Anda di halaman 1dari 5

II.2.3.

PENJERATAN (STRANGULATION)
II.2.3.1. DEFINISI
Penjeratan adalah penekanan benda asing berupa tali, ikat pinggang, rantai, stagen,
kawat, kabel, kaos kaki dan sebagainya, melingkari atau mengikat leher yang makin lama makin
kuat, sehingga saluran nafas tertutup. Berbeda dengan gantung diri yang biasanya merupakan
kasus bunuh diri, maka penjeratan biasanya adalah kasus pembunuhan.(1)
Pada peristiwa gantung, kekuatan jeratnya berasal dari berat tubuhnya, maka pada jeratan
dengan tali kekuatan jeratnya berasal dari tarikan pada kedua ujungnya. Dengan kekuatan
tersebut, pembuluh darah balik atau jalan nafas dapat tersumbat. Tali yang dipakai sering
disilangkan dan sering dijumpai adanya simpul. Jeratan pada bagian depan leher hampir selalu
melewati membran yang menghubungkan tulang rawan hyoid dan tulang rawan thyroid.(2)

II.2.3.2. MEKANISME KEMATIAN


Mekanisme kematian pada penjeratan adalah akibat asfiksia atau reflex vaso-vagal
(perangsangan reseptor pada carotid body). Pada gantung diri, semua arteri di leher mungkin
tertekan, sedangkan pada penjeratan, arteri vertebralis biasanya tetap paten. Hal ini disebabkan
oleh karena kekuatan atau beban yang menekan pada penjeratan biasanya tidak besar. (1)
Ada 3 mekanisme kematian pada jerat , yaitu :
1. Asfiksia
Terjadi akibat terhambatnya aliran udara pernafasan. Merupakan penyebab kematian
yang paling sering.
2. Iskemia Serebral
Iskemia serebral disebabkan oleh penekanan dan hambatan pembuluh darah arteri
(oklusi arteri) yang menyebabkan terhambatnya aliran darah ke otak.
3. Syok Vasovagal
Perangsangan pada sinus caroticus menyebabkan refleks vagal yang menyebabkan
henti jantung.

Pada penjeratan berpengaruh pada tersumbatnya jalan nafas bagian atas (nares anterior
sampai dengan bronkhiolus terminalis)(3). Dalam tahap awal tersumbatnya jalan nafas akan
terdapat tanda-tanda hipoksemia dan hiperkarbia. Tanda hipoksemia dan hiperkarbia adalah
sebagai berikut:-pada SSP:depresi SSP, Sistemkardiovaskuler: tekanan darah meningkat dan nadi

3
menurun yang akan dilanjutkan dengan bradikardi dan hipotensi, Sistem respirasi:frekwensi
nafas berkurang tachypneu, tidal volume menurun ,nafas cuping hidung tanda-tanda retraksi,
dsb(4). Apabila tidak dikoreksi akan terjadi asfiksia, adanya asfiksia maka akan terjadi penurunan
perfusi jaringan yang berakibat kurangnya oksigen sebagai bahan dalam metabolisme dan
aktivitas sel yang berakibat pada kamatian sel (nekrosis).(5)

II.2.3.3. CARA KEMATIAN


Cara kematian pada kasus jerat diantaranya adalah:

1. Pembunuhan (paling sering).


Pengikatan biasanya dengan simpul mati dan sering terlihat bekas luka pada leher. (1)
Biasanya pada pembunuhan ditemukan lecet-lecet atau memar disekitar jejaskarena
korban berusaha melepas jeratan.(2) Pembunuhan pada kasus jeratan (strangulation
by ligature) dapat kita jumpai pada kejadian infanticide dengan menggunakan tali
pusat, psikopat yang saling menjerat, dan hukuman mati (zaman dahulu).
2. Kecelakaan
Dapat terjadi pada orang yang sedang bekerja dengan selendang terlihat bekas luka
pada leher.(1) Kecelakaan pada kasus jeratan (strangulation by ligature) dapat kita
temukan pada bayi yang terjerat oleh pakaiannya sendiri(2), orang yang bersenda
gurau dan pemabuk. Vagal reflex menjadi penyebab kematian pada orang yang
bersenda gurau
3. Bunuh diri.
Bunuh diri pada kasus jeratan (strangulation by ligature) hal ini jarang dan
menyulitkan diagnosis. Pengikatan dilakukan sendiri oleh korban dengan simpul
hidup atau bahan hanya dililirkan saja,dengan jumlah liltitan lebih dari satu. (1)
Biasanya terdapat simpul atau kalau tidak posisi tali disilangkan agar supaya jeratan
dapat terkunci dan berlangsung terus.(2)

