Anda di halaman 1dari 19

KISI-KISI BIOLOGI

FUNGI
1. Dasar pengelompokan Fungi = Berdasarkan struktur tubuh dan cara
reproduksinya.
2. Produk (hasil) reproduksi aseksual dan seksual =
ZYGOMYCOTA=
*Reproduksi seksual dihasilkan zigospora
*Reproduksi secara aseksual dihasilkan sporangiospora
ASCOMYCOTA=
*Reproduksi secara aseksual menghasilkan spora aseksual yang dihasilkan
di dalam konidium.
*Reproduksi secara aseksual Dilakukan dengan membentuk kuncup.
Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang
kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut
hifasemu atau pseudohifa.
BASIDIOMYCOTA=
*Pembiakan aseksual biasanya terjadi dengan pembentukan konidium.
*Reproduksi secara seksual pada basidiomycotina dengan basidium.
Basidium merupakan badan yang berasal dari sebuah sel yang membesar
yang kemudian membentuk empat tonjolan yang masing-masing berisi
sebuah inti. Dan kemudian akan membentuk empat sel yang didalamnya
mengandung sebuah basidiospora. Seluruh basidium akan berkumpul
membentuk basidiokarp.
DEUTEROMYCOTA=
*Secara aseksual terjadi karena fragmentasi atau dengan soredium yaitu
beberapa sel ganggang yang terbungkus oleh hifa tardapat pada permukaan
lumut kerak bentuknya seperti tepung.
*Reproduksi secara seksual pada jamur menghasilkan askospora pada
tubuh buah yang bentuknya seperti mangkok. Spora akan tumbuh dan
apabila bertemu dengan spesies ganggang yang cocok akan membentuk
talus baru.

3. ZYGOMYCOTA

*Sporangium : tempat pembuatan spora aseksual,sporangiospora


* Sporangiospora : hifa pendukung sporangium (tangkai
sporangium)
*Stolon : hifa penghubung antar sporangiofor
*Rhizoid : hifa penembuhs substrat , sebagai akar .
ASCOMYCOTA

BASIDIOMYCOTA

Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang oleh stipe dan di


bagian bawahnya mengandung bilah-bilah
Bilah (lamella/gills), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk
helaian berbilah-bilah
Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium yang sangat
kompak dan tumbuh tegak
Cincin / Annulus, merupakan bagian yang melingkari tangkai yang
berbentuk seperti cincin
Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar
tangkai.
Basidiokarp berbentuk seperti kulit mengkilap (Ganoderma) sebagai
tempat pembentukan basidium

DEUTEROMYCOTA
3. Simbiosis fungi
1. Mikoriza
Mikoriza adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tumbuh-tumbuhan.
Simbiosis tersebut bersifat saling menguntungkan, yaitu jamur memperoleh
zat organik dan akar tumbuh-tumbuhan memperoleh air dan unsur hara.
Beberapa jamur Zygomycotina, Ascomycotina, dan Basidiomycotina dapat
bersimbiosis dengan akar tumbuhan pinus atau belinjo. Berdasarkan
kedalaman jaringan tumbuhan yang digunakan, mikoriza digolongkan menjadi
dua yaitu ektomikoriza dan endomikoriza.

1) Ektomikoriza, hifa jamurnya hanya hidup pada jaringan epidermis akar


tumbuhan, misal mikoriza yang hidup di akar pinus.
2) Endomikoriza, hifa jamurnya menembus sampai jaringan korteks akar, misal
mikoriza yang hidup di akar anggrek.
2. Lichenes
Lichenes juga disebut dengan lumut kerak. Lichenes merupakan simbiosis
mutualisme antara Algae dengan Fungi. Fungi yang bersimbiosis biasanya dari
golongan Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Adapun
organisme fotosintetik yang terlibat dalam fotosintesis yaitu Cyanobacteria
atau Algae hijau uniseluler. Struktur tubuh Lichenes berbentuk talus, bagian
luar merupakan miselium, dan bagian dalam tersusun atas hifa. Di antara
miselium dan hifa jamur terdapat sel-sel Algae.
4. 1) Bagian dari Algae disebut phicobiont yaitu dari divisi Cyanophyta dan
Chlorophyta.
5. 2) Bagian Fungi disebut mycobiont yaitu dari divisi Ascomycotina dan
Basidiomycotina.

