Anda di halaman 1dari 22

TUGAS KELOMPOK

Dosen : Diah Indriastuti, S.Kep, Ns, M.Kep

Mata Kuliah : Keperawatan Komunitas III

MAKALAH

AREA KEGIATAN PUSKESMAS KELILING

OLEH
KELOMPOK I
Ade Pratiwi Irna
Aden Aston Kasman Jaya
Asmawati Leni Sriani
Ayu Andriani Rosmina
Ayu Rahayu Salma Tasbari
Astuti Padrin Sulmawati
Ema Nengsyi Erni
Deni Anwar Is Lestari

STIKES KARYA KESEHATAN KENDARI


2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkaan atas kehadirat Allah SWT. Karena atas rahmat
dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Area Kegiatan
Puskesmas Keliling
Dalam penulisan makalah ini kami menemukan kesulitan, Namun berkat
bantuan, bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak akhirnya kami dapat
menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang diberikan.
kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
kami sangat mengharapkan kritikan dan saran yang membangun demi kesempurnaan
Makalah ini.
Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya
profesi keperawatan.

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iii

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Permasalahan .................................................................... 2
C. Tujuan Penyusunan Makalah ............................................................ 2
D. Sistematika Penulisan ....................................................................... 3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Definisi Puskesmas ........................................................................... 4
B. Puskesmas Keliling ........................................................................... 18

BAB III. PEMBAHASAN


A. Pembagian tugas puskesmas keliling ................................................. 19
BAB IV. PENUTUP
A. Kesimpulan ....................................................................................... 23
B. Saran ................................................................................................. 23

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan publik merupakan tanggungjawab pemerintah dan dilaksanakan oleh
instansi pemerintah, baik itu di pusat, di Daerah, dan dilingkungan Badan Usaha
Milik Negara. Pelayanan publik berbentuk pelayanan barang publik maupun
pelayanan jasa. Salah satu bentuk pelayanan publik yang dilaksanakan oleh
pemerintah adalah pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat. Reformasi dibidang
kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan menjadikannya
lebih efisien, efektif serta dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Seperti
yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
951/Menkes/SK/VI/2000 yaitu bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal
Upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang
berkualitas, diantaranya adalah dengan meningkatkan akses terhadap pelayanan
kesehatan dasar. Peran Puskesmas dan jaringannya sebagai institusi yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang pertama yang terlibat langsung
dengan masyarakat menjadi sangat penting. Puskesmas bertanggungjawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Fungsi dan kegiatan
pokok Puskesmas tertuang dalam buku pedoman kerja. Puskesmas memiliki
tanggung jawab yang sangat besar dalam memelihara kesehatan masyarakat di
wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat seoptimal
mungkin. Didirikannya Puskesmas tidak serta merta mampu menyelesaikan persoalan
kesehatan masyarakat miskin. Karena dibeberapa daerah khsusunya di pedalaman,
masih belum mampu menjangkau Puskesmas. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu
pemerintah mengeluarkan kebijakan diadakannya Puskesmas Keliling. Program ini

1
diharapkan dapat membantu Puskesmas dalam wilayah kerjanya sehingga dapat
menjangkau masyarakat yang berada didaerah pedalaman.
Puskesmas Keliling adalah program pelayanan kesehatan terpadu keluar gedung
Puskesmas yang menjangkau daerah terpencil, tempat tinggal masyarakat yang sulit
mendapatkan akses pelayanan kesehatan terdekat.

B. Rumusan Permasalahan
Adapun rumusan permasalahan dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan Puskesmas ?
2. Apa yang dimaksud dengan Puskesmas Keliling?
3. Apa fungsi, tujuan dan manfaat dari Puskesmas Keliling?
4. Apa kegiatan dari Puskesmas Keliling ?
5. Siapa saja yang menjadi sasaran dari kegiatan puskesmas Keliling?
6. Siapa saja yang termasuk dalam SDM Puskesmas Keliling?
7. Apa saja yang menjadi kendaraan dakam kegiatan Puskesmas Keliling ?
8. Apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan Puskesmas Keliling?
9. Sebutkan contoh kegiatan Puskesmas Keliling di Berbagai daerah ?
10. Sebutkan peran perawat dalam kegiatan Puskesmas Keliling ?
11. Sebutkan pembagian tugas perawat di Puskesmas Keliling ?