II.2.3.4. GAMBARAN POSTMORTEM


1. Pemeriksaan Luar Jenazah
Pada pemeriksaan luar hasil gantung diri didapatkan:
4
a. Tanda Penjeratan Pada Leher
Keadaan jejas jerat pada leher sangat bervariasi. Bila jerat lunak atau lembek dan
lebar atau mudah dilepaskan seperti handuk atau selendang sutera, maka jejas mungkin
tidak ditemukan dan pada otot-otot leher sebelah dalam dapat atau tidak ditemukan
sedikit resapan darah. Bila jerat kasar seperti tali, maka bila tali bergesekan pada saat
korban melawan akan menyebabkan luka lecet disekitar jejas jerat,yang tampak jelas
berupa kulit yang mencekung berwarna coklat dengan perabaan kaku seperti kertas
perkamen (luka lecet tekan). (1,2)
Pola jejas dapat dilihat dengan menempelkan transparent scotch tape pada daerah
jejas di leher, kemudian ditempelkan pada kaca objekdan dilihat dengann mikroskop atau
dengan sinar ultra violet.(1) Bila jerat masih ditemukan melingkari leher, maka jerat
tersebut harus disimpan dengan baik sebab merupakan benda bukti dan dapat diserahkan
kepada penyidik bersama-sama dengan Visum et Repertumnya. Terdapat dua jenis simpul
jerat, yaitu simpul hidup (lingkar jerat dapat diperbesar atau diperkecil) dan simpul mati
(lingkar jerat tidak dapat diubah). Untuk melepaskan jerat dari leher, jerat harus digunting
serong(jangan melintang) pada tempat yang berlawanan dari letak simpul, sehingga dapat
direkonstruksikan kembali dikemudian hari.(1)
Jejas jerat pada leher biasanya mendatar, melingkari leher dan terdapat lebih rendah
daripada jejas jerat pada kasus gantung. Jejas biasanya terletak setinggi atau dibawah
rawan gondok.(1)
b. Tanda-tanda Asfiksia
Tanda-tanda umum asfiksia diantaranya adalah sianosis, kongesti vena dan edema.
Sering ditemukan adanya buih halus pada jalan nafas.
c. Lebam Mayat
Lokasi timbulnya lebam mayat tergantung dari posisi tubuh korban setelah mati.
2. Pemeriksaan Dalam Jenazah(1,2)
Pada pemeriksaan dalam akibat peristiwa jerat didapatkan :
a. Lapisan dalam dan bagian tengah pembuluh darah mengalami laserasi ataupun
ruptur.
b. Tanda-tanda Asfiksia
Terdapat bintik perdarahan pada pelebaran pembuluh darah,

5
Terdapat buih halus di mulut
Didapatkan darah lebih gelap dan encer akibat kadar CO2 yang meninggi.
c. Terdapat resapan darah pada jaringan dibawah kulit dan otot
d. Terdapat memar atau ruptur pada beberapa keadaan. Kerusakan otot ini lebih sering
dihubungkan dengan tindak kekerasan.
e. Pada pemeriksaan paru-paru sering ditemui edema paru.
f. Jarang terdapat patah tulang hyoid atau kartilago cricoid.

II.2.3.5. PERBEDAAN KASUS GANTUNG DAN JERAT


Kasus Gantung (bunuh diri) Kasus Jerat (pembunuhan)
Simpul Simpul hidup. Simpul dapat Simpul mati. Simpul sulit
dikeluarkan melalui kepala (tidak dikeluarkan melalui kepala
terikat kuat) (terikat kuat)
Jumlah lilitan Bisa lebih dari 1 lilitan Biasanya 1 buah lilitan
penjerat
Arah Serong ke atas Mendatar / horizontal
Jarak titik tumpu- Jauh Dekat
simpul Berbentuk V (lingkaran terputus) Berbentuk lingkaran penuh
Lokasi jejas Lebih tinggi Lebih rendah
Jejas jerat Meninggi ke arah simpul Mendatar
Luka perlawanan - +
Luka lain-lain Biasanya ada, mungkin terdapat Ada, sering di daerah leher
luka percobaan lain
Karakteristik simpul Jejas simpul jarang terlihat Terlihat jejas simpul
Simpul hidup Simpul mati
Simpul dapat dikeluarkan melalui Simpul sulit dikeluarkan melalui
kepala ( tidak terikat kuat) kepala (terikat kuat)
Lebam mayat Pada bagian bawah tubuh Tergantung posisi tubuh korban
Lokasi Tersembunyi Bervariasi
Kondisi Teratur Tidak teratur
Pakaian Rapi dan baik Tidak teratur, robek
Ruangan Terkunci dari dalam Tidak teratur, terkunci dari luar

6
1. Budiyanto A., Widiatmaka W., Sudiono S, et al., Kematian Karena Asfiksia Mekanik, Ilmu
Kedokteran Forensik Universitas Indonesia, Jakarta: 1997:55-70
2. Dahlan S, Asfiksia, Ilmu Kedokteran Forensik, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang:
2007:107-123.
3. Rahmatullah, Pasiyan.Ilmu penyakit paru(pulmunologi). Semarang:Bagian Ilmu Penyakit
Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. 1993. Pn1
4. Witjaksono. Pemantauan selama anestesi. Diktat kuliah anestesi.Semarang. Bagian
anestesiologi FUNDIP/RSDK.7
5. Ganong FW. Buku ajar fisiologi kedokteran edisi 17, alih bahasa dr.m.Jauhari Widjajakusuma.
Jakarta. EGC, 1998:667-78
7. Budiyanto A, Widiatmaka W, Sudiono S, Munim TWA, Sidhi, Hertian S et al. Ilmu Kedokteran
Forensik. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Edisi ke-2.
1997:60-61

Ini table gw gk tau dapet darimana??