4. Peranan jamur
Rhizopus stolonifer, Untuk membuat tempe.
Rhizopus nigricans, Menghasilkan asam fumarat.
Saccharomyces cerevisiae, Untuk membuat tape, roti, minuman sake, dan bir.
Aspergillus oryzae, Mengempukkan adonan roti.
Aspergillus wentii, Untuk membuat sake, kecap, tauco, asam sitrat, asam oksalat,
dan asam formiat.
Aspergillus niger, Untuk menghasilkan O2 dari sari buah, dan menjernihkan sari
buah.
Penicillium notatum dan P. chrysogenum , Menghasilkan penicillin (antibiotik).
Ganoderma lucidum, Sebagai bahan obat.
Penicillium roqueforti dan P. camemberti, Untuk meningkatkan kualitas
(aroma) keju.
Trichoderma sp., menghasilkan enzim selulase.
Neurospora crassa, Untuk membuat oncom.
Volvariella volvacea (jamur merang), Auricularia polytricha (Jamur kuping) dan
Pleutus sp. (jamur tiram) , sebagai Jamur konsumsi.
Aspergillus flavus : Menghasilkan aflatoksi, menyebabkan kanker pada manusia.
Aspergillus fumigatus : Kanker pada paru paru burung.
Amanita phalloides : Mengandung balin yang menyebabkan kemaian bagi yang
memakannya.
Ustilago maydis : Parasit pada tanaman jagung dan tembakau.
Epidermophyton floccosum : Menyebabkan penyakit kaki atlet.
Microsporum sp. dan Trichophyton sp. : Menyebabkan kurap atau panu.
Helminthospium oryzae : Parasit dan merusak kecambah dan tubuh buah serta
menimbulkan noda noda berwarna hitam pada hospes (inangnya).
Candinda albicans : Infeksi pada vagina.
PLANTAE
1. Struktur tubuh lumut dan fungsinya
LUMUT DAUN

Kaliptra = penutup sporangium


Gigi peristom = buka tutup ujung sporangium , tempat keluar spora
Annulus = tempat melekat peristom
Sporangium = penyimpanan spora
Aposfisis = penyangga
Seta = penghubung sporangiofor
Seta = penguhubg sporangiofor dengan sporangium dan gametofit
LUMUT HATI

Talus (Gametofit) yang selalu bercabang 2 = melakukan reproduksi seksual


Arkegonium = kelamin perempuan
Anteridium = kelamin laki-laki
Rhizoid = mengambil air dari tanah
Gemma = struktur mangkok diatas gametofit yang didalamnya terdapat tunas
vegetative
LUMUT TANDUK

2. Ciri paku tiap kelas


Pteridopsida
1. Telah dibedakan akar batang daun
2. Spora dihasilkan pada sporofil bawah daun
3. Daun muda tumbuh menggulung
4. Daun makrofil
Lycopsida
1. Memiliki daun berukuran kecil
2. Spora dihasilkan oleh strobilus
3. Pada selaginella.sp spora yang dihasilkan ada 2 macam , mikrospora dan
megaspore
4. Mikrospora bekembang menjadi gametofit jantan
5. Megaspora berkembang menjadi gametofit betina
Sphenopsida
1. Hidup di daerah sub tropis
2. Daun mikrofil
3. Spora dihasilkan oleh strobilus (homospora)
Psilopsida
1. Daun mikrofil
2. Batang bercabang 2 (dikotom) dan berfungsi dalam fotosintesis
3. Pada ketiak batang dihasilkan sporangium
4. Spora dihasilkan oleh sporangium

3. Proses dan hasil pembuahan angiosperma


Makrospora
Sel induk megaspore (2n) membelah meiosis menghasilkan 4 sel megaspore (n)
umumnya 3 degenerasi mati , hanya 1 yang bertahan
Mikrospora
1. Polinasi (penyerbukan) , serbuk sari jatuh ke putik
2. Terbentuk polletube (saluran serbuk sari dari inti vegetative yang mengarah
ke mikrofil )
3. Inti vegetative mati (hanya membentuk jalan)
inti g1 (generative) bertemu dengan ovum menjadi zigot (2n)
inti g2 betemu Kandung lembaga sekunder menjadi 3n (endosperm)
ZIGOT+ENDOSPERM = BIJI
4. Bagian-bagian sorus Pteridophyta
1. Indusium = menjaga spora agar
tetap menempel pada daun
2. Annulus =
-melindungi spora belum matang
-pembuka kotak spora matang
3. Sporangium = kotakspora
4. Epidermis bawah : melindungi
struktur tubuh didalamnya

