Anda di halaman 1dari 8

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB PEMBANGKIT PENGUJIAN TAHANAN


SEMESTER VI
DAN PENYALURAN KUMPARAN
STL

I. Tujuan Percobaan
Dari percobaan ini diharapkan setiap praktikan mampu untuk:
1. Untuk mengetahui besar tahanan belitan transformator di setiap fasa
pada kedua sisi tegangan transformator.
2. Untuk menentukan sisi tegangan transformator yang lebih tinggi dari
sisi lainya atau sebaliknya.
II. Teori Dasar

Sebelum suatu transformator daya (power transformaer) ataupun transformator


distribusi (distribution transformer) dioperasikan diperlukan beberapa pengetesan karena
transformator rentan terhadap vibrasi. Gangguan pada trafo dapat terjadi karena desain
yang buruk, pemasangan yang kurang baik, penangananyang tidak sesuai dengan
prosedur, beban lebih (overloading) ataupun karena pemeliharaan yang buruk (poor
maintenance).

Salah satu pengetesan yang dilakukan adalah pengukuran tahanan kumparan


(winding resistance measurement) pada suhu tertentu, yang dimaksudkan untuk :
- Menghitung rugi rugi karena komponen konduktor (kumparan) yakni I2.R bilamana
transformator telah dibebani (dialiri arus).
- Dapat menghitung suhu / temperature (temperature) belitan pada akhir siklus pengetesan
temperature.
- Sebagai dasar penentuan apakah transformator mengalami kerusakan atau tidak.
Pengukuran tahanan belitan transformator pada terminalnya menetukan kualitas
koneksi belitan internal transformator dan pengukuran tahanan sebagai indikasi bahwa
tidak ada rangkaian belitan yang open (putus). Bila koneksi internal transformator
mengalami kelonggaran, maka pembacaan tahanan kumparan menjadi tidak stabil.
Pengukuran tahanan, pada suhu tetentu, memberikan dasar untuk perhitungan suhu pada
belitan yang sama bila dilakukan pengukuran tahanan berikutnya. Dari perubahan
tahanan, maka perubahan temperature yang terjadi dapat disimpulkan. Tahanan belitan
dc pada dua suhu, T1 dan T2, akan bernilai R1 dan R2. Hubungan antara tahanan belitan
dan rata rata seperti pada peresamaan berikut :

1 1 +
=
2 1 +
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT PENGUJIAN TAHANAN
SEMESTER VI
DAN PENYALURAN KUMPARAN
STL

Dimana :

R1 = nilai tahanan belitan pada suhu T1

R2= nilai tahanan belitan pada suhu T2

Tk = bernilai 234,5untuk tembaga dan 225untuk aluminium

III. Alat dan Bahan


3 unit transformator 1 phasa atau 1 unit transformator 3 phasa
1 buah Ohm-Meter (Analog/Digital)
Kabel penghubung secukupnya
Thermometer

IV. Rangkaian Percobaan

Trafo 1
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT PENGUJIAN TAHANAN
SEMESTER VI
DAN PENYALURAN KUMPARAN
STL

V. Prosedur Percobaan
Pada percobaan ini kami melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Memastikan transformator yang diukur tidak bertegangan.
3. Mengukur suhu belitan transformator atau ruangan sesaat sebelum
tahanan belitan diukur.
4. Kalibrasi alat ukur tahanan.
5. Melakukan pengukuran seperti pada gambar 4.2 dimulai dari belitan
phasa R atau U sisi primer da sisi sekunder, karena sisi sekunder
terdapat tapping belitan maka pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali
pada terminal 1U1-1U2, 2U1-2U1, dan 1U1-2U2 dengan menghubungkan
kabel hubung 1U2-2U1.
6. Mengulangi langkah pada no.5 untuk phasa yang lainnya (phasa S atau
V dan fase T atau W).
7. Mencatat setiap hasil percobaan pada tabel hasil percobaan.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT PENGUJIAN TAHANAN
SEMESTER VI
DAN PENYALURAN KUMPARAN
STL