C. Tujuan Penulisan Makalah


Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Mahasiswa dapat mengetahui definisi dari Puskesmas
2. Mahasiswa dapat mengetahui Puskesmas Keliling
3. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi, tujuan dan manfaat dari Puskesmas
Keliling
4. Mahasiswa dapat mengetahui kegiatan dari Puskesmas Keliling
5. Mahasiswa dapat mengetahui sasaran dari kegiatan puskesmas Keliling
6. Mahasiswa dapat mengetahui SDM Puskesmas Keliling

2
7. Mahasiswa dapat mengetahui kendaraan yang digunakan dalam kegiatan
Puskesmas Keliling
8. Mahasiswa dapat mengetahui kendala dalam pelaksanaan Puskesmas Keliling
9. Mahasiswa dapat mengetahui contoh kegiatan Puskesmas Keliling di Berbagai
daerah
10. Mahasiswa dapat mengetahui peran perawat dalam kegiatan Puskesmas Keliling
11. Mahasiswa dapat mengetahui pembagian tugas perawat di Puskesmas Keliling

D. SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika dalam penulisan makalah ini , kami membagi dalam 4 (empat)
bab, yaitu :
BAB I PENDAHULUAN meliputi latar belakang, perumusan masalah, tujuan
penulisan makalah dan sistematika penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA meliputi definisi Puskesmas, definisi Puskesmas
Keliling, fungsi, tujuan dan manfaat dari Puskesmas Keliling, kegiatan Puskesmas
Keliling, sasarn dari kegiatan Puskesmas Keliling, SDM Puskesmas Keliling,
kendaraan dalam kegiatan Puskesmas Keliling, Kendala dalam pelaksaan Puskesmas
Keliling, serta contoh kegiatan Puskesmas Keliling di berbagai daerah.
BAB III PEMBAHASAN meliputi peran perawat dalam kegiatan Puskesmas
Keliling, serta pembagian tugas perawat dalam kegiatan Puskesmas Keliling
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN meliputi kesimpulan dan saran

3
BAB II
TINJUAN PUSTAKA

A. Puskesmas
1. Definisi Puskesmas
Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu
wilayah kerja (Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004)
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama,
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya dalam
rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Kecamatan sehat mencakup
empat indikator utama yaitu lingkungan sehat, perilaku sehat, cakupan pelayanan
kesehatan yang bermutu dan derajat kesehatan penduduk.(DEPKES 2014)

B. Puskesmas Keliling
1. Definisi Puskesmas Keliling
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.75 Tahun 2014 Tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat menyatakan Puskesmas Keliling sebagaimana
dimaksud ayat (2) memberikan pelayanan kesehatan yang sifatnya bergerak
(mobile), untuk meningkatkan jangkuan dan mutu pelayanan bagi masyarakat di
wilayah kerja Puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanan dalam gedung
Puskesmas (pasal 40 ayat 5)
Puskesmas Keliling adalah kegiatan puskesmas yang bertujuan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan terutama yang berhubungan dengan
promotif dan kuratip diwilayah terpencil yang jauh dari jangkauan fasilitas
kesehatan, selain itu Puskesmas Keliling juga untuk melakukan monitoring

4
pelayanan puskesmas Induk secara umum melalui penjaringan kasus penyakit di
wilayah setempat.
Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yang
dilengkapi dengan kendaraan bermotor roda 4 atau perahu bermotor dan
peralatan kesehatan, peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal
dari puskesmas.
Untuk memperluas, memperlancar dan meningkatkan jangkauan pelayanan
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas serta menunjang pelaksanaan rujukan
medis dan kesehatan, maka perlu diadakan Puskesmas Keliling baik Roda-4
maupun Perairan/ Terapung. (Ayuningtyas,2006)

2. Fungsi, Tujuan dan Manfaat Puskesmas Keliling


a. Fungsi
Puskesmas Keliling berfungsi menunjang dan membantu
melaksanakan kegiatan-kegiatan puskesmas dalam wilayah kerjanya
yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan dilakukannya Puskesmas Keliling, yaitu :
1) Mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat
2) Melakukan penjaringan kasus penyakit rata - rata yang ada
diwilayah terpencil yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan.
c. Manfaat
Adapun manfaat dari kegiatan dilakukannya Puskesmas Keliling, yaitu :
1) Memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh
fasilitas kesehatan
2) Sebagai alat untuk monitoring kasus penyakit yang ada di wilayah
terpencil.