5.Jaringan parenkim = mengangkut zat hara ke seluruh tumbuhan

5. ciri gymnospermae dan angiospermae


GYMNOSPERMAE (Tumbuhan berbiji terbuka)
- berkembang biak dengan biji
- Biji tidak dilindungi jaringan buah
- Struktur reproduksi terdapat pada strobilus
- Siklus hidup =
Sporofit , hidup bebas -> tumbuhan gymnos
Gametofit tereduksi (berkurang) , tidak hidup bebas -> bunga
ANGIOSPERMAE (Tumbuhan berbiji tertutup)
Mempunya bunga sejati
Daun buah berdaging tebal
Biji dilindungi oleh bakal buah
Tubuhnya terdiri dari akar, batang, daun dan bunga
Akarnya berbentuk tunggang atau serabut
Bentuk tulang daun bervariasi yaitu menyirip, menjari dan lurus
Daun umumnya lebar, tunggal atau majemuk
Reproduksi secara vegetatif dan generatif
Batangnya ada yang memiki kambium dan ada juga yang tidak.

6. PERBEDAAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL


MONOKOTIL=
Sirih,tebu,palem,padi,jagung,sagu,kelapa,pisangambon,pisang
raja,jahe,kunyit,anggrek,vanili
DIKOTIL =
Ketapang , singkong , kacang keledai , mawar , strawberry, tomat , kacang
, mahoni , jambu air , jambu biji ,bunga matahari , pete, terong
GYMNOSPERMAE (bukan dikotil &monokotil) =
pakis haji , melinjo , pinus , gingkoginae,cemara
ANIMALIA
1.Struktur tubuh dan fungsinya porifera

1. Oskulum = Tempat keluar air dan hasil pencernaan


2. Koanosit = Mencerna makanan
3. Pinakosit = melindungi tubuh bagian dalam
4. Porosit = melapisi ostium
5. Ostium = Masuknya air
6. Amoebosit = mengedarkan makanan
7. Sklerosit = membentuk spikula
8. Spikula = menopang tubuh
Bagian koanosit
1. fagosit = menelan makanan
2. leher / kolar = menempel pada flagella
3. flagella = menyapu air ke oskulum . filter air = nutrisi,O2
STRUKTUR TUBUH CNIDARIA DAN FUNGSINYA

<-POLIP <- MEDUSA

Mulut = masuk keluar makanan


Tentakel = makan
Epidermis =melapisi/melindungi
Mesoglea = menyimpan cairan berbentuk lemak
Rongga gastrovaskuler = pencernaan
Gatrodermis = Mekanik -> otot
Kimiawi -> enzim
Siklus hidup cnidaria

Obelia Sp.
Polip Gonozoid -> Medusa Muda -> Medusa dewasa -> telur + sperma -> Zigot ->
larva bersilia (planula) -> polip muda
Aurelia Aurita
Medusa Dewasa -> Telur + Sperma -> zigot -> planula -> skifistoma -> strobila
-> efira
PERBEDAAN CNIDARIA DAN CTENOPHORA
(INISIASI)
Siklus trematoda
Telur yang belum berembrio dikeluarkan melalui kotoran.
Embrio berkembang di air.
Larva mirasidium menetas dan menginfeksi inang perantara siput.
Perkembangan larva (4a) sporosista, (4b) redia, dan (4c) serkaria dalam tubuh
siput.
Serkaria berenang keluar dari tubuh siput dan membentuk sista pada tumbuhan
air.
Sista (metaserkaria) pada tumbuhan air dimakan oleh inang primer (herbivora
atau manusia).
Metaserkaria pecah di usus dua belas jari.
Cacing hati dewasa hidup pada hati inang primer.
Contoh spesies
Fesciolla hepatica
Cacing Dewasa -> Telur -> mirasidium -> sporokista -> redia -> serkaria ->
metaserkaria

Siklus hidup nemathelminthes


Taenia sp.
Proglotid -> telur -> onkosfer (usus inang) -> sistiserkus (daging inang)
Ascaris lumbricroides
Telur (keluar bersama feses -> mulut -> usus -> paru-paru -> faring -> molting 3 -
> cacing dewasa (usus)
Ancylostoma duodenale
Telur -> Larva Rhabditiform -> Larva Filanform -> masuk melalui telapak
tangan -> peredaran darah -> jantung -> paru-paru -> faring -> tenggorokan ->
larva (usus) -> cacing dewasa (usus)