VI. Hasil Percobaan

Dari percobaan yang dilakukan diperoleh data sebagai berikut:

Tahanan Belitan
NO. Fasa Sisi Tap
()

1U1-1U2 1.1
Primer
1U1-1U3 0.5

1 R atau U 2U1-2U2 0.5

Sekunder 3U1-3U2 0.5

2U1-3U2 0.9

1V1-1V2 1.1
Primer
1V1-1V3 0.5

2 S atau V 2V1-2V2 0.5

Sekunder 3V1-3V2 0.5

2V1-3V2 0.9

1W1-1W2 1.1
Primer
1W1-1W3 0.5

3 T atau W 2W1-2W2 0.5

Sekunder 3W1-3W2 0.5

2W1-3W2 0.9

VII. Analisis data

Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa nilai tahanan listrik
pada kumparan yang akan menimbulkan panas bila kumparan tersebut dialiri arus.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT PENGUJIAN TAHANAN
SEMESTER VI
DAN PENYALURAN KUMPARAN
STL

Nilai tahanan belitan dipakai untuk perhitungan rugi-rugi tembaga trafo. Pada
percobaan kali pengujian tahanan kumparan digunakan dua buah sampel trafo dengan tengan
kerja yang berbeda. Pada percobaan ini dilakukan pada antara:

- Untuk sisi primer

Phasa R- Netral R
Phasa S- Netral S
Phasa T- Netral T

- Untuk sisi sekunder

Phasa r- Netral r
Phasa s- Netral s
Phasa t- Netral t

Alat ukur yang digunakan pada pengujian tahanan kumparan adalah Ohm-Meter.
Pada percobaan ini tidak digunakan alat insulation resistance test karena tegangan injeksinya
cukup besar yang memungkin terjadi short circuit pada trafo yang dapat merusak alat itu
sendiri. Adapun nilai tahanan kumpran dari masing masing trafo yang digunakan dapat
dilihat pada tabel hasil percobaan.

Trafo dengan tegangan kerja yang lebih kecil yaitu 38 V pada sisi primer dan 11 V
sekunder, diperoleh data sesuai dengan tabel hasil percobaan. Berdasarkan tabel dapat
diketahi bahwa rata-rata tahanan kumparan untuk sisi primer sebesar 0.8 , sisi sekunder
tiap fasa sebesar 0.63 . Hal ini berarti bahwa trafo memiliki tegangan tinggi (High
Voltage) pada sisi primer dan tegnagan rendah (Low Voltage) pada sisi sekunder, hal ini
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT PENGUJIAN TAHANAN
SEMESTER VI
DAN PENYALURAN KUMPARAN
STL

karena belitan pada sisi primer lebih banyak dibandingkan sisi sekunder trafo serta
manandakan bahwa trafo tidak mengalami open circuit pada belitan kumparannya.

Dari pengujian tahanan dapat diketahui semakin tinggi tegangan pada trafo maka
semakin besar pula tahanan kumparannya. Ini berlaku persamaana V= I.R. sehingga dari itu
pengujian tahanan kumparan dapat digunakan untuk membuktikan banar tidaknya sisi High
Voltage dan Low Voltage yang tertera pada name plate tarfo.

VIII. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan yang telah dilakukan adalah
sebagai berikut:

1. Semakin tinggi tegangan pada trafo maka semakin besar pula tahanan
kumparannya
2. Trafo memiliki tegangan tinggi (High Voltage) pada sisi primer dan tegangan
rendah (Low Voltage) pada sisi sekunder.
3. Trafo tidak mengalami open circuit pada belitan kumparannya.

.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT PENGUJIAN TAHANAN
SEMESTER VI
DAN PENYALURAN KUMPARAN
STL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT PENGUJIAN TAHANAN
SEMESTER VI
DAN PENYALURAN KUMPARAN
STL