5
3. Kegiatan Puskesmas Keliling
Kegiatan-kegiatan puskesmas keliling adalah:
a. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah
terpencil yang tidak terjangkau oleh pelayanan puskesmas atau
puskesmas pembantu dengan frekuensi empat kali dalam seminggum
atau disesuaikan dengan kondisi geografis setiap puskesmas
b. Melakukan penyelidikan tentang kejadian luar biasa
c. Dapat dipergunakan sebagai alat transportasi penderita dalam rangka
rujukan bagi kasusu gawat darurat
d. Melakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan alat
audiovisual

Menurut Petunjuk Pelaksanaan yang telah dibuat oleh Dit. Jen.


Binkesmas Dep. Kes. RI, upaya pelayanan kesehatan oleh Puskesmas
Keliling meliputi kegiatan pokok Pengobatan, KIA, KB, Imunisasi,
Kesehatan Lingkungan, penyuluhan kesehatan masyarakat dan perbaikan
gizi serta administrasi.

4. Sasaran dari Kegiatan Puskesmas Keliling


Adapun sasaran dari kegiatan pelayanan Puskesmas Keliling yakni
mencakup semua kalangan usia di wilayah kerja terutama pada daerah-
daerah terpencil baik yang memiliki kartu jaminan kesehatan maupun tidak.

5. Sumber Daya Manusia Puskesmas Keliling


Dalam setiap kegiatan Puskesmas Keliling ini tidak dapat hanya
dilaksanakan oleh seorang petugas di wilayah, namun juga membutuhkan
dukungan atau kerja sama baik secara lintas program ataupun lintas sector.
Berikut penjabaran dari fungsi masing masing pelaksana :
a. Kepala Puskesmas

6
Kepala Puskesmas disini berfungsi sebagai penanggung jawab wilayah,
artinya sebagai pejabat yang memiliki kewenangan dalam memberikan
keputusan secara kolegial yang membutuhkan tindakan yang dapat
berakibat hukum.
b. Surveilans
Memiliki tugas melakukan pelacakan sesuai SOP yang sudah ditetapkan,
serta melakukan pencatatan terhadap semua kasus yang terjadi meliputi
data penderita, alamat tempat kejadian serta waktu kejadian, kemudian
memetakan dalam bentuk data dan grafik yang nantinya dapat dijadikan
acuan untuk menentukan tindakan Preventif dan promotif.
c. Promkes ( Promosi Kesehatan )
Membantu memberikan Penyuluhan dan usaha Promotif lainnya, bila
terjadi peningkatan kasus atau KLB. Serta memberikan Pendidikan
kesehatan bagi para penderita PTM atau Penyakit tidak menular.
d. Petugas Wilayah ( Perawat desa atau Bidan Desa )
Bertanggungjawab terhadap wilayahnya dalam usaha baik secara
Promotiv,Preventif serta Kuratif.
e. Koordinator P2M (Pencegahan Penyakit Menular )
Memantau bila terjadi peningkatan kasus yang berpotensi KLB, serta
membantu dalam usaha Preventiv dan Kuratif.
f. Petugas Sanitarian ( Kesehatan Lingkungan )
Melakukan pemantauan serta melakukan analisa yang berhubungan
dengan lingkungan.
g. Koordinator Imunisasi
Melakukan pendataan serta Pencatatan juga membantu menyiapkan
logistik kebutuhan untuk pencegahan yang berhubungan dengan status
imunisasi misalnya : Campak, Diphtery atau penyakit lainnya.
h. Lintas Sektor

7
Disini peran lintas sektor sangat penting sekali. Yang termasuk
didalamnya Muspika, Tokoh masyarakat,Tokoh agama dan Kader
kesehatan