ANNELIDA
Hirudinae = tidak memiliki rambut
Memiliki zat hirudin untuk mencegah pembekuan darah
Hidup di air ataupun darat
Punya anestesi sebagai zat pengurang rasa sakit
Memiliki pengait (gigi kait)
Contoh = lintah

MOLUSCA
BIVALVIA
-Cangkang ada 2, kaki berbentuk kapak (Pelecypoda)
-Insang berlembar (lamellibranchiate)
-Terdapat sifon (tempat keluar masuk air)
-Palpus labia (bibir) disamping mulut
-Tidak memiliki kepala dan radula
Pembentukan cangkang pada bivalvia
Periostrakum, Periostrakum merupakan lapisan terluar, dibentuk dari zat kitin
yang disebut konkiolin berfungsi sebagai pelindung. Jika basah berwarna biru tua,
jika kering berwarna coklat.
Prisma, Prisma merupakan lapisan tengah yang tersusun dari kristal kalsium
karbonat.
Nakre, Nakre disebut sebagai lapisan induk mutiara yang tersusun dari
ekstrapalial (getah-getah yang dihasilkan pada sel mantel)
Mantel, Mantel terletak di bawah nakreas yang terdiri atas sel-sel nakreas yang
sekretnya membentuk lapisan nakreas dan membentuk mutiara) jaringan ikat, dan
sel-sel epitelium yang bersilia.

GASTROPODA
* Bercangkang 1 (monovulvia-univolvia) , cangkak spiral , scraping radula ,
representative
Hidup di air laut & air payau
Rumahnya terdiri dari satu test yang terputar (terpilin) memanjang melalui satu
sumbu
Tubuhnya terdiri dari kepala, kaki dan alat pencernaan
Kepala dilengkapi dengan alat pengunyah yang disebut rongga mantel (berfungsi
sebagai insang pada air laut & berfungsi sebagai paru-paru pada lingkungan
darat)
Test terdiri dari zat gampingan dan terputar secara spiral melalui satu garis lurus
(putaran involut & evolut)
Arah putaran test gastropoda terdiri dari Dextral (searah jarum jam) & Sinistral
(berlawanan putaran jarum jam)
Sistem pencernaan makanan meliputi rongga mulut, kerongkongan, kelenjar
ludah, tembolok, lambung kelenjar, dan usus.
Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung dan saluran darah sebagai organ
transportasi.
* Sistem saraf berupa ganglion yang bercabang di seluruh tubuh.
PERBEDAAN 4 FILUM ARTHROPODA

Filum arachnoidea myriapoda crustacea insekta


Segmen Cephalotorax, Caput, Cepalothorax,abd Caput , thorax
tubuh abdomen abdomen omen , abdomen.
-Memiliki Punya
eksoskeleton eksoskeleton
tp tidak
molting

Jenis Mata tunggal Sepasang Sepasang mata 1 pasang


mata (oseli) mata tunggal majemuk mata
(oseli) majemuk
(faset)
1 pasang
mata tunggal
(oseli)
jumlah 4 pasang kaki 1 atau 2 Maksiliped 1 pasang kaki
kaki jalan pada pasang kaki (untuk makan) pada thorax
cepalothorax jalan(pereiop , 1 pasang keliped
od) (kaki capit) ,
1 pasang
pereiopod (kaki
jalan) , dan
4 pasang
pleiopod (kaki
renang)
Jumlah - 1 pasang 1 pasang antenna 1 pasang
antena antenna 1 pasang antena
panjang antenula
(chilo) ,
1 pasang
antenna
pendek
(diplo)
Organ Paru-paru buku System Insang pada System
pernafa trakea dan seluruh trakea dan
san spirakel permukaan spirakel
(lubang pada tubuh
tubuh)
Jumlah - - - (kecuali
sayap semut)
sepasang/2
pasang
Organ Kelenjar koksal malphigi Tubulus malphigi Tubulus
ekskresi ,dan kelenjar malphigi
hijau
Tempat darat darat Air tawar,laut Darat
hidup
Ciri-Ciri Echinodermata
Tubuh echinodermata terdiri atas 3 lapisan dan memiliki rongga tubuh atau
disebut dengan tripoblastik
Mempunyai bentuk tubuh yang simetri bilateral pada saat masih larva, dan
disaat dewasa bentuk tubuhnya simteri radial
Memiliki kulit tubuh yang terdiri atas zat kitin
Bergerak dengan ambulakral yakni kaki tabung dengan lubang-lubang kecil
yang fungsinya untuk menghisap.
Memiliki sistem pencernaan sempurna kecuali bintang laut yang tidak
mempunyai anus.
Tidak mempunyai sebuah sistem ekskresi
Perkembangbiakan secara seksual
Pada permukaan tubuh terdiri atas tonjolan-tonjolan yang menyerupai duri
Memiliki sebuah sistem tabung jaringan hidrolik

