Kendala ini masih
sering dihadapi walaupun sudah dilakukan perlakuan khusus untuk mengatur
pemijahan dan pemeliharaan larva Clarias gariepinus (Ing dan Chew, 2015).
Klasifikasi ikan seribu menurut Froese (2014):
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Order : Cyprinodontiformes
Family : Poeciliidae
Genus : Lebistes
Species : Lebistes sp.
Ikan seribu (Lebistes sp.) atau juga dikenal dengan nama ikan guppy adalah
kelompok ikan tropis yang memiliki penyebaran di seluruh dunia dan termasuk
ikan air tawar yang populer untuk dijadikan ikan hias. Ikan seribu jantan biasanya
lebih kecil dari pada ikan seribu betina, memiliki ciri motif di ekor (caudal) dan
sirip dorsalnya. Ikan seribu di habitat alaminya memakan banyak jenis makanan
termasuk bentik alga, dan larva serangga air. Ikan seribu biasanya dijadikan model
organisme untuk penelitian ekologi, evolusi dan kebiasaan (Magurran, 2005).
Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dalam mencari makan biasanya
melakukan hal-hal umum yang biasanya dilakukan hewan lain untuk mencari
makan. Kebiasaan tersebut menurut Widyawati et al (2015) adalah sebagai
berikut:
1. Menjelajah (exploring): ikan akan berenang mengitari kolam sampai dia
melihat mangsa untuk di makan.
2. Mendekat (approaching): ikan akan berenang mendekati mangsa ketika dia
telah menemukan mangsanya.
3. Mengejar (chasing): mangsa akan secara refleks kabur ketika melihat
predator, ikan lele dumbo akan mengejar mangsanya hingga jarak tertentu
ikan lele dapat memakan mangsanya.
4. Memakan (predating): ikan lele akan langsung melahap mangsanya ketika
jarak antara mangsa dan ikan lele sudah cukup dekat.
Ikan lele adalah ikan omnivora yang juga termasuk ikan yang kanibal.
Kecenderungan ikan lele memakan sesamanya membuat budidaya ikan lele
memperoleh keuntungan yang kurang maksimal. Menurut Suyanto (2004)
predatorisme dan kanibalisme ikan lele terjadi dikarenakan beberapa faktor
seperti:
1. Kekurangan pakan, ketika pakan dalam kolam ikan lele kurang mereka
akan cenderung lebih agresif dan memangsa ikan lele lain yang lebih kecil.
2. Ukuran tak seragam, kanibalisme ikan lele juga dipicu oleh ketidak
seragaman ukuran ikan ketika ditebar di kolam, dimana pada akhirnya ikan
yang lebih besar akan memakan ikan lele yang lebih kecil.
3. Kondisi air kolam, untuk menekan kanibalisme jarak pandang ikan lele
harus ditekan, biasanya kolam ikan lele menerapkan bioflok red water
system dimana penerapan ini dilakukan dengan menambah bakteri atau
alga yang menguntukan untuk pertumbuhan ikan
4. Padat tebar tinggi, ketika kolam yang digunakan terlalu kecil untuk
banyaknya ikan yang disebar, lama kelamaan ikan lele akan memangsa
ikan lain untuk membuat ruang pada kolam.
Kebiasaan makan ikan lele dumbo biasanya dipengaruh oleh lingkungan
sekitarnya. Ikan lele dumbo termasuk ikan nocturnal namun ketika dibudidaya
mereka akan cenderung memiliki waktu makan yang khusus. Faktor lingkungan
seperti fluktuasi suhu, lingkungan air yang buruk serta kurangnya pasokan
oksigen dapat memicu ikan lele menjadi kanibal, tetapi jika faktor tersebut tetap
stabil dan dijaga ikan lele akan lebih tenang dan akan lebih memilih pakan yang
disediakan seperti pelet (Gunawan, 2010).
IV. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh dapat disimpulkan


sebagai berikut:
1. Perilaku pemangsa dari ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) terhadap
ikan seribu (Lebistes sp.) terbilang passive dikarenakan ikan seribu yang
dimakan dalam waktu 1 jam pengamatan hanyu 1 ekor.
2. Perilaku ikan lele dumbo saat pengamatan lebih cenderung stress
dikarenakan terlalu banyak mengitari toples daripada memangsa ikan
seribu.
DAFTAR REFERENSI

Allanson, B. R. 1979. Lake Sibaya. Jerman: Springer.

Boyd, C.E. 1990. Water Quality in Pond for Aquaculture. Alabama: Brimingham
Publishing Co.

Froese, Rainer Dan Pauly. 2014. Clarias gariepinus. Belgium: Fishbase.

Gunawan, S. 2010. Kupas Tuntas Budi Daya & Bisnis Lele. Jakarta: Penebar
Swadaya Grup.

Goddard, S. 1996. Feed Management in Intensive Aquaculture. New York:


Capman and Hill.

Ing, N. S. dan Chew, H. H. 2015. Nutritional Transition Period In Early Larvae


Clarias Gariepinus. malaysian journal of analytical sciences. 19(5):1120 -
1130.

Magurran, A. E. 2005. Evolutionary Ecology: The Trinidadian Guppy. New York:


Oxford University Press.

Suyanto, S. R. 2004. Budidaya Ikan lele Ed. revisi. Jakarta: Niaga Swadaya.

Waker, M. B. J., Yunasfi dan Usman S. 2015. Pengaruh Padat Tebar Tinggi
Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele Dumbo
(Clarias gariepinus). Freshwater culture. 1:1-8.

Widyawati, P., Bakti, D., Desrita dan Marnis H. 2015. Pengujian Perilaku
Predator Dan Anti-Predator Pada Ikan Lele (Clarias gariepinus Burchell,
1822) Transgenik F3. Freshwater culture. 13(4):41-50.
TABEL HASIL PENGAMATAN
Perilaku Pemangsa Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Terhadap Lebistes sp.
Lokasi : Lab Ekologi Fakultas Biologi Unsoed
Sumber Makanan : Ikan seribu (Lebistes sp.)
Waktu awal Penebaran Makanan : 08.15 WIB
Panjang standar ikan lele : 9,8 cm
5 menit ke- Exploring Approaching Chasing Predating Jumlah
ikan
1 1 (5) - - - 10
2 2 (4) 1 (<1) 1 (<1) - 10
3 3 (4) 1 (<1) - - 10
4 1 (5) - - - 10
5 1 (5) - - - 10
6 2 (5) - - - 10
7 2 (5) - - - 10
8 2 (5) - - - 10
9 1 (3) - 1 (>1) 1 (<1) 9
10 1 (5) - - - 9
11 1 (5) - - - 9
12 1 (5) - - - 9