6. Penggunaan Kendaraan dalam Kegiatan Puskesmas Keliling


a. Puskesmas Keliling Roda 4
Puskesmas Keliling Roda 4 adalah unit pelayanan kesehatan kepada
masyarakat di daerah terpencil berupa kendaraan bermotor roda empat dan
peralatan kesehatan, komunikasi serta seperangkat tenaga yang berasal dari
Puskesmas. Pusling ini berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan
kegiatan-kegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau
oleh pelayanan kesehatan karena letaknya jauh dan terpencil.
Kondisi Puskesmas Keliling Roda-4 adalah informasi mengenai jumlah
Puskesmas Keliling Roda-4 yang dimiliki Puskesmas, dengan rincian sebagai
berikut:
1) Baik; apabila Puskesmas Keliling Roda-4 tersebut dalam kondisi baik dan
dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
2) Rusak Ringan; apabila Puskesmas Keliling Roda-4 tersebut dalam kondisi
tidak baik namun masih bisa dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
3) Rusak Berat; apabila Puskesmas Keliling Roda-4 tersebut dalam kondisi
rusak dan masih dapat difungsikan jika ada beberapa komponennya
diganti/diperbaiki.
4) Rusak Total; apabila Puskesmas Keliling Roda-4 tersebut dalam kondisi
tidak baik dan tidak dapat difungsikan atau tidak dapat dimanfaatkan.

b. Puskesmas Keliling Perairan (Perahu)


Puskesmas Keliling Perairan (Perahu) adalah unit pelayanan kesehatan
kepada masyarakat di daerah terpencil berupa perahu/perahu bermotor dan
peralatan kesehatan, komunikasi serta seperangkat tenaga yang berasal dari

8
Puskesmas. Pusling ini berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan
kegiatan-kagiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau
oleh pelayanan kesehatan karena letaknya jauh dan terpencil.
Kondisi Puskesmas Keliling Perairan (Perahu) Kondisi Puskesmas
Keliling Perairan (Perahu) adalah informasi mengenai jumlah Puskesmas
Keliling Perairan (perahu) yang dimiliki Puskesmas, dengan rincian sebagai
berikut:
1) Baik; apabila Puskesmas Keliling Perairan tersebut dalam kondisi baik
dan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
2) Rusak Ringan; apabila Puskesmas Keliling Perairan tersebut dalam
kondisi baik namun tidak dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
3) Rusak Berat; apabila Puskesmas Keliling Perairan tersebut dalam kondisi
tidak baik namun masih bisa dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
4) Rusak Total; apabila Puskesmas Keliling Perairan tersebut dalam kondisi
tidak baik dan tidak dapat difungsikan atau tidak dapat dimanfaatkan.

c. Ambulans
Ambulans adalah kendaraan transportasi gawat darurat medis khusus
orang sakit atau cedera, dari satu tempat ke tempat lain guna perawatan
medis.
Kondisi Ambulans Kondisi Ambulans adalah informasi mengenai jumlah
Ambulans yang dimiliki Puskesmas, dengan rincian sebagai berikut:
1) Baik; apabila ambulans dalam kondisi baik dan dimanfaatkan sesuai
dengan peruntukannya.
2) Rusak Ringan; apabila ambulans dalam kondisi baik namun tidak
dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
3) Rusak Berat; apabila ambulans dalam kondisi tidak baik namun masih
bisa dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.

9
4) Rusak Total; apabila ambulans dalam kondisi tidak baik dan tidak dapat
difungsikan atau tidak dapat dimanfaatkan.

d. Sepeda Motor
Sepeda Motor adalah sebuah kendaraan beroda dua yang terdiri dari
kerangka, roda, tangki bahan bakar, tangkai kemudi atau setir dan digerakkan
oleh mesin.
Kondisi Sepeda Motor Kondisi Sepeda Motor adalah adalah kondisi fisik
dari sepeda motor yang dimiliki Puskesmas, dengan rincian sebagai berikut:
1) Baik; apabila sepeda motor dalam kondisi baik dan dimanfaatkan sesuai
dengan peruntukannya.
2) Rusak Ringan; apabila sepeda motor dalam kondisi baik namun tidak
dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
3) Rusak Berat; apabila sepeda motor dalam kondisi tidak baik namun masih
bisa dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
4) Rusak Total; apabila sepeda motor dalam kondisi tidak baik dan tidak
dapat difungsikan atau tidak dapat dimanfaatkan.