CIRI KHAS VERTEBRATA


Pisces =
Ciri = kulit licin karena sekresi mucus oleh kelenjar pada kulit , fertilisasi
di luar tubuh , ovipar
Chondrichyte = hiu , ikan pari
Osteichthyes = Gurami , bawal , kakap
Amphibia =
Ciri : kulit licin tidak bersisik, fertilisasi eksternal,ovipar.
Apoda , tidak memiliki kaki(salamander cacing)
Urodela, berekor dan memiliki kaki (salamander)
Anura = tidak berekor , tidak berkaki ( katak hijau )
Reptilia=
Ciri :kulit bersisik dari keratin,nafas dengan paru, fertilisasi internal,
ovipar.
-Sayomata = bersisik (ular,kadal)
-Testudinata = memiliki pelindung tubuh berupa karapaks , dan plastron
-Crocodila = bersisi , habitat di perairan (buaya)
-Rhynchochepala = reptilian primitive (komodo)
Aves =
Ciri = paruh dari keratin , jantung beruang 4,nafas dengan paru-paru m
fertilisasi internal, ovipar
-Casuariformes, burung berjalan (burung unta, penguin)
-Columbiformes , burung merpati
-Psittaciformes , alap-alap
-Galliformes , ayam kampong dan burung merak
Mammalia=
Bernafas dengan paru-paru , jantung beruang 4, fertilisasi internal ,
vivipar.
-Insectivora , pemakan serangga (tikus mondok , dan landak)
-Chiroptera , selaput kulit membentang dari kaki depan,badan , dan kaki
belakang. (kelelawar)
-Lagomorpha , memiliki gigi seri seperti pahat (kelinci)
-Perissodactyla , jari ganjil pada kaki (badak sumatera)
-Artiodactyla, jari kaki genap (dugong)
-Proboscidea , tubuh besar berotot dan belalai berotot ( gajah)
-Cetacea , hidup di laut dengan tubuh berbentuk ikan , (lumba-lumba
hidung botol , paus biru , paus pembunuh)
-Carnivora, gigi dan kuku tajam dan runcing . (harimau , kucing ,
anjing,singa)
-Rodentia , gigi seri pahat .(tupai , tikus , berang-berang)
-Primata , ibu jadi yang dapat di sentuhkan ke jari lain , mata menghadap
depan . ( beruk , orang utan, lutung jawa, manusia)

EKOSISTEM
1. Komponen Abiotik dan fungsinya

a. Air
Air sangat penting bagi kehidupan karena hampir 85% tubuh makhluk hidup
berupa air. Air mengandung berbagai mineral yang sangat dibutuhkan tubuh
organisme. Fungsi air bagi tubuh manusia adalah sebagai pelarut, untuk
membuang limbah, serta mengatur suhu dan reaksi metabolisme.
b. Tanah
Organisme memerlukan tanah. Tanah Berfungsi Sebagai tempat tumbuhnya
tumbuh-tumbuhan serta tempat berpijak dan berdiamnya binatang dan manusia.
Dan tanah pula, tumbuhan memperoleh bahan-bahan atau mineral-mineral untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.
c. Udara
Faktor abiotikyang terkait dengan udara antara lain kelembapan udara, suhu
udara, curah hujan, dan kandungan udara. Suhu lingkungan merupakan faktor yang
penting dalam proses kelangsungan hidup organisme. Beberapa jenis organisme
mampu mengatur suhu tubuhnya agar proses kehidupan dalam tubuh dapat
berjalan dengan normal. Jenis organisme ini disebut organisme endoterm,
umumnya pada aves dan mamalia. Jenis organisme lain, suhu tubuhnya bergantung
suhu lingkungan. Jika suhu di lingkungan terlalu dingin, organism ini akan
berjemur. Jika terlalu panas, akan berteduh. Organisme semacam ini disebut
organisme eksoterm, umumnya pada ikan, amfibia, dan reptilia. Udara Sangat
Penting, Karna Udara Berfungsi sebagai sumber kehidupan karna untuk
pernapasan manusia dan Sebagai proses fotosintesis pada tumbuhan, dan
tumbuhan itu biasa disebut paru-paru dunia
d. Cahaya Matahari
Selain sebagai sumber energi di Bumi, cahaya Matahari juga
mempunyai peranan atau fungsi yaitu mengatur tingkah laku
organisme. Ada organisme yang aktif di siang hari dan ada organisme
yang aktif di malam hari. Cahaya Matahari juga dapat menghancurkan
atau melapukkan batu-batuan sehingga memungkinkan organisme
memanfaatkan mineral-mineral hasil pelapukan batuan tersebut.

KOMPONEN BIOTIK DAN FUNGSINYA


a. Produsen

Produsen adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan organic


dari zat anorganik. Organisme yang dapat mengubah zat anorganik menjadi zat
organic disebut organisme autotrof. Jika energi cahaya yang digunakan organisme
itu untuk menyusun zat organic, maka organisme tersebut dinamakan organisme
fotoautotrof,contohnya tumbuhan hijau. Tumbuhan memanfaatkan cahaya
matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi karbohidrat. Porses
pembentukan ini disebut fotosintesis
Reaksi fotosintesis:
(Karbon dioksida + Air) (Karbohidrat + Oksigen)

b.Konsumen
Konsumen adalah organisme yang tidak mampu mengubah zat anorganik
menjadi zat organik sehingga mendapatkan makanan dengan memakan organisme
lain. Organisme lain tersebut dapat berupa tumbuhan, hewan, atau sisa organisme.
Organisme yang memakan organisme lain disebut organisme heterotrof.Jika
organisme heterotrof memakan organisme autotrof, organisme ini disebut
konsumen primer atau konsumen pertama. Konsumen primer juga disebut
herbivorakarena memakan tumbuhan secara langsung

1. Contoh herbivora adalah sapi, kambing, domba, dan belalang. Organisme


heterotrof yang memakan herbivora atau hewan lain disebut karnivora
2. Contoh karnivora adalah kucing, anjing, elang, dan ular.
Organisme yang dapat memakan tumbuhan dan hewan disebut omnivora
3. Contoh omnivora adalah beruang, manusia, kera, dan orang utan.
scavanger
4. Contoh scavanger | Organisme pemakan bangkai hewan yang masih utuh
disebut scavanger, misalnya burung pemakan bangkai. Organisme yang memakan
sisa organisme
5. Contoh Ditrivora | Kornponen Komponen biotik yang telah mati disebut
detritivora. Misalnya cacing tanah, rayap, dan serangga tanah.

c. Dekomposer
Beberapa jenis organisme mampu menguraikan sampah organik, seperti sisa-sisa
tubuh hewan dan tumbuhan menjadi bahan-bahan anorganik. Organisme ini
disebut dekomposer.Contohnya . adalah bakteri dan jamu
Kesimpulan : Komponen Abiotik dan Biotik Serta fungsinya masing-masing
Seperti berikut ini..
1. Komponen abiotik adalah komponen tak hidup
Komponennya antara lain : Tanah ,air , udara, cahaya matahari
2. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri dari makhluk hidup
Komponennya antara lain : Hewan, tumbuhan , manusia dan mikroor

Rantai makanan

Interaksi biotik , abiotic


Interaksi antar biotik =
Simbiosis
Mutualisme
Komensalisme
Parasitisme
Amensalisme -> antibiotic = 1 untung , yang lainnya mati
Netralisme -> tidak untung dan rugi . contoh , pohon jati 1 dan 2 sama-
sama menggunakan CO2 untuk fotosintesis.
Predasi contoh harimau dengan kijang , kucing dengan tikus
Protokooperasi -> kerbau dan jakan -> saling untung , tapi tidak wajib .
Kompetisi -> harimau dan singa sama-sama memperebutkan kijang
Interaksi antar biotik dan abiotik
Sebagai contoh setiap tumbuhan mengambil air dari lingkungannya
(dari dalam tanah), tapi tumbuhan juga membebaskan air ke
lingkungan (ke udara) dalam bentuk uap air. Bersama uap air dari
sumber yang lain, akan terbentuk awan dan turun sebagai hujan.
Akhirnya air meresap ke dalam tanah (kembali lagi ke tanah). Di
samping itu tumbuhan juga mengambil zat hara dari tanah, namun juga
mengembalikannya lagi dalam bentuk ranting, dedaunan, dan sisa
tumbuhan yang telah lapuk dan mengalami penguraian.