7. Kendala Pelaksanaan Kegiatan Puskesmas Keliling


Beberapa kendala dalam pelaksanaan kegiatan puskesmas keliling yakni
diantaranya
1. Pemanfaatan mobil unit untuk kegiatan Puskemas keliling masih sangat
kurang karena kadangan masih sering digunakan untuk kegiatan non-
program
2. Jumlah tenaga yang ada di Pukesmas relatif masih kurangsebu khususnya
tenaga paramedis.
3. Kondisi jalan dan prasarana lainnya yang tidak me- mungkinkan dapat
dilalui kendaraan bermotor roda empat
4. Biaya operasional dalam melakukan kegiatan Puskesmas Keliling

10
5. Kesadaran terhadap kesehatan terutama pada masyarakay miskin masih
sangat kecil

8. Contoh Kegiatan Puskesmas Keliling di Berbagai Daerah


1. Kegiatan Puskesmas Keliling, imunisasi, dan pendataan di Wongkodono
Terdapat satu tim yang melakukan pendataan di dusun wongkodono.
Wongkodono adalah dusun suit dari desa Langko. Untuk mencapai dusun
tersebut tim harus menyebrang dengan menggunakan ketinting /perahu
motor kecil dengan waktu tempuh 1 jam dari dermaga desa Tomado.
Perjalanan ke wongkodono guna untuk melakukan imunisasi dan
pusling (Puskesmas Keliling), karena posyandu disana tidak aktif, dan
karena akses jalan yang sangat sulit mereka jarang ke Puskesmas jika
sakit. Untuk imunisasi dan pusling ini juga melibatkan seorang bidan
yang merupakan staf Puskesmas. Sesampainya di Wongkodono, tim
berbagi tugas, ada yang melayani pasien pusling, bidan melayani
imunisasi, serta ada yang melakukan pendataan. Kegiatan pusling sangat
ramai dikunjungi, warga dan aparat dusun meminta kami melakukan
kegiatan rutin ini setiap bulan. Sedangkan pendataan dimulai dengan
melatih kader mengenai instrumen pendataan yang digunakan sebelum
turun lapangan dan memandu mereka keberapa rumah sampai yakin
kader tersebut bisa melakukan pendataan sendiri.
Di dusun ini banyak keluarga yang memiliki anak lebih dari 5 dengan
jarak yang mepet-mepet, dan disini banyak anak gadis yang menikah
dengan lelaki paruh baya karena terdapat aturan bahwa kalau menikah
harus sudah punya rumah. Hal yang harus diperhatikan oleh Puskesmas
lindu yakni agar penyuluhan kepada pasangan usia subur mengenai
manfaat KB dan wanita usia subur untuk tidak menikah pada usia dini.
2. Kegiatan Puskesmas Keliling di Kelay

11
Puskesmas Keliling di Kelay dalam pelaksanannya rute perjalanan
dibagi menjadi 3 arah yaitu daerah hulu sungai Kelay, daerah hilir sungai
Kelay, daerah hulu Sungai Lesan. Hal tersebut dilakukan karena wilayah
kerja Puskesmas Kelay sangat luas kalau dibandingkan dengan Luas
Jakarta, Kecamatan Kelay 10 kali lebih luas.
kegiatan yang sama seperti ini untuk daerah lain mungkin bisa
dilakukan 1 hari untuk seluruh wilayah kerja Puskesmas. Hal ini tidak
berlaku untuk Puskesmas kelay dikarenakan wilayah kerja yang sangat
luas, keadaan geografis dan medan yang berat sehingga 1 hari hanya
dapat menjangkau 1 kampung.
Adapun agenda kegiatan saat pelaksanaan Puskesmas Keliling antara
lain Penyuluhan-penyuluhan, pelatihan kader posyandu baik posyandu
balita maupun posyandu lansia, Kemitraan bidan dan dukun, Kelas ibu
hamil, UKS, desa Siaga dan kegiatan-kegiatan lain sesuai kebutuhan
kampung yang akan dikunjungi. Ditahun 2013 kemarin tim pencerah
nusantara angkatan 2 sudah melakukan 2 kali kegiatan di bulan Oktober
dan Desember. Puskesmas Keliling bulan oktober mengambil perjalanan
ke arah hilir sungai Kelay yaitu Merasa, Muara Lesan, dan Lesan Dayak.
Kegiatan ini dilakukan menempuh jalur sungai memakan waktu 3 hari.
Kegiatan yang dilakukan oktober antara lain penyuluhan ke sekolah-
sekolah, pelatihan kader-kader UKS, pelatihan kader posyandu,
penyuluhan Posyandu, dan kemitraan bidan dan dukun. Kegiatan yang
padat ini mengakibatkan kegiatan harus dilaksanakan sampai malam hari.