<- PIRAMIDA EKOLOGI

CONTOH SUKSESI
Suksesi adalah perubahan atau perkembangan suatu komunitas
melalui tahap-tahap tertentu.
Suksesi primer adalah munculnya suatu komunitas baru pada suatu
daerah yang sebelumnya tidak terdapat komunitas.
Contoh suksesi primer terjadi pada gunung berapi yang telah meletus. Daerah
sekitar akan mengalami kerusakan dan tidak terdapat organisme. Lama-kelamaan
daerah sekitarnya tersebut akan ditempati kembali oleh organisme. Organisme
awal atau pionirnya adalah lichenes (lumut kerak).

SIKLUS NITROGEN
A. FIKSASI ->dilakukan bakteri
lewat tanaman kacang-kacangan
B. Amonifikasi-> diubah menjadi
amoniak
C. Nitritasi -> mengubah
ammonium/ak menjadi nitrit
D. Nitratasi -> mengubah nitrit
menjadi nitrat
E. Denitrifikasi -> N dalam tanah
di lepas ke atmosfir
F. Petir akan ke tanah
G. Nitrifikasi -> NH4+ akan
menjadi NO3
Bakteri
Bakteri 1 = Acetobacter , Rhizobium legominusatum
Bakteri 2 = Nitrosomonas , Nitrosococcus
Bakteri 3 = Nitrobacter
Bakteri 4 = Micrococcus pseudomonas

SIKLUS FOSFOR
PENCEMARAN LINGKUNGAN

Senyawa dalam pencemaran lingkungan dan dampaknya


(1) CO2 - Karbon dioksida berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan
bahan bakar fosil ( batubara, minyak bumi ), juga dari mobil, kapal, pesawat
terbang, dan pembakaran kayu.
Meningkatnya kadar CO2 di udara jika tidak segera diubah menjadi oksigen akan
mengakibatkan efek rumah kaca.

(2) CO (Karbon Monoksida) - Proses pembakaran dimesin yang tidak sempurna,


akan menghasilkan gas CO. Jika mesin mobil dihidupkan di dalam garasi tertutup,
orang yang ada digarasi dapat meninggal akibat menghirup gas CO. Menghidupkan
AC ketika tidur di dalam mobil dalam keadaan tertutup juga berbahaya. Bocoran
gas CO dari knalpot dapat masuk ke dalam mobil, sehingga bisa menyebabkan
kematian.

(3) CFC (Khloro Fluoro Karbon) - Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang
karena tidak bereaksi, tidak berbau, dan tidak berasa. CFC banyak digunakan untuk
mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (Freon), pendingin pada lemari es,
dan hairspray. CFC akan menyebabkan lubang ozon di atmosfer.

(4) SO dan SO2 - Gas belerang oksida (SO,SO2) di udara dihasilkan oleh
pembakaran fosil (minyak, batubara). Gas tersebut dapat bereaksi dengan gas
nitrogen oksida dan air hujan, yang menyebabkan air hujan menjadi asam, yang
disebut hujan asam.

Hujan asam mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati, produksi


pertanian merosot, besi dan logam mudah berkarat, bangunan-bangunan kuno,
seperti candi menjadi cepat aus dan rusak, demikian pula bangunan gedung dan
jembatan.

(5) Asap Rokok - Asap rokok bisa menyebabkan batuk kronis, kanker paru-paru,
mempengaruhi janin dalam kandungan dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
2. Parameter Kimia dalam pencemaran air
Digunakan untuk mengetahui kadar CO2, pH, keasaman, kadar logam, dan logam
berat.

a. Pengukuran pH air
Air sungai dalam kondisi alami yang belum tercemar memiliki rentangan pH 6,5
8,5. Karena pencemaran, pH air dapat menjadi lebih rendah dari 6,5 atau lebih
tinggi dari 8,5. Bahan-bahan organik organik biasanya menyebabkan kondisi air
menjadi lebih asam. Kapur menyebabkan kondisi air menjadi lebih alkali (basa).
Jadi, perubahan pH air tergantung kepada bahan pencemarnya.

b. Pengukuran Kadar CO2


Gas CO2 juga dapat larut ke dalam air. Kadar CO2 terlarut sangat dipengaruhi oleh
suhu, pH, dan banyaknya organisme yang hidup dalam air. Semakin banyak
organisme di dalam air, semakin tinggi kadar karbon dioksida terlarut (kecuali jika
di dalam air terdapat tumbuhan air yang berfotosintesis). Kadar gas CO dapat
diukur dengan cara titrimetri.

c. Pengukuran Kadar Oksigen Terlarut


Kadar oksigen terlarut dalam air yang alami berkisar 5 7 ppm (part per million
atau satu per sejuta; 1 ml oksigen yang larut dalam 1 liter air dikatakan memiliki
kadar oksigen 1 ppm).
Penurunan kadar oksigen terlarut dapat disebabkan oleh tiga hal :
Proses oksidasi (pembokaran) bahan-bahan organik.
Proses reduksi oleh zat-zat yang dihasilkan bakteri anaerob dari dasar perairan.
Proses pernapasan organisme yang hidup di dalam air, terutama pada malam
hari.
Parameter kimia yang dilakukan melalui kegiatan pernapasan jasad renik dikenal
sebagai parameter biokimia, contohnya adalah pengukuran BOD atau KOB

Pengukuran BOD
Bahan pencemar organik (daun, bangkai, karbohidrat, protein) dapat diuraikan
oleh bakteri air. Bakteri memerlukan oksigen untuk mengoksidasikan zat-zat
organik tersebut, akibatnya kadar oksigen terlarut di air semakin berkurang.
Semakin banyak bahan pencemar organik yang ada diperairan, semakin banyak
oksigen yang digunakan, sehingga mengakibatkan semakin kecil kadar oksigen
terlarut.

Banyaknya oksigen terlarut yang diperlukan bakteri untuk mengoksidasi bahan


organik disebut sebagai Konsumsi Oksigen Biologis (KOB / COD) atau Biological
Oksigen Demand, yang biasa disingkat BOD.
Angka BOD ditetapkan dengan menghitung selisih antara oksigen terlarut awal dan
oksigen terlarut setelah air sampel disimpan selama 5 hari pada suhu 200C.
Karenanya BOD ditulis secara lengkap BOD205 atau BOD5 saja.

Akumulasi Bahan Pencemar dalam Rantai Makanan


Bahan pencemar yang sulit atau tidak dapat terurai di lingkungan dapat masuk ke
dalam tubuh organisme dan berpindah dari satu organisme ke organisme lain
melalui rantai makanan atau jaring-jaring makanan. Contohnya bahan pencemar
DDT (diklorodifeniltnikloroetana) yang digunakan oleh petani sebagai insektisida.
DDT sulit terurai, maka residunya tetap berada di air atau tanah, yang kemudian
terserap oleh ganggang atau tumbuh tumbuhan. DDT juga tidak dapat terurai oleh
reaksi di dalam tubuh makhluk hidup. Bila ganggang atau tumbuhan tersebut
dimakan oleh herbivor, maka DDT akan berpindah ke tubuh herbivor,
karnivor, dan seterusnya hingga ke konsumen pada tingkat trofik tertinggi.
Pada setiap tingkatan trofik akan terjadi peningkatan akumulasi DDT.
Akumulasi terbanyak terdapat pada tingkatan trofik paling tinggi. Proses
peningkatan akumulasi bahan pencemar pada tingkatan trofik melalui rantai
makanan disebut biomagnifikasi. Akumulasi DDT di dalam tubuh organisme
dapat menyebabkan terjadinya gangguan fisiologi tubuh dan mutasi genetik
(gen atau kromosom).

EFEK PEMANASAN GLOBAL


-Wabah penyakit mematikan
-Meningkatnya suhu perairan dan terjadinya badai
-meningkatkan intensitas serta probabilitas kekeringan serta gelombang
panas
-konsekuensi ekonomi
-mencairnya es dikedua kutub
-banjir dan kebakaran hutan
-kematian karena asap
-Dersektifiksasi (pengurangan gurun pasir)
-Datangnya arus dingin
-Meningkatnya aktifitas vulkanik
-Kepunahan makhluk hidup