12
BAB III

PEMBAHASAN

A. Peran Perawat dalam Kegiatan Puskesmas Keliling


Beberapa peran perawat dalam kegiatan Puskesmas Keliling, yakni diantaranya :
1. Melakukan pengkajan kepada individu, keluarga maupun kelompok
masyarakat sebagai langkah untuk deteksi dini (sasaran prioritas)
2. Melakukan penyuluhan kesehatan guna untuk meningkatkan pengetahuan
masayarakat serta meningkatkan status kesehatan
3. Melakukan tindakan keperawatan (Direct Care)
4. Melakukan konseling Keperawatan
5. Melakukan pengobatan (sesuai kewenangan)
6. Melakukan rujukan pasien atau masalah keperawatan
7. Dokumentasi keperawatan

B. Pembagian Tugas Perawat di Puskesmas Keliling


1. Pemberi asuhan keperawatan (care provider)
Peran perawat pelaksana (care provider) bertugas untuk memberikan
pelayanan berupa asuhan keperawatan secara langsung kepada klien
(individu, keluarga, maupun komunitas) sesuai dengan kewenangannya.
(Mubarak & Chayatin, 2009).
2. Peran sebagai pendidik kesehatan
Perawat berperan sebagai pendidik kesehatan harus mampu mengkaji
kebutuhan klien yaitu individu, keluarga, kelompok masyarakat, pemulihan
kesehatan dari suatu penyakit menyusun program penyuluhan/pendidik
kesehatan baik sehat maupun sakit, seperti nutrisi, latihan olah raga,
menajemen stres, penyakit dan pengelolaan penyakit; memberikan
informasi tepat untuk kesehatan dan gaya hidup antara lain informasi yang

13
tepat tentang penyakit, pengobatan; serta menolong klien menyeleksi
informasi kesehatan yang bersumber dari buku-buku, koran, televisi atau
teman. (Depkes, 2004).
3. Peran sebagai koordinator dan kolabolator
Peran koordinator perawat dilakukan dengan mengkoordinir seluruh
kegiatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan Puskesmas dalam
mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim kesehatan
lainnya, sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem pelayanan kesehatan
(Fataria dalam Fauziah, 2012).
4. Peran sebagai konselor
Perawat sebagai konselor melakukan konseling keperawatan sebagai
usaha memecahkan masalah secara efektif. Sebagai konselor, perawat
menjelaskan kepada klien konsep dan data-data tentang kesehatan,
mendemonstrasikan prosedur seperti aktivitas perawatan diri, menilai
apakah klien memahami hal-hal yang dijelaskan dan mengevaluasi
kemajuan dalam pembelajaran. Perawat menggunakan metode pengajaran
yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan klien, serta melibatkan
sumber-sumber yang lain, misalnya keluarga dalam pengajaran yang
direncanakannya (Pery & Potter, 2005).
5. Peran sebagai panutan (role model)
Perawat Puskesmas harus dapat memberikan contoh yang baik dalam
bidang kesehatan pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
tentang bagaimana cara hidup yang sehat yang dapat ditiru dan dicontoh
oleh masyarakat (Fetaria dalam Fauziah, 2012).

14
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah
kerja. Untuk menyelesaikan persoalam masalah kesehatan masyaraat miskin
pemrintah mengeluarkan kebijakan diadakannya Puskesmas Keliling.
Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi
dengan kendaraan bermotor roda 4 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan,
peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal dari puskesmas. Adapun
fungsi dari pukesmas keliling ini yaitu menunjang dan membantu melaksanakan
kegiatan-kegiatan puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh
pelayanan kesehatan, dan tujuannya untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan
kepada masyarakat serta melakukan penjaringan kasus penyakit rata - rata yang ada
diwilayah terpencil yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan. Hal ini akan
sangat membantu serta bermanfaat bagi masyarakat khusunya yang tinggal di area
pedalaman yakni memberikan kemudahan untuk memperolah fasilitas ksehatan,
sekaligus sebagai monitoring kasus penyakit yang ada di wilayah terpencil.
Adapun beberapa kegiatan Kegiatan-kegiatan puskesmas keliling adalah:
e. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil yang
tidak terjangkau oleh pelayanan puskesmas atau puskesmas pembantu dengan
frekuensi empat kali dalam seminggum atau disesuaikan dengan kondisi
geografis setiap puskesmas
f. Melakukan penyelidikan tentang kejadian luar biasa
g. Dapat dipergunakan sebagai alat transportasi penderita dalam rangka rujukan bagi
kasusu gawat darurat

15
h. Melakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan alat audiovisual
sasaran dalam kegiatan pelayanan Puskesmas Keliling yakni mencakup semua
kalangan usia baik individu, keluarga maupun kelompok masyarkat. Sumber daya
manusia di piskesmas keliling terdiri atas kepala puskesmas, surveilans, promkes,
petugas wilayah, koordinator p2m, petugas sanitarian, koordinator imunisasi, lintas
sector. Penggunaan kendaraan dalam kegiatan puskesmas keliling terdiri atas
puskesmas keliling roda 4, Puskesmas Keliling Perairan (Perahu), Ambulans, serta
Sepeda Motor . beberapa kegiatan puskesmas ekeliling telah dilakukan diberbagai
daerah contohnya seperti di Wangkodono dan di Kelay.
Peran perawat dalam kegiatan puskesmas keliling diantarnya pengkjian kepad
individu, penyuluhan ksehatan, tindakan keperawatan, konseling keperawatan,
pengobatan sesuai kewenangan, rujukan pasien atau masalah keperawatan dan
melakukan domunteasi keperawatan. Dan pembagian tugas perawat di Puskesmas
Keliling meliputi sebagai pelaksana (care provider), pendidik kesehatan, koordinator
dan kolabolator, sebagai konselor, dan panutan (role model)

B. SARAN
1. Peawat harus memiliki skill expansion dalam memberikan asuhan keperawatan
kepada masyarakat dalam kegiatan puskesmas keililing serta secara dilakukan
secara kemperhensif.
2. Perlunya meningkatkan SDM khusunya tenaga medis dan paramedic dalam
pemberian pelayanan kesehatan di puskesmas keliling
3. Diharapkan dengan lakukannya kegiatan puskesmas keliling dapat sangat
memabntu masyarakat dalam memperoleh fasilitas kesehatan terutama pada
masyarakat di daerah pedesaan.

16
DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Azrul. Pengantar Administrasi Kesehatan. Edisi 2. (Jakarta : PT. Binapura


Aksara,1980)

Departemen Kesehatan R.I., 1981. Daftar Komposisi Bahan Makanan Direktorat


Gizi DepKes R.I. Bhratara Karya Aksara, Jakarta

Departemen Kesehatan RI. 1987. Peran Serta Masyarakat. Jakrta : Depkes RI, Pusat
Pembinaan dan Pelatihan Masyarakat.

Departemen Kesehatan. 1991. Buku Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Jakarta :
Direktorat Rumah Sakit. Khusus dan Swasta, Dit.Jen.Yanmedik.

Departemen Kesehatan RI, 2004. Sistem Kesehatan Nasional 2004, Jakarta

Lestari, Ika, 2015, Pengaruh Pelayanan Kesehatan Terhadap Program Puskesmas


Keliling Terhadap Tingkat Kesadaran Hidup Sehat Pada Masyarakat Miskin,
Jakarta : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan
Ilmu Komunikasi : Jurnal Penelitian

Nevia, Venny, 2015, Mutu Pelayanan Puskesmas, https://vennynevia.wordpress.com/


2015/05/21/mutu-pelayanan-puskesmas/.

17
LAMPIRAN

1. Kegiatan Puskesmas Keliling di Wongkodono

2. Kegiatan Puskesmas keliing di Kelay

18
19